News
Indonesia-India Sepakati Pengadaan Rudal BrahMos
Monitorday.com – Indonesia dan India resmi memperkuat kemitraan strategis di sektor pertahanan dengan menyepakati kerja sama pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta selama tiga hari atas undangan Presiden Prabowo Subianto.
Kerja sama pertahanan menjadi agenda penting dalam pertemuan kedua pemimpin, selain pembahasan mengenai penguatan kolaborasi di bidang mineral kritis, keamanan maritim, teknologi, ketahanan pangan, kesehatan, hingga ekonomi biru.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengonfirmasi bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan terkait pengadaan sistem rudal BrahMos.
“Kesepakatan untuk kerja sama pada Sistem BrahMos tercapai selama kunjungan tersebut,” tulis Jaiswal melalui akun resmi X.
Ia menambahkan, Indonesia dan India juga menyepakati kerja sama pengembangan rudal udara-ke-udara yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara.
Kesepakatan pengadaan BrahMos ditandatangani antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Meski demikian, kedua pihak belum mengungkapkan rincian jumlah rudal yang akan dibeli maupun jadwal pengirimannya.
Sejumlah media internasional melaporkan nilai kontrak pengadaan sistem BrahMos diperkirakan mencapai sekitar 630 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp10 triliun. Apabila terealisasi sepenuhnya, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang mengoperasikan sistem rudal tersebut setelah Filipina dan Vietnam.
Selain BrahMos, Indonesia juga disebut akan mengadopsi rudal udara-ke-udara Astra buatan India yang dirancang untuk diintegrasikan dengan pesawat tempur Sukhoi yang saat ini masih dioperasikan TNI Angkatan Udara.
Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai kesepakatan yang dicapai diharapkan dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi India di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, penguatan kerja sama bilateral akan berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, keamanan maritim, serta ketahanan rantai pasok sektor strategis, termasuk mineral kritis.
Selain kerja sama pertahanan, Indonesia dan India juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman di berbagai sektor, antara lain pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri baja, ketahanan pangan, kesehatan, teknologi antariksa, penanggulangan bencana, dan ekonomi biru.
Bagi India, kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas ekspor industri pertahanan nasional. Sementara bagi Indonesia, pengadaan sistem rudal BrahMos merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna memperkuat kemampuan pertahanan, terutama dalam menjaga wilayah maritim dan kepentingan strategis nasional.
News
Indonesia Hari Ini Dari Kedatangan PM Modi Hingga IHSG
Presiden Prabowo Subianto menyambut PM India Narendra Modi di Istana Merdeka untuk menyepakati 16 poin kerja sama strategis kawasan Indo-Pasifik di tengah laporan positif APBN Semester I dan penguatan IHSG.
- Monitorday.com– Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan kesepakatan 16 poin kerja sama strategis yang bertujuan memperkuat stabilitas di kawasan Indo-Pasifik sekaligus meningkatkan kemitraan ekonomi kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi sang Perdana Menteri dalam mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan India.
Selain agenda kunjungan kenegaraan, dinamika nasional pada hari yang sama juga diwarnai oleh laporan kinerja APBN Semester I 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pendapatan negara dilaporkan tetap tumbuh positif berkat kontribusi sektor pajak dan PNBP, dengan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun.
Kondisi ekonomi yang stabil ini turut memberikan sentimen positif pada pasar modal, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan sebesar 1,19% ke level 5.943,53. Sektor properti dan sektor keuangan menjadi motor penggerak utama yang mendorong penguatan indeks hingga hampir menyentuh level 5.986.
Sementara itu, dari aspek sosial dan budaya, masyarakat Indonesia hari ini memperingati Hari Pustakawan Nasional yang menandai berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada 7 Juli 1973 di Ciawi, Bogor. Tanggal ini juga mencatat lembaran sejarah penting, seperti pembukaan Piala Asia AFC 2007 di Jakarta, penandatanganan perjanjian vasal Sultan Sibori Ternate dengan VOC pada 1683, serta pendaratan pertama ekspedisi Belanda di Banjarmasin pada 1607.
News
Menkeu Laporkan Realisasi Belanja APBN Semester I 2026 Capai Rp1.298,6 Triliun
Realisasi belanja pemerintah pusat pada Semester I 2026 dilaporkan mencapai Rp1.298,6 triliun dengan pertumbuhan pendapatan negara yang tetap positif di sektor pajak dan PNBP.
Monitorday.com– Menteri Keuangan menyampaikan laporan kinerja APBN Semester I 2026 dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI pada Selasa (7/7/2026). Di tengah tantangan ekonomi global, pendapatan negara dilaporkan tetap mencatatkan pertumbuhan positif yang didorong oleh kontribusi sektor pajak serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat telah mencapai Rp1.298,6 triliun pada paruh pertama tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendanai berbagai program prioritas nasional serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.
Pertemuan ini menjadi salah satu fokus utama agenda nasional, yang berlangsung bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Istana Merdeka. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyepakati 16 poin kerja sama strategis Indo-Pasifik dan menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi.
Kondisi fiskal yang sehat ini turut memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar modal domestik pada hari yang sama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat sebesar 1,19 persen ke level 5.943,53, dengan sokongan utama dari sektor properti dan keuangan.
Selain perkembangan ekonomi dan politik, hari ini juga diperingati sebagai Hari Pustakawan Nasional untuk mengapresiasi pegiat literasi sejak berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia pada 7 Juli 1973. Tanggal ini juga menyimpan nilai sejarah, termasuk pembukaan Piala Asia 2007 di SUGBK, serta momentum historis tahun 1683 di Ternate dan tahun 1607 di Banjarmasin.
Laporan berkala ini menegaskan bahwa ketahanan instrumen keuangan negara tetap terjaga demi mendukung stabilitas pembangunan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan anggaran pada semester berikutnya agar target-target makroekonomi dapat tercapai secara maksimal.
News
Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) untuk menyatukan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan secara lebih efektif.
Monitorday.com – Di balik besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, masih terdapat satu tantangan yang perlu dijawab, yakni berbagai bentuk bantuan dan kolaborasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Agar berbagai inisiatif tersebut dapat lebih tepat sasaran, terhubung dengan kebutuhan satuan pendidikan, dan memberikan dampak yang lebih luas,
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam arahannya menegaskan bahwa semangat partisipasi lahir dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan memberikan manfaat kembali bagi diri sendiri maupun masyarakat. Karena itu, menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tidak terbatas pada bantuan dalam bentuk materi.
“It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi,” ujar Menteri Mu’ti di Jakarta (6/7).
Ia mengatakan jika Presiden Prabowo telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden melalui partisipasi masyarakat yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Partisipasi semesta adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan, percepatan pelaksanaan program, peningkatan, dan perluasan,” jelasnya.
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa kolaborasi dibutuhkan karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena dengan cara kemitraan itulah kami bisa melakukan pemenuhan kebutuhan, percepatan, peningkatan, dan perluasan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui perubahan cara berpikir dan penguatan karakter.
“Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak,” ungkapnya.
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas,” pungkasnya.
News
Gulirkan Gerakan Partisipasi Semesta, Mendikdasmen Ajak Semua Elemen Wujudkan Pendidikan Bermutu
Mendikdasmen meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta, mengajak seluruh elemen bangsa berkolaborasi mewujudkan pendidikan bermutu. Inisiatif ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, hingga lembaga internasional untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Plaza Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (6/7/2026).
Peluncuran gerakan ini menjadi salah satu langkah strategis Kemendikdasmen dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung transformasi pendidikan nasional. Pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat melalui berbagai program nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berkontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan. Menurutnya, dukungan dari berbagai kalangan membuktikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Peran serta masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan di Tanah Air sangat penting dan sangat kami harapkan. Tanggung jawab memajukan pendidikan bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan Kemendikdasmen akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga mitra internasional yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menurut Abdul Mu’ti, semangat gotong royong tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.
“Upaya mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh pihak. Presiden juga terus menekankan pentingnya kolaborasi agar kualitas pendidikan Indonesia semakin baik,” katanya.
Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu diharapkan menjadi wadah yang mampu menghimpun berbagai potensi masyarakat untuk mendukung program-program pendidikan. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya literasi, hingga berbagai program pemberdayaan lainnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Acara peluncuran dihadiri Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, jajaran pejabat eselon I Kemendikdasmen, serta 58 mitra Kemendikdasmen dari berbagai sektor.
Para mitra tersebut berasal dari unsur individu, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadiran mereka menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia.
Melalui Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen berharap kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan berkembang menjadi program-program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
News
Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura
Presiden Prabowo menetapkan BPI Danantara sebagai pelaksana ekspor listrik ke Singapura, hasil penting pertemuan dengan PM Lawrence Wong. Kerja sama ini salah satu dari 26 capaian konkret.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang akan mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7).
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah (government-to-government/G2G) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business/B2B). Salah satu kesepakatan strategis adalah kerja sama ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura.
“Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, serta berbagai kegiatan di bidang perdagangan, energi, ekonomi digital, ekosistem digital, dan keamanan siber. Kita telah melakukan diskusi dan mencapai hasil-hasil yang cukup konkret,” ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.
Selain sektor energi, kedua negara juga memperkuat kerja sama di berbagai bidang lain, seperti ketahanan pangan, rantai pasok, pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sektor pertanian. Menurut Prabowo, kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan Indonesia dan Singapura.
“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang, kita melihat peningkatan kerja sama, perdagangan, dan konektivitas di hampir seluruh sektor,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Lawrence Wong turut membahas berbagai isu regional maupun global yang berpotensi memengaruhi kepentingan kedua negara. Keduanya menegaskan pentingnya penyelesaian setiap sengketa melalui jalur damai.
“Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita, tetapi juga di semua kawasan,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa penguatan kemitraan Indonesia-Singapura tidak hanya bertujuan menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi kerja sama jangka panjang di berbagai sektor strategis.
Prabowo mengingatkan bahwa tahun depan kedua negara akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. Momentum tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.
“Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.
News
Leaders’ Retreat di Istana Merdeka Hasilkan 26 Kesepakatan Strategis
Pertemuan tahunan Leaders Retreat Indonesia Singapura antara Presiden Prabowo dan PM Wong menghasilkan 26 kesepakatan strategis. Ini menegaskan komitmen penguatan kerja sama di berbagai sektor vital.
Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders’ Retreat dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (06/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis serta membahas berbagai isu prioritas yang menjadi kepentingan bersama.
Kedatangan PM Wong di Istana Merdeka disambut dengan pasukan jajar kehormatan. Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Majulah Singapura, disusul dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai simbol penghormatan dan persahabatan yang erat antara kedua negara.
Usai penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Wong memperkenalkan masing-masing anggota delegasi yang turut mendampingi dalam pertemuan bilateral tersebut. Pengenalan delegasi menjadi bagian dari rangkaian awal Leaders’ Retreat yang mencerminkan komitmen kedua pemerintah dalam memperkuat kerja sama lintas sektor.
Sebelum memulai sesi Leaders’ Retreat, kedua pemimpin terlebih dahulu mengadakan pertemuan tête-à-tête. Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, Presiden Prabowo dan PM Wong membahas sejumlah isu strategis serta berbagai agenda kerja sama yang menjadi perhatian bersama bagi Indonesia dan Singapura secara empat mata.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Leaders’ Retreat tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua sejak dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kepala Negara juga mengingat kembali bahwa PM Wong merupakan pemimpin negara sahabat pertama yang melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal masa kepemimpinannya.
“Ini merupakan Leaders’ Retreat kedua bagi kita. Saya juga teringat bahwa Perdana Menteri Lawrence Wong adalah pemimpin negara atau pejabat tinggi asing pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia setelah saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, pertemuan tahunan kedua pemimpin tersebut juga menghasilkan 26 kerja sama strategis berbagai sektor. Kesepakatan yang dihasilkan tersebut mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, energi, lingkungan hidup, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pertemuan bilateral tahunan Leaders’ Retreat diharapkan semakin memperkokoh hubungan kemitraan Indonesia dan Singapura, sekaligus menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
News
Mendikdasmen Apresiasi Program Beasiswa Rembang, Pendidikan Kunci Ubah Masa Depan Generasi Muda
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi program beasiswa di Rembang. Program ini dinilai mampu mengubah masa depan generasi muda dan memperkuat daya saing bangsa melalui akses pendidikan berkualitas.
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang atas konsistensinya memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata sinergi pemerintah daerah dalam membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi.
Apresiasi itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-IX Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa penerima beasiswa, Abdul Mu’ti mengaku memahami betul arti penting bantuan pendidikan. Ia menceritakan bahwa perjalanan pendidikannya juga banyak ditopang oleh berbagai program beasiswa.
“Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan,” ujarnya.
Menurut Abdul Mu’ti, beasiswa bukan hanya membantu pembiayaan kuliah, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. Akses pendidikan yang merata, kata dia, mampu mengubah masa depan seseorang sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Forum Anak Beasiswa Rembang yang dinilai tidak hanya menyalurkan bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan potensi generasi muda.
“Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penerima beasiswa. Yang lebih penting, forum ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Abdul Mu’ti menegaskan, program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Rembang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan akses pendidikan berkualitas sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas kesempatan belajar melalui berbagai program afirmatif, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi. Program-program tersebut dirancang agar seluruh anak Indonesia, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.
“Kesempatan itu terbuka bagi siapa pun. Percaya dirilah, meskipun berasal dari keluarga sederhana atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota. Masa depan dibangun dari kesungguhan belajar,” ujarnya.
Selain memperluas akses pendidikan, Abdul Mu’ti mendorong pengembangan program beasiswa yang disesuaikan dengan potensi unggulan daerah. Untuk Kabupaten Rembang, misalnya, ia menilai pendidikan vokasi berbasis sektor kelautan memiliki prospek besar karena mampu menghasilkan tenaga kerja terampil sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kita semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2017, program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi. Sebanyak 389 mahasiswa diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, sedangkan 105 lainnya melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.
“Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus menunjukkan bahwa keberadaannya membawa manfaat bagi masyarakat. Anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rembang dan Indonesia,” ujar Hanies.
Keberhasilan Forum Anak Beasiswa Rembang dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat mampu menghadirkan pemerataan akses pendidikan yang lebih inklusif. Melalui dukungan beasiswa yang berkelanjutan, semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
News
Sukses Berkat Kamus Tua
Temukan kisah di balik kesuksesan Jensen Huang, CEO NVIDIA, yang diawali dengan pembelajaran kata-kata Inggris dari sebuah kamus usang bersama ibunya. Sebuah cerita tentang ketekunan dan visi masa depan.
SUARA jangkrik di luar rumah terasa begitu bising, namun di dalam kamar nampak sunyi menyengat. Di bawah pendar lampu yang temaram, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun duduk dengan tegap. Namanya Jensen. Di depannya, sang ibu duduk dengan wajah lelah namun tatapannya sekeras baja.
Di tangan sang ibu, ada sebuah buku tebal berkulit usang. Sebuah kamus bahasa Inggris.
Buku itu perlahan dibuka. Jari sang ibu yang kasar karena kerja seharian mulai menelusuri halaman demi halaman yang penuh dengan barisan huruf asing. Huruf-huruf yang sama sekali tidak dipahami oleh sang ibu. Ia tidak bisa membaca satu patah kata pun bahasa Inggris, apalagi mengucapkannya. Namun, malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, ialah sang guru.
Plok! Jari telunjuk sang ibu berhenti di sebuah kata.
“Ini,” ucap sang ibu dalam bahasa Mandarin yang tegas. “Sebutkan artinya.”
Jensen melihat karakter Mandarin kecil di samping kata asing tersebut. “Future,” ucap Jensen kecil dengan lidah cadelnya. “Artinya masa depan, Ibu.”
Sang ibu tidak tahu apakah pelafalan Jensen benar atau keliru. Baginya, bunyi huruf-huruf itu terdengar seperti mantra asing yang aneh. Namun ia menatap mata anaknya, mencari getaran keraguan. Ketika ia melihat keyakinan di mata Jensen, ia mengangguk pelan.
“Bagus. Kata kedua,” lanjut ibunya, menggeser jarinya ke bawah.
Hari itu berjalan lambat. Jensen sebenarnya sangat lelah. Teman-teman sebayanya sedang bermain di luar, tertawa riang di bawah sinar bulan. Sementara ia harus mendekam di sini, bergulat dengan sepuluh kata acak setiap hari yang dipilih ibunya secara buta.
Pernah suatu kali Jensen memprotes, “Ibu kan tidak bisa bahasa Inggris, untuk apa kita melakukan ini setiap malam?”
Ibunya tidak marah. Ia hanya menutup kamus itu dengan pelan, menatap Jensen dengan begitu dalam, dan berkata, “Ibu memang tidak bisa mengantarmu ke Amerika dengan bahasa Ibu. Tapi buku ini bisa. Jika kamu tidak menghafalnya sekarang, laut yang akan memisahkan kita nanti akan terasa sangat luas dan menakutkan bagi sebatang karamu.”
Sejak malam itu, Jensen tidak pernah mengeluh lagi.
Malam terus larut. Kata demi kata disetor. Explore, Create, Build, Resilient… Kata-kata besar yang belum dipahami maknanya secara mendalam oleh bocah berusia tujuh tahun itu. Jensen hanya tahu ia harus patuh. Ia melihat tangan ibunya yang gemetar menahan kantuk, namun tetap teguh memegang kamus tebal itu demi dirinya.
“Kata kesepuluh,” bisik ibunya, suaranya mulai serak. Jari telunjuknya berhenti di sebuah kata yang diawali huruf ‘I’.
Jensen melihatnya, lalu tersenyum. “Intelligence,” ucapnya lantang. “Artinya kecerdasan.”
Sang ibu menutup kamus usang itu. Ritual malam itu selesai. Ia mengusap rambut hitam Jensen dengan lembut. “Tidurlah. Besok kita cari sepuluh kata lagi.”
Puluhan tahun kemudian, di sebuah panggung megah di Silicon Valley, bocah kecil itu telah berubah menjadi pria dewasa berjaket kulit hitam. Di depannya, ribuan orang bertepuk tangan mengagumi “Kecerdasan Buatan” (AI) paling mutakhir di dunia yang diciptakan oleh perusahaannya.
Jensen Huang berdiri di bawah sorotan lampu panggung yang terang benderang. Namun di dalam benaknya, ia tidak melihat barisan kode komputer yang rumit. Ia justru melihat pendar lampu minyak yang temaram di masa kecilnya, dan bayangan seorang ibu luar biasa yang menunjuk kata “Intelligence” di sebuah kamus tua.
News
Kemendikdasmen Siap Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ini, Bidik Siswa Berprestasi
Kemendikdasmen akan meluncurkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ini. Program ini membidik siswa berprestasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan daya saing global.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan siap memulai pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun ini. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan unggulan melalui berbagai inovasi di sektor pendidikan.
“Di antaranya Program Sekolah Unggul Garuda yang merupakan unit sekolah baru yang dirancang menjadi sekolah berkelas dunia,” ujar Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu.
Selain Sekolah Unggul Garuda, pemerintah juga mengembangkan Program Sekolah Garuda Transformasi yang berfokus pada peningkatan sekolah-sekolah unggulan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional.
Menurut Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen kini mendapat mandat untuk mulai menjalankan Program Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun ini.
Program tersebut akan dibangun secara bertahap dengan tahap awal menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap kabupaten. Ia mengungkapkan, semula Presiden mengusulkan pembangunan sekolah tersebut di setiap kecamatan. Namun, arahan terbaru menetapkan pembangunan dilakukan di setiap kabupaten.
Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi atau di atas rata-rata. Berbeda dengan program sekolah unggulan lainnya, konsep pendidikan ini tidak menerapkan sistem asrama sehingga siswa tetap dapat belajar tanpa tinggal di lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen menargetkan sejumlah daerah yang telah siap akan mulai menyelenggarakan program tersebut pada tahun ajaran baru ini. Abdul Mu’ti menyebut penyusunan kurikulum telah rampung, sementara pemerintah kini tengah menyiapkan mekanisme rekrutmen tenaga pendidik sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program.
“Mudah-mudahan ajaran baru tahun ini sudah kita mulai beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi,” katanya.
Meski demikian, Kemendikdasmen belum mengungkapkan daerah-daerah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan tahap pertama. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen di berbagai daerah sambil menunggu pembangunan gedung sekolah selesai.
“Kami akan mulai beberapa diselenggarakan di balai-balai yang kita punya karena gedungnya belum ada. Nanti kami akan mulai dulu skema pelaksanaannya sambil kita bangun,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, seluruh program pendidikan unggulan yang dikembangkan pemerintah bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Di era dunia yang semakin terbuka dan semakin ketat dengan persaingan itu, kuncinya adalah kualitas dan keunggulan yang harus dijawab melalui pendidikan,” pungkasnya.
News
Efisiensi Tokopedia dan TikTok Shop, Strategi Bertahan di Tengah Persaingan E-Commerce yang Makin Ketat
Langkah efisiensi Tokopedia dan TikTok Shop dinilai sebagai konsekuensi integrasi bisnis untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat daya saing di pasar e-commerce Indonesia.
Monitorday.com– Gelombang efisiensi yang dilakukan Tokopedia dan TikTok Shop bukan sekadar upaya memangkas jumlah karyawan. Di balik langkah tersebut, terdapat strategi bisnis yang lazim dilakukan perusahaan teknologi global setelah proses merger atau akuisisi. Tujuannya adalah menyatukan organisasi, menghilangkan fungsi yang tumpang tindih, serta membangun struktur perusahaan yang lebih ramping agar mampu bersaing di tengah perlambatan industri digital.
Sejak ByteDance mengambil alih mayoritas kepemilikan Tokopedia pada awal 2024 dan mengintegrasikannya dengan TikTok Shop Indonesia, kedua perusahaan praktis tidak lagi beroperasi sebagai entitas yang sepenuhnya terpisah. Banyak divisi yang sebelumnya menjalankan pekerjaan serupa kini berada dalam satu organisasi. Tim pengembangan produk, pemasaran, teknologi informasi, sumber daya manusia, keuangan, hingga layanan operasional menjadi area yang paling berpotensi mengalami penyederhanaan struktur.
Fenomena tersebut merupakan praktik yang umum terjadi dalam dunia korporasi. Ketika dua perusahaan bergabung, salah satu target utama adalah menciptakan sinergi (synergy), yakni memperoleh hasil yang lebih besar dibandingkan jika kedua perusahaan berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut biasanya diwujudkan melalui pengurangan biaya operasional, penyatuan sistem teknologi, konsolidasi kantor, hingga penyederhanaan rantai pengambilan keputusan.
Dari sisi bisnis, tekanan yang dihadapi industri e-commerce saat ini jauh berbeda dibanding masa pandemi. Pertumbuhan transaksi memang masih positif, namun tidak lagi melonjak seperti beberapa tahun lalu. Di saat yang sama, biaya memperoleh pelanggan (customer acquisition cost) tetap tinggi, persaingan promosi semakin agresif, dan perusahaan dituntut segera menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan pengguna.
Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop juga membawa tantangan tersendiri. Kedua platform memiliki budaya kerja, sistem teknologi, hingga model bisnis yang berbeda. Tokopedia selama ini dikenal sebagai marketplace yang berfokus pada pencarian produk, sedangkan TikTok Shop berkembang melalui model social commerce yang mengandalkan konten video pendek dan siaran langsung (live shopping). Menyatukan dua ekosistem besar tersebut membutuhkan penyesuaian organisasi agar proses bisnis berjalan lebih efisien.
Efisiensi juga menjadi cara perusahaan mengalokasikan sumber daya ke bidang yang dinilai lebih strategis. Investasi kemungkinan akan lebih difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), personalisasi rekomendasi produk, teknologi periklanan digital, sistem logistik, keamanan transaksi, serta fitur live commerce yang menjadi keunggulan TikTok Shop. Dengan demikian, perusahaan berharap mampu meningkatkan produktivitas tanpa harus terus menambah jumlah tenaga kerja.
Di sisi lain, langkah efisiensi tidak lepas dari konsekuensi sosial berupa potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi perusahaan, pengurangan tenaga kerja dipandang sebagai bagian dari penyesuaian organisasi. Namun bagi karyawan, kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian di tengah pasar tenaga kerja digital yang mulai memasuki fase lebih selektif dibanding beberapa tahun lalu.
Ke depan, keberhasilan integrasi Tokopedia dan TikTok Shop akan sangat ditentukan oleh kemampuan ByteDance menciptakan keseimbangan antara efisiensi biaya dan inovasi. Struktur organisasi yang lebih ramping memang dapat meningkatkan profitabilitas, tetapi perusahaan tetap harus menjaga kualitas layanan, pengalaman pengguna, serta kepercayaan jutaan penjual dan pembeli yang menjadi fondasi bisnis e-commerce di Indonesia. Dengan kata lain, efisiensi bukanlah tujuan akhir, melainkan strategi untuk membangun perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi persaingan digital yang semakin ketat.
