News
Film Siapa Dia Siap Tayang di Bioskop Usai 3 Tahun Menanti
Monitorday.com – Setelah tertunda selama tiga tahun, film musikal “Siapa Dia” karya sutradara kenamaan Garin Nugroho akhirnya dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 28 Agustus 2025.
Kabar ini disambut dengan penuh antusias oleh para pemain, termasuk aktris Cindy Nirmala dan Gisella Anastasia, yang menyebut penantian panjang ini terasa sangat berharga.
“Kami menunggu film ini tayang tuh tiga tahun. Jadi, ih, tiga tahun kami menunggu ini,” ungkap Cindy seusai pemutaran terbatas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/8).
Cindy mengaku sangat bersyukur karena “Siapa Dia” menjadi film musikal layar lebar pertamanya. Dikenal publik lewat perannya sebagai Cupi di serial Para Pencari Tuhan jilid 16 dan 18, serta sejumlah film bergenre drama komedi dan horor, Cindy merasa terhormat bisa terlibat dalam proyek yang dinilai unik dan bersejarah ini.
Film “Siapa Dia” sendiri mengangkat tema perayaan perjalanan film Indonesia dari tahun 1926 hingga 2022, sekaligus menjadi penghormatan bagi film-film nasional yang mampu menembus pasar domestik maupun global.
Salah satu momen berkesan bagi Cindy adalah ketika ia beradu akting dalam satu adegan dengan aktor senior Nicholas Saputra. Meski tidak mengungkapkan alasan pasti keterlambatan penayangan film ini, Cindy mengaku lega dan bangga akhirnya film tersebut siap dipertontonkan kepada publik.
“Jadi bangga, bersyukur, dan it was very fun,” tambahnya.
Senada dengan Cindy, Gisella Anastasia yang juga membintangi film tersebut menyebut proses syuting sebagai pengalaman yang berbeda dan menantang. Film ini menjadi debutnya dalam genre musikal yang menggabungkan akting dan bernyanyi secara intensif.
“Karena ini film musikal pertama aku, rasanya agak enggak biasa. Dari mulai latihan nyanyi sekaligus akting, itu enggak sabar ingin lihat hasilnya,” ujar Gisella.
Tak hanya soal tantangan teknis, Gisella juga mengaku sempat salah tingkah karena harus berbagi adegan dengan Nicholas Saputra.
“Aku mah jujur saja salting saking senangnya,” katanya sambil tertawa.
Film “Siapa Dia” diharapkan menjadi angin segar di industri perfilman Indonesia dengan menghadirkan format musikal yang masih jarang diangkat ke layar lebar.
Kehadiran aktor dan aktris ternama, serta arahan dari Garin Nugroho, diyakini akan menjadikan film ini sebagai tontonan yang tak hanya menghibur, tetapi juga menghargai sejarah panjang sinema nasional.
News
Juara Dunia di Usia 19 Tahun, Lamine Yamal Kejar Mimpi Taklukkan Eropa
Monitorday.com – Lamine Yamal belum berhenti mencetak sejarah. Setelah mengantarkan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, bintang muda Barcelona itu kini membidik satu trofi bergengsi yang masih belum pernah diraihnya, yakni Liga Champions.
Di usia 19 tahun, Yamal telah mengoleksi dua gelar terbesar bersama Timnas Spanyol, yakni Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pesepak bola dengan pencapaian paling impresif sebelum genap berusia 20 tahun.
Meski sukses di level internasional, Yamal mengaku masih memiliki ambisi besar bersama Barcelona.
“Saya mau juara Liga Champions bersama Barcelona,” ujar Yamal, dikutip dari Diario AS, Rabu (22/7/2026).
Sejauh ini, pemain jebolan akademi La Masia itu telah mengoleksi enam trofi bersama Barcelona, termasuk tiga gelar La Liga. Namun, trofi Liga Champions masih menjadi kepingan yang belum melengkapi koleksi prestasinya.
Target Yamal sejalan dengan ambisi Barcelona untuk kembali berjaya di Eropa. Klub asal Katalunya itu terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 2014/2015 dan hingga kini belum mampu mengakhiri penantian panjang tersebut.
Tak hanya di level klub, Yamal juga menegaskan belum puas dengan pencapaiannya bersama Timnas Spanyol. Meski sudah meraih gelar juara Eropa dan dunia, ia ingin terus menambah koleksi trofi internasional.
“Saya juga mau menangi gelar Piala Dunia dan Piala Eropa lagi. Saya belum selesai,” tegasnya.
Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menanjak, Yamal diproyeksikan menjadi tumpuan Barcelona dan Timnas Spanyol dalam beberapa tahun ke depan. Kini, Liga Champions menjadi target besar berikutnya yang ingin ia taklukkan.
News
Resmi Pimpin BGN, Ini Profil Sudaryono
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Mantan Wakil Menteri Pertanian itu dipercaya memimpin BGN sekaligus mengawal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah.
Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penunjukan Sudaryono didasarkan pada keterlibatannya sejak awal dalam penyusunan konsep hingga pembahasan teknis Program Makan Bergizi Gratis. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk melanjutkan dan memperkuat implementasi program.
Pria yang akrab disapa Mas Dar itu lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Berasal dari keluarga petani sederhana, Sudaryono mengaku tumbuh dalam kondisi serba terbatas. Saat kecil, ia terbiasa memikul air dari sumur ke rumah karena desanya kerap mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Sudaryono berhasil menjadi lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara pada 2003. Ia kemudian melanjutkan pendidikan melalui beasiswa di Akademi Pertahanan Nasional Jepang dan meraih gelar Bachelor of Engineering pada 2009. Pendidikan pascasarjana ditempuh di Universitas Swiss German dengan gelar Magister Manajemen dan Master of Business Administration, sebelum menyelesaikan program doktor bidang manajemen dan bisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2025.
Karier profesional Sudaryono dimulai sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto pada 2009–2014. Setelah itu, ia menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Corporate Secretary Nusantara Energy, Direktur Utama Garuda TV, Direktur Utama PT Nusantara Telematics System, serta Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma.
Di bidang politik, Sudaryono menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. Ia juga aktif di berbagai organisasi yang bergerak di sektor pertanian dan perdagangan, seperti HKTI, Tani Merdeka Indonesia (TMI), PAPERA, dan APPSI.
Pada 18 Juli 2024, Sudaryono dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian. Selama menjabat, ia dikenal mendorong modernisasi sektor pertanian dan mendukung program swasembada pangan. Ia juga menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi agar distribusi pupuk bersubsidi kepada petani lebih efektif.
Kini, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono menghadapi tantangan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, tepat sasaran, dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia.
News
Kemendikdasmen Gandeng Polri Cetak Pelajar Cakap AI, 12 Polda Disiapkan Jadi Instruktur
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggandeng Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat literasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelajar. Kolaborasi ini bertujuan membekali generasi muda agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen dengan Polri sebagai dasar pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Program Paham AI di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Melalui program ini, personel dari 12 Kepolisian Daerah (Polda) akan dilatih menjadi instruktur. Mereka selanjutnya akan memberikan pelatihan kepada siswa SMA, SMK, dan sederajat di berbagai daerah.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan transformasi digital telah mengubah cara masyarakat belajar dan bekerja. Karena itu, penguasaan teknologi AI harus diimbangi dengan karakter digital yang kuat.
“Peningkatan kompetensi digital tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi saja. Membangun karakter digital agar murid mampu memanfaatkan AI secara bijaksana juga tak kalah penting agar kehadiran AI bisa bermanfaat secara optimal,” kata Tatang.
Ia menegaskan, dunia pendidikan tidak dapat menghadapi tantangan era digital sendirian. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang aman sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul.
“Kami meyakini bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul memerlukan sinergi lintas sektor. Dunia pendidikan tidak dapat bekerja sendiri. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat upaya kita dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, relevan dengan perkembangan teknologi, serta mampu menyiapkan generasi Indonesia yang cakap digital,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Teknologi dan Komunikasi Polri, Indarto, menyebut Program Paham AI sebagai langkah preventif jangka panjang untuk meningkatkan literasi AI di kalangan guru dan pelajar.
Menurut Indarto, perkembangan penggunaan AI berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Karena itu, edukasi dinilai menjadi pendekatan paling efektif untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan teknologi.
“Ini ruang untuk membangun kepercayaan antara Polri dan murid-murid. Kami harus hadir lebih awal melalui langkah-langkah preventif, menjadi mitra pendidikan sekaligus fasilitator bagi para guru dan murid,” ujar Indarto.
Kemendikdasmen berharap Program Paham AI dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas, sekaligus memperkuat pemahaman tentang etika, keamanan digital, serta potensi risiko seperti disinformasi, deepfake, kejahatan siber, pelanggaran privasi, dan penyalahgunaan AI.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat literasi digital nasional dan menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi transformasi digital secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
News
Kemendikdasmen Ajak Anak Kurangi Gawai dan Kembali Aktif Bermain di Hari Anak Nasional 2026
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum Kemendikdasmen mengajak anak kembali bermain aktif. Simak upaya pembatasan gawai demi mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan sosial.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak anak-anak Indonesia mengurangi penggunaan gawai dan kembali aktif bermain dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan digelar di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Kamis (23/7/2026), mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam memenuhi hak anak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang.
“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan dalam siaran pers, Rabu (22/7/2026).
Acara tersebut akan dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Salah satu agenda utama dalam peringatan HAN 2026 adalah Main Raya Anak Nusantara, yang menghadirkan berbagai aktivitas bermain edukatif. Program ini memadukan permainan tradisional, kegiatan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta eksplorasi alam sebagai sarana belajar.
Anak-anak PAUD hingga SD kelas rendah akan mengikuti kegiatan seperti eksplorasi alam, bermain peran, menjadi ilmuwan cilik, membuat layang-layang, dan merakit kincir angin. Sementara peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA akan diajak memainkan kembali permainan tradisional, seperti congklak, gasing, bakiak, egrang batok, rangku alu, hingga membuat perahu jong.
Menurut Kemendikdasmen, seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pengalaman bermain secara langsung.
Kampanye ini juga menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik anak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional melalui interaksi langsung.
Kurniawan menegaskan pembatasan penggunaan gawai di sekolah bukan berarti melarang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” katanya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen berharap seluruh elemen masyarakat semakin aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
News
Ini Alasan Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur
Nanik S Deyang memutuskan untuk mundur dari posisi Kepala BGN demi fokus pada pengobatan kesehatan jantungnya. Ia mendapat persetujuan Presiden Prabowo.
Monitorday.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberikan persetujuan agar Nanik menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengatakan Nanik berpamitan kepada Presiden pada Rabu (22/7/2026) untuk menjalani pengobatan sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza di Jakarta.
Dirgayuza menjelaskan, selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah melakukan sejumlah langkah reformasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai telah jenuh.
Selain itu, BGN juga menemukan 414 SPPG bermasalah yang disebut telah menyelamatkan ratusan miliar rupiah ke kas negara. Nanik juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan penyaluran MBG kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial pribadinya, Nanik mengatakan kondisi kesehatannya menjadi alasan utama pengunduran diri. Ia mengaku akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujar Nanik.
Nanik juga mengungkapkan Presiden Prabowo berpeluang membentuk Dewan Pengawas BGN dan implementasi Program MBG. Ia menyebut dirinya berpotensi dipercaya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan akan tetap mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
News
OKI Latih Tenaga Kesehatan Benin
Pelatihan penanganan perdarahan pascapersalinan digelar untuk memperkuat pelayanan darurat serta menekan angka kematian ibu di Benin.
Monitorday.com– Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation atau COMSTECH dan Kementerian Kesehatan Benin menggelar pelatihan penanganan perdarahan pascapersalinan bagi tenaga kesehatan di Cotonou, Benin, pada 13–16 Juli 2026.
Program tersebut difokuskan pada pencegahan dan penanganan perdarahan pascapersalinan sebagai bagian dari pelayanan obstetri darurat. Pelatihan diharapkan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan bagi ibu, bayi baru lahir, dan anak.
Peserta pelatihan berasal dari fasilitas kesehatan di wilayah Cotonou 5 dan Cotonou 6. Mereka memperoleh pembelajaran melalui kuliah teori, simulasi praktik, dan pelatihan klinis agar mampu mengambil tindakan secara cepat ketika menghadapi kondisi darurat persalinan.
Asisten Sekretaris Jenderal OKI Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Aftab Ahmad Khokhar, mengatakan perdarahan pascapersalinan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia. Padahal, risiko kematian dapat ditekan apabila tersedia tenaga terampil, sistem rujukan yang efektif, dan akses cepat terhadap pelayanan obstetri darurat.
Menurut Khokhar, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah berkelanjutan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Program tersebut juga mencerminkan solidaritas serta kerja sama ilmiah antarnegara anggota OKI dalam mengubah pengetahuan medis menjadi pelayanan kesehatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Koordinator Jenderal COMSTECH, Mohammad Iqbal Choudhary, menjelaskan bahwa pelatihan di Benin menjadi bagian dari strategi memperkuat kerja sama ilmiah, kapasitas institusi, dan pemerataan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas di negara-negara anggota OKI.
Sesi pelatihan dipandu oleh Fiza Ali Khan dan Sana Khan dengan penekanan pada keterampilan praktis menghadapi kegawatdaruratan obstetri. Metode berbasis simulasi digunakan agar peserta tidak hanya memahami prosedur secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi klinis.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan cepat terhadap perdarahan setelah melahirkan. Tenaga kesehatan perlu memperoleh pelatihan praktis serta didukung fasilitas yang mampu menyediakan obat dan pelayanan darurat untuk menangani kondisi tersebut.
Melalui program ini, OKI dan COMSTECH berharap tenaga kesehatan Benin semakin siap menangani komplikasi persalinan. Penguatan kemampuan tenaga medis di tingkat layanan terdepan dinilai penting untuk mengurangi kematian ibu dan bayi serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan negara anggota.
News
Gandeng Pindad, Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg
Pemerintah Indonesia sedang menguji coba tabung CNG 3 kg di China sebagai alternatif LPG. Rencananya, Pindad akan digandeng untuk produksi dan pengembangan.
Monitorday.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menguji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) di China sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi. Uji coba tersebut menjadi tahap awal sebelum pemerintah memutuskan komersialisasi CNG 3 kg di Indonesia.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, proses pengujian teknologi masih berlangsung sehingga pemerintah belum mengambil langkah implementasi di dalam negeri.
“CNG-nya masih dilakukan uji coba, belum selesai. Masih di China, habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini,” ujar Bahlil di sela Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Setelah seluruh rangkaian uji coba rampung, pemerintah berencana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mendukung proses manufaktur dan pengembangan infrastruktur pendukung CNG di Indonesia.
Menurut Bahlil, kerja sama tersebut baru akan dijalankan apabila hasil pengujian menunjukkan teknologi tersebut layak diterapkan secara luas.
“Kita akan melakukan dengan Pindad nanti, tapi masih cek dulu di sana. Kalau sudah selesai baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” katanya.
Pemerintah berharap pengembangan CNG tabung 3 kg dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi domestik.
Selain menyiapkan aspek teknologi, Kementerian ESDM juga tengah menyusun regulasi pendukung agar ekosistem penggunaan gas, baik di sektor rumah tangga, transportasi, maupun industri, dapat berjalan lebih efisien.
Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong pemanfaatan energi dalam negeri dan menjaga ketahanan energi nasional.
News
BGN Umumkan 5 Pejabat Baru, Ini Sosok dan Profilnya
BGN memperkenalkan lima pejabat baru yang akan memimpin Program Makan Bergizi Gratis. Mereka ditugaskan memperkuat tata kelola dan mengevaluasi efisiensi program nasional ini.
Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan susunan baru pejabat eselon I yang akan memimpin pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7). Lima pejabat baru tersebut ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari langkah pembenahan tata kelola program prioritas nasional.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, restrukturisasi dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG, terutama setelah muncul sorotan terhadap kasus hukum yang melibatkan sejumlah mantan pejabat BGN.
“Kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat.
Pelantikan kelima pejabat dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani sehari sebelumnya. Sesuai Pasal 59 Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang BGN, jabatan Pejabat Tinggi Madya dapat diisi melalui penunjukan langsung oleh Presiden.
Adapun lima pejabat yang dilantik adalah:
• Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. sebagai Sekretaris Utama. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN serta pernah memimpin Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V.
• dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Ia sebelumnya menjabat Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan.
• Zainuri, Ak. sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Ia berpengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), termasuk sebagai Kepala Biro Keuangan BPKP.
• Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta di lingkungan BGN.
• Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan ini juga pernah menjabat Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.
•
Selain merombak struktur organisasi, BGN juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG, termasuk penajaman sasaran penerima manfaat dan efisiensi anggaran.
Agustina menjelaskan, saat ini sekitar 76 persen dari total 62,7 juta penerima manfaat merupakan siswa SD hingga SMA. Sementara itu, kelompok prioritas berupa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita baru mencapai sekitar 17 persen.
Menurutnya, komposisi tersebut akan dievaluasi agar lebih sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 yang menempatkan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok utama dalam upaya pemenuhan gizi nasional.
“Kalau bicara pencegahan stunting, 1.000 hari pertama adalah golden period. Itu yang nanti akan kami refocusing,” kata Agustina.
BGN juga tengah melakukan penyisiran data penerima manfaat guna mencegah duplikasi dan tumpang tindih layanan antar-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejalan dengan pembenahan tersebut, kebutuhan anggaran Program MBG pada 2026 dipastikan akan lebih rendah dibandingkan pagu awal sebesar Rp268 triliun.
Meski belum merinci angka final, Agustina menegaskan bahwa kebutuhan anggaran telah berkurang signifikan. Efisiensi tersebut, menurutnya, tidak akan mengurangi manfaat program, melainkan dialihkan untuk memperkuat intervensi penanganan stunting di daerah dengan prevalensi tinggi, seperti Papua dan Nusa Tenggara.
Dengan bergabungnya pejabat baru yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan, keuangan, hingga penegakan hukum, BGN berharap pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
News
Komitmen Pemerintah Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat membangun industri kendaraan listrik nasional. Inisiatif ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan produksi lokal.
Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi ekosistem kendaraan nasional berbasis energi baru dan terbarukan. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/07/2026)
Mensesneg menyampaikan hal tersebut dalam konteks rencana pembangunan pabrik motor listrik nasional. Menurutnya, rencana tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat produksi motor listrik dalam negeri.
“Sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Mensesneg menilai bahwa pengembangan produksi kendaraan listrik nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan memperkuat ekosistem otomotif nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap upaya transisi energi.
“Tidak sekadar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional, ini kan bagian juga dari kita mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM berbasis fosil. Saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri, juga tidak sekadar memberi efek atau impact di dunia otomotif, tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil, jadi kita bisa mengurangi ketergantungan ke BBM kita,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Mensesneg mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya cita-cita bangsa dalam membangun industri kendaraan listrik nasional.
“Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan ya, mari itu bersama-sama kita berbaiki,” pugkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan target pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat sebagai bagian upaya dari pembangunan ekosistem industri otomotif dalam negeri. Hal tersebut menegaskan optimisme pemerintah dalam meningkatkan kemampuan industri nasional.
“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” ucap Presiden pada Jumat (17/07), dalam sambutannya pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
News
Prabowo: Indonesia Meraih Penghargaan Tertinggi PBB Berkat Digitalisasi Pendidikan
Indonesia mendapatkan penghargaan tertinggi PBB berkat keberhasilan digitalisasi pendidikan. Presiden Prabowo Subianto berkomitmen terus memperluas program ini untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam taklimatnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/07/2026).
“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menyampaikan bahwa upaya digitalisasi pendidikan Indonesia telah memperoleh pengakuan internasional. Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Presiden Prabowo menyebut program tersebut akan diperluas pada tahun ini dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
“Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pinter di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ungkap Presiden Prabowo.
Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah berharap setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.
“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, rumah pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” pungkas Presiden Prabowo.
Melalui percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas sebagai bekal menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan berkeadilan
