Connect with us

News

TelkomGroup Tampilkan Solusi AI untuk Operasional Berbagai Sektor di ITD Summit 2026

Solusi AI yang ditampilkan telah digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional internal perusahaan maupun eksternal pelanggan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar ajang tahunan IT and Digital Summit (ITD Summit) 2026 di Bandung. Dalam gelaran kali ini, TelkomGroup memamerkan beragam solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah diterapkan untuk menunjang operasional di berbagai sektor.

Solusi AI yang ditampilkan telah digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional internal perusahaan maupun eksternal pelanggan. Acara ini menjadi platform penting untuk percepatan transformasi digital dan mendorong kolaborasi dalam ekosistem TelkomGroup.

ITD Summit 2026 menghadirkan area ekshibisi yang melibatkan seluruh ekosistem TelkomGroup. Ajang ini disebut-sebut sebagai momentum penting, “Mengusung semangat kolaborasi dan percepatan transformasi digital, ITD Summit 2026 menghadirkan area ekshibisi yang melibatkan ekosistem TelkomGroup.”

Area pameran tersebut dirancang sebagai wadah untuk menampilkan kapabilitas teknologi, infrastruktur digital, serta implementasi AI yang telah diterapkan secara luas di berbagai lini. Selain itu, momentum ini berfungsi sebagai ajang konsolidasi 24 use case kapabilitas digital yang dikembangkan oleh unit bisnis dan anak perusahaan TelkomGroup, demi menciptakan solusi teknologi yang lebih terintegrasi dan skalabel.

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) yang memamerkan implementasi nyata dari pilar AI Native. Pilar strategis ini, menurut TelkomGroup, “menjadi bagian dari strategi penguatan proses kerja internal sekaligus peningkatan kualitas layanan pelanggan agar lebih cerdas, adaptif, dan efisien.”

Pengunjung pameran berkesempatan untuk melihat secara langsung berbagai pemanfaatan solusi digital canggih. Contohnya termasuk Telkom Legal Intelligence System (TELIS) dan platform big data analytics BigBox AI, yang menunjukkan bagaimana AI dapat diaplikasikan dalam skenario dunia nyata untuk efisiensi dan inovasi.

News

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Pemerintah Fokus Amankan Pasokan Batu Bara

Pemerintah melalui Menteri Bahlil Lahadalia menjamin pasokan listrik nasional tetap aman tanpa pemadaman. Langkah strategis dilakukan untuk mengatasi tantangan pasokan batu bara PLN.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Abdul Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada rencana pemadaman listrik dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, termasuk melalui penguatan dukungan finansial kepada PT PLN (Persero).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

“Insya Allah tidak,” kata Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan pemadaman listrik.

Menurutnya, rapat tersebut membahas berbagai aspek ketenagalistrikan, termasuk skema pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PLN agar perusahaan listrik negara itu memiliki kemampuan keuangan yang memadai dalam menjamin pasokan listrik bagi masyarakat.

Bahlil menegaskan bahwa secara umum kondisi sektor ketenagalistrikan nasional berada dalam situasi yang terkendali dan tidak menghadapi persoalan serius.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PLN.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun. Hingga saat ini, PLN telah mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 18 hingga 20 juta ton.

Kendala utama berasal dari pasokan batu bara kalori menengah dengan kualitas sekitar 5.200 kcal/kg GAR yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik.

Menurut Bahlil, sejumlah perusahaan tambang kurang berminat memasok batu bara jenis tersebut ke PLN karena harga yang ditetapkan melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) hanya sebesar 70 dolar AS per ton. Nilai tersebut jauh di bawah Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Juni 2026 yang mencapai 121,83 dolar AS per ton.

“Masalahnya ada pada selisih harga. Harga jual ke PLN dinilai kurang menarik bagi perusahaan tambang sehingga pasokan batu bara kalori menengah menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Kementerian ESDM membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pihak terkait melakukan koordinasi penuh dalam menjamin ketersediaan pasokan energi bagi pembangkit listrik nasional.

Bahlil berharap kehadiran tim lintas instansi itu dapat memperkuat transparansi, menyatukan data, dan mempercepat pengambilan keputusan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara PLN.

“Kita ingin semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan bekerja dengan data yang sama. Yang paling penting adalah memastikan pelayanan terbaik bagi negara dan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah optimistis kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dapat dipenuhi sehingga pasokan listrik nasional tetap aman dan andal di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Continue Reading

News

Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Airlangga: Bukan BLT Tunai

Pemerintah siapkan stimulus non-BLT bagi masyarakat menengah ke bawah. Fokus pada program magang untuk menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah tengah mematangkan paket stimulus ekonomi baru yang ditujukan bagi masyarakat berpendapatan menengah bawah, khususnya kelompok desil 4 ke bawah. Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global dan kenaikan harga energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Abdul Airlangga Hartarto mengatakan skema bantuan yang sedang dirancang tidak akan diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan melalui mekanisme lain yang dinilai lebih tepat sasaran.

“Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan. BLT untuk yang bawah, tidak berbentuk cash,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Pemerintah menyiapkan stimulus tersebut sebagai langkah mitigasi terhadap berbagai risiko ekonomi yang berpotensi memengaruhi konsumsi rumah tangga.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi global.

Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya mengingatkan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan jalur strategis Selat Hormuz, dapat mengganggu rantai pasok energi dunia dan memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan meminta pemerintah mewaspadai tren kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi membebani kondisi fiskal negara.

Selain kelompok berpendapatan rendah, pemerintah juga menyiapkan langkah khusus bagi masyarakat kelas menengah yang dinilai mulai merasakan dampak kenaikan biaya hidup, tetapi tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan sosial.

Salah satu program yang akan diperkuat adalah program magang nasional untuk meningkatkan peluang kerja dan pengembangan keterampilan.

“Kelas menengah, salah satu program yang sedang kami dorong kembali adalah program magang yang mulai digencarkan pada Juni ini,” kata Airlangga.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kondisi yang dihadapi kelompok kelas menengah saat ini. Mereka tidak menerima bantuan sosial, tetapi tetap harus menanggung kenaikan biaya transportasi, kebutuhan pangan, pendidikan, hingga cicilan kredit.

Kepala Pusat Makroekonomi Indef, Rizal Taufikurrahman, menilai kelas menengah saat ini berada dalam posisi yang cukup rentan karena tekanan biaya hidup yang terus meningkat.

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang dapat langsung mengurangi beban pengeluaran masyarakat, seperti peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), subsidi transportasi, atau bentuk dukungan biaya hidup lainnya.

Ia menilai langkah tersebut lebih efektif dibandingkan bantuan tunai jangka pendek dalam menjaga konsumsi rumah tangga dan stabilitas ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah memastikan berbagai program subsidi energi, termasuk BBM bersubsidi dan implementasi program biodiesel B50, tetap dipertahankan guna menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Sementara itu, data Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya. Porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi tercatat menurun menjadi 71,6 persen, mencerminkan meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk menahan pengeluaran.

Melalui stimulus yang tengah disiapkan tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan perlambatan konsumsi rumah tangga dapat diminimalkan, terutama bagi kelompok yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: Kesungguhan Jadi Kunci Sukses Raih Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan strategi dan peluang untuk meraih beasiswa serta studi di luar negeri. Ia menekankan kesungguhan dan persiapan matang sebagai kunci utama.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Menurutnya, kunci utama meraih kesempatan tersebut terletak pada kesungguhan, komitmen, dan ketekunan dalam menekuni bidang ilmu yang dipilih.

Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional” yang digelar di Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Di hadapan mahasiswa dan dosen yang hadir, Abdul Mu’ti mengatakan peluang untuk mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi dunia terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia. Namun, kesempatan tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki tekad kuat dan persiapan yang matang.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, terdapat beragam jalur yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri. Selain program studi penuh, tersedia pula program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, kegiatan riset, hingga penulisan karya ilmiah yang didukung berbagai lembaga internasional.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang baik sejak dini, termasuk kemampuan menjaga motivasi dan konsistensi saat menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan maupun studi.

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan akses terhadap ilmu pengetahuan yang lebih luas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir logis dan kritis melalui budaya akademik yang kuat.

Menurutnya, hubungan antara dosen dan mahasiswa di banyak kampus internasional dibangun melalui pendampingan yang intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan bermakna.

“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” katanya.

Selain aspek akademik, Abdul Mu’ti menilai pengalaman tinggal dan belajar di negara lain memberikan pelajaran berharga mengenai kedisiplinan, ketertiban, penghormatan terhadap perbedaan, serta berbagai nilai positif dari budaya global.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun jejaring internasional selama masa studi. Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai mampu membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan global, termasuk program beasiswa internasional, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya bertujuan memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Belajar di luar negeri bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang bagaimana kita membawa perubahan bagi tanah air,” ujar Desri.

Melalui seminar tersebut, para peserta diharapkan semakin termotivasi untuk mengejar kesempatan studi internasional, memperluas wawasan global, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas.

Continue Reading

News

Stabilitas Kurs Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

Fluktuasi nilai tukar Rupiah sepanjang 2026 menunjukkan besarnya pengaruh dinamika global terhadap ekonomi domestik, mulai dari harga obat hingga biaya produksi industri nasional.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-Rupiah sebagai mata uang resmi Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Nilai tukar mata uang nasional tidak hanya mencerminkan kondisi pasar keuangan, tetapi juga menjadi indikator penting kesehatan ekonomi suatu negara. Dalam beberapa bulan terakhir, pergerakan Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, seiring meningkatnya tekanan eksternal dan perubahan arus modal internasional.

Sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, Rupiah diterbitkan dan dikelola oleh Bank Indonesia. Nama Rupiah sendiri berasal dari kata Sanskerta “Rupya” yang berarti kekayaan atau kemakmuran, mencerminkan nilai historis dan simbolis yang melekat pada mata uang nasional. Selain berfungsi sebagai alat tukar, Rupiah juga menjadi simbol kedaulatan ekonomi negara.

Pada pertengahan 2026, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS bergerak di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS. Sebelumnya, Rupiah sempat mengalami tekanan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian ekonomi global, penguatan dolar AS, kebutuhan pembayaran dividen perusahaan asing, serta meningkatnya permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor.

Meski demikian, sejumlah langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia mulai menunjukkan hasil positif. Intervensi pasar valas, penguatan kerja sama dengan bank sentral negara mitra, serta pengelolaan likuiditas yang lebih aktif membantu mengurangi tekanan terhadap Rupiah. Penguatan sekitar satu persen dalam beberapa periode terakhir menjadi sinyal bahwa pasar mulai merespons kebijakan stabilisasi yang ditempuh otoritas moneter.

Dampak pergerakan kurs Rupiah tidak hanya dirasakan oleh pelaku pasar keuangan, tetapi juga masyarakat luas. Pelemahan nilai tukar berpotensi meningkatkan harga barang impor, termasuk bahan baku industri dan produk kesehatan. Industri farmasi misalnya menghadapi kenaikan biaya akibat tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor. Di sektor pangan, produsen yang menggunakan bahan baku impor seperti kedelai juga merasakan peningkatan biaya produksi yang dapat memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Di sisi lain, depresiasi Rupiah juga memberikan peluang bagi sektor-sektor yang berorientasi ekspor. Produk ekspor Indonesia menjadi relatif lebih kompetitif di pasar internasional karena harga dalam mata uang asing menjadi lebih murah. Oleh karena itu, tantangan pemerintah bukan sekadar menjaga agar Rupiah tetap kuat, melainkan memastikan stabilitas nilai tukar yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Ke depan, stabilitas Rupiah akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga internasional, kondisi geopolitik, serta keberhasilan Indonesia memperkuat fundamental ekonominya. Peningkatan investasi, diversifikasi ekspor, hilirisasi industri, dan penguatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional menjadi beberapa strategi yang dapat memperkuat ketahanan Rupiah menghadapi gejolak global. Dalam konteks tersebut, menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan intervensi moneter semata.

Continue Reading

News

DPR Restui Tambahan Anggaran Kemendikdasmen 2027, Berapa Besarannya?

DPR RI Komisi X menyepakati penambahan anggaran Kemendikdasmen 2027 sebesar Rp40,75 triliun. Dana ini akan digunakan untuk mendukung program prioritas pendidikan nasional.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Komisi X DPR RI menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun Anggaran 2027, termasuk usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dengan persetujuan tambahan anggaran tersebut, total anggaran Kemendikdasmen pada 2027 diproyeksikan mencapai sekitar Rp99 triliun, meningkat signifikan dari pagu indikatif awal yang ditetapkan sebesar Rp58,24 triliun.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung berbagai program prioritas yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam pagu indikatif awal.

Menurutnya, anggaran awal sebesar Rp58,24 triliun belum cukup untuk memenuhi target pembangunan pendidikan nasional, termasuk peningkatan akses dan kualitas layanan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Misi kami adalah memastikan akses pendidikan yang berkeadilan, peningkatan mutu pembelajaran, penguatan relevansi pendidikan, pembangunan kebahasaan dan kesastraan yang berkualitas, serta tata kelola pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ujar Mu’ti dalam rapat tersebut.

Tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun akan difokuskan untuk mendukung sejumlah program strategis Kemendikdasmen.

Alokasi terbesar ditujukan untuk peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran sebesar Rp22,59 triliun. Selain itu, program Wajib Belajar 13 Tahun memperoleh tambahan anggaran Rp11,93 triliun.

Sementara itu, pendidikan dan pelatihan vokasi mendapat alokasi Rp3 triliun, program kebahasaan dan kesastraan Rp283,44 miliar, serta dukungan manajemen sebesar Rp2,95 triliun.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menilai pagu indikatif awal belum memadai untuk memenuhi kebutuhan program pendidikan nasional. Karena itu, Komisi X menyepakati usulan tambahan anggaran yang diajukan pemerintah.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah fraksi juga menyampaikan catatan dan rekomendasi.

Fraksi PDI Perjuangan mendorong penguatan afirmasi program Wajib Belajar 13 Tahun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sementara Fraksi Golkar menekankan pentingnya pemenuhan tunjangan dan kepastian jenjang karier guru.

Adapun Fraksi NasDem menyampaikan sejumlah catatan kritis, termasuk percepatan rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan di daerah 3T serta pemenuhan kebutuhan anggaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-ASN.

Selain usulan tambahan anggaran, pagu indikatif awal Kemendikdasmen juga telah mengalokasikan sejumlah program prioritas.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi memperoleh anggaran Rp7,21 triliun, revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan Rp14,28 triliun, serta peningkatan kesejahteraan guru non-ASN sebesar Rp14,09 triliun.

Seluruh hasil pembahasan, termasuk pagu indikatif dan tambahan anggaran yang telah disetujui Komisi X DPR RI, selanjutnya akan dibahas oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sebagai bagian dari proses penyusunan dan pengesahan APBN Tahun Anggaran 2027.

Continue Reading

News

Di Balik Agenda KTT G7: PM Italia Berhenti Merokok-Trump Dapat Jersey Jerman

Temukan sisi lain KTT G7 melalui momen unik PM Italia Meloni berhenti merokok, hadiah jersey Jerman untuk Trump, dan candaan antar pemimpin dunia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung pada 15–17 Juni 2026 di Evians-les-Bains, Prancis, resmi berakhir setelah para pemimpin negara anggota membahas berbagai isu global, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga stabilitas ekonomi dunia.

Meski agenda utama didominasi pembahasan geopolitik dan keamanan internasional, sejumlah momen santai dan unik turut mewarnai pertemuan para pemimpin negara maju tersebut.

KTT G7 dihadiri para pemimpin Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang, serta sejumlah tamu undangan dan pejabat internasional lainnya.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat Perdana Menteri Italia Giorgio Meloni berbincang santai dengan sejumlah pemimpin dunia di sela acara.

Meloni, yang selama ini dikenal sebagai perokok aktif, mengungkapkan bahwa dirinya telah berhenti merokok sejak satu bulan terakhir.

Percakapan itu bermula ketika Meloni menyebut ingin mengambil secangkir kopi. Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen kemudian menanggapi dengan candaan terkait kebiasaan tersebut.

Kanselir Jerman Friedrich Merz lalu bertanya apakah Meloni juga masih merokok. Perdana Menteri Italia itu langsung menjawab bahwa dirinya telah menghentikan kebiasaan tersebut.

Saat ditanya sejak kapan, Meloni mengaku sudah berhenti merokok selama satu bulan. Keputusan itu sejalan dengan pengumuman yang pernah ia sampaikan pada Mei lalu terkait alasan kesehatan.

Di tengah pembahasan isu-isu internasional yang serius, sepak bola ternyata tetap menjadi topik favorit para pemimpin dunia.

Dalam salah satu sesi makan siang, terdengar seruan dukungan untuk tim nasional Prancis. Beberapa pemimpin juga membicarakan keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions musim ini.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut mencuri perhatian dengan komentarnya mengenai hasil imbang tanpa gol yang diraih Cape Verde saat menghadapi juara dunia bertahan, Spanyol.

Suasana santai tersebut menunjukkan bahwa para pemimpin dunia tetap menyempatkan diri membahas hal-hal di luar agenda resmi konferensi.

Momen menarik lainnya terjadi ketika Kanselir Jerman Friedrich Merz memberikan hadiah ulang tahun kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Merz menyerahkan jersey tim nasional Jerman yang telah dipersonalisasi dengan nama Trump dan nomor punggung 47, merujuk pada posisinya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47.

Trump tampak tersenyum saat menerima hadiah tersebut. Ia bahkan mengangkat jersey ke hadapan fotografer dan berpose sejenak untuk mengabadikan momen itu.

Merz kemudian membagikan foto tersebut melalui media sosial dengan pesan, “Selamat ulang tahun ke-80. Lagi pula, kita berada di tim yang sama.”

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menjadi sorotan karena insiden kecil yang mengundang tawa para peserta.

Saat para pemimpin bersiap menuju jamuan makan siang, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyadari Macron tampaknya meninggalkan jam tangannya.

Dengan nada bercanda, Carney berkata bahwa rombongan masih memegang jam tangan milik sang tuan rumah.

Candaan tersebut menambah suasana hangat dalam forum yang selama tiga hari terakhir diwarnai diskusi serius mengenai berbagai tantangan global.

Di balik pembahasan isu-isu strategis dunia, momen-momen ringan seperti itu menjadi warna tersendiri dalam penyelenggaraan KTT G7 tahun ini.

Continue Reading

News

AS Resmi Rilis MoU Damai dengan Iran, Ini Poin-poin Kesepakatannya

Pelajari detail 14 poin kesepakatan yang dirilis AS dan Iran dalam MoU damai. Ini mencakup penghentian konflik, pelonggaran sanksi, dan isu nuklir.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Amerika Serikat secara resmi merilis Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Iran pada Rabu (17/6), setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani dokumen tersebut secara digital.

Dokumen yang diberi judul “Nota Kesepahaman Islamabad antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran” itu memuat 14 poin kesepakatan yang mencakup penghentian konflik, pelonggaran sanksi ekonomi, pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz, hingga pengaturan program nuklir Iran.

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi normalisasi hubungan kedua negara. Menurutnya, MoU juga membuka peluang pemberian keringanan sanksi secara bertahap apabila Iran menunjukkan kepatuhan terhadap komitmen yang telah disepakati.

“Jika Iran meningkatkan perilaku baik mereka, kami akan merespons dengan meningkatkan jenis keringanan ekonomi dan sanksi yang dapat menjadikan mereka negara yang lebih makmur,” ujar pejabat tersebut seperti dikutip CNN.

Sebelumnya, penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung di Burgenstock, Swiss, pada 19 Juni 2026. Delegasi Iran saat itu direncanakan dipimpin Ketua Parlemen sekaligus Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Bagher Ghalibaf.

Namun, Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa kedua kepala negara telah menandatangani dokumen tersebut secara digital, sehingga agenda seremoni penandatanganan di Swiss dibatalkan.

Dalam dokumen yang dirilis Washington, kedua negara menyepakati sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer serta komitmen untuk tidak saling menyerang di masa mendatang.
  • Penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing negara.
  • Negosiasi menuju kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari.
  • Pengakhiran blokade laut terhadap Iran dan pemulihan lalu lintas pelayaran di kawasan Teluk Persia serta Selat Hormuz.
  • Jaminan kelancaran pelayaran kapal dagang melalui Selat Hormuz tanpa biaya selama masa transisi.
  • Komitmen Amerika Serikat bersama mitra regional untuk mendukung rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran melalui pendanaan minimal US$300 miliar.
  • Penghapusan bertahap berbagai sanksi internasional dan unilateral terhadap Iran sesuai jadwal yang akan disepakati.
  • Penegasan Iran untuk tidak memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.
  • Pengelolaan material nuklir yang telah diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Komitmen AS untuk tidak menjatuhkan sanksi baru maupun menambah pengerahan pasukan selama masa transisi.
  • Pemberian pengecualian bagi ekspor minyak mentah dan produk energi Iran.
  • Pelepasan dana dan aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Amerika Serikat.
  • Pembentukan mekanisme pengawasan pelaksanaan MoU.
  • Pengesahan kesepakatan final melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Fokus pada Nuklir dan Ekonomi

Salah satu bagian paling penting dalam MoU adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Kedua negara juga sepakat membahas mekanisme pengelolaan stok material nuklir yang telah diperkaya serta kebutuhan energi nuklir sipil Iran dalam perundingan lanjutan.

Di sisi ekonomi, Amerika Serikat berjanji membuka jalan bagi ekspor minyak Iran, mencabut berbagai pembatasan transaksi keuangan, serta mengembalikan akses Iran terhadap dana dan aset yang selama ini dibekukan.

Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah besar dalam upaya meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama antara Washington dan Teheran, sekaligus membuka peluang terciptanya stabilitas keamanan dan ekonomi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

Kemendikdasmen berupaya wujudkan pendidikan berkeadilan melalui kolaborasi pusat-daerah, kemitraan sekolah swasta, dan kebijakan afirmatif seperti beasiswa dan SPMB objektif.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya agar setiap murid, tanpa memandang status sekolahnya, mendapatkan hak, fasilitas, dan kualitas pendidikan yang setara untuk masa depan mereka. Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/6). 

Dalam forum koordinasi daerah yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan tersebut, Wamen Fajar mengangkat topik ’Mencari Ekuilibrium Implementasi Kebijakan Pendidikan Nasional’. Fajar menjelaskan upaya pemerintah pusat dalam menciptakan titik keseimbangan yang berkeadilan antara peran negara dan kontribusi nyata sekolah baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, potret pendidikan nasional tidak boleh melupakan sejarah perjuangan masyarakat sipil, di mana sekolah swasta telah lahir dan mencerdaskan kehidupan bangsa jauh sebelum Indonesia merdeka. Oleh sebab itu, dalam usulan Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang sedang dibahas bersama Komisi X DPR RI, Kemendikdasmen memperjuangkan pergeseran paradigma yang mendasar di mana sekolah swasta tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai mitra strategis bagi negara dalam membangun insan cendekia. 

”Di dalam usulan Revisi Undang-Undang Sisdiknas yang sedang dibahas, kelompok masyarakat tidak lagi dianggap sebagai kelompok penyelenggara pendidikan tetapi dia sebagai mitra strategis yang sifatnya sejajar dengan negara,” ujar Wamen Fajar. Ia menambahkan, ekuilibrium kebijakan ini diturunkan dalam tindakan afirmatif yang menyentuh langsung nasib para guru di daerah. Melalui regulasi baru, guru ASN PPPK kini diperbolehkan untuk kembali mengajar di sekolah swasta asal mereka agar kualitas pembelajaran murid di sekolah tersebut tidak menurun akibat kekurangan tenaga pendidik terbaik.

Keseimbangan kebijakan di tingkat pusat diperkuat oleh komitmen nyata di tingkat daerah. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang turut hadir dalam forum tersebut, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini. Menurutnya, pemerintah daerah wajib memastikan bahwa setiap anak, terutama dari keluarga prasejahtera, tidak kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

”Kami melanjutkan dari kebijakan sebelumnya, tahun 2025, kita memberikan juga beasiswa untuk sekolah di swasta. Ada kursi 79 ribu slot untuk yang di swasta. Ini tujuannya agar yang tidak dapat di negeri pun tetap merasakan, apalagi dari kalangan ekonomi yang mungkin tidak terlalu berada,” ungkap Emil Dardak saat melaporkan optimalisasi anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di Jawa Timur.

Selain intervensi beasiswa, Emil Dardak menjelaskan bahwa implementasi ekuilibrium pendidikan nasional dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai basis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) khusus untuk jalur prestasi. Kebijakan penambahan porsi penerimaan berbasis prestasi yang mengintegrasikan TKA ini dinilai jauh lebih objektif dan berkeadilan. Sistem seleksi berbasis kompetensi individu tersebut mampu mengukur kemampuan murid secara adil, sekaligus memangkas potensi kecurangan administrasi pada jalur lain, seperti praktik manipulasi atau titip Kartu Keluarga (KK). 

Dampak nyata dari kebijakan yang berorientasi pada kemanusiaan ini juga terlihat dari program revitalisasi fisik sekolah dengan skema swakelola yang diusung Kemendikdasmen. Dengan mempercayakan anggaran pembangunan langsung kepada pihak sekolah dan pelaksanaan teknis pembangunannya dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), renovasi fasilitas belajar menjadi lebih efisien dan akuntabel. Dari target revitalisasi sekitar 10.000 satuan pendidikan pada tahun lalu, kerja kolektif bersama masyarakat ini berhasil melampaui target hingga memperbaiki lebih dari 16.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, penataan tata kelola pendidikan nasional diharapkan tidak lagi terjebak pada elitisme intelektual, melainkan berfokus pada pemuliaan hak setiap anak secara adil. ”Kita harus menegakkan keseimbangan dengan adil, wa aqimul-wazna bil-qisti. Tugas Kemendikdasmen adalah mengurus sekolah negeri maupun sekolah swasta,” pungkas Fajar.

Continue Reading

Infografis

Investor Global Tetap Percaya Indonesia

Di tengah sentimen negatif terhadap perekonomian Indonesia, minat investor global terhadap aset Indonesia tetap kuat. Hal ini tercermin dari suksesnya penerbitan global bond perdana Danantara yang mendapat respon besar dari pasar internasional.

Aruna Zahra

Published

on

investor global Indonesia
Continue Reading

News

Gibran Ajak Pelajar dan Guru Melek AI: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penguasa Teknologi

Wakil Presiden Gibran menyerukan agar masyarakat, khususnya generasi muda dan pendidik, tidak hanya menjadi penonton, melainkan penguasa teknologi AI. Ia menekankan pentingnya literasi AI untuk menghadapi era digital dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar, mahasiswa, guru, dan tenaga pendidik untuk mulai menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI akan menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi era digital yang berkembang semakin cepat.

Ajakan tersebut disampaikan Gibran melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

“Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut,” kata Gibran.

Menurutnya, dunia saat ini tengah mengalami transformasi besar dari era literasi baca-tulis menuju era literasi digital. Salah satu perubahan paling signifikan ditandai dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga industri kreatif.

Gibran menekankan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan belajar, bukan sebagai jalan pintas yang membuat seseorang kehilangan kemampuan berpikir.

Ia menggambarkan AI sebagai asisten pribadi yang dapat membantu pelajar mencari informasi, mempelajari bahasa asing, memahami materi pelajaran yang kompleks, hingga menyelesaikan perhitungan matematika dengan lebih mudah.

Meski demikian, Gibran mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak boleh menghilangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya analisis yang menjadi keunggulan manusia.

“AI bisa membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi kreativitas, penalaran, dan kemampuan mengambil keputusan tetap harus diasah. Kuasai teknologinya, tetapi jangan sampai kehilangan daya pikir dan kreativitas,” ujarnya.

Wapres juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI yang tersedia secara terbuka atau open source. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan digital tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan akses yang semakin mudah, pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mereka agar lebih siap bersaing di tingkat global.

“Kesempatan untuk belajar teknologi saat ini terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Gibran.

Selain menyasar generasi muda, Gibran juga mengajak para guru dan orang tua untuk ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ia menilai AI dapat membantu meringankan berbagai pekerjaan administratif yang selama ini membebani tenaga pendidik, seperti menyusun soal ujian, membuat materi pembelajaran yang lebih menarik, hingga menyusun studi kasus yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dengan pemanfaatan yang tepat, AI diyakini dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar tanpa mengurangi peran penting guru sebagai pendidik.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gibran mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap disertai dengan tanggung jawab dan etika.

Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi orang lain.

Menurutnya, penguasaan teknologi tanpa diimbangi integritas justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab, pemerintah disebut telah menyelesaikan UNESCO Readiness Assessment Methodology sebagai langkah awal dalam penyusunan regulasi dan tata kelola kecerdasan buatan di Indonesia.

Gibran meyakini bahwa penguasaan teknologi yang dibarengi dengan etika dan integritas akan menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan AI sebagai sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat kemajuan bangsa.

“Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” tegas Gibran.

Continue Reading
LakeyBanget5 jam ago

FIFA Beri Perlakuan Khusus Bendera Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?

LakeyBanget7 jam ago

Callum Turner Tanggapi Rumor Jadi James Bond Baru

LakeyBanget8 jam ago

Real Madrid Resmi Gaet Ibrahima Konate

News9 jam ago

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Pemerintah Fokus Amankan Pasokan Batu Bara

News9 jam ago

Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Airlangga: Bukan BLT Tunai

News9 jam ago

Mendikdasmen: Kesungguhan Jadi Kunci Sukses Raih Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri

News9 jam ago

Stabilitas Kurs Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

News9 jam ago

DPR Restui Tambahan Anggaran Kemendikdasmen 2027, Berapa Besarannya?

News17 jam ago

Di Balik Agenda KTT G7: PM Italia Berhenti Merokok-Trump Dapat Jersey Jerman

News18 jam ago

AS Resmi Rilis MoU Damai dengan Iran, Ini Poin-poin Kesepakatannya

LakeyBanget18 jam ago

Messi Samai Rekor Gol Piala Dunia, Ronaldo: Dia Pemain Terhebat Sepanjang Masa

LakeyBanget19 jam ago

Antusiasme Membludak, BTS Tambah Hari Ketiga Konser ARIRANG di Jakarta

LakeyBanget19 jam ago

Usung Nuansa 80-an, Ruth Sahanaya Luncurkan Single Terbaru “Pelangi”

News19 jam ago

Kemendikdasmen Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

LakeyBanget20 jam ago

Ronaldo Kembali Mandul, Portugal Dipaksa Main Imbang Kontra RD Kongo

Infografis1 hari ago

Investor Global Tetap Percaya Indonesia

LakeyBanget1 hari ago

Hattrick di Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ukir Sejarah dan Pecahkan Sederet Rekor

News1 hari ago

Gibran Ajak Pelajar dan Guru Melek AI: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penguasa Teknologi

News1 hari ago

Dapur MBG Bakal Terapkan Sistem Grading, Begini Skemanya

Ruang Sujud1 hari ago

Jejak Ibnu Sina dalam Kedokteran Modern