Connect with us

News

Tetapkan 21 Pemain, Erick Thohir Harap Skuad Garuda Muda Tampil Maksimal

Hendi Firdaus

Published

on

Ketua Umum PSSI Erick Thohir optimistis dengan penetapan 21 pemain untuk FIFA World Cup U17 2023 yang mulai bergulir 10 November.

Menurut Erick, tim U-17 yang terdiri para pemain binaan klub Liga 1, PPLP, dan dua klub luar negeri, Sao Paulo (Brasil) dan TSG Hofeiheim (Jerman) ini merupakan hasil seleksi ketat dan pelatnas yang dijalani PSSI agar mampu berprestasi di pentas talenta sepakbola dunia.

“Saya optimistis skuad pilihan coach Bima, coach Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik, dan juga coach Frank Wormuth yang jadi konsultan bisa dipertanggungjawabkan prestasinya di Piala Dunia U-17 ini. Saya lihat ada kombinasi seimbang antara pemain-pemain U-16 yang juara AFF 2022 dan para pemain yang baru bergabung, namun punya jam terbang dan pengalaman di klub luar negeri, seperti Welber Jardim dari Sao Paulo. Harapannya, mereka tampil maksimal karena ini kesempatan besar bisa tampil di ajang Piala Dunia,” ujar Erick Thohir di Jakarta, Rabu (1/11).

Erick menambahkan mereka merupakan pemain terbaik di posisinya dan telah disesuaikan dengan calon-calon lawan di babak penyisihan.

“Pelatnas lima minggu di Jerman dan tujuh laga uji coba, saya yakin menambah nyali mereka bermain maksimal di kandang. Kuncinya ada tiga, disiplin bermain, jadi jika sudah ditetapkan formasinya, maka disiplin. Lalu komunikasi di lapangan yang bagus sehingga saling dukung. Ketiga, berusaha keras cetak gol setiap menyerang,” tegasnya.

Menurut Erick tidak ada lawan yang mudah bagi Indonesia di Grup A bersama Ekuador, Maroko, dan Panama. Karena itu, Ji Da Bin dkk harus terus mematangkan kemampuan menyerang.

Indonesia akan mengawali laga pembuka di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jatim, 10 November melawan Ekuador.

“Ketika menyerang itu dimanfaatkan sedemikian mungkin karena tim yang akan dilawan adalah tim tim kelas dunia. Jangan pernah menganggap remeh Panama, dan juga jangan pernah menganggap besar Ekuador dan Maroko.’’

Sementara itu, pelatih tim U-17 Bima Sakti yakin anak asuhnya dapat memberikan hasil terbaik di ajang bergengsi tersebut.

“Bismillah kami memilih 21 pemain sesuai dengan kebutuhan tim dan regulasi Piala Dunia U-17 yang maksimal 21 pemain,” kata Bima Sakti.

“Kami optimistis dengan materi pemain ini, kami dapat meraih hasil terbaik di Piala Dunia U-17 2023. Saat ini perkembangan pemain seperti fisik, mental serta permainan mereka sangat baik dan mengalami kemajuan pesat apalagi seusai pemusatan latihan di Jerman,” tambah Bima Sakti.

“Terimakasih dukungan yang diberikan PSSI, pemerintah dan semua pihak kepada kami. Kami berharap doa dan dukungan semua pihak agar kami dapat meraih prestasi di Piala Dunia U-17 2023, ” tukasnya.

21 Pemain Tim U-17 Indonesia FIFA World Cup 2023

Kiper:

  1. Ikram Algiffari – PPLP Sumbar
  2. Andrika Fathir – Borneo FC
  3. Rifky Tofani – PPOP DKI Jakarta

Belakang:

  1. Rizdjar Nurviat – Borneo FC
  2. Tonci Ramandei – PPLP Papua
  3. Mohamad Andre – Bali United
  4. Welberlieskott Jardim – Sao Paulo
  5. Sultan Zaky – PSM Makassar
  6. Habil Abdillah – PPLP Jateng
  7. M Iqbal Gwijangge – Barito Putera

Tengah:

  1. Achmad Zidan – PSS Sleman
  2. Mokhamad Hanif – Cipta Cendekia
  3. Figo Dennis – Persija Jakarta
  4. Muhammad Kafiatur – Dewa United
  5. Ji Da Bin – ASIOP
  6. Amar Brkic – TSG 1899 Hoffenheim
  7. M. Riski Afrisal – Madura United
  8. M. Nabil Asyura – Persija Jakarta
  9. Jehan Pahlevi – Persija Jakarta

Depan:

  1. Arkhan Kaka – Persis Solo
  2. M. Aulia Rahman – Persita Tangerang

News

Layanan Publik Makin Digital

Pemerintah mempercepat transformasi digital layanan publik melalui integrasi sistem, interoperabilitas data, dan digitalisasi layanan prioritas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah Indonesia terus mempercepat transformasi digital sektor publik sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan mendorong setiap kementerian dan lembaga mengidentifikasi layanan prioritas yang dapat didigitalisasi sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, mudah diakses, transparan, dan efisien.

Transformasi digital tidak hanya berfokus pada penyediaan aplikasi layanan, tetapi juga pada integrasi sistem informasi antarinstansi melalui interoperabilitas data. Dengan sistem yang saling terhubung, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data yang sama ketika mengakses layanan pemerintah yang berbeda.

Pemerintah juga terus memperkuat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mengurangi duplikasi aplikasi, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem layanan publik yang lebih terpadu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, digitalisasi juga menjadi instrumen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan proses administrasi lebih mudah dipantau, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta meminimalkan potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan publik.

Di sisi lain, percepatan transformasi digital memerlukan kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi informasi, serta penguatan keamanan siber. Pemerintah terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur sipil negara agar mampu mengelola layanan digital secara profesional sekaligus melindungi data masyarakat.

Pelaksanaan transformasi digital juga dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat inovasi layanan publik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital yang inklusif.

Transformasi digital layanan publik menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan layanan yang semakin terintegrasi, cepat, dan berbasis data, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi digital.

Continue Reading

News

AI Barat Dipakai China

Temuan tersebut terungkap melalui hasil investigasi yang dipublikasikan Reuters dan kembali memicu perdebatan mengenai keamanan teknologi AI di tengah meningkatnya persaingan global

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sejumlah peneliti yang berafiliasi dengan militer China dilaporkan memanfaatkan keluaran (output) dari model kecerdasan artifisial (AI) buatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, termasuk OpenAI dan Anthropic, untuk mendukung pengembangan model AI domestik. Temuan tersebut terungkap melalui hasil investigasi yang dipublikasikan Reuters dan kembali memicu perdebatan mengenai keamanan teknologi AI di tengah meningkatnya persaingan global.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para peneliti menggunakan keluaran dari model AI komersial sebagai referensi dalam proses pelatihan model bahasa besar (Large Language Model/LLM). Teknik ini dinilai mampu mempercepat pengembangan AI dengan memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki model-model canggih tanpa harus membangun seluruh proses pelatihan dari awal.

Temuan ini muncul di tengah semakin ketatnya pembatasan ekspor teknologi maju dari Amerika Serikat kepada China, termasuk pembatasan akses terhadap chip AI berperforma tinggi dan beberapa layanan komputasi. Pemerintah AS berupaya mencegah teknologi tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan militer maupun pengembangan sistem persenjataan berbasis AI.

Sejumlah pakar keamanan siber menilai kasus ini menunjukkan bahwa pembatasan terhadap perangkat keras saja belum cukup. Model AI yang dapat diakses secara daring atau keluaran yang dihasilkan AI berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan untuk melatih sistem AI baru melalui teknik yang dikenal sebagai knowledge distillation atau transfer pengetahuan.

Di sisi lain, para peneliti AI berpendapat bahwa penggunaan keluaran model AI bukan selalu berarti terjadi pelanggaran hukum. Namun, apabila teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan sistem pertahanan atau aplikasi militer, maka implikasi keamanan nasional menjadi perhatian utama bagi banyak negara.

Persaingan pengembangan AI antara Amerika Serikat dan China kini semakin intensif. Kedua negara berlomba membangun model AI yang lebih canggih untuk mendukung sektor industri, ekonomi digital, riset ilmiah, hingga pertahanan. Kondisi ini mendorong berbagai pemerintah memperkuat regulasi terkait ekspor teknologi, keamanan data, dan tata kelola AI.

Kasus ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak lagi hanya menjadi isu inovasi teknologi, tetapi juga telah menjadi bagian dari dinamika geopolitik global. Ke depan, kerja sama internasional, regulasi yang adaptif, serta penguatan keamanan teknologi diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan kepentingan strategis masing-masing negara.

Continue Reading

News

Uni Eropa Wajibkan Label AI

Penyedia layanan AI diwajibkan memberikan penanda yang jelas agar masyarakat dapat membedakan konten hasil AI dengan konten autentik

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Uni Eropa mulai memberlakukan kewajiban pelabelan terhadap konten yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial (AI) sebagai bagian dari implementasi bertahap EU AI Act. Aturan yang berlaku mulai 2 Agustus 2026 ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus menekan penyebaran konten manipulatif seperti deepfake.

Kewajiban tersebut berlaku untuk berbagai jenis konten digital yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI, termasuk gambar, video, audio, dan teks yang tampak realistis. Penyedia layanan AI diwajibkan memberikan penanda yang jelas agar masyarakat dapat membedakan konten hasil AI dengan konten autentik.

Regulasi ini merupakan bagian dari pendekatan berbasis risiko yang diterapkan Uni Eropa dalam mengatur perkembangan teknologi AI. Selain kewajiban pelabelan, penyedia model AI juga harus menerapkan dokumentasi teknis, mekanisme mitigasi risiko, serta perlindungan terhadap hak cipta dan hak-hak dasar pengguna.

Komisi Eropa menilai langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap teknologi AI yang semakin banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, media, kesehatan, hingga layanan publik. Transparansi diharapkan menjadi fondasi agar inovasi AI berkembang secara bertanggung jawab.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif yang signifikan, dengan besaran denda mencapai €15 juta atau 3% dari omzet tahunan global perusahaan, tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan. Besaran sanksi tersebut menunjukkan keseriusan Uni Eropa dalam menegakkan tata kelola AI.

Sejumlah perusahaan teknologi global telah mulai menyesuaikan produknya dengan ketentuan baru tersebut, termasuk melalui penerapan watermark digital dan metadata pada konten hasil AI. Langkah ini diperkirakan akan menjadi acuan bagi negara-negara lain dalam menyusun regulasi serupa.

Pemberlakuan EU AI Act menandai babak baru tata kelola kecerdasan artifisial di tingkat global. Regulasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi dan melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaan AI, sekaligus memperkuat standar internasional mengenai penggunaan AI yang aman, transparan, dan bertanggung jawab.

Continue Reading

News

Erdogan: Perkuat Persatuan Singkirkan Permusuhan

Presiden Erdogan mendesak persatuan dunia Muslim dalam menghadapi konflik dan krisis kemanusiaan. Ia juga mengkritik keras standar ganda komunitas internasional terhadap penderitaan sipil.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan pada Rabu lalu bahwa dunia Muslim sedang melewati masa yang sulit dan menyakitkan, menyoroti konflik dan krisis kemanusiaan yang berlangsung di berbagai wilayah.

Dalam pidatonya, Erdogan secara tegas mengkritik pihak yang disebutnya sebagai 'dunia beradab' karena menutup mata terhadap pembantaian yang terjadi, khususnya terhadap warga sipil yang tak berdaya dan anak-anak.

“Dari Palestina hingga Lebanon, dari Teluk hingga Sudan, dari Somalia hingga Yaman, ke mana pun kita memandang, sayangnya yang kita temui hanyalah air mata,” kata dia.

“Di hari-hari ujian ini, ketika apa yang disebut dunia beradab menutup mata, bayi-bayi di buaian dan warga sipil yang tak berdaya dibantai secara brutal,” tutur dia.

Erdogan juga menyuarakan kecaman keras terhadap mereka yang selama ini arogan berbicara tentang keadilan, kesetaraan, dan hak asasi manusia, namun menunjukkan standar ganda dalam menghadapi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

“Hari ini, kita semua melihat wajah asli mereka,” katanya, tanpa menyebut negara tertentu.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Luncurkan Tracer Study SMK 2026 untuk Perkuat Data Lulusan

Kemendikdasmen memulai Tracer Study SMK 2026 untuk mengumpulkan data akurat lulusan. Ini krusial untuk evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Penelusuran Tamatan (Tracer Study) SMK 2026. Program ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola pendidikan vokasi melalui penyediaan data lulusan yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peluncuran sekaligus sosialisasi program tersebut digagas oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dilaksanakan di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, sebagai langkah strategis dalam mengidentifikasi kondisi terkini para alumni SMK.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menegaskan pentingnya data lulusan dalam upaya transformasi pendidikan kejuruan.

"Transformasi pendidikan kejuruan tidak hanya bergantung pada pembaruan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, revitalisasi sarana dan prasarana, maupun penguatan kemitraan dengan dunia industri,"

Menurut Tatang, keberhasilan transformasi juga harus didukung oleh data yang mampu menggambarkan kondisi para lulusan setelah mereka menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan. Ini menekankan pentingnya informasi pasca-studi untuk evaluasi dan pengembangan program vokasi.

Dengan adanya Tracer Study SMK 2026 ini, Kemendikdasmen berharap dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai serapan lulusan SMK di dunia kerja, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta area-area yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di masa mendatang.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Gandeng 30 Pemda Percepat Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)

Inisiatif ini muncul menyusul data yang menunjukkan bahwa dari 7.288 kecamatan di seluruh Indonesia, hanya sekitar empat persen atau 263 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA negeri dengan capaian mutu yang baik secara bersamaan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama 30 pemerintah daerah sepakat mempercepat pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) guna mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan di Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) tanah pada Kamis (30/7) di Tangerang.

Inisiatif ini muncul menyusul data yang menunjukkan bahwa dari 7.288 kecamatan di seluruh Indonesia, hanya sekitar empat persen atau 263 kecamatan yang memiliki SMP dan SMA negeri dengan capaian mutu yang baik secara bersamaan. SNT dirancang sebagai sekolah negeri yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu tata kelola dan ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan, diselenggarakan tanpa asrama, dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung negara.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa hibah tanah merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah untuk masa depan generasi muda, bukan penyerahan aset saja. “Di atas lahan yang dihibahkan ini akan dibangun pusat mutu pendidikan yang tidak hanya memberikan layanan pendidikan bermutu tingkat SMP dan SMA kepada murid SNT, tetapi juga memperkuat kompetensi guru dan mendorong kemajuan sekolah-sekolah di sekitarnya. Ini merupakan wujud nyata gotong royong pemerintah pusat dan daerah,” ujar Suharti.

Penandatanganan NPHD dan BAST dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen bersama 16 kepala daerah sebagai langkah awal pembangunan SNT. Sementara itu, 14 pemerintah daerah lainnya menandatangani berita acara komitmen percepatan penyelesaian lahan dan dokumen pendukung. Sebanyak 16 kepala daerah tersebut antara lain berasal dari Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Gayo Lues.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyatakan bahwa SNT akan menjadi penggerak peningkatan kualitas pendidikan di daerah. “SNT tidak dibangun untuk berjalan sendiri. SNT akan menjadi tempat tumbuh kembang murid dan guru sekaligus katalisator peningkatan mutu sekolah-sekolah di sekitarnya. Karena itu, dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan lahan menjadi fondasi yang sangat penting,” ujar Gogot.

Tenaga Ahli Kedeputian III Kantor Staf Presiden, Udyiana Mulyadin, turut menyampaikan pentingnya langkah ini. “Hibah tanah ini menjadi fondasi agar SNT dapat segera dibangun dan memberikan manfaat luas bagi anak-anak, guru, serta sekolah-sekolah di daerah,” ujar Udyiana. Pemerintah menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota pada tahun 2026, dengan 17 lokasi mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sebagai bagian dari target 500 layanan SNT secara bertahap hingga tahun 2029.

Continue Reading

News

Pajak Marketplace Mulai Berlaku Secara Bertahap

PMK 37/2025 menetapkan platform e-commerce sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5% dari omzet, efektif 14 Juli 2025. Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara dan menciptakan kesetaraan bagi pelaku usaha di ekonomi digital.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia secara resmi telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025. Regulasi ini menunjuk platform e-commerce sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 dengan tarif 0,5% dari omzet pedagang domestik yang melakukan transaksi secara elektronik.

Kebijakan baru ini mulai berlaku efektif pada 14 Juli 2025. Langkah ini diambil pemerintah untuk mengoptimalkan potensi penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat, sekaligus menciptakan kesetaraan bagi pelaku usaha daring dan luring.

Otoritas pajak menjelaskan bahwa mekanisme pengenaan pajak semacam ini bukanlah ide baru dan telah dipertimbangkan jauh sebelumnya. Regulasi ini merupakan respons pemerintah terhadap peningkatan pesat penggunaan internet dan pemanfaatan teknologi finansial yang mendorong transaksi online di Indonesia.

Transaksi online kini memegang peran signifikan, bahkan dalam beberapa aspek memimpin tren transaksi global. Dengan semakin banyaknya toko fisik yang juga merambah pasar digital, platform e-commerce dinilai mampu berkontribusi vital dalam membantu pemerintah mengumpulkan pendapatan pajak.

PMK 37/2025 juga dirancang untuk menciptakan 'level playing field' antara pelaku bisnis online dan offline, serta mengatasi tantangan ekonomi bayangan yang sulit dideteksi oleh otoritas pajak. Dari sudut pandang pemerintah, regulasi ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pajak di kalangan pedagang online, khususnya dengan menyederhanakan administrasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) digital.

Meski demikian, terdapat beberapa miskonsepsi publik mengenai regulasi ini, termasuk anggapan bahwa pembeli atau pedagang akan membayar lebih banyak. Pemerintah menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar dan terus melakukan sosialisasi masif untuk menghindari kebingungan serta mendukung ekosistem digital yang patuh pajak.

Continue Reading

News

Harga CPO Agustus Turun

Harga referensi CPO Agustus 2026 turun menjadi 996,52 dolar AS per metrik ton akibat melemahnya permintaan global dan harga minyak mentah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode 1–31 Agustus 2026 sebesar 996,52 dolar AS per metrik ton. Nilai tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bea keluar dan pungutan ekspor komoditas sawit.

Harga referensi CPO Agustus mengalami penurunan sebesar 4,38 dolar AS atau 0,44 persen dibandingkan periode Juli 2026 yang berada pada level 1.000,90 dolar AS per metrik ton.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana menjelaskan, penurunan harga referensi tersebut dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global. Penurunan permintaan terutama terjadi dari India yang merupakan salah satu negara pengimpor utama minyak kelapa sawit Indonesia.

Selain berkurangnya permintaan dari pasar internasional, penurunan harga minyak mentah dunia turut menekan harga CPO. Minyak sawit dan minyak mentah memiliki keterkaitan karena CPO juga digunakan sebagai bahan baku energi, termasuk dalam produksi biodiesel. (

Meskipun harga referensi mengalami koreksi, pemerintah tetap menetapkan bea keluar CPO sebesar 148 dolar AS per metrik ton. Sementara itu, pungutan ekspor ditetapkan sebesar 12,5 persen dari harga referensi atau setara dengan 124,56 dolar AS per metrik ton.

Penetapan harga referensi CPO dilakukan berdasarkan perkembangan harga pada bursa CPO Indonesia dan Malaysia. Perhitungan tersebut kemudian dituangkan dalam ketentuan pemerintah yang berlaku sepanjang Agustus 2026.

Pergerakan harga CPO perlu terus dicermati karena sawit merupakan salah satu komoditas ekspor utama Indonesia. Penurunan harga global dapat memengaruhi penerimaan ekspor, pendapatan perusahaan perkebunan, serta harga tandan buah segar yang diterima petani di berbagai daerah.

Continue Reading

News

Konsekuensi Putusan MK Tentang Anggaran Pendidikan Dan MBG

MK memerintahkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan paling lambat pada APBN 2028, sementara pemerintah menyatakan akan mematuhi putusan tersebut.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemerintah memisahkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari alokasi anggaran pendidikan. Pemisahan tersebut harus dilakukan paling lambat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2028 atau dua tahun sejak putusan dibacakan.

Putusan itu tertuang dalam Putusan Nomor 40/PUU-XXIV/2026 yang dibacakan pada Kamis, 30 Juli 2026. MK mengabulkan sebagian permohonan Yayasan Taman Belajar Nusantara bersama lima pemohon perseorangan yang menguji Penjelasan Pasal 22 ayat (3) Undang-Undang APBN 2026.

MK menilai anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN harus diprioritaskan untuk membiayai komponen utama pendidikan. Komponen tersebut meliputi peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, kurikulum, sarana dan prasarana, evaluasi, serta pengembangan pendidikan. Program MBG tidak termasuk dalam komponen utama tersebut.

Meski demikian, MK tidak membatalkan anggaran MBG yang telah dimasukkan ke dalam APBN 2026. Mahkamah mempertimbangkan bahwa pemisahan secara langsung pada tahun berjalan dapat mengganggu struktur APBN. Untuk APBN 2027, anggaran MBG masih dapat dicantumkan dalam fungsi pendidikan sepanjang tidak mengurangi porsi minimal 20 persen bagi kebutuhan utama pendidikan.

Pemerintah menyatakan akan menaati putusan tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kementerian Keuangan akan mempelajari dan menyesuaikan struktur penganggaran MBG sesuai ketentuan yang telah ditetapkan MK. Pemerintah memiliki waktu untuk menyiapkan pos tersendiri bagi program tersebut.

Putusan MK tidak berarti Program MBG dihentikan. Mahkamah menegaskan MBG tetap konstitusional sebagai program prioritas pemerintah, tetapi pembiayaannya harus disusun secara khusus di luar anggaran pendidikan. Pemisahan tersebut diharapkan menjaga keberlanjutan MBG sekaligus memastikan anggaran pendidikan digunakan secara optimal untuk meningkatkan mutu sekolah, kesejahteraan guru, dan pemenuhan fasilitas pembelajaran.

Continue Reading

News

Kurangi Ketergantungan Selat Hormuz, Turki Bangun Jalur Alternatif ke Eropa

Turki mempercepat pembangunan jalur alternatif transportasi dari Teluk Persia ke Eropa. Proyek ini krusial untuk logistik global, mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dan Kanal Suez.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Turkiye menargetkan proyek koridor transportasi yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa melalui Irak rampung dalam tiga tahun. Jalur baru ini diproyeksikan menjadi alternatif utama distribusi logistik global sekaligus mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz yang kian rentan akibat ketegangan geopolitik.

Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu mengatakan proyek tersebut secara normal dapat diselesaikan dalam empat hingga lima tahun. Namun, pemerintah tengah mengkaji percepatan pembangunan agar rampung hanya dalam tiga tahun sejak konstruksi dimulai.

“Proyek ini bisa saja selesai dalam waktu empat hingga lima tahun, tetapi kami masih akan membahas apakah proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun setelah pekerjaannya dimulai,” ujar Uraloglu, seperti dikutip surat kabar Yeni Safak, Jumat.

Koridor sepanjang 1.200 kilometer itu akan menghubungkan Pelabuhan Al-Faw di Irak dengan Turki sebelum tersambung ke jaringan transportasi Eropa. Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telekomunikasi dan energi.

Pembangunan jalur kereta diperkirakan menelan investasi hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp270,5 triliun.

Turkiye dan Irak juga telah menyepakati pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan proyek. Ankara menargetkan seluruh dokumen teknis selesai tahun ini agar konstruksi dapat segera dimulai, dengan prioritas pada pembangunan jalur kereta untuk mempercepat distribusi kargo ke Eropa sekaligus menekan emisi karbon.

Koridor tersebut dipandang sebagai jalur perdagangan strategis yang dapat mengurangi ketergantungan logistik dunia terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran yang mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak global dan kini menghadapi risiko gangguan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Selain Selat Hormuz, rute baru ini juga diproyeksikan menjadi alternatif terhadap Kanal Suez, sehingga distribusi barang antara Teluk Persia dan Eropa tidak lagi bergantung pada titik-titik rawan pelayaran internasional.

Proyek berskala besar tersebut melibatkan Turkiye, Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab sebagai mitra utama pengembangannya.

Continue Reading