Monitorday.com – Pasangan musisi Tri Suaka dan Nabila Maharani kembali menunjukkan kekompakan mereka di industri musik Tanah Air melalui perilisan album kompilasi bertajuk Tri Suaka – Nabila & Friends.
Album ini menjadi pencapaian baru bagi Tri Suaka yang selama ini lebih dikenal aktif merilis lagu dalam format single di berbagai platform digital. Meski begitu, perjalanan menuju perilisan album perdana tersebut ternyata tidak berjalan mudah.
Tri Suaka mengaku sempat beberapa kali menolak tawaran untuk membuat album fisik karena masih diliputi keraguan.
“Karena ini pertama saya punya album. Saya sering ditawari, tapi ada sesuatu yang kayak menahan terus. Selama ini saya bikinnya single-single terus,” ujar Tri Suaka di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).
Album kompilasi tersebut turut melibatkan sejumlah musisi lain, seperti Zinidin Zidan, Ziell Ferdian, Saleh Curik, hingga Hanif Hokiboyz. Kehadiran para kolaborator itu membuat warna musik dalam album terasa lebih beragam dan dinamis.
Bagi Tri Suaka dan Nabila Maharani, musik memang menjadi awal dari perjalanan cinta mereka. Sebelum resmi menjadi pasangan suami istri, keduanya lebih dulu dipertemukan melalui proses berkarya bersama di dunia musik digital.
“Kebetulan dari awal bertemu kita berkarya dulu, tentu tidak sulit sampai sekarang sudah suami istri. Karena mulainya dari berkarya. Tresno jalaran soko kulino, dari berkarya akhirnya jatuh cinta,” kata Nabila Maharani.
Tri Suaka juga mengungkapkan proses kreatifnya dalam menciptakan lagu. Menurutnya, suasana hati dan imajinasi menjadi faktor penting dalam melahirkan sebuah karya musik.
“Mengumpulkan mood, juga imajinasi. Itu sangat penting menurutku. Kita jadi orang lain saat membuat karya. Kita kadang screen scroll, dari situ kadang kita dapat inspirasi sebuah lagu,” ungkapnya.
Meski selama ini identik dengan nuansa pop Melayu, Tri Suaka menegaskan dirinya tidak ingin terpaku pada satu genre musik saja. Ia memilih menyesuaikan karakter lagu dengan penyanyinya agar pesan emosional dalam lagu dapat tersampaikan dengan lebih kuat.
“Kalau pribadi aku punya style sendiri. Kebetulan buat lagu buat istri aku, dia punya style sendiri. Jadi tidak selalu pop Melayu,” tutur Tri Suaka.
Di balik popularitas yang kini mereka raih, Tri Suaka dan Nabila Maharani rupanya masih kerap turun ke jalan untuk mengamen. Bagi Tri, aktivitas tersebut menjadi cara untuk tetap mengingat perjuangan awal kariernya di dunia musik.
“Memang jiwa saya ya ngamen, dari awal aku nyanyi itu lewat ngamen di Yogyakarta,” kata Tri Suaka.
Ia mengaku ada kepuasan tersendiri saat bisa bernyanyi langsung di tengah masyarakat tanpa sekat.
“Ngamen itu karena saya bisa langsung ketemu, interaksinya nggak ada batas. Kalau di panggung formal mungkin ada jarak, tapi kalau di jalanan, kita bisa lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.