News
Menjaga Kemurnian Mu’tamar Nahdlatul Ulama Ke-35
“Sesungguhnya perkumpulan, saling mengenal, persatuan, dan kekompakan merupakan perkara yang manfaatnya tidak seorang pun tidak mengetahuinya.”
(Hadratussyekh K.H. M. Hasyim Asy’ari, dalam Muqaddimah Qanun Asasi)
Empat puluh dua tahun silam, Situbondo menjadi saksi bahwa Nahdlatul Ulama dapat keluar dari lorong gelap perpecahan tanpa kehilangan adab dan persaudaraan. Muktamar ke-27 NU pada 8–12 Desember 1984 tidak berlangsung di ruang yang hampa. Saat itu, jam’iyah mengalami friksi panjang antara kubu Cipete yang berpusat pada K.H. Idham Chalid dan kubu Situbondo yang bertumpu pada keteguhan K.H.R. As’ad Syamsul Arifin.
Akan tetapi, para masyayikh tidak membiarkan ikhtilaf berubah menjadi permusuhan. Mereka memilih ishlāh, saling memaafkan, lalu menandatangani Maklumat Keakraban sebagai jalan pulang menuju keutuhan jam’iyah.
Dalam keadaan genting itulah mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi—AHWA—ditempuh sebagai jalan darurat yang disepakati muktamirin. Para kiai sepuh bermusyawarah, kemudian menetapkan K.H. Achmad Siddiq sebagai Rais Aam dan K.H. Abdurrahman Wahid sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU. Keputusan itu bukan kemenangan Situbondo dan bukan pula kekalahan Cipete.
Hasil itu merupakan murni serta bukti kebesaran hati para ulama untuk meletakkan NU untuk kepentingan jami’yah. Secara jujur harus diakui, Muktamar 1984 tetap berlangsung di tengah kuatnya pengaruh politik Orde Baru. Karena itu, pelajaran terpentingnya bukan semata-mata AHWA adalah representatif spiritual, melainkan bahwa kewibawaan ulama, kerelaan berkompromi, dan keberanian serta kepemimpinan yang tajdīd mampu menyelamatkan NU dari perpecahan.
Sepanjang sejarahnya, NU mengenal beberapa mekanisme dalam proses Muktamar. Rais Aam pernah dipilih secara langsung dan pernah pula ditetapkan melalui musyawarah AHWA. Disisi yang lain, Ketua Umum Tanfidziyah pernah ditunjuk oleh Rais Aam berdasarkan permufakatan formatur seperti pada 1984, tetapi pada muktamar-muktamar berikutnya juga dipilih melalui pemungutan suara para utusan. Representasi AHWA memerlukan figur kiai yang merdeka dan berwibawa. Sehingga pemungutan suara mencerminkan peserta yang tulus ikhlas untuk NU dan kemaslahatan.
Secara etimologis, mu’tamar berasal dari akar kata amr—urusan atau perkara—kemudian melahirkan i’timār, yakni berunding dan bermusyawarah mengenai urusan bersama. Dengan demikian, mu’tamar bukan sekadar gelanggang menghitung dukungan, melainkan majelis untuk mencari ashlah al-umūr: keputusan yang paling baik bagi jam’iyah.
Sebenarnya musyawarah yang kita kedepankan memiliki diferensifikasi dengan demokrasi barat. Voting hanyalah salah satu instrumen ketika mufakat belum tercapai. Artinya, Muktamar ke-35 kali ini jika para pimpinan wilayah dan cabang sudah mentekadkan dirinya pada sosok Gus Kikin, kita perlu menerima realitas itu secara kaffah dan lapang dada. Ujian dalam rangka menahan ambisi untuk masa depan organisasi.
Di dalam Muqaddimah Qanun Asasi, Hadratussyekh tidak merumuskan istilah tajrīd al-jamā‘ah secara eksplisit sebagai pasal tersendiri. Terminologi tersebut lebih tepat dipahami sebagai kontekstualisasi atas pesan etik beliau mengenai al-ijtimā‘, al-ta‘āruf, al-ta‘āwun, al-ittihād, dan al-ta’alluf. Tajrīd berarti menjernihkan dan memurnikan: membersihkan niat berorganisasi dari riya, ambisi pribadi, fanatisme kelompok, serta hasrat menjadikan agama sebagai tangga kekuasaan.
Dengan demikian, tajrīd bukan memurnikan NU dari kehidupan dunia, melainkan memurnikan cara NU mengelola perkara dunia agar tetap menjadi ibadah dan khidmah.
Krisis tajrīd al-jamā‘ah terjadi ketika rumah besar umat dipersempit menjadi ruang keluarga, kelompok, jaringan bisnis, atau kendaraan politik seseorang. Politik dan ikhtiar ekonomi tidaklah diharamkan bagi NU; keduanya bahkan diperlukan untuk membela kaum mustadh‘afīn, memperkuat pesantren, dan mewujudkan keadilan sosial.
Lantas persoalan kita adalah ketika nama besar jam’iyah Nahdliyin digadaikan untuk melindungi kedzoliman, membenarkan kekufuran, serta memperkaya segelintir orang. NU boleh hadir dekat dengan kekuasaan, tetapi tidak boleh kehilangan jarak moral untuk menyampaikan amar ma‘ruf nahi munkar.
Didaulatnya Gus Dur dalam Muktamar Situbondo 1984, memperlihatkan kerinduan Nahdliyin terhadap pembaruan yang tidak memutus sanad. Gus Dur bukan dipilih semata-mata karena nasabnya, melainkan karena kecerdasan, keberanian, keluasan pergaulan, dan kesanggupannya menerjemahkan Khittah 1926 ke dalam tantangan zaman. Di tangannya, tradisi tidak menjadi museum, tetapi mata air yang menghidupi demokrasi, kebudayaan, kemanusiaan, serta pembelaan terhadap mereka yang disisihkan. Pembaruan ala NU bukan mencabut akar, melainkan menumbuhkan cabang baru dari pohon yang sama.
Dalam konteks hari ini, nama K.H. Abdul Hakim Mahfudz—Gus Kikin—layak dipertimbangkan secara serius berdasarkan rekam khidmah dan gagasannya. Ia memikul amanah sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng dan Ketua PWNU Jawa Timur; ia juga secara terbuka menjadikan Qanun Asasi sebagai poros narasi pembenahan organisasi.
Penugasannya sebagai calon Ketua Umum PBNU dinyatakan lahir dari pleno PWNU bersama 45 PCNU se-Jawa Timur. Semua itu merupakan modal penting, tetapi bukan cek kosong. Nasab adalah amanah, bukan surat suara; simbol harus dibuktikan melalui program mengenai kemandirian jam’iyah, transparansi keuangan, supremasi Syuriyah, kaderisasi, ekonomi umat, dan keberanian menjaga jarak dari kepentingan pragmatis.
Kekhawatiran terhadap gangguan Muktamar ke-35 tidak boleh disepelekan. Manipulasi kepesertaan, provokasi di ruang sidang, disinformasi, transaksi dukungan, tekanan ekonomi, maupun usaha memengaruhi anggota AHWA merupakan ancaman terhadap marwah prosesi dan hasil Mu’tamar ke-35 di Jombang.
Namun kewaspadaan tidak serta merta berubah menjadi tuduhan tanpa dalil. Fitnah tidak dapat dilawan dengan fitnah. Setiap informasi tentang ancaman terhadap pesantren, intervensi bantuan, atau intimidasi terhadap kiai harus diverifikasi, didokumentasikan, dan disampaikan melalui mekanisme organisasi maupun hukum yang sah.
*Amalan Keikhlasan, Jangan Memaksakan Syahwat Politik Dalam Organisasi Ulama*
Hari-hari ini tersimpan banyak harapan, penyelenggara Muktamar ke-35 di Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mengkokohkan pagar integritas kaum Nahdliyin yang terang.
Mekanisme dan validasi peserta adalah yang utama, tata tertib yang dirumuskan bersama untuk menampung segala model bentuk aspirasi daerah. Tata tertib persidangan jangan justeru dijadikan alat kekacauan. Kita juga berharap pada sidang-sidang komisi mengutamakan adab serta ilmu pengetahuan sebagai tuntunan. Jangan kita biarkan komplotan begundal yang mengatasnaman Nahdlatul Ulama hanya untuk menjalankan kelicikannya serta syahwat politiknya yang buas.
Anggota AHWA perlu memperoleh ruang musyawarah yang bebas, tertutup, dan aman dari lobi yang melampaui adab.
Para kandidat beserta seluruh timnya juga wajib melakukan riyāḍah al-nafs: menahan diri, menjaga lisan, tidak mengklaim dukungan yang belum dapat dibuktikan, dan menerima pilihan muktamirin dengan lapang dada. Dukungan kepada Gus Kikin ataupun calon lain hanya memiliki kemuliaan apabila diberikan secara merdeka. Siapa pun yang merasa telah diterima melalui proses ta‘āruf tetap harus menunggu keputusan mu’tamar dengan tawadhu.
Sebab dalam NU, amanah tidak perlu direbut dengan kegaduhan; ia diterima dengan kesiapan mempertanggungjawabkannya di hadapan jam’iyah dan Allah.
Pemerintah dan aparat penegak hukum diutamakan untuk menjaga keamanan, ketertiban, lalu lintas, keselamatan peserta, serta menindak setiap ancaman dan tindak pidana. Tetapi negara harus menjadi pagar di luar, bukan tangan di dalam ruang pemilihan. Banyak yang mengharapkan pihak Kepolisian, Pemerintah daerah dan Intelijen Negara untuk secara seksama menjaga kondusifitas dan keamanan prosesi Muktanar. Dengan begitu para Muktamirin, Kiai dan kelompok muda Nahdliyin bisa mengekspresikan aspirasinya secara baik, terhormat dan bermartabat.
Tentu kita semua mengharapkan mu’tamar berlangsung aman, bebas, jujur, dan penuh mahabbah, siapa pun yang terpilih hanyalah penerima amanah; pemenang sesungguhnya adalah Nahdlatul Ulama dan Umat Islam di Indonesia. Di sanalah ma‘ūnah dan barakah akan kembali menyertai khidmah kaum Nahdliyin.
Abi Rekso Panggalih
[Wakil Ketua Umum PP. Pengusaha dan Profesional Nahdliyin]
News
Bursa Asia Menguat, IHSG Justru Tertekan
Bursa Asia bergerak variatif dengan penguatan kuat di Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, sementara IHSG terkoreksi sekitar 1 persen di tengah tekanan pasar regional.
Monitorday.com– Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Kamis (13/8), dengan sejumlah indeks utama menguat signifikan. KOSPI Korea Selatan menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan sekitar 3,7–4 persen, disusul Nikkei 225 Jepang yang naik sekitar 1,6–1,7 persen. Penguatan juga terlihat di Taiwan dan Tiongkok, sementara IHSG Indonesia justru berada di zona merah dengan koreksi sekitar 1 persen.
Di Asia Timur, sentimen positif terutama terlihat pada saham teknologi dan semikonduktor. KOSPI mendapat dukungan kuat dari saham-saham teknologi Korea Selatan, sementara Nikkei turut memperoleh dorongan dari sektor terkait teknologi dan industri. Taiwan Stock Exchange Weighted Index (TSEC) juga menguat sekitar 1 persen, memperlihatkan masih kuatnya minat investor terhadap perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok teknologi global.
Sementara itu, Shanghai Composite naik sekitar 0,4 persen, menunjukkan penguatan yang lebih terbatas. Hang Seng Hong Kong bergerak relatif datar dengan perubahan sekitar -0,2 persen hingga +0,07 persen. Di Asia Tenggara, Straits Times Index Singapura justru melemah sekitar 0,4–0,5 persen, menunjukkan bahwa penguatan pasar Asia belum berlangsung secara merata.
Mengapa IHSG Tertinggal?
Koreksi sekitar 1 persen pada IHSG menjadi perhatian karena terjadi ketika sejumlah pasar Asia justru bergerak positif. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor domestik dan arus modal asing dapat memiliki pengaruh lebih besar terhadap pasar Indonesia dibandingkan sentimen regional.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan investor adalah rebalancing portofolio dan perubahan bobot indeks global, termasuk tinjauan indeks MSCI. Penyesuaian tersebut dapat memicu perubahan alokasi dana investor institusional dan meningkatkan tekanan jual pada saham-saham tertentu, meskipun sentimen bursa regional sedang positif.
Teknologi Jadi Penggerak Asia
Perbedaan kinerja antara Korea Selatan, Jepang dan Indonesia juga memperlihatkan semakin pentingnya tema teknologi dan semikonduktor dalam pasar saham global. Permintaan terhadap AI, pusat data, chip berperforma tinggi dan infrastruktur digital terus menjadi salah satu tema investasi utama.
Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi pengingat bahwa daya tarik pasar modal tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh struktur sektor unggulan yang mampu menangkap tren ekonomi global. Penguatan ekosistem teknologi, digitalisasi industri, hilirisasi, serta pengembangan perusahaan berbasis teknologi dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.
Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?
Koreksi IHSG tidak otomatis berarti perubahan tren jangka panjang. Investor perlu melihat apakah tekanan tersebut hanya bersifat teknikal dan akibat rebalancing, atau mulai menunjukkan perubahan fundamental terhadap prospek ekonomi dan laba perusahaan.
Dalam jangka pendek, investor sebaiknya mencermati arus dana asing, nilai tukar rupiah, kinerja saham perbankan dan komoditas, serta perkembangan indeks MSCI. Pergerakan bursa Korea, Jepang dan Taiwan juga penting karena dapat menjadi indikator perubahan risk appetite investor global terhadap aset Asia.
Dengan demikian, perdagangan hari ini memperlihatkan gambaran menarik: Asia sedang mendapatkan dorongan dari teknologi, tetapi Indonesia belum sepenuhnya menikmati arus tersebut. Tantangannya bukan hanya menjaga stabilitas IHSG, tetapi memastikan pasar modal Indonesia memiliki cukup banyak sektor dan perusahaan yang mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi global.
News
PAUD Fondasi Pendidikan, Wamen Fajar Dorong Anak Tumbuh Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat menutup kegiatan Finalisasi Dokumen Perencanaan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi PAUD Angkatan ke-62 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (11/8).
Wamen Fajar mengatakan revitalisasi PAUD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu mendukung pembangunan “infrastruktur kognitif” anak. Lingkungan pendidikan yang baik, menurutnya, perlu mendorong tumbuhnya motivasi belajar dan rasa ingin tahu anak sejak usia dini. “Bagaimana kita bisa membangun pola pikir, mental putra-putri kita sejak usia dini untuk menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat,” ujar Wamen Fajar.
Ia menjelaskan pendidikan pada jenjang PAUD memiliki peran penting dalam membangun motivasi intrinsik anak untuk belajar serta budaya bertanya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk anak sebagai pembelajar sepanjang hayat. “Pertama membangun rasa ingin belajar. Motivasi intrinsik untuk belajar harus tumbuh dari anak-anak kita. Yang kedua adalah membangun budaya bertanya. Itu dari curiosity sebenarnya,” katanya.
Dalam konteks tersebut, Wamen Fajar menegaskan posisi PAUD dalam sistem pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, ingin menempatkan PAUD sebagai bagian yang terintegrasi dalam ekosistem pendidikan nasional dan menjadi fondasi bagi sistem pendidikan. “Pada intinya kami ingin meletakkan PAUD itu sebagai fondasi untuk sistem pendidikan nasional. Dan itu nanti akan terintegrasi dengan ekosistem pendidikan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wamendikdasmen Fajar menekankan kesiapan perencanaan tersebut perlu diikuti dengan pelaksanaan revitalisasi yang aman, lancar, amanah, dan memenuhi standar kualitas. Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan, turut membantu dan mengawal satuan pendidikan penerima bantuan. “Harapannya dan tentu tujuannya supaya proses pembangunan revitalisasi nanti betul-betul aman, lancar, amanah, dan dengan kualitas bangunan yang terstandar,” tuturnya.
Menurutnya, kualitas sarana pendidikan penting karena PAUD merupakan lingkungan pendidikan yang turut membentuk perkembangan anak. Ia menyebut perkembangan tersebut mencakup pertumbuhan fisik dan motorik, kognitif, serta sosial emosional. “Pendidikan pada level usia dini, pertama harus mendorong pertumbuhan fisik, motorik. Kedua, pertumbuhan kognitif. Ketiga pertumbuhan sosial emosional,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa satuan pendidikan perlu menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan mengembangkan potensinya. “Sekolah atau PAUD adalah rumah kedua buat anak-anak kita. Dengan suasana yang nyaman, aman, maka anak akan punya totalitas untuk belajar. Anak punya totalitas untuk mengaktualkan siapa dirinya, apa potensinya,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kepulauan Riau Warsita melaporkan, sebanyak 259 kepala satuan PAUD diundang dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 255 satuan pendidikan hadir dan seluruhnya telah menyelesaikan finalisasi Rencana Anggaran dan Pelaksanaan (RAP), sementara empat satuan pendidikan lainnya berhalangan mengikuti kegiatan.
Kegiatan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah pembekalan dan pendampingan penyusunan perencanaan program dan anggaran. Peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan dan perencanaan revitalisasi, menu revitalisasi, mekanisme belanja barang dan jasa, penggunaan aplikasi Sistem Informasi Layanan Bantuan (SiLaB) PAUD, pengelolaan dokumen, keuangan dan perpajakan, serta pengawasan dan pengendalian program.
Menutup sambutannya, Wamen Fajar berharap para peserta dapat melaksanakan revitalisasi sesuai ketentuan serta memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat bagi peserta didik. Ia juga mengajak satuan pendidikan untuk membagikan praktik baik dari pelaksanaan program. “Bapak Ibu adalah orang yang paling penting yang akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” tutup Wamen Fajar.
News
Pergeseran Investasi Ke AI
Pergeseran investasi mulai terlihat dari fokus pada produsen chip menuju perusahaan yang dapat membuktikan hasil dari implementasi teknologi AI.
Monitorday.com – Pasar saham yang didominasi oleh kecerdasan buatan (AI) menunjukkan dinamika kompleks, di mana investor kini menghadapi tantangan dalam mengidentifikasi perusahaan yang mampu mengubah pengeluaran besar menjadi keuntungan nyata. Pergeseran investasi mulai terlihat dari fokus pada produsen chip menuju perusahaan yang dapat membuktikan hasil dari implementasi teknologi AI.
Pergeseran ini mencerminkan pertanyaan fundamental mengenai saham AI mana yang dapat menerjemahkan investasi saat ini menjadi profit di masa depan. Data menunjukkan bahwa saham komputasi mengalami kenaikan 64,7% pada periode tertentu, namun kemudian menurun 3,4% dalam sebulan terakhir, sementara saham aplikasi dan perangkat lunak melonjak 22,8%.
Perdagangan saham AI saat ini terbagi menjadi empat kelompok utama yang menunjukkan pergerakan independen. Kelompok "Komputasi" mencakup produsen chip seperti Nvidia, Broadcom, dan Micron. Kelompok "Daya dan Infrastruktur" terdiri dari perusahaan yang menyediakan tenaga dan pendingin untuk pusat data, seperti Vertiv, Eaton, dan Quanta. "Hyperscalers" adalah raksasa komputasi awan seperti Alphabet, Amazon, dan Microsoft, sementara "Aplikasi dan Perangkat Lunak" merupakan perusahaan yang menjual AI kepada bisnis, contohnya ServiceNow dan Salesforce.
Dalam kelompok komputasi, produsen chip mencatatkan kinerja yang bervariasi. Micron (MU) menjadi pemenang paling menonjol, melonjak lebih dari 200% pada tahun 2026, didorong oleh permintaan tinggi akan memori bandwidth tinggi (HBM) yang vital untuk chip AI. Broadcom (AVGO) juga mengalami kenaikan sekitar 20%, berkat chip AI kustom yang dibuatnya untuk klien cloud besar.
Namun, Nvidia (NVDA), yang merupakan pemain terbesar di antara ketiganya, hanya memperoleh sekitar 17% meskipun pendapatan pusat datanya mencapai $75,2 miliar kuartal lalu, meningkat 92%. Pendapatan ini beberapa kali lipat lebih besar dari pendapatan semikonduktor AI Broadcom sebesar $10,8 miliar. Kinerja saham Nvidia yang stagnan menunjukkan bahwa investor mungkin telah mematok harga pada prospek ledakan pendapatannya.
Stagnasi saham Nvidia, yang biasanya menjadi penentu arah bagi kelompoknya, mengindikasikan bahwa "keuntungan mudah" di sektor ini mungkin mulai memudar. Pertanyaan krusial kini adalah bagaimana perusahaan-perusahaan AI dapat secara efektif mengubah pengeluaran investasi besar-besaran menjadi profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan.
News
Gegara AI Laku Foxconn Laporkan Kenaikan Laba 35 Persen
Kinerja positif ini menyoroti dampak besar booming AI terhadap raksasa teknologi asal Taiwan tersebut.
Monitorday.com – Perusahaan elektronik kontrak terbesar di dunia, Foxconn, melaporkan lonjakan laba bersih yang melampaui perkiraan pada kuartal kedua, didorong oleh peningkatan tajam dalam permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI) yang krusial bagi pusat data. Kinerja positif ini menyoroti dampak besar booming AI terhadap raksasa teknologi asal Taiwan tersebut.
Foxconn menyatakan pada hari Rabu bahwa pendapatan bersihnya melonjak 35 persen menjadi 59,97 miliar dolar Taiwan Baru (sekitar 1,86 miliar dolar AS) dalam periode April-Juni. Angka ini berhasil melampaui estimasi analis sebesar 58,38 miliar dolar Taiwan Baru dalam survei Bloomberg.
Dalam pengumuman pendapatannya, Foxconn menyatakan, "Infrastruktur AI mendorong pertumbuhan."
Sebagai pembuat server terbesar bagi Nvidia dan perakit iPhone utama untuk Apple, Foxconn menegaskan kembali perkiraan sebelumnya mengenai pertumbuhan pendapatan yang "kuat" untuk tahun ini. Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan yang signifikan hingga tahun 2026 di tengah pesatnya perkembangan sektor AI.
Permintaan yang masif ini berasal dari pemerintah dan raksasa teknologi yang mengucurkan investasi besar untuk membangun pusat data. Pusat data ini berfungsi melatih dan menjalankan berbagai alat AI seperti chatbot, generator gambar, dan agen yang mampu melaksanakan beragam tugas.
Investasi besar tersebut secara langsung telah meningkatkan bisnis Foxconn secara drastis, mengingat perusahaan ini memproduksi server-server penting yang digunakan dalam infrastruktur pusat data AI tersebut.
News
Watermark Claude Yang Tak Terlihat
Implementasi tanda air ini bertujuan untuk membantu pengguna dan platform mengidentifikasi konten yang dibuat oleh AI
Monitorday.com – Anthropic mengumumkan rencana untuk menambahkan tanda air tak terlihat pada teks yang dihasilkan oleh model Claude di masa mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap Undang-Undang AI Uni Eropa yang berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan kecerdasan buatan.
Implementasi tanda air ini bertujuan untuk membantu pengguna dan platform mengidentifikasi konten yang dibuat oleh AI. Sebelumnya, Google telah menerapkan sistem tanda air serupa pada teks yang dihasilkan oleh model Gemini-nya, sementara OpenAI belum mengumumkan secara spesifik bagaimana mereka akan menangani isu ini.
Penggunaan tanda air tak terlihat menjadi semakin krusial di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI generatif. Kemampuan untuk membedakan antara konten yang ditulis oleh manusia dan yang dihasilkan oleh mesin menjadi penting, terutama dalam mencegah penyebaran informasi yang salah dan memastikan keaslian sumber.
Tanda air tak terlihat ini bekerja dengan menyematkan pola atau informasi tertentu ke dalam teks pada level yang tidak mudah dideteksi oleh mata manusia, namun dapat diverifikasi oleh alat pendeteksi. Metode ini memungkinkan identifikasi asal-usul teks AI tanpa mengubah format atau keterbacaan konten secara signifikan.
Dorongan regulasi, khususnya dari Undang-Undang AI Uni Eropa, memainkan peran sentral dalam memicu perusahaan-perusahaan teknologi untuk mengadopsi langkah-langkah transparansi seperti ini. Undang-undang tersebut menetapkan kerangka kerja komprehensif untuk pengembangan dan penggunaan AI, termasuk kewajiban pengungkapan untuk konten yang dihasilkan oleh AI.
Keputusan Anthropic menandai tren yang berkembang di industri AI menuju praktik yang lebih bertanggung jawab dan transparan. Dengan semakin banyaknya model AI generatif yang tersedia, standar industri untuk identifikasi dan akuntabilitas konten AI diharapkan akan terus berkembang, memastikan kepercayaan publik terhadap teknologi tersebut.
News
Sukuk SR025 Mulai Ditawarkan
Salah satu daya tarik utama yang ditawarkan adalah jaminan pemerintah 100% untuk imbal hasil pada beberapa produk investasi, memberikan keamanan ekstra bagi para investor
Monitorday.com – Para investor kini memiliki akses ke sebuah platform investasi digital yang diklaim menawarkan kemudahan transaksi dan berbagai pilihan produk finansial. Platform ini menonjolkan fitur "all in one" yang memungkinkan pengguna mengelola investasi reksa dana serta produk syariah dengan cepat dan efisien.
Salah satu daya tarik utama yang ditawarkan adalah jaminan pemerintah 100% untuk imbal hasil pada beberapa produk investasi, memberikan keamanan ekstra bagi para investor. Platform tersebut juga mengklaim memberikan kebebasan dalam memilih mitra penyimpanan dan harga yang relatif stabil, ditunjang oleh algoritma rekomendasi produk secara real time.
"Imbal hasil dijamin pemerintah 100% dan bebas risiko."
"Transaksi cepat, all in one di halaman Order."
"Tersedia 180+ produk reksa dana pilihan."
Untuk investor yang mencari panduan lebih lanjut, platform ini menyediakan layanan manajemen kekayaan dengan penasihat investasi independen. Tidak hanya melayani investor individu, platform tersebut juga dirancang untuk mendukung kebutuhan institusi, membantu mengelola dana investasi untuk perusahaan, menunjukkan kapabilitas dalam menangani skala investasi yang lebih besar dan kompleks.
News
IHSG Melonjak, Rupiah Tertekan ke Rp17.877
IHSG menguat tajam ke level 6.373,85, tetapi rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Monitorday.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, dengan penguatan signifikan. IHSG melonjak 105,97 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,85.
Penguatan pasar saham berlangsung cukup merata. Sebanyak 474 saham ditutup menguat, 185 saham melemah, dan 304 saham tidak mengalami perubahan. Aksi beli pada saham-saham yang telah terkoreksi menjadi salah satu pendorong kenaikan indeks.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai penguatan IHSG dipengaruhi aksi bargain hunting investor setelah koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya. Sentimen penyesuaian komposisi indeks MSCI juga turut meningkatkan minat pasar terhadap sejumlah saham.
Namun, kinerja positif pasar saham belum diikuti penguatan nilai tukar. Rupiah dilaporkan melemah ke posisi sekitar Rp17.877 per dolar Amerika Serikat akibat tekanan eksternal dan tingginya kebutuhan terhadap mata uang dolar.
Perbedaan arah antara IHSG dan rupiah menunjukkan investor masih selektif menghadapi ketidakpastian global. Pelaku pasar diperkirakan terus mencermati kebijakan moneter, pergerakan harga energi, dan aliran modal asing yang dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan Indonesia.
News
Standard Chartered Naikkan Proyeksi Ekonomi RI Jadi 5,3 Persen
Kuatnya permintaan domestik dan keberlanjutan investasi menopang optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Monitorday.com– Standard Chartered menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,3 persen, dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,2 persen. Revisi tersebut mencerminkan optimisme terhadap daya tahan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Senior Economist Standard Chartered Indonesia, Aldian Taloputra, mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama akan ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan investasi yang terus berlanjut. Kondisi tersebut membuat Indonesia diperkirakan tetap menjadi salah satu perekonomian paling tangguh di kawasan ASEAN.
Proyeksi itu disampaikan dalam Global Research Briefing semester II-2026 di Jakarta melalui riset bertajuk A Test of Resilience. Konsumsi masyarakat yang terjaga dinilai menjadi bantalan penting ketika aktivitas ekonomi global menghadapi tekanan.
Di sisi lain, Standard Chartered memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2026 dari 3,4 persen menjadi 3 persen. Penurunan tersebut dipengaruhi konflik di Timur Tengah, kenaikan harga energi, risiko geopolitik, dan perubahan dinamika perdagangan internasional.
Meski prospek domestik membaik, Indonesia tetap perlu mewaspadai pelemahan nilai tukar, tekanan harga energi, dan gejolak pasar keuangan. Konsistensi kebijakan fiskal dan moneter dibutuhkan agar pertumbuhan tetap stabil, investasi terjaga, dan daya beli masyarakat tidak melemah.
News
Mendikdasmen: Akreditasi Pendidikan Tak Lagi Sekadar Administrasi, Tapi…
Mendikdasmen mereformasi akreditasi pendidikan agar fokus pada peningkatan mutu layanan sekolah, bukan sekadar kelengkapan administrasi. Ini bertujuan membangun budaya kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong perubahan besar dalam sistem standardisasi dan akreditasi pendidikan. Pemerintah ingin akreditasi tidak lagi berhenti pada pemeriksaan dokumen dan pemberian status, tetapi menjadi alat untuk mendorong sekolah memperbaiki mutu layanan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP) dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Tahun 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Rakornas yang berlangsung 10-12 Agustus 2026 tersebut diikuti sekitar 165 peserta dari BSANP dan BAN-PDM Provinsi seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang memperkuat koordinasi pusat dan daerah dalam membangun sistem penjaminan mutu pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Abdul Mu’ti menegaskan standar pendidikan tetap dibutuhkan sebagai tolok ukur objektif untuk mengukur mutu. Namun, standar tersebut tidak boleh dibuat kaku karena harus mampu mengikuti perkembangan pendidikan dan keragaman kondisi di Indonesia.
“Ketika kita berbicara pendidikan yang bermutu, tentu kita perlu memiliki standar sebagai ukuran mutu pendidikan kita,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia mengatakan pemerintah telah mendorong penyusunan standar yang lebih relevan dan dinamis agar dapat menyesuaikan kebutuhan satuan pendidikan.
“Saya telah mengambil satu kebijakan, kita buat standar yang relevan. Karena itu, standar itu bersifat dinamis,” jelasnya.
Perubahan juga diarahkan pada cara kerja akreditasi. Pemerintah ingin penilaian menggambarkan kondisi nyata sekolah, bukan sekadar mengukur kelengkapan administrasi.
“Akreditasi ini harus kita bangun sebagai bagian dari upaya kita membangun budaya mutu, ketika mutu itu tidak lagi bersifat administrasi, tetapi built in atau inherent dengan keinginan kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” tegas Abdul Mu’ti.
Kemendikdasmen juga akan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Angka dan dokumen tetap menjadi bagian dari penilaian, tetapi pemerintah akan menggabungkannya dengan kondisi empiris di lapangan agar kebijakan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Ketua BSANP Waras Kamdi mengatakan lembaganya ingin membawa standardisasi dan akreditasi ke arah yang lebih mendorong perubahan kualitas pendidikan.
“Akreditasi bukan lagi proses yang menakutkan, akan tetapi proses yang mencerahkan. Bukan untuk menghakimi, tetapi untuk memahami. Bukan untuk memberi label, tetapi untuk mendorong perubahan,” kata Waras.
Menurut dia, sistem yang dibangun harus mengedepankan keterbukaan, transparansi, data, dan kepercayaan.
“Sistem standar dan akreditasi yang kita bangun harus terbuka, transparan, berbasis data, dan berbasis kepercayaan,” ujarnya.
Tantangan pemerintah masih besar. BSANP mencatat sekitar 70 persen atau 22 ribu satuan pendidikan di Indonesia belum terakreditasi. Kondisi ini menuntut strategi percepatan agar proses akreditasi tidak semakin tertinggal.
Rakornas BSANP dan BAN-PDM Provinsi Tahun 2026 pun diarahkan untuk menyatukan langkah sekaligus merumuskan strategi konkret mempercepat penguatan mutu pendidikan di daerah.
Bagi Kemendikdasmen, perubahan paradigma tersebut menjadi kunci agar akreditasi tidak berhenti sebagai formalitas. Status akreditasi harus menjadi pemicu bagi sekolah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
News
Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS, Bahas Apa Saja?
Presiden Prabowo Subianto bertemu Wakil Menteri AS Elbridge Colby di Istana Merdeka. Diskusi berpusat pada penguatan hubungan dan kemitraan bilateral kedua negara yang saling menghormati.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Menteri Perang Amerika Serikat untuk Urusan Kebijakan, Elbridge Colby beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (12/08/2024). Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Wakil Menteri Colby membahas penguatan hubungan dan kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Usai pertemuan, Wakil Menteri Colby menyampaikan kehormatannya dapat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. Pertemuan yang berlangsung secara hangat dan konstruktif tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mempererat hubungan bilateral kedua negara.
“Pertemuan dengan Presiden Prabowo, sebuah kehormatan luar biasa bisa bertemu dengan Presiden beserta timnya,” ucap Wakil Menteri Colby dalam keterangannya.
Wakil Menteri Colby menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat optimistis untuk memperkuat hubungan dengan Indonesia. Menurutnya, penguatan hubungan ini berlandaskan pada prinsip saling menghormati dan peningkatan kerja sama kedua negara.
“Menurut saya, pihak pemerintah AS sangat optimistis untuk memajukan hubungan kami dengan Indonesia yang didasarkan pada prinsip kemitraan yang saling menghormati serta peningkatan kerja sama yang lebih mendalam,” katanya.
Menutup keterangannya, Wakil Menteri Colby menyampaikan apresiasi atas kesempatannya untuk berkunjung ke Indonesia. Selain itu, Wakil Menteri Colby turut menyampaikan harapannya agar hubungan Indonesia dan Amerika Serikat makin erat.
“Kami merasa terhormat berada di sini dan berharap dapat melanjutkan hubungan yang telah berkembang pesat dengan Indonesia,” tutupnya.
