News
Vatikan Dorong Riset Agentic AI Berorientasi pada Martabat Manusia
Dokumen terbaru Vatikan menegaskan bahwa pengembangan agentic AI harus tetap berada di bawah kendali manusia, dengan tanggung jawab moral yang tidak boleh dialihkan kepada mesin.
Monitorday.com– Vatikan kembali menjadi salah satu suara moral paling berpengaruh dalam perdebatan global mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence, Paus Leo XIV mengingatkan bahwa perkembangan AI, termasuk riset menuju agentic AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara otonom, harus tetap diarahkan untuk melayani manusia, bukan menggantikannya.
Dokumen tersebut memang tidak secara eksplisit menggunakan istilah “agentic AI”, tetapi prinsip-prinsip yang disampaikan sangat relevan terhadap arah perkembangan teknologi tersebut. Paus menegaskan bahwa AI tidak boleh menjadi pusat pengambilan keputusan yang menghilangkan akuntabilitas manusia. Seluruh keputusan yang berdampak besar terhadap kehidupan manusia, terutama dalam bidang kesehatan, keamanan, keadilan, dan peperangan, harus tetap berada dalam “rantai tanggung jawab” manusia. Dengan kata lain, AI dapat menjadi alat bantu yang canggih, tetapi tidak boleh menjadi pengganti pertimbangan moral manusia.
Bagi komunitas riset AI, pesan tersebut dapat dipandang sebagai semacam “fatwa moral” atau pedoman etika, meskipun dalam tradisi Gereja Katolik dokumen Paus bukanlah fatwa sebagaimana dikenal dalam tradisi Islam. Ensiklik ini memberikan arahan normatif bahwa inovasi AI harus menghormati martabat manusia, keadilan sosial, solidaritas, dan kesejahteraan bersama. Paus juga memperingatkan bahwa konsentrasi kekuatan AI pada segelintir perusahaan maupun negara berpotensi memperbesar ketimpangan ekonomi dan mengikis kebebasan individu.
Dalam konteks agentic AI, arahan tersebut memiliki implikasi penting bagi dunia akademik dan industri. Riset tidak hanya dituntut mengejar peningkatan kemampuan model dalam melakukan perencanaan, penggunaan alat (tool use), koordinasi antarsistem, atau pengambilan keputusan otomatis, tetapi juga harus membangun mekanisme pengawasan (human oversight), transparansi, audit, dan kemampuan manusia untuk menghentikan maupun mengoreksi tindakan AI. Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kerangka tata kelola AI internasional yang menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan akhir dalam sistem berisiko tinggi.
Paus Leo XIV juga mengaitkan revolusi AI dengan perubahan sosial yang pernah terjadi pada era Revolusi Industri. Sebagaimana Gereja Katolik melalui Rerum Novarum pernah merespons persoalan hak-hak pekerja pada abad ke-19, kini AI dipandang sebagai tantangan sosial baru yang memerlukan landasan etika yang kuat. Oleh karena itu, penelitian mengenai agentic AI diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada efisiensi atau keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap pekerjaan, demokrasi, relasi sosial, dan perlindungan kelompok rentan.
Berkembangnya agentic AI diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama penelitian AI dalam beberapa tahun mendatang. Karena kemampuannya menjalankan rangkaian tugas secara mandiri, teknologi ini menawarkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas di sektor kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga industri. Namun, sebagaimana ditegaskan Vatikan, semakin tinggi tingkat otonomi AI, semakin besar pula kebutuhan akan tata kelola yang menjamin bahwa manusia tetap menjadi subjek utama dalam setiap keputusan penting. Pesan tersebut memperkuat konsensus global bahwa masa depan AI bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan algoritma, tetapi juga oleh kualitas etika yang membimbing pengembangannya.
News
IHSG Menguat Usai Pidato Prabowo
IHSG berbalik menguat 0,56 persen setelah pidato kenegaraan Presiden Prabowo, meski investor asing masih mencatatkan penjualan bersih Rp377,63 miliar.
Monitorday.com– Indeks Harga Saham Gabungan berbalik menguat pada perdagangan sesi pertama, Jumat, 14 Agustus 2026, setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD.
IHSG mengakhiri sesi pertama dengan kenaikan 35,43 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.337,19. Indeks sebelumnya dibuka melemah pada level 6.296,59 dan bergerak dalam rentang 6.267,41 hingga 6.343,11.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,48 triliun. Sebanyak 17,04 miliar saham diperdagangkan melalui lebih dari 1,03 juta transaksi.
Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 305 saham menguat, 315 saham melemah, dan 343 saham tidak mengalami perubahan. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan indeks belum terjadi secara merata pada seluruh saham.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai pidato Presiden menjadi salah satu sentimen yang memperkuat minat beli investor. Perhatian pasar terutama mengarah pada saham-saham BUMN setelah Prabowo menyebut sejumlah perusahaan negara dan perannya dalam menjalankan program pemerintah.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah indikator ekonomi, termasuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada akhir 2026. Presiden juga memperkirakan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun pada 2026 tanpa penyertaan modal negara.
Meski IHSG berhasil kembali ke zona hijau, investor asing masih membukukan penjualan bersih sebesar Rp377,63 miliar. Saham TPIA, DSSA, CUAN, ISAT, dan BREN menjadi beberapa saham yang mengalami tekanan jual asing terbesar.
Sementara itu, pembelian bersih investor asing terlihat pada saham BBRI, ANTM, VKTR, AADI, dan BUMI. Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih selektif dalam menentukan saham yang dinilai memiliki prospek positif.
Penguatan IHSG masih perlu ditopang perbaikan fundamental dan kinerja emiten agar dapat berlanjut. Risiko aksi ambil untung serta sentimen global juga tetap perlu diperhatikan karena kenaikan yang dipicu sentimen pidato dapat bersifat jangka pendek.
News
BRIN Bawa AI Sport Science ke Pembinaan Atlet
BRIN mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dan sport science untuk membantu meningkatkan strategi, latihan, nutrisi, serta performa atlet Indonesia.
Monitorday.com– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam penerapan sport science. Teknologi tersebut diharapkan mendukung strategi latihan, peningkatan performa, dan pembinaan atlet nasional.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Edy Giri Rachman Putra, mengatakan prestasi atlet tidak hanya bergantung pada bakat. Sistem pendukung berbasis ilmu pengetahuan juga diperlukan agar atlet mampu bersaing di tingkat dunia.
Penerapan sport science dapat mencakup analisis kondisi fisik, kebutuhan nutrisi, konsumsi suplemen, hingga pola makan atlet. Data yang dikumpulkan kemudian dapat dimanfaatkan untuk menyusun program latihan yang lebih sesuai dengan kondisi setiap individu.
Kecerdasan buatan juga berpotensi digunakan untuk menganalisis pergerakan, strategi pertandingan, dan perkembangan performa atlet. Hasil analisis tersebut dapat membantu pelatih mengambil keputusan berdasarkan data, bukan hanya pengamatan langsung.
Selain mendukung latihan dan pertandingan, kemajuan teknologi dapat diterapkan dalam pengembangan peralatan olahraga. Peralatan yang dirancang berdasarkan penelitian diharapkan mampu meningkatkan efektivitas latihan sekaligus mengurangi risiko cedera.
BRIN menyatakan siap berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta perguruan tinggi untuk mengembangkan ekosistem sport science. Kerja sama tersebut akan menjangkau pembinaan atlet usia muda hingga tingkat elite.
Kemenpora juga tengah menyelaraskan Manajemen Talenta Nasional dengan Desain Besar Olahraga Nasional. Penyelarasan meliputi pembinaan, kompetisi, peningkatan mutu tenaga olahraga, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan data atlet.
Pemanfaatan AI diharapkan membuat pembinaan olahraga nasional menjadi lebih terukur dan berkelanjutan. Dengan dukungan riset, teknologi, serta kolaborasi lintas lembaga, Indonesia berpeluang mempercepat lahirnya atlet berprestasi di tingkat internasional.
News
SIG Pangkas Emisi hingga 21 Persen
Semen Indonesia meraih ESG Award 2026 setelah berhasil menekan emisi melalui bahan bakar alternatif, energi bersih, dan pengembangan semen hijau.
Monitorday.com– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG berhasil menurunkan intensitas emisi gas rumah kaca langsung sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010. Pencapaian tersebut turut mengantarkan perusahaan meraih ESG Award 2026 dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia atau KEHATI.
SIG menerima penghargaan pada sektor Capital Market untuk kategori Listed Company. Penghargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup kepada Pgs Group Head of Strategic Growth and ESG SIG, Muhammad Taqiyuddin.
Sekretaris Perusahaan SIG, Vita Mahreyni, mengatakan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian penting dalam kegiatan operasional perusahaan. Upaya tersebut dijalankan melalui penggunaan bahan bakar alternatif, energi lebih bersih, serta pengembangan produk semen rendah karbon.
Sepanjang 2025, SIG memanfaatkan sekitar 681 ribu ton bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, dan sampah perkotaan. Jumlah tersebut meningkat 24 persen dan diperkirakan mampu menggantikan penggunaan sekitar 467 ribu ton batu bara.
Perusahaan juga menggunakan panel surya pada sejumlah fasilitas operasional. Selain itu, teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation dimanfaatkan untuk mengubah panas sisa dari proses produksi menjadi energi listrik.
Berbagai langkah itu menurunkan intensitas emisi langsung atau Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan tahun dasar 2010. Sementara itu, intensitas emisi tidak langsung dari energi atau Scope 2 turun 15 persen dibandingkan tahun dasar 2019.
Di sisi produk, SIG mengembangkan semen hijau dengan proses produksi yang lebih rendah karbon. Sejumlah produk tersebut diklaim menghasilkan emisi hingga 38 persen lebih rendah dibandingkan semen konvensional, tanpa mengurangi standar kualitasnya.
Program dekarbonisasi SIG mengacu pada Sustainability Roadmap 2030 yang memuat strategi dan target keberlanjutan perusahaan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat daya saing industri semen nasional sekaligus mendukung target penurunan emisi Indonesia.
Sumber: ANTARA
News
Danantara Dorong BUMN Gandeng UMKM
Danantara mendorong belanja dan pengadaan perusahaan BUMN semakin melibatkan UMKM melalui penguatan platform digital PaDi UMKM.
Monitorday.com– Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mendorong perusahaan-perusahaan BUMN memperluas keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa.
SVP Strategic Technology Initiatives Danantara, Ariya Sanjaya, mengatakan keterlibatan UMKM diperlukan untuk membangun ekosistem perdagangan nasional yang terintegrasi dan inklusif. Ekosistem tersebut mencakup penjual, pembeli, perbankan, logistik, pergudangan, hingga asuransi.
Menurut Ariya, pengadaan di lingkungan BUMN dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usahanya. Belanja perusahaan negara diharapkan tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga memberikan manfaat bagi pertumbuhan industri nasional.
Salah satu instrumen yang digunakan adalah Pasar Digital atau PaDi UMKM. Platform yang dikembangkan Telkom Indonesia tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan perusahaan-perusahaan BUMN dalam proses pengadaan secara digital.
Melalui PaDi UMKM, pelaku usaha dapat memperoleh akses lebih luas terhadap transaksi belanja BUMN. Platform ini juga dirancang untuk mempercepat proses transaksi, meningkatkan efisiensi pengadaan, serta mempermudah UMKM mendapatkan dukungan pembiayaan.
Danantara menilai PaDi UMKM memiliki peran strategis karena mengutamakan produk buatan Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri yang relatif tinggi. Pemanfaatannya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.
Penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari mandat Danantara untuk mengoptimalkan aset dan kapabilitas BUMN. Kolaborasi antara perusahaan negara dan UMKM diharapkan mampu mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.
Sumber: ANTARA
News
Empat Calon Pimpinan BI Diproses DPR
DPR mulai memproses empat nama calon pimpinan Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi tiga posisi strategis.
Monitorday.com– Dewan Perwakilan Rakyat mulai memproses empat nama calon anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto setelah masa persidangan kembali dibuka pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Empat nama tersebut adalah Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia dan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior. Presiden juga mengajukan Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan nama-nama itu telah disampaikan pemerintah melalui surat presiden. Selanjutnya, DPR akan menjalankan proses pembahasan, penilaian, serta pengambilan keputusan sesuai mekanisme kelembagaan.
Destry Damayanti diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo. Saat ini, Destry menjabat sebagai pelaksana tugas Gubernur BI dan sebelumnya telah lama menduduki posisi Deputi Gubernur Senior.
Sementara itu, Aida S. Budiman merupakan Deputi Gubernur BI yang diusulkan naik menjadi Deputi Gubernur Senior. Adapun Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori berasal dari lingkungan internal bank sentral dan memiliki pengalaman dalam bidang kebijakan moneter serta kebanksentralan.
Proses di DPR menjadi tahapan penting untuk menilai kompetensi, integritas, dan arah kebijakan para calon. Nama yang memperoleh persetujuan DPR kemudian akan ditetapkan dan dilantik oleh Presiden.
Pergantian kepemimpinan BI mendapat perhatian karena berlangsung ketika bank sentral menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Pelaku pasar juga menantikan kepastian arah kebijakan moneter di bawah kepemimpinan baru.
News
Prabowo Siapkan Kredit Motor Listrik Tanpa DP
Pemerintah menyiapkan kredit berbunga rendah, pembelian tanpa uang muka, dan skema tukar tambah untuk mempercepat penggunaan motor listrik nasional.
Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sejumlah insentif untuk membuat motor listrik nasional semakin terjangkau. Insentif tersebut mencakup bunga cicilan yang lebih rendah, pembelian tanpa uang muka atau down payment (DP), hingga skema tukar tambah motor berbahan bakar bensin.
Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group atau ALVA di Cikarang, Jawa Barat. Presiden meminta Danantara turut mendukung pembiayaan dan pengembangan industri kendaraan listrik dalam negeri.
Melalui skema tukar tambah, masyarakat nantinya dapat menyerahkan motor bensin lama untuk memperoleh motor listrik baru dengan menambah biaya tertentu. Namun, mekanisme, persyaratan, dan besaran insentif program tersebut masih akan dimatangkan pemerintah.
Prabowo menilai penggunaan motor listrik dapat menghemat biaya mobilitas harian masyarakat hingga 50 persen. Dalam kondisi tertentu, penghematannya disebut dapat mencapai 70 persen dibandingkan penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak.
Pengembangan kendaraan listrik juga menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM. Setiap tahun, Indonesia diperkirakan mengeluarkan devisa sekitar 28 miliar hingga 30 miliar dolar AS untuk memenuhi kebutuhan impor bahan bakar.
Produsen motor listrik nasional tersebut saat ini telah memproduksi sekitar 20.000 unit. Prabowo mendorong kapasitas produksinya ditingkatkan secara bertahap menjadi 200.000 unit hingga mencapai dua juta unit.
Kebijakan pembiayaan murah dan tukar tambah diharapkan memperluas pasar kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri nasional. Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu pengumuman resmi mengenai waktu pelaksanaan dan ketentuan program tersebut.
News
SPAI Tolak Ojol Disebut Pelaku UMKM, Lha Kok Kenapa?
Kontroversi status hukum pengemudi ojol antara pekerja atau pengusaha UMKM terus memanas. SPAI tegas menolak klasifikasi UMKM, menuntut kepastian hukum sebagai pekerja.
Monitorday.com – Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menolak wacana pemerintah mengalihkan status pengemudi ojek online (ojol) menjadi pengusaha mikro atau pelaku UMKM. SPAI menilai pengemudi ojol pada dasarnya merupakan pekerja karena aktivitas mereka memenuhi unsur pekerjaan, imbalan, dan mekanisme perintah dalam hubungan dengan perusahaan aplikator.
Ketua SPAI Lily Pujiati mendesak pemerintah segera memberikan kepastian hukum bagi pengemudi ojol, taksi online, dan kurir kargo.
“Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menuntut pemerintah untuk segera mengakui pengemudi ojol, taksi online, dan kurir kargo sebagai pekerja di dalam Peraturan Presiden No. 27/2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” kata Lily dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurut SPAI, menyebut pengemudi sebagai pengusaha UMKM tidak otomatis menghapus karakter hubungan kerja yang berlangsung dalam praktik antara pengemudi dan perusahaan platform. Lily bahkan menilai wacana tersebut belum memiliki dasar hukum yang memadai.
“Klaim Menteri UMKM yang mengalihkan status pengemudi menjadi pengusaha UMKM sama sekali tidak berdasar karena tidak memiliki landasan hukum,” ujarnya.
SPAI merujuk UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 1 angka 15, yang mendefinisikan hubungan kerja sebagai hubungan antara pengusaha dan pekerja atau buruh berdasarkan perjanjian kerja dengan unsur pekerjaan, upah, dan perintah.
Namun, status hukum pengemudi transportasi online memang menjadi persoalan yang lebih kompleks. Model kerja berbasis platform memiliki karakter berbeda dari hubungan kerja konvensional, sementara pemerintah tengah menyiapkan kerangka regulasi khusus untuk mengatur ekosistem transportasi online.
Di sisi lain, Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebelumnya menyatakan pemerintah akan menempatkan pengemudi ojol sebagai pengusaha mikro dalam rancangan regulasi transportasi online.
Menurut Maman, pendekatan tersebut antara lain didasarkan pada kondisi pengemudi yang menyediakan kendaraan sekaligus menanggung biaya operasional sendiri. Pemerintah juga memandang pengemudi sebagai bagian dari ekosistem yang mencakup aplikator, pengemudi, merchant atau pelaku UMKM, dan konsumen.
Kementerian UMKM sebelumnya menyebut telah berdialog dengan perwakilan 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim. Dalam dialog pada Juli 2026, Maman mengatakan mayoritas perwakilan yang hadir memilih status pengusaha mikro dibandingkan pekerja.
Pemerintah menilai status pelaku usaha mikro dapat memberi pengemudi fleksibilitas untuk mengembangkan kegiatan usaha lain, sekaligus membuka akses terhadap program pemberdayaan dan pembiayaan UMKM.
Perbedaan sikap tersebut membuat status hukum pengemudi menjadi salah satu titik panas dalam penyusunan regulasi transportasi online. Persoalannya bukan lagi sebatas tarif atau potongan aplikasi, melainkan menyangkut posisi pengemudi dalam struktur ekonomi digital.
Rancangan aturan transportasi online sendiri mencakup sejumlah aspek, mulai dari status pengemudi, perlindungan sosial, keselamatan, tarif angkutan penumpang, hingga layanan pengiriman barang. Kementerian Ketenagakerjaan menangani aspek perlindungan sosial, sedangkan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Komunikasi dan Digital menjalankan kewenangan sesuai bidang masing-masing.
Skema pembagian pendapatan juga menjadi bagian dari perdebatan perlindungan pengemudi. Pemerintah sebelumnya menyampaikan skema 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator pada layanan tertentu, yang kemudian mulai diterapkan sejumlah platform sejak Juli 2026.
Bagi pengemudi, keputusan mengenai status hukum akan berdampak langsung pada perlindungan pendapatan, jaminan sosial, keselamatan kerja, mekanisme suspend atau pemutusan akses, hingga posisi tawar terhadap perusahaan platform.
Pemerintah kini dihadapkan pada dua kepentingan yang sama-sama kuat: memberikan perlindungan hukum yang nyata kepada jutaan pekerja platform, sekaligus menjaga fleksibilitas yang menjadi ciri utama pekerjaan transportasi online. Perdebatan soal apakah ojol merupakan pekerja atau pengusaha mikro pun dipastikan belum berakhir.
News
Mulai Hari Ini, Husein Sastranegara Kembali Layani Penerbangan Boeing 737-800
Bandara Husein Sastranegara kini melayani kembali pesawat jet Boeing 737-800, meningkatkan kapasitas dan pilihan akses udara bagi masyarakat Bandung. Langkah ini memperkuat konektivitas udara Jawa Barat.
Monitorday.com – Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kembali melayani penerbangan komersial berjadwal menggunakan pesawat jet berbadan sedang atau narrow body mulai Jumat (14/8/2026).
Kembalinya pesawat sekelas Boeing 737-800 menjadi babak baru bagi optimalisasi Bandara Husein Sastranegara sekaligus memperkuat konektivitas udara Bandung dan Jawa Barat.
Penerbangan perdana jet tersebut dilayani Garuda Indonesia dengan rute Denpasar-Bandung dan Bandung-Denpasar. Maskapai itu juga memastikan layanan nonstop Bandung-Denpasar kembali beroperasi mulai 14 Agustus 2026.
Pengoperasian Boeing 737-800 di Husein Sastranegara telah melalui serangkaian persiapan. Kementerian Perhubungan menerbitkan Sertifikat Bandar Udara (SBU) Nomor 005.1/SBU/VII/2026 pada 23 Juli 2026 sebagai salah satu syarat pengoperasian pesawat jet berbadan sedang di bandara tersebut.
InJourney Airports menyebut optimalisasi bandara dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan terpenuhi.
Dari sisi fasilitas udara, Bandara Husein Sastranegara memiliki landas pacu berukuran 2.220 x 45 meter dan apron 388 x 80 meter. Fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) juga telah memenuhi Kategori 7 untuk mendukung operasional penerbangan.
Kesiapan tidak hanya dilakukan di sisi udara. Terminal penumpang dilengkapi 26 konter check-in, mesin self check-in kiosk, serta fasilitas pemeriksaan keamanan dan penumpang di security check point (SCP).
Area boarding lounge juga dipersiapkan dengan fasilitas coworking space dan kids zone. Di area kedatangan, tersedia tiga conveyor belt serta fasilitas pemesanan transportasi publik.
Untuk fasilitas umum, InJourney Airports menyiapkan enam musala, 22 toilet, dua eskalator, dan tiga lift. Sementara area komersial terminal direncanakan menampung 17 outlet.
Kembalinya pesawat narrow body memberi masyarakat Bandung dan sekitarnya pilihan akses udara dengan kapasitas angkut lebih besar dibandingkan pesawat turboprop yang sebelumnya banyak melayani Husein Sastranegara.
Pengoperasian kembali pesawat jet juga menandai penguatan peran Husein Sastranegara dalam konektivitas udara Bandung. Sebelumnya, penerbangan jet dari bandara tersebut pernah kembali beroperasi pada 2020 setelah sebagian rute dialihkan ke Bandara Kertajati. Sejumlah rute domestik saat itu dilayani menggunakan Boeing 737-800.
Dengan kembali beroperasinya pesawat jet pada 2026, Husein Sastranegara kembali mengambil posisi penting dalam menopang mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, dan akses wisata ke Bandung.
News
RI Siapkan Ekosistem AI dari Energi hingga Cip
Indonesia serius mengembangkan ekosistem AI dari hulu ke hilir, mencakup energi hingga aplikasi. Ini adalah upaya agar Indonesia menjadi pemain AI global.
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara menyeluruh, dari energi, infrastruktur, cip (chip), talenta, hingga aplikasi. Langkah ini diarahkan agar Indonesia tidak berhenti sebagai pengguna, tetapi mampu menjadi pemain penting dalam pengembangan AI global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan strategi tersebut menggunakan pendekatan full stack of AI, yakni melihat ekosistem AI dari hulu hingga hilir.
“Pada ujungnya kita tidak ingin hanya menjadi user, kita ingin menjadi player yang signifikan di dalam pengembangan AI di tingkat global,” ujar Nezar dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Nezar, terdapat lima lapisan utama yang menjadi fokus pengembangan, yakni energi, infrastruktur, cip, talenta, dan aplikasi. Setiap lapisan dinilai memiliki peran strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi AI dunia.
“Layer pertama itu energi, lalu kemudian ada infrastruktur, lalu kemudian ada chip, lalu kemudian ada talent, lalu baru aplikasi,” jelasnya.
Untuk tahap saat ini, Indonesia masih berfokus pada pengembangan aplikasi berbasis foundation model yang telah tersedia. Model tersebut kemudian disesuaikan melalui proses post-training agar dapat menjawab kebutuhan di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pertanian, dan pendidikan.
Pemerintah memilih pendekatan tersebut karena membangun model AI secara mandiri membutuhkan investasi besar dan waktu panjang. Pemanfaatan foundation model yang sudah tersedia dinilai dapat menjadi pijakan awal untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
“Kita coba menggunakan foundation model yang sudah ada, kemudian dilakukan sejumlah post-training untuk memecahkan sejumlah solusi-solusi, seperti untuk kesehatan, lalu untuk pertanian, dan juga di bidang pendidikan,” kata Nezar.
Namun, pemerintah menilai pengembangan AI tidak boleh berhenti pada lapisan aplikasi. Jika hanya mengandalkan teknologi yang dikembangkan pihak lain, Indonesia berisiko tetap berada di posisi sebagai pengguna.
Karena itu, Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang tengah disusun diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan investasi di seluruh lapisan ekosistem AI.
“Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis,” tegas Nezar.
Pada lapisan infrastruktur dan cip, Indonesia akan mengandalkan potensi sumber daya nasional sembari membuka ruang bagi kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Salah satu modal yang disorot pemerintah adalah kekayaan mineral kritis yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dan ekosistem industri AI.
“Kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis,” pungkasnya.
News
Pengguna AI Gemini Tembus 1 Miliar
Aplikasi kecerdasan buatan milik Google, Gemini, resmi mencatatkan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan dan menjadi produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.
Monitorday.com– Aplikasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) besutan Google, Gemini, secara resmi menembus angka 1 miliar pengguna aktif bulanan (monthly active users/MAU). Pencapaian signifikan ini mengukuhkan Gemini sebagai lini produk ke-14 milik Google yang sukses melampaui ambang batas 1 miliar pengguna, sekaligus menjadi produk dengan laju pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan.
CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian masif tersebut. Pertumbuhan ini melonjak tajam dari 750 juta pengguna pada awal tahun hingga akhirnya menyentuh angka 1 miliar. Menariknya, pencapaian ini dihitung murni dari penggunaan aplikasi dan layanan mandiri Gemini, belum termasuk fitur AI yang terintegrasi di dalam mesin pencari Google Search maupun layanan ekosistem Google lainnya.
Laporan internal Google juga mencatat perubahan tren interaksi pengguna yang semakin adaptif. Sebanyak 63 persen pengguna kini lebih memilih berinteraksi menggunakan perintah suara langsung. Selain itu, fitur multimodal seperti pembuatan gambar terotomatisasi kini memproses lebih dari 150 juta gambar setiap harinya, menandakan tren penggunaan AI yang kian menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.
