News
Jejak Diplomasi di Balik Pengakuan Kemerdekaan Indonesia
Monitorday.com – Kemerdekaan Indonesia tidak berhenti pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Di tengah perang mempertahankan kemerdekaan, diplomasi menjadi senjata penting untuk meyakinkan dunia bahwa Republik Indonesia adalah negara yang berdaulat dan layak mendapat pengakuan.
Sejumlah negara kemudian berdiri di belakang Indonesia. Dukungan itu datang dari kawasan Timur Tengah, Asia, hingga Australia, dengan latar belakang agama dan kepentingan politik yang beragam.
Mesir Jadi Pintu Awal
Mesir menjadi salah satu negara pertama yang memberikan pengakuan kepada Republik Indonesia dan negara Arab pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan Kairo tidak berhenti pada pengakuan, tetapi juga berlanjut dengan upaya mendorong negara-negara Arab lain mendukung Indonesia.
Hubungan kedua negara semakin kuat dengan penandatanganan perjanjian persahabatan pada 10 Juni 1947. Mesir juga kemudian menjadi lokasi pembukaan perwakilan Indonesia di luar negeri.
Dukungan Mesir menjadi penting karena Indonesia saat itu membutuhkan legitimasi internasional untuk menghadapi upaya Belanda mengembalikan kekuasaannya.
India: Diplomasi Beras yang Mengubah Persepsi
India juga memainkan peran penting. Hubungan para pemimpin Indonesia, termasuk Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta, dengan Jawaharlal Nehru menjadi salah satu fondasi kedekatan kedua negara.
Indonesia bahkan menawarkan 500.000 ton beras kepada India yang tengah menghadapi krisis pangan pada 1946. Tawaran tersebut menjadi bagian dari diplomasi beras sekaligus menunjukkan bahwa Republik Indonesia mampu bertindak sebagai negara yang peduli terhadap persoalan internasional.
Nehru menyambut tawaran tersebut sebagai bentuk persahabatan. Arsip komunikasi Nehru menunjukkan India juga menyatakan dukungan terhadap kebebasan dan masa depan Indonesia.
India kemudian tercatat mengakui Indonesia pada 2 September 1946. Dukungan politik India terhadap Indonesia semakin terlihat ketika konflik Indonesia-Belanda dibawa ke forum internasional.
Australia Bawa Indonesia ke Dewan Keamanan PBB
Dukungan juga datang dari Australia. Ketika Belanda melancarkan agresi militer terhadap Republik Indonesia pada 1947, Australia mengajukan rancangan resolusi mengenai persoalan Indonesia ke Dewan Keamanan PBB pada 31 Juli 1947.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dari perjuangan diplomatik Indonesia. Persoalan Indonesia tidak lagi semata-mata menjadi konflik dengan Belanda, tetapi mulai mendapat perhatian serius masyarakat internasional.
Dewan Keamanan PBB kemudian mengadopsi resolusi terkait persoalan Indonesia pada 3 Oktober 1947.
Vatikan Membuka Jalan dari Eropa
Dari Eropa, Takhta Suci Vatikan juga mengambil langkah penting. Pada Juli 1947, Paus Pius XII menunjuk Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d’Ardoye sebagai Apostolic Delegate untuk Kepulauan Indonesia. Ia tiba di Batavia pada 27 Juli 1947.
Hubungan diplomatik resmi Indonesia dan Takhta Suci kemudian terjalin pada 1950. Langkah tersebut menjadi bagian dari terbukanya hubungan Indonesia dengan dunia Eropa setelah Proklamasi.
Rentetan dukungan tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan Indonesia bukan hanya perjuangan bersenjata. Meja diplomasi juga menjadi medan pertempuran penting.
Mesir membantu membuka dukungan dari dunia Arab, India membangun solidaritas Asia, Australia membawa persoalan Indonesia ke Dewan Keamanan PBB, sementara Vatikan membuka jalur hubungan dari Eropa.
Artinya, pengakuan terhadap Indonesia lahir dari perjuangan panjang untuk membangun kepercayaan internasional. Proklamasi memang dibacakan pada 17 Agustus 1945, tetapi perjalanan Indonesia untuk benar-benar diterima sebagai negara berdaulat oleh dunia masih harus diperjuangkan melalui diplomasi.
News
Personel Gabungan Amankan Gelaran HUT ke-81 RI di Jakarta
Ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta disiagakan untuk mengamankan perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta. Fokus pengamanan meliputi Istana Negara, Monas, dan jalur kirab bendera.
Monitorday.com Polda Metro Jaya, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengerahkan 13.859 personel gabungan untuk mengawal pengamanan HUT RI Jakarta. Pengerahan besar-besaran ini bertujuan memastikan kelancaran dan ketertiban seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Ibu Kota, menjadikan pengamanan HUT RI Jakarta sebagai prioritas utama.
Pengerahan ribuan personel ini bertujuan untuk memastikan kelancaran seluruh kegiatan yang telah direncanakan, termasuk aktivitas UMKM, karnaval, dan panggung hiburan di beberapa kawasan pusat Jakarta. Fokus pengamanan juga meliputi kenyamanan mobilitas masyarakat dan menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, kekuatan gabungan tersebut terdiri atas personel dari berbagai satuan.
“Kekuatan gabungan tersebut terdiri atas 7.105 personel Polda Metro Jaya, 2.042 personel Polres jajaran, dan 4.712 personel bawah kendali operasi (BKO),” ujar Budi.
Ia merinci lebih lanjut komposisi personel BKO yang terlibat dalam pengamanan.
“Personel BKO terdiri atas 3.573 personel TNI atau 35 SSK, 500 personel Korbrimob Polri atau lima SSK, 300 personel Korsabhara Baharkam Polri atau tiga SSK, 198 personel Satpol PP, 91 personel dari 13 unit pemadam kebakaran, serta 50 personel Dinas Perhubungan,” terang Budi, Senin (17/8/2026).
Personel akan ditempatkan di sejumlah titik vital, meliputi kawasan Istana Negara, Monas, Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, Sarinah hingga Bundaran HI. Selain itu, sepanjang jalur Kirab Bendera Merah Putih dan lokasi kegiatan masyarakat juga menjadi fokus pengamanan. Sebanyak 2.116 personel secara spesifik disiapkan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas, dengan pengalihan arus yang bersifat situasional.
Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan kesehatan, penanganan kedaruratan, serta pelayanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Masyarakat yang beraktivitas di area tersebut diimbau untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas yang akan diterapkan.
“Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Istana Negara, Monas, Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, Sarinah hingga Bundaran HI, agar memperhitungkan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas,” kata Kombes Budi Hermanto.
News
Adopsi AI Keuangan Asia Melonjak
Laporan industri AWS dan lembaga riset keuangan menunjukkan lonjakan tajam penggunaan AI oleh investor dan korporasi di Asia Tenggara hingga melampaui rata-rata global.
Monitorday.com– Laporan industri terbaru dari penyedia layanan cloud seperti Amazon Web Services (AWS) serta lembaga riset keuangan menunjukkan lonjakan tajam penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) oleh investor ritel dan korporasi di Asia Tenggara.
Penggunaan AI harian untuk analisis pasar, riset investasi, hingga efisiensi operasional perusahaan di kawasan ini tercatat jauh melampaui rata-rata global.
Pertumbuhan pesat ini didorong oleh semakin tingginya pemanfaatan instrumen berbasis AI yang mampu mengolah data pasar finansial secara instan dan akurat.
Investor ritel kini kian mengandalkan asisten cerdas untuk memprediksi tren pasar serta mengoptimalkan manajemen risiko portofolio investasi mereka.
Di ranah korporasi, adopsi AI telah bergeser dari fase eksperimen menjadi pilar utama strategi bisnis untuk memangkas biaya operasional dan mengotomatiskan alur kerja.
Penyedia layanan komputasi awan merespons tren ini dengan memperluas kapasitas infrastruktur guna memenuhi lonjakan pemrosesan data keuangan berbasis real-time di seluruh wilayah.
Tingginya angka integrasi ini mengukuhkan Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekosistem AI paling dinamis di dunia.
News
UNIS dan UNPAM Dorong Komunitas Punk Tangsel Kampanyekan Edukasi Sampah
Tangsel [Monitorday] — Komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan mulai diarahkan menjadi penggerak edukasi lingkungan melalui pelatihan komunikasi publik dan pengembangan ekonomi kreatif. Langkah tersebut dimulai melalui Workshop School of Waste Influencers di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar tim kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (UNPAM) tersebut merupakan bagian dari program Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pelaksanaan 2026.
Program itu mengusung tema “Transformasi Stigma Negatif Komunitas Punk Menjadi Pahlawan Edukasi Sampah Tangerang Selatan Berbasis Teknologi Digital dan Ekonomi Kreatif” dan mendapatkan pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Workshop difokuskan pada penguatan kemampuan public speaking dan literasi lingkungan. Para peserta didorong memiliki kemampuan menjadi content creator yang dapat menyuarakan kampanye kepedulian terhadap sampah melalui media sosial maupun ruang publik.
Selain kemampuan komunikasi, peserta juga diperkenalkan pada produksi eco-merchandise yang membawa pesan sosial dan ekologis.
Ketua Tim PKM sekaligus Pakar Komunikasi, Ade Irfan Abdurahman mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk rekayasa sosial (social engineering) dengan memanfaatkan potensi komunitas sebagai kekuatan perubahan.
“Melalui program ini, Kami membekali rekan rekan Punk dan Jalanan anggota Komunitas Tasawuf Underground agar memiliki kepercayaan diri saat melakukan orasi di ruang publik atau membuat konten kreatif di media sosial melalui aplikasi Punk-Paign yang akan kami kembangkan,” jelas Ade Irfan.
Menurut dia, pendekatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan komunikasi. Tim UNIS dan UNPAM juga mulai memperkenalkan aplikasi “Punk-Paign”, yang dirancang menggabungkan kampanye kepedulian terhadap sampah dengan toko daring untuk memasarkan karya kreatif komunitas.
Platform tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana bagi komunitas untuk menyampaikan pesan lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi melalui produk kreatif.
Sementara itu, pembina Tasawuf Underground, Ust. Halim Ambiya, menyambut kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas tersebut. Menurut dia, proses pemberdayaan penting dilakukan dengan tetap menghargai identitas komunitas punk.
“Tasawuf Underground adalah ruang transformatif di mana komunitas punk dibimbing melakukan perbaikan diri atau hijrah tanpa harus kehilangan identitas subkultur mereka. Workshop hari ini sangat berharga karena berhasil mengubah energi perlawanan anak-anak punk menjadi energi positif untuk perubahan sosial, menjadikan mereka agen perubahan yang membantu pemerintah kota dalam menangani masalah sampah melalui pendekatan ekonomi kreatif,” ungkap Ust. Halim Ambiya.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan melalui kombinasi komunikasi publik, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.
Melalui pengembangan Punk-Paign dan produksi eco-merchandise, tim pelaksana menargetkan terbukanya peluang ekonomi baru sekaligus mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap komunitas punk.
Dengan demikian, komunitas yang selama ini kerap dilekatkan dengan stigma negatif diharapkan dapat mengambil peran baru sebagai bagian dari gerakan edukasi lingkungan di Tangerang Selatan.
News
Pilih Model AI Sesuai Kebutuhan, Bukan Sekadar Terbaru
Lanskap AI makin padat, tetapi model terbaik bukan selalu yang paling mahal—kuncinya adalah memilih model sesuai kompleksitas tugas, kecepatan, dan biaya.
Monitorday.com– Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berlangsung cepat membuat pengguna memiliki semakin banyak pilihan model untuk berbagai kebutuhan. Model AI kini tidak hanya dibedakan berdasarkan tingkat kecerdasannya, tetapi juga kecepatan, biaya, kemampuan multimodal, dukungan coding, hingga kemampuannya dijalankan secara lokal.

Pada kategori flagship, model ditempatkan sebagai pilihan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah tingkat tinggi. Model dalam kelas ini ideal untuk perencanaan strategis, analisis kompleks, pemrograman tingkat lanjut, serta pekerjaan yang membutuhkan konteks panjang dan akurasi tinggi. Konsekuensinya, kemampuan tersebut biasanya diikuti kebutuhan komputasi dan biaya yang lebih besar.
Untuk penggunaan sehari-hari, kategori workhorse menjadi pilihan yang lebih praktis. Model seperti Claude Sonnet, GPT versi efisien, maupun DeepSeek dirancang untuk menangani sebagian besar pekerjaan rutin, mulai dari menulis, merangkum, berdiskusi, hingga coding. Strateginya sederhana: tidak semua pekerjaan membutuhkan model paling kuat, sehingga pengguna dapat menghemat waktu dan biaya tanpa kehilangan terlalu banyak kemampuan.
Sementara itu, model ringan semakin penting untuk otomatisasi berskala besar. Keunggulannya terletak pada latensi rendah dan biaya pemrosesan yang lebih murah. Model semacam ini dapat digunakan untuk sub-agent, klasifikasi dokumen, pemrosesan data berulang, chatbot sederhana, hingga berbagai proses yang membutuhkan respons cepat.
Kategori berikutnya adalah model terspesialisasi. Model ini tidak harus menjadi yang terbaik dalam segala hal, tetapi memiliki keunggulan pada bidang tertentu. Contohnya model untuk coding, pembuatan gambar dan video, pemrosesan audio, serta sistem perusahaan berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG). Bagi organisasi, pendekatan ini memungkinkan pemilihan teknologi berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar popularitas sebuah model.
Perkembangan lain yang juga penting adalah model lokal. Model berukuran lebih kecil dapat dijalankan pada perangkat konsumen seperti laptop maupun komputer dengan perangkat keras tertentu. Pendekatan ini menawarkan keuntungan berupa kontrol data, privasi, kemampuan bekerja tanpa koneksi internet, serta potensi penghematan biaya API.
Dengan demikian, memilih AI sebaiknya menggunakan pendekatan “right model for the right task”. Pekerjaan strategis dan kompleks dapat diarahkan ke flagship; pekerjaan rutin menggunakan workhorse; otomatisasi volume tinggi memanfaatkan model ringan; sedangkan kebutuhan khusus dapat menggunakan model spesialis.
Pada akhirnya, model AI terbaik bukan selalu model dengan skor benchmark tertinggi. Faktor seperti biaya per permintaan, kecepatan respons, panjang konteks, kemampuan multimodal, keamanan data, integrasi sistem, dan kebutuhan pengguna justru menentukan pilihan yang paling efektif. Bagi organisasi maupun individu, memahami peta tersebut akan menjadi bagian penting dari literasi AI di tengah semakin cepatnya perkembangan teknologi.
News
Menjaga Nyala Proklamasi: Refleksi Hari Kemerdekaan dan Filosofi Garuda Pancasila
Garuda Pancasila adalah lambang negara yang sarat makna, mencerminkan nilai-nilai kemerdekaan dan kebhinekaan Indonesia. Pahami filosofi dan simbolismenya untuk menjaga keutuhan bangsa.
Agustus tiba. Merah putih berkibar di mana-mana. Megah sekali. Rasa bangga langsung bergetar di dada.
Namun, 17 Agustus bukan sekadar rutinitas tahunan. Bukan pula sekadar ramainya perlombaan. Lebih dari itu. Ini adalah monumen waktu yang sakral. Hari lahirnya bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Di balik sejarah besar itu, berdiri kokoh Garuda Pancasila. Itulah lambang resmi negara kita. Keduanya bukan simbol mati tanpa jiwa. Keduanya adalah fondasi moral bangsa. Kompas pemandu arah untuk menghadapi tantangan zaman.
Makna 17 Agustus sangat dalam. Itulah kristalisasi keringat dan air mata. Juga tetesan darah pahlawan bangsa. Proklamasi 1945 adalah puncak perjuangan panjang. Bangsa ini menolak tunduk pada kolonialisme.
Saat Bung Karno membaca teks proklamasi, fajar baru Indonesia menyingsing. Kemerdekaan ini hak mutlak yang direbut dengan pengorbanan. Bukan hadiah cuma-cuma.
Maka, merayakan kemerdekaan berarti menyalakan api nasionalisme. Kita wajib menghargai jasa para pendahulu. Kita harus berkomitmen menjaga keutuhan Republik Indonesia dari perpecahan.
Para pendiri bangsa merumuskan Garuda Pancasila dengan matang. Tujuannya untuk mengabadikan semangat suci proklamasi. Menatap Garuda berarti membaca komitmen merdeka secara visual.
Susunan bulunya dirancang detail. Penuh makna historis. Ada 17 helai bulu pada masing-masing sayap. Itu tanggal kemerdekaan kita.
Lalu, ada 8 helai bulu pada ekor. Itu penanda abadi bulan Agustus.
Kombinasi 19 helai pada pangkal ekor dan 45 helai pada leher juga punya arti. Keduanya bersatu membentuk tahun keramat: 1945.
Visual ini sangat presisi. Indah. Identitas kemerdekaan terpahat abadi di tubuh sang Garuda. Ini pengingat penting. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghidupkan sejarahnya sendiri.
Garuda Pancasila tidak hanya bicara angka. Ada misi ideologis yang hidup di dadanya. Sebuah perisai tergantung anggun di sana.
Perisai itu memuat lima simbol suci. Itulah Pancasila, panduan hidup bernegara kita.
Cahaya bintang menuntun spiritualitas. Rantai emas merajut kemanusiaan. Pohon beringin tempat bangsa bernaung. Kepala banteng lambang kekuatan musyawarah. Padi dan kapas demi keadilan sosial yang merata.
Semua itu adalah jangkar moral. Gunanya menjaga stabilitas negara agar tetap tegak berdiri.
Lihat pula cakar kuatnya. Cakar itu mencengkeram erat seutas pita putih. Tulisannya tegas: Bhinneka Tunggal Ika.
Semboyan ini adalah kekuatan terbesar kita. Sebuah penegasan yang indah. Walau berbeda suku, bahasa, dan agama, kita tetap satu kesatuan utuh. Kita tidak akan goyah oleh apa pun.
Kini zaman sudah modern. Tugas kita bukan lagi mengangkat senjata di medan perang. Tugas hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Perlu kreativitas dan kontribusi positif.
Tantangan zaman terus datang. Ada degradasi moral. Ada polarisasi sosial. Ada pula ketidakpastian ekonomi global. Semua itu menuntut kita menghidupkan nilai Pancasila melalui tindakan.
Mari jadikan 17 Agustus momentum emas. Saatnya mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Singkirkan ego pribadi atau golongan. Kepentingan masa depan Indonesia jauh lebih besar.
Jadilah generasi yang adaptif dan inovatif. Namun, tetap pegang teguh akar budaya dan falsafah negara.
Mari satukan langkah. Rapatkan barisan. Kepakkan sayap optimisme setinggi burung Garuda terbang.
Jagalah nyala api proklamasi ini. Biarkan ia membakar semangat juang di dada setiap rakyat. Kemerdekaan ini amanah besar dari para pahlawan.
Merawatnya dengan baik adalah tugas suci kita bersama. Demi Indonesia yang maju, adil, berdaulat, dan sejahtera.
Selamat Hari Kemerdekaan. Tetaplah jaya negeriku. Merdeka!
News
AVA ITB, Mobil Otonom Buatan Indonesia Mulai Diuji
AVA menunjukkan kemampuan peneliti Indonesia mengembangkan kendaraan otonom berbasis kamera dan AI yang disesuaikan dengan karakter jalan lokal.
Monitorday.com– Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan AVA, kendaraan otonom tanpa pengemudi yang dirancang sebagai salah satu langkah menuju kemandirian teknologi transportasi Indonesia. Kendaraan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik jalan, kondisi lalu lintas, serta lingkungan transportasi di Indonesia.
Salah satu keunggulan AVA terletak pada pendekatan teknologinya. Jika sejumlah kendaraan otonom menggunakan LiDAR sebagai salah satu sensor utama, AVA mengandalkan kamera adaptif yang dipadukan dengan computer vision dan kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut memungkinkan kendaraan mengenali marka jalan serta mendeteksi berbagai objek secara real time.
Teknologi berbasis kamera juga membuka peluang pengembangan kendaraan otonom yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia. Sistem AI harus mampu menghadapi variasi pencahayaan, kondisi jalan, objek di sekitar kendaraan, hingga karakter lalu lintas yang dinamis. Tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengujian AVA.
Pengembangan AVA dilakukan melalui kolaborasi antara peneliti Fakultas Teknologi Industri ITB dan mitra industri nasional. Kolaborasi mencakup berbagai tahapan, mulai dari riset dan pengembangan perangkat lunak, integrasi sistem, hingga proses manufaktur. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan otonom tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga ekosistem industri yang mampu membawa hasil riset menuju produk nyata.
Saat ini, AVA masih berada pada tahap pengujian di area terbatas, termasuk kawasan industri dan lingkungan simulasi bandara. Pengujian dilakukan untuk mengukur ketangguhan sistem dalam menghadapi kondisi nyata dan berbagai gangguan lingkungan, termasuk perubahan pencahayaan serta situasi lalu lintas yang kompleks.
Pengembangan kendaraan otonom seperti AVA memiliki arti strategis bagi Indonesia. Selain mendorong inovasi di bidang otomotif dan AI, teknologi ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan transportasi cerdas (smart transportation) di masa depan. Keberhasilan AVA nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan teknologi tersebut beroperasi secara aman, andal, dan konsisten sebelum diterapkan pada ruang publik yang lebih luas.
News
Rusia Siap Bantu Indonesia Kirim Astronaut ke Antariksa
Rusia siap membantu Indonesia mengirim astronaut ke antariksa. Pembahasan pelatihan astronaut Indonesia telah dimulai, membuka jalan bagi kolaborasi di bidang luar angkasa.
Monitorday.com – Rusia membuka peluang membantu Indonesia menerbangkan astronaut ke luar angkasa. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan pembahasan soal pelatihan astronaut Indonesia telah dilakukan antara pihak terkait di Moskow dan Jakarta.
Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Tolchenov mengatakan Roscosmos, badan antariksa Rusia, siap membangun kerja sama jika Indonesia serius mengirim astronaut ke orbit.
“Kenapa kita tidak bisa mengirim astronaut Indonesia? Kalau saja dia bisa terbang ke luar angkasa dengan pesawat antariksa Rusia, hal itu akan sangat baik,” ujar Tolchenov.
Menurut dia, pelatihan antariksawan Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas dalam hubungan kerja sama kedua negara di bidang antariksa.
Rusia, kata Tolchenov, memiliki pengalaman menerbangkan antariksawan dari sejumlah negara. Di antaranya Mongolia, Vietnam, dan Malaysia.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kolaborasi di bidang antariksa, termasuk melalui pelatihan dan penerbangan astronaut dengan wahana antariksa Rusia.
News
BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Hari Ini
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan hari ini. Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah dan tingkatkan kesiapsiagaan.
Monitorday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Minggu hari ini.
Prakirawan BMKG Sufia mengatakan potensi hujan dipengaruhi dinamika atmosfer, antara lain pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi). Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
“Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat,” ujar Sufia dalam siaran pembaruan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Minggu.
Di wilayah barat Indonesia, Palembang berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, Banda Aceh, Pekanbaru, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, dan Banjarmasin diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Adapun Bandar Lampung, Pontianak, dan Palangkaraya berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Di kawasan timur Indonesia, hujan ringan berpotensi mengguyur Mamuju, Palu, Ambon, Manokwari, dan Jayapura.
Sedangkan Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Merauke diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
BMKG juga memprakirakan Nabire dan Jayawijaya berpotensi mengalami kondisi udara berupa asap atau kabut.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca signifikan.
News
Alibaba dan Meta Rilis AI Pertarungan Qwen 3.8-Max dan Meta Muse Code
Alibaba dan Meta meluncurkan inovasi AI terbaru, Qwen 3.8-Max dan Muse Code, untuk mendorong otomatisasi pengodean dan agentic AI global.
Monitorday.com– Raksasa teknologi Alibaba dan Meta meluncurkan inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) terbaru, yaitu Qwen 3.8-Max dan Meta Muse Code. Kedua model frontier ini dirancang khusus untuk bersaing langsung dengan pemain utama industri seperti Claude Code dari Anthropic dan Codex dari OpenAI dalam ranah otomatisasi pengodean (autonomous coding) serta agentic AI.
Alibaba Qwen 3.8-Max menonjol sebagai model multimodal berbasis arsitektur Sparse Mixture-of-Experts (MoE) dengan total 2,4 triliun parameter. Model ini mendukung context window hingga 1 juta token dan mampu menyelesaikan proyek perangkat lunak secara otonom selama berhari-hari tanpa supervisi manusia, termasuk merancang ulang aplikasi dari tangkapan layar visual.
Sementara itu, Meta merilis Muse Code, sebuah agen pengodean berbasis terminal (Command Line Interface) yang ditenagai model dasar Muse Spark 1.2. Mengusung arsitektur multi-agent paralel, Muse Code memecah tugas kompleks ke beberapa sub-agen di lingkungan terisolasi (sandbox) guna memastikan eksekusi kode berjalan cepat dan aman tanpa merusak repositori utama pengembang.
Kehadiran kedua teknologi ini memberikan pilihan taktis bagi komunitas pengembang global, baik untuk analisis visual multimodal berskala masif maupun navigasi pengodean terminal yang efisien dan hemat biaya.
News
Musk Bidik Pendapatan AI SpaceX US$500 Miliar
Elon Musk memiliki visi besar untuk bisnis AI di SpaceX. Ia memprediksi AI akan menjadi sumber pendapatan terbesar, berpotensi melampaui seluruh bisnis SpaceX lainnya.
Monitorday.com – CEO SpaceX Elon Musk memproyeksikan bisnis kecerdasan buatan (AI) perusahaan dapat mencetak pendapatan hingga US$500 miliar per tahun, setara sekitar Rp8.911,5 triliun.
Target itu ditopang ekspansi besar-besaran kapasitas komputasi AI SpaceX. Musk mengatakan perusahaan menargetkan kapasitas 10 gigawatt (GW) pada akhir 2027, naik drastis dari sekitar 1,4 GW saat ini.
“Nilai per watt mungkin akan berada di kisaran US$30 hingga US$50,” kata Musk dalam pidato kepada karyawan SpaceX yang diunggah di X, Kamis (13/8).
Dengan asumsi tersebut, kapasitas 10 GW dapat menghasilkan pendapatan sekitar US$300 miliar hingga US$500 miliar per tahun. Mengacu kurs US$1 sebesar Rp17.823, nilainya mencapai sekitar Rp5.346,9 triliun hingga Rp8.911,5 triliun per tahun.
“Angka yang besar,” ujar Musk.
Musk bahkan memperkirakan bisnis AI akan segera menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX. Menurutnya, pendapatan AI berpotensi melampaui seluruh bisnis SpaceX lainnya pada September 2026 dan semakin dominan pada kuartal IV tahun ini.
“Pendapatan AI kami mungkin akan melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada September, seperti bulan depan, dan akan jauh melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada kuartal keempat,” kata Musk.
Transformasi ini menandai perubahan besar bagi SpaceX yang selama ini dikenal sebagai perusahaan antariksa dengan produk seperti Falcon 9, Falcon Heavy, Dragon, dan Starship.
Awal tahun ini, SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan AI yang didirikan Musk pada 2023. xAI merupakan pengembang chatbot Grok dan mengoperasikan superkomputer Colossus di Tennessee, Amerika Serikat.
Musk memperkirakan peran AI di SpaceX akan terus membesar. Dalam empat hingga lima tahun, ia bahkan memprediksi AI dapat menyumbang 99 persen nilai SpaceX.
“Lima tahun, saya yakin,” kata Musk.
Ambisi SpaceX tidak berhenti pada pusat data dan komputasi di Bumi. Perusahaan juga berencana membangun kompleks manufaktur semikonduktor bernama Terafab di Texas bersama Tesla untuk memproduksi chip canggih.
Di sisi lain, SpaceX menyiapkan konsep jaringan hingga satu juta satelit AI bernama Starmind di orbit rendah Bumi. Satelit-satelit tersebut direncanakan diluncurkan menggunakan Starship, roket raksasa yang masih dalam tahap pengembangan.
Dalam visi jangka panjangnya, Musk bahkan membayangkan pembangunan pabrik di Bulan untuk mendukung pusat data di luar Bumi. Satelit AI nantinya disebut dapat diluncurkan dari permukaan Bulan menggunakan electromagnetic mass driver, sistem peluncuran elektromagnetik berdaya tinggi.
Dengan agenda tersebut, SpaceX perlahan bergerak melampaui bisnis roket dan satelit. AI kini diposisikan Musk sebagai mesin pertumbuhan utama perusahaan—dengan target pendapatan yang mencapai ratusan miliar dolar per tahun.
