News
Mendikdasmen: Hasil TKA Bahan Perbaikan Proses Pembelajaran
Penegasan ini mengindikasikan pergeseran paradigma dari sekadar pengukuran kinerja menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan di seluruh tingkatan.
Published
15 minutes agoon
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan tegas menyatakan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak akan digunakan sebagai alat pemeringkatan sekolah secara nasional. Pernyataan penting ini disampaikan pada Pembukaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2026 di Gedung PPSDM Kemendikdasmen, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). Mu’ti menekankan bahwa fokus utama TKA adalah sebagai instrumen perbaikan mutu pendidikan, bukan sebagai ajang kompetisi antar lembaga.
Mu’ti lebih lanjut menjelaskan bahwa tujuan hakiki dari TKA adalah untuk menjadi bahan refleksi dan perbaikan proses pembelajaran di satuan pendidikan. “Hasil TKA ini tidak diharapkan berujung pada skor, apalagi ranking, namun menjadi bahan refleksi dan perbaikan proses pembelajaran,” ujarnya. Penegasan ini mengindikasikan pergeseran paradigma dari sekadar pengukuran kinerja menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan di seluruh tingkatan.
Khusus untuk jenjang SMA/SMK sederajat, TKA diharapkan dapat memperkuat objektivitas dan standarisasi penilaian prestasi akademik untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dalam penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Meskipun demikian, Mendikdasmen Mu’ti menegaskan bahwa hasil TKA tidak akan menggantikan peran rapor dan prestasi siswa lainnya. Ia juga menambahkan bahwa siswa yang tidak mengikuti atau tidak memiliki nilai TKA tetap memiliki peluang luas untuk masuk PTN melalui jalur seleksi nasional berdasarkan tes maupun jalur mandiri.
Sementara itu, pada jenjang SD hingga SMP, hasil TKA akan dimanfaatkan sebagai bahan untuk peningkatan dan pemetaan mutu pendidikan di daerah. Selain itu, TKA juga akan menjadi instrumen penilaian jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Nilai TKA akan menjadi salah satu aspek penilaian dalam jalur prestasi tersebut, namun tidak akan meniadakan nilai rapor dan prestasi non-akademik lainnya yang telah dicapai oleh murid.
Dengan demikian, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memastikan bahwa TKA adalah bagian integral dari upaya penyempurnaan sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk peningkatan dan pemetaan mutu secara menyeluruh. Ini bukan semata-mata alat untuk menciptakan peringkat atau kompetisi antar sekolah, melainkan sebuah sarana untuk mendukung pendidikan yang lebih baik dan proses penilaian yang lebih komprehensif bagi seluruh peserta didik di Indonesia.
Mungkin Kamu Suka
-
Mendikdasmen Tinjau Cek Kesehatan Gratis di IPEKA Sunter
-
Mendikdasmen Tegaskan Akselerasi Program Prioritas dalam Konsolnas 2026
-
Dukung Program Presiden Prabowo Subianto, Mendikdasmen Dorong Sekolah Terapkan ASRI
-
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Perlu Kolaborasi Atasi Kekerasan di Sekolah
-
Indonesia–Australia Perkuat Kemitraan Strategis dari Ketahanan Pangan hingga Pendidikan
News
Sinergi Lintas Sektor Kunci Sukses Basarnas
Published
5 minutes agoon
11/02/2026By
Natsir Amir
Monitorday.com – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, menerima kunjungan akademisi dan jurnalis dalam sebuah forum dialog yang membahas riset kebencanaan dan penguatan sistem pencarian serta pertolongan di Indonesia. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi kelembagaan, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara negara, dunia akademik, dan media dalam membangun sistem respons bencana yang lebih tangguh, cepat, dan berbasis pengetahuan.
Dalam pertemuan tersebut, Mohammad Syafii menegaskan bahwa Basarnas tidak dapat bekerja sendiri. Kompleksitas medan, dinamika cuaca, serta keterbatasan waktu dalam operasi pencarian dan pertolongan menuntut koordinasi yang solid lintas sektor. Salah satu contoh yang membanggakan adalah keberhasilan operasi penanganan kecelakaan pesawat ATR milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang terjadi belum lama ini. Operasi tersebut menjadi bukti nyata kapasitas dan profesionalisme Basarnas dalam merespons situasi darurat dengan cepat dan terukur.
Syafii menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara Basarnas dengan TNI, POLRI, pemerintah daerah, relawan, serta unsur masyarakat lainnya. Setiap elemen memiliki peran penting: TNI dengan dukungan alutsista dan personel lapangan, POLRI dalam pengamanan dan identifikasi, pemerintah daerah dalam koordinasi wilayah, serta masyarakat dan relawan yang membantu pencarian di titik-titik krusial. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana adalah kerja kolektif, bukan kerja sektoral.
Lebih jauh, Syafii mengapresiasi peran akademisi dalam mengembangkan penelitian berbasis data dan teknologi kebencanaan. Ia membuka ruang kerja sama riset untuk meningkatkan sistem peringatan dini, pemetaan risiko, hingga pengembangan metode pencarian berbasis teknologi terkini seperti drone, artificial intelligence, dan sistem navigasi terpadu. “Ilmu pengetahuan harus hadir dalam setiap operasi kemanusiaan. Data dan riset akan membuat keputusan di lapangan semakin presisi,” ujarnya.
Kehadiran jurnalis dalam forum tersebut juga dinilai strategis. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik, mencegah disinformasi, serta membangun literasi kebencanaan di masyarakat. Transparansi informasi, menurut Syafii, merupakan bagian dari akuntabilitas lembaga sekaligus wujud kepercayaan publik terhadap negara dalam situasi krisis.
Pertemuan ini merefleksikan paradigma baru dalam tata kelola kebencanaan nasional: berbasis kolaborasi, riset, dan komunikasi publik yang efektif. Basarnas tidak hanya diposisikan sebagai institusi respons darurat, tetapi juga sebagai simpul koordinasi kemanusiaan yang mengintegrasikan kekuatan negara dan masyarakat.
Dengan pengalaman operasi seperti penanganan kecelakaan pesawat ATR KKP, Basarnas menunjukkan bahwa profesionalisme dan sinergi adalah kunci keberhasilan. Ke depan, penguatan jejaring akademik dan media diharapkan semakin memperkokoh sistem pencarian dan pertolongan Indonesia, sehingga setiap nyawa yang terancam dapat diselamatkan dengan lebih cepat, tepat, dan bermartabat.
News
Prabowo Berharap Para Konglomerat Bersinergi Ciptakan Ekosistem Bisnis
Penekanan pada kolaborasi ini dianggap krusial demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.
Published
19 minutes agoon
11/02/2026
Monitorday.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini menggelar pertemuan penting dengan lima pengusaha nasional terkemuka di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Selasa (10/2) malam. Pertemuan yang berlangsung lebih dari 4,5 jam ini menjadi forum diskusi strategis mengenai percepatan pembangunan ekonomi nasional. Para konglomerat yang hadir antara lain Prajogo Pangestu dari Barito Pacific Group, Anthony Salim dari Salim Group, Franky Widjaja dari Sinar Mas Group, Boy Thohir dari Adaro Energy, serta Sugianto Kusuma atau Aguan dari Agung Sedayu Group.
Dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB tersebut, Prabowo menekankan pentingnya semangat “Indonesia Incorporated”. Konsep ini menggarisbawahi kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk memperkuat daya saing nasional serta mempercepat roda pembangunan ekonomi di berbagai sektor.
Prabowo mengutarakan harapannya agar para pengusaha dapat bersinergi dengan berbagai sektor untuk mencapai tujuan pembangunan. Penekanan pada kolaborasi ini dianggap krusial demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.
Para pengusaha yang hadir menyambut baik dan menyatakan komitmen solid mereka untuk mendukung visi dan misi pemerintah. Mereka berkomitmen penuh terhadap program-program strategis seperti pemenuhan makan bergizi, peningkatan akses pendidikan tinggi, pelayanan kesehatan, penyediaan rumah subsidi, pengembangan koperasi dan kampung nelayan, hingga kedaulatan pangan dan energi, yang merupakan pilar penting dalam agenda pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Prabowo secara khusus mengajak para pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan. Fokus utama adalah di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri dalam negeri serta penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Inisiatif ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta merata di seluruh lapisan masyarakat.
News
RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen Indonesia untuk mengakui dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Published
24 minutes agoon
11/02/2026
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan rencana pengiriman sekitar 8.000 anggota pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa pembahasan mendalam mengenai komitmen ini sedang berlangsung. Prasetyo Hadi mengkonfirmasi potensi jumlah pasukan tersebut kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir pada Selasa, 10 Februari 2026.
Mensesneg Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, menambahkan bahwa pasukan dari Indonesia nantinya akan bergabung dengan kontingen perdamaian dari negara-negara lain. Meski demikian, detail mengenai lokasi penempatan spesifik pasukan Indonesia belum dapat disampaikan. “Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” jelas Pras.
Langkah ini merupakan bagian integral dari komitmen Indonesia untuk mengakui dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Pras juga menyoroti peran strategis Indonesia dalam Board of Peace (BOP), sebuah wadah yang melibatkan beberapa negara untuk upaya perdamaian di kawasan. Keanggotaan Indonesia dalam BOP ini menegaskan dukungan kuat terhadap Palestina dan komitmennya terhadap perdamaian global.
Pras melanjutkan bahwa Indonesia, bersama dengan tujuh negara muslim lainnya, telah memutuskan untuk bergabung dalam BOP dengan tujuan utama membantu masyarakat di Gaza. Harapan besar ditumpukan pada upaya ini untuk meminimalisasi konflik yang berkepanjangan dan penderitaan yang dialami warga Palestina. Inisiatif ini adalah manifestasi nyata dari solidaritas kemanusiaan Indonesia serta upaya berkelanjutan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah.
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMP Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi satu tahun program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menyasar kesehatan anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Di lokasi, Abdul Mu’ti menyaksikan proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim Puskesmas Tanjung Priok kepada para siswa. Ia menegaskan, program CKG bertujuan melakukan deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik, bukan untuk memberi label sakit, melainkan membantu siswa memahami kondisi tubuhnya agar proses belajar dapat berjalan optimal.
“Program ini bagian dari prioritas Presiden untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah. Tujuannya tracing atau deteksi dini kesehatan anak-anak kita di sekolah,” ujar Mu’ti.
Berdasarkan data yang dipaparkan, program CKG telah menjangkau sekitar 25 juta siswa di 202.284 sekolah di berbagai daerah. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengetahui tingkat kebugaran fisiknya. Dengan kondisi tubuh yang sehat, diharapkan proses belajar semakin maksimal dan prestasi meningkat.
Sejumlah siswa merasakan langsung manfaat program ini. Nathan Emmanuel Winoto, pelajar SMP IPEKA Sunter, mengaku pemeriksaan kesehatan membantunya mengetahui gangguan penglihatan yang semakin bertambah. Ia pun disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter mata.
“Dari sini saya tahu minus mata saya bertambah cukup banyak. Itu sangat membantu karena membuat saya lebih nyaman saat belajar,” ujar Nathan.
Hal serupa disampaikan Calissta Hendarto. Ia mengaku terbantu dengan program yang telah dua kali diikutinya. “Terima kasih banyak. Program ini sangat membantu saya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, memaparkan hasil evaluasi satu tahun pelaksanaan CKG. Dari temuan di lapangan, masalah gigi dan gejala hipertensi mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah.
“Tahun ini tidak hanya cek kesehatan, tetapi juga tindak lanjutnya. Kami ingin hingga 130 juta masyarakat terlayani untuk menekan beban penyakit katastropik di masa depan,” jelas Asnawi.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan yang turut hadir menekankan pentingnya kesadaran preventif di masyarakat. Ia mengajak orang tua dan siswa membiasakan pemeriksaan kesehatan rutin sejak dini.
“Periksa lebih cepat, lebih baik,” tegas Veronica.
Monitorday.com – Pelayanan publik sejatinya adalah landing page sebuah institusi. Ia menjadi kesan pertama, bahkan penentu utama, dalam membangun kepercayaan masyarakat. Di lembaga mana pun terlebih di institusi pendidikan pelayanan bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan cerminan nilai, budaya kerja, dan komitmen terhadap publik. Sayangnya, realitas pelayanan di banyak institusi negara, mulai dari rumah sakit hingga perguruan tinggi milik negara, masih sangat jauh dari kata layak.
Di era digital saat ini, pelayanan berbasis teknologi seharusnya hadir untuk menjawab persoalan jarak dan efisiensi. Digitalisasi pelayanan memang penting, khususnya bagi “customer” yang berada jauh dari lokasi institusi. Mahasiswa di luar kota, pasien rujukan, atau masyarakat di daerah terpencil tentu sangat terbantu dengan layanan daring yang cepat, jelas, dan transparan.
Pelayanan on the spot
Namun, ketika seseorang datang langsung ke institusi, maka pelayanan wajib diberikan di lokasi. Prinsip ini sederhana, namun sering diabaikan. Dalam konteks perguruan tinggi, misalnya, mahasiswa yang datang meminta surat keterangan untuk keperluan pembayaran SPP. Ini bukan permintaan yang rumit, bukan pula layanan eksklusif. Namun, alih-alih dilayani di tempat, mahasiswa kerap diminta mengisi akses, yang akses itu juga trouble.
Padahal, jika mahasiswa sudah hadir secara fisik, maka petugas setempat semestinya melayani langsung di tempat, cepat dan jelas.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di kampus, tetapi juga di rumah sakit negara dan lembaga pemerintahan lainnya. Prosedur berbelit, sikap petugas yang defensif, serta kecenderungan melempar tanggung jawab menjadi potret buram pelayanan publik. Publik seolah diposisikan sebagai beban, bukan sebagai pihak yang harus dilayani.
Padahal, pelayanan adalah inti dari keberadaan institusi negara. Negara hadir bukan untuk mempersulit, melainkan memudahkan. Pendidikan tinggi, sebagai ruang pembentukan karakter dan peradaban, semestinya menjadi teladan dalam pelayanan yang berkeadaban. Digitalisasi harus dibarengi dengan etika pelayanan, kehadiran empati, dan kesadaran bahwa setiap orang yang datang membawa kebutuhan yang nyata.
Pelayanan publik seharusnya tidak bergantung pada seberapa halus nada suara pemohon. Ia harus berdiri di atas sistem yang adil dan cepat. Kritikan juga harus diikuti dengan kualitas pelayanan, jangan anti kritik. Setiap masukan dari siapapun itu baik untuk kemajuan Institusi, terlebih Perguruan Tinggi.
Negeri ini sudah defisit orang jujur, jangan sampai minus etika, pelayanan juga sederet mental destructif lainnya. Jika tidak, ganti SDM yang lebih cepat, tanggap dan punya insting melayani masalah dengan solusi bukan dengan masalah.
Jika pelayanan terus diperlakukan layaknya culture “oh sudah seperti ini sejak dulu”, maka humor tentang lambannya birokrasi akan terus hidup. Sayangnya, itu bukan humor yang membanggakan, melainkan cermin kegagalan kita memanusiakan pelayanan.
News
IKN Siap Sambut Aktivitas ASN, Fasilitas Dasar Kian Lengkap
Published
15 hours agoon
10/02/2026
Monitorday.com — Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kian siap menyambut pemindahan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.
Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan fasilitas pelayanan dasar di IKN terus dilengkapi guna mendukung aktivitas ASN beserta keluarganya.
“Fasilitas pelayanan dasar di IKN semakin lengkap dan siap menyambut pemindahan ASN dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam menyongsong pusat pemerintahan baru Indonesia,” ujar Troy, Selasa, saat dimintai keterangan di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Ia menegaskan, pelayanan dasar merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib disediakan pemerintah, termasuk bagi ASN yang akan bermukim dan bekerja di IKN. Karena itu, Otorita IKN terus mempercepat penyediaan layanan dasar agar proses pemindahan ASN berjalan sesuai rencana.
Menurut Troy, sebanyak 16 kementerian dan lembaga dijadwalkan mulai melakukan aktivitas rutin di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kecamatan Sepaku. Aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan akan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026.
“Pelayanan dasar menjadi kunci agar ASN dapat pindah dan bekerja dengan tenang di IKN,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito menjelaskan, saat ini telah tersedia empat rumah sakit di KIPP IKN. Tiga di antaranya sudah beroperasi dan melayani masyarakat, yakni Rumah Sakit Hermina Nusantara, Rumah Sakit Mayapada Nusantara, dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kementerian Kesehatan.
Layanan BPJS Kesehatan juga telah tersedia di Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Rumah Sakit Mayapada Nusantara. Selain itu, layanan BPJamsostek untuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja telah dapat diakses di wilayah KIPP IKN.
Di sektor pendidikan, Otorita IKN menyiapkan operasional sekolah terpadu di KIPP mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Sejumlah sekolah juga akan segera beroperasi, antara lain Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Garuda, sekolah terpadu Kementerian Agama, serta sekolah internasional seperti Nusantara Intercultural School (NIS), Australian Independent School Nusantara, Sekolah Islam Al-Azhar, Summarecon Nusantara, dan Sekolah Bina Bangsa Nusantara. Selain itu, Otorita IKN turut melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah yang telah beroperasi di wilayah KIPP.
Di bidang keagamaan, Masjid Negara IKN ditargetkan mulai beroperasi pada Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Otorita IKN juga mengoordinasikan pelayanan ibadah di 12 masjid dan 37 musala di wilayah KIPP, baik di kawasan perkantoran, hunian pekerja konstruksi, maupun rumah susun, serta pelayanan ibadah bagi umat Kristiani.
Dengan kesiapan fasilitas pelayanan dasar tersebut, Otorita IKN berharap pemindahan ASN, TNI, Polri, serta masyarakat ke IKN dapat berjalan lancar dan mendorong terbentuknya ekosistem kota pemerintahan yang nyaman dan berkelanjutan.
Monitorday.com — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk mendukung penuh dan mengawal pelaksanaan program kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Komitmen tersebut mencakup dukungan terhadap berbagai program prioritas nasional, seperti swasembada pangan, swasembada energi, hilirisasi, serta agenda strategis lain yang tertuang dalam rencana kerja pemerintah.
“Polri memiliki komitmen untuk mendukung dan mengawal penuh program kerja pemerintah, khususnya di bidang swasembada pangan, swasembada energi, dan juga hilirisasi, serta program-program lain yang tercatat dalam program prioritas rencana kerja pemerintah,” ujar Kapolri usai menghadiri Rapat Pimpinan Polri 2026 di kawasan Jakarta Timur, Selasa.
Kapolri menambahkan, dukungan Polri diharapkan dapat menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga berharap sinergi antara Polri dan pemerintah dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi peran aktif Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor swasembada pangan dan pengawasan harga pangan.
“Dukungan Polri ini sangat kami rasakan. Terima kasih, mulai dari tingkat Polres di kabupaten, Polda, hingga di pusat,” kata Zulkifli Hasan.
Ia mengungkapkan, pada awal pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional (BGN) sempat mengalami kesulitan dalam membangun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, berkat bantuan Polri dalam pembangunan SPPG, program tersebut kini dapat berjalan dengan lancar.
“Dapur Polri itu yang terbaik. Saya ke mana-mana ke daerah, saya selalu berkunjung, dan dapur SPPG milik Polri termasuk yang paling baik,” ujarnya.
Selain itu, Zulkifli Hasan juga menyinggung peran Polri dalam mendukung kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Ia menyebut kehadiran Kapolri dalam rapat koordinasi Kemenko Pangan turut membantu menertibkan praktik di lapangan.
“Kami atur jadwal, Pak Kapolri hadir. Biasanya kalau Kapolri dan jajaran Polri tampil, situasi di bawah langsung reda,” tuturnya.
Setelah adanya dukungan dan pengawalan dari Polri, kebijakan HPP gabah kini berjalan sesuai ketetapan pemerintah. “Itu juga atas dukungan Polri. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih,” pungkasnya.
News
Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 Jelang Libur Idulfitri 2026
Published
16 hours agoon
10/02/2026
Monitorday.com – Jelang bulan Ramadan dan libur Idulfitri tahun 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan. Peluncuran dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/02/2026), dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Pada tahun ini dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar berasal dari APBN maupun nonAPBN,” ujar Menko Ekon Airlangga Hartarto.
Airlangga menambahkan, kebijakan pemberian paket stimulus ekonomi yang diberikan pada periode libur hari besar keagamaan nasional, seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru (Nataru), tak hanya menunjang mobilitas masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta sektor pariwisata.
“Peningkatan mobilitas pada periode Lebaran/Idulfitri 2025 itu mencapai 154,62 juta orang dan libur Nataru 110,43 [juta]. Secara year-on-year satu tahun di tahun 2025 itu [pertumbuhan ekonomi] 5,11 persen dan pada Desember kunjungan wisman [wisatawan mancanegara] 1,41 juta dan wisnus [wisatawan nusantara] 105,98 juta,” ujarnya.
Lebih lanjut, Airlangga merinci diskon tarif transportasi yang diberikan pada Paket Stimulus I-2026, yaitu:
- Diskon tarif kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket, untuk perjalanan periode tanggal 14 s.d 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.
- Diskon tarif angkutan laut sebesar 30 persen dari tarif dasar, untuk perjalanan periode tanggal 11 Maret s.d 5 April 2026, dengan target 445 ribu penumpang.
- Diskon tarif angkutan penyeberangan sebesar 100 persen dari tarif jasa kepelabuhanan, untuk perjalanan periode tanggal 12 s.d 31 Maret 2026, dengan target 945 ribu unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
- Diskon tarif angkutan udara sebesar 17-18 persen untuk kelas ekonomi dan perjalanan dalam negeri, untuk perjalanan periode tanggal 14 s.d 29 Maret 2026, dengan target targetnya 3,3 juta penumpang.
Selain itu, untuk mengoptimalkan mobilitas dan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan selama libur Idulfitri 2026, diberikan fleksibilitas dalam penetapan hari kerja khusus untuk aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Skema WFA atau flexible working arrangement (FWA) berlaku selama lima hari, yaitu pada tanggal 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
“Untuk penerapan FWA bagi para pegawai ASN, diterbitkan Surat Edaran (SE) dari Menteri PAN RB, sedangkan untuk pelaksanaan WFA bagi para pekerja swasta akan diterbitkan SE dari Menteri Ketenagakerjaan,” ujar Airlangga.
Tak hanya pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk dua bulan, dengan estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun. Target penerima bantuan pangan adalah sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1-4. Menko Ekon pun meminta pemerintah daerah (pemda) serta kementerian/lembaga terkait untuk mendukung penyaluran bantuan pangan ini.
“Pemda dan K/L terkait agar mendukung kelancaran logistik dalam penyaluran bantuan pangan,” pungkas Airlangga.
News
Mendikdasmen Tegaskan Akselerasi Program Prioritas dalam Konsolnas 2026
Published
16 hours agoon
10/02/2026
Monitorday.com – Dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperkuat berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026, khususnya revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia menyebut capaian tahun menjadi fondasi penting untuk akselerasi program pendidikan ke depan.
Ia menuturkan jika salah satu capaian utama adalah program revitalisasi satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun yang berhasil menjangkau 16.167 sekolah dari target awal 10.440 sekolah. Selain itu, program Papan Digital Interaktif (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) juga telah terdistribusi 100 persen ke ratusan ribu satuan pendidikan. “Dengan sistem swakelola, program ini tidak hanya tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat guna, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” tutur Menteri Mu’ti di PPSDM Kemendikdasmen, Jawa Barat pada Senin (9/2).
Memasuki tahun 2026, Menteri Mu’ti menjelaskan pemerintah akan menambah sasaran revitalisasi menjadi 60 ribu satuan pendidikan serta melanjutkan distribusi perangkat digital pembelajaran. “Untuk program digitalisasi, secara bertahap setiap satuan pendidikan akan mendapatkan tiga PID yang mulai kami usahakan distribusinya pada tahun 2026,” tutur Menteri Mu’ti.
Di bidang peningkatan mutu guru, Kemendikdasmen pada 2025 telah melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 804.157 guru, baik ASN maupun non-ASN, serta memberikan bantuan peningkatan kualifikasi akademik S1/D4 kepada 12.500 guru. Selain itu, pendekatan pembelajaran mendalam juga telah melatih lebih dari 52 ribu kepala sekolah dan 186 ribu pendidik.
“Inisiatif pembelajaran mendalam kami lakukan agar proses belajar menjadi lebih bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu,” ujar Menteri Mu’ti.
Menteri Mu’ti juga menambahkan dari sisi kesejahteraan guru, pemerintah menaikkan tunjangan sertifikasi guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan serta meningkatkan insentif guru non-ASN menjadi Rp400 ribu per bulan mulai 2026. Pemerintah juga menyalurkan bantuan subsidi upah kepada lebih dari 253 ribu guru non-ASN di PAUD nonformal. “Kami berupaya agar kesejahteraan guru semakin baik karena guru adalah kunci utama mutu pendidikan,” tegasnya.
Dalam aspek evaluasi pembelajaran, Kemendikdasmen meluncurkan Transformasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diikuti 3,48 juta siswa SMA/SMK/MA pada November 2025. Menurut Abdul Mu’ti, TKA tidak dimaksudkan untuk pemeringkatan, melainkan sebagai bahan refleksi. “Hasil TKA ini tidak diharapkan berujung pada skor apalagi ranking, namun menjadi bahan refleksi dan perbaikan proses pembelajaran,” ucap Menteri Mu’ti.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Hingga kini, sebanyak 170.870 satuan pendidikan di 38 Provinsi telah berpartisipasi dalam gerakan tersebut. “Kebiasaan sederhana ini jika dilakukan terus-menerus akan membawa anak-anak Indonesia menjadi generasi hebat di masa depan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah yang aman dan nyaman, serta mendorong penguatan nasionalisme melalui upacara bendera dan ikrar pelajar setiap Senin. Tak hanya itu, Menteri Mu’ti juga menyampaikan bahwa Indonesia berhasil meraih 66 penghargaan internasional di bidang prestasi peserta didik sepanjang 2025, terdiri atas 3 emas, 27 perak, 31 perunggu, dan 5 honorable mention.
Mengakhiri sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan 2026 diarahkan pada penguatan partisipasi dan kolaborasi. “Kami berkomitmen melanjutkan program-program yang sudah ada, memperkuat partisipasi, dan memastikan pendidikan bermutu untuk semua dapat terwujud secara nyata di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Dukungan diberikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai momentum strategis untuk menyatukan visi dan langkah antara pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Menurutnya, konsolidasi nasional menjadi ruang penting untuk membangun tata kelola pendidikan yang berbasis partisipasi bermakna, penggunaan data, serta kolaborasi lintas sektor.
“Dari konsolidasi nasional adalah satu kesempatan di mana kita bisa menyatukan visi dan langkah antara pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Di dalam pembuatan kebijakan kita harus mempraktikkan proses partisipasi yang bermakna sekaligus juga menggunakan berbagai data dan informasi sebagai basis, bukan semata-mata pertimbangan politik,” ujar Hetifah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kerja bersama yang membutuhkan keaktifan dari berbagai pihak dan tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, Komisi X DPR RI berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran secara partisipatif, termasuk mengawal dana mandatori pendidikan. “Kami merasa bahwa kegiatan hari ini patut kami dukung sepenuhnya, karena pendidikan memang kerja bersama yang membutuhkan keaktifan dari berbagai pihak. Tanpa kehadiran Bapak dan Ibu semuanya, apa pun yang dilakukan oleh DPR RI pun tidak bisa dijalankan ataupun diterapkan dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, melaporkan penyelenggaraan Konsolidasi Nasional Tahun 2026 dengan tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Menurut Suharti, pendidikan bermutu hanya dapat terwujud apabila seluruh mitra pembangunan terlibat aktif dan bekerja sama memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
“Pendidikan bermutu untuk semua bisa diwujudkan jika dan hanya jika kita melibatkan peran aktif semua mitra pembangunan untuk selalu bergotong royong dan bekerja sama memastikan semua anak Indonesia tanpa kecuali dapat menerima layanan pendidikan yang bermutu,” ujar Suharti dalam laporannya.
Suharti menjelaskan, konsolidasi nasional diikuti sekitar 900 peserta yang berasal dari kementerian dan lembaga terkait, Komisi X DPR RI, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, satuan kerja Kemendikdasmen, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, tujuh SEAMEO Center Indonesia, serta mitra pembangunan dari berbagai negara. “Untuk memperkuat sinergi, menyatukan visi, strategi, dan langkah bersama antar pemangku kepentingan pembangunan pendidikan, kami mengundang seluruh komponen pendidikan,” ucap Suharti.
Suharti juga menjelaskan jika kegiatan dilaksanakan selama tiga hari. Pada hari pertama, peserta mengikuti pemaparan kebijakan strategis nasional terkait perencanaan, pembiayaan pendidikan, serta tata kelola guru dan tenaga kependidikan. Hari kedua diisi dengan paparan kebijakan direktif Presiden yang dilanjutkan diskusi sembilan komisi, mulai dari wajib belajar 13 tahun hingga pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial.
“Kami membagi diskusi dalam sembilan komisi, termasuk pelaksanaan pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial yang merupakan kebijakan baru yang diinisiasi oleh Bapak Menteri,” ungkap Suharti.
Kemudian pada hari terakhir, peserta menyimak berbagai praktik baik daerah, seperti sistem penerimaan murid baru (SPMB), Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), serta pembelajaran jarak jauh di wilayah tertinggal. “Kami berharap hasil konsolidasi ini dapat menjadi landasan bersama dalam penguatan kebijakan dan praktik pendidikan serta mendorong keberlanjutan kerja sama pusat dan daerah serta mitra pembangunan,” pungkasnya.
News
Simulasi Kebijakan Pendidikan Hadir di Konsolidasi Nasional 2026 Kemendikdasmen
Simulasi ini merekonstruksi ruang kelas lengkap dengan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP), mengajak pengunjung menyaksikan praktik pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya, serta evaluasi berbasis gim interaktif.
Published
24 hours agoon
10/02/2026
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah resmi membuka Pameran Pendidikan sebagai bagian dari rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026. Acara yang berlangsung tiga hari, dari 9 hingga 11 Februari 2026, di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen Jakarta ini mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Dengan melibatkan 900 peserta dari seluruh Indonesia, pameran ini menampilkan 24 stan dan gerai layanan terpadu, serta memperkenalkan terobosan baru berupa simulasi langsung kebijakan pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pameran ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kebijakan yang konkret dan partisipatif, bukan sekadar ajang unjuk capaian.
Salah satu daya tarik utama pameran adalah kehadiran dua simulasi interaktif kebijakan pendidikan. Simulasi pertama adalah Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Badan Standar dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Melalui platform “Ayo Coba TKA”, peserta dapat mencoba langsung simulasi TKA yang akan diimplementasikan pada April 2026. Fajri Ansari Kistiawan dari BSKAP menjelaskan bahwa tujuan simulasi ini adalah membangun pemahaman utuh mengenai TKA, yang berfungsi sebagai alat ukur kemampuan murid untuk evaluasi diri dan perbaikan pembelajaran, bukan penentu kelulusan. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari peserta, seperti Umi Kulsum dari Balai Bahasa Provinsi Riau, karena memberikan pemahaman nyata tentang tujuan TKA.
Simulasi kedua berfokus pada Digitalisasi Pembelajaran di Kelas, yang dihadirkan oleh Direktorat SMP. Simulasi ini merekonstruksi ruang kelas lengkap dengan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP), mengajak pengunjung menyaksikan praktik pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya, serta evaluasi berbasis gim interaktif. Nia Hanifah, Guru SMP Negeri 5 Cilegon, menekankan bahwa teknologi berperan sebagai penguat peran guru, di mana guru tetap menjadi kunci utama pembelajaran. Simulasi ini juga mengenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial melalui Blockly Games, yang bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik.
Selain simulasi, pameran ini juga menyediakan tiga gerai layanan terpadu yang sangat dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan. Gerai tersebut meliputi Unit Layanan Terpadu (ULT) untuk kanal pengaduan dan konsultasi, layanan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang melayani konsultasi seputar Pendidikan Profesi Guru (PPG), guru P3K, hingga peningkatan kualifikasi akademik, serta layanan informasi Sekolah Unggul Garuda. Vika Cahyawati dari ULT menyatakan layanan ini mendekatkan akses informasi dan konsultasi. Zaki Hanin Nafillah dari Taman Baca Masyarakat Alam Riang, Jombang, menyoroti relevansi informasi Sekolah Unggul Garuda, terutama bagi anak-anak di daerah dengan akses pendidikan terbatas.
Konsolidasi Nasional ini dihadiri oleh berbagai unsur strategis, termasuk pimpinan Komisi X DPR RI dan Komite III DPD RI, enam menteri dan kepala lembaga, hingga 76 kepala dinas pendidikan provinsi dan 514 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, serta organisasi profesi dan mitra pembangunan. Selama acara, peserta akan mengikuti sidang sembilan komisi yang membahas isu-isu strategis seperti wajib belajar 13 tahun, digitalisasi pembelajaran, evaluasi TKA, serta pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial. Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan arah kebijakan pendidikan nasional dengan kebutuhan daerah, serta memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Monitor Saham BUMN
Sinergi Lintas Sektor Kunci Sukses Basarnas
Mendikdasmen: Hasil TKA Bahan Perbaikan Proses Pembelajaran
Prabowo Berharap Para Konglomerat Bersinergi Ciptakan Ekosistem Bisnis
RI Bakal Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza
Persib Tantang Ratchaburi di 16 Besar ACL Two, Hodak Usung Optimisme Tinggi
Mendikdasmen Tinjau Cek Kesehatan Gratis di IPEKA Sunter
Erick Thohir Bertemu Menpora Malaysia, Ini yang Dibahas
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata: PTPN Jangan Abai pada Hak Warga
Urgensi Briefing Pekanan: Dari Meja Instruksi Menuju Meja Kolaborasi
Pelayanan: landing Page Institusi
Westlife A Gala Evening in Surabaya, Konser Penuh Nostalgia
Brad Pitt Kembali Berakting di Sekuel Film “Once Upon a Time in Hollywood”
Gegara Aturan Baru AFA, Messi Terancam Absen Bela Timnas Argentina
Jumlah Penonton Tertinggi di Tottenham Hotspur, Konser BTS Pecahkan Rekor
IKN Siap Sambut Aktivitas ASN, Fasilitas Dasar Kian Lengkap
Kapolri Tegaskan Komitmen Dukung Program Pemerintah
Pemerintah Luncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 Jelang Libur Idulfitri 2026
Mendikdasmen Tegaskan Akselerasi Program Prioritas dalam Konsolnas 2026
Simulasi Kebijakan Pendidikan Hadir di Konsolidasi Nasional 2026 Kemendikdasmen
