News
MPLS Ramah 2026 Diatur Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, Yuk! Simak Regulasinya
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 harus berlangsung aman, edukatif, dan bebas dari segala bentuk perpeloncoan. Salah satu aturan baru yang diberlakukan adalah larangan melibatkan alumni sebagai penyelenggara kegiatan MPLS di seluruh satuan pendidikan.
Ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 21 Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan regulasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap peserta didik baru memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang positif, aman, dan bermakna.
“Permendikdasmen ini secara tegas melarang perpeloncoan, segala bentuk kekerasan, pungutan, penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif, kegiatan yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan, serta pelibatan alumni sebagai penyelenggara,” ujar Suharti, dikutip dari Antara, Rabu (24/6/2026).
Untuk mendukung penerapan aturan tersebut, Kemendikdasmen juga telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri yang memuat panduan materi dan pelaksanaan MPLS Ramah.
Menurut Suharti, panduan tersebut disusun agar setiap sekolah menyelenggarakan MPLS yang berorientasi pada penguatan karakter, perlindungan anak, serta membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman.
Ia menegaskan bahwa kegiatan MPLS bukan sekadar orientasi bagi siswa baru, melainkan bagian dari proses pendidikan yang harus menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.
“Setiap murid berhak memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang positif sebagai fondasi untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,” katanya.
Kemendikdasmen juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, untuk mengawal pelaksanaan MPLS Ramah agar terbebas dari praktik kekerasan maupun budaya senioritas yang negatif.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan paradigma pelaksanaan MPLS tahun ini mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya hanya berfungsi sebagai kegiatan orientasi, kini MPLS diarahkan menjadi ruang membangun kebersamaan dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap isu perundungan dan kesehatan mental anak.
“MPLS Ramah bukan sekadar perubahan istilah, tetapi perubahan cara pandang dalam menyambut murid baru. Dari kegiatan yang rentan dengan kekerasan dan perpeloncoan menjadi kegiatan yang penuh kasih sayang, memuliakan, serta menghadirkan budaya damai melalui pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, MPLS Ramah bertujuan melebur perbedaan, menghilangkan kecemasan peserta didik baru, serta memastikan mereka merasakan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan inklusif sejak hari pertama.
Selain melarang alumni menjadi penyelenggara, regulasi baru juga secara tegas melarang segala bentuk perpeloncoan, kekerasan fisik maupun psikis, pungutan liar, serta penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Pemerintah juga berupaya memutus budaya senioritas yang negatif melalui pembatasan keterlibatan pihak di luar sekolah dalam penyelenggaraan MPLS.
Di sisi lain, partisipasi orang tua justru diperkuat. Sekolah diwajibkan memberikan sosialisasi kepada orang tua sebelum tahun ajaran baru dimulai agar mereka dapat mendukung proses adaptasi peserta didik selama mengikuti MPLS.
Melalui kebijakan ini, Kemendikdasmen berharap pelaksanaan MPLS Ramah 2026 benar-benar menjadi awal yang menyenangkan bagi seluruh murid baru sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, inklusif, bebas kekerasan, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
News
Program Wajib Belajar 13 Tahun Masuk RAPBN 2027
Monitorday.com – Pemerintah bersama DPR RI mulai mengkaji rencana peningkatan program wajib belajar dari 12 tahun menjadi 13 tahun. Penambahan masa wajib belajar tersebut dilakukan dengan memasukkan satu tahun pendidikan anak usia dini (PAUD) ke dalam skema wajib belajar nasional sebagai bagian dari arah kebijakan pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah dan Bank Indonesia terkait pembicaraan pendahuluan RAPBN 2027.
Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengatakan kebijakan wajib belajar 13 tahun diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, komposisi angkatan kerja nasional saat ini masih didominasi lulusan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), sehingga perluasan akses pendidikan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja.
“Dalam Belanja Pemerintah Pusat ternyata menjadi 13 tahun,” ujar Said dalam rapat Banggar.
Skema wajib belajar yang diusulkan meliputi satu tahun PAUD, enam tahun pendidikan dasar, tiga tahun pendidikan menengah pertama, serta tiga tahun pendidikan menengah atas atau sekolah menengah kejuruan.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap mengkaji kebutuhan anggaran sebagai dasar implementasi kebijakan tersebut.
“Siap, kita akan kaji dari 12 ke 13 tahun,” kata Purbaya.
Said Abdullah juga meminta pemerintah tidak berhenti pada tahap kajian, tetapi segera menyiapkan langkah percepatan apabila hasil pembahasan menunjukkan program wajib belajar 13 tahun layak diterapkan mulai 2027.
Program tersebut telah masuk dalam arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Pemerintah juga memastikan tetap memenuhi amanat konstitusi dengan mengalokasikan sedikitnya 20 persen anggaran pendidikan dalam APBN sebagai fondasi pembiayaan sektor pendidikan.
Sebagai bagian dari dukungan implementasi kebijakan, pemerintah akan melanjutkan berbagai program bantuan pendidikan, seperti Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Program Indonesia Pintar (PIP), serta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Selain itu, perluasan akses pendidikan juga akan diperkuat melalui sejumlah program prioritas, antara lain Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi. Sementara pada jenjang pendidikan tinggi, pemerintah akan melanjutkan dukungan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
Peningkatan masa wajib belajar menjadi 13 tahun dinilai sejalan dengan target pembangunan sumber daya manusia dalam RKP 2027. Dengan memperluas akses pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah, pemerintah berharap kualitas lulusan Indonesia semakin meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja serta industri yang terus berkembang.
Meski demikian, pemerintah menegaskan pelaksanaan program tersebut masih bergantung pada hasil kajian kebutuhan anggaran dan pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR RI. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kesiapan fiskal serta mekanisme implementasi wajib belajar 13 tahun secara nasional.
News
Prabowo Bakal Pimpin Dewan Kawasan Industri Nasional, Apa Saja Tugasnya?
Monitorday.com – Pemerintah mengusulkan pembentukan Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) sebagai lembaga baru yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pembentukan dewan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mempercepat pengembangan kawasan industri di seluruh Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
“Dalam rangka mendukung penyelenggaraan kawasan industri secara nasional, perlu dibentuk Dewan Kawasan Industri Nasional atau DKIN,” kata Tri Supondy dalam rapat tersebut.
Berdasarkan paparan Kementerian Perindustrian, struktur kepemimpinan DKIN akan melibatkan pimpinan tertinggi negara. Presiden Prabowo Subianto diusulkan sebagai Ketua, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Ketua. Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akan menjabat sebagai Ketua Harian.
Selain unsur pemerintah, DKIN juga akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, serta perwakilan dari kalangan akademisi, asosiasi kawasan industri, hingga sektor pendukung seperti ketenagalistrikan, lingkungan hidup, transportasi, dan logistik.
Tri Supondy mengatakan susunan keanggotaan tersebut dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan kawasan industri nasional.
DKIN nantinya akan memiliki sejumlah tugas strategis, antara lain merumuskan kebijakan percepatan pembangunan kawasan industri, menyelesaikan berbagai hambatan lintas sektor yang mengganggu investasi seperti persoalan perizinan, infrastruktur, dan tata ruang, serta menyusun strategi pengembangan sekaligus mengawasi pelaksanaan kebijakan di bidang kawasan industri.
Pembentukan DKIN merupakan bagian dari penguatan aspek kelembagaan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri yang saat ini masih dibahas bersama DPR RI. Pemerintah menilai keberadaan dewan tersebut penting untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini menghambat pertumbuhan kawasan industri, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, DKIN akan memiliki sekretariat yang dipimpin secara ex officio oleh pejabat struktural di lingkungan Kementerian Perindustrian. Sekretariat tersebut akan bertugas memastikan sinkronisasi antara kebijakan yang ditetapkan dewan dengan implementasi program di lapangan.
Meski belum ditetapkan jadwal pembentukannya, rencana pembentukan DKIN dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi nasional. Dengan koordinasi yang berada langsung di bawah Presiden, pemerintah berharap pengembangan kawasan industri dapat berlangsung lebih cepat, terintegrasi, dan mampu menarik investasi yang lebih besar.
News
Kuota Magang Nasional 2026 Naik, Perluas Lulusan Masuki Dunia Kerja
Pemerintah telah menaikkan kuota MagangHub Angkatan II Tahun 2026 menjadi 150 ribu peserta. Program ini fokus memperkuat keterampilan dan akses kerja inklusif bagi lulusan.
Monitorday.com – Pemerintah kembali memperluas akses kerja bagi lulusan perguruan tinggi melalui Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026. Tahun ini, kuota peserta ditingkatkan secara signifikan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi lulusan menuju dunia kerja.
Peluncuran MagangHub Angkatan II dilakukan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Senin (29/6/2026). Penambahan kuota tersebut merupakan tindak lanjut evaluasi pelaksanaan angkatan pertama yang dinilai berhasil mendukung penyerapan tenaga kerja dan mendapat respons positif dari dunia usaha.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kuota merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
“Ini tentu menjadi kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Penambahan kuota ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja,” ujar Yassierli.
Selain menambah jumlah peserta, pemerintah juga memperkuat kualitas pelaksanaan MagangHub agar lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Dalam skema terbaru, perusahaan, kementerian, dan lembaga mitra diwajibkan mengajukan kebutuhan posisi magang terlebih dahulu. Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan akan melakukan proses verifikasi untuk memastikan posisi yang tersedia sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan calon peserta.
Menurut Yassierli, seleksi terhadap mitra penyelenggara juga diperketat sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman kerja yang relevan sekaligus memiliki peluang lebih besar direkrut sebagai tenaga kerja setelah masa magang selesai.
Sebagai nilai tambah, seluruh peserta yang menyelesaikan program akan memperoleh sertifikasi kompetensi secara gratis sesuai bidang keahlian masing-masing. Sertifikat tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki pasar kerja.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Pemagangan merupakan salah satu program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” kata Yassierli.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan MagangHub Angkatan II dirancang lebih inklusif agar semakin banyak lulusan pendidikan tinggi memperoleh akses menuju dunia kerja.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan baru jenjang sarjana, tetapi juga terbuka bagi lulusan pendidikan profesi serta penyandang disabilitas.
“Pemerintah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Karena itu, program ini tidak hanya memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja, tetapi juga membuka akses yang lebih inklusif agar semakin banyak anak muda memperoleh peluang kerja yang layak,” ujar Teddy.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan pasar kerja yang lebih terbuka, inklusif, dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten di berbagai sektor industri.
Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan tahapan pelaksanaan MagangHub Angkatan II Tahun 2026.
Pendaftaran mitra penyelenggara sekaligus pengajuan lowongan melalui platform SIAPKerja dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026. Selanjutnya, pendaftaran peserta berlangsung pada 15–28 Juli 2026.
Proses seleksi dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. Peserta yang lolos akan mulai menjalani program pemagangan pada 10 Agustus 2026, sedangkan Kick Off MagangHub Angkatan II Batch I akan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.
Melalui peningkatan kuota dan penyempurnaan mekanisme pelaksanaan, pemerintah berharap MagangHub semakin efektif menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
News
Kebohongan yang Menerangi Dunia
Kisah menyentuh hati tentang bagaimana sebuah kebohongan ibu yang penuh kasih sayang mengubah nasib Thomas Alva Edison, membimbingnya menjadi seorang jenius.
Tangan Nancy Matthews Elliott gemetar. Dingin.
Di ruang tamu yang sunyi itu, ia menatap secarik kertas di genggamannya. Surat itu baru saja dibawa pulang oleh anak lakil-lakinya yang berusia tujuh tahun, Thomas Alva Edison. Panggilannya Al.
Nancy membaca baris demi baris tulisan tangan sang kepala sekolah. Setiap kata terasa seperti hantaman godam di dadanya. Jantungnya berdegup kencang. Air mata menyengat pelupuk matanya.
Kalimat di surat itu begitu kejam, dingin, dan tanpa ampun:
“Anak Anda cacat mental. Otaknya terbelakang. Kami tidak bisa lagi mengajarinya di sekolah ini. Mulai besok, silakan bawa dia pulang. Dia dikeluarkan.”
Nancy menatap Al. Bocah kurus itu berdiri tegak di depannya. Matanya yang polos menatap sang ibu dengan penuh rasa takut. Al tahu dia sering membuat masalah di kelas. Dia tahu dia berbeda. Dia takut ibunya akan marah besar.
Di detik yang krusial itu, dunia seolah berhenti berputar.
Nancy tahu, jika ia membacakan isi surat itu apa adanya, hancur sudah jiwa anaknya. Mental Al akan runtuh. Ia akan tumbuh dengan cap sebagai “anak bodoh” seumur hidupnya.
Maka, Nancy mengambil keputusan paling berani dalam hidupnya. Ia menghapus air matanya sebelum sempat jatuh. Ia memaksakan sebuah senyuman paling hangat, lalu menatap mata anaknya.
Nancy membaca surat itu dengan suara lantang, tegas, dan penuh kebanggaan. Tapi, ia mengubah setiap hurufnya total.
“Al, dengarkan ini,” kata Nancy, suaranya bergetar menahan emosi. “Gurumu menulis: Anak Anda adalah seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuknya. Di sini tidak ada guru yang cukup pintar untuk mengajar anak sehebat dia. Mulai besok, biarkan dia belajar di rumah bersama ibunya.“
Mata Al kecil seketika berbinar. Ketakutannya lenyap. Jiwanya yang tadi menciut, mendadak mekar. “Benarkah, Bu? Aku jenius?”
“Ya, Al. Kamu sangat jenius,” jawab Nancy tegar.
Sejak hari itu, rumah mereka berubah menjadi sekolah sekaligus laboratorium. Nancy memindahkan Al dari sistem pendidikan massal yang kaku. Ia tahu Al dicap bodoh hanya karena otaknya tidak muat dalam kotak cetakan sekolah formal. Al adalah anak yang tidak bisa diam, yang selalu mempertanyakan mengapa air basah dan mengapa burung bisa terbang.
Nancy tidak menghukum rasa ingin tahu yang liar itu. Ia mengarahkannya.
Saat Al membakar ruang bawah tanah karena eksperimen kimianya gagal, Nancy tidak memukulnya. Saat sang ayah mengamuk dan menganggap Al tidak normal, Nancy selalu pasang badan. Ia menjadi benteng pertahanan terkukuh bagi anaknya.
“Al tidak bodoh, dia hanya sedang mencari tahu,” kata Nancy selalu.
Didikan yang berbasis keyakinan mutlak ini menanamkan rasa percaya diri yang setebal baja dalam diri Al. Ia tumbuh dengan keyakinan penuh bahwa dirinya adalah seorang jenius, karena itulah yang dikatakan ibunya. Kebohongan Nancy telah menjelma menjadi identitas baru bagi Al.
Puluhan tahun berlalu. Nancy Elliott telah tiada. Al kecil telah bertransformasi menjadi Thomas Alva Edison—penemu terbesar abad ini yang menerangi malam di seluruh dunia dengan lampu pijarnya.
Suatu sore, Edison yang sudah tua dan berambut putih sedang membongkar lemari tua peninggalan ibunya. Di sudut laci yang berdebu, ia menemukan selembar kertas yang terlipat rapi. Kertasnya sudah menguning dimakan usia.
Edison membukanya. Itu adalah surat dari kepala sekolahnya puluhan tahun yang lalu. Surat yang dibawa pulang olehnya saat berusia tujuh tahun.
Edison membaca kalimat aslinya yang jujur dan kejam: “Anak Anda cacat mental…”
Pertahanan mental sang penemu raksasa itu runtuh seketika. Di kamar yang sepi itu, Thomas Alva Edison menangis sejadi-jadinya, tersedu-sedu seperti anak kecil. Ia membayangkan beban emosional yang ditanggung ibunya saat memegang kertas itu dulu.
Malam itu, dengan tangan yang masih bergetar, Edison menuliskan kalimat legendaris di buku harian pribadinya:
“Thomas Alva Edison adalah seorang anak cacat mental yang, oleh seorang ibu yang luar biasa, diubah menjadi jenius abad ini.”
Kisah surat di tangan Nancy adalah tamparan keras bagi setiap orang tua. Di dunia yang menuntut keseragaman, banyak anak yang dicap gagal hanya karena mereka berbeda.
Nancy Elliott mengajarkan kita satu hal: Kata-kata orang tua memiliki kekuatan magis. Kata-kata Anda bisa menghancurkan masa depan anak, atau justru menyalakan api kejeniusan di dalam diri mereka. Anak-anak kita tidak butuh validasi dari seluruh dunia. Mereka hanya butuh satu orang tua yang menatap mata mereka dan berkata, “Ibu dan Ayah percaya padamu.”
News
Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Resmi Diluncurkan
Ketahui detail peluncuran logo resmi HUT ke-81 Kemerdekaan RI, karya Fajar Novario yang mengusung tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Masyarakat diundang untuk berpartisipasi aktif merayakan.
Monitorday.com – Pemerintah secara resmi meluncurkan logo dan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (29/06/2026). Logo terpilih merupakan hasil karya anak bangsa, Fajar Novario dari Padang yang telah menerjemahkan tema besar HUT ke-81 RI yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
“Karya Saudara Fajar Novario memperoleh suara 44,73 persen dari total suara. Sekali lagi selamat kepada Saudara Fajar Novario, karya Anda ditetapkan sebagai logo Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, tahun 2026,” ucap Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam keterangannya.
Menurut Wamensesneg, secara visual desain logo ini tampak tegas dengan filosofi yang kuat. Desain logo ini juga berasal dari eksplorasi keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara.
“Dalam keragaman tersebut, terdapat kesamaan pola yang menyimpulkan bahwa keragaman menjadi fondasi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Juri.
Pada kesempatan tersebut, Wamensesneg turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan logo resmi HUT RI melalui mekanisme polling publik. Tidak hanya dalam pemilihan logo, pemerintah berharap masyarakat turut berpartisipasi dalam menyemarakkan HUT Kemerdekaan.
“Bapak Presiden berharap agar kemeriahan HUT RI ke-81 kemerdekaan RI ini menjadi milik masyarakat, Bapak Presiden berpesan agar rakyat terus berpartisipasi aktif dan mengambil peran dalam peringatan HUT RI tahun ini,” katanya.
“Mari kita semua masyarakat merayakan dengan semarak, semangat, penuh sukacita dan kebersamaan. Kibarkan Merah Putih di rumah, di sekolah, di kantor, dan di ruang-ruang publik lainnya,” tandasnya.
Pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk menyambut dan menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan menyebarluaskan dan menggunakan tema serta logo resmi pada berbagai media. Panduan penggunaan dan bahan logo resmi dapat diakses dan diunduh secara langsung melalui situs web logohutri.istanapresiden.go.id.
“Jadi di sana juga masyarakat bisa mendapatkan contoh-contoh implementasi logo itu ke dalam berbagai media. Di spanduk, di merchandise, di billboard, atau di platform-platform media sosial juga ada contoh-contoh. Jadi bisa mudah masyarakat untuk mengakses logo resmi,” kata Juri.
Turut hadir dalam peluncuran logo tersebut yakni Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Sekretaris Presiden Letjen TNI Ariyo Windutomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.
News
Pemerintah Kucurkan Rp381 Triliun ke Perbankan, Jaga Likuiditas dan Dorong Kredit Tumbuh
Pemerintah mengalokasikan Rp381 triliun di sektor perbankan nasional hingga tahun 2026. Langkah ini untuk menjaga likuiditas bank, mendorong pertumbuhan kredit, dan mendukung pemulihan ekonomi.
Monitorday.com – Pemerintah memutuskan kembali menempatkan dana negara hingga Rp381 triliun di sektor perbankan nasional sampai Desember 2026. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga likuiditas perbankan agar penyaluran kredit kepada dunia usaha dan masyarakat tetap tumbuh di tengah dinamika perekonomian.
Keputusan itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, usai rapat koordinasi penguatan fiskal dan moneter di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6).
Juda menjelaskan, pemerintah akan mengembalikan dana sebesar Rp281 triliun yang sebelumnya ditempatkan di perbankan. Kebijakan tersebut merupakan perpanjangan dari skema penempatan dana pemerintah yang sempat dikurangi sebagai bagian dari pengelolaan kas negara.
“Setelah dievaluasi, dana pemerintah di perbankan sebesar Rp281 triliun dikembalikan lagi dan diperpanjang hingga Desember 2026,” ujar Juda.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana siaga sebesar Rp100 triliun yang masih ditempatkan di Bank Indonesia. Dana tersebut dapat disalurkan sewaktu-waktu apabila perbankan membutuhkan tambahan likuiditas.
Dengan demikian, total dana pemerintah yang berpotensi ditempatkan di sektor perbankan mencapai Rp381 triliun.
Menurut Juda, langkah tersebut diambil karena permintaan kredit dari dunia usaha masih cukup tinggi. Pemerintah ingin memastikan perbankan memiliki ruang likuiditas yang memadai sehingga tetap mampu menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan kredit perbankan hingga Mei 2026 masih berada di kisaran 11,5 persen. Pemerintah berharap pertumbuhan dua digit tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
Likuiditas yang kuat dinilai menjadi faktor penting agar bank tetap agresif menyalurkan kredit, termasuk kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Juda menjelaskan, pemerintah sebelumnya sempat menarik sekitar Rp110 triliun dari dana yang ditempatkan di perbankan sebagai bagian dari strategi pengelolaan kas negara. Setelah dilakukan evaluasi, dana tersebut dikembalikan sehingga total penempatan kembali mencapai Rp281 triliun.
Pemerintah juga menyiapkan tambahan dana cadangan sebesar Rp100 triliun sebagai langkah antisipatif apabila kondisi likuiditas perbankan memerlukan dukungan lebih besar.
Kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan merupakan bagian dari koordinasi antara pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan bertujuan memperkuat likuiditas perbankan sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan optimal dan penyaluran kredit ke sektor produktif tetap terjaga.
Pemerintah berharap tambahan likuiditas tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di sisi lain, pemerintah memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali. Hingga Mei 2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sekitar 0,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen hingga akhir tahun.
News
Bocah Ajaib dari Rosario
Pelajari lebih lanjut tentang masa kecil Lionel Messi yang pemalu namun penuh bakat di Rosario. Dari keluarga pekerja hingga dukungan neneknya, simak kisah awal karir sang bocah ajaib.
RUMAH itu bernomor 525. Letaknya di Jalan Estado de Israel. Sebuah gang buntu yang bersahaja di sudut kota Rosario, Argentina. Rumah dua lantai itu tidak mewah. Dindingnya bata merah. Rumah itu dibangun sendiri oleh tangan Jorge Messi, sang kepala keluarga.
Di sinilah kisah itu bermula. Kisah tentang kehangatan sebuah keluarga pekerja.
Jorge Messi adalah buruh pabrik baja Acindar. Tangannya kasar. Kulitnya legam terbakar kerja keras. Setiap hari, dia memeras keringat demi menghidupi empat anaknya. Sang istri, Celia Cuccittini, adalah wanita yang telaten. Di sela kesibukan mengurus rumah, dia bekerja paruh waktu menyortir magnet di sebuah bengkel kecil.
Uang mereka pas-pasan. Kadang kurang. Ekonomi Argentina akhir 1980-an memang sedang morat-marit. Namun, di dalam rumah nomor 525 itu, dinginnya krisis ekonomi tidak pernah terasa. Rumah itu selalu hangat. Penuh tawa.
Kasih sayang di keluarga Messi tidak ditunjukkan dengan kemewahan. Melainkan dengan sepiring milanesa—daging goreng tepung khas Argentina—yang disiapkan sang ibu setiap malam. Makan malam adalah momen sakral. Di meja makan itulah Jorge menanamkan disiplin. Sementara sang ibu memberikan pelukan hangat.
Pada 24 Juni 1987, anak ketiga mereka lahir. Namanya Lionel Andres Messi.
Leo kecil adalah anak yang sangat pemalu. Sungguh. Dia hampir tidak pernah bersuara. Di sekolah, dia lebih banyak menunduk. Jika butuh sesuatu, dia akan menyenggol lengan kakaknya, Rodrigo atau Matias. Dia meminta mereka yang berbicara. Leo seperti hidup di dunianya sendiri.
Namun, Jorge dan Celia tahu betul rahasia anak ketiga mereka. Leo hanya akan “berbicara” lewat satu hal: bola.
Sejak umur tiga tahun, Leo jatuh cinta pada benda bulat itu. Jorge membelikan sebuah bola karet murah. Bola itu seperti menempel pada tubuh Leo. Di bawa makan, di bawa nonton televisi, bahkan di bawa tidur ke dalam selimut. Orang tuanya tidak pernah melarang obsesi aneh itu. Mereka mendukungnya dengan penuh kasih sayang. Jorge sering meluangkan waktu sore hari yang melelahkan hanya untuk menendang bola bersama Leo di jalanan aspal depan rumah.
Lalu, datanglah sosok itu. Nenek Celia Olivera Cuccittini. Ibu dari ibunya.
Rumah Nenek Celia tidak jauh dari situ. Dia adalah perekat keluarga besar Messi. Hampir setiap akhir pekan, Nenek Celia memasak untuk anak dan cucunya. Dan Nenek Celia adalah pengamat nomor satu. Dia sering duduk di teras, memperhatikan cara Leo balita menggiring bola melewati kucing atau pot bunga.
Insting seorang nenek tidak pernah salah. Dia melihat ada sihir di kaki kiri cucunya.
Sore itu, angin berembus agak kencang di lapangan klub lokal Grandoli. Lapangan tanah merah yang berdebu. Kakak-kakak Leo sedang bersiap bertanding. Leo kecil, yang baru berumur empat tahun, duduk di pinggir lapangan bersama Nenek Celia.
Ada masalah. Salah satu tim kekurangan pemain. Kurang satu orang agar pertandingan bisa dimulai.
Pelatih tim itu, Salvador Aparicio, bingung. Dia menengok ke kanan dan ke kiri. Matanya tertumbuk pada Leo yang sedang memainkan bola plastik sendirian di dekat garis pembatas.
Aparicio menggelengkan kepala. “Jangan. Dia terlalu kecil. Anak-anak lain akan menyakitinya,” kata sang pelatih ragu. Leo memang tampak terlalu kerdil untuk anak seusianya. Seperti kurang gizi.
Mendengar itu, Nenek Celia bangkit dari tempat duduknya. Langkahnya mantap. Dia maju mendekati pelatih.
“Mainkan dia!” seru Nenek Celia. Tegas. Suaranya lantang mengalahkan keriuhan lapangan.
Aparicio menolak lagi. “Tidak bisa, Bu. Badannya terlalu ringkih.”
Nenek Celia tidak mau tahu. Dia pasang badan. Dia memarahi pelatih itu. Dia mendesak, meyakinkan, bahkan sedikit memaksa. “Beri dia kesempatan. Taruh dia di posisi penyerang. Kamu akan lihat betapa hebatnya cucuku!” tantang sang nenek.
Pelatih akhirnya luluh. Dia mengalah demi menghormati wanita tua yang gigih itu. Leo kecil pun dipanggil. Diberi jersi yang kebesaran hingga melorot ke lututnya.
Lalu, sejarah pun tercipta.
Begitu peluit berbunyi, bola langsung bergulir ke kaki Leo. Keajaiban lahir seketika. Bocah yang badannya paling kerdil itu berlari kencang. Bolanya menempel di kaki kirinya. Lengket sekali. Anak-anak yang badannya dua kali lebih besar dilewati begitu saja seperti tiang jemuran. Dia melewati satu orang, dua orang, tiga orang, lalu mencetak gol. Semua orang di pinggir lapangan terperangah. Melongo.
Di pinggir lapangan, Nenek Celia tersenyum puas. Dialah orang pertama di muka bumi yang tahu bahwa cucunya adalah seorang jenius sepak bola.
Nenek Celia bukan cuma pembela di lapangan Grandoli. Dialah yang menyisihkan uang dari dompetnya yang tipis demi membelikan sepasang sepatu bola pertama untuk Leo. Sepatu itulah yang membuka jalan karier sang megabintang. Jorge dan Celia sang ibu pun makin bersemangat mengantar Leo latihan setiap hari ke klub Newell’s Old Boys.
Sayang, takdir menjemput terlalu cepat. Pada tahun 1998, Nenek Celia wafat. Leo baru berumur 11 tahun. Jiwanya terguncang hebat. Dia kehilangan pelindung utamanya. Kehilangan sumber kasih sayang terbesarnya, tepat di saat dia divonis menderita kelainan hormon pertumbuhan.
Namun, cinta Nenek Celia tidak pernah mati. Cinta itu kekal.
Perhatikanlah jalannya pertandingan sepak bola internasional hingga hari ini. Setiap kali Messi mencetak gol, dia tidak akan melakukan selebrasi yang aneh-aneh. Dia tidak akan berteriak sombong.
Dia hanya akan berjalan pelan. Menatap lurus ke atas langit. Lalu mengacungkan kedua jari telunjuknya ke arah awan.
Itu bukan sekadar selebrasi. Itu adalah ritual suci. Sebuah pesan cinta yang dikirimkan Leo menembus langit untuk neneknya. Seolah dia ingin berbisik: “Gol ini untukmu, Nenek. Terima kasih sudah membelaku di lapangan Grandoli dulu. Aku masih mengingat kasih sayangmu.”
News
BI Naikkan Suku Bunga dan Harga Gas Industri Dipangkas
Pemerintah bersama DPR, Bank Indonesia, dan sejumlah kementerian meluncurkan paket kebijakan terpadu untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat rupiah, serta melindungi industri dan lapangan kerja di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Monitorday.com– Pemerintah bersama pimpinan DPR, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta BUMN energi menggelar konferensi pers bersama untuk menyampaikan langkah-langkah strategis menghadapi meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Koordinasi lintas lembaga tersebut difokuskan pada upaya menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat nilai tukar rupiah, memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga, sekaligus menjaga daya saing industri nasional melalui kebijakan energi.
Dewan Ekonomi Nasional menegaskan bahwa perekonomian dunia masih dibayangi berbagai risiko, termasuk kenaikan harga minyak internasional yang berpotensi meningkatkan inflasi dan menekan daya beli masyarakat. Karena itu, prioritas pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek melalui koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Meskipun menghadapi tekanan eksternal, kondisi fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih relatif kuat. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan pelaku pasar maupun masyarakat.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia memperkuat kebijakan stabilisasi dengan menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen dalam kurun satu bulan terakhir. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga daya tarik aset keuangan domestik sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah. Bank Indonesia melaporkan bahwa hingga 26 Juni 2026, kebijakan tersebut telah mendorong masuknya aliran modal portofolio sekitar 9 miliar dolar AS ke instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, BI juga memperbesar ekspansi likuiditas dari sekitar Rp600 triliun menjadi Rp1.000 triliun untuk memastikan stabilitas pasar uang dan pasar valuta asing tetap terjaga.
Sementara itu, Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa kondisi fiskal nasional masih berada pada jalur yang sehat. Hingga Mei 2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat hanya sekitar 0,7 persen, jauh di bawah batas maksimal 3 persen yang ditetapkan undang-undang. Di sisi penerimaan negara, penerimaan pajak juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 19,1 persen. Untuk memperkuat sektor keuangan, pemerintah memperpanjang penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp81 triliun hingga akhir 2026, disertai dana siaga sebesar Rp100 triliun guna menjaga kecukupan likuiditas dan mendukung penyaluran kredit yang masih tumbuh sekitar 11,5 persen.
Di sektor energi, pemerintah mengambil langkah penting untuk menjaga daya saing industri nasional. Menteri ESDM mengumumkan bahwa harga gas bumi tertentu (HGBT) tetap dipertahankan pada kisaran 6,5–7 dolar AS per MMBTU, sementara harga gas pipa bagi industri di Jawa yang tidak memperoleh HGBT tetap berada di level 9,6 dolar AS per MMBTU. Kebijakan paling signifikan adalah penurunan harga LNG untuk industri dari kisaran 20–23 dolar AS menjadi 13 dolar AS per MMBTU. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya produksi industri, mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), dan menjaga daya saing sektor manufaktur, khususnya industri keramik dan sektor-sektor padat karya lainnya.
Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan gas nasional dalam kondisi aman dan Indonesia tidak mengalami kekurangan produksi gas domestik. Tingginya harga LNG sebelumnya lebih disebabkan oleh biaya transportasi serta proses regasifikasi, bukan karena ketergantungan terhadap impor gas. Oleh karena itu, penyesuaian harga LNG diharapkan menjadi solusi jangka pendek sambil pemerintah terus memperbaiki efisiensi distribusi energi nasional.
Secara keseluruhan, rangkaian kebijakan yang diumumkan mencerminkan pendekatan terpadu antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. Pemerintah ingin memastikan gejolak ekonomi global tidak mengganggu stabilitas nasional, menjaga daya beli masyarakat, memperkuat kepercayaan investor, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026. Sinergi antar-lembaga ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah siap mengambil langkah cepat dan terkoordinasi apabila tekanan eksternal kembali meningkat.
News
Prediksi Saham Hari Ini, BBCA hingga BBRI Masuk Daftar Rekomendasi Analis
Sejumlah analis merekomendasikan saham sektor perbankan dan komoditas sebagai pilihan perdagangan hari ini di tengah peluang penguatan terbatas IHSG.
Monitorday.com – Peluang penguatan terbatas IHSG pada perdagangan Senin (29/6/2026) turut diikuti dengan sejumlah rekomendasi saham pilihan dari para analis. Di tengah sentimen domestik yang relatif positif dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar, investor disarankan lebih selektif dalam menentukan saham yang layak dikoleksi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai saham-saham berkapitalisasi besar masih berpotensi menjadi penopang indeks. Ia merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni BBCA, MBMA, dan KLBF.
Menurut Reza, prospek ketiga saham tersebut didukung oleh fundamental perusahaan yang relatif solid serta potensi rebound apabila sentimen pasar membaik. Selain itu, investor juga akan mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan saham-saham unggulan.
Sementara itu, Vice President Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memberikan rekomendasi speculative buy pada tiga saham sektor perbankan, yaitu BBCA, BMRI, dan BBRI.
Untuk saham BBCA, Audi menetapkan area support di kisaran Rp5.800 per saham dengan resistance di Rp6.600. Adapun saham BMRI diperkirakan memiliki support di level Rp3.880 dan resistance Rp4.230. Sementara saham BBRI diproyeksikan bergerak dengan support Rp2.770 dan resistance Rp3.050 per saham.
Menurut Audi, saham-saham perbankan masih layak diperhatikan karena memiliki likuiditas tinggi dan berpotensi menjadi pilihan utama investor ketika kondisi pasar mulai stabil. Namun, ia mengingatkan bahwa pergerakan saham masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, terutama perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan arus dana asing di pasar modal Indonesia.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga akan mencermati kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di perbankan serta rilis data inflasi Juni 2026. Jika inflasi tetap berada dalam target Bank Indonesia, sentimen pasar diperkirakan akan tetap kondusif bagi saham-saham unggulan.
Meski demikian, analis mengingatkan investor agar tetap menerapkan manajemen risiko. Kondisi pasar masih rentan terhadap volatilitas akibat pelemahan rupiah, tingginya suku bunga, dan berlanjutnya arus keluar dana asing. Oleh karena itu, strategi akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat dinilai lebih bijak dibandingkan melakukan pembelian secara agresif.
Sumber: Diolah dari analisis Kiwoom Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas, Senin (29/6/2026).
News
IHSG Anjlok Akhir Pekan
Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan tajam hingga terlempar dari level psikologis enam ribu akibat tekanan aksi jual masif di pasar modal domestik.
Monitorday.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot signifikan sebesar 1,72 persen ke posisi 5.896,134 pada akhir perdagangan pekan ini. Performa minor ini menghapus penguatan yang sempat terjadi pada hari sebelumnya karena tekanan jual langsung melanda hampir seluruh sektor saham utama.
Para pelaku pasar terpantau melakukan aksi ambil untung massal sejak awal pembukaan perdagangan sesi pertama. Kondisi eksternal regional yang cenderung bergerak di zona merah turut memicu kepanikan investor di dalam negeri.
Akibat koreksi mendalam tersebut, nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia ikut menyusut hingga menyentuh angka 10.302 triliun rupiah. Investor asing juga membukukan penjualan bersih atau net sell senilai ratusan miliar rupiah pada beberapa saham berkapitalisasi besar.
Otoritas bursa mencatat sektor bahan baku dan sektor industri menjadi kontributor utama yang menyeret indeks ke zona negatif. Di sisi lain, saham sektor keuangan masih mampu bergerak stagnan dan menahan volatilitas pasar agar tidak merosot lebih dalam.
Selain faktor regional, perpanjangan masa evaluasi status pasar berkembang oleh lembaga indeks global membuat para manajer investasi cenderung bersikap pasif. Mereka memilih untuk menata ulang portofolio aset sembari menanti rilis data manufaktur dan inflasi tengah tahun.
Kondisi transaksi harian secara umum juga menunjukkan penurunan frekuensi yang mencerminkan sikap kehati-hatian yang sangat tinggi dari para pelaku pasar. Mayoritas analis memperkirakan indeks masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang konsolidasi baru pada pekan depan.
Meskipun bursa domestik sedang tertekan, sejumlah saham lapis ketiga justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Sinergi antara kebijakan otoritas pasar modal dan rilis laporan keuangan emiten kuartal kedua diharapkan mampu memicu pembalikan arah indeks.
