Connect with us

News

Erick Thohir: Jangan Mimpi Liga Kita Bisa Masuk Papan Atas Asia Jika…

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PSSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Erick Thohir mengambil langkah tegas dalam upaya meningkatkan kualitas sepak bola nasional dengan menekankan pentingnya penegakan aturan dalam kompetisi sepak bola Indonesia.

Erick Thohir, dalam pernyataannya, menekankan bahwa liga harus mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memastikan integritas dan profesionalisme dalam industri ini.

Salah satu langkah krusial yang diambil adalah terkait dengan penegakan aturan licensing klub sepak bola.

PSSI telah menetapkan bahwa klub yang tidak lolos dalam proses licensing tahun ini akan dikenai denda secara administratif.

Di musim berikutnya, sanksi tersebut akan diperparah dengan pengurangan poin bagi klub yang masih bermasalah.

“Pencabutan lisensi atau sanksi administratif ini diharapkan dapat memberikan sinyal yang kuat kepada klub-klub untuk mematuhi pedoman dan standar yang telah ditetapkan,” ujar Erick Thohir.

Menurut Erick Thohir, langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia.

Dengan menegakkan peraturan secara tegas, diharapkan akan mendorong klub-klub untuk mengelola dan mengoperasikan diri mereka secara lebih profesional, serta meningkatkan kualitas pertandingan di Indonesia.

PSSI mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia, termasuk klub, pemain, pelatih, dan suporter, untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah ini demi mencapai perkembangan positif dalam dunia sepak bola Tanah Air.

News

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

BGN mengeluarkan larangan penggunaan barang subsidi bagi dapur MBG, mengancam sanksi berat bagi pelanggar. Masyarakat didorong untuk melaporkan penyalahgunaan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melarang seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan barang bersubsidi dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang melanggar dipastikan akan dikenai sanksi hingga penutupan operasional.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, dapur MBG tidak boleh menggunakan LPG 3 kg, Minyakita, maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Tidak boleh memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP,” tegas Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7).

BGN juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan dapur MBG yang menggunakan barang subsidi. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan teguran, surat peringatan, hingga penutupan dapur apabila pelanggaran terus berulang.

Selain itu, Sudaryono meminta seluruh SPPG membeli bahan pangan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk telur yang harus dibeli mengikuti Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp25 ribu per kilogram, bukan memanfaatkan harga yang sempat anjlok di tingkat peternak. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan peternak serta petani tidak dirugikan. Program MBG, kata dia, tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga berperan sebagai penyangga harga dan pasar bagi sektor pertanian dan peternakan

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

Ketahui bagaimana kebijakan pembatasan gawai di sekolah oleh Kemendikdasmen berhasil meningkatkan interaksi sosial siswa dan membentuk kebiasaan teknologi yang lebih sehat. Simak studi kasus di SMP Bumi Cendekia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Tak ada lagi pemandangan murid yang sibuk menatap layar saat bel istirahat berbunyi. Sebagai gantinya, mereka berkumpul dengan teman, bermain bola, atau membaca buku. Itulah keseharian di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta setelah sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.

Pembatasan itu tidak membuat murid tertinggal teknologi. Sekolah justru tetap memanfaatkan laptop, telepon genggam, bahkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pembelajaran. Bedanya, murid menggunakan teknologi saat diperlukan, bukan untuk menemani sepanjang hari.

Kepala Sekolah SMP Bumi Cendekia, Wisnu Utomo, mengatakan sekolahnya tidak melarang murid membawa gawai. Laptop dan telepon genggam tetap boleh dibawa, tetapi penggunaannya diatur dengan jelas. Laptop hanya digunakan satu hari dalam sepekan, sedangkan telepon genggam digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran di bawah pengawasan guru.

Dulu, saat murid boleh menggunakan laptop hampir setiap hari, konsentrasi belajar justru mudah terpecah. Guru juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkan pembelajaran karena murid masih sibuk dengan perangkatnya. “Kami mendukung penuh SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026. Yang paling penting bukan melarang gawainya, tetapi membangun etika menggunakannya. Harapan kami, yang membatasi penggunaan HP bukan sekolah atau orang tua, melainkan kesadaran anak itu sendiri,” ujar Wisnu.

Setelah sekolah membatasi penggunaan laptop  dan telepon genggam, perubahan mulai terlihat. Murid lebih siap saat guru masuk kelas, lebih banyak berinteraksi dengan teman, lebih aktif berolahraga, dan semakin sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.

Guru Bahasa Indonesia, Triana Ratnasari, mengatakan teknologi tetap menjadi bagian dari proses belajar. Saat materi drama, misalnya, murid menonton contoh pementasan melalui YouTube. Ketika mempelajari materi berita, mereka mencari informasi melalui gawai, lalu menuliskan analisis dan tanggapannya secara manual. “Anak-anak tetap memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar. Yang kami latih adalah bagaimana mereka mengolah informasi dan menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan bergantung pada teknologi,” jelas Triana.

Ia menambahkan bahwa murid juga sudah mengenal AI. Namun, karena sekolah membatasi penggunaan gawai dan penyelesaian sebagian besar tugas di sekolah, pemanfaatan AI menjadi lebih terarah sebagai pendukung pembelajaran, bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas secara instan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai bertujuan membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat sejak dini. “Kami di Kementerian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai. Tujuannya agar murid dikontrol dan dibiasakan tidak bergantung pada gawai (handphone). Sehingga sejak usia dini  mereka terbiasa bahwa handphone itu hanya sebagai alat pendukung, sehingga tidak ada ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan handphone,” ujar Wamen Fajar di Yogyakarta, Jumat (24/7).

Menurut Wamen Fajar, pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh ekosistem pendidikan. “Pendidikan mengenal konsep Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekarang ada tambahannya, ada empat pilar pendidikan yang harus kita sinergikan sebagai satu ekosistem,” lanjutnya.

Perubahan tersebut turut dirasakan para murid. Gian Aji Alfatarazi, murid kelas IX, mengaku kini lebih sering bermain bola dan membaca novel, termasuk novel berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan bahasanya. Pengalaman serupa dialami Reksa. Meski sempat kecewa ketika penggunaan laptop dibatasi, ia kini lebih banyak berdiskusi dengan teman dan memahami alasan sekolah menerapkan kebijakan tersebut.

Continue Reading

News

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

Anthropic dilaporkan berhasil melampaui pendapatan tahunan OpenAI di pasar korporat didorong oleh adopsi masif model Claude Sonnet 5.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Berdasarkan data pengeluaran korporat terbaru melalui platform pelacakan langganan bisnis Ramp, perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan berhasil mencatat pencapaian finansial yang luar biasa. Perusahaan tersebut resmi melampaui tingkat pendapatan tahunan yang sebelumnya dipegang oleh pesaing utamanya, OpenAI. Lonjakan performa bisnis ini merefleksikan pergeseran preferensi korporasi global dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan operasional harian mereka.

Dengan proyeksi pendapatan tahunan yang kini menembus angka USD 47 miliar, kesuksesan Anthropic ditopang oleh adopsi masif dari lini model terbaru mereka. Model Claude Sonnet 5 menjadi motor utama penggerak pertumbuhan karena dinilai sebagai salah satu model frontier paling efisien di pasaran. Kalangan pengembang dan perusahaan multinasional banyak memilih model ini untuk mendukung kebutuhan pemrograman agen dan otomatisasi kerja yang kompleks.

Pencapaian ini sekaligus mengubah peta persaingan pasar kecerdasan buatan komersial yang selama ini didominasi oleh segelintir pemain utama saja. Dominasi Anthropic di sektor korporat membuktikan bahwa fokus pada keamanan, efisiensi agen, dan keandalan sistem menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan industri. Para pelaku pasar kini menantikan langkah balasan apa yang akan diambil oleh para kompetitor untuk merebut kembali pangsa pasar korporat tersebut.

Continue Reading

News

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

Kemendikdasmen meluncurkan strategi empat pilar untuk perlindungan anak dari perundungan siber, melibatkan sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Kebijakan ini didukung Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi perlindungan anak di era digital dengan memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan siber atau cyberbullying yang mengancam keselamatan dan kesehatan mental peserta didik.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, perlindungan terhadap anak kini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pesatnya perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga perlu mendapat perhatian yang sama.

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman, karena memang banyak sekali perundungan terjadi. Tidak hanya perundungan fisik tapi juga perundungan yang dilakukan melalui media digital atau cyberbullying,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan, termasuk yang terjadi di dunia maya.

Salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah pembatasan penggunaan gawai bagi murid berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan itu diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu screen time atau pengaturan durasi penggunaan layar, screen zone atau penentuan lokasi penggunaan gawai, serta screen break yang mengatur waktu istirahat dari perangkat digital.

Kemendikdasmen berharap pengaturan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko anak menjadi korban maupun pelaku perundungan siber

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga, masyarakat, hingga media memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Abdul Mu’ti mengibaratkan proses mendidik anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter yang dibangun di sekolah dan di rumah tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan sekitar justru memberikan pengaruh negatif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya komunikasi yang erat antara orang tua dan anak di tengah derasnya arus teknologi digital.

Menurut Emil, banyak anak terpapar pengaruh negatif karena komunikasi di dalam keluarga tidak terjalin dengan baik.

“Ternyata komunikasi antara anak dengan orang tua tidak terjadi. Maka benteng ini tidak berjalan di rumah. Ya, mungkin karena sudah sibuk sendiri-sendiri sehingga akhirnya tidak cerita, anak tidak merasa terbuka untuk cerita apa yang dialami dalam kesehariannya,” kata Emil.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen bersama berbagai organisasi masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sosial dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan di ruang digital.

Continue Reading

News

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

Menteri Sekretaris Negara menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari BI murni karena alasan pribadi, membantah isu kesehatan. Pemerintah akan segera memproses penggantian Gubernur BI.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) murni karena alasan pribadi dan tidak terkait kondisi kesehatan.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah Perry mengajukan pengunduran diri.

“Karena alasan pribadinya dan tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, surat yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto hanya berisi permohonan pengunduran diri tanpa menjelaskan alasan secara rinci. Ia juga membantah isu yang mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi kesehatan Perry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan memproses pemberhentian Perry secara hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Selama proses penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur BI akan dijalankan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.

Pemerintah memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta perekonomian nasional selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.

Continue Reading

News

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan Stadion Pakansari siap 100% untuk Piala AFF 2026. Berbagai persiapan infrastruktur dan pembersihan lingkungan telah rampung.

N Ayu Ashari

Published

on

Monitorday.com Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan seluruh persiapan Stadion Pakansari, Cibinong, telah rampung menjelang laga Piala AFF 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kesiapan venue telah mencapai 100 persen, baik dari sisi lapangan maupun infrastruktur penunjang.

Rudy Susmanto menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau persiapan terakhir di kawasan Stadion Pakansari, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan dan kini hanya menyisakan proses pembersihan area stadion.

“Persiapan untuk lapangan sudah 100 persen, infrastruktur di luar juga sudah 100 persen, tinggal hari ini melakukan pembersihan,” kata Rudy.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut dengan antusias penunjukan Stadion Pakansari sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala AFF 2026.

“Kami menyambut baik, diberikan kepercayaan, diberikan kehormatan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu venue tuan rumah Piala AFF,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Pada hari terakhir sebelum pertandingan, Pemkab Bogor bersama organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai organisasi, serta masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari penyempurnaan kesiapan.

Menurutnya, pembersihan difokuskan di sepanjang jalur dari Exit Tol Sentul Sirkuit hingga kawasan Stadion Pakansari agar memberikan kesan terbaik bagi para tamu dan peserta turnamen.

“Ini bukan hanya membawa wajah Bogor, tapi membawa wajah Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh OPD, seluruh organisasi melakukan pembersihan lingkungan, khususnya dari mulai Exit Tol Sentul Sirkuit hingga Stadion Pakansari,” tuturnya.

Selain memastikan kesiapan stadion, Rudy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pertandingan pembuka Piala AFF 2026 sekaligus memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

” Tentunya perhelatan kick off pertama Piala AFF kita doakan bersama dan dukung bersama Garuda-garuda muda,” ujarnya.

Continue Reading

News

Jangkar Hidup Dony Oskaria

Temukan inspirasi dari perjalanan luar biasa Dony Oskaria, dari masa kecil di desa tanpa listrik hingga menjadi petinggi korporasi. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Cerita kecil Dony Oskaria menarik untuk diulik dari sudut yang paling sunyi: sebuah nagari tanpa listrik di kaki Gunung Marapi. Namanya Tanjung Alam. Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Disanalah, puluhan tahun lalu, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kegelapan malam, tanpa pernah tahu bahwa kelak namanya akan tertulis di lembaran penting negara.

Bayangkan anak zaman sekarang. Umur enam tahun sudah pusing les ini-itu. Dony tidak. Umur delapan tahun dia baru bisa mengendus bau bangku sekolah dasar. Kenapa terlambat? Bukan karena malas. Bukan pula karena orang tuanya tidak peduli.

Ini soal tradisi fisik yang kaku. Zaman itu, syarat masuk SD di kampungnya unik: tangan kanan harus dilingkarkan di atas kepala. Kalau ujung jari bisa menyentuh telinga kiri, barulah dianggap cukup umur. Tubuh Dony kecil rupanya kurang tinggi. Jari-jarinya belum sampai. Maka, dia harus rela menunggu satu tahun lagi di ladang, bermain dengan tanah dan sepi.

Tapi otak Dony tidak bisa menunggu. Begitu masuk sekolah, ledakan kecerdasannya tak tertahankan. Dia selalu juara satu. Saban tahun. Otak anak kampung tanpa listrik ini ternyata secerah lampu petromaks.

Merantau

Orang tuanya—yang hidup pas-pasan dari kerja serabutan—terperangah. Mereka sadar, anak ini punya “sesuatu”. Sesuatu yang tidak boleh mati di dalam gelapnya malam Tanjung Alam. Maka, lahirlah sebuah keputusan besar yang sangat khas orang Minang: mendidik anak dengan melepasnya. Merantau.

Umur Dony baru kelas 5 SD ketika harus mengemas baju. Meninggalkan dekapan ibu. Pindah ke Kota Padang demi sekolah yang lebih baik. Tidak berhenti di sana. Lulus SD, dia kembali “dibuang” lebih jauh. Ke Jakarta. Kota yang kejam bagi yang tidak punya uang.

Di Jakarta, rumah mereka bukan paviliun mentereng. Orang tuanya menyewa sebuah garasi mobil di kawasan Ciledug. Ya, garasi. Di sanalah Dony tidur, belajar, dan merajut mimpi. Di tempat mobil biasanya diparkir, masa depan seorang Chief Operating Officer [COO] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [Danantara] ini justru sedang disetir.

Orang tuanya tidak bisa mewariskan sepeser pun saham. Mereka tidak punya tanah untuk dibagi. Namun, mereka menanamkan satu doktrin yang membakar dada Dony: “Kita ini orang miskin. Kita tidak punya warisan harta. Maka, sekolah adalah satu-satunya senjata kita untuk mengubah nasib.”

Pendidikan di mata orang tua Dony bukan sekadar angka di rapor. Pendidikan adalah harga diri. Pendidikan adalah martabat untuk keluar dari kubangan kemiskinan.

Didikan keras dan mandiri inilah yang membentuk mental “badak” dalam diri Dony. Ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, uang kiriman tentu saja cekak. Di sinilah mental garasi Ciledug-nya keluar. Dony tidak gengsi. Dia butuh uang untuk bertahan hidup dan kuliah.

Maka, apa saja dikerjakan. Dony pernah menjadi buruh kasar yang memanjat jembatan tol malam-malam. Tugasnya? Memasang baliho iklan. Angin kencang dan taruhan nyawa di atas jalan tol adalah menu hariannya. Dia juga mengambil sif sebagai petugas call center, melayani keluhan orang lewat telepon dengan suara yang harus selalu ramah, meski perut mungkin sedang keroncongan.

Anak yang dulu telat masuk SD karena tangan tidak sampai ke telinga, kini tangannya sudah mampu meraih apa saja. Mental kerja keras itu membawanya bertemu dengan jajaran mentor papan atas, termasuk si “Anak Singkong” Chairul Tanjung. Dari petugas pelayanan pelanggan, Dony melesat menjadi CEO di berbagai perusahaan raksasa CT Corp, hingga akhirnya dipercaya mengurus korporasi negara.

Kisah masa kecil Dony adalah monumen pengingat. Bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah vonis mati bagi masa depan. Gelapnya kampung tanpa listrik justru membuat mata batinnya lebih awas melihat peluang.

Pola didik orang tuanya membuktikan satu hal: anak yang terlalu dimanja di dalam kamar ber-AC belum tentu sekuat anak yang ditempa di dalam garasi.

Kini, anak kampung itu sudah duduk di kursi terhormat kementerian. Tapi saya yakin, di dalam kepala Dony yang sekarang penuh dengan angka-angka triliunan rupiah, memori tentang dinginnya angin jembatan tol dan gelapnya Tanjung Alam tidak akan pernah hilang. Itulah jangkar hidupnya.

Eagle Parenting

Kisah masa kecil Dony Oskaria mematahkan mitos bahwa modal utama mendidik anak sukses adalah uang. Lahir di pelosok Tanjung Alam, Sumatra Barat, Dony tumbuh di rumah tanpa listrik dari keluarga yang hidup pas-pasan. Namun, orang tuanya memiliki visi yang luar biasa. 

Saat Dony baru kelas 5 SD, mereka mengambil keputusan emosional yang sangat berani: melepas putra mereka merantau sendirian ke Kota Padang, lalu ke Jakarta saat SMP, demi sekolah yang lebih baik.

Langkah berani orang tua Dony ini merupakan penerapan nyata dari “Pola Asuh Anak Elang” (Eagle Parenting). Layaknya induk elang yang sengaja mendorong anaknya keluar dari kenyamanan sarang di tebing tinggi agar mau mengepakkan sayap, mereka melatih Dony berdiri di atas kaki sendiri sejak dini. Melalui life hack ini, menjauhkan anak dari zona nyaman keluarga di waktu yang tepat justru memicu kemandirian ekstrem. Karena harus mengurus hidupnya sendiri sejak kecil, mental Dony terlatih untuk tidak manja, cepat beradaptasi, dan tangguh menghadapi masalah.

Selain itu, mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib. Keterbatasan ekonomi tidak dianggap sebagai nasib sial, melainkan bahan bakar untuk belajar lebih keras. 

Pola asuh anak elang ini membentuk apa yang disebut para ahli sebagai Grit atau daya juang jangka panjang. Daya juang inilah yang terbukti jauh lebih penting daripada nilai IQ tinggi untuk kesuksesan masa depan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah fasilitas yang serba ada, melainkan keberanian untuk melatih mereka terbang mandiri.

Continue Reading

News

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

Danantara meluncurkan strategi terpadu untuk mengembangkan pemimpin BUMN dari internal. Target 2028, talenta terbaik dari dalam mengisi posisi strategis, didukung sistem SDM dan pelatihan komprehensif.

Umar Satiri

Published

on

Jakarta [Monitorday] – Danantara tengah menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin BUMN dari internal perusahaan. Melalui langkah ini, seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN diharapkan diisi oleh talenta yang dibina secara berkelanjutan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan agar pada 2028 dan seterusnya, posisi direktur hingga CEO di BUMN berasal dari talenta yang tumbuh di dalam ekosistem perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara mulai menerapkan Single Grading System dan Job Value. Kedua sistem ini dirancang untuk menyelaraskan penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan BUMN.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai acuan dalam proses penempatan talenta. Dengan sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga praktik penempatan yang didasarkan pada preferensi tertentu dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University sebagai pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Program ini akan membekali para peserta dengan standar kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan nonteknis (soft skills) yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa mendatang.

Melalui penguatan sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis BUMN ke depan dapat diisi oleh talenta yang berkembang dari dalam organisasi.

Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO. Menurutnya, proses pengembangan SDM harus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menilai keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, menjadi faktor penting agar perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony.

Continue Reading

News

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

Persaingan industri kecerdasan buatan semakin memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem GPT-5.6 yang disusul oleh perilisan Grok 4.5 oleh xAI.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Persaingan industri kecerdasan buatan global kembali memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem terbaru mereka. Perilisan versi GPT-5.6 ini hadir dengan membawa berbagai varian khusus yang dirancang untuk mempertajam penalaran bidang sains dan teknologi. Kehadiran model mutakhir tersebut langsung menarik perhatian para pengembang perangkat lunak serta pelaku industri teknologi di seluruh dunia.

Hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman tersebut, xAI turut merilis sistem tandingan bernama Grok 4.5. Model terbaru buatan perusahaan besutan Elon Musk ini dioptimalkan secara khusus untuk memaksimalkan kecepatan pemrosesan data real-time. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam menangani berbagai tugas berbasis volume tinggi.

Perilisan serentak dari dua raksasa teknologi ini menandai babak baru eskalasi inovasi model frontier di kancah global. Para pengamat industri menilai bahwa adu cepat kapabilitas kecerdasan buatan akan semakin mendominasi paruh kedua tahun ini. Konsumen dan korporasi kini memiliki lebih banyak opsi sistem cerdas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan komputasi masing-masing.

Continue Reading

News

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

Iran dan Oman membahas mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Upaya diplomatik ini bertujuan menjaga stabilitas jalur perdagangan energi vital global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengklaim telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman terkait mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan sejumlah pertemuan digelar di Teheran pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026) yang mempertemukan delegasi kedua negara.

“Kedua pihak bertukar pandangan tentang prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional untuk jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Minggu (26/7/2026).

Menurut Baqaei, delegasi Oman telah meninggalkan Teheran pada Sabtu malam setelah menjalani pembicaraan yang disebut berlangsung produktif. Meski demikian, konsultasi di tingkat teknis maupun politik antara kedua negara masih terus berlanjut.

Iran juga menegaskan tidak ada perubahan terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz, meski kawasan tersebut tetap menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan sejak meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jalur laut yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk itu sempat dibayangi ancaman terhadap kebebasan navigasi menyusul konflik yang pecah awal tahun ini.

Pada Juni lalu, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata melalui mediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik. Namun, kesepakatan itu kembali goyah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli menyusul eskalasi militer terbaru.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat terus mendesak Iran menghentikan ancaman terhadap kapal dagang dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menegaskan pengaturan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut harus berada di bawah mekanisme yang dikelolanya sesuai wilayah pantainya.

Pembicaraan antara Iran dan Oman dipandang sebagai salah satu upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.

Continue Reading
News5 jam ago

BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup

News5 jam ago

Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai

LakeyBanget5 jam ago

Erick Thohir: Timnas Indonesia Tanpa Private Jet di Piala AFF 2026

News10 jam ago

Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat

LakeyBanget15 jam ago

Debut Sempurna! Hattrick Mitchell Baker Sokong Indonesia Hajar Kamboja di Piala AFF 2026

LakeyBanget16 jam ago

The Odyssey Raup Cuan Rp11,5 Triliun, Rekor Baru Christopher Nolan

News16 jam ago

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

News23 jam ago

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

News1 hari ago

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

LakeyBanget1 hari ago

JFC 2026 Tampil Spektakuler, Angkat Isu Lingkungan dan Budaya ke Panggung Dunia

LakeyBanget1 hari ago

STY Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026

LakeyBanget1 hari ago

King Kazu Bikin Gol di Usia 59, Akhiri Puasa Hampir Empat Tahun

LakeyBanget1 hari ago

Vietnam Sabet Gelar Juara SEA V Cup 2026

News1 hari ago

Jangkar Hidup Dony Oskaria

News1 hari ago

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

News1 hari ago

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

LakeyBanget2 hari ago

Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Jadi Isen Mulang FC

LakeyBanget2 hari ago

LeBron James Sempat Bimbang Sebelum Pilih 76ers

News2 hari ago

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

LakeyBanget2 hari ago

Mitsubishi Siap Produksi Massal Robot Humanoid AI