Connect with us

News

Prabowo Kucurkan Bantuan Rp200 Miliar untuk Gempa NTT

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan sebesar Rp200 miliar tersebut terdiri atas Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT dan masing-masing Rp20 miliar untuk delapan kabupaten terdampak di Pulau Flores. Delapan kabupaten tersebut yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.

Saat memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Batalyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/08/2026), Kepala Negara menegaskan bahwa bantuan tersebut harus digunakan secara tepat untuk mendukung penanganan bencana dan membantu masyarakat yang terdampak. Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto juga memastikan bahwa bantuan sebesar Rp20 miliar untuk setiap kabupaten telah diterima oleh pemerintah daerah.

“Untung Pak Presiden memberikan bantuan 20 miliar itu, sehingga itu sangat membantu pada pemerintah daerah,” ujar Suharyanto.

Selain itu, Suharyanto menyebut bahwa seluruh bantuan telah diterima dan telah disampaikan kepada para bupati agar digunakan khusus untuk kebutuhan penanganan bencana. “Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” ujar Suharyanto.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Presiden Prabowo. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah untuk memperkuat penanganan dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.

“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ujar Melkiades.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya perlu memiliki lumbung-lumbung cadangan untuk menghadapi keadaan darurat. Namun, apabila hal tersebut belum berjalan secara optimal, pemerintah pusat akan membantu mendorong penyediaannya.

“Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan,” ujar Presiden Prabowo.

Melalui bantuan Rp200 miliar sekaligus penguatan cadangan logistik daerah, pemerintah berupaya memastikan penanganan gempa NTT berjalan cepat sekaligus membangun sistem yang lebih tangguh untuk menghadapi bencana di masa mendatang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Haedar Nashir Terima Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 Bidang Pemikiran Sosial

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 untuk bidang Pemikiran Sosial.

Haedar Nashir menjadi salah satu dari empat tokoh Indonesia yang menerima penghargaan tersebut. Tahun ini, Penghargaan Achmad Bakrie mengusung semangat “Aksi Nyata untuk Indonesia”, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi putra-putri terbaik Indonesia di berbagai bidang.

Dalam penghargaan tersebut, Haedar Nashir dinilai sebagai “Intelektual Indonesia Penggerak Moderasi dan Islam Berkemajuan.” Penghargaan ini menempatkan pemikiran sosial sebagai salah satu bidang penting dalam memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat dan kemajuan Indonesia.

Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026 diberikan kepada empat tokoh dari bidang yang berbeda. Selain Haedar Nashir pada bidang Pemikiran Sosial, penghargaan bidang Sains dan Teknologi diberikan kepada Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, B.Eng., M.Eng., Ph.D.; bidang Kesehatan kepada Prof. drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D.; serta bidang Seni dan Budaya kepada Butet Kartaredjasa.

Penghargaan Achmad Bakrie diselenggarakan oleh Bakrie Group, Bakrie Untuk Negeri, dan Freedom Institute. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap individu-individu Indonesia yang dinilai konsisten memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan, pemikiran, inovasi, seni, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003, Penghargaan Achmad Bakrie telah menjadi salah satu bentuk penghargaan atas karya dan dedikasi yang memberikan dampak luas bagi Indonesia.

Penerimaan penghargaan oleh Haedar Nashir merupakan hasil dari proses kurasi yang dilakukan Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXII. Dewan juri terdiri atas tokoh-tokoh dengan latar belakang keilmuan, pengalaman, dan kepakaran yang beragam.

Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXII, Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa penghargaan tersebut tidak semata-mata diberikan atas pencapaian seseorang di bidangnya. Lebih dari itu, penghargaan mempertimbangkan bagaimana ilmu, pemikiran, inovasi, dan karya yang dihasilkan dapat memberikan manfaat lebih luas.

Menurut Sofia, para penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII menunjukkan bahwa dedikasi yang konsisten dapat melahirkan dampak yang melampaui batas bidang dan generasi.

Semangat tersebut sejalan dengan tema “Aksi Nyata untuk Indonesia” yang menjadi napas Penghargaan Achmad Bakrie XXII tahun ini. Keempat penerima penghargaan dinilai merepresentasikan kontribusi nyata melalui bidang masing-masing, sekaligus mencerminkan nilai Ke-Indonesiaan, Kemanfaatan, dan Kebersamaan.

Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXII akan digelar pada Rabu (26/8) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, para penerima penghargaan akan mengikuti ramah tamah bersama Keluarga Bakrie pada Selasa (25/8) di Bakrie Tower Lantai 46, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Penghargaan Achmad Bakrie merupakan penghargaan tahunan yang diinisiasi Keluarga Bakrie sebagai bentuk apresiasi terhadap putra-putri Indonesia yang memberikan kontribusi melalui pemikiran, karya, ilmu pengetahuan, seni, serta pengabdian kepada masyarakat. Penghargaan ini pertama kali diselenggarakan pada 2003.

Continue Reading

News

Pilih Broker Saham Global, Jangan Cuma Lihat Aplikasi

Investasi saham dan ETF global semakin mudah diakses, tetapi investor perlu membandingkan regulasi, biaya, fitur, dan perlindungan aset sebelum memilih broker.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Akses masyarakat Indonesia terhadap pasar saham global semakin terbuka melalui berbagai aplikasi broker yang menawarkan investasi saham dan exchange traded fund (ETF) Amerika Serikat maupun pasar internasional. Bagi investor yang mengejar strategi compounding jangka panjang, pemilihan platform tidak cukup didasarkan pada tampilan aplikasi, tetapi juga perlu mempertimbangkan legalitas, biaya transaksi, perlindungan aset, serta akses pasar.

Salah satu pilihan yang banyak digunakan investor global adalah Interactive Brokers (IBKR). Platform ini menawarkan akses ke lebih dari 170 pasar dan memiliki lebih dari 5,18 juta akun nasabah berdasarkan data kuartal II 2026. IBKR juga menyatakan minimum pembukaan akun sebesar US$0 dan menyediakan perdagangan saham secara fractional untuk instrumen tertentu.

Dari sisi perlindungan, akun sekuritas pada Interactive Brokers LLC di Amerika Serikat mendapatkan perlindungan SIPC hingga US$500.000, dengan batas US$250.000 untuk kas. Namun, perlindungan tersebut perlu dipahami secara tepat karena SIPC melindungi nasabah dari kegagalan perusahaan broker, bukan dari kerugian akibat harga saham atau ETF turun.

Sementara itu, platform yang beroperasi di Indonesia menawarkan keunggulan berbeda, terutama dari sisi kemudahan registrasi, penggunaan rupiah, dan pengalaman pengguna. Investor pemula biasanya lebih mudah memahami aplikasi lokal karena prosesnya menyerupai layanan keuangan digital yang sudah familiar. Namun, status legalitas harus selalu diverifikasi melalui regulator. OJK menyediakan daftar resmi perusahaan efek dan memperbaruinya secara berkala; daftar Juli 2026, misalnya, dipublikasikan pada 20 Agustus 2026.

Salah satu instrumen yang menarik bagi strategi jangka panjang adalah ETF. Berbeda dengan membeli satu saham perusahaan, ETF dapat memberikan eksposur terhadap banyak perusahaan sekaligus. ETF global seperti ACWI, misalnya, dirancang untuk memberikan diversifikasi lintas pasar sehingga investor tidak harus memilih puluhan atau ratusan saham satu per satu.

Konsep tersebut penting dalam strategi compounding. Investor secara berkala menginvestasikan dana, memperoleh potensi pertumbuhan dari aset yang dimiliki, kemudian membiarkan hasil investasi tersebut kembali bekerja dalam jangka panjang. Namun, compounding bukan berarti keuntungan pasti dan tetap; nilai investasi tetap dapat berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.

Perbedaan utama antara broker global dan aplikasi lokal juga terlihat dari biaya dan pengalaman pengguna. Broker global seperti IBKR cenderung menyediakan instrumen, pasar, dan fitur perdagangan yang lebih luas dengan struktur biaya yang transparan. Sebaliknya, platform lokal dapat lebih praktis bagi investor Indonesia karena proses transfer rupiah dan penggunaan aplikasi relatif sederhana.

Karena itu, investor pemula sebaiknya tidak memilih broker hanya karena fee paling murah atau aplikasi paling populer. Faktor yang perlu dibandingkan meliputi legalitas, jenis aset yang tersedia, biaya transaksi dan konversi valuta, fractional shares, kualitas layanan, keamanan akun, kemudahan penarikan dana, serta mekanisme perlindungan investor.

Pada akhirnya, pilihan antara broker global dan platform lokal harus disesuaikan dengan tujuan investasi. Investor yang membutuhkan akses pasar luas dan fitur profesional dapat mempertimbangkan broker global, sementara pemula yang mengutamakan kemudahan akses dapat memilih platform lokal yang legal dan sesuai kebutuhannya. Yang terpenting, investor memahami bahwa keamanan platform tidak menghilangkan risiko pasar—dan diversifikasi melalui ETF pun tetap bukan jaminan bebas kerugian.

Continue Reading

News

Mau Investasi Saham? Kenali Sekuritas Sebelum Beli

Memilih perusahaan sekuritas yang resmi, memahami biaya transaksi, dan mengenal RDI menjadi langkah awal penting bagi investor saham pemula.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi saham, membuka rekening di perusahaan sekuritas menjadi salah satu langkah pertama yang harus dilakukan. Perusahaan sekuritas berfungsi sebagai perantara resmi antara investor dan pasar modal, sehingga transaksi pembelian maupun penjualan saham dapat dilakukan melalui sistem perdagangan yang terhubung dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Di Indonesia terdapat hampir 100 perusahaan sekuritas yang menjadi anggota bursa. Banyaknya pilihan membuat calon investor perlu membandingkan sejumlah aspek sebelum membuka rekening, mulai dari legalitas, biaya transaksi, kemudahan aplikasi, layanan nasabah hingga besaran setoran awal.

Proses pembukaan rekening sekuritas saat ini relatif mudah dan dalam banyak kasus dapat dilakukan secara online. Calon investor umumnya diminta mengisi data pribadi dan mengunggah dokumen seperti KTP serta data rekening bank. NPWP juga dapat diminta, meskipun ketentuannya dapat berbeda antarperusahaan sekuritas.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah fee transaksi beli dan jual saham. Setiap sekuritas memiliki struktur biaya yang berbeda. Beberapa nama yang banyak dikenal investor antara lain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, Mirae Asset, dan Ajaib. Selain biaya, investor sebaiknya mempertimbangkan kualitas aplikasi, stabilitas sistem perdagangan, riset saham, layanan edukasi, serta kemudahan melakukan penyetoran dan penarikan dana.

Setelah rekening sekuritas disetujui, investor akan memperoleh Rekening Dana Investor (RDI). RDI merupakan rekening khusus untuk menampung dana investor yang digunakan dalam transaksi pasar modal. Pemisahan dana ini penting karena dana investasi tidak bercampur dengan rekening pribadi yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Bagi pemula, aspek legalitas harus menjadi prioritas utama. Jangan memilih sekuritas hanya berdasarkan promosi, biaya transaksi yang murah, atau popularitas aplikasi. Pastikan perusahaan memiliki izin dan status resmi sebagai perusahaan sekuritas serta dapat diverifikasi melalui sumber resmi regulator dan Bursa Efek Indonesia.

Investor juga tidak harus terpaku pada satu perusahaan sekuritas. Seseorang dapat memiliki lebih dari satu rekening sekuritas apabila memang membutuhkan fitur, layanan, atau akses investasi yang berbeda. Namun, semakin banyak akun yang dimiliki, semakin penting pula pengelolaan portofolio dan pencatatan transaksi dilakukan secara disiplin.

Pada akhirnya, membuka rekening sekuritas hanyalah pintu masuk menuju investasi saham, bukan jaminan memperoleh keuntungan. Setelah akun aktif, investor tetap perlu memahami risiko pasar, membaca laporan keuangan, melakukan diversifikasi, serta menentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Bagi pemula, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada pemahaman dan profil risiko, bukan sekadar mengikuti rekomendasi atau tren pasar.

Continue Reading

News

100 GW PLTS: Indonesia Bersiap Masuk Era Energi Surya

Ambisi Indonesia menambah 100 GW PLTS hingga 2029 tidak hanya membutuhkan panel surya, tetapi juga baterai, jaringan pintar, dan teknologi digital.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto meresmikan 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 5,3 gigawatt (GW) pada Selasa (25/8/2026). Langkah tersebut menjadi bagian dari ambisi pemerintah meningkatkan kapasitas PLTS hingga 100 GW sepanjang 2026–2029, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

Dari 14 proyek yang diluncurkan, dua PLTS telah beroperasi, enam masih dalam tahap konstruksi, dan enam lainnya akan ditawarkan kepada investor. Pejabat senior Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, menyebut total investasi 14 proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp135 triliun atau sekitar US$7,62 miliar.

Target 100 GW membutuhkan investasi yang jauh lebih besar. Pemerintah memperkirakan pembangunan kapasitas tersebut memerlukan sekitar Rp1.140 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa transisi energi Indonesia bukan hanya agenda teknologi, tetapi juga proyek investasi berskala besar yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, BUMN, lembaga keuangan, dan investor swasta.

Bagaimana PLTS Menghasilkan Listrik?

PLTS merupakan pembangkit yang mengubah radiasi matahari menjadi energi listrik menggunakan teknologi fotovoltaik (photovoltaic/PV). Ketika cahaya matahari mengenai sel surya yang umumnya berbahan semikonduktor silikon, energi foton memicu pergerakan elektron sehingga menghasilkan listrik arus searah atau DC.

Listrik DC kemudian dikonversi oleh inverter menjadi listrik arus bolak-balik atau AC yang dapat digunakan oleh konsumen maupun disalurkan ke jaringan listrik. Karena itu, konsep dasar PLTS sebenarnya sederhana: matahari → panel surya → listrik DC → inverter → listrik AC → jaringan/konsumen.

Namun, pembangunan PLTS dalam skala puluhan hingga 100 GW menghadirkan tantangan baru. Produksi listrik PLTS bergantung pada intensitas matahari dan kondisi cuaca, serta berhenti pada malam hari. Karena itu, semakin besar kontribusi PLTS dalam sistem kelistrikan, semakin penting pula teknologi penyimpanan dan pengelolaan energi.

Baterai dan Smart Grid Jadi Teknologi Kunci

Salah satu teknologi penting adalah Battery Energy Storage System (BESS). Baterai memungkinkan listrik yang dihasilkan PLTS pada siang hari disimpan dan digunakan ketika produksi surya menurun atau kebutuhan listrik meningkat.

Selain BESS, perkembangan teknologi inverter pintar, sistem monitoring digital, solar tracker, dan smart grid akan menentukan efisiensi PLTS. Inverter modern, misalnya, tidak hanya mengubah listrik DC menjadi AC, tetapi juga dapat membantu pengaturan jaringan, pemantauan performa, serta integrasi dengan sistem penyimpanan energi.

Teknologi digital dan kecerdasan artifisial juga berpotensi memainkan peran lebih besar. Data cuaca, intensitas matahari, konsumsi listrik, dan performa panel dapat digunakan untuk memprediksi produksi PLTS sehingga operator jaringan dapat mengatur pasokan listrik dengan lebih presisi.

Tantangan 100 GW Bukan Sekadar Memasang Panel

Ambisi 100 GW berarti tantangan Indonesia akan bergeser dari sekadar membangun pembangkit menjadi bagaimana mengintegrasikan energi surya dalam jumlah besar ke sistem kelistrikan nasional. Infrastruktur transmisi, distribusi, penyimpanan energi, serta sistem pengendalian harus berkembang secara bersamaan.

Pemerintah memperkirakan pengembangan PLTS juga dapat memberikan manfaat ekonomi melalui penurunan biaya pembangkitan listrik. Program tersebut diproyeksikan mampu mengurangi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun melalui penurunan biaya produksi.

Bagi Indonesia, PLTS juga memiliki peluang pengembangan yang luas melalui PLTS terapung di waduk dan badan air, selain pembangunan PLTS skala utilitas maupun atap. Jika dikombinasikan dengan BESS, jaringan pintar, dan teknologi prediksi berbasis AI, PLTS dapat berkembang dari sekadar sumber listrik tambahan menjadi salah satu fondasi sistem energi nasional.

Dengan demikian, target 100 GW PLTS merupakan proyek transformasi energi sekaligus transformasi teknologi. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak panel yang terpasang, tetapi juga oleh kemampuan Indonesia membangun ekosistem industri, penyimpanan energi, transmisi, digitalisasi, dan sumber daya manusia yang mampu mengelola energi surya dalam skala nasional.

Continue Reading

News

PTDI Perkuat N-219 dan CN-235 Jadi Pusat Intelijen Udara

PT Dirgantara Indonesia meningkatkan kemampuan N-219 dan CN-235 dengan teknologi MIMS Airborne untuk memperkuat pengawasan dan kemandirian industri pertahanan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– PT Dirgantara Indonesia (PTDI) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan pesawat buatan dalam negeri N-219 dan CN-235 melalui kerja sama teknologi dengan perusahaan asal Yunani, Citles. Kolaborasi tersebut diarahkan pada penguatan sistem informasi dan pengawasan udara, sehingga pesawat tidak hanya berfungsi sebagai platform penerbangan, tetapi juga mampu menjadi pusat pengumpulan dan pengolahan informasi di udara.

Teknologi utama yang akan diintegrasikan adalah MIMS Airborne, sebuah sistem yang memungkinkan berbagai sumber informasi dari radar, sensor, dan perangkat komunikasi dihimpun serta diproses secara real-time. Integrasi tersebut menjadi penting dalam operasi pengawasan karena memungkinkan informasi dari berbagai sensor tersedia dalam satu sistem untuk mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat.

Penerapan sistem tersebut berpotensi meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melakukan pemantauan wilayah darat maupun laut. Data yang dikumpulkan pesawat dapat membantu menghasilkan gambaran situasi secara lebih menyeluruh, sehingga kegiatan pengawasan dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan mengandalkan sistem yang berdiri sendiri.

Penguatan N-219 dan CN-235 juga menunjukkan perubahan orientasi dalam pemanfaatan pesawat produksi dalam negeri. Fokus pengembangannya tidak semata-mata pada kemampuan tempur, tetapi juga pada intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR). Kemampuan ini semakin penting bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki wilayah laut dan perbatasan yang sangat luas.

Dari sisi industri, kerja sama tersebut memiliki nilai strategis karena membuka peluang transfer teknologi. Jika proses alih teknologi dapat berlangsung secara efektif, Indonesia tidak hanya memperoleh kemampuan operasional baru, tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan industri nasional untuk mengembangkan serta memelihara sistem serupa secara mandiri.

Pengembangan ini pada akhirnya dapat memperkuat posisi PTDI dalam rantai industri kedirgantaraan dan pertahanan. Kombinasi platform pesawat dalam negeri dengan sistem sensor, komunikasi, dan pengolahan data modern dapat menjadi fondasi bagi pengembangan pesawat misi khusus Indonesia di masa mendatang.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pertahanan modern yang semakin bergantung pada data dan kecepatan informasi. Dalam konteks ini, keunggulan sebuah pesawat bukan hanya ditentukan oleh kemampuan terbang, tetapi juga oleh seberapa cepat pesawat mampu mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menyajikan informasi yang dibutuhkan pengambil keputusan.

Continue Reading

News

Sejumlah Sekolah Garuda Segera Diresmikan

Empat SMA Unggul Garuda Baru disiapkan untuk beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027 di empat provinsi.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah tengah mempersiapkan peresmian empat SMA Unggul Garuda Baru yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah tersebut dibangun untuk memperluas akses terhadap pendidikan menengah berkualitas, terutama bagi pelajar berprestasi dari berbagai daerah.

Empat sekolah itu berlokasi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara; Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; serta Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan tanggal resmi peresmiannya.

Berbeda dengan Sekolah Garuda Transformasi yang dikembangkan dari SMA atau madrasah aliyah yang telah berdiri, SMA Unggul Garuda Baru dibangun sebagai satuan pendidikan baru dengan konsep sekolah berasrama. Pembelajarannya diarahkan pada penguatan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Persiapan operasional terus dilakukan, termasuk melalui seleksi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi juga telah melaksanakan rangkaian penerimaan murid baru untuk memastikan kegiatan pembelajaran dapat dimulai sesuai target.

Sekolah Garuda dirancang sebagai penyeimbang akses pendidikan unggul sekaligus inkubator calon pemimpin masa depan. Murid akan dipersiapkan agar memiliki kompetensi berdaya saing global dan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 20 Sekolah Garuda Baru dan pengembangan 80 Sekolah Garuda Transformasi hingga 2029. Program tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk melahirkan talenta unggul menuju Indonesia Emas 2045. Kemdiktisaintek memastikan empat sekolah tahap pertama akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Continue Reading

News

PLTS 100 GWp Diklaim Hemat APBN Rp73 Triliun

Program PLTS 100 GWp diproyeksikan mewujudkan PLTS hemat APBN hingga Rp73 triliun per tahun. Selain itu, program ini menciptakan jutaan lapangan kerja dan menekan emisi karbon secara signifikan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pengembangan energi surya melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt-peak (GWp) berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) lebih dari Rp73 triliun per tahun.

Penghematan tersebut berasal dari biaya produksi listrik PLTS yang dinilai lebih rendah dibandingkan pembangkit berbahan bakar diesel maupun gas.

Selain menekan belanja negara, program tersebut diproyeksikan mengurangi konsumsi diesel hingga 6 juta kiloliter per tahun secara nasional. Khusus Bali, penghematannya diperkirakan mencapai 500 ribu kiloliter per tahun.

“Proyek PLTS 100 GWp berpotensi menciptakan 5,52 juta lapangan kerja akumulatif, 3,5 juta di industri panel surya dan BESS serta 2 juta di sektor konstruksi,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (25/8).

Bahlil juga menyebut proyek tersebut berpotensi memangkas emisi karbon hingga 140,16 juta ton CO2 per tahun. Nilai ekonomi karbon yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menargetkan pembangunan kapasitas energi surya sebesar 100 GWp dalam tiga tahun. Ia meminta kementerian, BUMN, dan seluruh pihak terkait memperkuat kolaborasi untuk mengejar target tersebut.

“Kita akan membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, target kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, efisiensi dan pengelolaan keuangan negara menjadi faktor penting dalam menjalankan proyek energi berskala besar tersebut.

Program PLTS 100 GWp resmi diluncurkan dan ditandai dengan groundbreaking di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8). Pada tahap awal, pemerintah memulai 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan total kapasitas sekitar 5,3 GWp.

Sejumlah proyek yang masuk tahap awal antara lain PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Terapung Gajah Mungkur 134 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, serta PLTS Pulau Rengit 0,078 MWp.

Pemerintah menempatkan program tersebut bukan sekadar sebagai upaya menambah kapasitas listrik, tetapi juga untuk memperkuat industri dalam negeri, memperluas akses energi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Continue Reading

News

Gemini AI Makin Menyatu dengan Ekosistem Google

Gemini bergerak dari chatbot menjadi asisten produktivitas yang terintegrasi dengan Gmail, Drive, Docs, riset, pembuatan konten, hingga agen AI personal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Google Gemini terus berkembang dari sekadar chatbot menjadi asisten AI yang terintegrasi dengan ekosistem digital penggunanya. Dalam video yang dibahas William Jakfar, setidaknya 18 fitur Gemini ditampilkan, mulai dari kemampuan multimodal, riset mendalam, pembuatan gambar dan video, hingga konsep Agent Mode yang mengarah pada AI sebagai asisten personal.

Dari sisi performa, Gemini menawarkan pilihan model yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda. Model versi Flash diarahkan untuk pekerjaan yang membutuhkan respons cepat dan efisien, sedangkan model Pro ditujukan untuk tugas yang lebih kompleks. Strategi tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan AI semakin diarahkan pada pemilihan model berdasarkan jenis pekerjaan, tingkat kompleksitas, kecepatan, dan biaya komputasi.

Gemini juga semakin kuat dalam kemampuan multimodal. Pengguna dapat memberikan teks, gambar, dan suara sebagai input, sementara sistem dapat membantu menganalisis berbagai jenis informasi, termasuk konten video. Kemampuan tersebut membuat interaksi dengan AI tidak lagi bergantung pada mengetik pertanyaan, tetapi dapat berlangsung melalui berbagai bentuk data yang tersedia dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk kebutuhan personalisasi, Gems memungkinkan pengguna membuat chatbot dengan karakter dan tujuan tertentu. Sementara itu, Deep Research dirancang untuk membantu melakukan penelitian dengan proses yang lebih terstruktur, mulai dari menyusun rencana pencarian hingga mengolah berbagai informasi menjadi laporan. Bagi mahasiswa, guru, peneliti, dan pekerja pengetahuan, kemampuan tersebut berpotensi memangkas waktu pada tahap eksplorasi informasi.

Google juga memperluas fungsi AI ke pembelajaran dan kreativitas. NotebookLM dapat membantu pengguna memahami dokumen yang diberikan sebagai sumber belajar. Di sisi lain, teknologi seperti Nano Banana dan Veo membuka ruang untuk menghasilkan gambar maupun video menggunakan AI. Kombinasi ini memperlihatkan konvergensi antara AI untuk membaca, memahami, menulis, dan menciptakan konten.

Salah satu kekuatan utama Gemini adalah integrasinya dengan Google Workspace. AI dapat bekerja lebih dekat dengan Gmail, Drive, Docs, dan Sheets sehingga pengguna tidak selalu perlu berpindah aplikasi ketika membutuhkan bantuan. Dalam konteks pekerjaan, integrasi semacam ini berpotensi lebih penting daripada sekadar kemampuan chatbot menjawab pertanyaan karena AI dapat hadir langsung di dalam alur kerja.

Fitur Gemini Live membawa dimensi berbeda melalui percakapan suara dua arah yang lebih natural. Pengguna dapat berkomunikasi dengan AI secara langsung, sementara konsep Personal Intelligence diarahkan agar AI mampu menggunakan konteks yang relevan untuk memberikan respons yang lebih personal. Di masa depan, pendekatan ini dapat membuat hubungan antara pengguna dan AI semakin menyerupai interaksi dengan seorang asisten.

Yang paling strategis adalah Agent Mode. Jika chatbot umumnya menunggu perintah lalu memberikan jawaban, agen AI dirancang untuk menjalankan serangkaian langkah guna mencapai tujuan tertentu. Perubahan ini menandai pergeseran dari answer engine menuju action engine: AI bukan hanya memberi tahu pengguna apa yang harus dilakukan, tetapi berpotensi membantu melakukan pekerjaan tersebut.

Dari sisi paket layanan, daya tarik Gemini tidak hanya ditentukan oleh model AI. Integrasi dengan ekosistem Google dan kapasitas penyimpanan cloud yang besar menjadi bagian dari proposisi nilainya. Namun, apakah sebuah paket benar-benar worth it tetap bergantung pada pola penggunaan: seberapa sering pengguna memakai AI, membutuhkan Workspace, melakukan riset, membuat konten, dan membutuhkan penyimpanan cloud.

Perkembangan Gemini menunjukkan arah persaingan AI yang semakin jelas. Pemenang tidak hanya ditentukan oleh model yang paling pintar, tetapi oleh AI yang paling dekat dengan aktivitas pengguna. Integrasi aplikasi, konteks personal, multimodalitas, kemampuan kreatif, dan agen otonom menjadi medan persaingan baru antara Google, OpenAI, Anthropic, dan pemain AI lainnya. 🚀

Continue Reading

News

OpenAI Dorong Era Agen AI Personal

OpenAI mengarahkan pengembangan AI menuju agen personal yang memahami konteks pengguna, bekerja lebih cepat, dan menyatukan pengalaman ChatGPT dengan kemampuan coding.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Wawancara dengan Tibo dari OpenAI mengungkap arah pengembangan perusahaan menuju generasi baru kecerdasan artifisial yang lebih personal dan otonom. Fokusnya bukan lagi sekadar membuat chatbot semakin pintar, tetapi membangun agen AI yang memahami konteks pengguna, mampu beradaptasi, dan membantu menyelesaikan pekerjaan secara lebih mandiri.

Dari sisi internal, budaya kerja OpenAI disebut bertumpu pada prinsip bias to ship, yakni dorongan untuk segera mengubah hasil riset menjadi produk yang dapat digunakan. Kolaborasi antara tim penelitian dan produk menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Perusahaan juga didorong untuk terus bereksperimen, termasuk berani melakukan disrupsi terhadap produk dan pendekatan yang mereka kembangkan sendiri.

Salah satu visi yang paling menonjol adalah pengembangan agen personal atau personal AGI. Agen tersebut diharapkan mampu memahami konteks pengguna secara lebih mendalam sehingga teknologi dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan manusia, bukan manusia yang harus terus belajar menyesuaikan diri dengan teknologi. Interaksi suara juga diproyeksikan menjadi semakin natural sehingga komunikasi dengan AI terasa lebih seperti berinteraksi dengan asisten pribadi.

Strategi lain yang dibahas adalah semakin eratnya integrasi antara ChatGPT dan Codex. Penyatuan pengalaman tersebut diarahkan untuk menghadirkan antarmuka yang lebih sederhana, tetapi tetap mampu melayani kebutuhan pengguna dengan tingkat keahlian berbeda. Pengguna teknis dapat memanfaatkannya untuk pemrograman, sementara pengguna nonteknis dapat berinteraksi melalui bahasa natural tanpa harus memahami kompleksitas di balik sistem.

Kecepatan menjadi dimensi penting berikutnya. Pembahasan mengenai ultra-fast mode menunjukkan arah menuju interaksi AI secara real-time. Jika saat ini pengguna masih terbiasa menunggu respons AI, perkembangan teknologi komputasi dan model akan mendorong pengalaman yang jauh lebih instan. Kecepatan tinggi pada akhirnya berpotensi menjadi standar, bukan lagi fitur premium.

Di balik pengalaman tersebut terdapat persoalan compute dan efisiensi model. OpenAI perlu meningkatkan kemampuan model sekaligus menekan biaya inferensi agar AI dapat digunakan oleh lebih banyak orang. Optimalisasi model, termasuk pengembangan model yang lebih efisien seperti yang disebut dalam wawancara, menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses terhadap teknologi AI.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kompetisi AI mulai memasuki babak baru. Ukuran keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh skor benchmark, tetapi juga oleh seberapa baik AI memahami konteks manusia, seberapa cepat ia merespons, seberapa murah biaya penggunaannya, dan seberapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan secara mandiri.

Jika visi tersebut terwujud, perangkat AI masa depan kemungkinan tidak lagi dipandang sebagai aplikasi yang sesekali dibuka ketika dibutuhkan. AI akan bergerak menjadi lapisan kecerdasan personal yang hadir dalam pekerjaan, komunikasi, pembelajaran, pemrograman, dan aktivitas sehari-hari. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa semakin personal dan otonom AI, semakin kuat pula kontrol, transparansi, keamanan, dan tanggung jawab manusia di dalamnya.

Continue Reading

News

Ketika Algoritma AI Tunduk di Atas Cobek Batu

Kisah sukses Warung Pecel Moris di Wonogiri menunjukkan bagaimana adopsi AI dapat meningkatkan omzet UMKM hingga hampir 50%, membuktikan relevansi teknologi digital bagi pelaku usaha kecil.

Umar Satiri

Published

on

CERITA KECIL tentang lonjakan omzet hingga hampir lima puluh persen ini menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang masih menganggap teknologi canggih hanyalah milik perusahaan raksasa di gedung pencakar langit.

Di sudut gang yang riuh, bau aroma kacang tanah yang disangrai di atas tungku menyeruak ke udara. Selama tiga dekade, Warung Pecel Campur milik Moris di Wonogiri bertahan dengan cara yang sama. Mengulek bumbu di atas cobek batu besar, menghitung kembalian dari laci kayu yang berderit, dan menunggu pelanggan datang dengan setia. Semuanya berjalan mekanis, lambat, dan penuh ketidakpastian. 

Moris, yang meneruskan tongkat estafet usaha dari ibunya, kerap didera kecemasan harian. Modal yang menipis dan harga bahan pokok yang terus mencekik leher membuatnya sadar: bertahan dengan cara lama berarti bersiap untuk digilas zaman.

Lalu, sebuah perubahan radikal terjadi tanpa perlu upacara besar. Moris tidak membeli mesin pabrikan mahal atau menyewa konsultan pemasaran dengan tarif belasan juta rupiah. Ia hanya mengeluarkan sebuah ponsel pintar dari saku celananya, lalu mengetuk layar yang sedikit retak di bagian sudutnya. Di sanalah, sebuah algoritma kecerdasan buatan (AI) lewat fitur Asisten AI GrabMerchant mulai bekerja memindai takdir baru warungnya.

Teknologi digital sering kali digambarkan secara menakutkan oleh sebagian orang—sebagai monster dingin yang merenggut pekerjaan manusia dan menjauhkan kita dari realitas. Namun, di tangan Moris, AI justru melunak menjadi asisten yang sangat tahu diri. Mesin pintar itu tidak mengubah resep pecel warisan keluarga yang legendaris.

AI tidak mencampuri urusan takaran kencur atau jeruk purut yang menjadi rahasia kelezatan dagangannya. Tugas AI di sini sangat spesifik dan taktis: membaca pikiran dan pola belanja manusia modern yang lapar.

Selama ini, UMKM kita selalu bergerak dengan metode tebak-tebakan. Hari ini buat stok sekian, besok coba menu itu, tanpa pernah tahu pasti apa yang sebenarnya diinginkan pasar. AI memotong semua proses trial and error yang melelahkan dan membuang modal tersebut. 

Melalui analisis data yang presisi, asisten kecerdasan buatan itu memberikan rekomendasi tak terduga kepada Moris. AI mendeteksi bahwa konsumen modern menyukai kepraktisan dan kecepatan dalam porsi yang pas untuk dinikmati bersama.

Mengikuti saran digital tersebut, Moris meluncurkan “Paket Duo Hemat”. Sebuah kombinasi menu sederhana yang menggabungkan dua porsi Pecel Campur dalam satu paket pesanan. Hasilnya mengejutkan. Menu rekomendasi AI ini langsung meledak di pasaran, mendongkrak total penjualan harian warungnya hingga mencapai 48,42%. Angka yang hampir menyentuh lima puluh persen itu bukan sekadar statistik kering di atas kertas laporan keuangan. 

Bagi warung mikro seperti milik Moris, lonjakan itu adalah kepastian untuk membayar sewa tempat, jaminan pasokan bahan baku esok hari, dan senyum lega saat menutup kedai di malam hari.

Pada akhirnya, kisah dari Warung Moris ini mengajari kita satu hal penting tentang arah ekonomi masa depan. Digitalisasi dan kecerdasan buatan bukan lagi barang mewah yang eksklusif bagi korporasi besar. AI telah melandai, menjadi alat bantu yang demokratis dan siap digunakan oleh siapa saja yang memiliki keberanian untuk belajar. 

Ketika sebuah warung pecel tradisional di pinggir jalan mampu bersekutu dengan algoritma modern untuk melipatgandakan pendapatan, maka tidak ada lagi alasan bagi UMKM lain untuk tetap bersembunyi di balik ketakutan gagap teknologi. Masa depan ekonomi rakyat tidak lagi ditulis oleh belas kasihan nasib, melainkan oleh keberanian mengeksplorasi kepingan data.

Continue Reading