Connect with us

News

Pemerintah Batasi Kenaikan Tiket Pesawat Maksimal 13%

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah memutuskan untuk membatasi kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen, meskipun harga avtur mengalami lonjakan lebih dari 70 persen akibat dinamika pasar global dan konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kenaikan harga avtur tidak dapat dihindari karena mengikuti harga pasar internasional. Namun, pemerintah berupaya menahan dampaknya agar tidak membebani masyarakat secara berlebihan.

“Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, pemerintah menahan kenaikan hanya di kisaran 9–13 persen,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4).

Avtur diketahui menjadi komponen utama dalam penentuan harga tiket pesawat, dengan kontribusi mencapai sekitar 40 persen. Untuk itu, pemerintah menyiapkan tiga langkah strategis guna menekan dampak kenaikan biaya tersebut.

Pertama, pemerintah akan memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dengan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk dua bulan. Setiap bulannya, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,3 triliun untuk subsidi tersebut.

Kedua, pemerintah menetapkan penyamarataan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar menjadi 38 persen untuk seluruh jenis pesawat. Kebijakan ini memungkinkan maskapai menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) guna mengompensasi kenaikan harga avtur.

Ketiga, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk untuk pembelian suku cadang pesawat menjadi 0 persen. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya operasional maskapai, sehingga berdampak pada stabilitas harga tiket.

Melalui kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah berharap kenaikan harga tiket pesawat tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat di tengah tekanan biaya industri penerbangan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

AS Ungkap Iran Gunakan Senjata Palsu untuk Tipu Serangan

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Laporan terbaru intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran diduga menggunakan senjata palsu selama konflik untuk mengecoh serangan militer Washington dan Israel.

Sejumlah pejabat yang mengetahui laporan tersebut menyebutkan bahwa Teheran menempatkan peralatan militer tiruan sebagai umpan agar menjadi target serangan udara. Strategi ini dinilai menyulitkan pihak AS dalam menilai dampak nyata dari operasi militernya.

Hingga kini, pemerintah AS mengaku belum dapat memastikan jumlah pasti peluncur rudal Iran yang berhasil dihancurkan. Ketidakpastian ini juga mencerminkan kesulitan dalam memperkirakan total kekuatan persenjataan rudal yang masih dimiliki Teheran.

Sebelumnya, Pentagon dan Gedung Putih mengklaim telah mencatat kemajuan signifikan dalam operasi militer terhadap Iran. Dalam laporan resmi, disebutkan bahwa lebih dari 11.000 target telah diserang dalam kurun lima pekan terakhir.

Namun, temuan intelijen justru menunjukkan bahwa kemampuan rudal Iran belum sepenuhnya lumpuh. Hal ini terlihat dari masih aktifnya peluncuran rudal oleh Teheran.

Pejabat AS memperkirakan Iran masih mampu meluncurkan sekitar 15 hingga 30 rudal balistik per hari, menandakan kapasitas tempur yang tetap terjaga.

Berdasarkan analisis intelijen, Iran diduga menyembunyikan peluncur rudalnya di bunker bawah tanah dan gua untuk menghindari serangan udara. Langkah ini bertujuan mempertahankan kekuatan militer dalam jangka panjang, terutama jika konflik berlangsung lebih lama.

Selain itu, laporan media Haaretz menyebut Iran menggunakan alat berat seperti buldoser untuk menggali dan memindahkan peluncur rudal yang disimpan di bawah tanah.

Strategi ini diyakini memungkinkan Iran terus memberikan tekanan militer selama perang berlangsung, sekaligus menjaga daya gentar terhadap lawan setelah konflik berakhir.

Isu penggunaan senjata palsu oleh Iran juga sempat ramai diperbincangkan di media sosial sejak awal konflik. Beredar klaim bahwa Teheran menggunakan replika tank dan pesawat, termasuk model balon, untuk mengelabui pengintaian musuh.

Praktik semacam ini bukan hal baru dalam dunia militer. Dalam Perang Rusia-Ukraina, penggunaan kendaraan tempur tiruan juga dilaporkan sebagai bagian dari strategi untuk mengacaukan target lawan.

Beberapa model umpan bahkan dibuat menyerupai kendaraan tempur nyata, mulai dari versi sederhana berbahan kayu hingga replika canggih yang meniru tank modern.

Temuan intelijen ini menyoroti kompleksitas perang modern, di mana taktik kamuflase dan penyesatan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi efektivitas serangan serta akurasi penilaian militer di lapangan.

Continue Reading

News

Hari Pertama TKA SMP 2026 Berjalan Lancar, Mendikdasmen Pastikan Pelaksanaan Kredibel

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 berlangsung lancar dan dinilai kredibel. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, turun langsung meninjau pelaksanaan di SMP Negeri 2 Curug.

Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti memastikan kesiapan teknis sekolah telah sesuai dengan ketentuan, mulai dari pengaturan ruang ujian hingga mekanisme pelaksanaan yang tertata rapi.

“Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Mendikdasmen menegaskan bahwa TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Keputusan kelulusan tetap berada di tangan masing-masing satuan pendidikan.

Ia menjelaskan, TKA berfungsi sebagai instrumen untuk memotret kemampuan akademik siswa, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi. Selain itu, asesmen ini juga dilengkapi survei karakter dan lingkungan belajar.

“Melalui TKA, kita ingin memperoleh profil kemampuan murid yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun karakter,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, hasil TKA akan menjadi salah satu referensi dalam sistem penerimaan murid baru melalui jalur domisili, prestasi, maupun afirmasi.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pelaksanaan asesmen dengan mengusung jargon “Jujur dan Gembira”.

Ia mengimbau peserta untuk mengerjakan ujian dengan jujur, serta meminta pengawas menjalankan tugas secara profesional tanpa dokumentasi yang tidak perlu selama ujian berlangsung.

Secara nasional, tingkat partisipasi TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari total peserta. Sisanya, sekitar 2 persen siswa, belum mengikuti asesmen karena alasan kesiapan psikologis maupun pertimbangan orang tua.

Di SMP Negeri 2 Curug, partisipasi tercatat mencapai 100 persen. Kepala sekolah, Purwaningsih, menyebut pelaksanaan berjalan tanpa kendala teknis.

“Alhamdulillah sesi pertama berjalan lancar. Kami menggunakan tiga ruang dengan sekitar 20 peserta per ruang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jaringan internet dan sistem token ujian berfungsi normal selama pelaksanaan.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa TKA dirancang dengan sistem “five in one” yang menghasilkan lima jenis data sekaligus, yakni kemampuan akademik, literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar.

Pemerintah juga menyiapkan skema fleksibel bagi sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pelaksanaan tidak sepenuhnya berbasis daring, sehingga sekolah dengan keterbatasan fasilitas tetap dapat mengikuti asesmen, termasuk melalui skema berbagi perangkat.

Selain itu, mekanisme ujian susulan disiapkan bagi sekolah yang terdampak bencana agar seluruh peserta tetap memperoleh hak mengikuti TKA.

“Dengan sistem yang ada, kita optimistis pelaksanaan TKA dapat memberikan data yang valid dan akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan,” kata Abdul Mu’ti.

Salah satu peserta, Heiba Anindya, mengaku sempat merasa gugup saat mengikuti ujian hari pertama.

“Awalnya deg-degan karena ini pengalaman baru, tapi juga penasaran dengan soal-soalnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan telah mempersiapkan diri sejak akhir 2025 dengan dukungan penuh dari orang tua. Meski tidak menentukan kelulusan, ia tetap berupaya memberikan hasil terbaik.

Pelaksanaan TKA 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem asesmen pendidikan yang lebih komprehensif dan berbasis data, guna meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara terukur dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Dari Mappi, UNJ Asah Permata Cahaya Indonesia Timur

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Di ufuk timur Nusantara, Kabupaten Mappi, Papua, kini bergemuruh harapan baru. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) hadir bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai lentera yang menerangi jalan generasi muda menuju masa depan. Di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Komarudin, UNJ melakukan transformasi besar, menegaskan tekadnya untuk memajukan Indonesia dari Timur melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah kunci, dan Kabupaten Mappi adalah permata yang ingin kita asah cahayanya,” ujar Prof. Komarudin.

Prof Komarudin menekankan visi UNJ yang tak hanya menyentuh Jakarta, tetapi merambah hingga pelosok Papua. Langkah ini didukung penuh oleh Bupati Mappi periode 2025–2030, Kristosimus Yohanes Agawemu, dan Sekda Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd., M.Sc., yang bersama-sama membuka ruang kolaborasi demi kemajuan generasi muda.

Salah satu cerita paling menonjol dari upaya ini adalah pengajaran Bahasa Inggris. Prof. Ifan Iskandar, Wakil Rektor 1 UNJ, turun langsung mendampingi mahasiswa Papua, membimbing mereka dengan kesabaran dan semangat.

“UNJ majukan Indonesia dari Timur. Kabupaten Mappi adalah titik awal kita menyalakan obor ilmu pengetahuan,” ungkap Prof. Ifan

Saat ini, sebanyak 100 mahasiswa baru asal Mappi menapaki gerbang UNJ, mengambil tiga program studi: Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Bagi Prof Ifan, setiap langkah mahasiswa-mahasiswa Papua di kampus adalah jejak harapan, setiap buku yang dibuka adalah jendela menuju dunia. Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya keragaman budaya, tetapi juga membuktikan bahwa cita-cita besar dapat lahir dari wilayah yang selama ini terpinggirkan.

Prof. Ifan meyakini, pendidikan adalah fondasi peradaban.

“Dengan ilmu, kita menanamkan harapan. Dengan karakter, kita menyiapkan masa depan. Dan dengan keberanian, kita menembus batas-batas yang selama ini membelenggu,” ujarnya.

UNJ, melalui kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi, membuktikan bahwa universitas tidak hanya menjadi pusat akademik di ibu kota, tetapi juga agen perubahan yang menyalakan cahaya di Timur Indonesia.

Dari Kabupaten Mappi, lahir generasi yang siap mengukir sejarah, membangun peradaban, dan membawa cahaya pendidikan bagi seluruh Nusantara.

Continue Reading

News

OpenAI Bakar Dana Rp2.000 Triliun, Kejar Dominasi AI Global

Meski pendapatan meroket, OpenAI diproyeksi belum untung hingga akhir dekade akibat biaya infrastruktur dan pelatihan AI yang sangat besar.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com-Perusahaan kecerdasan buatan OpenAI tengah berada dalam fase ekspansi agresif dengan kebutuhan modal yang sangat besar. Berdasarkan laporan berbagai sumber, perusahaan ini diproyeksikan mengalami kerugian bersih hingga 14 miliar dolar AS pada 2026, meskipun pertumbuhan pendapatannya termasuk yang tercepat dalam sejarah industri teknologi.

Menurut laporan yang dikutip dari berbagai media seperti Reuters dan Forbes, kondisi ini dipicu oleh lonjakan biaya operasional, terutama untuk pengembangan model AI generasi terbaru. OpenAI diperkirakan mencatat pendapatan tahunan sekitar 20 hingga 25 miliar dolar AS pada awal 2026, namun beban biaya komputasi dan infrastruktur masih jauh lebih besar, sehingga profitabilitas baru ditargetkan tercapai pada 2029 atau 2030.

Salah satu faktor utama pembengkakan biaya adalah kebutuhan komputasi untuk melatih model AI canggih. Proses ini membutuhkan ribuan chip berperforma tinggi seperti yang diproduksi oleh Nvidia, dengan harga per unit mencapai puluhan ribu dolar. Selain itu, OpenAI juga menyiapkan investasi infrastruktur jangka panjang hingga 600 miliar dolar AS sampai 2030 untuk memastikan skalabilitas layanan mereka.

Tidak hanya itu, perusahaan juga menghadapi tantangan efisiensi produk. Salah satu contohnya adalah penghentian proyek video AI “Sora” yang dilaporkan menghabiskan biaya operasional hingga 1 juta dolar per hari namun tidak diimbangi dengan tingkat penggunaan yang tinggi. Keputusan ini menunjukkan bahwa bahkan inovasi canggih pun harus tunduk pada kalkulasi bisnis yang ketat.

Untuk menopang ekspansi, OpenAI berhasil mengamankan pendanaan jumbo sebesar 122 miliar dolar AS pada April 2026. Pendanaan ini melibatkan sejumlah investor besar seperti Amazon dan SoftBank, yang mendorong valuasi perusahaan melonjak hingga 852 miliar dolar AS. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi menuju rencana penawaran saham perdana (IPO) yang diperkirakan dapat terjadi paling cepat pada akhir 2026.

Di tengah tekanan finansial yang besar, strategi OpenAI mencerminkan pertaruhan jangka panjang dalam perlombaan global kecerdasan buatan. Dengan akumulasi kerugian yang diprediksi mencapai 115 miliar dolar AS hingga 2029, perusahaan ini tampaknya memilih untuk “membakar uang” demi mengamankan posisi dominan dalam ekosistem AI masa depan.

Continue Reading

News

30 Universitas di Iran Hancur Diserang AS-Israel, Teheran Tuding Target Sipil

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah Iran menyatakan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari telah menghantam lebih dari 30 universitas di seluruh negeri. Otoritas Iran menilai kampus-kampus tersebut sengaja dijadikan sasaran dalam konflik yang masih berlangsung.

Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Sarraf, mengatakan hingga kini puluhan perguruan tinggi telah menjadi target langsung serangan. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi Universitas Shahid Beheshti di Teheran utara, yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara pada Jumat pekan lalu.

Menurut Sarraf, serangan tersebut menunjukkan pola yang jelas, yakni penargetan fasilitas sipil termasuk institusi pendidikan. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat berdampak besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Iran.

Israel, di sisi lain, menyatakan bahwa serangan ditujukan pada fasilitas penelitian dan pengembangan yang diduga terkait program nuklir dan persenjataan Iran.

Di kompleks Universitas Shahid Beheshti, sebuah pusat riset dilaporkan hancur menjadi puing setelah dibombardir. Institut Riset Laser dan Plasma di kampus tersebut termasuk fasilitas yang terdampak langsung dalam serangan tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa, hal itu disebut karena kegiatan perkuliahan di seluruh Iran telah dialihkan ke sistem daring sejak konflik meningkat.

Sarraf juga mengungkapkan bahwa ilmuwan Iran telah lama menjadi target serangan. Ia menyebut sejumlah profesor di universitas yang sama dilaporkan tewas dalam konflik sebelumnya.

“Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu,” ujar Sarraf, merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran.

Selain Universitas Shahid Beheshti, Universitas Sains dan Teknologi Teheran juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan. Beberapa fasilitas riset, termasuk yang terkait pengembangan satelit, turut terdampak.

Serangan juga menyasar Institut Pasteur di Teheran, lembaga riset medis yang telah berdiri lebih dari satu abad. Institut tersebut dikenal bergerak di bidang penyakit menular, produksi vaksin, dan layanan diagnostik.

Organisasi Kesehatan Dunia mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut mengalami kerusakan besar hingga tidak lagi dapat menjalankan layanan kesehatan secara normal.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut lebih dari 20 fasilitas kesehatan di Iran telah menjadi sasaran sejak awal Maret. Salah satu yang terdampak adalah Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina yang mengalami kerusakan berat.

Selain itu, sebuah perusahaan farmasi besar di dekat Teheran juga dilaporkan diserang. Pemerintah Iran menilai serangan tersebut bertujuan mengganggu distribusi obat, sementara Israel mengklaim fasilitas itu terkait produksi senjata kimia.

Konflik yang terus memanas ini meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap eskalasi serangan yang tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga infrastruktur sipil penting.

Continue Reading

News

TKA SMP 2026 Dimulai, Mendikdasmen: Hadapi Ujian dengan Tenang dan Percaya Diri

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Siswa kelas 9 SMP dan sederajat mulai mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 pada Senin (6/4/2026). Pelaksanaan tes yang diselenggarakan pemerintah ini diharapkan dapat berjalan lancar dengan dukungan kesiapan mental dan kejujuran para peserta.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan kepada para siswa agar menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri. Ia berharap seluruh peserta dapat mengerjakan soal dengan kemampuan terbaik yang dimiliki.

“Semoga kalian semua diberikan kelancaran, ketenangan, dan semangat untuk mengerjakan setiap soal dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti, dikutip dari akun Instagram resmi Instagram @litbangdikbud.

Selain itu, Mu’ti menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran selama pelaksanaan TKA. Menurutnya, nilai dari tes ini tidak hanya terletak pada hasil akhir, tetapi juga pada karakter baik yang ditunjukkan siswa selama proses ujian.

“Junjung tinggi kejujuran, karena nilai yang sesungguhnya bukan hanya pada hasil akhir tetapi pada karakter baik yang kalian tunjukkan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau siswa untuk tidak merasa cemas berlebihan. Menurutnya, tes merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Karena itu, siswa diminta menjalani ujian dengan sikap positif dan penuh semangat.

Mu’ti turut mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup, berusaha secara maksimal, serta berdoa sebelum mengerjakan soal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa TKA bertujuan untuk memotret kemampuan akademik siswa secara objektif sekaligus menjadi upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

Di akhir pernyataannya, Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya TKA 2026, serta mengajak semua elemen untuk bersama-sama mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak Indonesia.

Continue Reading

News

Arab Saudi Bakal Bangun Bandara di Mekah, Permudah Akses Jamaah Haji dan Umrah

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan rencana besar pembangunan bandara dan sistem metro baru di Kota Mekah sebagai upaya meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.

CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekah dan Tempat-Tempat Suci (RCMC), Saleh Al-Rasheed, menyampaikan bahwa proyek ini akan dikembangkan melalui kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk merancang model investasi yang tepat demi mendukung pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

Saat ini, Mekah belum memiliki bandara internasional yang beroperasi secara mandiri. Sebagian besar jamaah internasional masih harus mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Mekah, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kota suci.

Sebagai bagian dari inovasi transportasi, Arab Saudi juga telah menguji kendaraan udara listrik otonom pada 2024. Uji coba ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi tersebut dalam situasi darurat maupun distribusi peralatan medis.

Meski demikian, proyek pembangunan bandara di Mekah tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama kondisi geografis wilayah yang didominasi pegunungan. Faktor seperti turbulensi, kesulitan pendekatan pendaratan, hingga potensi gangguan cuaca dan visibilitas menjadi perhatian utama dalam perencanaan.

Al-Rasheed mengungkapkan bahwa studi kelayakan serta desain awal proyek telah rampung dan telah diserahkan kepada otoritas terkait. Saat ini, proyek tersebut tengah memasuki tahap penyelesaian prosedur administratif sebelum diluncurkan ke fase berikutnya.

Dengan hadirnya bandara baru ini, pemerintah berharap waktu tempuh perjalanan jamaah dapat dipangkas secara signifikan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan efisiensi mobilitas jutaan umat Muslim yang datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

Berdasarkan data Otoritas Umum Statistik (GASTAT) Arab Saudi, sebanyak 1,5 juta jamaah haji internasional tercatat memasuki negara tersebut melalui berbagai pintu masuk pada tahun lalu.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman yang Memuliakan Guru dan Siswa

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pendidikan harus dimaknai sebagai proses membangun karakter dan peradaban, bukan sekadar penyampaian materi pelajaran. Hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah kunci dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. Adapun pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. Sebagaimana tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 Tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Budaya sekolah aman dan nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi warga sekolah. 

Dalam membangun karakter, satuan pendidikan dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang memuliakan manusia sebagai inti dari penataan fondasi belajar. “Kata kunci dalam pembelajaran di sekolah adalah memuliakan. Guru harus memuliakan murid, murid menghormati guru, dan keduanya memuliakan ilmu,” tegas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, di Pekalongan, Jawa Tengah pada Jumat (3/4). 

“Pendidikan itu adalah proses membangun karakter dan peradaban bangsa. Karena itu, guru tidak hanya menjadi agent of learning, tetapi harus menjadi agent of civilization,” imbuhnya di hadapan forum yang dihadiri sekitar 200 kepala sekolah serta guru di wilayah Pekalongan.

Saat menjadi pembicara kunci dalam dialog pendidikan yang bertemakan “Menata Fondasi Belajar: Menciptakan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bermartabat bagi Guru dan Siswa”, ia menyampaikan bahwa upaya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman dilakukan melalui pendekatan deep learning yang mendorong pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. 

“Kita ingin pembelajaran itu tidak sekadar banyak materi, tetapi dipahami secara mendalam, sehingga siswa terlibat aktif dan belajar dengan bermakna,” jelasnya dalam acara yang didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman dan Rektor Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Nur Izzah.

Dialog pendidikan tersebut menjadi ruang refleksi bersama dalam menata ulang praktik pembelajaran dan budaya sekolah. Harapannya, dengan pemahaman yang komprehensif dan kolaborasi semua pihak, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memuliakan dan memanusiakan setiap individu di dalamnya secara praktis dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa peran guru tidak berhenti pada kegiatan mengajar di kelas, tetapi juga mencakup pembimbingan secara menyeluruh. “Tugas guru itu tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing. Karena itu semua guru harus menjadi guru wali yang mendampingi siswa, tidak hanya secara akademik, tetapi juga sosial dan emosional,” ucap Menteri Mu’ti dalam motivasinya.

Menteri Mu’ti juga menyoroti pentingnya penguatan hidden curriculum melalui pembiasaan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dalam membangun sekolah yang aman dan nyaman. “Banyak hal penting dalam pendidikan yang tidak diajarkan sebagai mata pelajaran, tetapi dibiasakan seperti disiplin, sopan santun, saling menghargai, yang dibangun melalui keteladanan,” tuturnya.

Terkait disiplin di sekolah, Menteri Mu’ti juga mengingatkan bahwa pendekatan yang digunakan harus bersifat mendidik dan bebas dari kekerasan. “Disiplin harus dibangun tanpa kekerasan. Bukan dengan hukuman fisik, tetapi dengan pendekatan yang membuat siswa sadar dan berubah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penyelesaian persoalan di sekolah perlu mengedepankan dialog dan pembinaan. “Kalau ada permasalahan di sekolah dapat diselesaikan dengan diskusi lebih dulu, agar hubungan tetap terjaga antara sekolah dan orang tua,” tutup Mu`ti

Continue Reading

News

Imbas Pajak Mencekik, Warga Ramai-ramai Pilih Murtad

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Membayar pajak sejatinya merupakan tanggung jawab setiap warga negara yang telah memperoleh penghasilan. Dana yang terkumpul pun kembali kepada masyarakat dalam bentuk berbagai layanan publik. Namun demikian, tidak semua wajib pajak menjalankan kewajiban ini dengan penuh kesadaran.

Beragam cara kerap ditempuh untuk menghindari beban pajak. Salah satu contoh menarik terjadi di Swiss, yang dikenal sebagai negara dengan tingkat pajak relatif tinggi. Di sana, terdapat jenis pungutan khusus yang disebut pajak gereja, yang dikenakan kepada warga yang terdaftar sebagai anggota komunitas keagamaan tertentu.

Fenomena unik pun muncul. Sebagian warga memilih untuk secara administratif keluar dari keanggotaan agama, bahkan mendeklarasikan diri sebagai ateis, demi terbebas dari kewajiban membayar pajak tersebut. 

Eeksodus iman tengah terjadi di Swiss, dan angkanya melonjak tajam. Di baliknya, ada satu faktor yang tak bisa diabaikan: pajak gereja.

Di negara ini, menjadi anggota gereja bukan sekadar urusan spiritual, tapi juga finansial. Setiap individu yang terdaftar dalam gereja resmi negara wajib membayar pajak sekitar 1–3 persen dari penghasilan. Tidak ada celah: satu-satunya cara untuk berhenti membayar adalah dengan keluar dari keanggotaan gereja itu sendiri.

Dan pada 2023, pilihan itu diambil secara massal.

Menurut laporan media lokal, sebanyak 67.497 orang resmi meninggalkan Gereja Katolik. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya—sebuah lonjakan yang mencolok dan sulit diabaikan. Di sisi lain, gereja Protestan juga mengalami gelombang serupa, dengan 39.517 orang mengundurkan diri. Jika digabungkan, hampir 100.000 orang Swiss memutuskan hubungan formal dengan gereja hanya dalam satu tahun.

Di wilayah Basel-Stadt, fenomena ini bahkan lebih terasa. Provinsi di Swiss utara itu mencatat tingkat pengunduran diri tertinggi, mencapai 4,5 persen. Sistem administrasi yang mempermudah proses keluar dari keanggotaan gereja disebut-sebut menjadi salah satu pemicu tingginya angka tersebut.

Namun, persoalannya tidak sesederhana soal uang.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa di wilayah dengan pajak gereja, tingkat keluar dari agama cenderung lebih tinggi. Ini memunculkan pertanyaan besar: apakah kewajiban finansial justru mempercepat jarak antara masyarakat dan institusi keagamaan?

Di sisi lain, faktor lain juga ikut bermain. Gelombang sekularisme yang semakin kuat, ditambah berbagai skandal di lingkungan rumah ibadah, ikut menggerus kepercayaan publik. Bagi sebagian orang, keputusan keluar bukan sekadar menghindari pajak, melainkan refleksi dari perubahan keyakinan yang lebih dalam.

Yang paling mencolok, tren ini berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah warga Swiss yang mengidentifikasi diri sebagai ateis sekitar 34 persen populasi pada 2022. Ini bukan lagi sekadar fenomena administratif, melainkan pergeseran sosial yang signifikan.

Swiss hari ini tidak hanya menghadapi penurunan jumlah jemaat, tetapi juga redefinisi hubungan antara agama, negara, dan individu. Pajak gereja mungkin menjadi pemicu, tetapi gelombang yang terjadi jauh lebih besar: sebuah transformasi cara masyarakat memaknai iman di era modern.

Continue Reading

News

Ledakan di Markas PBB Lebanon Lukai Tiga Prajurit TNI, Dua Kondisi Serius

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon Selatan, pada Jumat (3/4) sore waktu setempat.

Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menyampaikan bahwa dua dari tiga korban mengalami luka serius. “Sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujarnya dalam keterangan resmi melalui Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).

Ketiga prajurit asal Indonesia tersebut segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, pihak UNIFIL masih menyelidiki sumber dan penyebab ledakan. “Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” kata Ardiel.

Insiden ini menambah daftar kabar duka bagi kontingen Indonesia di Lebanon. Dalam beberapa hari terakhir, tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam insiden terpisah di wilayah operasi yang sama.

Prajurit Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026. Sehari kemudian, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

PBB memastikan investigasi tengah berlangsung untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas rangkaian serangan tersebut, dengan hasil penyelidikan dijanjikan akan diumumkan dalam waktu dekat.

UNIFIL juga mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan tidak melakukan aktivitas militer di sekitar area operasi. Misi UNIFIL sendiri dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 1978 dan diperkuat setelah konflik tahun 2006, dengan mandat menjaga stabilitas di Lebanon Selatan.

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Peristiwa terbaru ini kembali menyita perhatian publik Tanah Air terhadap keselamatan prajurit yang bertugas di luar negeri dalam misi kemanusiaan global.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget4 minutes ago

Moussa Sidibe Berpotensi Gabung Persib Bandung

News1 hour ago

Pemerintah Batasi Kenaikan Tiket Pesawat Maksimal 13%

News2 hours ago

AS Ungkap Iran Gunakan Senjata Palsu untuk Tipu Serangan

Ruang Sujud2 hours ago

Mengapa Islam Tidak Menganggap Seks sebagai Hal Tabu?

News3 hours ago

Hari Pertama TKA SMP 2026 Berjalan Lancar, Mendikdasmen Pastikan Pelaksanaan Kredibel

News7 hours ago

Dari Mappi, UNJ Asah Permata Cahaya Indonesia Timur

News11 hours ago

OpenAI Bakar Dana Rp2.000 Triliun, Kejar Dominasi AI Global

News13 hours ago

30 Universitas di Iran Hancur Diserang AS-Israel, Teheran Tuding Target Sipil

News14 hours ago

TKA SMP 2026 Dimulai, Mendikdasmen: Hadapi Ujian dengan Tenang dan Percaya Diri

LakeyBanget14 hours ago

Jangan Lewatkan Momen Piala Dunia 2026, TVRI Imbau Masyarakat Scan Ulang Siaran TV

LakeyBanget23 hours ago

Kian Tak Terbendung, Persib Bandung Ukir Tiga Rekor Bersejarah

LakeyBanget1 day ago

Namanya Terseret di Dokumen Jeffrey Epstein, Gigi Hadid Angkat Bicara

News1 day ago

Arab Saudi Bakal Bangun Bandara di Mekah, Permudah Akses Jamaah Haji dan Umrah

LakeyBanget1 day ago

Gol Kilat 34 Detik, Rayhan Hannan Cetak Sejarah di Persija dan Liga Indonesia

Ruang Sujud1 day ago

Seks dalam Islam: Harmoni antara Kebutuhan Biologis dan Spiritualitas

LakeyBanget1 day ago

Bek Man United Berniat Jadi Hafiz Al Quran dan Imam Masjid Usai Piala Dunia 2026

News1 day ago

Mendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman dan Nyaman yang Memuliakan Guru dan Siswa

Review1 day ago

AI Tanpa “Tubuh Internal” Dinilai Berisiko, Peneliti UCLA Ungkap Konsep Baru

LakeyBanget2 days ago

Tandang ke Markas Semen Padang, Beckham dan Adam Alis Kompak Optimis Bawa Pulang 3 Poin

News2 days ago

Imbas Pajak Mencekik, Warga Ramai-ramai Pilih Murtad

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.