Connect with us

News

Aplikasi Kawal Haji Mudahkan Jemaah Lapor Masalah

Aplikasi Kawal Haji dirancang dengan konsep crowdsourcing, memungkinkan semua laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jemaah maupun petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Jemaah haji kini memiliki sarana baru untuk melaporkan berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Sebuah aplikasi bernama Kawal Haji telah diluncurkan untuk memfasilitasi pelaporan masalah secara terpadu, bertujuan meningkatkan kualitas layanan bagi para jemaah.

Kepala Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Urusan Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Ali Sadikin, menjelaskan bahwa aplikasi ini berfungsi sebagai wadah bagi jemaah dan petugas untuk menyampaikan kebutuhan terkait pelaksanaan layanan haji dengan cepat dan efisien.

Ali Sadikin mengungkapkan lingkup laporan yang dapat disampaikan melalui aplikasi tersebut. “Jemaah bisa melaporkan pada beberapa layanan, misalnya konsumsi, akomodasi, transportasi, orang hilang, barang hilang, informasi kesehatan, panduan ibadah, dan hal-hal lain yang terkait dengan operasional haji,” ujarnya di Mekkah, Arab Saudi.

Aplikasi Kawal Haji dirancang dengan konsep crowdsourcing, memungkinkan semua laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jemaah maupun petugas tanpa melalui proses penyaringan dari admin. Hal ini mendorong komunikasi dua arah yang transparan dan efektif di antara semua pihak.

Mengenai transparansi sistem, Ali menambahkan, “Sistemnya transparan. Semua orang bisa melaporkan dan menanggapi. Jadi, tidak hanya petugas yang bisa menjawab, tetapi jemaah yang memiliki informasi valid dan sangat membantu jemaah lain juga bisa memberikan informasi di sana.”

Kehadiran aplikasi ini juga memperkuat dan mengintegrasikan layanan antar-petugas di lapangan. Apabila jemaah menyampaikan kendala di luar cakupan petugas yang mereka temui, laporan tersebut dapat diteruskan ke aplikasi Kawal Haji untuk ditindaklanjuti oleh petugas di bidang terkait. Aplikasi ini dibangun menggunakan teknologi Progressive Web Application (PWA), sehingga tidak perlu diunduh melalui Play Store atau App Store, meringankan beban memori perangkat jemaah.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Marsinah, Simbol Luka Sejarah Menjadi Pahlawan Nasional

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, negara mengambil langkah berani dengan mengangkat Marsinah sebagai Pahlawan Nasional pada 2025. Keputusan ini mengubah Marsinah dari simbol ketidakadilan menjadi representasi kehormatan dan keberanian rakyat kecil. Negara hadir untuk memastikan bahwa perjuangan tidak dilupakan, tetapi diangkat sebagai teladan bangsa.

Aruna Zahra

Published

on

Continue Reading

News

Prof. Rokhmin: Sabang’s KDMP Cooperative Must Not Be Just a Building, It Must Deliver Real Welfare

Prof. Rokhmin urges the Sabang KDMP Cooperative to prioritize real welfare and sustainable operations over just physical development, highlighting its potential for regional economic growth in Sabang.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., a member of Commission IV of the Indonesian House of Representatives (DPR RI), conducted a high-level working visit to Sabang, Aceh, on Friday (April 24, 2026), to spearhead strategic development in Indonesia’s westernmost frontier. Arriving at the invitation of Sabang Mayor Zulkifli H. Adam, Prof. Rokhmin was greeted with an enthusiastic official reception at 3:30 PM in the VIP Room of the Balohan Port Fast Boat Terminal.

The delegation, which included key regional officials such as the City Assistants and heads of the Transportation, Tourism, and Fisheries departments, signaled a unified effort to revitalize Sabang’s blue economy, logistics, and marine tourism sectors.

Accompanying the legislator was Ms. Mary, representing PT SCO-Setu Sino Nusantara and PT Obor Indonesia China, highlighting the visit’s focus on attracting productive international investment. The presence of private sector stakeholders aimed to evaluate the strategic potential of Sabang’s Free Port and International Airport as part of an integrated industrial zone designed to accelerate regional economic activity and generate local employment.

While Prof. Rokhmin represents the West Java VIII constituency, he underscored his constitutional mandate to champion agro-maritime development nationwide, asserting that the prosperity of regions like Sabang is vital to the country’s overall sovereignty and food security.

A primary focus of the field inspection was the Maritime and Fisheries Village Cooperative (KDMP) construction site in Cot Abeuk. While acknowledging the project’s physical progress, Prof. Rokhmin issued a stern reminder that infrastructure alone is insufficient; he emphasized that the true measure of success lies in professional governance, human resource quality, and business sustainability.

He argued that cooperatives must evolve beyond symbolic structures to become competitive, productive hubs that offer tangible empowerment to the local population.

With a population of approximately 44,050 as of 2025, Sabang—particularly Weh Island—is positioned as a critical hub for international maritime logistics and eco-friendly investment. The visit concluded with a tour of several strategic sites across the island, providing the delegation with a firsthand look at the operational challenges and immense opportunities available.

The mission reaffirmed a commitment to transforming Sabang into a sustainable economic powerhouse, ensuring that its strategic geographic advantage translates directly into long-term welfare for the people of Aceh and Indonesia at large.

Continue Reading

News

Gula Buatan Picu Lapar, Menkes Ungkap Bahaya Minuman Zero Sugar

Bahan-bahan tersebut meliputi aspartam, sukralosa, dan sakarin, yang umum digunakan sebagai pengganti gula alami

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengejutkan terkait minuman berlabel zero sugar yang selama ini kerap dianggap lebih sehat. Ia menjelaskan bahwa minuman tersebut, meskipun tidak mengandung gula, berpotensi memicu rasa lapar dan tidak selalu bebas risiko karena penggunaan pemanis buatan.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (26/4/2026), sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam memilih asupan minuman sehari-hari. Konsumsi minuman zero sugar yang marak digemari disebut Budi Gunadi Sadikin perlu dicermati lebih lanjut dampak jangka panjangnya.

Budi Gunadi Sadikin merinci bahwa rasa manis pada minuman zero sugar berasal dari berbagai jenis pemanis buatan. Bahan-bahan tersebut meliputi aspartam, sukralosa, dan sakarin, yang umum digunakan sebagai pengganti gula alami.

“Menurutnya, bahan tersebut memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi dibanding gula biasa.”

Penggunaan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan ekstrem ini disebut dapat mengganggu metabolisme tubuh dan persepsi rasa. Kondisi ini pada akhirnya dapat memicu keinginan untuk makan lebih banyak, bertolak belakang dengan anggapan bahwa minuman *zero sugar* membantu pengelolaan berat badan.

Peringatan dari Kementerian Kesehatan ini menyoroti pentingnya literasi kesehatan bagi masyarakat agar tidak terjebak pada klaim produk yang tampak sehat. Masyarakat didorong untuk memahami komposisi minuman yang dikonsumsi demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Continue Reading

News

Perombakan Kabinet Prabowo Dikabarkan Segera Bergulir Secara Bertahap

Perubahan ini disebut-sebut akan menyasar sejumlah posisi penting, mulai dari kepala badan, menteri, hingga menteri koordinator

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan segera melakukan perombakan (reshuffle) kabinet dalam waktu dekat. Perombakan tersebut rencananya akan dimulai pada Senin, 27 April, dan akan dilakukan secara bertahap.

Perubahan ini disebut-sebut akan menyasar sejumlah posisi penting, mulai dari kepala badan, menteri, hingga menteri koordinator. Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber dan pejabat terkait pada akhir pekan ini.

Reshuffle dilakukan bertahap, awalnya adalah kepala badan. Waktu pengumumannya kemungkinan besar pada Senin besok,” kata seorang sumber yang tidak disebutkan namanya.

Beberapa posisi kepala badan yang dikabarkan akan mengalami pergantian adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan Kepala Badan Karantina Nasional. Muhammad Qodari dikabarkan akan bergeser menjadi Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom. Sementara itu, Kepala KSP akan dijabat oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, dan Kepala Badan Karantina akan ditempati oleh Abdul Kadir Karding, politisi PKB.

Selain itu, mantan Kepala PCO (President Communication Office) Hasan Nasbi disebut akan memangku jabatan baru sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Hasan Nasbi mengatakan, “Saya belum bisa mengonfirmasi. Kita tunggu pengumuman resmi saja.”

Continue Reading

News

Luruskan Opini Publik Soal MBG, Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Tidak Dipangkas

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa anggaran pendidikan justru meningkat, bukan dikurangi untuk menambah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pernyataan ini disampaikan saat berkunjung ke Banyumas, Jawa Tengah, belum lama ini.

Mu’ti membantah keras isu yang beredar di media sosial bahwa dana pendidikan dikurangi demi MBG. 

Dia menegaskan Jika ada yang mengklaim di berbagai platform media sosial bahwa anggaran pendidikan dikurangi untuk MBG, itu adalah pernyataan yang tidak didukung oleh fakta dan data. 

Program MBG, menurut Mu’ti, tetap berjalan tanpa mengorbankan sektor pendidikan. 

“Sebenarnya MBG terus jalan, alokasi dana mendikdasmen juga tetap ditingkatkan,” tambahnya.

Pemerintah juga fokus memperbaiki kesejahteraan tenaga pendidik. Insentif honorer yang sebelumnya Rp 300.000 kini naik menjadi Rp 400.000 dan langsung ditransfer ke rekening penerima.

Selain itu, ada tambahan Rp 14 triliun untuk operasional sekolah dan lebih dari Rp 76 triliun untuk program lainnya. Siswa SD dan madrasah juga akan mendapat bantuan alat tulis.

Continue Reading

News

Opini Publik AS Mulai Melunak ke China di Tengah Ketegangan Global

Survei terbaru menunjukkan perubahan signifikan sikap warga Amerika terhadap China, di tengah dinamika geopolitik dan budaya digital global.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Persepsi publik di Amerika Serikat terhadap China mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik—mulai dari perang dagang hingga konflik militer terbuka—survei terbaru dari Pew Research Center menunjukkan adanya pelunakan sikap masyarakat Amerika terhadap rival utamanya tersebut.

Data terbaru mengungkap bahwa 27% warga Amerika kini memiliki pandangan positif terhadap China, hampir dua kali lipat dibandingkan angka 14% pada 2023. Lonjakan ini menandai pergeseran tajam dari periode pandemi Covid-19, ketika sentimen anti-China dan kejahatan rasial terhadap warga Asia meningkat drastis. Survei ini melibatkan lebih dari 8.500 responden dewasa di seluruh negeri pada Januari hingga Maret 2026.

Meski mayoritas warga Amerika masih memandang China sebagai pesaing strategis, jumlah yang menganggapnya sebagai musuh mulai menurun. Perubahan ini juga tercermin dalam meningkatnya kepercayaan terhadap kepemimpinan Xi Jinping. Sebanyak 17% responden kini menyatakan keyakinan bahwa Xi mampu mengambil keputusan yang tepat dalam urusan global—angka yang meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Sebaliknya, tingkat kepercayaan terhadap Presiden Donald Trump dalam menangani kebijakan terkait China justru mengalami penurunan. Hanya 39% responden yang menyatakan keyakinan terhadap kebijakan Trump, turun enam poin persentase dari tahun sebelumnya. Hal ini terjadi di tengah kebijakan luar negeri Trump yang dinilai tidak stabil, mulai dari tarif global hingga konflik dengan Iran.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di ranah politik, tetapi juga budaya. Generasi muda Amerika menunjukkan ketertarikan yang semakin besar terhadap budaya China, terutama melalui tren media sosial seperti “Chinamaxxing.” Tren ini mencerminkan adopsi gaya hidup dan kebiasaan khas China, mulai dari konsumsi teh herbal hingga latihan fisik tradisional, yang viral di berbagai platform digital.

Selain itu, produk budaya dan komersial asal China juga semakin diterima secara global. Aplikasi seperti Xiaohongshu, serta berbagai produk fashion dan mainan dari China, menjadi bagian dari arus soft power yang memperkuat citra negara tersebut di mata dunia. Fenomena ini bahkan mendorong interaksi lintas budaya antara pengguna internet Amerika dan China dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Secara global, tren serupa juga mulai terlihat. Di Kanada, misalnya, jumlah warga yang memiliki pandangan positif terhadap China meningkat hampir tiga kali lipat sejak 2021. Sementara di Asia Tenggara, mayoritas tipis responden dalam survei terbaru menyatakan lebih memilih beraliansi dengan China dibandingkan Amerika Serikat jika dipaksa memilih.

Perubahan opini publik ini menunjukkan bahwa di balik ketegangan geopolitik yang terus meningkat, terdapat dinamika baru dalam persepsi masyarakat global. Bagi China, pergeseran ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat posisinya sebagai kekuatan dunia yang stabil dan bertanggung jawab—sebuah narasi yang terus dibangun oleh Beijing di tengah ketidakpastian global.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Tegaskan Hak Pendidikan ABK, Dorong Penguatan Sistem Inklusi Nasional

Mendikdasmen menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memastikan anak berkebutuhan khusus mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Berbagai strategi inklusif akan diterapkan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi, sebagaimana diamanatkan dalam sistem pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri acara penyerahan pengelolaan SLB B Yakut kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi ABK melalui berbagai layanan, mulai dari pendidikan inklusif di sekolah umum, penguatan sekolah luar biasa, hingga pendidikan berbasis masyarakat.

“Pemerintah berkomitmen memberikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui penguatan berbagai layanan, termasuk pendidikan inklusi, sekolah luar biasa, dan pendidikan berbasis masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Yayasan Kesejahteraan Usaha Tama (Yakut) yang telah mengembangkan SLB B Yakut menjadi salah satu lembaga pendidikan luar biasa yang berkembang di Jawa Tengah. Menurutnya, pengelolaan pendidikan bagi ABK merupakan bentuk pengabdian sosial sekaligus spiritual yang berdampak jangka panjang.

Pemerintah, lanjutnya, menerapkan tiga strategi utama dalam penguatan layanan pendidikan bagi ABK, yaitu memperluas pendidikan inklusif di sekolah umum, meningkatkan kapasitas sekolah luar biasa, serta mendorong pendidikan inklusi berbasis masyarakat. Sistem pendidikan inklusif dinilai penting karena memungkinkan ABK belajar bersama siswa lain, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan empati di lingkungan sekolah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan akses dalam sistem penerimaan murid baru melalui empat jalur, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Jalur afirmasi secara khusus memberikan prioritas bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan ABK.

Abdul Mu’ti turut menyoroti masih adanya stigma di masyarakat terhadap ABK yang menyebabkan sebagian keluarga cenderung menutup diri. Ia menekankan pentingnya edukasi publik untuk mengubah cara pandang tersebut.

“Anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh dikucilkan. Mereka adalah bagian dari anak Indonesia yang harus kita rangkul dan kembangkan potensinya,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yakut, Agung Praptapa, menyatakan bahwa pengelolaan SLB B Yakut kini resmi diserahkan kepada Muhammadiyah sebagai bentuk amanah keluarga pendiri sekaligus upaya memperluas manfaat lembaga.

Ia menjelaskan, SLB Yakut saat ini memiliki lebih dari 300 siswa, terdiri dari 119 siswa SLB B dan 200 siswa SLB C, yang didukung oleh tenaga pendidik berdedikasi.

Sementara itu, Ketua PDM Banyumas, M Djohar, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengelola sekolah tersebut secara profesional guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi ABK.

Penyerahan ini diharapkan dapat memperkuat akses dan mutu pendidikan inklusif di daerah, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus untuk berkembang secara optimal.

Continue Reading

News

Respon Ancaman Israel, 4 Negara Muslim Wacanakan Pakta Pertahanan Mirip NATO

Empat negara mayoritas muslim menjajaki pembentukan pakta pertahanan mirip NATO. Langkah ini bertujuan menciptakan keamanan regional mandiri merespons ancaman militer Israel dan dinamika konflik di Timur Tengah.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sejumlah negara mayoritas muslim yakni Pakistan, Mesir, Turki, dan Arab Saudi dikabarkan tengah menjajaki pembentukan pakta pertahanan bersama yang menyerupai NATO. Inisiatif ini bertujuan menciptakan sistem keamanan regional yang lebih mandiri di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Wacana tersebut menguat setelah meningkatnya kekhawatiran atas ancaman militer dari Israel, termasuk serangan yang dilaporkan terjadi di Doha pada September 2025. Insiden tersebut dinilai menjadi peringatan bagi negara-negara kawasan bahwa ancaman serupa dapat terjadi di wilayah lain.

Penguatan kerja sama militer juga terlihat dari latihan gabungan antara Mesir dan Pakistan yang berlangsung selama dua pekan di Pakistan. Latihan ini dipandang bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari upaya konsolidasi kemampuan pasukan, khususnya di sektor operasi khusus.

Dalam beberapa bulan terakhir, keempat negara tersebut disebut semakin intens menjalin koordinasi di bidang pertahanan dan keamanan. Kondisi ini dipicu oleh dinamika konflik kawasan, termasuk eskalasi militer yang melibatkan Israel.

Analis politik independen asal Mesir, Islam Mansi, menilai serangan terhadap Qatar menjadi titik balik bagi negara-negara Arab dalam menilai ulang sistem keamanan mereka.

“Segera setelah serangan itu, negara-negara Arab, terutama di wilayah Teluk, menyadari bahwa mereka tidak akan pernah kebal dari serangan Israel,” ujarnya.

Selain itu, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari turut memperkuat kekhawatiran negara-negara kawasan. Perang tersebut menunjukkan kecenderungan penggunaan kekuatan militer secara agresif dalam mencapai tujuan strategis.

Dampak lain dari situasi ini adalah munculnya berbagai kerja sama pertahanan baru, seperti pakta antara Arab Saudi dan Pakistan, serta kemitraan antara Uni Emirat Arab dan India.

Di sisi lain, isu ekspansi wilayah Israel, termasuk di Tepi Barat, Gaza, serta serangan ke Lebanon dan Suriah, turut memicu kekhawatiran negara-negara Teluk. Wacana mengenai konsep “Israel Raya” yang dikaitkan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu semakin memperkuat urgensi pembentukan aliansi pertahanan regional tersebut.

Jika terealisasi, pakta ini berpotensi menjadi poros keamanan baru di Timur Tengah yang bertujuan menjaga stabilitas kawasan tanpa bergantung sepenuhnya pada kekuatan eksternal.

Continue Reading

News

Iran Klaim Kekuatan Rudal Belum Dikerahkan Sepenuhnya

Iran mengklaim sebagian besar kemampuan rudalnya belum dikerahkan dalam konflik. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan regional yang berdampak pada jalur pelayaran dan pasar energi global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa sebagian besar kemampuan rudal negara tersebut belum digunakan dalam konflik melawan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan melalui laporan Kantor Berita Tasnim, Sabtu.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa kekuatan militer Iran masih memiliki kapasitas besar yang belum dikerahkan sepenuhnya.

“Sebagian besar kemampuan rudal kami masih belum digunakan,” ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa pasukan Iran berada dalam posisi unggul sepanjang konflik, termasuk dalam penguasaan wilayah udara. Menurutnya, Iran mampu mempertahankan supremasi udara atas wilayah yang ia sebut sebagai wilayah pendudukan Zionis, merujuk pada Israel.

Lebih lanjut, Talaei-Nik menyebut hanya sebagian dari kekuatan rudal Iran yang telah digunakan selama perang yang berlangsung sekitar 40 hari tersebut.

Di sektor maritim, Iran juga mengklaim berhasil menekan kekuatan lawan. Ia menyatakan kapal perang pihak lawan beberapa kali mundur hingga ratusan kilometer dari Laut Oman sebagai respons atas tindakan militer Iran.

Sementara itu, konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel turut berdampak pada jalur pelayaran internasional. Lalu lintas di Selat Hormuz dilaporkan mengalami gangguan signifikan sejak eskalasi militer dimulai pada akhir Februari.

Ketegangan tersebut juga mengguncang pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran akan dampak ekonomi jangka panjang, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia.

Continue Reading

News

ADAS Teknologi Keselamatan yang Mulai Jadi Standar Baru

Fitur ADAS kini menjadi daya tarik utama mobil modern, termasuk dari produsen China, dengan kemampuan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) kini menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas sebuah kendaraan modern. Teknologi ini semakin banyak ditemukan pada mobil keluaran terbaru, termasuk dari merek seperti BYD, Chery, hingga Wuling Motors yang mulai menghadirkan sistem keselamatan canggih di berbagai segmen harga.

Secara umum, ADAS merupakan kumpulan teknologi yang dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghindari kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan sensor, kamera, radar, dan perangkat lunak cerdas untuk memantau kondisi sekitar kendaraan secara real-time. Dengan kata lain, ADAS menjadi “lapisan keamanan tambahan” sebelum masuk ke tahap kendaraan otonom penuh.

Beberapa fitur utama ADAS yang kini banyak tersedia antara lain:

  • Adaptive Cruise Control (ACC): menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan secara otomatis
  • Lane Keeping Assist (LKA): membantu kendaraan tetap berada di jalur
  • Automatic Emergency Braking (AEB): mengerem secara otomatis saat terdeteksi potensi tabrakan
  • Blind Spot Detection (BSD): mendeteksi kendaraan di area blind spot
  • Traffic Sign Recognition (TSR): membaca rambu lalu lintas

Kehadiran fitur-fitur ini menjadi salah satu keunggulan kompetitif mobil China di Indonesia. Dalam banyak kasus, kendaraan dari brand seperti BYD atau Chery menawarkan paket ADAS lengkap bahkan di segmen harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor Jepang seperti Toyota dan Honda. Hal ini membuat konsumen mendapatkan nilai lebih dari sisi teknologi keselamatan.

Namun demikian, keberadaan ADAS juga memunculkan tantangan baru. Salah satunya adalah pemahaman pengguna. Banyak pengemudi yang belum sepenuhnya memahami cara kerja sistem ini, sehingga berpotensi menimbulkan rasa aman yang berlebihan (overconfidence). Padahal, ADAS bersifat asistif, bukan pengganti pengemudi. Pengendalian utama tetap berada di tangan manusia.

Selain itu, efektivitas ADAS juga bergantung pada kondisi lingkungan, seperti kualitas marka jalan, cuaca, dan infrastruktur. Di Indonesia, di mana kondisi jalan tidak selalu ideal, performa beberapa fitur seperti Lane Keeping Assist bisa menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk melihat tidak hanya keberadaan fitur, tetapi juga kualitas kalibrasi dan adaptasi teknologi tersebut terhadap kondisi lokal.

Dengan semakin ketatnya regulasi keselamatan global dan meningkatnya kesadaran konsumen, ADAS diperkirakan akan menjadi standar baru di industri otomotif. Dalam konteks ini, produsen yang mampu menghadirkan teknologi canggih dengan harga terjangkau—seperti yang dilakukan oleh banyak brand China—memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar.

Pada akhirnya, ADAS bukan sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari transformasi besar menuju mobilitas yang lebih aman dan cerdas. Bagi konsumen Indonesia, memahami teknologi ini menjadi langkah penting untuk memaksimalkan manfaat sekaligus menghindari risiko dalam penggunaannya.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News2 hours ago

Marsinah, Simbol Luka Sejarah Menjadi Pahlawan Nasional

LakeyBanget6 hours ago

Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi–Syifa Hadju, Sampaikan Doa Singkat Penuh Makna

LakeyBanget7 hours ago

Kiandra Beberkan Kunci Kemenangan di Jerez

LakeyBanget8 hours ago

Luar Biasa! Start Posisi 17, Kiandra Ramadhipa Juara Red Bull Rookies Cup 2026

News8 hours ago

Prof. Rokhmin: Sabang’s KDMP Cooperative Must Not Be Just a Building, It Must Deliver Real Welfare

Review9 hours ago

Pilih Tabung di Kaleng, Sosok Guru Honorer itu Naik Haji: Lantas Bank?

News10 hours ago

Gula Buatan Picu Lapar, Menkes Ungkap Bahaya Minuman Zero Sugar

News10 hours ago

Aplikasi Kawal Haji Mudahkan Jemaah Lapor Masalah

News10 hours ago

Perombakan Kabinet Prabowo Dikabarkan Segera Bergulir Secara Bertahap

News10 hours ago

Luruskan Opini Publik Soal MBG, Mendikdasmen Pastikan Anggaran Pendidikan Tidak Dipangkas

News1 day ago

Opini Publik AS Mulai Melunak ke China di Tengah Ketegangan Global

News1 day ago

Mendikdasmen Tegaskan Hak Pendidikan ABK, Dorong Penguatan Sistem Inklusi Nasional

News1 day ago

Respon Ancaman Israel, 4 Negara Muslim Wacanakan Pakta Pertahanan Mirip NATO

News1 day ago

Iran Klaim Kekuatan Rudal Belum Dikerahkan Sepenuhnya

LakeyBanget1 day ago

Nostalgia Karya Erros Djarot di Konser Badai Pasti Berlalu, Libatkan Musisi Papan Atas

LakeyBanget1 day ago

Bruno Fernandes Spill Ambisi Besar Portugal di Piala Dunia 2026, Apa Itu?

LakeyBanget1 day ago

Megawati MVP Proliga 2026, Boy Arnez Dominasi Sektor Putra

LakeyBanget2 days ago

BWF Resmi Terapkan Sistem Skor 15 Poin, Mulai Kapan?

LakeyBanget2 days ago

Sempat Jatuh, Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Spanyol 2026

LakeyBanget2 days ago

TikTok Diterjang Gelombang Protes Pengguna, Apa Penyebabnya?

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.