News
Menteri, Citra Positif, dan Pertarungan Sunyi di Ruang Digital
Published
27 minutes agoon
By
Umar Satiri
DI TENGAH derasnya arus percakapan publik tentang para pejabat negara, ada satu hal yang sekilas tampak menenangkan: hampir seluruh sentimen yang beredar berada di wilayah netral. Tidak ada gelombang pujian yang membuncah, tidak pula penolakan yang menggema. Seolah-olah publik memilih diam—mengamati, menimbang, tetapi belum benar-benar memutuskan.
Namun di era digital, ketenangan semacam itu sering kali menyimpan dinamika yang lebih dalam. Ia bukan tanda absennya opini, melainkan ruang sunyi di mana persepsi sedang diam-diam dibentuk.
Data monitoring yang dihimpun melalui platform Sosmon.id memperlihatkan skala percakapan yang tidak kecil. Sepanjang 1 Januari hingga 10 April 2026, tercatat 7.042 pemberitaan media online dan 6.992 unggahan media sosial yang membicarakan para menteri dan pejabat publik. Hampir seluruhnya berada dalam spektrum netral, mencapai 99,1 persen dari total percakapan.
“Ketenangan bukan tanda ketiadaan opini, melainkan ruang sunyi di mana persepsi sedang diam-diam dibentuk.”
Angka ini, pada pandangan pertama, tampak seperti stabilitas. Namun jika ditelusuri lebih jauh, ia justru menunjukkan sesuatu yang lebih subtil: reputasi yang belum sepenuhnya terkunci, citra yang masih dalam proses pembentukan, dan publik yang masih menunggu bingkai yang paling meyakinkan.
Network Society
Dalam konteks ini, cara publik melihat para pejabat tidak bisa dilepaskan dari cara realitas itu sendiri dibentuk. Erving Goffman mengingatkan bahwa publik tidak pernah melihat realitas secara utuh. Mereka menangkap potongan-potongan kecil—pernyataan, gestur, kebijakan—yang kemudian dirangkai menjadi makna. Di ruang digital, potongan itu semakin pendek, semakin cepat, dan semakin mudah bergeser.
Ruang digital pun tidak lagi sekadar medium, melainkan lingkungan. Manuel Castells menyebutnya sebagai network society, sebuah tatanan di mana makna dibentuk oleh arus komunikasi yang terus bergerak. Sementara José van Dijck menunjukkan bahwa platform digital bukan ruang netral, melainkan ruang yang dikurasi oleh algoritma—memilih apa yang terlihat, dan apa yang tenggelam.
Di titik inilah, citra para menteri hari ini dibentuk: di antara jaringan yang terus bergerak dan algoritma yang memilih.
Sosmon.id, melalui pendekatan berbasis kecerdasan artifisial dan pemrosesan bahasa alami, menangkap dinamika itu secara konkret. Percakapan publik tidak lagi didominasi media arus utama, melainkan oleh media sosial, dengan TikTok sebagai kontributor terbesar, disusul Instagram dan Facebook.
Dalam ruang seperti ini, citra tidak dibangun melalui narasi panjang, tetapi melalui fragmen-fragmen singkat yang terus diulang.
Three Musketeers
Dari seluruh percakapan itu, tiga figur muncul paling menonjol dalam visibilitas publik: Purbaya Yudhi Sadewa, Prasetyo Hadi, dan Teddy. Mereka tidak hanya hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai representasi dari tiga cara berbeda dalam dibaca oleh publik.

Purbaya tampil dalam bingkai teknokratik. Ia hadir melalui angka, kebijakan fiskal, dan stabilitas ekonomi. Publik melihatnya sebagai figur yang bekerja dalam sistem—tenang, rasional, dan terukur. Dalam banyak percakapan, ia menjadi simbol dari kepemimpinan berbasis kompetensi.
Prasetyo Hadi, di sisi lain, tampil sebagai komunikator kebijakan. Ia tidak hanya bekerja, tetapi menjelaskan. Ia mengisi ruang publik dengan narasi reformasi, menerjemahkan kebijakan menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami. Dalam bingkai ini, citra dibangun bukan hanya dari kerja, tetapi dari kemampuan mengartikulasikan kerja tersebut.
Sementara itu, Teddy muncul dalam bingkai yang lebih operasional dan personal. Ia terlihat bergerak di lapangan, hadir dalam aktivitas nyata, dan dekat dengan dinamika sehari-hari. Publik membaca dirinya sebagai figur yang bekerja secara konkret—tidak selalu dalam bahasa kebijakan, tetapi dalam tindakan yang terlihat.
Ketiga figur ini memperlihatkan bahwa citra positif tidak pernah tunggal. Ia bisa lahir dari rasionalitas, dari komunikasi, maupun dari kehadiran langsung di lapangan. Sejauh ini, tiga sosok ini yang memang lebih berjibaku membantu Presiden, mereka tak ubahnya seperti Three Musketeers.
Namun yang menarik, tidak satu pun dari mereka benar-benar mendominasi secara absolut. Narasi positif yang melekat selalu berjalan berdampingan dengan narasi lain yang lebih kritis.
Isu-isu seperti dugaan korupsi di lingkungan kementerian, pengelolaan kebijakan, hingga pernyataan yang dianggap sensitif tetap muncul dalam percakapan. Jumlahnya kecil, tetapi daya guncangnya besar. Dalam ruang digital, satu isu tidak perlu banyak untuk menjadi signifikan—ia hanya perlu tepat waktu dan tepat format.
David dan Goliath
Di sinilah perspektif Malcolm Gladwell dalam David and Goliath menjadi relevan. Gladwell menunjukkan bahwa yang kecil sering kali menang bukan karena kuat, tetapi karena mampu mengubah cara permainan dijalankan.
Dalam konteks digital, kita melihat fenomena serupa—misalnya dalam apa yang dikenal sebagai fenomena “Aldi’s Berger”. Sebuah entitas yang awalnya kecil, tidak dominan, bahkan nyaris tak diperhitungkan, tiba-tiba muncul dan menguasai perhatian publik. Bukan karena kekuatan struktural, tetapi karena resonansi—kesederhanaan, keaslian, dan kedekatan dengan pengalaman publik.

Fenomena seperti ini memberi pelajaran penting: di era algoritma, kerja yang terlihat “apa adanya”, tidak dibuat-buat, dan terasa autentik justru bisa menjadi pemicu citra yang kuat. Bukan karena ia dirancang untuk viral, tetapi karena ia mudah dipahami dan mudah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
Di titik ini, citra positif tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh strategi komunikasi formal. Ia bisa muncul dari sesuatu yang lebih sederhana—kehadiran yang konsisten, kerja yang nyata, dan narasi yang terasa jujur.
Jika dilihat secara keseluruhan, citra para menteri hari ini tidak bergerak dalam lonjakan ekstrem. Ia tidak melonjak tajam ke arah positif, tetapi juga tidak runtuh secara drastis. Ia bergerak perlahan, mengikuti isu yang muncul dan menghilang.
Namun justru di situlah letak kompleksitasnya. Citra tersebut bukan stabil, melainkan cair. Ia terus berubah, mengikuti konteks, platform, dan cara publik membingkai setiap informasi yang mereka terima.
Pada akhirnya, citra positif di era digital bukanlah sesuatu yang bisa dipertahankan hanya dengan kinerja atau komunikasi formal. Ia adalah hasil dari interaksi yang terus berlangsung antara tindakan nyata, representasi digital, dan interpretasi publik.
Dalam ruang yang dipenuhi algoritma, reputasi tidak lagi sepenuhnya dimiliki oleh mereka yang memegang jabatan. Ia dibentuk oleh jutaan pengguna yang memilih apa yang mereka lihat, apa yang mereka bagikan, dan apa yang mereka percaya.
Dan dalam lanskap seperti ini, citra positif bukanlah sesuatu yang permanen. Ia adalah sesuatu yang terus dinegosiasikan—setiap hari, di setiap layar, dalam setiap percakapan yang tampak kecil, tetapi sebenarnya menentukan.
Mungkin Kamu Suka
-
Purbaya Pastikan Harga Pertalite dan Solar Tetap Stabil hingga Akhir 2026
-
Pemerintah Bakal Umumkan Kebijakan WFH Nasional, Kapan?
-
Pemerintah Naikkan Insentif dan Tunjangan Guru, Seskab Teddy: Baru di Era Prabowo
-
Menkeu Tegaskan Tak Naikkan Tarif Pajak, Pilih Perluas Basis dan Genjot Pertumbuhan
-
Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi di Hambalang, Ada Apa?
Monitorday.com – Perusahaan farmasi global Novo Nordisk resmi menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat transformasi penemuan dan distribusi obat berbasis kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong inovasi sektor kesehatan, terutama untuk penanganan penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas.
Melalui kerja sama ini, Novo Nordisk akan memanfaatkan teknologi AI untuk menganalisis data dalam skala besar dan kompleks—tantangan yang selama ini kerap menghambat riset farmasi. Dengan kemampuan tersebut, proses identifikasi kandidat obat hingga tahap uji coba diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar, menegaskan urgensi inovasi dalam terapi penyakit kronis. Ia menyebut jutaan pasien membutuhkan lebih banyak pilihan pengobatan yang efektif.
“Integrasi AI memungkinkan kami menganalisis data dalam skala yang sebelumnya tidak mungkin, serta menguji hipotesis jauh lebih cepat,” ujarnya.
Doustdar menambahkan, pemanfaatan AI diyakini dapat memangkas waktu dari tahap penelitian hingga obat dapat diakses oleh pasien. Selain itu, kolaborasi ini juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi AI di seluruh lini organisasi perusahaan.
Di sisi lain, CEO OpenAI Sam Altman menilai sektor ilmu hayati menjadi salah satu bidang yang paling diuntungkan dari perkembangan teknologi AI.
“Teknologi ini berpotensi membantu manusia hidup lebih baik dan lebih lama, sekaligus mempercepat penemuan ilmiah,” kata Altman.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga mencakup optimalisasi proses manufaktur, rantai pasok, hingga distribusi obat. Program percontohan akan dijalankan lintas divisi, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga operasional komersial, dengan target integrasi penuh pada akhir 2026.
Meski demikian, kedua perusahaan menegaskan pentingnya tata kelola yang ketat dalam penerapan AI. Perlindungan data, pengawasan manusia, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas utama guna memastikan penggunaan teknologi tetap aman dan etis.
Langkah ini memperkuat posisi Novo Nordisk sebagai salah satu pelopor transformasi digital di sektor kesehatan global. Dengan pengalaman lebih dari satu abad dan jangkauan di lebih dari 170 negara, perusahaan tersebut kini memanfaatkan AI sebagai akselerator inovasi medis.
Kolaborasi ini juga mencerminkan tren global di industri farmasi yang semakin mengadopsi teknologi canggih untuk menjawab tantangan kompleks dalam pengembangan obat. Jika berhasil, model kerja sama ini berpotensi menjadi standar baru dalam industri sekaligus mempercepat akses terapi bagi jutaan pasien di seluruh dunia.
News
Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, Bidik Investasi Kilang dan Infrastruktur Strategis
Published
2 hours agoon
17/04/2026
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk memperluas kerja sama investasi jangka panjang di sektor energi. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pasokan energi, tetapi juga pembangunan infrastruktur strategis guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada awal pekan ini.
“Dari pihak Rusia siap membangun sejumlah infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” ujar Bahlil di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026).
Pemerintah saat ini tengah membahas lebih lanjut skema investasi yang akan difokuskan pada pembangunan kilang dan fasilitas penyimpanan (storage) energi. Proyek ini dinilai memiliki nilai strategis tinggi dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Menurut Bahlil, sejumlah investasi dari Rusia sebenarnya telah siap masuk, namun masih memerlukan satu hingga dua putaran pembahasan lanjutan untuk finalisasi.
“Beberapa investasi sudah siap, tetapi finalisasinya masih menunggu pembahasan lanjutan, khususnya terkait kilang dan storage,” jelasnya.
Kerja sama ini akan dijalankan dalam skema jangka panjang melalui dua pendekatan, yakni antar pemerintah (government to government/G2G) dan antar pelaku usaha (business to business/B2B).
Bahlil menegaskan bahwa proyek storage menjadi bagian penting dari kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya, sekaligus menjadi fondasi dalam memperkuat sistem cadangan energi Indonesia.
Kerja sama dengan Rusia merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber energi di tengah dinamika global. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tetap sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang juga diterapkan dalam sektor ekonomi dan investasi.
“Indonesia tetap mengedepankan prinsip bebas aktif, termasuk dalam kerja sama ekonomi. Kita terbuka bekerja sama dengan berbagai negara selama menguntungkan kepentingan nasional,” ujar Bahlil.
Dengan membuka peluang investasi dari berbagai mitra global, pemerintah berharap pembangunan sektor energi dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian Indonesia.
News
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel–Lebanon Selama 10 Hari
Published
2 hours agoon
17/04/2026
Monitorday.com – Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB, setelah melalui perundingan di Washington, D.C..
Trump menyampaikan bahwa kesepakatan tercapai setelah komunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Lebanon dan Perdana Menteri Israel,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa gencatan senjata ini merupakan langkah awal menuju perdamaian antara kedua negara yang selama ini terlibat konflik.
Dalam upaya menjaga implementasi kesepakatan, Trump meminta Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua pihak.
Trump juga menyebut keberhasilan ini sebagai bagian dari upaya diplomasi global yang lebih luas.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” katanya.
Kesepakatan gencatan senjata dicapai setelah delegasi Israel dan Lebanon menggelar pembicaraan dengan mediasi Amerika Serikat pada Selasa (14/4). Namun, kelompok Hizbullah tidak turut serta dalam perundingan tersebut karena menolak proses negosiasi.
Di pihak Lebanon, Perdana Menteri Nawaf Salam menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai tuntutan utama negaranya sejak awal konflik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak internasional yang berkontribusi dalam tercapainya kesepakatan, termasuk Prancis, Uni Eropa, serta negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania.
Selain itu, Salam turut menyampaikan belasungkawa kepada para korban konflik serta solidaritas bagi keluarga yang terdampak perang, termasuk korban luka dan pengungsi.
Gencatan senjata ini diharapkan menjadi momentum awal untuk meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen di kawasan.
News
Jelang TKA SD 2026, Wamendikdasmen Tekankan Kejujuran dan Asah Nalar Siswa
Published
11 hours agoon
16/04/2026
Monitorday.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang sekolah dasar yang dijadwalkan pada 20 April 2026 terus dimatangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ujian ini tidak hanya difokuskan sebagai alat ukur capaian akademik, tetapi juga sebagai sarana membangun integritas peserta didik.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau kesiapan siswa kelas VI di SD Kanisius Wonogiri, Rabu (15/4/2026).
“Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai yang diperoleh dengan kejujuran jauh lebih berharga dibanding nilai sempurna hasil kecurangan,” ujar Fajar di hadapan para siswa.
Menurut Fajar, TKA dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir logis dan pemahaman kontekstual, bukan sekadar hafalan. Soal berbentuk narasi atau cerita menjadi pendekatan utama agar siswa mampu memahami persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik dan pendidikan karakter dalam proses belajar.
Kepala sekolah, Eliut Nina, menyampaikan bahwa seluruh 26 siswa kelas VI siap mengikuti TKA. Sekolah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penambahan jam belajar dan optimalisasi laboratorium komputer untuk membiasakan siswa dengan sistem ujian berbasis digital.
“TKA memberi gambaran capaian belajar siswa, namun integritas tetap menjadi hal utama dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Guru kelas VI, Danang Prasetyo Wibowo, menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran kini lebih menitikberatkan pada pemahaman instruksi soal, khususnya pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia.
“Dengan logika yang terasah, siswa tidak perlu bergantung pada perhitungan manual berlebihan,” jelasnya.
Nilai TKA memiliki peran strategis karena dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP melalui jalur prestasi.
Sejumlah siswa pun mengaku siap menghadapi ujian. Lintang, salah satu siswi, menyebut persiapannya telah mencapai 90 persen berkat latihan mandiri dari berbagai sumber daring.
“Sempat tegang, tapi saya siap. Latihan soal sangat membantu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Igo, siswa lainnya, yang rutin belajar dari buku dan latihan soal online.
Selain kesiapan akademik, Fajar juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Ia menekankan pentingnya asupan gizi untuk menjaga konsentrasi dan kesehatan siswa selama ujian.
Kunjungan juga diisi dengan sosialisasi anti-perundungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Melalui pelaksanaan TKA, pemerintah berharap dapat menghadirkan sistem evaluasi yang adil dan transparan, sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas tinggi.
Monitorday.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah pimpinan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir berhasil masuk dalam daftar 10 besar kementerian dengan tingkat popularitas tertinggi berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh Cyrus Network. Survei tersebut melibatkan 1.260 responden yang diwawancarai secara tatap muka di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026.
Pencapaian ini menempatkan Kemenpora di posisi kedelapan, menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap sektor kepemudaan dan olahraga di tanah air , serta kepercayaan dan apresiasi masyarakat terhadap kebijakan, program dan hasil kerja Kemenpora.
Survei Cyrus Network tersebut mengukur tingkat popularitas kementerian melalui berbagai indikator, termasuk persepsi publik terhadap kinerja, efektivitas komunikasi, serta dampak program yang dirasakan masyarakat.
Menpora Erick menyampaikan bahwa peningkatan popularitas ini merupakan refleksi dari kerja keras seluruh jajaran Kemenpora dalam menghadirkan program yang meningkatkan prestasi olahraga Indonesia dan pemberdayaan kepemudaan serta berdampak nyata kepada masyarakat.
“Masuknya Kemenpora ke dalam 10 besar kementerian terpopuler hasil survei cyrus network menjadi indikator bahwa kerja keras kami kami semakin mendapat perhatian dari masyarakat. Namun yang lebih penting, meningkatnya popularitas ini sejalan dengan tumbuhnya kepercayaan dan apresiasi publik terhadap kerja-kerja kami,” ujar Menpora.
Lebih lanjut, Menpora menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjalankan berbagai kebijakan dan program strategis.
“Popularitas bukanlah tujuan utama kami, melainkan konsekuensi dari kerja nyata yang dilakukan secara konsisten. Ketika kepercayaan publik meningkat, itu berarti masyarakat merasakan manfaat dari program yang kami jalankan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan, transparansi, dan akuntabilitas,” tambahnya.
Kemenpora berkomitmen untuk terus memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan serta meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui program-program yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, dan menjadi tulang punggung dalam diplomasi olahraga.
Dalam daftar tersebut, posisi pertama ditempati oleh Kementerian Keuangan, disusul oleh Kementerian Agama di posisi kedua. Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia berada di peringkat ketiga, diikuti oleh Sekretariat Kabinet di posisi keempat.
Badan Gizi Nasional menempati urutan kelima, kemudian Kementerian Pertanian di posisi keenam, serta Kementerian Kesehatan ketujuh. Kemenpora berada di posisi kedelapan, diikuti oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di urutan kesembilan, dan Kementerian Sosial di posisi kesepuluh.
News
PHTC Presiden, Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun 3 Unit Sekolah di Jawa Timur
Mendikdasmen Abdul Mu’ti melaporkan 1.390 sekolah di Jawa Timur telah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dibangun dengan anggaran Rp917 miliar. Program digitalisasi pembelajaran juga menunjukkan capaian positif.
Published
13 hours agoon
16/04/2026
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan pendidikan melalui berbagai program prioritas nasional yang mencakup Revitalisasi Satuan Pendidikan, Digitalisasi Pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 pada Selasa (14/4) sebagai bagian dari upaya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Dalam arah kebijakan pembangunan pendidikan, Mendikdasmen menegaskan bahwa implementasi program prioritas nasional di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. “Program prioritas Bapak Presiden dan terlaksana dengan sangat baik di Jawa Timur. Untuk program revitalisasi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 miliar lebih. Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan alhamdulillah sudah terlaksana 100 persen,” ungkapnya.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, baik dari sisi distribusi perangkat maupun pemanfaatannya. “Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 Interactive Flat Panel (IFP) dan semuanya sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.
Menteri Mu’ti juga memaparkan berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup perluasan akses bantuan pendidikan bagi peserta didik serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,062 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan secara nasional, serta melanjutkan program digitalisasi dengan penambahan tiga perangkat IFP per satuan pendidikan. Program PIP akan diperluas hingga jenjang TK serta menjangkau jutaan peserta didik di seluruh Indonesia. Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru, serta didukung program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas RI, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, dan Kartu Usaha Afirmatif serta program prioritas lainnya. “Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya proyek-proyek besar yang berdekatan nasional, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, Kartu Usaha Afirmatif, dan proyek-proyek lain yang sangat penting khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa strategi pembangunan daerah melalui program “Jatim Cerdas” difokuskan pada penguatan akses dan mutu pendidikan yang merata dan berkeadilan melalui pemerataan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pengajaran dan daya saing. Ia juga menegaskan capaian Jawa Timur di bidang pendidikan.
“Suksesnya program Jawa Timur ini karena sinergi dan kolaborasi semuanya, ini yang ketujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi diterima SNBP di perguruan tinggi negeri dengan rasio terima SNBP 27,20 persen. Baik jalur reguler maupun jalur KIP kuliah. Kita juga tertinggi ini ketujuh kali di antara semua provinsi di Indonesia. Harapan kita adalah bahwa kita menyiapkan berbagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas SDM terutama dari SMA, SMK, SLB,” jelas Khofifah.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf, menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD diarahkan pada penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rouf.
Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, bersama para pimpinan lembaga dan daerah. Kehadiran tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pusat dan daerah dalam memastikan program prioritas nasional berjalan terarah dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.
News
Ketika Program Istana untuk Sekolah Jadi Inspirasi Generasi Penerus Bangsa
Lebih dari seribu siswa SMA Taruna Nusantara dan SMPN 39 Jakarta merasakan pengalaman inspiratif melalui program Istana untuk Sekolah. Mereka berbagi kesan mendalam tentang kunjungan ke Istana Kepresidenan.
Published
13 hours agoon
16/04/2026
Monitorday.com – Program “Istana untuk Anak Sekolah” yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bagi para pelajar terus bergulir. Kamis (16/04/2026), program ini diikuti oleh lebih dari seribu siswa yang berasal dari SMA Taruna Nusantara serta SMPN 39 Jakarta.
Kesempatan mengenal lebih dekat mengenai sistem pemerintahan langsung di pusat pemerintahan serta melihat langsung tempat-tempat yang menjadi saksi berbagai peristiwa penting kenegaraan dan pemerintahan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti dan menginspirasi para peserta “Istana untuk Sekolah”.
Salah satunya adalah Sami El Siraj, siswa SMA Taruna Nusantara asal Aceh, yang mengaku terinspirasi untuk memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa setelah melihat jejak perjalanan pemerintahan.
“Saya merasa sangat bangga telah diberikan kesempatan untuk berkeliling Istana, dan hal ini membuat kami para siswa SMA Taruna Nusantara mendapatkan inspirasi lebih, di mana berbagai kinerja pemerintahan yang bekerja untuk masyarakat,” ujar Sami.
Hal senada juga diungkapkan oleh Danela Maria Goriti Turot, siswa Taruna Nusantara asal Sorong, Papua Barat Daya. Danela mengatakan, pengalaman berkunjung ke Istana Kepresidenan serta pengarahan yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Menteri Luar Negeri Sugiono menjadi motivasi dan pembelajaran untuk menjadi pribadi yang tangguh, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.
“Setelah saya berkunjung di sini, saya berasa gedung ini menumbuhkan semangat jiwa saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ke depannya saya berusaha untuk menggapai cita-cita saya setingginya biar kemudiannya saya dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat bangsa negara Indonesia,” ujar Danela.
Sementara itu, M. Laksamana Lukmanul Hakim, siswa SMA Taruna Nusantara, mengaku terkesima melihat ruangan-ruangan penting yang ada di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
“Saya sangat senang, saya amazed melihat tempat-tempat penting di mana pemerintah bekerja di sana. Saya senang sekali,” ujar pelajar asal Kepulauan Riau ini.
Cheryl, siswa SMA Taruna Nusantara lainnya, juga mengungkapkan kekagumannya atas ornamen-ornamen yang di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta yang dinilainya menunjukkan kekayaan budaya Nusantara.
“Saya sangat terkagum dengan isi dari Istana Merdeka, karena walaupun sudah diisi dengan teknologi yang sangat canggih, tetapi tidak meninggalkan kesan dan ciri khas dari Nusantara itu sendiri. Tadi ada beberapa ornamen-ornamen Nusantara seperti patung wayang yang tadi saya lihat, dan itu unik dan menarik di mata saya, eyecatching,” ujar siswa kelahiran tanah Papua tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak untuk Pak Presiden atas kesempatan yang sangat luar biasa bagi kami, dan sangat membanggakan ini, dan kami juga berterima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat,” imbuh Cheryl.
Tak hanya siswa SMA Taruna Nusantara, siswa SMPN 39 Jakarta juga merasakan pengalaman yang sangat berkesan saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Jakarta. Salah satunya adalah Azhari, yang mengaku memiliki cita-cita untuk berkontribusi menguatkan peran Indonesia di kancah global.
“Dengan kemampuan bahasa yg saya miliki, saya bercita-cita menjadi diplomat,” ucap Azhari dengan lantang.
Rasa kagum juga diungkapkan Sayid Mardhatillah Akbar, yang mengungkapkan kesan mendalam akan keindahan dan kerapian interior Istana. Siswa SMPN 39 ini pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan berharap para pelajar dari sekolah lain dapat memiliki kesempatan yang sama dengannya.
“Pak Presiden terima kasih sudah mengajak kami ke sini, semoga nanti teman-teman kami di sekolah lain maupun di sekolah kami yang belum sempat ke sini bisa datang ke sini,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi Presiden ini.
Kesan mendalam akan Istana untuk Anak Sekolah juga dirasakan para pendidik yang turut mendampingi para siswa yang berkunjung ke Istana. Salah satunya Gabriel James Angkow, yang menyampaikan apresiasi atas program yang dinilainya sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kegiatan Istana untuk Anak Sekolah bagi saya dan bagi kami SMA Taruna Nusantara tentunya merupakan kesempatan yang sangat luar biasa. Dan tentu bukan hanya bagi kami, tapi sekolah-sekolah yang lain juga di mana Istana Kepresidenan juga membuka diri untuk bisa diperkenalkan secara luas,” ujar guru SMA Taruna Nusantara ini.
Gabriel menilai, program Istana untuk Sekolah menjadi pelengkap dari program lain yang dijalankan pemerintah di sektor pendidikan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.
“Saya juga melihatnya sebagai hal yang positif, di mana Bapak Presiden melalui kebijakan-kebijakannya lebih mengutamakan tentang hal-hal pendidikan, seperti merenovasi sekolah, memfasilitasi sekolah.”
News
Pasokan Nafta Terganggu Harga Plastik Melonjak, Apa Bedanya dengan Minyak?
Lonjakan harga plastik di Indonesia disebabkan oleh gangguan pasokan nafta global. Pahami penyebabnya, dampak pada industri, serta perbedaan nafta dengan minyak bumi.
Published
1 day agoon
16/04/2026
Monitorday.com – Kelangkaan bahan baku plastik di Indonesia belakangan ini dipicu terganggunya pasokan nafta, komponen utama dalam industri petrokimia. Kondisi ini berdampak langsung pada lonjakan harga berbagai produk plastik di pasaran.
Gangguan pasokan terjadi seiring konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pemasok utama nafta dunia, termasuk bagi Indonesia.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan ketergantungan Indonesia terhadap impor nafta masih sangat tinggi, dengan sekitar 60 persen pasokan berasal dari Timur Tengah.
“Gangguan ini bagian dari dampak perang. Kita sangat bergantung pada impor nafta, sehingga ketika pasokan terganggu, industri langsung terdampak,” ujarnya.
Dampak kelangkaan mulai terasa di tingkat pedagang. Harga kantong plastik di sejumlah pasar naik dari Rp15 ribu menjadi Rp23 ribu per pak. Sedotan plastik juga mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10 ribu, sementara plastik kemasan melonjak dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu.
Pelaku usaha bahkan melaporkan kenaikan harga bahan plastik mencapai 30 hingga 60 persen, bahkan dalam beberapa kasus meningkat hingga dua kali lipat akibat terbatasnya stok.
Kondisi ini turut mendorong naiknya biaya produksi di berbagai sektor, terutama industri makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik.
Secara sederhana, nafta merupakan produk turunan dari minyak bumi. Meski berkaitan erat, nafta dan minyak bukanlah hal yang sama.
Nafta dihasilkan melalui proses penyulingan minyak mentah, kemudian diolah kembali menjadi bahan kimia dasar seperti etilena dan propilena. Kedua zat ini menjadi komponen utama dalam pembuatan plastik, karet sintetis, dan berbagai produk industri lainnya.
Dalam industri, nafta ibarat bahan dasar utama. Tanpanya, proses produksi petrokimia tidak dapat berjalan.
Selain untuk plastik, nafta juga digunakan sebagai campuran bahan bakar, pelarut untuk cat dan tinta, serta bahan baku berbagai produk kimia. Sifatnya yang mudah menguap dan terbakar membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan industri.
Nafta sendiri terbagi dalam beberapa jenis, seperti nafta ringan yang umum digunakan untuk petrokimia, nafta berat untuk pelumas dan aspal, serta nafta aromatik untuk pelarut industri.
Ketergantungan tinggi terhadap impor, khususnya dari Timur Tengah, membuat pasokan nafta sangat rentan terhadap gangguan geopolitik. Tak hanya Indonesia, sejumlah negara lain juga mengalami tekanan serupa.
Beberapa produsen bahkan terpaksa menurunkan kapasitas produksi akibat keterbatasan bahan baku, yang semakin memperketat pasokan global.
Pemerintah Indonesia kini mulai mencari alternatif sumber impor untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus meredam kenaikan harga di pasar. Namun, selama pasokan global belum pulih, tekanan terhadap industri plastik diperkirakan masih akan berlanjut.
Monitorday.com – Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih membeli minyak dari Iran, termasuk China yang selama ini menjadi pembeli terbesar.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa Washington siap memberlakukan sanksi sekunder terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi minyak Iran.
“Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, dan dana Iran berada di bank Anda, kami siap menerapkan sanksi sekunder,” ujarnya.
Langkah ini menyusul kebijakan blokade maritim terhadap Iran yang dimulai pada 13 April, setelah perundingan damai yang berlangsung di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.
AS meyakini bahwa kebijakan tersebut akan berdampak signifikan terhadap ekspor minyak Iran, termasuk menghentikan pembelian oleh China yang selama ini menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Teheran.
Selain itu, Departemen Keuangan AS juga telah mengirimkan surat kepada sejumlah bank di China terkait potensi sanksi sekunder. Hingga kini, Kedutaan Besar China di AS belum memberikan tanggapan resmi.
Pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menyatakan komitmennya untuk menerapkan strategi “tekanan maksimum” terhadap Iran, terkait program nuklir dan dukungannya terhadap kelompok milisi di kawasan Timur Tengah.
Dalam kebijakan terbarunya, Departemen Keuangan AS juga menargetkan infrastruktur transportasi minyak Iran, serta menjatuhkan sanksi terhadap puluhan individu, perusahaan, dan kapal yang terlibat dalam distribusi minyak tersebut.
Langkah ini diambil hanya beberapa minggu setelah AS memberikan pengecualian sanksi selama 30 hari bagi minyak Iran yang berada di laut.
Menurut Bessent, pengecualian tersebut memungkinkan sekitar 140 juta barel minyak tetap masuk ke pasar global guna meredam tekanan pasokan energi akibat konflik yang sedang berlangsung.
Namun, pengecualian itu dipastikan akan berakhir pada 19 April dan tidak akan diperpanjang. AS juga belum memperpanjang kebijakan serupa terhadap minyak Rusia yang akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Tak hanya China, AS juga memperluas pengawasan terhadap aktivitas keuangan yang berkaitan dengan Iran di sejumlah wilayah lain, termasuk Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman.
Washington mengidentifikasi adanya sejumlah bank di wilayah tersebut yang diduga memfasilitasi aktivitas keuangan Iran secara ilegal.
Langkah ini menegaskan peningkatan tekanan AS terhadap Iran di tengah upaya membatasi pengaruh ekonomi dan politik negara tersebut di kawasan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi global.
News
Muhammadiyah Soroti Ketimpangan PMB PTN, Desak Evaluasi Menyeluruh
Muhammadiyah mendesak evaluasi sistem PMB PTN karena menimbulkan ketimpangan. Sorotan meliputi praktik tidak wajar, distribusi KIP Kuliah, dan desakan moratorium PTNBH.
Published
1 day agoon
16/04/2026
Monitorday.com – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Komisi X DPR RI pada Selasa (14/4/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta.
Dalam forum tersebut, Muhammadiyah menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait sistem penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) yang dinilai berdampak pada ketimpangan ekosistem pendidikan tinggi, khususnya bagi perguruan tinggi swasta (PTS).
Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, mengungkapkan adanya kecenderungan penurunan jumlah mahasiswa di PTS, meskipun secara nasional angka partisipasi pendidikan tinggi meningkat.
“PTS kecil memiliki peran strategis dalam melayani kebutuhan industri lokal, khususnya di daerah. Jika ruang ini diambil oleh PTN besar, akan terjadi ketidaksesuaian, termasuk dalam ekspektasi kerja dan upah lulusan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran negara dalam mendukung keberlanjutan PTS, termasuk melalui akses pendanaan dan program bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang, Ahmad Muttaqin, memaparkan tren peningkatan jumlah mahasiswa di PTN, khususnya Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“PTNBH yang seharusnya fokus pada peningkatan mutu menuju World Class University, justru beberapa PTNBH menjadi ‘kapal keruk’ yang mengambil porsi mahasiswa S-1 dalam jumlah besar,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada fluktuasi bahkan penurunan jumlah mahasiswa di PTMA, terutama di wilayah yang berdekatan dengan PTNBH.
Temuan Praktik Tidak Wajar dalam PMB
Dalam RDPU tersebut, Majelis Diktilitbang juga menyoroti adanya praktik yang dinilai tidak wajar dalam proses PMB di PTN, seperti perubahan kuota di tengah proses seleksi serta perpanjangan masa pendaftaran hingga melewati jadwal yang semestinya.
Beberapa kasus juga diungkap, termasuk program studi yang menerima mahasiswa melebihi kapasitas, yang berpotensi memengaruhi rasio dosen dan mahasiswa.
“Perlu ada audit menyeluruh untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi dalam proses PMB,” ujar Ahmad Muttaqin.
Isu distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah turut menjadi sorotan. Majelis Diktilitbang menilai akses beasiswa bagi mahasiswa di PTS masih belum merata dibandingkan dengan PTN.
Salah satu contoh yang diangkat adalah Universitas Muhammadiyah Makassar yang mengalami penurunan tajam kuota lolos KIP Kuliah, dari 1.325 mahasiswa pada 2024 menjadi 232 mahasiswa pada 2025, meskipun jumlah pendaftar relatif stabil.
Akibatnya, ribuan calon mahasiswa kurang mampu terpaksa mengundurkan diri karena tidak mendapatkan dukungan biaya pendidikan.
“Oleh karena itu, distribusi KIP Kuliah harus ditinjau kembali. Perlu adanya asas keadilan dan transparansi, agar tidak menghambat akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Majelis Diktilitbang juga memberikan apresiasi terhadap regulasi pemerintah, seperti Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2022 dan Permendiktisaintek Nomor 2 Tahun 2026, yang dinilai telah memberikan landasan yang cukup baik dalam mengatur sistem PMB PTN.
Namun demikian, implementasi di lapangan dinilai masih belum optimal.
“Secara regulasi, aturan yang ada sebenarnya sudah cukup baik. Namun, kami masih menemukan indikasi pelanggaran di lapangan,” ungkap Ahmad Muttaqin.
Rekomendasi: Moratorium hingga Audit Menyeluruh
Sebagai langkah konkret, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Komisi X DPR RI, antara lain moratorium penambahan status PTNBH, audit menyeluruh terhadap sistem PMB PTN, penegasan fokus PTNBH pada kualitas dan riset, perbaikan distribusi KIP Kuliah yang lebih merata, serta penguatan pengawasan dan sanksi terhadap pelanggaran.
“Karena itu, kami mendorong penegakan regulasi yang lebih tegas, sekaligus penyempurnaan kebijakan agar lebih berkeadilan dan setara antara PTN dan PTS,” lanjutnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus memastikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan PMB yang berkeadilan juga menjadi kunci dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di sektor pendidikan tinggi nasional.
Monitor Saham BUMN
Menteri, Citra Positif, dan Pertarungan Sunyi di Ruang Digital
Sheila On 7 Dipastikan Tampil di POLIPONI Bali 2026, Catat Jadwal Konsernya
Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Pacu Inovasi Obat Berbasis AI
Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Energi, Bidik Investasi Kilang dan Infrastruktur Strategis
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel–Lebanon Selama 10 Hari
Sambut Film Baru, Falcon Pictures Gelar Konser Dilan ITB 1997
Jelang TKA SD 2026, Wamendikdasmen Tekankan Kejujuran dan Asah Nalar Siswa
Kemenpora Masuk 10 Besar Kementerian Terpopuler
Bojan Hodak Dekati Rekor Pelatih Legendaris Persib Bandung
PHTC Presiden, Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun 3 Unit Sekolah di Jawa Timur
Ketika Program Istana untuk Sekolah Jadi Inspirasi Generasi Penerus Bangsa
Pasokan Nafta Terganggu Harga Plastik Melonjak, Apa Bedanya dengan Minyak?
AS Ancam Sanksi Pembeli Minyak Iran, Termasuk China?
Clash of Legends 2026 Siap Guncang GBK, Ajang Reuni Bintang Dunia dan Lokal
Muhammadiyah Soroti Ketimpangan PMB PTN, Desak Evaluasi Menyeluruh
Duh! Mimpi Juara Mbappe Tertunda Lagi Usai Ditendang Bayern Munchen
DKI Perketat Akses JAKI Cegah Laporan Fiktif Berbasi AI
Standarisasi TKA Pendidikan Nonformal Ditingkatkan
UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Sementara, Diduga Terlibat Kekerasan Verbal
