Connect with us

News

Prabowo dan ASEAN Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

Hasil konkret kesepakatan mencakup penguatan ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) untuk keamanan pasokan minyak dan energi, serta APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) sebagai cadangan beras darurat regional.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto bersama para pemimpin negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan pangan. Kesepakatan ini dihasilkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan nyata untuk meningkatkan ketahanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara. Hasil konkret kesepakatan mencakup penguatan ASEAN Petroleum Security Agreement (APSA) untuk keamanan pasokan minyak dan energi, serta APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve) sebagai cadangan beras darurat regional.

Sugiono menegaskan bahwa inisiatif bersama ini merupakan respons langsung terhadap konflik geopolitik, termasuk yang memanas di kawasan Timur Tengah, yang diprediksi akan membawa dampak berantai bagi negara-negara ASEAN.

“Karena kita sadari bersama, sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita, dengan cepat akan langsung berimbas pada perikehidupan masyarakat di kawasan kita. Inilah yang dirasakan dan dipahami betul oleh seluruh negara-negara ASEAN yang hadir dalam pertemuan tersebut,” tegas Sugiono dalam keterangan persnya pada hari Sabtu (9/5/2026).

Kesepakatan ini lahir dari tumbuhnya kesadaran kolektif yang kuat di antara para pemimpin kawasan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, tantangan ekonomi, hingga perubahan iklim, para pemimpin ASEAN bersemangat menjadikan wilayah Asia Tenggara mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit menghadapi segala risiko dan guncangan dari luar.

Sugiono menambahkan, ada fokus khusus dalam membangun ketangguhan kawasan di dua bidang krusial.

“Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh, bahwa dengan situasi dunia yang terjadi saat ini, diperlukan suatu inisiatif dan langkah bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang tangguh atau resilient. Ketangguhan ini khususnya kita bangun dan perkuat di dua sektor paling krusial, yaitu bidang energi dan bidang pangan,” ungkap Sugiono menjelaskan esensi pertemuan tersebut.

Pemerintah Indonesia memandang agenda kerja sama regional ini sangat sejalan dengan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi paling mendasar dalam membangun kedaulatan serta ketahanan nasional.

“Saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi, sejak awal, program utama dari pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau menempatkan ketahanan energi dan ketahanan pangan sebagai hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita. Karena tanpa ketahanan di kedua sektor ini, kedaulatan negara akan sulit terwujud sepenuhnya,” tutur Sugiono menegaskan komitmen Indonesia di tingkat regional maupun nasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Retorika Agama di Konflik Global

Penelitian menunjukkan bahwa penggambaran Islam di masa lalu, yang seringkali bersifat negatif dan ekstremis, masih dapat dikenali dalam diskursus kontemporer yang disampaikan oleh banyak politisi dan tokoh agama di Amerika

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Retorika agama semakin digunakan untuk membingkai kepentingan strategis sebagai masalah moral atau sakral dalam konflik geopolitik global, seperti yang terlihat dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan dari tokoh politik dan rohaniwan AS baru-baru ini menyatukan keyakinan keagamaan dengan narasi konflik militer dan politik.

Pola retorika semacam ini dinilai bukan hal baru, melainkan memiliki akar historis dalam narasi Kristen abad pertengahan mengenai Islam. Penelitian menunjukkan bahwa penggambaran Islam di masa lalu, yang seringkali bersifat negatif dan ekstremis, masih dapat dikenali dalam diskursus kontemporer yang disampaikan oleh banyak politisi dan tokoh agama di Amerika.

Dalam konteks serangan AS terhadap Iran pada 4 Maret 2026, Ketua DPR AS Mike Johnson menggambarkan tradisi keagamaan mayoritas di Iran, Syiah Islam, sebagai “misguided religion” (agama yang salah arah), saat membahas serangan AS yang sedang berlangsung.

Pada bulan yang sama, sebuah pengaduan kepada Military Religious Freedom Foundation melaporkan bahwa seorang komandan militer tak dikenal menyatakan, “Presiden Trump telah diurapi oleh Yesus untuk menyalakan api sinyal di Iran guna menyebabkan Armagedon dan menandai kembalinya dia ke Bumi.”

Tak lama setelah serangan AS di Iran, pendeta sayap kanan Andrew Sedra berkomentar, “Trump is going after the head of the snake, which is Islam.” Ia menambahkan, “God is using President Trump in a prophetic moment of time to execute judgment on evil and wicked civilizations.”

Retorika keagamaan modern ini sebagian mengambil rujukan dari narasi-narasi lama tentang Islam dalam pemikiran Kristen, di mana Islam sering digambarkan sebagai kepercayaan yang kejam dan ekstremis. Sejak abad ke-8, biarawan Yohanes dari Damaskus telah menggambarkan Islam sebagai “heresy” (ajaran sesat). Sejarawan John Tolan dalam bukunya “Saracens: Islam in the Medieval European Imagination” (2002) menulis bahwa penulis Kristen abad pertengahan menyebarkan “crude insults to the Prophet, gross caricatures of Muslim ritual [and] deliberate deformation of passages of the Koran.” Tolan menambahkan, mereka menggambarkan umat Muslim sebagai “libidinous, gluttonous semi-human barbarians.”

Continue Reading

News

Tantangan Pendidikan Agama Islam Era Digital

Untuk mengatasi persoalan ini, transformasi metode pengajaran PAI menjadi sangat mendesak, seiring dengan penguatan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi serangkaian tantangan signifikan di era digital, utamanya dalam menjaga keaslian ajaran di tengah derasnya arus informasi. Kesenjangan literasi digital, ancaman radikalisme daring, serta potensi siswa terdistraksi oleh media sosial menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait.

Untuk mengatasi persoalan ini, transformasi metode pengajaran PAI menjadi sangat mendesak, seiring dengan penguatan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Upaya ini bertujuan agar materi PAI tetap relevan dan menarik bagi generasi muda, sekaligus membentengi mereka dari dampak negatif kemajuan teknologi informasi.

Salah satu tantangan utama adalah rentannya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan konten ekstremisme yang seringkali mengatasnamakan Islam, mengancam validitas dan aksesibilitas konten PAI yang benar. Selain itu, kesenjangan infrastruktur digital di daerah terpencil dan rendahnya literasi digital keagamaan di kalangan guru serta siswa juga menjadi hambatan berarti dalam proses belajar mengajar.

Era digital juga membawa pergeseran karakter dan tingkat distraksi yang tinggi di kalangan peserta didik. Fenomena “Brain Rot,” yaitu penurunan kemampuan kognitif akibat paparan konten dangkal secara berlebihan, serta tingginya gangguan dari media sosial, secara signifikan mengurangi fokus belajar agama siswa.

Kurikulum PAI saat ini seringkali dinilai belum sesuai dengan perkembangan teknologi, sehingga perlu adaptasi agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Peningkatan kompetensi guru PAI dalam mengintegrasikan teknologi menjadi krusial. Masalah etika siber, seperti perundungan siber (cyberbullying), sexting, dan pelanggaran hak cipta/plagiarisme, juga semakin marak dan memerlukan pendekatan pendidikan karakter Islami yang kuat.

Dalam menghadapi kompleksitas ini, pendidik PAI dituntut untuk bertransformasi menjadi fasilitator kreatif. Mereka harus mampu mengintegrasikan teknologi secara efektif untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang wasathiyah (moderat) dengan cara yang menarik dan mudah diterima, guna membentuk generasi yang berkarakter Islami dan cakap digital.

Continue Reading

News

Sustainable Maritime Transformation: Prof Rokhmin Dahuri’s Vision for ASEAN and China

Natsir Amir

Published

on

Monitory.com – Member of Commission IV of the Indonesian Parliament and former Minister of Marine Affairs and Fisheries (2001–2004), Prof. Rokhmin Dahuri, Ph.D., served as a keynote speaker at the international China–ASEAN Blue Economy Cooperation Dialogue held in Haikou, Hainan, China, on Sunday (10/5/2026). 

This strategic meeting brought together opinion leaders, government officials, and academics from across Southeast Asia and China to discuss the future of sustainable ocean governance.

In his speech, Prof. Rokhmin emphasized that the China–ASEAN partnership acts as a strategic anchor for global stability and growth amidst challenges such as climate change and geopolitical tensions. He highlighted that the blue economy is no longer a conceptual aspiration but an operational necessity for providing decent jobs and human prosperity in a just and sustainable manner.

Regional Maritime Potential and Challenges

The China–ASEAN region stands out as one of the highest-growth maritime economic corridors in the world. With a combined population exceeding 2 billion people and trade volumes surpassing USD 900 billion, this partnership forms a globally dynamic economic ecosystem. However, Prof. Rokhmin also warned of real threats such as overfishing, marine pollution, and sea-level rise that could undermine long-term prosperity.

“The question is not whether we cooperate, but how we cooperate more effectively to utilize the Blue Economy for ensuring food and energy security,” stated the President of the Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Three Pillars of Connectivity

To maximize the potential of the blue economy, Prof. Rokhmin proposed strengthening cooperation in three main areas:

  1. Hard Connectivity: Development of maritime infrastructure and smart ports.
  2. Soft Connectivity: Regulatory harmonization and institutional coordination.
  3. Economic and Industrial Connectivity: Integration of fisheries, aquaculture, marine biotechnology, and ocean renewable energy.

Sabang as a Future Role Model

Specifically, Prof. Rokhmin highlighted Indonesia’s vast potential, which possesses a blue economy value estimated at USD 1.4 trillion per year. He detailed strategic plans to develop the City of Sabang as a marine free trade port area, drawing lessons from the success of the Hainan Free Trade Port.

Sabang is projected to become a maritime service hub in the Indian Ocean, including ship repair, logistics, and international bunkering stations. “With the support of investment from global partners including China, Singapore, and Malaysia, Sabang can become a role model for ASEAN coastal states in building a resilient maritime economy,” he concluded.

The forum was also attended by key figures such as the President of the China Institute for Reform and Development, Chi Fulin, and representatives from leading think tanks from the Philippines, Singapore, Thailand, and other ASEAN nations. Delegates agreed that this collaboration is a crucial step toward economic integration driven by sustainability in alignment with SDG 14.

Continue Reading

News

Soal MBG Ini Kata Wamendikdasmen Fajar

Pelaksanaan MBG di sekolah tersebut berjalan baik tanpa kendala serius, bahkan berpotensi mengurangi gejala anemia ringan pada siswa

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah memacu semangat belajar siswa dan menunjukkan dampak positif terhadap kondisi kesehatan mereka di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyampaikan temuan ini saat meninjau langsung pelaksanaan program tersebut di SMA Wahdah Islamiyah, Makassar, pada Rabu (6/5).

Fajar Riza Ul Haq menyebut bahwa pelaksanaan MBG di sekolah tersebut berjalan baik tanpa kendala serius, bahkan berpotensi mengurangi gejala anemia ringan pada siswa. Meskipun demikian, temuan tersebut masih memerlukan penelitian dan evaluasi lebih lanjut untuk pembuktian ilmiah.

Dalam kunjungan itu, Fajar berdialog langsung dengan siswa, guru, serta petugas Puskesmas. Dari interaksi tersebut, ia mencatat masukan dari para penerima manfaat program.

“Siswa menyarankan agar sayur dan buah diperbanyak serta variasinya ditingkatkan. Masukan ini akan kami sampaikan kepada pihak terkait untuk peningkatan layanan MBG,” kata Wamendikdasmen Fajar dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/5).

Selain memantau distribusi makanan, Fajar juga meninjau fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan proses pemeriksaan kesehatan rutin. Petugas kesehatan mengindikasikan adanya korelasi antara berjalannya program MBG dengan penurunan gejala anemia ringan.

“Sebelum ada MBG, cukup banyak siswa yang mengalami gejala anemia ringan. Setelah program berjalan, ditemukan adanya korelasi dengan penurunan gejala tersebut,” ucap Fajar mengutip penjelasan petugas kesehatan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menambahkan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan program terus dilakukan secara berkala di berbagai daerah. Masukan dari siswa maupun sekolah dianggap penting dalam penyempurnaan program untuk memastikan layanan sesuai kebutuhan anak-anak.

Pernyataan dari Fajar dan Nanik ini menegaskan komitmen untuk terus memonitor dan mengembangkan program MBG demi mencapai tujuan peningkatan gizi dan pendidikan di Indonesia.

Continue Reading

News

Surat Edaran Mendikdasmen Dan Kepastian Gaji Guru Non-ASN di Daerah

Kebijakan ini diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian administratif yang sebelumnya membayangi status dan kesejahteraan tenaga pendidik honorer di Indonesia

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 menjadi landasan hukum penting yang menjamin kepastian penugasan dan penggajian ribuan guru non-ASN di berbagai daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian administratif yang sebelumnya membayangi status dan kesejahteraan tenaga pendidik honorer di Indonesia.

Selain memberikan kepastian finansial, surat edaran tersebut juga memastikan kelancaran proses pembelajaran di sekolah tetap berjalan tanpa hambatan. Di Jawa Barat, kebijakan ini secara spesifik menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan kembali gaji bagi 3.828 guru non-ASN yang sebelumnya sempat tidak menerima hak mereka.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa sebelum terbitnya surat edaran ini, pemerintah daerah menghadapi kendala signifikan dalam pengambilan keputusan terkait penggajian tenaga honorer. Situasi tersebut menyebabkan ribuan guru di wilayahnya berada dalam kondisi finansial yang tidak menentu.

“Saya menemui titik buta ketika SE ini belum keluar, karena banyak sekali guru-guru di Jawa Barat, kurang lebih 3.828 tenaga honorer, tidak mendapatkan gaji. Setelah ada edaran tersebut maka kita dengan yakin bisa mengeluarkan gaji tersebut untuk guru-guru,” ujar Purwanto dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2025).

Purwanto menambahkan, besaran gaji yang diberikan kepada guru non-ASN disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah dan hasil analisis beban kerja. Di Jawa Barat sendiri, guru non-ASN menerima gaji sekitar Rp2,3 juta per bulan. Kebijakan ini dinilai bukan hanya menyelesaikan masalah administratif, tetapi juga menjaga keberlangsungan layanan pendidikan.

“Semoga tata kelola tenaga pendidik kita semakin baik. Guru menjadi fokus utama kemajuan pendidikan di Indonesia. Terima kasih kepada Pak Menteri,” tuturnya, menekankan peran krusial guru dalam menentukan kualitas pembelajaran dan kemajuan pendidikan nasional.

Continue Reading

News

Pemerintah Prioritaskan Kualitas Guru Nasional

Kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kualitas guru, sehingga upaya membangun guru yang profesional, sejahtera, dan terus berkembang menjadi prioritas utama pemerintah

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kembali komitmennya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui pengembangan guru profesional, sejahtera, dan terus berkembang. Penegasan ini disampaikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 belum lama ini yang menjadi momentum refleksi dan penguatan upaya membentuk sumber daya manusia seutuhnya.

Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa kualitas guru menjadi kunci utama transformasi pendidikan nasional. Kehadiran Dirjen Nunuk bersama pejabat daerah menandai keseriusan pemerintah dalam menjadikan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Mengutip pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang dibacakan oleh Dirjen Nunuk, disebutkan, “Kualitas sumber daya manusia Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kualitas guru, sehingga upaya membangun guru yang profesional, sejahtera, dan terus berkembang menjadi prioritas utama pemerintah.”

Lebih lanjut, Dirjen Nunuk menegaskan peran strategis guru dalam perubahan sistem pendidikan. Ia menyatakan, “Transformasi pendidikan hanya dapat terjadi apabila guru tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi sebagai subjek utama perubahan. Oleh karena itu, seluruh kebijakan pengembangan guru dirancang untuk memastikan bahwa setiap guru di Indonesia memiliki akses terhadap peningkatan kompetensi, kesejahteraan, dan ruang belajar yang berkelanjutan, sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.”

Pada tahun 2026, Kemendikdasmen secara sistematis meningkatkan kualifikasi akademik guru hingga jenjang S-1/D-IV melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan memperluas akses Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi ratusan ribu guru yang belum bersertifikat pendidik. Penguatan kompetensi juga diarahkan pada kebutuhan masa depan, meliputi Pembelajaran Mendalam, literasi, numerasi, sains dan teknologi, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), mendorong guru untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan.

Dalam aspek kesejahteraan, pemerintah terus memperkuat kebijakan afirmatif seperti peningkatan tunjangan profesi, pemberian insentif bagi guru non-ASN, dan percepatan penataan status kepegawaian melalui skema PPPK. Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong ekosistem pembelajaran berkelanjutan melalui kebijakan Hari Belajar Guru yang rutin dilaksanakan setiap minggu melalui komunitas belajar seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), memfasilitasi guru menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Continue Reading

News

Prabowo Bawa Oleh-Oleh untuk Warga Miangas, Apa Saja?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), dengan membawa sejumlah bantuan dan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo menyerahkan berbagai dukungan bagi warga, mulai dari kapal nelayan, telepon seluler, hingga paket kebutuhan pokok. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan di daerah terluar.

“Kehadiran Presiden juga membawa oleh-oleh kepada warga Miangas, berbagai dukungan nyata berupa satu kapal ikan nelayan 15 GT,” ujar Teddy di Jakarta, Sabtu.

Menurut Teddy, bantuan kapal ikan tersebut menjadi langkah awal pengembangan ekonomi biru di Miangas. Pemerintah juga berencana membangun Kampung Nelayan Merah Putih serta menambah armada kapal ikan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, pelajar SMK 2 Miangas jurusan agrobisnis juga akan dilibatkan dalam pengembangan ekosistem perikanan lokal agar sektor kelautan di wilayah tersebut semakin berkembang.

Di sektor telekomunikasi, Presiden Prabowo menyerahkan 250 unit telepon seluler lengkap dengan 250 perangkat penguat sinyal Starlink bagi kepala keluarga di Miangas. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat akses komunikasi masyarakat di daerah perbatasan.

Sementara pada bidang pendidikan, pemerintah memberikan 300 paket perlengkapan sekolah dan mainan untuk anak-anak. Presiden juga menjanjikan perbaikan sejumlah fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, jaringan transportasi, komunikasi, dan infrastruktur umum lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut membagikan 1.000 paket kebutuhan pokok kepada masyarakat.

“Dari Pulau Miangas, negara hadir hingga ke pelosok, tidak ada yang tertinggal,” kata Teddy.

Kunjungan Presiden berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain berdialog dengan warga, Prabowo juga mengajak masyarakat bernyanyi bersama membawakan lagu-lagu daerah seperti “O Ina Ni Keke”, “Sio Mama”, “Si Patokaan”, dan “Tabola Bale”, menciptakan suasana kebersamaan yang kental di pulau terluar Indonesia tersebut.

Continue Reading

News

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih 5.777 Guru

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Mulai tahun ajaran 2027/2028, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di seluruh Sekolah Dasar (SD).

Sebagai langkah persiapan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI). Program pelatihan massal bagi guru SD tersebut diluncurkan di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa Bahasa Inggris harus menjadi alat komunikasi, bukan sekadar mata pelajaran di kelas.

“Bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran. Kalau hanya berhenti sebagai pelajaran, tidak akan menjadikan anak didik kita mahir. Harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” ujar Atip dalam sambutannya.

Program ini diluncurkan sebagai respons atas rendahnya kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia. Berdasarkan Education First English Proficiency Index (EPI) 2024, Indonesia berada di peringkat 80 dari 116 negara di dunia dan posisi 12 dari 23 negara di Asia.

Atip juga mendorong para guru untuk lebih aktif menggunakan Bahasa Inggris saat mengajar agar siswa terbiasa mendengar dan merespons dalam bahasa tersebut.

“Jangan takut untuk belajar Bahasa Inggris,” pesannya kepada para peserta pelatihan.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan program PKGSD-MBI dirancang untuk mempercepat peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa SD melalui metode pembelajaran yang mudah dan menyenangkan.

Pada tahap pertama, program ini telah melibatkan 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota. Jawa Barat menjadi provinsi dengan peserta terbanyak, yakni 609 guru, disusul Jawa Tengah 588 guru, Jawa Timur 383 guru, Riau 321 guru, dan Sulawesi Selatan 278 guru.

Kemendikdasmen menargetkan total 90.447 guru akan mengikuti pelatihan hingga 2029 dengan rincian:

  • Tahun 2026: 10.000 peserta
  • Tahun 2027: 30.000 peserta
  • Tahun 2028: 30.000 peserta
  • Tahun 2029: 20.447 peserta

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kebutuhan guru Bahasa Inggris di tingkat SD dapat terpenuhi dalam empat tahun ke depan.

Salah satu peserta pelatihan, Ima, guru asal Kabupaten Biak, Papua, mengaku awalnya tidak percaya diri karena bukan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, melainkan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

“Saya awalnya takut, malu, dan tidak berani karena saya bukan guru bahasa Inggris. Namun lewat program ini saya bersyukur boleh mendapatkan kesempatan belajar lagi. Saya ingin menunjukkan kepada peserta didik saya bahwa bahasa Inggris tidak susah, bahasa Inggris is easy,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menilai program tersebut penting untuk meningkatkan daya saing siswa di era global.

“Dasar pendidikan bahasa Inggris sangat dibutuhkan agar murid mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Sementara itu, guru SD Negeri Sukahaji, Purwakarta, Heni Mariana, mengaku pelatihan membuat dirinya lebih percaya diri dalam mengajar Bahasa Inggris.

“Kami dilatih kemampuan pedagogik dengan materi kehidupan sehari-hari anak. Kami juga diajarkan memanfaatkan alat audio visual agar pembelajaran lebih menarik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Luthfi Saadil Malik, guru SD Negeri Lembur Awi 01 Kabupaten Bandung. Meski sempat ragu karena tidak memiliki latar belakang Bahasa Inggris, ia kini optimistis mampu mengajar dengan baik.

“Belajar bahasa akan menyenangkan asal ada kemauan. Jangan takut di awal, sepanjang mau belajar pasti bisa,” katanya.

Kemendikdasmen juga membuka akses pembelajaran mandiri bagi guru yang belum mengikuti program pelatihan. Guru dapat memanfaatkan Learning Management System (LMS) serta modul pembelajaran di fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan. Selain itu, pendampingan juga akan dilakukan oleh Fasilitator Daerah (Fasda) UPT GTK.

Program PKGSD-MBI menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan penguatan kemampuan Bahasa Inggris sejak SD, pemerintah berharap generasi muda Indonesia memiliki bekal komunikasi global yang lebih baik di masa depan.

Continue Reading

News

Demokratisasi Di Balik Agenda Reformasi Polri. Publik Terlibat?

Komisi Percepatan Reformasi Polri resmi menyerahkan cetak biru transformasi kepolisian jangka menengah hingga 2029 kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat independensi pengawasan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menerima laporan akhir hasil kerja dari Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) di Istana Negara pada Selasa (5/5). Dokumen setebal 3.000 halaman yang terangkum dalam 10 buku rekomendasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPRP, Jimly Asshiddiqie, sebagai panduan strategis pembenahan Korps Bhayangkara hingga tahun 2029. Penyerahan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam merealisasikan agenda reformasi hukum yang akseleratif di bawah kepemimpinan nasional yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, Jimly memaparkan enam poin rekomendasi utama yang mencakup aspek kelembagaan hingga regulasi. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah mempertahankan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden untuk menghindari risiko politisasi jika berada di bawah kementerian. Kendati demikian, Jimly menekankan bahwa kedudukan ini harus diimbangi dengan mekanisme check and balances yang jauh lebih ketat dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Pilar utama dari reformasi ini adalah revitalisasi fundamental Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Berdasarkan dokumen tersebut, Kompolnas akan dirombak menjadi lembaga yang sepenuhnya independen tanpa unsur ex-officio dari kementerian. Kedepannya, Kompolnas akan memiliki kewenangan baru untuk mengeluarkan keputusan yang bersifat mengikat bagi Polri, sehingga lembaga ini tidak lagi sekadar menjadi “juru bicara” kepolisian, melainkan pengawas eksternal yang memiliki taring otoritas.

Selain penguatan pengawasan, rekomendasi tersebut mengatur pembatasan ketat bagi anggota Polri aktif yang menduduki jabatan di luar institusi kepolisian, selaras dengan model yang diterapkan pada TNI. Langkah ini diperkuat dengan usulan amandemen Undang-Undang Polri yang mencakup perubahan pada 8 Peraturan Polri (Perpol) dan 24 Peraturan Kapolri (Perkap). Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar semangat reformasi ini tidak hanya berhenti di kepolisian, tetapi juga merambah ke institusi penegak hukum lainnya termasuk kekuasaan kehakiman.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang turut hadir menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut secara internal. Implementasi cetak biru ini ditargetkan tuntas pada 2029 dengan fokus pada perubahan budaya organisasi dan profesionalisme di lapangan. Dengan penguatan Kompolnas dan restrukturisasi jabatan, pemerintah optimistis dapat memulihkan kepercayaan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa tebang pilih.

Continue Reading

News

Koperasi Merah Putih Jadi Motor Baru Ekonomi Desa 2026

Pemerintah mempercepat pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi desa modern yang terhubung dengan akses KUR dan digitalisasi UMKM.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah memperkuat strategi pengembangan ekonomi desa pada tahun 2026 melalui percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini diproyeksikan menjadi tulang punggung penguatan UMKM desa dengan mengintegrasikan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), distribusi logistik, hingga pemasaran produk lokal berbasis digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar pembangunan ekonomi kerakyatan dan pengurangan kesenjangan wilayah.

Pemerintah menargetkan lebih dari 30.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat beroperasi penuh pada periode April hingga Juli 2026. Jumlah tersebut merupakan bagian dari target nasional pembentukan lebih dari 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Kehadiran koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi dan modern.

Dalam implementasinya, KDKMP akan menjalankan berbagai fungsi strategis. Selain menjadi agregator produk UMKM lokal, koperasi juga akan berperan sebagai pusat distribusi pupuk, LPG, dan sembako. Di sektor pertanian dan perikanan, koperasi didorong memiliki fasilitas cold storage dan layanan logistik untuk menjaga kualitas hasil produksi sekaligus memperluas akses pasar petani dan nelayan desa.

Dukungan pembiayaan menjadi salah satu faktor utama penguatan koperasi dan UMKM desa. Pemerintah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2026 menjadi Rp320 triliun. Skema KUR tetap mempertahankan bunga rendah sebesar 6 persen efektif per tahun untuk segmen mikro dan kecil. Selain itu, pinjaman di bawah Rp100 juta tidak memerlukan agunan tambahan sehingga lebih mudah diakses pelaku usaha kecil di pedesaan.

Kebijakan baru juga memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelaku UMKM. Pemerintah menghapus pembatasan frekuensi pengajuan KUR sehingga pelaku usaha dapat mengakses pembiayaan berkali-kali sesuai kebutuhan pengembangan usaha. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas produksi, memperluas usaha, dan meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat desa.

Sinergi antara koperasi dan UMKM menjadi fokus utama dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Produk-produk UMKM akan dipasarkan melalui konsep branding kolektif Koperasi Merah Putih agar memiliki daya saing lebih tinggi. Pemerintah juga mendorong digitalisasi koperasi melalui pemanfaatan teknologi dalam manajemen usaha, pencatatan keuangan, hingga pemasaran daring.

Dalam proses pembentukannya, desa-desa yang ingin mendirikan KDKMP harus melalui beberapa tahapan strategis. Tahapan tersebut dimulai dari Musyawarah Desa (Musdes), penyusunan AD/ART dan struktur organisasi, pembuatan akta notaris, pengurusan legalitas seperti AHU, NPWP, dan NIB, hingga implementasi sistem digital koperasi. Pemerintah menilai tata kelola profesional menjadi kunci keberhasilan koperasi desa agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Melalui program ini, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi gerbang utama penguatan UMKM desa. Dengan akses modal yang lebih luas, distribusi yang terintegrasi, serta dukungan teknologi dan pendampingan usaha, koperasi diharapkan mampu menciptakan aglomerasi ekonomi pedesaan yang mandiri, modern, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News3 minutes ago

Prabowo dan ASEAN Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

LakeyBanget8 hours ago

Tri Suaka dan Nabila Maharani Rilis Album Perdana

LakeyBanget8 hours ago

Jorge Martin Akhiri Puasa Kemenangan, Aprilia Sapu Podium MotoGP Prancis 2026

LakeyBanget11 hours ago

Masuk Grup Neraka di Piala Asia 2027, Pelatih Timnas Indonesia Usung Misi Besar

LakeyBanget12 hours ago

Persib Selangkah OTW Juara Usai Bungkam Persija di Samarinda

Ruang Sujud15 hours ago

Fikih Munakahat Jadi Panduan Umat Islam Bangun Keluarga Harmonis

News15 hours ago

Retorika Agama di Konflik Global

News16 hours ago

Tantangan Pendidikan Agama Islam Era Digital

News16 hours ago

Sustainable Maritime Transformation: Prof Rokhmin Dahuri’s Vision for ASEAN and China

News19 hours ago

Soal MBG Ini Kata Wamendikdasmen Fajar

News19 hours ago

Surat Edaran Mendikdasmen Dan Kepastian Gaji Guru Non-ASN di Daerah

News19 hours ago

Pemerintah Prioritaskan Kualitas Guru Nasional

LakeyBanget1 day ago

Westlife Gelar Konser Anniversary 25 Tahun di GBK, Kapan?

LakeyBanget1 day ago

Ini Lagu Resmi Piala Dunia 2026 yang Dibocorkan Shakira

News1 day ago

Prabowo Bawa Oleh-Oleh untuk Warga Miangas, Apa Saja?

LakeyBanget1 day ago

Jorge Martin Ukir Rekor Baru usai Menangi Sprint MotoGP Prancis 2026

LakeyBanget1 day ago

Marc Marquez Pecahkan Rekor di Le Mans, Tapi Pole Direbut Bagnaia

News1 day ago

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih 5.777 Guru

News2 days ago

Demokratisasi Di Balik Agenda Reformasi Polri. Publik Terlibat?

News2 days ago

Koperasi Merah Putih Jadi Motor Baru Ekonomi Desa 2026

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.