News
Tutup Debat Cawapres, Gibran: Saya Tidak Pernah Bosan Bahas Hilirisasi
Monitorday.com – Calon Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa ia tidak akan pernah bosan membahas hilirisasi, yang menjadi program prioritas pasangan Prabowo-Gibran.
Dalam pernyataan penutupnya dalam debat keempat Pilpres 2024 di JCC, Jakarta, Minggu (21/1), Gibran menyatakan keyakinannya bahwa dengan hilirisasi, Indonesia dapat keluar dari middle-income trap.
“Dengan hilirisasi, Indonesia akan meningkatkan nilai tambah dalam negeri, akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujarnya.
Gibran menekankan bahwa dalam pelaksanaan hilirisasi, pihaknya memperhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan, dan dampak perubahan iklim yang semakin nyata. Ia menyebut ancaman nyata seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan air laut yang harus dihadapi.
Menurut Gibran, krisis iklim merupakan tantangan kekinian yang membutuhkan solusi zaman sekarang. Ia berbicara tentang bagaimana mencari titik tengah antara melanjutkan hilirisasi sambil menjaga lingkungan dan keseimbangan alam.
Dalam penutupannya, Gibran memberikan apresiasi kepada pasangannya, Prabowo Subianto, yang diyakininya paling banyak melibatkan anak muda dalam proses maju di Pilpres 2024. Dia juga berterima kasih kepada dua rivalnya, Muhaimin Iskandar dan Mahfud Md., atas kontribusi dalam debat.
“Terima kasih Prof. Mahfud dan Gus Muhaimin, semoga debat malam ini memberikan gambaran tentang ke mana arah bangsa ini akan melangkah,” ucap Gibran.
Gibran pun mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak pilih pada tanggal 14 Februari 2024, menandai pemungutan suara. “Langkah awal menuju Indonesia Emas, datang ke TPS, coblos nomor 2 Prabowo-Gibran,” tandasnya.
News
Empat Modal Penting Hadapi PHK di Era AI
Penguasaan AI, bahasa Inggris, networking, dan kepercayaan menjadi empat modal penting menghadapi perubahan dunia kerja dan ancaman PHK massal.
[domain-capital]- Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal semakin menjadi perhatian di tengah perubahan ekonomi global dan percepatan transformasi digital. Perkembangan kecerdasan artifisial (AI), otomatisasi, serta perubahan model bisnis perusahaan telah mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja. Sejumlah pekerjaan rutin mulai dapat dikerjakan oleh mesin dan sistem AI, sementara profesi baru bermunculan dengan tuntutan kompetensi yang berbeda. Kondisi ini mengharuskan pekerja tidak hanya mengandalkan pendidikan formal dan pengalaman, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Dalam sebuah pembahasan mengenai krisis PHK massal, terdapat pesan penting bahwa seseorang tidak boleh sepenuhnya menggantungkan masa depan pada stabilitas perusahaan tempatnya bekerja. Setiap individu perlu membangun kemampuan yang membuat dirinya tetap relevan, produktif, dan memiliki nilai di pasar kerja. Setidaknya ada empat modal utama yang perlu dipersiapkan, yakni keterampilan nyata, jaringan profesional, kepercayaan, dan keberanian mencari peluang baru.
Pertama, penguasaan bahasa Inggris dan kecerdasan artifisial menjadi keterampilan strategis untuk menghadapi masa depan pekerjaan. Bahasa Inggris memberikan akses lebih luas terhadap informasi, pengetahuan, kolaborasi internasional, dan kesempatan kerja global. Sementara itu, AI dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat analisis, mengotomatisasi pekerjaan administratif, serta menghasilkan berbagai solusi. Kemampuan menggunakan AI juga perlu disertai keterampilan berpikir kritis, menyusun instruksi yang tepat, memeriksa akurasi informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan hasil analisis.
Pentingnya peningkatan keterampilan tersebut diperkuat oleh laporan World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025. Laporan ini memperkirakan hingga 2030 akan tercipta sekitar 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan berpotensi tergantikan atau mengalami disrupsi. Dengan demikian, perubahan teknologi bukan hanya menghilangkan pekerjaan tertentu, tetapi juga menciptakan kebutuhan kompetensi baru. WEF memperkirakan sekitar 59 dari setiap 100 pekerja membutuhkan pelatihan ulang atau peningkatan keterampilan sebelum 2030.
Kedua, membangun dan menjaga networking atau jaringan profesional merupakan investasi penting dalam menghadapi ketidakpastian pekerjaan. Hubungan baik dengan mantan kolega, pimpinan, mitra kerja, komunitas profesi, dan pelaku industri dapat membuka akses terhadap informasi serta kesempatan kerja baru. Networking bukan sekadar memperbanyak kontak, melainkan membangun hubungan yang dilandasi komunikasi, kolaborasi, dan saling memberikan manfaat. Dalam situasi PHK, jaringan profesional bahkan dapat menjadi jembatan untuk menemukan pekerjaan, proyek konsultasi, maupun peluang usaha.
Ketiga, kepercayaan atau trust merupakan aset yang tidak mudah digantikan oleh teknologi. Kemampuan teknis dapat dipelajari, perangkat teknologi dapat berubah, dan jabatan dapat berganti. Namun, reputasi sebagai individu yang jujur, bertanggung jawab, konsisten, dan dapat diandalkan membutuhkan waktu untuk dibangun. Dalam dunia kerja yang semakin terdigitalisasi, perusahaan dan klien tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan mampu mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Keempat, setiap orang perlu lebih proaktif mencari peluang ekonomi di luar pekerjaan konvensional. Menjadi content creator, freelancer, konsultan independen, pengembang produk digital, atau pelaku usaha berbasis teknologi merupakan beberapa alternatif yang dapat dikembangkan. Perkembangan platform digital memungkinkan seseorang menawarkan keahlian kepada pasar yang lebih luas tanpa harus selalu bergantung pada satu perusahaan. Peluang bekerja di luar negeri juga dapat menjadi pilihan, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi profesional, kemampuan bahasa asing, dan sertifikasi yang diakui secara internasional.
Di Indonesia, tantangan ketenagakerjaan juga memperlihatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan tersebut. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 88.519 pekerja mengalami PHK sepanjang 2025. Sementara itu, data Januari hingga September 2026 mencatat 63.789 pekerja ter-PHK melalui sistem Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Angka ini menunjukkan bahwa persoalan PHK tetap membutuhkan perhatian serius, baik dari sisi perlindungan pekerja maupun penguatan kompetensi tenaga kerja.
Fenomena tersebut sejalan dengan kajian International Labour Organization (ILO) melalui laporan Generative AI and Jobs: A 2025 Update. ILO memperkirakan sekitar satu dari empat pekerja di dunia berada dalam pekerjaan yang memiliki tingkat paparan tertentu terhadap AI generatif. Namun, sebagian besar pekerjaan diperkirakan akan mengalami transformasi, bukan sepenuhnya dihilangkan. Artinya, tantangan terbesar bukan sekadar menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaan akibat AI, melainkan mempersiapkan manusia agar mampu bekerja bersama teknologi tersebut.
Perubahan ini juga membawa implikasi besar bagi dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Lembaga pendidikan dan pelatihan perlu memperkuat keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk literasi digital, bahasa Inggris, pemanfaatan AI, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Program reskilling dan upskilling harus menjadi bagian dari strategi pembangunan tenaga kerja, sehingga pekerja memiliki kesempatan untuk berpindah profesi maupun memasuki sektor ekonomi baru.
Pada akhirnya, menghadapi ancaman PHK massal membutuhkan perubahan cara pandang terhadap pekerjaan dan karier. Stabilitas tidak lagi semata-mata ditentukan oleh jabatan atau lamanya seseorang bekerja di sebuah perusahaan. Kemampuan belajar sepanjang hayat, menguasai teknologi, membangun jaringan, menjaga kepercayaan, dan menciptakan sumber penghasilan alternatif menjadi modal penting untuk bertahan. Di era AI, mereka yang mampu beradaptasi dan terus menciptakan nilai tambah akan memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi perubahan dunia kerja.
Referensi
- World Economic Forum, Future of Jobs Report 2025.
- International Labour Organization, Generative AI and Jobs: A 2025 Update.
- Kementerian Ketenagakerjaan RI, Data PHK dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
- Dewan Ekonomi Nasional, kajian perkembangan pasar tenaga kerja Indonesia.
News
Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun, Optimis Ekonomi Terus Menguat
Monitorday.com – Optimisme pengusaha Indonesia terhadap prospek perekonomian nasional terus menguat di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, dengan kontribusi investasi domestik yang lebih dari separuh total investasi nasional.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa besarnya kontribusi investasi domestik menunjukkan peran strategis pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam investasi menjadi salah satu modal penting untuk menjaga daya tahan perekonomian di tengah ketidakpastian global.
“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya dalam laporannya pada acara Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (31/10/2026).
Lebih lanjut, Anindya menyampaikan bahwa dunia usaha juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam pengembangan industri masa depan, tidak hanya memperkuat industri yang telah berjalan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan antara lain industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center) yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal cukup besar.
“Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia,” imbuh Anindya.
Anindya juga menyoroti besarnya peran sektor swasta dalam perekonomian nasional. Anindya menyebut dunia usaha memiliki ruang kontribusi yang sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan usaha, dan menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Ekonomi kerakyatan sudah berjalan di dunia usaha. Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa 4.000 triliun dari 25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi, dan inilah yang kita inginkan bukan hanya pengusaha-pengusaha daerah dan juga di asosiasi himpunan bisa tumbuh bersama-sama, naik kelas, tapi mereka juga bisa menjadi pemain besar kemudian hari,” ungkap Anindya.
Dalam kesempatan tersebut, Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Anindya menyebut Indonesia masih menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).
“Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient,” ungkapnya.
Optimisme tersebut memperlihatkan kesiapan dunia usaha untuk menjadi salah satu penggerak utama pembangunan nasional. Melalui penguatan investasi domestik, pengembangan industri masa depan, dan pemberdayaan pengusaha daerah, Kadin menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang kuat serta membawa Indonesia semakin diperhitungkan di panggung dunia.
News
Mendikdasmen Ajak Lulusan Perguruan Tinggi Berkontribusi Atasi Kesenjangan Pendidikan
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak para lulusan Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) untuk berkontribusi mengatasi kesenjangan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ajakan tersebut disampaikan pada Wisuda Sarjana UCY, di Yogyakarta, Sabtu (31/10).
Abdul Mu’ti mengatakan, kesenjangan mutu pendidikan masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan kunjungannya ke hampir seluruh provinsi selama menjabat sebagai Mendikdasmen, ia melihat secara langsung kondisi pendidikan yang belum merata di berbagai wilayah. “Alhamdulillah, saya melihat langsung bagaimana pendidikan di berbagai wilayah di Indonesia dan memang kesenjangan itu masih ada,” ungkapnya.
Menurutnya, para sarjana memiliki tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menekankan bahwa ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. “Karena itu maka sebagai sarjana, saudara-saudara memiliki tugas kebangsaan yang sangat mulia untuk bersama-sama dengan kami, bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa Indonesia berkontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Salah satu bentuk kontribusi yang ditawarkan Kemendikdasmen adalah kesempatan bagi para lulusan untuk menjadi relawan pendidikan maupun guru yang membantu memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Ia juga menyampaikan peluang tes CPNS Guru pada 2027 dengan sekurang-kurangnya 170 ribu formasi yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia. “Yang sangat menarik tentu saja jika kalian berminat adalah yang kami tawarkan untuk menjadi bagian dari relawan-relawan pendidikan yang mengajar di daerah-daerah yang terpencil dan kemudian menjadi bagian dari pionir, bagian dari pelopor yang berkhidmat secara nyata mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UCY Hery Kristiyanto turut menyoroti ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Ia menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan bangsa yang perlu mendapat perhatian para lulusan ketika memasuki dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat. Hery mengingatkan bahwa bangsa tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kecerdasan, tetapi juga integritas dan kesediaan untuk mengabdikan ilmu bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran sarjana dalam membantu mengatasi kesenjangan antardaerah.
“Kita juga masih berkulit dengan ketimpangan akses pendidikan dan pembangunan antardaerah, terutama di wilayah timur Indonesia. Sarjana yang baik adalah sarjana yang mau mengabdikan ilmunya di manapun ia ditempatkan,” ujar Hery.
News
Türkiye Usung Feridun Sinirliolu Jadi Kandidat Sekjen PBB
Monitorday.com – Türkiye resmi mencalonkan Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), Feridun Sinirliolu, sebagai calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pencalonan ini muncul di tengah kebuntuan proses pemilihan pemimpin baru organisasi dunia tersebut.
Kebuntuan terjadi setelah pemungutan suara pendahuluan terbaru di Dewan Keamanan PBB pada Jumat (30/10/2026) gagal menghasilkan keputusan yang konklusif.
Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Türkiye, Utusan Khusus Türkiye untuk PBB, Ahmet Yildiz, telah menyerahkan surat pencalonan yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan. Surat tertanggal 30 Oktober 2026 itu ditujukan kepada Presiden Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB.
Pencalonan tersebut diajukan sesuai dengan ketentuan Piagam PBB dan resolusi Majelis Umum yang mengatur proses pemilihan Sekretaris Jenderal.
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Dewan Keamanan PBB bulan ini, Aglaia Balta dari Yunani, Erdogan menyoroti perjalanan panjang Sinirliolu di dunia diplomasi selama lebih dari empat dekade.
Sinirliolu tercatat pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Türkiye, Perwakilan Tetap untuk PBB, serta memimpin penilaian independen PBB mengenai Afghanistan pada 2023.
Erdogan menilai pengalaman tersebut, ditambah pemahaman mendalam Sinirliolu terhadap sistem PBB, menjadi modal kuat untuk memimpin organisasi internasional tersebut.
“Mempertimbangkan visi strategis yang telah saya saksikan sendiri, pengetahuan mendalamnya tentang sistem PBB, serta komitmen teguhnya terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB, saya yakin Duta Besar Sinirliolu memiliki pengalaman dan budaya konsensus yang dibutuhkan untuk memimpin Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian pernyataan Erdogan dalam surat pencalonannya.
Pemilihan Sekretaris Jenderal PBB mensyaratkan kandidat memperoleh sedikitnya sembilan suara dukungan dari 15 anggota Dewan Keamanan. Selain itu, tidak boleh ada veto dari lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, China, Prancis, Rusia, dan Inggris.
Kandidat yang direkomendasikan Dewan Keamanan selanjutnya harus mendapatkan persetujuan Majelis Umum PBB. Tahap ini umumnya menjadi formalitas setelah Dewan Keamanan mencapai kesepakatan.
Masa jabatan Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.
Dengan masuknya Sinirliolu, kini terdapat sembilan nama dalam daftar kandidat resmi yang bersaing memperebutkan posisi tertinggi di PBB. Mereka adalah:
- Rebeca Grynspan, diplomat Kosta Rika.
- Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) asal Argentina.
- Macky Sall, mantan Presiden Senegal.
- Carolyn Rodrigues Birkett, Perwakilan Tetap Guyana untuk PBB.
- Maria Fernanda Espinosa, mantan Presiden Majelis Umum PBB asal Ekuador.
- Michelle Bachelet, mantan Presiden Chile.
- Olara Otunnu, politikus dan diplomat Uganda.
- Ivonne A-Baki, diplomat Ekuador.
- Feridun Sinirliolu, Sekretaris Jenderal OSCE yang diusung Türkiye.
Pencalonan Sinirliolu menambah persaingan dalam perebutan kursi Sekretaris Jenderal PBB, di tengah upaya negara-negara anggota Dewan Keamanan mencari sosok yang mampu membangun konsensus dan memimpin organisasi tersebut menghadapi tantangan global.
News
Prabowo: Kunci Keberhasilan Pembangunan Bangsa adalah Pendidikan
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa untuk menghadirkan negara yang merdeka dan berkeadilan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sambutannya pada Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi di Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026).
“Kunci daripada keberhasilan nation building adalah pendidikan. Pendidikan dari sangat awal, pendidikan dari sebelum lahir, pendidikan orang tua, pendidikan usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, pertama, sekolah lanjutan, dan seterusnya,” ujar Presiden.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya menjaga dan mengelola sumber daya bangsa secara bertanggung jawab guna mendukung pembangunan pendidikan yang berkualitas. Kepala Negara mengingatkan bahwa investasi besar di sektor pendidikan harus ditopang oleh pengelolaan kekayaan negara yang bersih dari praktik korupsi, penyelewengan, dan penyalahgunaan wewenang.
“Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar, kita butuh dana yang besar. Karena itu sumber daya bangsa harus diamankan, sumber daya bangsa harus dijaga. Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri, tidak boleh diselewengkan, tidak boleh dikorupsi. Korupsi, penyelewengan, penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya adalah awal kehancuran bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa gagasan pendirian SMA Taruna Nusantara berangkat dari kesadaran akan pentingnya menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang unggul. Kecerdasan, menurut Presiden, harus diimbangi dengan integritas dan moralitas agar kemampuan yang dimiliki dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
“Pemimpin yang unggul harus diseleksi yang baik. Seleksi yang baik unggul, tidak unggul hanya otaknya, unggul badannya, unggul jiwanya, unggul hatinya,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas harus terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, ras, maupun agama. Semangat kesetaraan tersebut, kata Presiden, menjadi salah satu landasan utama pendirian SMA Taruna Nusantara yang sejak awal dirancang untuk menjaring bibit-bibit terbaik dari seluruh Indonesia.
“Bibit-bibit unggul ini, hasil daripada lembaga ini akan berkarya, akan berbuat, akan memberi kebaikan untuk negara, akan memberi penemuan untuk negara, akan memberi kekayaan untuk negara,” tandasnya.
News
Ahmad Redi Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Hukum Administrasi Negara Universitas Borobudur
monitorday.com — Prof. Dr. Ahmad Redi, S.H., M.H., M.Si., M.En., resmi dikukuhkan sebagai Profesor Bidang Hukum Administrasi Negara di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus menegaskan komitmen untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan ilmu hukum dan kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Pengukuhan ini bukan sekadar pengakuan atas prestasi dan kompetensi akademik, tetapi juga menandai tanggung jawab yang semakin besar dalam menghasilkan pemikiran, penelitian, serta karya ilmiah yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai salah satu cabang ilmu hukum yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, Hukum Administrasi Negara berkaitan erat dengan penggunaan kewenangan pemerintah, perlindungan hak masyarakat, kepastian hukum, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam kebijakan publik.
Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang terbuka menjadikan penguatan kajian Hukum Administrasi Negara semakin relevan. Karena itu, kontribusi akademisi di bidang ini diharapkan tidak hanya memperkaya teori hukum, tetapi juga menghadirkan solusi terhadap tantangan tata kelola pemerintahan modern.
Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Redi menegaskan bahwa jabatan profesor bukanlah titik akhir dari perjalanan intelektual seorang akademisi. Sebaliknya, pencapaian tersebut merupakan amanah untuk terus mengembangkan pengetahuan dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Pengukuhan sebagai profesor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Prof. Ahmad Redi di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Ia memandang bahwa ilmu pengetahuan seharusnya tidak berhenti pada ruang akademik, melainkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, pengembangan ilmu hukum perlu terus diarahkan pada persoalan-persoalan aktual yang dihadapi masyarakat maupun penyelenggara pemerintahan.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Redi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, para guru, mentor, kolega, serta institusi yang telah mendukung perjalanan pendidikan dan karier akademiknya.
Menurutnya, keberhasilan meraih jabatan akademik tertinggi tersebut tidak terlepas dari dukungan, kepercayaan, serta kesempatan yang diberikan berbagai pihak untuk terus belajar dan berkarya. Pengukuhan ini sekaligus menjadi motivasi untuk mempertahankan integritas akademik dan memperluas kontribusi keilmuan bagi kepentingan publik.
Ke depan, Prof. Ahmad Redi diharapkan semakin aktif mendorong pengembangan Hukum Administrasi Negara melalui penelitian, publikasi ilmiah, kegiatan pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi hukum, pemerintah, pembuat kebijakan, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghasilkan pemikiran hukum yang tidak hanya memiliki landasan teoretis yang kuat, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan.
Selain itu, pendidikan hukum memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi akademisi dan praktisi hukum yang berintegritas, memiliki kepekaan terhadap nilai keadilan, serta mampu menganalisis persoalan hukum secara kritis dan bertanggung jawab.
Pengukuhan Ahmad Redi sebagai profesor di Universitas Borobudur, perguruan tinggi yang telah meraih akreditasi Unggul, diharapkan turut memperkuat kontribusi dunia akademik dalam pembangunan sistem hukum nasional yang menjunjung tinggi prinsip legalitas, transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencapaian gelar akademik tertinggi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan intelektual untuk terus menghasilkan karya, membagikan pengetahuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin; Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto; Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti; Anggota Wantimpres Bambang Soesatyo; Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani; Kepala LLDikti Wilayah III Henri Togar Hasiholan; serta Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding.
Hadir pula Ketua Yayasan Pendidikan Borobudur 1971 Muhamad Halilintar, Rektor Universitas Borobudur Bambang Bernanthos, jajaran Senat Universitas Borobudur, serta sejumlah guru besar dari berbagai perguruan tinggi.
Dengan pengukuhan ini, perjalanan akademik Prof. Ahmad Redi memasuki babak baru yang diharapkan semakin memperkuat peran ilmu hukum dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
News
MA Kabulkan Kasasi: Surat Keterangan Penyetaraan SMA Gibran Rakabuming Raka Dinyatakan Tidak Sah
Jakarta [MONITORDAY] – Mahkamah Agung (MA) resmi mengabulkan permohonan kasasi terkait gugatan surat keterangan (suket) penyetaraan sekolah menengah atas (SMA) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lewat amar putusan tersebut, MA menyatakan suket penyetaraan SMA yang menjadi salah satu syarat pencalonan Gibran di Pilpres 2024 sebagai tidak sah.
Keputusan tersebut dibacakan pada Jumat (30/10) dan dikonfirmasi langsung oleh HM Subhan selaku penggugat dalam perkara ini melalui nomor putusan kasasi 742 K/TUN/2026.
“Saya dapat pemberitahuan melalui e-court saya dari MA. Tanggal 30 Oktober 2026. Terhadap proses nomor 742/K/TUN/2026, amar putusannya kabul kasasi,” ujar Subhan.
Kendati demikian, pihak MA terpantau belum mengunggah salinan lengkap putusan itu melalui situs resminya. Saat dikonfirmasi secara terpisah, Juru Bicara MA, Yanto, mengaku belum menerima informasi lebih lanjut mengenai putusan tersebut. “Belum tahu, dicek dulu ya,” ucap Yanto.
Dalam perkara tata usaha negara ini, Subhan mengajukan tiga petitum utama. Pertama, ia meminta agar gugatannya dikabulkan untuk seluruhnya. Kedua, meminta agar suket penyetaraan pendidikan Gibran dinyatakan tidak sah. Ketiga,meminta agar dokumen tersebut ditarik dari pihak pemegang, yakni Direktorat Jenderal Pendidikan Umum dan Khusus Kemendikdasmen.
Kabar mengenai putusan MA ini turut disebarluaskan oleh rekan sesama kolega penggugat, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, melalui akun resmi Instagram pribadinya pada Jumat.
“Gugatan Pak Subhan untuk Kasasi pembatalan Suket Penyetaraan Pendidikan Gibran diputuskan KABUL,” tulis Denny dalam unggahannya.
Denny menilai, putusan kasasi MA ini sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikeluarkan beberapa waktu lalu terkait polemik syarat pendidikan pencalonan Gibran. “Artinya Mahkamah Agung sejalan dengan Putusan MK, bahwa Gibran betul-betul tidak memenuhi syarat pendidikan,” imbuh Denny.
Sebelumnya, dalam pertimbangan hukum putusan MK, Mahkamah menyatakan bahwa pihaknya tidak menemukan bukti dokumen atau ijazah setara SMA milik Gibran yang sah digunakan sebagai syarat pencalonan wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2024.
News
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026 Berkat Transformasi Pendidikan
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Anugerah Transformasi Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan dalam ajang Nusantara Awards 2026, Jakarta, Rabu (28/10). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Kemendikdasmen dalam mendorong transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menerima penghargaan tersebut mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Penganugerahan berlangsung dalam program Suara Nusantara Spesial Mengawal Dua Tahun Asta Cita yang diselenggarakan oleh Nusantara TV.
Upaya transformasi pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen mencakup revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, serta perluasan akses pendidikan. Berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung tersedianya layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Pemerataan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesempatan setiap anak untuk memperoleh pembelajaran yang berkualitas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran menjadi bagian penting dalam mendorong layanan pendidikan yang inklusif, termasuk bagi anak-anak yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses.
Upaya tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, termasuk melalui peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan sains dan teknologi. Kemendikdasmen menerjemahkan arah kebijakan tersebut melalui berbagai program yang menyasar kebutuhan satuan pendidikan, guru, dan murid di berbagai wilayah.
Mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Wamen Fajar menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Kemendikdasmen. Ia berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi seluruh pihak untuk terus bekerja sama menghadirkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.
Menurut Wamen Fajar, pemerataan pendidikan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar setiap anak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pembangunan sarana sekolah dan pemanfaatan teknologi juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta kompetensi guru.
Penghargaan ini menjadi momentum bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar kesempatan memperoleh pendidikan bermutu dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.
News
Prabowo Dorong UU Satu Data Indonesia, Perkuat Kedaulatan Digital Nasional
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguatan kedaulatan data nasional sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan dan keamanan negara di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menerima Tim Gabungan Perumus Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan itu membahas langkah strategis penyusunan regulasi untuk mewujudkan tata kelola data nasional yang terintegrasi, aman, dan akuntabel. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat pengelolaan dan pemanfaatan data lintas sektor pemerintahan.
Melalui akun Instagram resminya, Sekretariat Kabinet menjelaskan bahwa penyusunan UU Satu Data Indonesia melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPR RI, akademisi, hingga kementerian dan lembaga terkait.
Presiden Prabowo memandang kedaulatan data sebagai salah satu fondasi penting untuk menjaga keutuhan bangsa di tengah percepatan digitalisasi.
Penguatan integrasi data nasional juga diharapkan mampu meningkatkan akurasi pelayanan publik, memperkuat keamanan pertukaran informasi, serta membangun ketahanan siber Indonesia.
Selain meningkatkan efektivitas pelayanan publik, regulasi tersebut diarahkan untuk memastikan pengelolaan data nasional berlangsung secara terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyusunan regulasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola data nasional yang terpadu, aman, dan akuntabel,” tulis Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka, Ketua Badan Legislasi DPR RI Bob Hasan, serta Kepala Badan Keahlian DPR RI Bayu Dwi Anggono.
Hadir pula Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekologi Manusia IPB University Sofyan Sjaf dan Sekretaris Kementerian PPN/Bappenas Teni Widuriyanti.
Melalui penyusunan UU Satu Data Indonesia, pemerintah berupaya membangun fondasi tata kelola data yang lebih kuat, sekaligus memastikan transformasi digital memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kedaulatan negara.
News
Mendikdasmen: Pendidikan Harus Beri Ruang bagi Setiap Murid untuk Bertumbuh
Monitorday.com – Peningkatan mutu pendidikan perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap kemampuan dan kebutuhan setiap murid. Proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu membantu anak mengenali potensi, memperbaiki kekurangan, dan membangun karakter. Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam siaran langsung pada platform TikTok Kumparan, Selasa (27/10).
Dalam perbincangan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Karena itu, proses pendidikan perlu memberikan ruang bagi murid untuk berkembang sesuai dengan kebutuhannya, termasuk melalui pendampingan bagi mereka yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran.
“Pendidikan itu harus memberikan ruang namanya diferensiasi, artinya murid itu tidak sama dan tidak boleh disamakan. Karena dalam kebijakan pendidikan itu ada namanya akselerasi, yang pintar boleh dipercepat. Karena kalau murid pintar diminta menunggu yang di bawahnya akhirnya membuat mereka demotivasi,” katanya.
Menurut Abdul Mu’ti, prinsip tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana kebijakan tidak otomatis naik kelas yang direncanakan mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperhatikan penguasaan kompetensi murid serta proses pembelajaran yang berlangsung secara bertahap.
Ia menjelaskan bahwa materi yang dipelajari pada satu jenjang menjadi dasar bagi pembelajaran pada jenjang berikutnya. Apabila kemampuan dasar belum dikuasai, murid berisiko mengalami kesulitan ketika harus mempelajari materi yang lebih kompleks. “Kalau anak secara akademik rendah atau belum mampu, lalu tetap naik kelas, itu malah membebani psikologis anak itu sendiri,” ujarnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa proses evaluasi perlu menjadi bagian dari upaya membantu murid berkembang, bukan semata-mata menentukan capaian akademik. Guru perlu memahami kondisi anak, mengenali kesulitan yang dihadapi, serta memberikan pendampingan yang sesuai. Ia mencontohkan murid yang kerap mengantuk di kelas. Kondisi tersebut tidak seharusnya langsung dinilai sebagai kemalasan, sebab bisa saja anak memiliki tanggung jawab atau menghadapi keadaan keluarga yang memengaruhi proses belajarnya.
“Karena mohon maaf Bapak dan Ibu guru, jangan selalu langsung dihakimi. Sering mendengar cerita, ada anak setiap berangkat sekolah selalu tidur di dalam kelas. Mohon maaf dengan segala hormat, malam harus bekerja atau mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dihindari karena keadaannya. Karena terhadap masalah yang seperti ini mungkin nilainya tidak selalu sama ,” pesannya.
Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa penilaian yang menyeluruh perlu memperhatikan kemampuan akademik sekaligus perkembangan karakter. Murid yang memperoleh nilai tinggi tetap perlu membangun sikap jujur, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Sementara itu, murid yang belum mencapai hasil belajar sesuai harapan perlu mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pendampingan yang tepat.
