Monitorday.com – Ketua Umum terpilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep kembali membuat pernyataan yang memantik semangat para kadernya. Dalam pidato perdananya setelah terpilih kembali sebagai Ketua Umum PSI periode 2025–2030, Kaesang mengakui kegagalannya membawa partai itu lolos ke Senayan pada Pemilu 2024. Namun, ia dengan percaya diri berjanji bahwa PSI akan menjadi partai besar dan diperhitungkan pada Pemilu 2029 mendatang.
Kaesang terpilih kembali sebagai Ketua Umum PSI setelah memenangkan pemilihan secara daring atau e-vote dengan perolehan suara 65,28 persen. Dalam kontestasi internal itu, ia mengalahkan dua kandidat lainnya, yakni Ronald A Sinaga (Bro Ron) yang meraih 22,23 persen suara, serta Agus Mulyono Herlambang yang mendapat 12,49 persen suara. Total suara yang masuk mencapai 157.579 dari kader yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Dalam pidatonya, Kaesang tak hanya menyampaikan janji, tetapi juga refleksi. Ia mengenang masa kampanye Pemilu 2024 yang hanya berlangsung tiga bulan untuknya sebagai ketua umum baru kala itu. Waktu yang sempit membuat kerja-kerja elektoral menjadi sangat terbatas. Meski demikian, ia mengapresiasi peningkatan jumlah kursi PSI di DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang naik hingga 100 persen dibanding periode sebelumnya.
“Waktu saya hanya tiga bulan, dan kita masih bisa meningkatkan kursi DPRD kita dua kali lipat. Itu bukti kerja keras kita semua. Tapi, kalau kita punya waktu empat tahun, saya yakin kita bisa membuat PSI menjadi jauh lebih besar lagi,” ujar putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu dengan penuh optimisme.
Kaesang juga melontarkan perumpamaan menarik yang menggambarkan semangat PSI. Ia menyebut bahwa meskipun PSI saat ini dianggap sebagai “gajah kecil,” namun gajah tetaplah hewan besar yang tak mudah diabaikan. “Mungkin orang menganggap kita masih gajah yang kecil, tapi gajah yang kecil itu tetap besar. Jadi lihat nanti, 2029 kita akan menjadi partai yang besar,” tandasnya, disambut tepuk tangan kader yang memadati ruangan.
Tidak hanya menyampaikan rencana politik, Kaesang juga menegaskan komitmen PSI sebagai partai yang modern dan terbuka dengan budaya politik baru. Pemilihan ketua umum secara e-vote adalah bagian dari upaya itu. Menurutnya, sistem ini menunjukkan keberanian PSI untuk membangun budaya one man, one vote, di mana setiap kader punya hak suara yang sama.
“Saya juga menyadari masih banyak kekurangan, masih banyak yang harus diperbaiki. Tapi setidaknya kita sudah berani memulai, memulai budaya politik yang baru, yang lebih sehat dan lebih demokratis,” katanya lagi.
Kaesang tak lupa mengajak dua rivalnya di kontestasi internal, Bro Ron dan Bro Agus, untuk tetap bersama dan membantu kerja-kerja partai di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Baginya, kompetisi internal tak boleh membuat kader terpecah, melainkan menjadi momentum untuk bersatu lebih kuat.
Kongres PSI 2025 kali ini menjadi sorotan publik karena digelar dengan semarak dan memanfaatkan teknologi digital untuk seluruh proses pemilihan. Ribuan kader mengikuti kongres baik secara langsung maupun daring dari seluruh Indonesia. Atmosfer kongres terasa hangat tetapi tetap penuh semangat dengan yel-yel dukungan untuk Kaesang dan PSI.
Dengan masa kepemimpinan lima tahun ke depan, Kaesang punya waktu yang cukup untuk merancang strategi matang demi mewujudkan target besar pada Pemilu 2029. Ia mengingatkan para kader untuk tidak cepat puas dengan capaian sementara, melainkan terus bekerja di akar rumput, memperluas basis pemilih, dan membuktikan bahwa PSI adalah partai yang layak dipercaya rakyat.
Kepemimpinan Kaesang selama ini kerap dicap terlalu muda dan minim pengalaman, tetapi dalam pidatonya ia justru menjadikan itu sebagai kekuatan. “Jangan remehkan anak muda, jangan remehkan yang dianggap kecil. Kita punya energi yang besar dan keberanian untuk berubah,” ujarnya dengan senyum khasnya.
Kader-kader PSI pun tampak antusias menyambut pesan-pesan Kaesang. Beberapa kader yang ditemui mengaku semakin yakin dengan masa depan partai mereka. “Pak Ketum memberi harapan baru buat kami. Empat tahun ini akan kami gunakan untuk kerja keras di lapangan supaya PSI bisa benar-benar tembus Senayan di 2029,” ucap salah satu kader asal Jawa Timur.
Dengan semangat baru yang diusungnya, Kaesang Pangarep kini memanggul harapan besar dari para kadernya untuk membawa PSI keluar dari bayang-bayang partai kecil menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Indonesia. “Lihat nanti, 2029 akan jadi milik kita!” pungkasnya, menutup pidatonya dengan penuh keyakinan.