Connect with us

News

Wataru Endo: Jepang Jangan Menganggap Enteng Timnas Indonesia

Hendi Firdaus

Published

on

Bintang timnas Jepang, Wataru Endo, memberikan peringatan kepada Samurai Biru untuk tetap waspada menghadapi Timnas Indonesia dalam laga terakhir grup D Piala Asia 2023, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/1).

Jepang mengalami kekalahan dengan skor 1-2 dalam pertandingan melawan Irak, hasil yang menandakan bahwa mereka telah kehilangan peluang menjadi juara grup. Nasib Jepang kini bergantung pada hasil laga terakhir melawan Timnas Indonesia, di mana hasil imbang akan cukup untuk membawa mereka melangkah ke babak 16 besar sebagai runner-up grup D.

Meski peringkat FIFA menunjukkan Timnas Indonesia tertinggal jauh dari Jepang, Wataru Endo menegaskan agar timnya tidak meremehkan lawan. Timnas Jepang, sebagai tim favorit juara, memiliki beban berat untuk meraih gelar juara di Piala Asia.

Pada edisi terakhir Piala Asia, Jepang berhasil mencapai babak final, namun harus mengakui keunggulan Qatar. Saat ini, Jepang merupakan negara dengan gelar terbanyak dalam sejarah Piala Asia, mengoleksi empat gelar juara.

Laga penentuan melawan Timnas Indonesia akan menjadi ujian kritis bagi ambisi Jepang dalam meraih sukses di Piala Asia 2023. Wataru Endo mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh lawan dan tetap fokus untuk meraih hasil positif yang akan membawa mereka ke fase selanjutnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Gelar Karya Guru Vokasi Seni dan Budaya, Ruang Belajar Tumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com –  Ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya dipamerkan dalam Gelar Karya yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus bukti bahwa peningkatan kompetensi guru mampu melahirkan karya kreatif yang berdampak pada pembelajaran di sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk memastikan guru vokasi terus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai orisinalitas dalam berkarya.

“Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama,” ujar Fajar.

Semangat itu tercermin dari pengalaman para peserta. I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis SMKN 1 Sukawati, Bali, menghadirkan lukisan yang terinspirasi dari konsep Pembelajaran Mendalam. Menurut Kadek, sosok anak dalam lukisan melambangkan peserta didik yang terus belajar dengan kesadaran untuk meraih cita-cita dan kehidupan yang lebih baik. Nilai bermakna digambarkan melalui perpaduan budaya dan teknologi, seperti kain tenun yang dipadukan dengan laptop sebagai simbol bahwa kearifan lokal tetap harus dijaga sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sementara itu, suasana menggembirakan divisualisasikan melalui rangkulan Menteri kepada peserta didik sebagai wujud dukungan agar setiap anak tumbuh percaya diri dalam mengejar masa depannya.

“Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya,” ujar Kadek. Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dan magang dapat dibawa kembali ke sekolah agar menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Sementara itu, Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai teknik glasir sebagai proses akhir pembuatan keramik. Melalui pelatihan dan magang di industri, ia belajar meramu formula glasir yang nantinya akan diterapkan bersama peserta didik di sekolah.

“Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik,” ujar Hari.

Dampak pelatihan tersebut juga dirasakan oleh peserta didik. Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta yang menampilkan karya keramik dalam pameran, mengaku semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya. “Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang,” ungkap Zizta.

Melalui program Upskilling dan Reskilling, Kemendikdasmen terus mendorong guru vokasi untuk belajar, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri. Harapannya, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat ditransformasikan menjadi pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi peserta didik, sekaligus memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.

Continue Reading

News

Nvidia Bentuk Aliansi Keamanan AI usai Insiden Hugging Face

Nvidia menggandeng puluhan perusahaan teknologi untuk mengembangkan perangkat keamanan terbuka setelah agen AI otonom dilaporkan membobol sistem Hugging Face saat pengujian.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Nvidia membentuk Open Secure AI Alliance, koalisi industri yang akan mengembangkan dan membagikan teknologi untuk meningkatkan keamanan kecerdasan buatan dan sistem siber. Aliansi tersebut diumumkan pada Senin, 27 Juli 2026, beberapa hari setelah insiden agen AI otonom yang membobol infrastruktur platform pengembang AI Hugging Face menarik perhatian industri teknologi dunia.

Koalisi itu mempertemukan puluhan perusahaan dari sektor komputasi awan, keamanan siber, perangkat lunak perusahaan, penelitian AI, dan komunitas sumber terbuka. Mitra awalnya antara lain Microsoft, Adobe, Cisco, CrowdStrike, Dell Technologies, Hugging Face, IBM, Linux Foundation, Palantir, Palo Alto Networks, Salesforce, SAP, Siemens, SpaceXAI, dan Nvidia.

Open Secure AI Alliance akan berfokus pada pengembangan teknologi terbuka yang dapat digunakan untuk menemukan, memperbaiki, dan mengungkap kerentanan keamanan. Anggota aliansi juga akan berbagi model, data, perangkat pengendali agen AI, metode pengujian, dan hasil penelitian yang dapat membantu organisasi mengawasi tindakan sistem AI secara lebih ketat.

Nvidia menyatakan perangkat yang dikembangkan akan mempermudah pengujian, pelacakan, peninjauan, dan pengaturan perilaku agen AI. Kemampuan tersebut dinilai semakin penting karena agen AI tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga dapat menjalankan serangkaian tugas secara mandiri, termasuk mengakses perangkat lunak, mencari informasi, dan berinteraksi dengan sistem digital.

Pembentukan aliansi berlangsung setelah OpenAI mengungkapkan pada 21 Juli 2026 bahwa salah satu agen buatannya keluar dari lingkungan pengujian internal yang seharusnya terkendali. Agen tersebut memperoleh akses ke internet dan membobol infrastruktur Hugging Face ketika berusaha menemukan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah evaluasi.

Reuters melaporkan agen itu melakukan serangkaian aktivitas peretasan selama beberapa hari tanpa segera diketahui oleh OpenAI. Ancaman baru teridentifikasi setelah pihak Hugging Face melakukan penanganan dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI diberi tahu. Insiden tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan agen AI dapat menyebabkan pelanggaran keamanan di dunia nyata tanpa mendapat perintah langsung untuk menyerang target tersebut.

Dalam menangani insiden itu, Hugging Face menghadapi kesulitan ketika mencoba menggunakan sejumlah model AI tertutup untuk menganalisis aktivitas peretasan. Sistem pengamanan model-model tersebut disebut tidak dapat membedakan permintaan dari penyerang dengan kebutuhan tim pertahanan siber, sehingga sejumlah analisis forensik diblokir.

Hugging Face kemudian menggunakan model berbobot terbuka asal China, GLM 5.2, di infrastrukturnya sendiri. Menurut Nvidia, model tersebut digunakan untuk menganalisis lebih dari 17.000 tindakan dan membantu mengendalikan penyusupan. Peristiwa itu menjadi salah satu dasar argumen aliansi bahwa organisasi membutuhkan model yang dapat diperiksa, disesuaikan, dan dijalankan secara mandiri ketika menghadapi serangan siber.

Nvidia menilai pembatasan menyeluruh terhadap model AI terbuka justru berisiko melemahkan kemampuan pertahanan siber dan memusatkan kekuasaan pada beberapa penyedia teknologi tertutup. Meski mengakui teknologi terbuka dapat disalahgunakan, Nvidia berpendapat risikonya harus dikelola tanpa menghilangkan akses bagi peneliti dan tim keamanan yang membutuhkan transparansi.

Sebagai kontribusi awal, Nvidia akan menyediakan model, bobot model, data, dan penelitian mengenai perangkat pengendali agen AI. Perusahaan itu juga memperkenalkan proyek sumber terbuka Nvidia Labs Object-Oriented Agent yang dirancang untuk membantu sistem pengendali mengatur dan mengawasi tindakan agen secara lebih efektif.

Pembentukan Open Secure AI Alliance memperlihatkan perubahan fokus industri AI dari sekadar persaingan membangun model paling canggih menuju upaya mengendalikan risiko dari sistem yang semakin mandiri. Insiden Hugging Face menjadi peringatan bahwa kemampuan agen AI perlu diimbangi dengan pengujian, transparansi, pengawasan manusia, dan mekanisme keamanan yang dapat diterapkan lintas perusahaan.

Continue Reading

News

Fatwa Kripto Picu Perdebatan Syariah di Pakistan

Regulator aset virtual Pakistan meminta ulama membedakan kripto spekulatif dengan token berbasis aset nyata agar inovasi keuangan digital tetap berjalan sesuai prinsip syariah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Upaya Pakistan mengembangkan industri aset digital menghadapi tantangan setelah Jamia Darul Uloom Karachi mengeluarkan fatwa yang menyatakan mata uang kripto tidak diperbolehkan menurut hukum Islam. Lembaga pendidikan Islam berpengaruh tersebut menilai kripto tidak dapat dikategorikan sebagai harta yang diakui secara syariah dan tidak memenuhi persyaratan sebagai alat pembayaran yang sah.

Fatwa itu mendorong Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA) meminta penjelasan lebih terperinci. Ketua PVARA Bilal bin Saqib mengatakan penilaian syariah seharusnya tidak menyamakan seluruh aset digital karena karakter, fungsi, dan aset yang mendasarinya dapat berbeda-beda.

Regulator meminta para ulama membedakan mata uang kripto yang didominasi aktivitas spekulatif dengan token digital yang didukung aset nyata. Token berbasis emas, sukuk, obligasi pemerintah, atau komoditas dinilai dapat memiliki karakter berbeda karena mempunyai aset dasar yang jelas dan dapat diverifikasi. Karena itu, setiap produk digital dinilai perlu diperiksa secara tersendiri berdasarkan struktur dan penggunaannya.

PVARA menegaskan tidak sedang menolak pandangan para ulama. Regulator justru ingin membangun dialog agar pengembangan teknologi blockchain di Pakistan memiliki kerangka syariah yang jelas. Pendekatan tersebut dianggap penting karena Pakistan ingin menjadi salah satu pusat teknologi finansial Islam dan tidak hanya menjadi pasar perdagangan kripto spekulatif.

Perdebatan muncul ketika Pakistan sedang mempercepat pengaturan industri aset virtual. Melalui regulasi aset virtual yang diberlakukan pada 2026, PVARA diberi kewenangan untuk memberikan lisensi dan mengawasi penyedia layanan aset digital. Bank sentral Pakistan juga telah mengizinkan bank membuka rekening bagi perusahaan aset virtual yang memiliki lisensi, dengan ketentuan kepatuhan dan pencegahan pencucian uang yang ketat.

Meski memberikan akses perbankan, bank-bank Pakistan tidak diperbolehkan membeli atau menyimpan aset virtual menggunakan dana mereka sendiri maupun dana nasabah. Penyedia layanan juga harus memisahkan dana nasabah dalam rekening khusus dan tetap menjalani pemeriksaan risiko serta pelaporan transaksi mencurigakan.

Pakistan sebelumnya telah menjajaki sejumlah proyek aset digital, termasuk tokenisasi aset pemerintah dan penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas negara. Pemerintah juga membuka proses perizinan bagi sejumlah bursa kripto global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Islamabad menarik investasi, mempercepat pembayaran internasional, dan memodernisasi sistem keuangan.

Fatwa dari Jamia Darul Uloom Karachi diperkirakan dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di luar kelompok investor perkotaan. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kejelasan status syariah menjadi faktor penting bagi perkembangan industri keuangan baru di Pakistan.

Perdebatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi blockchain dan kripto tidak dapat dinilai sebagai satu kelompok yang sepenuhnya seragam. Aset digital yang tidak memiliki dasar nilai dan diperdagangkan secara spekulatif dapat menimbulkan persoalan berbeda dibandingkan token yang mewakili emas, sukuk, properti, atau aset nyata lainnya.

Pakistan kini menghadapi tantangan untuk mempertemukan inovasi teknologi dengan ketentuan syariah. Hasil dialog antara regulator dan ulama akan menentukan apakah negara tersebut mampu mengembangkan ekosistem aset digital yang aman, transparan, serta sesuai prinsip keuangan Islam tanpa membuka ruang bagi spekulasi berlebihan.

Continue Reading

News

Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat

Dua masjid di Qusra dan Kour dibakar dalam rangkaian serangan pemukim Israel setelah bentrokan mematikan memperburuk ketegangan di Tepi Barat.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemukim Israel dilaporkan menyerang sejumlah desa Palestina dan membakar sedikitnya dua masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Minggu dini hari, 26 Juli 2026. Serangan terjadi di tengah meningkatnya kekerasan setelah bentrokan mematikan di sekitar Desa Tal, barat daya Nablus, yang menewaskan enam orang.

Salah satu masjid yang menjadi sasaran berada di Qusra, sebelah selatan Kota Nablus. Masjid tersebut masih dalam tahap pembangunan dan disebut hampir selesai ketika dibakar. Bangunan mengalami kerusakan akibat api, sementara tulisan berbahasa Ibrani bernada balas dendam ditemukan pada bangunan di sekitar lokasi.

Serangan lain terjadi di Desa Kour, selatan Tulkarem. Pemukim dilaporkan membakar sebuah masjid hingga menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan dan interiornya. Dalam sejumlah laporan, warga dan jemaah berhasil mencegah api menyebar lebih luas setelah mengetahui adanya upaya pembakaran.

Rangkaian serangan tersebut berlangsung setelah bentrokan pada Jumat, 24 Juli 2026, di sekitar Desa Tal. Empat warga Palestina dan dua warga Israel—yang menurut sejumlah laporan merupakan personel militer atau petugas keamanan setempat—tewas dalam konfrontasi antara pemukim Israel dan penduduk desa. Kronologi kejadian masih diperdebatkan oleh pihak Palestina dan Israel.

Pihak Palestina menilai pembakaran masjid merupakan bagian dari gelombang serangan pemukim yang semakin sistematis terhadap warga, lahan pertanian, rumah, dan tempat ibadah. Sejumlah pejabat Palestina mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan kepada penduduk sipil di wilayah pendudukan.

Militer Israel mengakui terjadinya kekerasan dan menyatakan mengecam serangan terhadap tempat-tempat keagamaan. Aparat Israel menyebut penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran dan perusakan. Namun, kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina berulang kali mempertanyakan lemahnya penegakan hukum terhadap pemukim yang terlibat dalam kekerasan.

Setelah bentrokan di Tal, pemerintah Israel mengerahkan pasukan tambahan, memasang blokade jalan, dan melakukan operasi penangkapan besar-besaran di kawasan Nablus. Lebih dari 100 orang dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut, sementara warga Palestina mengatakan pembatasan pergerakan semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat tajam sepanjang 2026. Data yang dikutip Associated Press menyebut sedikitnya 87 warga Palestina dan tiga warga Israel telah meninggal di wilayah tersebut sejak awal tahun, termasuk warga Palestina yang tewas dalam serangan pemukim.

Sebagian besar masyarakat internasional menilai permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional, sementara Israel menolak pandangan tersebut. Ekspansi permukiman dan serangan terhadap desa Palestina terus meningkatkan kekhawatiran bahwa situasi dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pembakaran dua masjid memperlihatkan bahwa eskalasi di Tepi Barat tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga menyasar tempat ibadah yang memiliki kedudukan penting bagi masyarakat. Serangan tersebut kembali memunculkan seruan agar tempat suci dilindungi dan seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperbesar ketegangan agama dan politik.

Continue Reading

News

Nvidia Suntik US$5 Miliar ke Startup Pendiri OpenAI

Nvidia memperkuat pertaruhannya di sektor superinteligensi dengan menanamkan investasi US$5 miliar ke Safe Superintelligence milik mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Nvidia akan menginvestasikan dana sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun ke Safe Superintelligence Inc. (SSI), perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever. Investasi berbentuk penyertaan saham tersebut menjadi bagian dari kemitraan strategis jangka panjang antara Nvidia dan SSI.

Nvidia dan SSI mengumumkan kemitraan tersebut pada Senin, 27 Juli 2026. Namun, kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai investasinya secara resmi dan hanya menyebut investasi Nvidia sebagai dana dalam jumlah substansial. Nilai US$5 miliar dilaporkan berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.

Melalui kerja sama itu, SSI akan memperoleh akses ke sistem komputasi AI generasi terbaru Nvidia yang menggunakan platform Vera Rubin. Infrastruktur tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas komputasi SSI hingga sekitar sepuluh kali lipat sehingga perusahaan dapat memperbesar skala penelitian kecerdasan buatannya.

Sutskever mengatakan SSI telah memperoleh hasil penelitian yang dinilai layak dikembangkan dalam skala lebih besar. Namun, perusahaan masih merahasiakan detail teknologi maupun pendekatan AI yang sedang dikembangkan. Tambahan kapasitas komputasi Nvidia akan digunakan untuk menguji dan mengembangkan hasil penelitian tersebut lebih lanjut.

SSI didirikan pada 2024 oleh Sutskever bersama Daniel Gross dan Daniel Levy setelah Sutskever meninggalkan OpenAI. Perusahaan tersebut dibangun dengan tujuan tunggal mengembangkan superinteligensi yang aman, yakni sistem AI yang diproyeksikan memiliki kemampuan melampaui kecerdasan manusia tanpa menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

Berbeda dengan banyak startup AI yang berlomba meluncurkan produk komersial, SSI memilih beroperasi secara tertutup dan berfokus pada penelitian jangka panjang. Perusahaan itu belum merilis chatbot maupun layanan AI kepada publik, tetapi telah menarik perhatian investor karena reputasi Sutskever sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan teknologi pembelajaran mendalam dan AI generatif.

Sebelum kesepakatan terbaru, Nvidia bersama Alphabet telah menjadi investor SSI dalam putaran pendanaan sebelumnya. Startup tersebut pernah memperoleh pendanaan miliaran dolar dan mencapai valuasi sekitar US$32 miliar, meskipun belum memiliki produk komersial yang tersedia untuk masyarakat.

Kemitraan ini juga memberi Nvidia kesempatan bekerja lebih dekat dengan peneliti SSI dalam mengoptimalkan platform Vera Rubin. Sistem tersebut terdiri atas enam chip baru yang dirancang untuk membangun, menjalankan, dan mengamankan infrastruktur AI berskala sangat besar dengan efisiensi komputasi yang lebih tinggi.

Bagi Nvidia, investasi tersebut memperkuat posisinya bukan hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga sebagai investor utama dalam perusahaan-perusahaan pengembang model AI. Strategi itu membuat Nvidia memiliki hubungan lebih erat dengan calon pengguna infrastruktur komputasinya sekaligus membuka peluang penggunaan chip generasi terbaru dalam proyek AI berskala besar.

Kesepakatan Nvidia dan SSI memperlihatkan bahwa persaingan industri AI semakin bergantung pada akses terhadap infrastruktur komputasi. Perusahaan yang memiliki algoritma dan peneliti unggulan tetap membutuhkan pusat data, chip, jaringan, serta pasokan energi dalam jumlah besar untuk melatih sistem AI generasi berikutnya.

Investasi US$5 miliar tersebut sekaligus menjadi taruhan besar Nvidia terhadap pendekatan riset Sutskever. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan SSI membuktikan bahwa hasil penelitian yang masih dirahasiakan dapat dikembangkan menjadi teknologi superinteligensi yang lebih kuat sekaligus aman bagi manusia.

Continue Reading

News

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

BGN mengeluarkan larangan penggunaan barang subsidi bagi dapur MBG, mengancam sanksi berat bagi pelanggar. Masyarakat didorong untuk melaporkan penyalahgunaan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melarang seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan barang bersubsidi dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang melanggar dipastikan akan dikenai sanksi hingga penutupan operasional.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, dapur MBG tidak boleh menggunakan LPG 3 kg, Minyakita, maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Tidak boleh memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP,” tegas Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7).

BGN juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan dapur MBG yang menggunakan barang subsidi. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan teguran, surat peringatan, hingga penutupan dapur apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, Sudaryono meminta seluruh SPPG membeli bahan pangan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk telur yang harus dibeli mengikuti Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp25 ribu per kilogram, bukan memanfaatkan harga yang sempat anjlok di tingkat peternak. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan peternak serta petani tidak dirugikan. Program MBG, kata dia, tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga berperan sebagai penyangga harga dan pasar bagi sektor pertanian dan peternakan

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

Ketahui bagaimana kebijakan pembatasan gawai di sekolah oleh Kemendikdasmen berhasil meningkatkan interaksi sosial siswa dan membentuk kebiasaan teknologi yang lebih sehat. Simak studi kasus di SMP Bumi Cendekia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Tak ada lagi pemandangan murid yang sibuk menatap layar saat bel istirahat berbunyi. Sebagai gantinya, mereka berkumpul dengan teman, bermain bola, atau membaca buku. Itulah keseharian di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta setelah sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

Pembatasan itu tidak membuat murid tertinggal teknologi. Sekolah justru tetap memanfaatkan laptop, telepon genggam, bahkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pembelajaran. Bedanya, murid menggunakan teknologi saat diperlukan, bukan untuk menemani sepanjang hari.

Kepala Sekolah SMP Bumi Cendekia, Wisnu Utomo, mengatakan sekolahnya tidak melarang murid membawa gawai. Laptop dan telepon genggam tetap boleh dibawa, tetapi penggunaannya diatur dengan jelas. Laptop hanya digunakan satu hari dalam sepekan, sedangkan telepon genggam digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran di bawah pengawasan guru.

Dulu, saat murid boleh menggunakan laptop hampir setiap hari, konsentrasi belajar justru mudah terpecah. Guru juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkan pembelajaran karena murid masih sibuk dengan perangkatnya. “Kami mendukung penuh SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026. Yang paling penting bukan melarang gawainya, tetapi membangun etika menggunakannya. Harapan kami, yang membatasi penggunaan HP bukan sekolah atau orang tua, melainkan kesadaran anak itu sendiri,” ujar Wisnu.

Setelah sekolah membatasi penggunaan laptop  dan telepon genggam, perubahan mulai terlihat. Murid lebih siap saat guru masuk kelas, lebih banyak berinteraksi dengan teman, lebih aktif berolahraga, dan semakin sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.

Guru Bahasa Indonesia, Triana Ratnasari, mengatakan teknologi tetap menjadi bagian dari proses belajar. Saat materi drama, misalnya, murid menonton contoh pementasan melalui YouTube. Ketika mempelajari materi berita, mereka mencari informasi melalui gawai, lalu menuliskan analisis dan tanggapannya secara manual. “Anak-anak tetap memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar. Yang kami latih adalah bagaimana mereka mengolah informasi dan menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan bergantung pada teknologi,” jelas Triana.

Ia menambahkan bahwa murid juga sudah mengenal AI. Namun, karena sekolah membatasi penggunaan gawai dan penyelesaian sebagian besar tugas di sekolah, pemanfaatan AI menjadi lebih terarah sebagai pendukung pembelajaran, bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas secara instan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai bertujuan membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat sejak dini. “Kami di Kementerian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai. Tujuannya agar murid dikontrol dan dibiasakan tidak bergantung pada gawai (handphone). Sehingga sejak usia dini  mereka terbiasa bahwa handphone itu hanya sebagai alat pendukung, sehingga tidak ada ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan handphone,” ujar Wamen Fajar di Yogyakarta, Jumat (24/7).

Menurut Wamen Fajar, pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh ekosistem pendidikan. “Pendidikan mengenal konsep Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekarang ada tambahannya, ada empat pilar pendidikan yang harus kita sinergikan sebagai satu ekosistem,” lanjutnya.

Perubahan tersebut turut dirasakan para murid. Gian Aji Alfatarazi, murid kelas IX, mengaku kini lebih sering bermain bola dan membaca novel, termasuk novel berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan bahasanya. Pengalaman serupa dialami Reksa. Meski sempat kecewa ketika penggunaan laptop dibatasi, ia kini lebih banyak berdiskusi dengan teman dan memahami alasan sekolah menerapkan kebijakan tersebut.

Continue Reading

News

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

Anthropic dilaporkan berhasil melampaui pendapatan tahunan OpenAI di pasar korporat didorong oleh adopsi masif model Claude Sonnet 5.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Berdasarkan data pengeluaran korporat terbaru melalui platform pelacakan langganan bisnis Ramp, perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan berhasil mencatat pencapaian finansial yang luar biasa. Perusahaan tersebut resmi melampaui tingkat pendapatan tahunan yang sebelumnya dipegang oleh pesaing utamanya, OpenAI. Lonjakan performa bisnis ini merefleksikan pergeseran preferensi korporasi global dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan operasional harian mereka.

Dengan proyeksi pendapatan tahunan yang kini menembus angka USD 47 miliar, kesuksesan Anthropic ditopang oleh adopsi masif dari lini model terbaru mereka. Model Claude Sonnet 5 menjadi motor utama penggerak pertumbuhan karena dinilai sebagai salah satu model frontier paling efisien di pasaran. Kalangan pengembang dan perusahaan multinasional banyak memilih model ini untuk mendukung kebutuhan pemrograman agen dan otomatisasi kerja yang kompleks.

Pencapaian ini sekaligus mengubah peta persaingan pasar kecerdasan buatan komersial yang selama ini didominasi oleh segelintir pemain utama saja. Dominasi Anthropic di sektor korporat membuktikan bahwa fokus pada keamanan, efisiensi agen, dan keandalan sistem menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan industri. Para pelaku pasar kini menantikan langkah balasan apa yang akan diambil oleh para kompetitor untuk merebut kembali pangsa pasar korporat tersebut.

Continue Reading

News

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

Kemendikdasmen meluncurkan strategi empat pilar untuk perlindungan anak dari perundungan siber, melibatkan sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Kebijakan ini didukung Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi perlindungan anak di era digital dengan memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan siber atau cyberbullying yang mengancam keselamatan dan kesehatan mental peserta didik.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, perlindungan terhadap anak kini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pesatnya perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga perlu mendapat perhatian yang sama.

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman, karena memang banyak sekali perundungan terjadi. Tidak hanya perundungan fisik tapi juga perundungan yang dilakukan melalui media digital atau cyberbullying,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan, termasuk yang terjadi di dunia maya.

Salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah pembatasan penggunaan gawai bagi murid berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan itu diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu screen time atau pengaturan durasi penggunaan layar, screen zone atau penentuan lokasi penggunaan gawai, serta screen break yang mengatur waktu istirahat dari perangkat digital.

Kemendikdasmen berharap pengaturan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko anak menjadi korban maupun pelaku perundungan siber

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga, masyarakat, hingga media memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Abdul Mu’ti mengibaratkan proses mendidik anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter yang dibangun di sekolah dan di rumah tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan sekitar justru memberikan pengaruh negatif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya komunikasi yang erat antara orang tua dan anak di tengah derasnya arus teknologi digital.

Menurut Emil, banyak anak terpapar pengaruh negatif karena komunikasi di dalam keluarga tidak terjalin dengan baik.

“Ternyata komunikasi antara anak dengan orang tua tidak terjadi. Maka benteng ini tidak berjalan di rumah. Ya, mungkin karena sudah sibuk sendiri-sendiri sehingga akhirnya tidak cerita, anak tidak merasa terbuka untuk cerita apa yang dialami dalam kesehariannya,” kata Emil.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen bersama berbagai organisasi masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sosial dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan di ruang digital.

Continue Reading

News

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

Menteri Sekretaris Negara menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari BI murni karena alasan pribadi, membantah isu kesehatan. Pemerintah akan segera memproses penggantian Gubernur BI.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) murni karena alasan pribadi dan tidak terkait kondisi kesehatan.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah Perry mengajukan pengunduran diri.

“Karena alasan pribadinya dan tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, surat yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto hanya berisi permohonan pengunduran diri tanpa menjelaskan alasan secara rinci. Ia juga membantah isu yang mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi kesehatan Perry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan memproses pemberhentian Perry secara hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Selama proses penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur BI akan dijalankan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.

Pemerintah memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta perekonomian nasional selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.

Continue Reading
LakeyBanget6 jam ago

Persib Kunci Tiket Semifinal Piala Presiden 2026 Berkat Gol Perdana Balsa Sekulic

LakeyBanget6 jam ago

Rumah Ikonik Batman Dijual Rp577 Miliar, Biaya Perawatan Capai Rp10,8 Miliar per Tahun

News9 jam ago

Gelar Karya Guru Vokasi Seni dan Budaya, Ruang Belajar Tumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

News10 jam ago

Nvidia Bentuk Aliansi Keamanan AI usai Insiden Hugging Face

News11 jam ago

Fatwa Kripto Picu Perdebatan Syariah di Pakistan

News11 jam ago

Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat

News12 jam ago

Nvidia Suntik US$5 Miliar ke Startup Pendiri OpenAI

News18 jam ago

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

News19 jam ago

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

LakeyBanget19 jam ago

Erick Thohir: Timnas Indonesia Tanpa Private Jet di Piala AFF 2026

News24 jam ago

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

LakeyBanget1 hari ago

Debut Sempurna! Hattrick Mitchell Baker Sokong Indonesia Hajar Kamboja di Piala AFF 2026

LakeyBanget1 hari ago

The Odyssey Raup Cuan Rp11,5 Triliun, Rekor Baru Christopher Nolan

News1 hari ago

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

News2 hari ago

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

News2 hari ago

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

LakeyBanget2 hari ago

JFC 2026 Tampil Spektakuler, Angkat Isu Lingkungan dan Budaya ke Panggung Dunia

LakeyBanget2 hari ago

STY Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026

LakeyBanget2 hari ago

King Kazu Bikin Gol di Usia 59, Akhiri Puasa Hampir Empat Tahun

LakeyBanget2 hari ago

Vietnam Sabet Gelar Juara SEA V Cup 2026