News
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Usai Harga Pertamax Naik, Daya Beli Masyarakat Jadi Fokus
Pemerintah sedang merancang paket stimulus ekonomi untuk merespons kenaikan harga Pertamax. Tujuannya adalah melindungi daya beli masyarakat dan menekan inflasi yang mungkin timbul.
Monitorday.com – Pemerintah tengah mematangkan paket stimulus ekonomi sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada Rabu (10/6/2026). Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi tekanan inflasi akibat meningkatnya biaya energi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema stimulus masih dalam tahap finalisasi dan akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
“Masih disiapkan. Setelah diputuskan dan dilaporkan kepada Presiden, baru akan disampaikan kepada masyarakat,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu.
Menurutnya, pemerintah sedang mengevaluasi berbagai opsi kebijakan yang dinilai efektif dalam menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi nasional di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi. Pemerintah juga akan memantau perkembangan inflasi, terutama yang berpotensi muncul dari sektor transportasi dan distribusi barang.
PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau naik lebih dari 30 persen. Sementara Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Meski demikian, pemerintah memutuskan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dipatok Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga hanya berlaku pada produk BBM nonsubsidi dan dilakukan mengikuti mekanisme evaluasi harga energi serta perkembangan pasar global.
Pemerintah menilai kenaikan harga Pertamax tidak akan memberikan tekanan besar terhadap inflasi nasional karena sebagian besar sektor transportasi umum dan distribusi logistik masih menggunakan BBM bersubsidi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi diperkirakan relatif terbatas karena penggunaannya lebih banyak berasal dari kendaraan pribadi.
“Pertamax bukan bahan bakar utama yang digunakan sektor transportasi publik maupun logistik, sehingga dampaknya terhadap inflasi diperkirakan tidak terlalu besar,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga barang dan pola konsumsi masyarakat setelah kebijakan tersebut diterapkan.
Di sisi lain, Komisi XI DPR RI mengingatkan adanya potensi peralihan konsumsi dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar.
Jika perpindahan pengguna terjadi dalam jumlah besar, beban subsidi energi pemerintah berpotensi meningkat dan dapat memengaruhi stabilitas pasokan BBM bersubsidi di lapangan.
DPR meminta pemerintah menghitung secara cermat dampak kebijakan tersebut terhadap anggaran subsidi energi sekaligus memastikan distribusi Pertalite tetap terkendali.
Sejumlah analis menilai kenaikan harga Pertamax tidak terlepas dari meningkatnya tekanan di pasar energi internasional. Lonjakan harga minyak dunia dan tingginya biaya penyediaan energi disebut menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Meski menghadapi tekanan tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi guna melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Paket stimulus yang tengah disiapkan diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pertumbuhan konsumsi domestik di tengah perubahan harga energi yang terjadi saat ini.
News
MUI Usulkan Pembentukan Danantara Syariah
Danantara Syariah diusulkan sebagai wadah khusus untuk mengonsolidasikan aset, lembaga, dan potensi ekonomi syariah Indonesia.
Monitorday.com– Majelis Ulama Indonesia mengusulkan pembentukan Danantara Syariah Indonesia sebagai wadah khusus untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi dan keuangan syariah nasional. Gagasan tersebut disampaikan dalam Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026.
Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar mengatakan pengelolaan ekonomi syariah di Indonesia belum mencapai hasil yang diharapkan, meskipun Indonesia memiliki penduduk Muslim dalam jumlah besar. Karena itu, MUI mendorong pembentukan lembaga yang mampu mengoordinasikan berbagai kekuatan ekonomi syariah secara terarah dan berkelanjutan.
Wakil Ketua Umum MUI KH Muhammad Cholil Nafis menjelaskan potensi ekonomi syariah saat ini masih tersebar dan berjalan sendiri-sendiri. Potensi tersebut mencakup perbankan syariah, asuransi, pasar modal syariah, Bank Perekonomian Rakyat Syariah, Baitul Maal wat Tamwil, serta dana sosial Islam seperti zakat dan wakaf.
MUI mengusulkan agar Danantara tetap berfungsi sebagai induk atau super holding kekuatan ekonomi nasional. Sementara itu, Danantara Syariah dapat dibentuk sebagai holding khusus yang berfokus menggerakkan ekonomi umat dan mengintegrasikan berbagai lembaga serta instrumen keuangan berbasis syariah.
Konsolidasi dinilai dapat menciptakan skala ekonomi yang lebih besar dan menekan biaya pendanaan dalam kegiatan bisnis. Dengan kekuatan dana yang terintegrasi, lembaga-lembaga ekonomi syariah juga diharapkan mampu membiayai proyek yang lebih besar dan memberikan dampak langsung terhadap sektor riil.
Cholil menyebut dana syariah di sektor pendidikan yang dikelola pemerintah mencapai sekitar Rp930 triliun. Sementara itu, dana yang dikelola pihak swasta disebut telah melampaui Rp2.000 triliun. Besarnya nilai tersebut dinilai menunjukkan potensi ekonomi umat yang dapat dioptimalkan melalui tata kelola dan koordinasi yang lebih kuat.
Karakter ekonomi syariah dinilai berbeda dari sistem keuangan konvensional karena memiliki pola bisnis tersendiri. Ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada pasar modal dan bisnis berskala global, tetapi juga menitikberatkan pembiayaan masyarakat, kegiatan konsumsi, serta usaha produktif di tingkat akar rumput.
Pembentukan Danantara Syariah juga diharapkan memperkuat hubungan antara sektor keuangan dengan kegiatan usaha nyata. Dana yang dihimpun dapat diarahkan untuk mendukung UMKM, industri halal, pertanian, pendidikan, perumahan, dan berbagai kegiatan produktif yang dapat menciptakan lapangan kerja.
Namun, usulan tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah dan pemangku kepentingan. Struktur kelembagaan, regulasi, mekanisme pengawasan, serta hubungan Danantara Syariah dengan lembaga keuangan dan pengelola dana umat perlu dirancang secara transparan agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
MUI berharap Danantara Syariah dapat menjadi kekuatan baru bagi pembangunan nasional. Apabila dikelola secara profesional, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah, lembaga tersebut dinilai berpotensi meningkatkan daya saing industri keuangan syariah sekaligus memperkuat kesejahteraan ekonomi umat.
News
Pembiayaan Syariah Bantu UMKM Naik Kelas
Dukungan pembiayaan syariah membantu Alfriandra Souvenir berkembang dari usaha rumahan bermodal Rp7 juta menjadi produsen suvenir dengan pasar yang semakin luas.
Monitorday.com– Pembiayaan berbasis syariah terus memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah. Salah satu contohnya terlihat pada perkembangan Alfriandra Souvenir, usaha yang dirintis sejak 1997 dengan modal awal sekitar Rp7 juta dan kemudian bertumbuh menjadi produsen suvenir dengan kapasitas usaha yang lebih besar.
Usaha tersebut berawal dari skala rumahan dengan proses produksi yang terbatas. Seiring meningkatnya permintaan, kebutuhan modal kerja, peralatan, dan pengembangan pasar juga bertambah. Dukungan pembiayaan syariah kemudian menjadi salah satu faktor yang membantu usaha tersebut memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi.
Bank Syariah Indonesia menilai pembiayaan bagi UMKM tidak hanya berfungsi sebagai tambahan modal, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi. Melalui pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, pelaku usaha memperoleh akses pendanaan yang dapat digunakan untuk membeli bahan baku, memperbaiki sarana produksi, menambah tenaga kerja, dan memperluas jaringan pemasaran.
Pertumbuhan Alfriandra Souvenir menunjukkan bahwa usaha kecil memiliki peluang besar untuk naik kelas ketika memperoleh dukungan pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar secara berkelanjutan. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan pentingnya pengelolaan usaha yang disiplin, inovasi produk, serta kemampuan menjaga kualitas di tengah persaingan.
Pembiayaan syariah memiliki karakteristik yang menekankan prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan. Skema ini dinilai sesuai bagi pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan produktif sekaligus ingin menjalankan usahanya berdasarkan nilai-nilai ekonomi Islam.
Dampak pembiayaan tidak berhenti pada pertumbuhan satu perusahaan. Ketika UMKM berkembang, kebutuhan tenaga kerja, bahan baku, distribusi, dan jasa pendukung juga meningkat. Kondisi tersebut menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal serta membuka peluang pendapatan bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha.
UMKM selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Namun, keterbatasan modal, rendahnya literasi keuangan, dan akses pasar masih menjadi kendala bagi sebagian pelaku usaha. Karena itu, perbankan syariah diharapkan tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan manajemen dan penguatan kapasitas bisnis.
Kisah Alfriandra Souvenir menjadi gambaran bahwa pembiayaan yang tepat dapat membantu usaha rumahan berkembang secara bertahap dan berkelanjutan. Penguatan pembiayaan syariah bagi UMKM diharapkan semakin memperluas kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan memperkokoh ekonomi umat.
News
Nasabah Bank Emas BSI Melonjak 700 Persen
Bisnis bank emas BSI mencatat pertumbuhan pesat dengan jumlah nasabah menembus 1,3 juta orang dan perdagangan emas mencapai 8,06 ton.
Monitorday.com– PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI mencatat pertumbuhan signifikan dalam layanan bank emas atau bullion bank. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah layanan bullion BSI meningkat sekitar 700 persen secara tahunan hingga menembus 1,3 juta orang.
Pertumbuhan jumlah nasabah tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan penyimpan nilai. Ketidakpastian ekonomi global serta tingginya permintaan terhadap aset aman turut mendorong masyarakat memilih emas untuk melindungi nilai kekayaannya.
Sepanjang periode tersebut, BSI tercatat telah memperdagangkan sebanyak 8,06 ton emas. Peningkatan transaksi itu juga mendorong pendapatan berbasis komisi atau fee-based income dari bisnis emas tumbuh sekitar 712 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu pelopor layanan bank emas berbasis prinsip syariah di Indonesia. Layanan yang disediakan mencakup pembelian dan penjualan emas, cicilan emas, gadai emas, tabungan emas, hingga penitipan emas yang dapat diakses melalui jaringan kantor maupun aplikasi digital BYOND by BSI.
Perkembangan bisnis bullion BSI juga didukung penguatan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Danantara Indonesia. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan investasi negara, memperkuat likuiditas, serta membangun ekosistem emas nasional yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Kemudahan transaksi secara digital menjadi salah satu faktor yang meningkatkan ketertarikan masyarakat. Nasabah dapat membeli emas dalam nominal terjangkau tanpa harus langsung menyimpan emas fisik secara mandiri. Sistem tersebut dinilai memberikan akses investasi yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Pertumbuhan bank emas juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian nasional. Ekosistem bullion yang kuat dapat mendukung industri pertambangan, pengolahan emas, perhiasan, perdagangan, hingga pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Ke depan, BSI diharapkan terus memperkuat edukasi dan literasi masyarakat mengenai investasi emas. Nasabah tetap perlu memahami tujuan investasi, risiko perubahan harga, biaya transaksi, serta kesesuaian produk dengan kondisi keuangan masing-masing agar emas tidak hanya menjadi tren, tetapi menjadi bagian dari perencanaan keuangan syariah yang sehat.
News
Prabowo Saksikan Akad 62.000 Rumah Subsidi di Batang
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri akad massal 62.000 KPR rumah subsidi yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyaksikan akad massal 62.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan nasional tersebut dipusatkan di Perumahan Puri Delta City Side, Kecamatan Wonotunggal.
Akad massal akan melibatkan 62.000 calon debitur yang tersebar di lebih dari 100 titik pada 36 provinsi. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh 36 bank penyalur yang menjadi mitra Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat atau BP Tapera.
Sebanyak 200 calon debitur dijadwalkan mengikuti prosesi akad secara langsung di Batang. Sementara itu, sekitar 61.800 calon debitur lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah di Indonesia. Presiden juga dijadwalkan menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat.
Penerima rumah subsidi berasal dari beragam profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, pengemudi ojek daring, asisten rumah tangga, pemuka agama, anggota TNI dan Polri, hingga pelaku usaha kecil. Program ini diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.
Selain akad KPR FLPP, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan akad Kredit Usaha Rakyat atau KUR Perumahan senilai sekitar Rp880 miliar. Akad KUR Perumahan diikuti sekitar 7.100 debitur dari sisi masyarakat yang membutuhkan rumah maupun pelaku usaha yang mendukung penyediaan perumahan.
Akad massal di Batang menjadi kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan di Cileungsi, Jawa Barat, pada September 2025 sebanyak 26.000 unit serta di Serang, Banten, pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit. Jumlah peserta di Batang menjadi yang terbesar dibandingkan dua pelaksanaan sebelumnya.
Hingga 23 Juli 2026, penyaluran pembiayaan FLPP telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai sekitar Rp13,874 triliun. Akad massal ini diharapkan mempercepat penyaluran rumah subsidi sekaligus menggerakkan sektor konstruksi, perbankan, pengembang, UMKM, dan penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.
News
Skema Baru Bansos Segera Dimulai, Kopdes Jadi Ujung Tombak
Monitorday.com – Pemerintah akan mulai menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih pada akhir Agustus 2026. Skema baru ini disiapkan untuk membuat distribusi bansos lebih cepat, tepat sasaran, sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan uji coba akan dimulai setelah seluruh persiapan teknis dan koordinasi lintas kementerian rampung.
“Rencananya uji coba dilakukan pada akhir Agustus 2026,” kata Ferry, dikutip dari Kompas.
Dalam skema tersebut, Kopdes Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, tetapi juga menjadi saluran berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran bansos.
Pemerintah menilai distribusi melalui koperasi desa akan mendekatkan bantuan kepada penerima manfaat, mempercepat penyaluran, meningkatkan akuntabilitas, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai motor ekonomi lokal.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Kopdes Merah Putih memang dirancang menjadi pusat distribusi berbagai layanan pemerintah sesuai kebutuhan daerah. Selain bansos, koperasi ini juga akan menyalurkan pupuk, mengelola distribusi sembako, layanan simpan pinjam, apotek dan klinik desa, hingga pergudangan serta logistik.
Program Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah membangun ekonomi berbasis desa. Operasional koperasi akan didukung sistem digital Simkopdes untuk mengelola administrasi, tata kelola, dan pengawasan.
Uji coba pada akhir Agustus akan menjadi tahap evaluasi sebelum skema diterapkan secara nasional. Pemerintah akan mengukur kesiapan infrastruktur, sistem digital, tata kelola koperasi, serta koordinasi antarkementerian guna memastikan penyaluran bansos berjalan efektif dan tepat sasaran.
News
Dominasi Global Model AI China dalam Pemrosesan Token
Laporan lanskap teknologi global menunjukkan pergeseran tren di mana model bahasa besar asal China kini mencatat volume pemrosesan token harian yang melampaui gabungan model AS.
Monitorday.com– Laporan terbaru mengenai lanskap teknologi global mengungkapkan adanya pergeseran tren yang cukup signifikan di sektor kecerdasan buatan. Model-model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) asal Tiongkok kini tercatat mencatat volume pemrosesan token harian yang sangat masif. Angka utilisasi tersebut bahkan dilaporkan telah melampaui gabungan volume dari berbagai model asal Amerika Serikat di pasar internasional.
Lonjakan penggunaan ini utamanya didorong oleh tingkat efisiensi operasional yang sangat tinggi serta penetrasi global yang agresif. Berbagai penyedia layanan kecerdasan buatan asal Tiongkok menawarkan infrastruktur komputasi dengan harga operasional yang jauh lebih kompetitif bagi para pengembang. Faktor biaya yang terjangkau ini membuat banyak perusahaan global memilih mengintegrasikan sistem asal Tiongkok ke dalam aplikasi komersial mereka.
Perkembangan pesat ini sekaligus mempertegas posisi Tiongkok sebagai salah satu kekuatan utama dalam peta inovasi teknologi kecerdasan buatan dunia. Dominasi dalam pemrosesan token menunjukkan bahwa infrastruktur dan kapasitas server mereka mampu mengimbangi permintaan komputasi skala raksasa. Para pengamat industri memperkirakan persaingan ketat dalam hal efisiensi harga dan performa ini akan terus berlanjut sepanjang tahun mendatang.
News
Milad ke-24, Lazismu Usung Semangat Integrasi Menguatkan Dampak
Jakarta [Monitorday] – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) akan menggelar puncak peringatan Milad ke-24 di Aula Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan, tema tersebut menggambarkan arah Lazismu dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar semakin terintegrasi.
“Integrasi menjadi fondasi penting dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya agar mampu menghasilkan program yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Rais, semangat integrasi itu merupakan implementasi Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tahun 2025 sekaligus tindak lanjut hasil Rapat Kerja Nasional Lazismu Tahun 2026 di Kalimantan Selatan. Integrasi diarahkan untuk menghubungkan potensi amil, pengelolaan dana, hingga pelaksanaan program agar manfaat yang diberikan kepada mustahik semakin luas.
Arah tersebut sekaligus menandai perjalanan Lazismu yang telah berlangsung sejak 2002. Dalam perkembangannya, Lazismu membangun program pemberdayaan melalui enam pilar, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan dakwah, kemanusiaan, serta lingkungan.
Seiring meluasnya program, penghimpunan dana Lazismu juga meningkat. Sepanjang 2025, dana yang dihimpun secara nasional mencapai Rp792,96 miliar, naik hampir 50 persen dibandingkan Rp532,24 miliar pada 2024. Realisasi itu mencapai 153 persen dari target penghimpunan sebesar Rp519,78 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp641,32 miliar atau sekitar 81 persen disalurkan kembali melalui berbagai program. Pada pilar pendidikan, Lazismu mencatat 205.630 penerima manfaat, sedangkan program pemberdayaan ekonomi menjangkau 37.360 penerima dan layanan kesehatan 32.361 penerima manfaat.
Jangkauan terbesar tercatat pada pilar sosial dan dakwah dengan 1.952.422 penerima manfaat. Program tersebut mencakup pemberdayaan mualaf, pendampingan penyandang disabilitas, pelayanan lansia, kurban untuk ketahanan pangan, hingga aksi kemanusiaan. Sementara itu, program lingkungan menjangkau 45.550 penerima manfaat di berbagai daerah.
Besarnya dana yang dihimpun dan disalurkan membuat aspek tata kelola menjadi bagian penting dalam perjalanan Lazismu. Direktur Utama Lazismu Pusat Barry Adhitya mengatakan, kepercayaan muzaki dan donatur harus dijaga melalui pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap amanah yang dititipkan para muzaki dan donatur disalurkan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Barry.
Lazismu tercatat memperoleh Akreditasi A dari Kementerian Agama secara berturut-turut sejak 2019 hingga 2024. Dalam periode yang sama, laporan keuangan tahunannya juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik.
Puncak Milad ke-24 akan dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kementerian Agama, mitra dunia usaha, muzaki, media massa, dan sejumlah mitra strategis. Rangkaian acara meliputi Amanat Milad dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, peluncuran Kolaborasi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat, serta bedah buku “Jurnalisme Filantropi: Media dan Visi Kesejahteraan”.
News
BNI Perkuat Tata Kelola dan Permodalan, Terbitkan AT1 US$700 Juta
BNI mengambil langkah proaktif dalam penguatan tata kelola dan permodalan dengan menerbitkan instrumen AT1 senilai US$700 juta. Langkah ini mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Monitorday.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) melalui penguatan manajemen risiko, pengendalian internal, transformasi digital, serta struktur permodalan guna menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh perseroan adalah penerbitan instrumen Additional Tier 1 (AT1) senilai US$700 juta di pasar internasional sebagai upaya memperkuat fundamental permodalan.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan penerapan tata kelola yang baik tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat, investor, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai bagian dari BUMN, BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, serta mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia yang berfokus pada pengelolaan investasi pemerintah dan optimalisasi aset BUMN untuk mendukung program strategis nasional serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Selain memperkuat permodalan, BNI juga melanjutkan transformasi organisasi melalui penyempurnaan proses bisnis, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Penguatan tata kelola dan fundamental perusahaan juga menjadi modal bagi BNI untuk memperluas fungsi intermediasi, meningkatkan akses layanan keuangan, serta mendukung berbagai program pembangunan nasional.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan BNI yang memasuki usia ke-80 pada 5 Juli 2026 dengan mengusung tema “Swadharma Bhakti Nagara”, yang mencerminkan semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat serta negara.
News
Bandara Husein Kantongi Sertifikat, Siap Layani Boeing 737 dan Airbus A320 Mulai Agustus
Bandara Husein Sastranegara kini resmi mengantongi sertifikat untuk melayani pesawat jet sekelas Boeing 737 dan Airbus A320. Reaktivasi ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Jawa Barat.
Monitorday.com – Bandara Husein Sastranegara resmi mengantongi Sertifikat Bandar Udara (SBU) dari Kementerian Perhubungan, membuka jalan bagi bandara tersebut untuk kembali melayani penerbangan pesawat jet berbadan sempit.
Sertifikat bernomor 005.1/SBU/VII/2026 yang diterbitkan pada 23 Juli 2026 diberikan kepada PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara. Dengan sertifikat itu, bandara dinyatakan memenuhi persyaratan operasional untuk melayani pesawat sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320.
Bandara Husein juga telah meningkatkan fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dari Kategori 5 menjadi Kategori 7, yang menjadi syarat utama operasional pesawat jet.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim mengatakan penerbitan sertifikat tersebut menjadi tonggak penting dalam proses optimalisasi Bandara Husein Sastranegara.
Menurutnya, seluruh persyaratan operasional telah dipenuhi, termasuk peningkatan infrastruktur sisi udara berupa runway, taxiway, apron, serta fasilitas keselamatan penerbangan.
Selain itu, terminal penumpang juga direvitalisasi dengan konsep modern yang mengusung unsur budaya Jawa Barat. Pembaruan meliputi perbaikan toilet, musala, ruang laktasi, area tunggu transportasi umum, fasad terminal, hingga penyediaan coworking space.
Minat maskapai untuk kembali beroperasi di Bandara Husein pun mulai bermunculan. Sedikitnya enam maskapai telah mengajukan rute penerbangan, yakni Citilink, Super Air Jet, Garuda Indonesia, TransNusa, Scoot, dan Wings Air.
Rute yang diajukan mencakup penerbangan domestik ke Denpasar, Surabaya, dan Kualanamu, serta rute internasional menuju Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru.
Pemerintah menargetkan Bandara Husein mulai melayani penerbangan jet pada 17 Agustus 2026, sebelum beroperasi penuh pada 17 September 2026.
Reaktivasi bandara ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Jawa Barat. Pemerintah Kota Bandung juga menyiapkan penataan kawasan sekitar bandara, termasuk pembangunan Gerbang Husein, untuk mendukung kembali beroperasinya salah satu pintu masuk utama Kota Bandung tersebut.
News
Anak Buruh-Petani Jadi Lulusan Terbaik IPDN, Prabowo: Bukti Meritokrasi dan Kesempatan Setara Berjalan
Presiden Prabowo Subianto menyoroti keberhasilan anak buruh dan petani sebagai lulusan terbaik IPDN. Ini membuktikan sistem meritokrasi dan kesempatan setara berjalan di Indonesia.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi keberagaman serta pemerataan akses pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal tersebut disampaikan dalam amanatnya saat memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII IPDN Tahun 2026 di Lapangan Parade IPDN Kampus Jatinangor, Sumedang, pada Rabu (29/07/2026).
Menurut Presiden, pemerataan kesempatan tersebut tercermin dari latar belakang keluarga para pamong praja muda yang masuk dalam jajaran 10 lulusan terbaik. Mereka berasal dari keluarga dengan profesi orang tua dan kondisi ekonomi yang beragam.
“Sebelum naik ke podium, saya mendapat laporan dari Menteri Dalam Negeri, ‘Bapak Presiden, bahwa sepuluh lulusan terbaik dari angkatan ini semuanya berasal dari keluarga yang sangat sederhana.’ Tadi disampaikan kepada saya, ada yang merupakan anak buruh, anak petani, dan ada pula anak bintara TNI,” tuturnya.
Keberagaman latar belakang tersebut, menurut Presiden, menjadi bukti bahwa proses seleksi peserta didik IPDN berlangsung secara adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa.
“Ini membuktikan bahwa seleksi IPDN yang dijalankan oleh Kementerian Dalam Negeri telah berhasil,” ucap Presiden dalam amanatnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara berharap komitmen tersebut terus dipertahankan untuk menjaring dan mencetak generasi muda terbaik dari berbagai daerah dan lapisan masyarakat. Menurutnya, pemimpin masa depan dapat lahir dari latar belakang apa pun apabila memperoleh kesempatan yang setara.
“Kita inginkan seleksinya benar. Putra putri yang terbaik bangsa, anak siapapun, ini membuktikan NKRI berhasil. Kalau anak buruh harian bisa lulus menjadi pamong praja, siapa tahu suatu saat dia akan menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat,” ujarnya.
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa penerapan sistem meritokrasi merupakan salah satu wujud keberhasilan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia pun menyampaikan kebanggaannya terhadap capaian para generasi muda yang berhasil meraih prestasi melalui kemampuan dan kerja keras mereka.
“Ini buktikan bahwa NKRI berhasil, bahwa Pancasila itu benar. NKRI dan Pancasila harus menjadi negara dipimpin oleh mereka-mereka yang terbaik. Mereka-mereka yang berprestasi. Meritokrasi. Mereka yang berprestasi, silakan. Maju. Maju. Ini membanggakan hati saya,” pungkasnya.
