News
IHSG Merosot di Bawah 5.900, Saham GOTO dan WIFI Tertekan, Investor Cermati Inflasi AS
IHSG kembali melemah pada pembukaan perdagangan Kamis, dengan tekanan dari saham teknologi dan telekomunikasi serta kekhawatiran terhadap inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memperkuat dolar dan memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang
Monitorday.com– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka melemah 0,72% ke level 5.900,15. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (14/10/2026), indeks ditutup menguat tipis 0,29% ke posisi 5.943,02. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pemulihan pasar saham domestik masih rapuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tekanan terlihat pada mayoritas saham yang diperdagangkan pada awal sesi. Sebanyak 400 saham melemah, 103 saham menguat, dan 460 saham stagnan. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) turun 7,14% menjadi Rp26, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melemah 3,65% ke Rp1.320, sedangkan PT Indosat Tbk. (ISAT) terkoreksi 2,83% ke Rp2.060. Di tengah pelemahan tersebut, saham Bank Mandiri (BMRI), United Tractors (UNTR), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) masih mencatatkan kenaikan.
Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor yang dicermati investor. Inflasi Amerika Serikat yang tercatat 3,7% secara tahunan meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Jika imbal hasil aset keuangan Amerika Serikat tetap menarik, investor global berpotensi mengalihkan sebagian dana dari pasar negara berkembang menuju aset berdenominasi dolar AS. Kondisi ini dapat menekan pasar saham sekaligus nilai tukar rupiah.
Menurut analis teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, perhatian pasar tertuju pada perkembangan inflasi AS, indeks dolar, dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury. Kombinasi ketiga indikator tersebut dapat memengaruhi arus modal asing dan menentukan arah perdagangan saham domestik. Selain itu, investor juga perlu memperhatikan perkembangan geopolitik serta sentimen pasar menjelang evaluasi indeks global.
Dari sisi teknikal, area 5.850 hingga 5.900 menjadi zona dukungan penting bagi IHSG, sedangkan level 6.000 merupakan hambatan psikologis yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum pemulihan. Jika indeks mampu bertahan di sekitar zona dukungan, peluang pemantulan teknikal masih terbuka. Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan dukungan tersebut ditembus, risiko koreksi lanjutan perlu diperhitungkan. Level teknikal ini merupakan acuan analisis, bukan jaminan arah pergerakan indeks.
Bagi perekonomian Indonesia, pelemahan IHSG tidak serta-merta berarti fundamental ekonomi nasional memburuk. Namun, koreksi pasar yang berlangsung berkepanjangan dapat memengaruhi kepercayaan investor, aktivitas penghimpunan modal perusahaan, dan persepsi terhadap risiko investasi. Tekanan rupiah juga berpotensi meningkatkan biaya impor bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku dan barang modal dari luar negeri.
Investor karena itu perlu mencermati perkembangan pasar secara menyeluruh, termasuk pergerakan rupiah, arus dana asing, kebijakan Bank Indonesia, dan data ekonomi domestik. Di tengah volatilitas, keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan fundamental perusahaan, valuasi saham, serta toleransi risiko, bukan hanya mengikuti perubahan indeks dalam satu sesi perdagangan.
News
Berprestasi sampai Tingkat PBB, Apa Sih Platform Rumah Pendidikan Itu?
Jakarta, [MONITORDAY] – Bukan sembarang platform digital, aplikasi Rumah Pendidikan buatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru saja memborong dua penghargaan bergengsi sekaligus di tingkat internasional dan nasional!
Platform ini sukses menyabet predikat Winner (Juara 1) kategori e-Government di ajang WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU)—badan khusus PBB. Nggak berhenti di situ, Rumah Pendidikan juga mengantarkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti meraih penghargaan TOP Digital Education Innovation Figure 2026 pada ajang 6th TOP GPR Award 2026.
Lantas, apa sih sebenarnya Rumah Pendidikan sampai bisa dapat pengakuan selevel PBB dan lembaga kehumasan pemerintah (GPR)?
Sederhananya, Rumah Pendidikan adalah portal digital terintegrasi yang dirancang untuk merangkum semua kebutuhan belajar-mengajar dalam satu pintu. Mulai dari buku pelajaran digital, video pembelajaran interaktif, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hingga modul pelatihan guru dan data edukasi yang valid, semuanya ada di sini!
Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa platform ini diciptakan untuk memangkas keribetan. Selama ini ada lebih dari 950 aplikasi pendidikan yang terpisah-pisah, dan target besarnya adalah menyatukan semuanya ke dalam satu portal terpadu agar masyarakat tak perlu bongkar-pasang banyak aplikasi di HP.
Pengembangan platform raksasa ini dilakukan secara bertahap hingga 2029. Tahun 2025 ini berfokus pada integrasi portal utama (Ruang GTK, Murid, Sekolah, dan Bahasa), dilanjutkan penguatan ekosistem data di 2026–2027, hingga beroperasi penuh secara otomatis dan personal pada 2028–2029.
Cara pakainya pun sangat gampang dan ramah kantong. Kamu cukup mengunjungi situs resmi rumah.pendidikan.go.id via browser HP atau laptop, lalu buat akun gratis pakai email. Bagi pengguna Android, aplikasinya sudah bisa diunduh langsung di Google Play Store, sementara untuk versi iOS (App Store) saat ini sedang dalam tahap pengembangan.
Manfaatnya jelas terasa, terutama buat para tenaga pendidik dan sekolah. Guru, kepala sekolah, hingga dinas pendidikan tak perlu lagi buang-buang waktu mengurus administrasi di aplikasi yang berbeda-beda, sehingga bisa lebih fokus pada proses mengajar.
Bukan cuma praktis, konsolidasi teknologi terpusat ini diklaim mampu menghemat anggaran pengembangan teknologi pendidikan hingga lebih dari 60 persen! Inovasi cerdas inilah yang bikin Presiden Prabowo Subianto hingga lembaga internasional mengapresiasi langkah transformasi digital pendidikan Indonesia.
Penasaran mau coba fiturnya? Yuk, langsung kepoin dan rasakan kemudahan belajar dalam satu genggaman di situs resminya!
News
Rupiah Bertahan di Kisaran Rp17.900 per Dolar AS, Tekanan Global Bayangi Pasar
Rupiah ditutup melemah tipis ke Rp17.903 per dolar AS pada Rabu (14/10), sementara Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi Amerika Serikat.
Monitorday.com– Nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan pada perdagangan pekan ini. Mengutip laporan Bisnis.com pada Kamis (15/10/2026), rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,02% atau tiga poin ke level Rp17.903 per dolar AS pada Rabu (14/10). Pelemahan tersebut mengakhiri penguatan rupiah selama dua hari perdagangan sebelumnya. Di sisi lain, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru menguat ke Rp17.898 per dolar AS. Perbedaan ini terjadi karena kurs pasar spot dan JISDOR menggunakan mekanisme pengukuran serta waktu pengamatan yang berbeda.
Salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah kekuatan dolar Amerika Serikat. Pelaku pasar mencermati data inflasi AS serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Inflasi AS pada September 2026 mencapai 3,7% secara tahunan, lebih tinggi daripada perkiraan pasar. Kondisi tersebut sempat meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tinggi atau mengambil kebijakan yang lebih ketat. Namun, pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang cenderung berhati-hati kemudian mengurangi sebagian ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Ketidakpastian geopolitik juga menambah risiko bagi mata uang negara berkembang. Ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak dunia. Bagi Indonesia sebagai negara yang masih membutuhkan impor minyak dan sejumlah bahan baku, kenaikan harga energi dapat meningkatkan kebutuhan valuta asing, memperbesar biaya impor, dan menambah tekanan terhadap neraca perdagangan maupun anggaran negara.
Untuk meredam gejolak tersebut, Bank Indonesia menggunakan sejumlah instrumen stabilisasi, termasuk intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri. Gubernur BI Destry Damayanti juga menegaskan bahwa keputusan suku bunga tetap berada dalam kewenangan independen bank sentral dan akan didasarkan pada perkembangan data ekonomi. Cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar 146,3 miliar dolar AS pada akhir September 2026, menjadi salah satu penyangga untuk menghadapi volatilitas pasar keuangan global.
Pelemahan rupiah dapat memengaruhi dunia usaha dan rumah tangga melalui kenaikan harga barang impor. Perusahaan yang menggunakan bahan baku, mesin, atau komponen dari luar negeri berpotensi menghadapi peningkatan biaya produksi. Jika kenaikan biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, harga barang dapat meningkat dan mengurangi daya beli masyarakat. Sebaliknya, eksportir yang menerima pendapatan dalam dolar AS berpotensi memperoleh penerimaan rupiah lebih besar, meskipun dampak akhirnya bergantung pada biaya produksi dan kewajiban valuta asing masing-masing perusahaan.
Ke depan, arah rupiah akan ditentukan oleh perkembangan dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, harga energi, arus modal asing, dan respons kebijakan domestik. Investor dan pelaku usaha perlu membedakan antara gejolak jangka pendek dan perubahan fundamental ekonomi. Stabilitas nilai tukar yang berkelanjutan membutuhkan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, penguatan ekspor, pengelolaan impor yang efisien, serta kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.
News
Rompi Oranye untuk Adik Pejabat: Ketika Dana Bencana Malah Jadi Ajang Bancakan
Jakarta [MONITORDAY] – Bagi sebagian orang, dana bantuan bencana adalah jaring penyelamat di saat kritis. Tapi bagi segelintir oknum, tumpukan anggaran darurat itu tampaknya cuma terlihat seperti “kue manis” yang menggiurkan buat dipotong.
Kabar mengejutkan datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah ini resmi menetapkan Bima Setyawan sebagai tersangka skandal korupsi pengadaan barang dan jasa Dana Siap Pakai (DSP) kebencanaan di lingkungan BNPB.
Sosok Bima langsung mendadak viral dan dicari warganet. Usut punya usut, ia bukan cuma mantan Tenaga Ahli Kepala BNPB, tapi juga merupakan adik kandung dari pimpinan tertinggi lembaga tersebut, Letjen TNI Suharyanto.
Petualangan Bima dan kawan-kawan terhenti lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) senyap yang digulirkan tim KPK pada Selasa (13/10/2026). Dalam giat penindakan itu, penyidik mengamankan total 14 orang dari beberapa titik terpisah.
Setelah maraton pemeriksaan 1×24 jam di Gedung Merah Putih Jakarta, KPK akhirnya menaikkan status Bima dari saksi menjadi tersangka pada Rabu (14/10/2026). Mengenakan rompi oranye khas tahanan dengan tangan terikat, ia langsung digiring menuju rutan untuk 20 hari pertama.
Nggak main-main, Bima diduga punya peran ganda yang krusial. Selain pernah ada di lingkaran internal BNPB, ia juga main di sektor swasta yang menggarap proyek-proyek kebencanaan. Posisi “dua kaki” inilah yang membuatnya leluasa mengatur arus transaksi anggaran darurat.
Uang yang dimainkan pun bikin geleng-geleng kepala. Proyek yang diincar berasal dari Dana Siap Pakai APBN—anggaran yang seharusnya dipakai buat penanganan siaga darurat hingga pemulihan korban bencana. Sebagai gambaran, awal tahun 2026 saja BNPB mengantongi kucuran dana ini sampai Rp4,6 triliun!
Dari OTT tersebut, penyidik berhasil menyita barang bukti yang cukup fantastis. Ada uang tunai senilai Rp1,4 miliar plus deretan logam mulia—mulai dari emas batangan sampai tabungan emas—yang jumlah pastinya masih dihitung.
Bima nggak sendirian mengenakan rompi oranye. KPK menetapkan total lima tersangka dalam kasus ini, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BNPB Gabriel Purwaka Sigit, Tenaga Ahli Richard Erlangga, serta dua pihak swasta bernama Gery P dan Syifa NG. Sementara Sestama BNPB Rustian yang sempat diperiksa, sudah diperbolehkan pulang.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan pihaknya tak akan tebang pilih, meski Bima punya relasi kekuasaan yang kuat. “Kita tidak melihat siapa dia. Yang dimintai pertanggungjawaban adalah subjek yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum,” tegas Setyo saat berada di Yogyakarta.
Pihak BNPB sendiri memilih pasrah dan berjanji akan kooperatif. Melalui Plt. Kapusdatinkom Kebencanaan Berton S.P. Panjaitan, BNPB memastikan tak akan melakukan intervensi dan siap membuka pintu data selebar-lebarnya untuk penyidik.
Konstruksi perkara utuh beserta pasal yang disangkakan rencananya bakal dibeberkan Pimpinan KPK dalam konferensi pers resmi pada Jumat, 16 Oktober 2026 besok. Kita tunggu saja perkembangan kasus ini sampai tuntas!
News
Prabowo Instruksikan Transformasi PLN
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan transformasi menyeluruh PT PLN (Persero), mulai dari pembenahan model bisnis, peningkatan efisiensi dan produktivitas, hingga akselerasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW). Arahan tersebut disampaikan Kepala Negara dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (14/10/2026).
“Kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap, dan juga mengakselerasi penggunaan 100GW solar panel,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media.
Rosan menjelaskan, Presiden Prabowo secara khusus meminta agar transformasi PLN difokuskan pada pembenahan model bisnis perusahaan. Rancangan transformasi tersebut harus segera disusun dan dipaparkan kepada Kepala Negara untuk ditindaklanjuti.
“Kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini baik terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada beliau, untuk segera kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Danantara akan berkoordinasi dengan jajaran PLN untuk melakukan kajian menyeluruh. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan sekaligus mengurangi beban subsidi.
“Nanti kami dari Danantara tentunya akan duduk dengan tim dari PLN agar transformasi ini bisa dilakukan secara menyeluruh, sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di PLN,” jelas Rosan.
Menurut Rosan, evaluasi model bisnis menjadi prioritas untuk memastikan pengelolaan PLN semakin efektif dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Pemerintah juga akan melakukan asesmen sebelum mengajukan usulan transformasi kepada Presiden.
“Kita akan revisit lagi, kita akan lihat lagi mengenai bisnis modelnya, bagaimana ini lebih tepatnya agar lebih efisien, lebih baik dan juga berdampak positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan,” katanya.
Selain pembenahan bisnis dan percepatan penggunaan energi surya, Rosan menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan PLN menghadapi kondisi darurat, termasuk penyempurnaan rencana cadangan (backup plan) untuk menjaga keandalan layanan kelistrikan di seluruh Indonesia. Rosan memastikan PLN sebenarnya telah memiliki mekanisme antisipasi menghadapi situasi krisis, namun masih perlu disempurnakan.
“Pasti sudah ada tapi yang itu perlu disempurnakan lah,” tegasnya.
News
Wamendikdasmen Desak Dewan Pendidikan Aktif Kawal RUU Sisdiknas
Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mendorong Dewan Pendidikan di tingkat provinsi serta kabupaten/kota aktif mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Ia menegaskan, setiap masukan harus substantif dan berdampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, bukan sekadar memenuhi formalitas penyusunan regulasi.
Pesan itu disampaikan Atip saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Forum Dewan Pendidikan Indonesia (FDPI) 2026 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). Forum yang berlangsung hingga 15 Oktober tersebut menjadi wadah bagi pemangku kepentingan pendidikan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperkuat peran daerah dalam merumuskan kebijakan nasional.
Menurut Atip, Dewan Pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Karena itu, pembahasan RUU Sisdiknas harus berorientasi pada perbaikan kualitas layanan pendidikan, bukan semata-mata menyatukan sejumlah peraturan perundang-undangan.
RUU Sisdiknas dirancang untuk mengintegrasikan tiga undang-undang, yakni Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang tentang Guru dan Dosen, serta Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi. Integrasi tersebut diharapkan memperkuat pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Salah satu yang sangat penting, bahkan akan menjadi pilar prasyarat menjadi Undang-Undang yang benar, adalah adanya partisipasi masyarakat dalam artian luas, termasuk di dalamnya tentunya adalah Dewan Pendidikan,” ujar Atip.
Ia menekankan, partisipasi publik harus menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, regulasi yang baik tidak cukup hanya tertata secara hukum, tetapi juga harus mampu menjawab persoalan mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan.
Sejumlah isu yang dinilai perlu mendapat perhatian dalam pembahasan RUU tersebut meliputi alokasi anggaran pendidikan, kepastian status dan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi pendidik, perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), serta pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Jadi mohon sekali lagi semua usulan harus berorientasi kepada mutu, bukan hanya urusan kita membuat regulasi. Untuk apa kalau tidak ada dampaknya kepada mutu pendidikan,” kata Atip.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Nanang Sofyan Hambali, juga menyerukan keterlibatan aktif Dewan Pendidikan di seluruh daerah. Ia berharap masukan dari tingkat kabupaten/kota dapat memastikan RUU yang dirancang DPR RI benar-benar menjawab kebutuhan dunia pendidikan.
“Dewan Pendidikan di Kabupaten/Kota jangan diam, harus berpartisipasi, berkontribusi bagaimana agar RUU yang dirancang oleh DPR betul-betul menghasilkan RUU yang memiliki kepentingan untuk dunia pendidikan secara nyata,” ujar Nanang.
Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia, Joko Riyanto, turut berharap keberadaan Dewan Pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota tetap diakomodasi dalam regulasi baru. Menurutnya, posisi Dewan Pendidikan perlu mendapat kepastian agar kontribusinya terhadap kebijakan pendidikan tetap terjaga.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyoroti peran pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan struktural. Ia berharap pemerintah menghadirkan kebijakan yang memperluas akses pendidikan sekaligus membuat biaya pendidikan lebih terjangkau, bahkan gratis jika memungkinkan.
Berbagai pandangan tersebut menegaskan pentingnya pelibatan daerah dalam penyusunan RUU Sisdiknas. Tantangannya, aspirasi yang dihimpun tidak berhenti sebagai masukan, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan yang memperbaiki mutu pendidikan dan memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat.
News
Pemerintah Bakal Bagikan HP Gratis, SIapa Saja Penerimanya?
Monitorday.com – Pemerintah berencana menyediakan telepon seluler (HP) gratis untuk mendukung digitalisasi bantuan sosial (bansos). Namun, bantuan tersebut tidak akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, calon penerima akan ditentukan berdasarkan data dan hasil asesmen pemerintah.
“Ya nanti tentu diprioritaskan yang belum memiliki,” ujar Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengintegrasikan penyaluran bansos dengan sistem digital. HP diharapkan membantu masyarakat mengakses layanan digital, termasuk rekening perbankan dan penyaluran bantuan pemerintah.
Gus Ipul menegaskan, penetapan penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Pemerintah akan mengandalkan data yang terus diperbarui untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kementerian Sosial (Kemensos) selama ini memperkuat pemutakhiran data penerima bansos melalui sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Sepanjang 2025 hingga September 2026, lebih dari 10,8 juta keluarga tercatat mengajukan usulan baru dalam pemutakhiran data bansos. Sebanyak 82 ribu keluarga juga mendapatkan sanggahan terkait kelayakannya sebagai penerima bantuan.
Pemerintah turut membuka mekanisme pengusulan dan koreksi data melalui masyarakat dengan melibatkan Agen Perlinsos. Petugas tersebut membantu warga yang membutuhkan perlindungan sosial untuk mendaftar atau mengajukan usulan, sementara penetapan kelayakan tetap melalui verifikasi pemerintah.
Meski wacana tersebut telah disampaikan ke publik, program pembagian HP gratis belum memasuki tahap pelaksanaan. Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyatakan, pemerintah baru menyiapkan anggaran untuk pembukaan rekening bank dengan saldo awal Rp50.000.
Adapun pengadaan HP, mekanisme pembagian, dan skema pelaksanaannya masih dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.
Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan jadwal distribusi, spesifikasi perangkat, maupun mekanisme pendaftaran khusus untuk mendapatkan HP gratis. Artinya, masyarakat belum dapat menganggap program tersebut sebagai bantuan yang sudah resmi dibuka.
Wacana pemberian HP gratis sebelumnya disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, Selasa (13/10/2026).
Hashim menyebut pemerintah tengah mendorong perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Dalam skema yang direncanakan, rekening digital akan menjadi salah satu sarana penyaluran bantuan pemerintah.
Berdasarkan penjelasan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, program pembukaan rekening tersebut menyasar masyarakat berusia di atas 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga 4, yakni kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam pengelompokan sosial-ekonomi.
Program rekening dengan saldo awal Rp50.000 disebut telah disiapkan, sedangkan penyediaan perangkat HP masih dalam pembahasan.
Pemerintah masih perlu mematangkan sejumlah aspek, mulai dari anggaran, kriteria penerima, mekanisme distribusi hingga jadwal pelaksanaan. Karena itu, rencana HP gratis saat ini masih sebatas bagian dari kebijakan digitalisasi bansos yang tengah disiapkan, bukan program yang sudah tersedia untuk didaftarkan masyarakat.
News
Mendikdasmen Raih TOP GPR Award 2026 Berkat Inovasi Digital Pendidikan
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meraih penghargaan TOP Digital Education Innovation Figure 2026 dalam ajang 6th TOP GPR Award 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi digital pendidikan dan penguatan komunikasi publik di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ajang yang diselenggarakan GPR Institute itu bertujuan mendorong peningkatan kualitas komunikasi publik instansi pemerintah, mulai dari penyampaian kebijakan dan penyediaan informasi akurat hingga upaya membangun kepercayaan masyarakat.
Abdul Mu’ti menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kemendikdasmen, bukan pencapaian individu semata.
“Penghargaan ini merupakan capaian yang diperoleh dari kebersamaan serta kerja sama yang selama ini dibangun dalam Kemendikdasmen,” ujar Mu’ti.
Ia menyampaikan apresiasi kepada GPR Institute, termasuk Prof. Widodo Muktiyo dan Tri Raharjo, atas penghargaan yang diberikan kepada kementeriannya.
Mu’ti mengatakan Kemendikdasmen menerapkan budaya kerja RAMAH, yang mencakup Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Prinsip tersebut diterapkan melalui berbagai saluran pelayanan untuk menjawab pertanyaan, memberikan informasi, serta menangani keluhan masyarakat.
Salah satu layanan yang dikembangkan adalah Unit Layanan Terpadu (ULT), yang beroperasi selama 24 jam setiap hari. Kementerian juga menerapkan prinsip SIMI, yakni Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan akurat.
Selain memperluas layanan publik, Kemendikdasmen mengembangkan Rumah Pendidikan, platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dan sumber belajar guna mendukung proses pembelajaran.
Platform tersebut meraih predikat Winner atau juara pertama kategori e-Government dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan International Telecommunication Union (ITU), badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mu’ti juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi pengembangan Rumah Pendidikan sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan Indonesia. Inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan sumber belajar.
Founder GPR Institute Widodo Muktiyo menegaskan komunikasi publik memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.
“Persoalan komunikasi adalah persoalan yang menjadi oksigen bangsa,” kata Widodo.
Ia mengingatkan perkembangan teknologi turut meningkatkan tantangan komunikasi, termasuk penyebaran misinformasi, disinformasi, dan konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menurut Widodo, fungsi humas pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan informasi. Humas juga perlu mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini, memverifikasi informasi, menangani disinformasi, serta menjelaskan kebijakan pemerintah secara konsisten.
Ia menambahkan, pemerintah perlu mendengarkan masyarakat dan memanfaatkan data untuk memahami perubahan perilaku serta persepsi publik. Teknologi AI dapat membantu pekerjaan komunikasi, tetapi kreativitas, pertimbangan, dan tanggung jawab manusia tetap diperlukan.
Melalui 6th TOP GPR Award 2026, GPR Institute mendorong peningkatan kompetensi humas pemerintah agar mampu menghadirkan komunikasi publik yang akurat, responsif, dan beretika. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat di tengah perubahan lanskap informasi digital.
News
Swasembada Beras, Upaya Pemerintah Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional
Monitorday.com – etersediaan pangan yang cukup menjadi salah satu fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Bagi Indonesia, swasembada beras bukan hanya tentang peningkatan produksi, tetapi juga memastikan cadangan pangan terjaga dan petani memiliki dukungan yang memadai untuk terus meningkatkan produktivitas.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, produksi beras nasional mencapai 34,69 juta ton. Ini menunjukkan indonesia berhasil mencapai swasembada beras lebih cepat dari target empat tahun yang ditetapkan. Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
Ketersediaan beras nasional juga didukung oleh penguatan cadangan beras pemerintah yang mencapai 4,61 juta ton per 19 September 2026. Sementara itu, estimasi ketersediaan beras nasional pada September 2026 mencapai 26,91 juta ton, yang diperkirakan mencukupi kebutuhan sekitar 310 hari.
Di balik capaian tersebut, pemerintah melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, penyederhanaan distribusi pupuk bersubsidi, hingga penguatan industri pupuk nasional.
Salah satu langkah penting dilakukan melalui deregulasi penyaluran pupuk bersubsidi. Pemerintah menyederhanakan jalur distribusi agar pupuk dapat disalurkan lebih langsung dari produsen kepada petani, dengan proses yang lebih mudah dan pengawasan yang diperkuat. Kebijakan ini diharapkan membantu petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan waktu tanam.
Pemerintah juga menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen dan menambah alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya produksi sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Berbagai langkah tersebut sejalan dengan penegasan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya pangan sebagai fondasi kemerdekaan bangsa. Saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (07/01/2026) lalu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat penting bagi sebuah negara untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri.
“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” ujar Presiden.
Swasembada beras menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, peningkatan produksi, penguatan cadangan beras, serta pembenahan tata kelola pupuk menunjukkan upaya pemerintah membangun sistem pangan yang lebih mandiri dan tangguh.
Dengan produksi yang terjaga, distribusi pupuk yang semakin efektif, serta penguatan industri dalam negeri, pemerintah berupaya memastikan ketahanan pangan dapat dipertahankan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
News
Menempa Besi di Ruang Sunyi: Cetak Biru Pola Asuh yang Membentuk Maudy Ayunda
CERITA KECIL Maudy Ayunda bukanlah panggung sandiwara digital dimana jutaan jempol netizen bersekongkol mendikte takdirnya lewat kolom komentar. Tapi sebuah narasi tentang keberanian memilih, ketangguhan menghadapi kebaruan, kapasitas adaptasi tanpa kompromi.
Di balik binar lampu sorot panggung hiburan dan deretan jubah akademis universitas kelas dunia, ia adalah seonggok produk dari penempaan karakter besi nan konsisten. Keberhasilannya hari ini tidak turun begitu saja dari langit. Ia dirajut dari ruang-ruang sunyi masa kecil, dimana fondasi mentalitas anti-rapuh diletakan oleh tangan dingin orangtuanya sejak dini.
Lahir di Jakarta, sebuah kota megapolitan yang bising dan bergegas, Maudy kecil tumbuh dalam sebuah ekosistem keluarga yang tak kenal kata manja. Meski dikelilingi kecukupan materi, rumahnya bukanlah zona nyaman yang menidurkan daya juang.
Rumah adalah sebuah laboratorium mental. Sejak tangan-tangan mungilnya baru bisa menggenggam erat, sang ibu telah memberlakukan hukum kemandirian yang ketat. Tidak ada sistem rumah tangga yang boleh melayaninya untuk urusan pribadi.
Kita anak-anak seusianya bermanja-manja menunggu segala keperluan disiapkan, Maudy harus menyampul buku sekolahnya sendiri, menyemir sepatunya sendiri, dan mengambil segelas air minum dengan kakinya sendiri. Keistimewaan finansial tidak pernah diizinkan menjadi candu yang melemahkan otot-otot karakternya.
Namun, ujian adaptasi yang sesungguhnya datang menghantam ketika ia baru menginjak usia sekolah dasar. Di kelas dua, sebuah keputusan besar diambil oleh orang tuanya: memindahkannya dari kenyamanan sistem sekolah nasional ke sebuah sekolah internasional yang menggunakan kurikulum asing.
Hari pertama di sekolah baru itu berubah menjadi sebuah labirin yang menakutkan bagi seorang anak kecil. Ia terlempar ke dalam ruang kelas yang asing, di mana setiap bibir melafalkan kata-kata dalam bahasa Inggris yang tak satu pun ia pahami.
Kesepian segera menyergap. Di sudut-sudut halaman bermain, ia menjadi penonton bisu yang terasing, terjebak dalam kebingungan bahasa yang mengisolasi batinnya. Saat itu, ada gemuruh hebat di kepalanya—sebuah perpaduan antara rasa rendah diri, ketakutan gagal, dan luka pada harga dirinya. Ia sempat ingin menyerah, menangis, dan kembali ke pelukan lingkungan lama yang ramah. Kulitnya belum cukup tebal untuk menghadapi dinginnya penolakan lingkungan baru.
Namun, di sinilah titik krusial di mana cetak biru ketahanan mentalnya diuji. Alih-alih meratap, Maudy kecil memilih untuk memeluk rasa tidak nyaman itu. Ia memaksa telinganya mendengar lebih tajam, matanya membaca lebih lama, dan lidahnya mengeja kosakata baru setiap malam. Kesepian di sekolah ia sulap menjadi bahan bakar untuk membangun sebuah benteng pertahanan baru dalam dirinya: penguasaan bahasa.
Kemampuan adaptasi yang berdarah-darah itu akhirnya menemui jangkar emosionalnya di dalam rumah. Melalui metode pengasuhan yang melampaui zamannya, sang ibu tidak pernah membiarkan Maudy menjadi robot penghafal nilai.
Setiap malam, meja makan di rumah mereka berubah menjadi ruang sidang kecil yang demokratis. Setiap kali Maudy meminta sesuatu atau dihadapkan pada sebuah pilihan hidup, sebuah pertanyaan retoris selalu menantangnya: “Mengapa kamu memilih itu? Apa alasan logismu?”Pertanyaan-pertanyaan itu menguliti setiap argumennya, memaksanya berpikir kritis, dan membentuk nalar problem-solving sejak dini. Ia dididik untuk tidak sekadar patuh pada otoritas, melainkan bertanggung jawab atas setiap inci keputusan yang ia ambil.
Titik balik pencapaiannya pun meledak ke permukaan ketika kedewasaan mulai menyapa. Dunia kemudian mengenal Maudy Ayunda bukan hanya sebagai wajah cantik di layar perak yang mahir berakting dan bernyanyi, melainkan sebagai anomali di industri hiburan tanah air.
Ketika ia diterima di Universitas Oxford untuk jurusan Philosophy, Politics, and Economics (PPE)—sebuah jurusan bergengsi yang terkenal angker—publik terperangah. Namun bagi Maudy, Oxford hanyalah laboratorium mental berikutnya. Kemampuan adaptasi tingkat tinggi yang ia pelajari saat menangis di kelas dua SD kembali ia gunakan untuk menaklukkan dinginnya tekanan akademis di Inggris. Tak cukup sampai di sana, ia melanjutkan pembuktiannya dengan meraih gelar ganda master dari Universitas Stanford.
Kini, gemuruh ketakutan di masa kecilnya telah menjelma menjadi suara perubahan yang didengar oleh jutaan orang. Di usianya saat ini, Maudy Ayunda telah bergeser dari seorang penjelajah ilmu menjadi seorang pembangun fondasi. Profesi terkininya sebagai aktris, pembicara isu pendidikan, serta investor bagi berbagai startup lokal mencerminkan kontribusi nyatanya bagi lingkungan sekitar. Ia menginvestasikan modal dan energinya untuk mendukung ekosistem kewirausahaan muda dan membuka jalan bagi akses pendidikan yang lebih kritis di Indonesia.
Ia membagikan filosofi hidupnya yang kokoh: bahwa pendidikan sejati bukanlah tentang seberapa banyak lembar ijazah yang kita kumpulkan, melainkan seberapa lentur kita mampu menekuk ego untuk belajar kembali saat dunia berubah.
Maudy Ayunda adalah bukti hidup bahwa anak yang adaptif tidak dilahirkan dari kemewahan fasilitas, melainkan ditempa dari disiplin kata, kemandirian rumah, dan keberanian menghadapi ketidakpastian sejak cerita kecilnya dimulai.
News
Trump-Netanyahu Dikabarkan Bahas Serangan Baru ke Iran
Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan membahas kemungkinan melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran di tengah mendekatnya pemilu di kedua negara. Namun, Gedung Putih membantah kedua pemimpin membicarakan dimulainya kembali perang.
Laporan Axios pada Selasa (13/10), yang mengutip dua pejabat AS dan sejumlah sumber lain, menyebut pembahasan itu berlangsung sebelum Trump secara terbuka menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela Kongres AS pada November mendatang.
Menurut salah satu sumber, Netanyahu menyampaikan informasi intelijen Israel yang mengindikasikan Iran berupaya membangun kembali program nuklirnya. Upaya tersebut disebut mencakup kemungkinan pengoperasian fasilitas Pickaxe Mountain untuk pengayaan uranium.
Seorang pejabat Gedung Putih membantah laporan bahwa Trump dan Netanyahu membahas dimulainya kembali perang. Pejabat itu menegaskan Trump telah mengesampingkan opsi serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela AS.
Meski demikian, sumber-sumber yang dikutip Axios menyebut militer AS dan Israel tetap siaga serta menuntaskan persiapan jika Trump mengubah kebijakannya.
Seorang pejabat AS menggambarkan sikap Trump sebagai tidak tegas. Menurutnya, Trump meminta Netanyahu tetap bersiap menghadapi kemungkinan operasi militer, tetapi tidak memberikan komitmen untuk melancarkan serangan.
Laporan tersebut menyebut Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan pimpinan Komando Pusat AS (CENTCOM) termasuk pihak yang paling kuat mendukung opsi serangan baru terhadap Iran.
Sebaliknya, sebagian besar penasihat Trump disebut lebih memilih melanjutkan sanksi dan tekanan ekonomi sebagai cara menekan Teheran tanpa membuka kembali konflik bersenjata.
Di pihak Israel, Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Eyal Zamir dilaporkan telah memperingatkan Ketua Dewan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine mengenai risiko pecahnya pertempuran dalam tiga pekan mendatang.
Menurut laporan itu, Zamir menilai serangan balasan rudal Iran berpotensi memaksa penundaan pemungutan suara di Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober.
Di tengah ketidakpastian arah kebijakan Washington dan Tel Aviv, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan masih berlangsung. Qatar, yang berperan sebagai mediator, disebut masih menunggu tanggapan Iran atas usulan balasan terbaru dari Amerika Serikat.
Perbedaan pandangan di lingkaran pemerintahan Trump, kesiagaan militer kedua negara, serta belum tuntasnya jalur diplomasi membuat kemungkinan eskalasi tetap menjadi perhatian. Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada kepastian bahwa AS dan Israel akan melancarkan operasi militer baru terhadap Iran.
