Connect with us

News

Wamen Fajar: CKG Dorong Anak Sehat Siap Belajar

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah didorong untuk menciptakan kebiasaan hidup sehat siswa. Tujuannya adalah memastikan kesiapan belajar optimal dan pembentukan perilaku sehat jangka panjang.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah mendorong program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah tidak berhenti pada pemeriksaan kondisi kesehatan siswa. Hasil skrining harus ditindaklanjuti menjadi program kesehatan sekaligus kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.

Hal itu mengemuka saat Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan meninjau pelaksanaan CKG Sekolah di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).

Fajar menilai Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat menjadi penghubung utama antara sekolah dan fasilitas kesehatan, terutama puskesmas yang menjalankan pemeriksaan CKG. Keberadaan penanggung jawab atau person in charge (PIC) di sekolah juga dinilai penting agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai data.

“Tadi saya sampaikan kepada Pak Wamenkes ini, bagaimana kita mengoptimalkan peran UKS. Karena UKS ini menjadi semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan dengan Puskesmas,” ujar Fajar.

Menurut dia, kesehatan siswa berkaitan langsung dengan kesiapan mengikuti pembelajaran. Kondisi fisik yang baik akan membantu siswa berkonsentrasi dan menjaga motivasi belajar.

“CKG itu akan menunjang readiness, tingkat kesiapan anak-anak kita mengikuti proses pembelajaran. Jadi, itu juga berkorelasi langsung dengan motivasi belajar,” katanya.

SMP Negeri 5 Kota Bogor menjadi salah satu contoh sekolah yang telah mengembangkan budaya hidup sehat. Sekolah tersebut pernah meraih Juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat.

Pembiasaan hidup sehat dilakukan melalui sejumlah kegiatan, antara lain Segar atau Senam Bugar, Markisa atau Mari Kita Sarapan, serta Cermin Sehatku. Program itu berjalan seiring dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), termasuk olahraga rutin dan konsumsi makanan bergizi melalui prinsip Isi Piringku.

Namun, membangun budaya sehat bukan perkara sekali jalan. Guru IPS sekaligus Koordinator Duta SMP Negeri 5 Kota Bogor, Rahmalia, menyebut konsistensi menjadi tantangan terbesar.

“Banyak banget manfaatnya. Alhamdulillah karena kita bekerja sama. Yang susah itu ya konsistennya, konsisten dari kita sebagai guru dan anak-anak,” ujarnya.

Sekolah juga melibatkan 18 Duta Siswa untuk menggerakkan berbagai program, mulai dari Duta Cegah Stunting, Duta Kesehatan, Duta Remako atau Remaja Antirokok, Duta Antiperundungan, hingga Duta Sekolah Ramah Anak.

Dari sisi kesehatan, Dante menegaskan CKG harus menghasilkan langkah nyata setelah pemeriksaan. Hasil skrining akan menjadi pijakan bagi kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun program bersama.

“CKG tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi kemudian hasilnya diimplementasikan dalam bentuk program bersama di antara lintas kementerian,” kata Dante.

Senada, Veronica melihat CKG sebagai pintu masuk untuk membentuk perilaku sehat sejak anak berada di bangku sekolah. Menurut dia, perubahan yang hendak didorong bukan sekadar kesadaran terhadap kondisi kesehatan, tetapi juga pola hidup sehari-hari.

“CKG ini sebenarnya program untuk entry point. Tapi apa sih mindset yang kita harus ubah? Adalah pola hidup sehatnya,” ujarnya.

Bagi siswa, pemeriksaan kesehatan juga memberi manfaat langsung. Rafiandi, siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Bogor, mengatakan CKG membuatnya lebih memahami kondisi tubuh dan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi.

“Menumbuhkan semangat belajar. Jadi, kita bisa mengetahui kondisi diri kita untuk bisa lebih fokus belajar ke depannya,” kata Rafiandi.

Fajar menegaskan kesehatan siswa merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan berkualitas. Proses belajar, kata dia, tidak akan optimal tanpa kesiapan fisik peserta didik.

“Kalau kita bicara pendidikan yang berkualitas, bukan hanya proses pembelajarannya, tapi kesiapan anak kita untuk mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.

News

Kado Mewah untuk Muchlas Rowi

Umar Satiri

Published

on

Isi kepalanya sudah melompat jauh ke depan. Melampaui umurnya yang hari ini bertambah satu angka.

Saat orang lain masih meributkan soal papan tulis dan kapur, ia sudah bicara soal kecerdasan buatan. AI.

Dialah Dr. Muhammad Muchlas Rowi. Bagi kebanyakan angkatan muda Muhammadiyah, kami lebih akrab memanggilnya: Kang Awa. Manusia yang tidak pernah betah diam di zona nyaman. Lihat saja isi kepalanya: ada filsafat UGM, ada hukum, ada manajemen. Lintas disiplin. Berjejer. Lengkap.

Maka, ketika Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menariknya menjadi Staf Khusus Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, saya langsung membatin: ini pilihan yang klop. Pas.

Mengapa? Pendidikan dasar kita ini sedang menghadapi ombak besar. Ombak digital. Pilihannya hanya due: ikut berselancar di atas ombak itu, atau tenggelam digulung zaman. Kang Awa diserahi tugas memegang kemudi digital itu. Tugas yang tidak ringan. Sungguh berat.

Dari IRM ke Menara Digital
Latar belakangnya adalah aktivis. Ia mengasah kepekaan sosialnya sejak belia di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM). Jiwa pengabdiannya panjang. Sampai-sampai dipercaya menjadi Wakil Bendahara Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Aktivis itu biasanya punya satu kelebihan: jeli melihat masalah di akar rumput. Maka ketika ia memikirkan transformasi digital untuk sekolah-sekolah di Indonesia, yang ada di kepalanya bukan sekadar membagikan komputer atau gawai gratis. Bukan. Itu terlalu sederhana. Yang ia rancang adalah bagaimana teknologi dan AI benar-benar merombak cara guru mengajar dan cara murid menyerap ilmu.

Ia ingin teknologi menjadi jembatan keadilan, bukan justru memperlebar jurang ketimpangan antara sekolah di kota besar dan di pelosok daerah.

Menjaga Kewarasan Finansial

Hebatnya, di saat otaknya harus berpikir tentang kurikulum digital yang penuh inovasi, ia juga harus menjaga kewarasan finansial di tempat lain. Ya, Kang Awa juga seorang Komisaris Independen di PT Jamkrindo.

Ini dua dunia yang sangat kontras. Di Kemendikdasmen ia harus berpikir out of the box demi masa depan anak bangsa. Di Jamkrindo, ia justru harus menjadi benteng penegak tata kelola. Harus ketat. Harus akuntabel. Melindungi hak pemegang saham minoritas, memastikan manajemen risiko berjalan dengan presisi.

Bagaimana membagi kepala untuk dua urusan raksasa ini? Jawabannya ada pada ilmu hukum yang ia dalami hingga tingkat doktor di UTA ’45 Jakarta. Disertasinya dulu memang membedah soal tata kelola komisaris independen BUMN. Jadi, apa yang ia lakukan di Jamkrindo bukan sekadar teori, melainkan aplikasi dari keyakinan akademisnya.

Belum lagi kalau bicara soal hobinya. Ia memimpin Federasi Karate Tradisional Indonesia (INATKF). Bahkan dipercaya di tingkat Asia dan Oseania. Pantas saja staminanya seperti tidak ada habisnya. Jiwa karatenya membuat ia selalu siap menghadapi tantangan secara ksatria dan disiplin.

Bagi Kang Awa, hidup adalah perpaduan antara kontemplasi filsafat dan ketepatan jurus karate: setiap gerakan pemikiran harus taktis, lincah, namun tetap presisi di atas landasan etika.

Kado Mewah
Kini, di hari ulang tahunnya, tidak ada hadiah yang lebih mewah bagi seorang pemikir selain melihat ide-idenya mulai menetas.

Kita tentu menunggu, kejutan-kejutan digital apa lagi yang akan lahir dari meja kerjanya sebagai Staf Khusus Menteri. Kita ingin melihat AI bukan lagi menjadi barang asing yang menakutkan bagi guru-guru di daerah, melainkan menjadi asisten setia yang memajukan kecerdasan bangsa.

Selamat ulang tahun, Kang Awa. Teruslah melompat memikirkan masa depan digital kita, sembari tetap kokoh berpijak pada bumi tata kelola yang bersih. Pendidikan kita membutuhkan energi-energi lincah seperti Anda!

Continue Reading

News

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, itu mengungguli empat kandidat lain dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8).

Gus Kikin meraih 472 suara, menjadi peraih suara terbanyak dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU. Setelah proses penjaringan, pemilihan Ketua Umum kemudian ditetapkan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dengan restu tertulis Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar.

Keputusan tersebut diumumkan anggota AHWA KH Anwar Iskandar di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar saat membacakan keputusan AHWA, Senin pagi.

Musyawarah sembilan anggota AHWA digelar tertutup di Ndalem Kasepuhan pada pukul 06.20–07.00 WIB. Sidang diawali pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.

Berita acara penetapan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU kemudian ditandatangani seluruh anggota AHWA.

Sembilan anggota AHWA tersebut yakni KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftachul Akhyar, KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin.

Sebelum ditetapkan melalui AHWA, Gus Kikin sudah memimpin perolehan suara dari muktamirin. Ia mengantongi 472 suara, meninggalkan empat kandidat lainnya.

  • KH Zulfa Mustofa: 262 suara
  • KH Abdussalam Sochib: 261 suara
  • KH Yahya Cholil Staquf: 258 suara
  • KH Abdul Ghofar Rozin: 155 suara

Dengan hasil tersebut, Gus Kikin mendapat mandat kuat untuk memimpin PBNU selama lima tahun ke depan.

Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958. Ia merupakan cicit Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri NU, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ia meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020.

Di lingkungan NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024–2029. Ia juga pernah menjadi salah satu ketua di PBNU.

Pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU resmi mendapat mandat dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026. Gus Kikin juga dikenal sebagai sepupu jauh Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Dalam pencalonannya, Gus Kikin membawa sejumlah agenda utama, antara lain menguatkan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, memperkuat adab dan sanad keilmuan, serta mengembangkan potensi ekonomi warga NU.

Kini, dengan terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 resmi terbentuk.

Continue Reading

News

IRGC Gempur Dua Pangkalan Militer AS di Yordania

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan rudal balistik terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania, Senin (31/8). Serangan disebut sebagai balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak sehari sebelumnya.

IRGC menyatakan rudal Iran menghantam pangkalan King Hussein dan Al Azraq. Teheran mengklaim serangan tersebut menghancurkan sejumlah infrastruktur teknis dan fasilitas perbaikan, termasuk lokasi penempatan pesawat tempur.

“(Serangan ini) menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan fighter,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Al Jazeera.

IRGC juga memperingatkan Washington bahwa setiap serangan terhadap Iran akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.

“Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upaya melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Setiap serangan juga akan menerima balasan yang lebih menghancurkan,” kata IRGC.

Serangan Iran tersebut terjadi setelah militer AS melancarkan serangan terhadap peluncur roket Iran di Pulau Larak pada Senin dini hari.

Washington menyebut serangan itu dilakukan setelah militer AS menilai IRGC tengah bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz, jalur strategis bagi lalu lintas energi dunia.

IRGC sebelumnya mengecam serangan AS dan berjanji melakukan pembalasan. Klaim serangan terhadap dua pangkalan AS di Yordania menjadi indikasi terbaru meningkatnya ketegangan kedua negara, di tengah konflik yang telah berlangsung sekitar enam bulan dan sebelumnya mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Continue Reading

News

KH Miftachul Akhyar Kembali Jadi Rais Aam PBNU

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Rais Aam untuk masa khidmah 2026–2031.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui musyawarah sembilan kiai sepuh NU yang tergabung dalam Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Musyawarah berlangsung tertutup di Ndalem Kasepuhan, kediaman KH Wahab Hasbullah, di kompleks Muktamar ke-35 NU, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8).

Anggota AHWA KH Anwar Iskandar mengumumkan keputusan tersebut seusai sidang tertutup di Gedung Sidang Pleno V, Gedung Serba Guna.

“Setelah melakukan musyawarah tertutup, anggota AHWA secara mufakat memutuskan bahwa nama KH Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031,” kata Anwar.

Dengan keputusan itu, Miftachul Akhyar melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam setelah sebelumnya menduduki posisi yang sama pada masa khidmah 2021–2026.

Miftachul Akhyar merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya. Karier organisasinya di NU telah berlangsung panjang, mulai dari Rais Syuriyah PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Wakil Rais Aam PBNU, hingga Pejabat Rais Aam sebelum akhirnya ditetapkan sebagai Rais Aam definitif.

Di luar NU, Miftachul Akhyar juga pernah memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Ketua Umum untuk periode 2020–2025.

Continue Reading

News

Muhammadiyah dan Kitab Kuning: Turats Tetap Penting dalam Tajdid

Muhammadiyah tidak menolak kitab kuning, tetapi menjadikannya bagian penting dari tradisi intelektual untuk memahami, mengkritisi, dan mengembangkan pembaruan pemikiran Islam.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Muhammadiyah tidak dapat disebut sebagai gerakan yang anti terhadap kitab kuning atau turats. Ustaz Nur Fajri Ramadan, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM DKI Jakarta, menjelaskan bahwa warisan intelektual ulama klasik justru memiliki posisi penting dalam proses tajdid atau pembaruan pemikiran Islam.

Menurut Nur Fajri, pembaruan tidak mungkin dilakukan secara memadai tanpa memahami khazanah keilmuan yang telah diwariskan ulama terdahulu. Kajian terhadap turats diperlukan agar proses purifikasi maupun pembaruan tidak dilakukan secara parsial, tetapi memiliki landasan keilmuan dan mampu memahami konteks pemikiran yang berkembang dalam sejarah Islam.

Pandangan tersebut juga memiliki akar sejarah dalam perjalanan Muhammadiyah. Tokoh seperti KH Ahmad Dahlan dan KH Mas Mansur dikenal memiliki tradisi belajar yang bersentuhan dengan literatur dan pemikiran ulama klasik. Dengan demikian, tajdid tidak berarti memutus hubungan dengan tradisi keilmuan masa lalu, melainkan melakukan pembacaan kembali secara kritis untuk menjawab persoalan yang muncul pada zaman berbeda.

Dalam praktik organisasi, Muhammadiyah juga mengembangkan pendekatan yang relatif egaliter terhadap kemampuan membaca kitab kuning. Kemampuan memahami teks Arab klasik bukan satu-satunya ukuran kontribusi seseorang dalam gerakan Muhammadiyah. Dokter, akademisi, insinyur, profesional, pendidik, maupun bidang keahlian lainnya dapat memberikan kontribusi sesuai kompetensinya masing-masing selama berada dalam kerangka nilai dan tujuan organisasi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tradisi intelektual dan profesionalisme dapat berjalan beriringan. Penguasaan turats menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat pemahaman keislaman, sementara keahlian modern diperlukan untuk menghadapi persoalan masyarakat yang semakin kompleks. Keduanya tidak harus dipertentangkan.

Diskusi tersebut juga memperlihatkan bagaimana Muhammadiyah berupaya menggunakan kerangka teologi untuk merespons persoalan kontemporer, termasuk ateisme dan isu kesejahteraan hewan. Tantangannya bukan sekadar memberikan jawaban normatif, tetapi menghadirkan pendekatan keagamaan yang argumentatif, kontekstual, dan tetap mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan serta realitas sosial.

Dengan demikian, tudingan bahwa Muhammadiyah anti-kitab kuning perlu dilihat secara lebih proporsional. Tajdid bukan berarti meninggalkan turats, melainkan memahami warisan intelektual tersebut untuk kemudian melakukan pembaruan sesuai kebutuhan zaman. Dalam perspektif ini, tradisi klasik dan pemikiran modern dapat ditempatkan sebagai dua sumber dialog intelektual yang saling memperkaya bagi perkembangan pemikiran Islam.

Continue Reading

News

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Lewat Digination Day

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat penguatan ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan, aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD). Langkah itu ditegaskan dalam Digital Financial Innovation Day (OJK Digination Day) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut mempertemukan regulator, pemerintah, parlemen, pelaku industri, investor, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong pengembangan keuangan digital yang inovatif sekaligus aman, inklusif, berintegritas, dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko menegaskan inovasi keuangan digital kini telah menjadi bagian dari sistem keuangan nasional. Karena itu, sektor tersebut harus tunduk pada prinsip tata kelola, manajemen risiko, dan pelindungan konsumen yang setara dengan sektor keuangan lainnya.

“Same activity, same risk, same regulation,” kata Hernawan.

OJK juga memperkenalkan OJK Fintech Startup Accelerator sebagai penghubung perusahaan rintisan dengan industri jasa keuangan, investor, dan regulator. Program ini diperkuat melalui demo day dan business matching untuk membuka akses inovator terhadap pendanaan serta kemitraan industri.

Di sisi regulasi, OJK menyiapkan kerangka yang lebih adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial, tokenisasi aset, blockchain, dan aset kripto. Arah kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Peta Jalan IAKD 2026–2031, sejalan dengan penyempurnaan kerangka hukum sektor keuangan melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026.

Pertumbuhan transaksi digital juga terus berlanjut. Hingga Juli 2026, OJK mencatat jumlah akun konsumen perdagangan aset keuangan digital mencapai 22,93 juta akun.

Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp20,52 triliun, sementara transaksi derivatif tercatat Rp3,41 triliun.

Aktivitas tersebut ditopang infrastruktur pasar yang terdiri atas dua bursa aset keuangan digital, dua lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua pengelola tempat penyimpanan, serta 26 pedagang aset keuangan digital berizin.

Di sektor inovasi teknologi keuangan, OJK mencatat delapan penyelenggara pemeringkat kredit alternatif dan 16 penyelenggara agregasi jasa keuangan. Seluruhnya telah membangun 1.357 kemitraan dengan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun menilai perkembangan IAKD dan aset kripto berpotensi membuka sumber pembiayaan baru sekaligus memperluas inklusi keuangan. Namun, peluang tersebut harus diimbangi regulasi yang adaptif, akses pendanaan, peningkatan kapasitas, dan penguatan talenta digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menambahkan, pengembangan ekosistem digital membutuhkan sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan OJK. Komdigi berfokus pada infrastruktur, kebijakan kecerdasan artifisial, dan talenta digital, sedangkan OJK memastikan inovasi tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian, pelindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan.

Selain mendorong industri, OJK memperkuat sisi edukasi dan pelindungan konsumen dengan meluncurkan Buku Saku 2.0 Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto.

Publikasi yang disusun bersama industri tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memahami karakteristik, manfaat, sekaligus risiko aset keuangan digital dan aset kripto.

Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK Adi Budiarso mengatakan literasi dan kecerdasan finansial menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, OJK memusatkan pengembangan IAKD pada tiga agenda: deepening, untuk memperdalam ekosistem yang sudah terbentuk; widening, untuk memperluas jangkauan dan pemanfaatan inovasi; serta safeguarding, untuk memperkuat pelindungan konsumen dan mitigasi risiko.

OJK menegaskan Digination Day 2026 bukan sekadar agenda seremonial. Forum tersebut diarahkan menjadi ruang kerja bersama untuk menyelaraskan kebijakan dan memperkuat fondasi keuangan digital nasional.

Dengan regulasi yang adaptif, inovasi yang bertanggung jawab, dan pelindungan konsumen yang kuat, OJK menargetkan ekosistem keuangan digital Indonesia tumbuh lebih inklusif, aman, kompetitif, dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Sebanyak 4.021 Alumni LKP Siap Bekerja di 11 Negara

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com –  Kebutuhan industri yang bergerak cepat menuntut arah baru dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan mengadakan Gebyar Kursus 2026, mengusung tema “Connecting Skills, Creating Futures“, di Jakarta, Sabtu (29/8). 

Dalam acara tersebut, sebanyak 4.021 alumni lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di 11 negara. Capaian ini menjadi bukti bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan nonformal dapat membuka jalan menuju dunia kerja, bahkan hingga mancanegara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pelepasan ribuan alumni tersebut menunjukkan peran penting pendidikan nonformal dalam memberikan keterampilan kepada anak-anak Indonesia agar dapat memperoleh pekerjaan di sektor-sektor profesional, baik di dalam maupun luar negeri.

“Mereka adalah diaspora-diaspora Indonesia yang ke luar negeri bukan semata-mata untuk mencari rezeki, tetapi mereka adalah duta-duta Indonesia yang membawa misi Indonesia, membawa misi untuk memperkuat jalinan kerja sama dan bahkan jaringan bisnis antara Indonesia dengan negara-negara lain di mana mereka berada.”

Mendikdasmen juga memberikan apresiasi kepada forum LKP dan Direktorat Kursus dan Pelatihan yang telah menyelenggarakan Gebyar LKP 2026. Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang fleksibel, mudah dijangkau, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Hal ini selaras dengan arahan Bapak Presiden. Selain program SMK Go Global dan juga SMK 3 + 1, program ini juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan formal dan nonformal berperan penting dalam membekali anak-anak Indonesia dengan kecakapan hidup untuk mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang layak, baik untuk mereka secara pribadi maupun dalam konteks yang lebih besar untuk kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.  

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa pelepasan ini bukan sekadar seremoni pemberangkatan kerja, melainkan bagian dari misi besar menghubungkan keterampilan dengan kesempatan.

“Hari ini kita tidak sekadar melepas 4.021 alumni, tetapi kita melepas talenta Indonesia yang membawa keterampilan, karakter, dan nama bangsa ke panggung dunia. Dengan Connecting Skills, Creating Futures, kita hubungkan keterampilan mereka, kita buka kesempatannya, dan bersama kita ciptakan masa depan yang lebih baik,” ujar Tatang.

Dukungan juga datang dari Ketua Komisi X DPR RI, Agung Widyantoro, yang mengapresiasi Gebyar Kursus 2026. Pihaknya menekankan pentingnya responsivitas LKP terhadap kebutuhan pasar kerja yang dinamis.

“LKP harus mampu membaca perubahan pasar kerja agar program pelatihannya tidak tertinggal dari perkembangan industri. Hubungan antara lembaga kursus, pemerintah, dan dunia usaha/dunia industri (DUDI) perlu terus diperkuat. LKP diharapkan tidak hanya berfokus pada sertifikasi, tetapi memastikan akses pekerjaan yang nyata. Keterampilan teknis juga perlu dilengkapi dengan kemampuan digital, manajemen usaha, pemasaran, literasi keuangan, hingga pembuatan jejaring agar lulusan didorong menjadi pencipta lapangan kerja,”  jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (PLKP) Indonesia, Zulkifli M. Adam, menegaskan bahwa lulusan LKP memiliki daya serap yang luas, baik di pasar kerja domestik, internasional, maupun jalur kewirausahaan.

“Ini adalah salah satu wujud konkret lembaga kursus bersama pemerintah dalam rangka menuntaskan masalah pengangguran dan kemiskinan,” ujar Zulkifli.

Sektor perhotelan dan kuliner (hospitality) serta tenaga pengasuh (caregiver) menjadi bidang utama yang menyerap banyak lulusan di luar negeri. Pada pelepasan kali ini, para alumni LKP memperoleh kesempatan berkarier di berbagai negara, antara lain Jepang, Malaysia, Bulgaria, Thailand, Albania, Singapura, dan Turki.

Rangkaian Gebyar Kursus 2026 juga dimeriahkan dengan kompetisi keterampilan, pameran/ekspo, promosi program unggulan LKP, hingga sesi business matching. Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berkomitmen dalam perluasan akses pendidikan keterampilan dan penguatan kemitraan strategis dengan para pemangku kepentingan. Hal ini dikarenakan perubahan dunia yang cepat, tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai, tetapi juga SDM yang terus belajar.

Continue Reading

News

Pollux Hotels Tunjuk OTIS Elevator untuk Proyek Fraser Residence

Pollux Hotels memilih OTIS Elevator sebagai mitra untuk proyek Fraser Residence, menandai kolaborasi strategis dalam menghadirkan solusi transportasi vertikal yang inovatif dan aman.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pollux Hotels resmi menjalin kolaborasi dengan PT Citas Otis Elevator (OTIS) melalui penunjukan OTIS sebagai mitra elevator untuk proyek Fraser Residence. Kolaborasi ini menjadi kerja sama perdana antara Pollux Hotels dan OTIS Elevator, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan Fraser Residence dengan infrastruktur transportasi vertikal yang mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan, keandalan, dan teknologi.

Penandatanganan kerja sama berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026, di WorldCapital Tower, Jakarta, dan dihadiri oleh Joseph Hasnan, President Director PTCitas Otis Elevator; M. Fajar Hermansyah, Operations Leader; P&L Responsible; serta Nurzaman Khairudin, Modernization & Full Replacement Sales Engineer OTIS.

Dari jajaran manajemen Pollux Hotels, turut hadir Teny Siti Febriyani, President Commissioner, dan Aswin Desmonda Rosidi, Director.

Dalam kesempatan tersebut, Teny Siti Febriyani, President Commissioner Pollux Hotels, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat berkembang menjadi partnership jangka panjang yang memberikan manfaat bagi kedua perusahaan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi partnership jangka panjang yang saling memberikan manfaat, baik dalam pengembangan properti baru maupun dalam modernization dan improvement terhadap existing properties kami. Semoga kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan value yang positif bagi kedua perusahaan.”

”Penunjukan OTIS untuk proyek Fraser Residence merupakan bagian dari komitmen Pollux Hotels dalam menghadirkan kualitas infrastruktur yang mendukung standar keselamatan dan kenyamanan bagi para penghuni. Sebagai pengembangan hunian yang bekerja sama dengan Frasers Hospitality, Fraser Residence diharapkan dapat memberikan pengalaman tinggal yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Sementara itu, Joseph Hasnan, President Director PT Citas Otis Elevator, menyampaikan bahwa OTIS merasa bangga dapat menjadi bagian dari pengembangan Fraser Residence bersama Pollux Hotels.

Joseph menjelaskan bahwa OTIS merupakan salah satu perusahaan elevator terbesar di dunia dengan sejarah panjang dalam industri transportasi vertikal. Berdiri sejak 1853, OTIS dikenal sebagai pionir dalam pengembangan safety elevator dan telah menjadi bagian dari berbagai bangunan ikonik di dunia, termasuk Burj Khalifa, Menara Eiffel, dan Petronas Twin Towers.

Dengan pengalaman lebih dari satu abad, OTIS terus mengembangkan teknologi dan solusi elevator yang mengutamakan keselamatan, reliability, dan inovasi.

Joseph juga menyampaikan bahwa terdapat keselarasan antara visi OTIS dan Pollux Hotels, sehingga diharapkan kolaborasi ini dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.

“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat berkolaborasi dengan Pollux Hotels. Kami melihat bahwa visi OTIS dan Pollux memiliki alignment yang baik. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi partnership jangka panjang dan memberikan value yang positif bagi kedua perusahaan.”

Selain mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan, OTIS juga menghadirkan solusi teknologi yang mendukung konektivitas digital dan pengelolaan elevator secara lebih pintar.

Salah satunya melalui Otis ONE™, solusi berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan kondisi dan performa elevator dipantau secara real-time. Teknologi ini membantu mengidentifikasi potensi masalah sejak dini sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan secara lebih proaktif.

OTIS juga memiliki Otis eCall™ Plus, yang memungkinkan pengguna memanggil elevator melalui smartphone tanpa harus menyentuh tombol fisik. Selain itu, integrasi berbasis cloud dan API memungkinkan sistem elevator terhubung dengan sistem manajemen gedung, termasuk sistem keamanan maupun perangkat pintar lainnya.

Penerapan teknologi tersebut sejalan dengan kebutuhan properti modern yang tidak hanya menuntut kenyamanan dan estetika, tetapi juga safety, reliability, efficiency,dan digital connectivity.

Kolaborasi ini turut mendapat apresiasi dari Efendy Susanto, Director of Business Development for Frasers Hospitality, yang menekankan pentingnya kualitas infrastruktur dan mitra yang andal dalam mendukung pengalaman penghuni maupun tamu.

“At Frasers Hospitality, we believe that quality infrastructure and reliable partnersare important in supporting a safe and comfortable experience for our guests. Weappreciate Pollux’s continued commitment to the development of Fraser Residenceand congratulate the team on this milestone with Otis.”

”Penunjukan OTIS sebagai mitra elevator untuk Fraser Residence menjadi langkah awal dalam hubungan strategis antara Pollux Hotels dan OTIS Elevator. Ke depan, kerjasama ini diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya dalam mendukung proyek Fraser Residence, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan properti baru maupun modernization and improvement terhadap existing properties Pollux Hotels.

Melalui kolaborasi ini, Pollux Hotels dan OTIS optimistis dapat menghadirkan solusi transportasi vertikal yang mendukung standar keselamatan, kenyamanan, dan kualitas yang dibutuhkan oleh properti modern, sekaligus menciptakan long-term partnership yang memberikan nilai positif bagi kedua perusahaan.

Continue Reading

News

Perlombaan Global AI Ancam Eksistensi Lingkungan

Dokumenter Four Corners mengungkap sisi gelap perlombaan teknologi kecerdasan buatan yang mengorbankan keamanan publik dan keberlanjutan lingkungan demi dominasi pasar.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sebuah dokumenter terbaru dari program Four Corners mengungkap secara mendalam dinamika perlombaan teknologi kecerdasan buatan global yang sarat akan implikasi sosial, ekonomi, dan keamanan. Perusahaan teknologi raksasa seperti OpenAI, Anthropic, dan Google DeepMind dilaporkan terlibat dalam kompetisi besar-besaran untuk menciptakan sistem superintelligence yang melampaui kecerdasan manusia. Persaingan ini didorong oleh aliran investasi yang nilainya telah mencapai triliunan dolar, menandai era baru dominasi teknologi yang mengubah lanskap industri dunia.

Di balik ambisi tersebut, para ahli memperingatkan adanya risiko eksistensial yang nyata akibat hilangnya kendali atas sistem AI yang semakin otonom atau dikenal sebagai agentic AI. Teknologi ini memiliki kemampuan untuk menulis kode pemrogramannya sendiri serta mereplikasi diri tanpa intervensi manusia secara langsung. Kondisi ini membuka peluang penyalahgunaan yang serius, termasuk potensi pemanfaatan AI untuk mengembangkan ancaman biologis maupun serangan siber yang sulit dilacak dan dikendalikan oleh otoritas keamanan global.

Dampak ekonomi dan sosial dari percepatan pengembangan AI juga mulai terasa secara nyata di pasar tenaga kerja. Gelombang pemutusan hubungan kerja di sektor teknologi telah terjadi, disertai kekhawatiran jangka panjang mengenai hilangnya pekerjaan kerah putih tingkat pemula. Selain itu, masalah keamanan produk semakin mencuat ke permukaan melalui sejumlah kasus hukum yang melibatkan chatbot berbahaya. Insiden yang mendorong perilaku menyakiti diri sendiri pada pengguna muda menyoroti absennya perlindungan pengguna yang memadai dalam pengembangan produk AI komersial.

Ekspansi teknologi ini juga meninggalkan jejak fisik dan lingkungan yang masif melalui pembangunan pusat data dalam skala besar. Di Amerika Serikat dan kini merambah ke Australia, pembangunan fasilitas infrastruktur AI ini memicu penolakan keras dari masyarakat setempat. Warga mengeluhkan dampak negatif berupa kebisingan, polusi, serta konsumsi air dan energi listrik yang sangat besar, yang dinilai mengancam keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup di sekitar lokasi pembangunan.

Menanggapi berbagai risiko tersebut, lanskap politik dan regulasi AI dipenuhi ketegangan antara kebutuhan mendesak akan keamanan publik dan kuatnya pengaruh lobi dari perusahaan teknologi. Di Australia, pemerintah sempat merencanakan penerapan aturan yang ketat untuk mengawasi perkembangan AI, namun kebijakan tersebut kemudian melunak akibat tekanan industri. Langkah mundur ini memicu kritik tajam dari para ahli dan aktivis yang menilai bahwa keselamatan masyarakat dikorbankan demi kepentingan komersial segelintir korporasi teknologi global.

Continue Reading

News

Abdul Mu’ti: Tantangan Pendidikan Indonesia Ada pada Budaya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perubahan regulasi, tetapi harus dimulai dari perubahan mindset dan budaya belajar.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai persoalan terbesar pendidikan Indonesia bukan semata-mata terletak pada regulasi, melainkan pada budaya dan pola pikir yang berkembang di masyarakat. Pandangan tersebut disampaikan dalam diskusi bersama Lensamu Podcast yang membahas tantangan pendidikan, pembelajaran mendalam, digitalisasi, hingga arah kepemimpinan pendidikan di Indonesia.

Menurut Abdul Mu’ti, perubahan pendidikan pada akhirnya merupakan perubahan perilaku manusia. Regulasi dapat menjadi instrumen untuk mengarahkan perubahan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat untuk mengubah cara berpikir. Karena itu, reformasi pendidikan perlu menyentuh aspek budaya, bukan hanya menghasilkan aturan atau program baru.

Salah satu gagasan yang menjadi perhatian adalah pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan ini ditempatkan sebagai alternatif terhadap proses belajar yang hanya berada pada tingkat permukaan (surface-level processing) atau sekadar menghafal informasi. Pembelajaran mendalam mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, membandingkan berbagai informasi, menghubungkan konsep dengan pengalaman, serta memahami keterkaitan antara materi pelajaran dan persoalan kehidupan nyata.

Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, Abdul Mu’ti juga menilai teknologi tidak seharusnya ditolak. Internet dan AI justru dapat menjadi alat pembelajaran apabila digunakan untuk memperkuat kemampuan berpikir dan memahami informasi. Tantangannya adalah menjaga agar kemudahan memperoleh jawaban tidak membuat peserta didik kehilangan kemampuan membaca secara mendalam, menalar, bertanya, dan memverifikasi informasi.

Perspektif tersebut juga berkaitan dengan warisan pendidikan K.H. Ahmad Dahlan. Abdul Mu’ti menyoroti setidaknya tiga pembaruan penting dalam tradisi pendidikan Muhammadiyah, yakni pembaruan kurikulum, kelembagaan, dan pembelajaran. Pendidikan tidak dipisahkan secara kaku antara ilmu agama dan ilmu umum, lembaga pendidikan menggabungkan unsur modern dan pesantren, sementara peserta didik didorong untuk aktif bertanya dan berdiskusi.

Ia juga menolak dikotomi antara ilmu agama dan sains. Matematika, misalnya, bukan ilmu yang terpisah dari kebutuhan keagamaan. Kemampuan matematika dapat digunakan dalam praktik ibadah dan kehidupan umat, seperti menentukan arah kiblat maupun menghitung pembagian warisan. Cara pandang integratif semacam ini dinilai penting untuk membangun generasi yang memiliki kemampuan akademik sekaligus pemahaman keagamaan.

Dalam aspek kepemimpinan, Abdul Mu’ti menyampaikan keinginan agar dirinya dikenang sebagai menteri yang sederhana dan tidak elitis. Ia menekankan pentingnya membangun kultur kepemimpinan yang mudah dijangkau dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Pesan tersebut memperlihatkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya menyangkut kurikulum dan teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya birokrasi dan kepemimpinan.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa masa depan pendidikan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan mengubah budaya belajar. Teknologi, AI, kurikulum, dan regulasi dapat menjadi instrumen penting, tetapi tujuan akhirnya tetap membangun manusia yang mampu berpikir, memahami, bertanya, bekerja sama, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Dalam kerangka itu, pembelajaran mendalam menjadi salah satu pendekatan untuk menggeser pendidikan Indonesia dari budaya hafalan menuju budaya penalaran dan pemahaman.

Continue Reading