Connect with us

News

Kemendikdasmen Beri Perhatian Kelompok Bermain dan Penitipan Anak

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi pendidikan nasional melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, serta peningkatan mutu pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh peserta didik. Hal tersebut disampaikannya saat Kegiatan Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7).
 
Menteri Mu’ti menyampaikan, bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat pendidikan sejak usia dini melalui implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
 
“Kami di kementerian berkomitmen memperkuat pendidikan anak usia dini. Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari taman kanak-kanak, dan kami juga terus memberikan perhatian terhadap layanan kelompok bermain maupun penitipan anak agar kualitas layanan pendidikan sejak usia dini semakin baik,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar pada usia dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan PAUD sebagai bagian dari penguatan fondasi pendidikan nasional.
 
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan dasar menjadi salah satu prioritas Kemendikdasmen. Menurutnya, pendidikan dasar merupakan foundational education yang menentukan perkembangan akademik, karakter, kecakapan sosial, hingga kepercayaan diri peserta didik pada jenjang selanjutnya.
 
“Pendidikan dasar adalah fondasi. Karena itu kualitas guru, proses pembelajaran, penguatan kemampuan dasar, pembentukan karakter, perkembangan motorik, spiritual, maupun kecakapan sosial harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
 
Sebagai dasar penyusunan kebijakan, Kemendikdasmen juga terus memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memetakan kondisi pendidikan di seluruh Indonesia sehingga berbagai program dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
 
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Kemendikdasmen berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing guna mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul sesuai arah pembangunan nasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Pengemudi Ojol Bakal Berstatus Pelaku Usaha Mikro dan Berhak Akses KUR

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah mempercepat penyusunan regulasi yang akan menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro. Kebijakan ini disiapkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi para pengemudi terhadap berbagai program pemberdayaan usaha, termasuk pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan mayoritas pengemudi ojol lebih memilih berstatus sebagai pelaku usaha mikro dibandingkan pekerja. Hal tersebut terungkap dalam audiensi Kementerian UMKM bersama 19 komunitas dan asosiasi pengemudi ojol dari wilayah Jabodetabek dan Banten yang berlangsung di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

“Saya menanyakan kepada teman-teman komunitas dan asosiasi ini terkait status mereka. Apakah menginginkan menjadi pekerja atau menginginkan menjadi usaha atau pengusaha mikro. Semuanya serentak 100 persen menginginkan status usaha,” ujar Maman.

Menurut Maman, terdapat dua alasan utama di balik pilihan tersebut. Pertama, profesi pengemudi ojol memiliki karakter kerja yang fleksibel sehingga lebih sesuai dikategorikan sebagai pelaku usaha dibanding pekerja tetap. Kedua, status sebagai pelaku usaha mikro memungkinkan pengemudi mengembangkan berbagai usaha lain tanpa terikat pada satu jenis pekerjaan.

Pemerintah, kata Maman, tengah menyiapkan payung hukum yang memberikan kepastian mengenai status pengemudi platform digital. Regulasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program pembinaan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang selama ini belum dapat diakses secara optimal.

Selain kepastian status hukum, pemerintah juga akan membuka peluang lebih besar bagi pengemudi ojol untuk memperoleh pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan status sebagai pelaku usaha mikro, para pengemudi diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas permodalan berbunga rendah untuk mengembangkan usahanya.

Tak hanya itu, pengemudi ojol juga berpotensi memperoleh akses ke berbagai program pemberdayaan UMKM lainnya, seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, digitalisasi usaha, hingga peningkatan kapasitas dan daya saing.

Kementerian UMKM menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi pelaku ekonomi digital untuk menikmati berbagai program pemberdayaan.

Dalam proses penyusunannya, regulasi tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi lintas sektor diperlukan mengingat ekosistem transportasi berbasis aplikasi juga berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan, transportasi, perpajakan, dan ekonomi digital.

Pemerintah memastikan pembahasan aturan dilakukan melalui dialog dengan komunitas pengemudi, perusahaan aplikasi, serta para pemangku kepentingan lainnya agar menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum tanpa mengganggu keberlanjutan industri transportasi daring.

Selama beberapa tahun terakhir, status hubungan antara perusahaan aplikasi dan pengemudi ojol menjadi perdebatan. Sebagian pihak mengusulkan pengemudi diakui sebagai pekerja, sementara sebagian lainnya menghendaki status sebagai mitra dengan perlindungan dan dukungan usaha yang lebih kuat.

Melalui regulasi yang tengah disusun, pemerintah berupaya menghadirkan jalan tengah dengan menempatkan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro. Skema ini diharapkan tetap menjaga fleksibilitas kerja para pengemudi sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan, pembinaan, dan berbagai program pengembangan usaha dari pemerintah.

Saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan setelah proses harmonisasi serta pembahasan lintas kementerian selesai dilakukan.

Continue Reading

Infografis

Buy Indonesia, Ketika Singapura Merapat ke Jakarta

NARASI “Sell Indonesia” sempat ramai dan seolah menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mulai ditinggalkan. Namun kunjungan PM Singapura ke Jakarta justru memperlihatkan fakta berbeda: Singapura datang bukan untuk menjauh, tetapi justru memperkuat kerja sama dengan Indonesia.

Aruna Zahra

Published

on

Buy Indonesia
Continue Reading

News

KAI Siapkan Kejutan untuk Jakarta, Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas

Saksikan Stasiun Gambir bertransformasi menjadi Teras Monas, ruang publik ikonik dengan panorama langsung ke Monumen Nasional. Proyek Rp 1 triliun ini akan rampung 2028.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Warga Jakarta dan pengguna kereta api bakal menikmati wajah baru Stasiun Gambir dalam beberapa tahun mendatang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana merevitalisasi stasiun tersebut menjadi Teras Monas, sebuah ruang publik yang dirancang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menikmati panorama Monumen Nasional (Monas).

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan revitalisasi tersebut bukan sekadar pembenahan fasilitas transportasi, melainkan transformasi kawasan agar menjadi bagian dari pengalaman perjalanan masyarakat.

“Kami akan jadikan Stasiun Gambir menjadi terasnya dari panggung yang kita sebut dengan Monas,” kata Boby saat berdiskusi dengan awak media di Kereta Wisata, Rabu (8/7).

Menurut Bobby, konsep revitalisasi dirancang agar Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan kereta api. Kawasan itu juga akan menjadi ruang publik yang memberikan “in journey experience”bagi setiap pengunjung.

Ia menjelaskan, desain kawasan akan mengusung kekayaan bentang alam Nusantara. Beragam elemen seperti air terjun, sawah terasering, hingga lanskap pegunungan akan dihadirkan sebagai identitas visual kawasan.

Bagi KAI, Monas merupakan panggung utama Indonesia yang selama ini belum memiliki ruang pandang yang mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat.

“Monas ini adalah panggungnya Indonesia. Terasnya ada dimana? Belum ada. Belum ada terasnya. Yang duduk bisa memandang Monas sekarang tidak ada. Untuk itu kami akan jadikan gambir sebagai In Journey Experience,” ujarnya.

Tak hanya itu, arah bangunan Stasiun Gambir juga akan disesuaikan sehingga menghadap langsung ke kawasan Monas. Dengan konsep tersebut, penumpang diharapkan dapat langsung menikmati suasana kawasan sejak tiba di stasiun.

“Pengguna jawa juga akan menikmati yang namanya surroundingsnya Monas. Dia akan menikmati yang namanya stasiun New Gambir,” katanya.

Bobby menambahkan, perubahan wajah Stasiun Gambir akan dibuat semenarik mungkin agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang berbeda dibanding sebelumnya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, KAI mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 triliun. Revitalisasi ditargetkan rampung pada 2028, sehingga Stasiun Gambir diharapkan tidak lagi hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga destinasi publik baru yang menyatu dengan ikon ibu kota.

Continue Reading

News

Tirakat Gihei Honda Melahirkan Sang Maestro Otomotif

Telusuri kisah inspiratif Gihei Honda dalam memupuk bakat Soichiro Honda. Pelajari bagaimana pendekatan pengasuhan yang tidak konvensional dapat melahirkan seorang maestro otomotif.

Umar Satiri

Published

on

Di awal abad ke-20, Kōmyō—sebuah desa kecil yang senyap di prefektur Shizuoka—hanya dikenal lewat gemerisik daun pinus dan deru angin dari pegunungan. Namun, di salah satu sudut bedeng kayu yang bising, atmosfernya sangat berbeda. Udara di sana pekat oleh jelaga, aroma besi membara, dan bau tajam minyak pelumas. Di tempat inilah, seorang bocah laki-laki bertubuh kurus menghabiskan masa kecilnya bukan dengan memegang buku sekolah, melainkan dengan memandangi percikan api yang melompat dari paron landasan besi.

Bocah itu bernama Soichiro Honda. Di kemudian hari, dunia mengenalnya sebagai maestro otomotif global. Namun, jauh sebelum mesin-mesin buatannya menguasai jalanan dunia, jiwanya terlebih dahulu ditempa di bengkel sederhana milik ayahnya, Gihei Honda. Bagi para orang tua yang mendambakan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berdampak besar, kisah masa kecil Soichiro bukan sekadar biografi usang, melainkan sebuah cetak biru tentang bagaimana sebuah bakat alami dirawat, diuji, dan dilepaskan ke dunia.

Penjara pikiran

Bagi Soichiro kecil, bangku sekolah formal adalah sebuah penjara pikiran. Aksara Kanji dan deretan angka di papan tulis terasa mati dan membosankan. Alih-alih mendengarkan guru, matanya sering kali menatap keluar jendela, mengagumi putaran roda kereta kuda yang melintas. Nilai rapornya merah, sebuah momok yang biasanya memicu kemarahan besar dalam budaya patriarki Jepang yang kaku.

Namun, di sinilah letak kebijaksanaan Gihei Honda. Sebagai seorang pandai besi yang kemudian beralih menjadi pereparasi sepeda, Gihei memiliki intuisi pengasuhan yang melampaui zamannya. Ia tidak memaksakan standar akademis yang seragam kepada putranya. Gihei menyadari bahwa kecerdasan Soichiro tidak terletak pada kemampuan menghafal teks, melainkan pada jemari tangannya yang lincah dan rasa ingin tahunya yang tak terbatas terhadap benda mekanis.

Alih-alih menghukum Soichiro karena nilai sekolah yang buruk, Gihei justru membuka pintu bengkelnya lebar-lebar. Ia mengizinkan putranya masuk ke dalam dunia orang dewasa yang penuh risiko. Di bengkel itu, Soichiro kecil diberikan ruang eksplorasi yang merdeka. Ia belajar mengenali ritme ketukan palu, memahami kekuatan struktur logam, dan merasakan bagaimana komponen-komponen kecil bekerja sama untuk menciptakan gerak.

Dari pola asuh ini, kita belajar satu hal penting: anak-anak sukses sering kali lahir dari orang tua yang tidak menuntut kesempurnaan pada hal yang tidak mereka kuasai, melainkan mereka yang jeli melihat kilatan minat unik anak dan menyediakan ekosistem yang tepat untuk memupuknya.

Ketika Obsesi Bertemu dengan Pembiaran yang Tepat

Suatu sore di tahun 1914, sebuah suara menderu yang asing memecah keheningan desa Kōmyō. Itu adalah Ford Model T, mobil pertama yang pernah menginjakkan roda di tanah berlumpur desa tersebut. Ketika anak-anak lain ketakutan atau hanya menonton dari jauh, Soichiro mengejar kendaraan itu seperti kerasukan.

Saat mobil itu berhenti, ia berlutut di tanah. Ia tidak hanya mengagumi kilau bodinya, tetapi juga menempelkan hidungnya ke tanah untuk menghirup dalam-dalam aroma oli yang menetes dari mesin. Baginya, itu adalah wewangian paling harum di dunia. Ia bahkan mengusap cairan hitam itu ke bajunya sendiri agar baunya melekat lebih lama.

Di tangan orang tua yang protektif dan kaku, tindakan Soichiro mungkin akan diganjar omelan karena telah mengotori baju hingga bernoda permanen. Namun, ibu Soichiro, Mika, seorang penenun yang penyabar, serta ayahnya, justru membiarkan kegilaan itu. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian saat Soichiro, dengan mata berbinar-binar, mendeklarasikan impiannya: “Suatu hari nanti, aku akan membuat mobil seperti itu!”

Membiarkan anak memiliki “obsesi positif”—bahkan jika itu terasa aneh atau tidak lazim bagi lingkungan sekitar—adalah bahan bakar utama yang membentuk daya juang (grit). Orang tua Soichiro paham bahwa tugas mereka bukanlah memadamkan api antusiasme anak, melainkan menjaga agar apinya tetap menyala tanpa membakar diri mereka sendiri.

Tempaan Karakter

Meskipun Gihei memberi kelonggaran yang luas dalam hal minat dan nilai sekolah, ia adalah sosok yang sangat tidak kenal kompromi dalam hal integritas. Suatu hari, Soichiro yang takut dimarahi karena nilai rapornya yang buruk melakukan tindakan nekat. Ia mengukir stempel keluarga menggunakan karet pedal sepeda bekas untuk memalsukan tanda tangan persetujuan orang tua di rapornya.

Rencana cerdik itu berantakan karena Soichiro lupa bahwa stempel harus diukir secara terbalik agar hasilnya terbaca benar. Mengetahui hal itu, Gihei tidak memarahi Soichiro karena angka-angka buruk di rapornya. Kemarahan Gihei meledak murni karena tindakan manipulasi dan ketidakjujuran putranya. Soichiro dihukum berat hari itu.

Peristiwa ini membekas seumur hidup di kepala Soichiro Honda. Lewat ketegasan ayahnya, ia belajar membedakan dengan jelas antara “gagal dalam sebuah proses” dan “gagal dalam menjaga integritas”. Di masa depan, mentalitas inilah yang membuatnya dihormati. Ia tidak pernah takut produknya gagal di pasar atau mesin balapnya hancur di lintasan, tetapi ia akan sangat murka jika ada ketiadaan kejujuran dalam proses rekayasa engineering di perusahaannya.

Keberanian untuk Melepaskan

Ujian tertinggi bagi setiap orang tua adalah kemampuan untuk merelakan anaknya mandiri. Pada usia yang baru menginjak 15 tahun, Soichiro melihat sebuah iklan lowongan magang di bengkel Art Shokai di Tokyo—sebuah kota metropolitan yang jauh dari desanya. Tanpa ragu, remaja tanggung yang belum lulus sekolah formal ini meminta izin untuk pergi merantau sendirian.

Bagi Gihei dan Mika, melepas anak sulung mereka ke kota besar pasca-Perang Dunia I tentu memicu kecemasan yang luar biasa. Namun, mereka tahu bahwa burung rajawali tidak akan pernah belajar terbang tinggi jika terus didekap di dalam sarang. Berbekal restu, kepercayaan, dan bekal mental yang sudah ditempa selama belasan tahun di bengkel desa, Soichiro dilepas pergi.

Di Tokyo, Soichiro memulai kariernya bukan langsung memegang mesin, melainkan menjadi pengasuh bayi pemilik bengkel dan pembersih lantai selama berbulan-bulan. Namun, karena pondasi mental tangguh dan etos kerja yang telah ia saksikan setiap hari dari ayahnya yang seorang pandai besi, Soichiro tidak pernah menyerah. Ia bertahan, belajar, berkembang, hingga akhirnya sejarah mencatat namanya dengan tinta emas.

Kisah masa kecil Soichiro Honda mengingatkan para orang tua modern sebuah esensi penting: mendidik anak sukses bukan tentang menjejalkan segala teori ke dalam kepala mereka, melainkan tentang menyalakan rasa ingin tahu, memberikan teladan nyata tentang kerja keras, menegakkan tiang kejujuran, dan memiliki keberanian untuk membiarkan mereka membangun takdirnya sendiri.

Continue Reading

News

Indonesia-India Sepakati Pengadaan Rudal BrahMos

Kesepakatan pengadaan rudal BrahMos antara Indonesia dan India menandai modernisasi alutsista. Ini memperkuat kemitraan pertahanan strategis kedua negara.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Indonesia dan India resmi memperkuat kemitraan strategis di sektor pertahanan dengan menyepakati kerja sama pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta selama tiga hari atas undangan Presiden Prabowo Subianto.

Kerja sama pertahanan menjadi agenda penting dalam pertemuan kedua pemimpin, selain pembahasan mengenai penguatan kolaborasi di bidang mineral kritis, keamanan maritim, teknologi, ketahanan pangan, kesehatan, hingga ekonomi biru.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengonfirmasi bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan terkait pengadaan sistem rudal BrahMos.

“Kesepakatan untuk kerja sama pada Sistem BrahMos tercapai selama kunjungan tersebut,” tulis Jaiswal melalui akun resmi X.

Ia menambahkan, Indonesia dan India juga menyepakati kerja sama pengembangan rudal udara-ke-udara yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara.

Kesepakatan pengadaan BrahMos ditandatangani antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Meski demikian, kedua pihak belum mengungkapkan rincian jumlah rudal yang akan dibeli maupun jadwal pengirimannya.

Sejumlah media internasional melaporkan nilai kontrak pengadaan sistem BrahMos diperkirakan mencapai sekitar 630 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp10 triliun. Apabila terealisasi sepenuhnya, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang mengoperasikan sistem rudal tersebut setelah Filipina dan Vietnam.

Selain BrahMos, Indonesia juga disebut akan mengadopsi rudal udara-ke-udara Astra buatan India yang dirancang untuk diintegrasikan dengan pesawat tempur Sukhoi yang saat ini masih dioperasikan TNI Angkatan Udara.

Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai kesepakatan yang dicapai diharapkan dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi India di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, penguatan kerja sama bilateral akan berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, keamanan maritim, serta ketahanan rantai pasok sektor strategis, termasuk mineral kritis.

Selain kerja sama pertahanan, Indonesia dan India juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman di berbagai sektor, antara lain pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri baja, ketahanan pangan, kesehatan, teknologi antariksa, penanggulangan bencana, dan ekonomi biru.

Bagi India, kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas ekspor industri pertahanan nasional. Sementara bagi Indonesia, pengadaan sistem rudal BrahMos merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna memperkuat kemampuan pertahanan, terutama dalam menjaga wilayah maritim dan kepentingan strategis nasional.

Continue Reading

News

Indonesia Hari Ini Dari Kedatangan PM Modi Hingga IHSG

Presiden Prabowo Subianto menyambut PM India Narendra Modi di Istana Merdeka untuk menyepakati 16 poin kerja sama strategis kawasan Indo-Pasifik di tengah laporan positif APBN Semester I dan penguatan IHSG.

Amalan Saliha

Published

on

  1. Monitorday.com– Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan kesepakatan 16 poin kerja sama strategis yang bertujuan memperkuat stabilitas di kawasan Indo-Pasifik sekaligus meningkatkan kemitraan ekonomi kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi sang Perdana Menteri dalam mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan India.

Selain agenda kunjungan kenegaraan, dinamika nasional pada hari yang sama juga diwarnai oleh laporan kinerja APBN Semester I 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pendapatan negara dilaporkan tetap tumbuh positif berkat kontribusi sektor pajak dan PNBP, dengan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun.

Kondisi ekonomi yang stabil ini turut memberikan sentimen positif pada pasar modal, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan sebesar 1,19% ke level 5.943,53. Sektor properti dan sektor keuangan menjadi motor penggerak utama yang mendorong penguatan indeks hingga hampir menyentuh level 5.986.

Sementara itu, dari aspek sosial dan budaya, masyarakat Indonesia hari ini memperingati Hari Pustakawan Nasional yang menandai berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) pada 7 Juli 1973 di Ciawi, Bogor. Tanggal ini juga mencatat lembaran sejarah penting, seperti pembukaan Piala Asia AFC 2007 di Jakarta, penandatanganan perjanjian vasal Sultan Sibori Ternate dengan VOC pada 1683, serta pendaratan pertama ekspedisi Belanda di Banjarmasin pada 1607.

Continue Reading

News

Menkeu Laporkan Realisasi Belanja APBN Semester I 2026 Capai Rp1.298,6 Triliun

Realisasi belanja pemerintah pusat pada Semester I 2026 dilaporkan mencapai Rp1.298,6 triliun dengan pertumbuhan pendapatan negara yang tetap positif di sektor pajak dan PNBP.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Keuangan menyampaikan laporan kinerja APBN Semester I 2026 dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI pada Selasa (7/7/2026). Di tengah tantangan ekonomi global, pendapatan negara dilaporkan tetap mencatatkan pertumbuhan positif yang didorong oleh kontribusi sektor pajak serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat telah mencapai Rp1.298,6 triliun pada paruh pertama tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendanai berbagai program prioritas nasional serta penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat.

Pertemuan ini menjadi salah satu fokus utama agenda nasional, yang berlangsung bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Istana Merdeka. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyepakati 16 poin kerja sama strategis Indo-Pasifik dan menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada PM Modi.

Kondisi fiskal yang sehat ini turut memberikan dampak positif terhadap sentimen pasar modal domestik pada hari yang sama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat sebesar 1,19 persen ke level 5.943,53, dengan sokongan utama dari sektor properti dan keuangan.

Selain perkembangan ekonomi dan politik, hari ini juga diperingati sebagai Hari Pustakawan Nasional untuk mengapresiasi pegiat literasi sejak berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia pada 7 Juli 1973. Tanggal ini juga menyimpan nilai sejarah, termasuk pembukaan Piala Asia 2007 di SUGBK, serta momentum historis tahun 1683 di Ternate dan tahun 1607 di Banjarmasin.

Laporan berkala ini menegaskan bahwa ketahanan instrumen keuangan negara tetap terjaga demi mendukung stabilitas pembangunan. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan penyerapan anggaran pada semester berikutnya agar target-target makroekonomi dapat tercapai secara maksimal.

Continue Reading

News

Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB

Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) untuk menyatukan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pendidikan secara lebih efektif.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Di balik besarnya kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, masih terdapat satu tantangan yang perlu dijawab, yakni berbagai bentuk bantuan dan kolaborasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Agar berbagai inisiatif tersebut dapat lebih tepat sasaran, terhubung dengan kebutuhan satuan pendidikan, dan memberikan dampak yang lebih luas,

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengaktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai ekosistem kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, lembaga filantropi, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, media, komunitas, organisasi internasional, hingga individu dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Indonesia.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam arahannya menegaskan bahwa semangat partisipasi lahir dari keyakinan bahwa setiap kebaikan yang diberikan kepada orang lain akan memberikan manfaat kembali bagi diri sendiri maupun masyarakat. Karena itu, menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi, tidak terbatas pada bantuan dalam bentuk materi.

“It is not about how much we give others, tidak soal seberapa banyak yang kita berikan, tetapi how meaningful, seberapa besar makna yang bisa kita berikan dari pemberian kita kepada orang lain. Karena itu kami membuka pintu lewat Rumah Pendidikan kepada siapa pun untuk berpartisipasi,” ujar Menteri Mu’ti di Jakarta (6/7).
 
Ia mengatakan jika Presiden Prabowo telah memberikan izin kepada Kemendikdasmen untuk membangun kemitraan dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden melalui partisipasi masyarakat yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. “Partisipasi semesta adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan, percepatan pelaksanaan program, peningkatan, dan perluasan,” jelasnya.
 
Menteri Mu’ti menegaskan bahwa kolaborasi dibutuhkan karena masih banyak kebutuhan pendidikan yang memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pengembangan bakat dan minat peserta didik, peningkatan kompetensi guru, penguatan pendidikan karakter, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kami terus membuka diri untuk bermitra dengan berbagai pihak karena dengan cara kemitraan itulah kami bisa melakukan pemenuhan kebutuhan, percepatan, peningkatan, dan perluasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga melalui perubahan cara berpikir dan penguatan karakter.

“Yang kita bangun adalah mindset. Yang kita bangun adalah manusia. Karena itu diperlukan sentuhan dari berbagai macam pihak,” ungkapnya.
 
“DNA bangsa Indonesia adalah gotong royong. Mari kita wujudkan bersama-sama pendidikan bermutu untuk semua secara merata, membangun generasi Indonesia yang hebat dan berkualitas,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Gulirkan Gerakan Partisipasi Semesta, Mendikdasmen Ajak Semua Elemen Wujudkan Pendidikan Bermutu

Mendikdasmen meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta, mengajak seluruh elemen bangsa berkolaborasi mewujudkan pendidikan bermutu. Inisiatif ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, hingga lembaga internasional untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Plaza Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (6/7/2026).

Peluncuran gerakan ini menjadi salah satu langkah strategis Kemendikdasmen dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung transformasi pendidikan nasional. Pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat melalui berbagai program nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berkontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan. Menurutnya, dukungan dari berbagai kalangan membuktikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Peran serta masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan di Tanah Air sangat penting dan sangat kami harapkan. Tanggung jawab memajukan pendidikan bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan Kemendikdasmen akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga mitra internasional yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Menurut Abdul Mu’ti, semangat gotong royong tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.

“Upaya mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh pihak. Presiden juga terus menekankan pentingnya kolaborasi agar kualitas pendidikan Indonesia semakin baik,” katanya.

Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu diharapkan menjadi wadah yang mampu menghimpun berbagai potensi masyarakat untuk mendukung program-program pendidikan. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya literasi, hingga berbagai program pemberdayaan lainnya.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Acara peluncuran dihadiri Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, jajaran pejabat eselon I Kemendikdasmen, serta 58 mitra Kemendikdasmen dari berbagai sektor.

Para mitra tersebut berasal dari unsur individu, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadiran mereka menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia.

Melalui Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen berharap kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan berkembang menjadi program-program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Continue Reading

News

Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura

Presiden Prabowo menetapkan BPI Danantara sebagai pelaksana ekspor listrik ke Singapura, hasil penting pertemuan dengan PM Lawrence Wong. Kerja sama ini salah satu dari 26 capaian konkret.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang akan mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah (government-to-government/G2G) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business/B2B). Salah satu kesepakatan strategis adalah kerja sama ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura.

“Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, serta berbagai kegiatan di bidang perdagangan, energi, ekonomi digital, ekosistem digital, dan keamanan siber. Kita telah melakukan diskusi dan mencapai hasil-hasil yang cukup konkret,” ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.

Selain sektor energi, kedua negara juga memperkuat kerja sama di berbagai bidang lain, seperti ketahanan pangan, rantai pasok, pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sektor pertanian. Menurut Prabowo, kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan Indonesia dan Singapura.

“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang, kita melihat peningkatan kerja sama, perdagangan, dan konektivitas di hampir seluruh sektor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Lawrence Wong turut membahas berbagai isu regional maupun global yang berpotensi memengaruhi kepentingan kedua negara. Keduanya menegaskan pentingnya penyelesaian setiap sengketa melalui jalur damai.

“Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita, tetapi juga di semua kawasan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan bahwa penguatan kemitraan Indonesia-Singapura tidak hanya bertujuan menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi kerja sama jangka panjang di berbagai sektor strategis.

Prabowo mengingatkan bahwa tahun depan kedua negara akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. Momentum tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.

“Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.

Continue Reading
News8 menit ago

Pengemudi Ojol Bakal Berstatus Pelaku Usaha Mikro dan Berhak Akses KUR

News15 menit ago

Kemendikdasmen Beri Perhatian Kelompok Bermain dan Penitipan Anak

Infografis4 jam ago

Buy Indonesia, Ketika Singapura Merapat ke Jakarta

News8 jam ago

KAI Siapkan Kejutan untuk Jakarta, Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas

News9 jam ago

Tirakat Gihei Honda Melahirkan Sang Maestro Otomotif

LakeyBanget23 jam ago

Sempat Tertinggal 2 Gol, Argentina Lolos Dramatis ke Perempat Final

LakeyBanget1 hari ago

Tunangan Ronaldo Kirim Hadiah untuk Istri Messi, Warganet Auto Heboh

News1 hari ago

Indonesia-India Sepakati Pengadaan Rudal BrahMos

News1 hari ago

Indonesia Hari Ini Dari Kedatangan PM Modi Hingga IHSG

News1 hari ago

Menkeu Laporkan Realisasi Belanja APBN Semester I 2026 Capai Rp1.298,6 Triliun

News2 hari ago

Gotong Royong untuk Pendidikan, Kemendikdasmen Satukan Mitra dalam Gerakan PSPB

LakeyBanget2 hari ago

Mbappe Kecam Pernyataan Senator Paraguay, Soal Apa?

LakeyBanget2 hari ago

MotoGP Jerman 2026 Bergulir Akhir Pekan Ini, Catat Jadwalnya

LakeyBanget2 hari ago

Harry Styles Pecahkan Rekor Guinness Saat Konser di Wembley, Apa Itu?

LakeyBanget2 hari ago

Ronaldo Ucapkan Salam Perpisahan Usai Portugal Tersingkir

News2 hari ago

Gulirkan Gerakan Partisipasi Semesta, Mendikdasmen Ajak Semua Elemen Wujudkan Pendidikan Bermutu

LakeyBanget2 hari ago

Beyoncé Comeback! Rilis Single Baru Usai Vakum Dua Tahun

LakeyBanget2 hari ago

Alex Marquez Resmi Gabung KTM Musim Depan, Siap Pimpin Era Baru Mesin 850cc

LakeyBanget2 hari ago

Pelatih Belgia Kecam FIFA Batalkan Kartu Merah Balogun, Singgung April Mop

News2 hari ago

Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura