News
Prabowo: Tak Ada Ampun bagi Pencuri Uang Rakyat di Program Makan Bergizi Gratis
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga integritas dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan bahwa tidak boleh ada penyalahgunaan anggaran maupun praktik yang merugikan rakyat dalam program prioritas nasional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada pengecualian,” tegas Presiden.
Prabowo mengatakan pemerintah akan memastikan Program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, setiap indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan program akan ditindak tegas.
Menurut Presiden, keputusan mengganti sejumlah pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program dilakukan setelah pemerintah menerima berbagai laporan mengenai kekurangan, kejanggalan, dan dugaan penyimpangan di lapangan.
“Kalau ada yang tidak benar, harus diperbaiki. Program ini untuk rakyat dan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang pesan mendiang ayahnya, ekonom Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang selalu menekankan pentingnya berpihak kepada rakyat dalam setiap pengambilan keputusan.
Menurut Presiden, pesan tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin negara.
“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” kata Prabowo mengutip pesan ayahnya.
Presiden menilai kualitas kepemimpinan menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi maupun program pemerintah. Pemimpin yang kompeten, jujur, dan bertanggung jawab akan membawa organisasi mencapai tujuan yang diharapkan.
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” ujarnya.
Prabowo juga menyoroti peran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah. Para lulusan SPPI, kata dia, telah dibekali kemampuan manajerial serta nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara untuk mengelola dapur MBG secara profesional.
“Kita telah mendidik saudara, merekrut saudara, menggembleng saudara, menanam nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai pengabdian kepada negara dan bangsa, dan diberi tugas untuk memimpin dan mengelola dapur-dapur tersebut,” kata Presiden.
Karena itu, Prabowo meminta seluruh pengelola dapur dan personel SPPI memperkuat pengawasan serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG bergantung pada komitmen seluruh pihak yang terlibat untuk bekerja secara profesional dan mengutamakan kepentingan rakyat.
“Ini pekerjaan yang mulia. Dan ini harus berhasil. Kalian bagian penting. Kalau tidak bekerja dengan baik dan tidak setia, silakan minggir. Kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” tegas Prabowo.
News
Kemendikdasmen Gercep Bantu Korban Kebakaran Kemayoran
Monitorday.com – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, tidak hanya menghanguskan rumah dan harta benda warga, tetapi juga mengganggu aktivitas belajar para siswa yang menjadi korban. Untuk memastikan pendidikan tetap berjalan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus memberikan pendampingan psikologis bagi para penyintas.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, meninjau langsung SDN Kebon Kosong 09 Jakarta pada Rabu (3/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan santunan kepada para siswa terdampak kebakaran.
Abdul Mu’ti mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan meski sedang menghadapi situasi sulit.
“Ini adalah bagian dari kepedulian dan komitmen kami atas arahan Bapak Presiden untuk segera memberikan perhatian kepada murid yang terdampak dan juga keluarganya,” ujarnya.
Sebanyak 20 siswa SDN Kebon Kosong 09 menerima paket bantuan berupa tas sekolah, seragam merah putih, alat tulis, serta santunan tunai sebesar Rp200 ribu per siswa. Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menyiapkan 139 paket bantuan untuk disalurkan kepada seluruh murid yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut.
Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada para siswa. Guru dan tenaga kependidikan yang menjadi korban kebakaran juga menerima santunan masing-masing sebesar Rp10 juta guna membantu proses pemulihan pascabencana.
Salah satu penerima bantuan, Sudarni, guru PAUD Mawar, mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan pemerintah setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya yang harus memulai kembali dari nol. Perhatian dari Kemendikdasmen menjadi motivasi besar bagi kami untuk segera bangkit,” kata Sudarni.
Selain Sudarni, bantuan serupa juga diberikan kepada Mariana Siregar, guru SDN Kebon Kosong 02, serta Aidil, tenaga kependidikan SDN Utan Panjang 01.
Selain bantuan material, Kemendikdasmen juga fokus pada pemulihan psikologis para korban. Untuk itu, kementerian bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melalui Korps Relawan Bencana (KRESNA) guna memberikan layanan dukungan psikososial.
Berdasarkan hasil Rapid Psychological Assessment terhadap 20 siswa korban kebakaran, ditemukan sejumlah dampak psikologis seperti gangguan tidur, menurunnya nafsu makan, kecemasan, hingga kesulitan berkonsentrasi akibat kehilangan rumah dan perubahan rutinitas sehari-hari.
Anggota tim KRESNA HIMPSI, Yuria Ekalitani, menilai fase satu hingga tiga bulan setelah bencana menjadi periode penting dalam proses pemulihan psikologis anak.
“Kami fokus pada layanan dukungan psikososial untuk membangkitkan kapasitas self-healing anak-anak agar mereka mampu bangkit dari situasi yang dialami,” ujarnya.
Menurut Yuria, dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekolah menjadi modal penting yang dapat mempercepat proses pemulihan para siswa.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan, HIMPSI juga memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA) kepada guru dan tenaga kependidikan.
Anggota tim KRESNA HIMPSI, Wiene Dewi Toorisnawati, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan agar guru mampu mengenali tanda-tanda gangguan psikologis pada anak sejak dini dan memberikan bantuan awal yang tepat.
“Guru perlu dibekali kemampuan memberikan bantuan psikologis awal layaknya pertolongan pertama pada kondisi medis,” katanya.
Ketua Umum HIMPSI, Andik Matulessy, menambahkan bahwa kolaborasi antara psikolog dan dunia pendidikan sangat penting untuk mencegah dampak psikologis berkepanjangan pada anak-anak korban bencana.
Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen memastikan hak belajar seluruh siswa korban kebakaran tetap terpenuhi. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti ujian atau kegiatan pembelajaran karena terdampak musibah, sekolah akan memberikan kesempatan mengikuti tes susulan.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tidak boleh ada anak yang kehilangan akses pendidikan akibat bencana.
“Kami terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memastikan hak belajar murid tetap terjaga dan mereka dapat kembali bersekolah dengan baik,” tegasnya.
Langkah cepat pemerintah ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban, tetapi juga memulihkan rasa aman, optimisme, dan semangat belajar anak-anak yang terdampak kebakaran di Kemayoran.
News
Prabowo Terima Menlu Türkiye di Hambalang, Bahas Palestina hingga Stabilitas Timur Tengah
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan, di kediaman Hambalang, Jawa Barat, Rabu (03/06/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai cerminan eratnya hubungan persahabatan serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Türkiye.
Kunjungan Menlu Fidan ke Indonesia dilakukan atas undangan Presiden Prabowo. Kehadiran Menlu Türkiye tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi di tengah berbagai dinamika kawasan maupun global yang berkembang saat ini.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Türkiye Recep Tayyip Erdoğan beserta Pemerintah Türkiye atas dukungan dan kerja sama erat yang diberikan dalam proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0. Presiden Prabowo menilai dukungan Türkiye dalam misi kemanusiaan tersebut mencerminkan hubungan persahabatan yang kuat antara kedua negara, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas internasional.
Di tengah suasana pertemuan yang berlangsung konstruktif, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi terkini di Timur Tengah. Pembahasan mencakup berbagai dinamika regional yang tengah menjadi perhatian dunia, khususnya kondisi di Iran dan Palestina.
Sebagai sesama negara yang berada di kawasan Global South, Indonesia dan Türkiye memiliki pandangan yang sejalan mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui dialog, diplomasi, dan penyelesaian damai. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendorong upaya deeskalasi berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah. Selain itu, Indonesia dan Türkiye juga menegaskan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Menlu Türkiye kembali menegaskan eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Türkiye yang selama ini terjalin dalam berbagai bidang. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kedua negara menunjukkan komitmen untuk terus bekerja sama dalam memperjuangkan stabilitas, perdamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat internasional.
News
Kemendikdasmen Perkuat Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pokja BSAN
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) menyelenggarakan kegiatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) di Daerah Mitra INOVASI sekaligus penyerahan buku Ketika Sekolah Melindungi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi kebijakan di tingkat nasional maupun daerah guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak pada murid.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman BSAN. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam menciptakan satuan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang murid secara optimal, baik dari aspek fisik, sosial, maupun budaya sekolah.
Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, Kemendikdasmen mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) BSAN di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pokja ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta unsur terkait lainnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak.
“Sekolah menjadi tempat di mana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif,” ujar Mendikdasmen di Jakarta, Selasa (2/6).
Menurut Mendikdasmen, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun melalui penyediaan sarana fisik yang memadai, tetapi juga melalui lingkungan sosial yang sehat dan hubungan yang positif antarwarga sekolah. Karena itu, kebijakan BSAN dirancang untuk melibatkan seluruh unsur pendidikan agar tercipta ekosistem sekolah yang mendukung proses belajar secara menyeluruh.
“Semuanya menjadi satu kesatuan sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, di mana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat kebijakan yang memastikan setiap anak merasa aman dan terlindungi di sekolah. Melalui program INOVASI, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen telah mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah. Praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak sekolah.
“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah. Pemerintah Australia berkomitmen mendukung upaya ini, termasuk memperkuat sistem pendidikan, mendorong inklusivitas, dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi semua anak,” ujar Gita.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pembentukan Pokja BSAN di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra INOVASI. Selain itu, Kemendikdasmen menyerahkan buku “Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” yang memuat berbagai praktik baik sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan inklusif.
News
Iran Ancam Israel Jika Serangan ke Lebanon Terus Berlanjut
Ketua Parlemen Iran memperingatkan Israel akan berhadapan langsung jika serangan di Lebanon terus dilakukan. Teheran siap menangguhkan negosiasi damai demi keamanan Lebanon.
Monitorday.com – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Israel akan kembali berhadapan langsung dengan Iran apabila serangan terhadap Lebanon terus dilakukan. Pernyataan itu disampaikan di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk menghentikan konflik di kawasan.
Ghalibaf menegaskan bahwa Iran dan Hizbullah memiliki hubungan yang erat sehingga perdamaian yang dicapai harus mencakup Lebanon secara menyeluruh. Menurutnya, penghentian perang tidak dapat dilakukan secara parsial tanpa menjamin keamanan wilayah Lebanon, khususnya di bagian selatan negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran disebut telah melakukan negosiasi intensif dengan Amerika Serikat (AS) guna menghentikan serangan Israel terhadap Lebanon. Namun, Ghalibaf mengingatkan bahwa Teheran dapat menangguhkan kembali pembicaraan tersebut jika Israel tidak segera menghentikan operasi militernya.
Mengutip kantor berita Tasnim, Ghalibaf menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai untuk mengakhiri perang harus mencakup penghentian serangan di seluruh front konflik, terutama di Lebanon selatan.
Sementara itu, Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyampaikan apresiasi atas upaya Iran dalam mendorong penghentian serangan Israel. Ia menegaskan bahwa Lebanon tidak akan melupakan dukungan dan sikap positif yang diberikan Teheran selama masa krisis.
Di tengah proses negosiasi yang berlangsung, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon. Kondisi tersebut memicu kemarahan Iran karena dianggap bertentangan dengan semangat pembicaraan damai dan gencatan senjata yang sedang diupayakan.
Meski Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata sejak 17 April, ketegangan di kawasan masih berlanjut akibat serangan yang terus terjadi. Iran pun kembali menegaskan ancamannya untuk menghentikan proses negosiasi apabila operasi militer Israel di Lebanon selatan tidak segera dihentikan.
News
Transformasi Pelayanan Haji Malaysia Mulai Terapkan AI
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam layanan haji di Malaysia menunjukkan bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan publik modern.
Monitorday.com– Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelayanan haji di Malaysia menjadi salah satu contoh bagaimana transformasi digital mulai menyentuh sektor pelayanan publik yang kompleks dan melibatkan jutaan pengguna. Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya hadir untuk dunia bisnis dan industri, tetapi juga dapat mendukung pelayanan keagamaan dan sosial secara lebih efektif.
Melalui konsep yang dikenal sebagai Smart Hajj, berbagai teknologi digital mulai digunakan untuk membantu pengelolaan data jamaah, pemantauan kesehatan, pengaturan logistik, hingga penyediaan informasi secara real-time. Sistem berbasis AI memungkinkan proses pengolahan data dilakukan lebih cepat dan akurat sehingga dapat membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang membutuhkan respons segera.
Ekosistem “Smart Hajj” di Malaysia kini sepenuhnya digerakkan melalui transformasi digital oleh Lembaga Tabung Haji (TH) untuk memudahkan seluruh proses pendaftaran hingga pelaksanaan ibadah. Di tanah air, bakal jemaah dapat menguruskan segala keperluan administratif dan keuangan secara mandiri melalui aplikasi THiJARI. Mulai dari menyemak status giliran haji, menerima surat tawaran, hingga melakukan transaksi keuangan, semuanya kini dapat diakses secara instan tanpa perlu mengantre di kaunter fisik.
Ketika tiba masanya untuk berangkat ke Tanah Suci, jemaah dibekali dengan aplikasi THhujjaj yang bertindak sebagai pemandu digital pintar sepanjang waktu. Aplikasi khusus ini menyediakan rujukan ibadat yang lengkap, jadwal pergerakan harian, serta peta lokasi penting di Mekah dan Madinah. Integrasi teknologi ini memastikan setiap jemaah mendapatkan informasi terkini dan panduan keselamatan langsung dari pihak Tabung Haji demi kelancaran ibadat mereka.
Langkah digitalisasi ini bukan sahaja meningkatkan efisiensi pengurusan haji Malaysia di peringkat global, tetapi juga memberikan ketenangan minda kepada para jemaah. Dengan memusatkan semua layanan dalam genggaman, bakal jemaah dapat menghemat waktu dan tenaga secara signifikan. Hasilnya, mereka dapat mengalihkan fokus sepenuhnya untuk mempersiapkan diri, baik dari segi mental mahupun spiritual, guna meraih haji yang mabrur.
Pelaksanaan ibadah haji merupakan salah satu layanan publik paling kompleks di dunia. Setiap tahun, jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul dalam waktu dan lokasi yang sama. Pengelolaan transportasi, akomodasi, kesehatan, keamanan, serta distribusi informasi membutuhkan koordinasi yang sangat besar. Dalam kondisi tersebut, teknologi AI berpotensi menjadi alat yang mampu membantu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi risiko kesalahan administratif.
Penerapan AI dalam layanan haji juga menunjukkan bahwa teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi hadir sebagai alat pendukung yang membantu petugas memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan responsif. Dengan analisis data yang lebih akurat, petugas dapat memetakan kebutuhan jamaah, mengidentifikasi potensi kendala, dan mengambil langkah antisipatif sebelum masalah berkembang lebih besar.
Bagi Indonesia, pengalaman Malaysia menjadi referensi yang menarik untuk dipelajari. Sebagai negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia menghadapi tantangan pengelolaan data dan layanan yang tidak kalah kompleks. Digitalisasi berbasis AI berpotensi diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan dokumen, layanan kesehatan jamaah, sistem antrean, pemantauan pergerakan jamaah, hingga penyediaan informasi terpadu yang dapat diakses secara mudah oleh calon peserta haji.
Data dari berbagai studi global menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam sektor publik mampu meningkatkan efisiensi proses administrasi, mempercepat pelayanan, serta membantu pengambilan keputusan berbasis data. Tren tersebut kini mulai berkembang di berbagai negara sebagai bagian dari agenda transformasi pemerintahan digital yang berorientasi pada kualitas layanan kepada masyarakat.
Transformasi digital dalam pelayanan publik juga sejalan dengan agenda modernisasi birokrasi yang tengah dijalankan banyak negara. Masyarakat semakin menuntut layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses. Dalam konteks tersebut, teknologi AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu pemerintah memenuhi ekspektasi tersebut tanpa mengurangi kualitas interaksi manusia dalam pelayanan.
Transformasi digital yang berhasil adalah ketika teknologi membuat pelayanan publik semakin cepat, presisi, dan manusiawi. Pengalaman Malaysia dalam mengembangkan layanan haji berbasis AI menunjukkan bahwa masa depan pelayanan publik tidak hanya bergantung pada sumber daya manusia, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat untuk menghadirkan layanan yang lebih baik bagi masyarakat.
News
Bahasa Prancis Masuk Agenda Pendidikan, Langkah Strategis Menyiapkan SDM Global
Perluasan pembelajaran Bahasa Prancis dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing generasi muda Indonesia di tengah dinamika global yang semakin multipolar.
Monitorday.com– Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pembelajaran Bahasa Prancis di Indonesia dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Kebijakan ini tidak sekadar menambah pilihan bahasa asing di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar menyiapkan generasi Indonesia menghadapi perubahan tatanan dunia yang semakin terhubung dan multipolar.
Dalam beberapa dekade terakhir, kemampuan berbahasa asing telah berkembang menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan, ekonomi, dan diplomasi. Jika sebelumnya Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dominan, kini berbagai bahasa lain mulai memiliki peran strategis seiring meningkatnya pengaruh kawasan-kawasan baru dalam perekonomian dan politik global. Bahasa Prancis, misalnya, digunakan secara luas di Eropa, Afrika, serta berbagai organisasi internasional.
Penguatan pembelajaran Bahasa Prancis juga dipandang sejalan dengan kebutuhan membangun kompetensi lintas budaya. Kemampuan memahami bahasa asing tidak hanya membantu komunikasi, tetapi juga membuka wawasan terhadap cara berpikir, nilai, dan budaya masyarakat dunia. Kompetensi semacam ini semakin dibutuhkan dalam era kolaborasi internasional yang melibatkan pendidikan, perdagangan, riset, hingga teknologi.
Implementasi kebijakan tersebut dinilai dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing daerah dan satuan pendidikan. Pemerintah memiliki peluang memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran bahasa asing. Kehadiran platform pembelajaran daring, aplikasi interaktif, serta teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan proses belajar menjadi lebih fleksibel, efisien, dan terjangkau dibandingkan metode konvensional semata.
Sejumlah pengamat pendidikan menilai langkah ini mencerminkan perubahan cara pandang terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada kebutuhan domestik, tetapi juga harus mampu mempersiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang memiliki kemampuan komunikasi internasional. Penguasaan lebih dari satu bahasa asing dapat menjadi nilai tambah penting dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Selain aspek pendidikan, kemampuan berbahasa Prancis juga berpotensi membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara frankofon di bidang ekonomi, investasi, budaya, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan lebih dari 300 juta penutur di berbagai belahan dunia, Bahasa Prancis menjadi salah satu bahasa yang memiliki pengaruh signifikan dalam hubungan internasional.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang mengubah lanskap dunia kerja, kemampuan lintas bahasa tetap menjadi kompetensi yang bernilai tinggi. Teknologi dapat membantu menerjemahkan kata dan kalimat, namun kemampuan memahami konteks budaya, membangun relasi, dan menjalin komunikasi antarbangsa tetap membutuhkan keterampilan manusia. Karena itu, perluasan pembelajaran Bahasa Prancis dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Indonesia di era globalisasi baru.
“Di era AI dan globalisasi baru, kemampuan lintas bahasa adalah bagian dari daya saing bangsa.” Kalimat tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan Indonesia perlu terus berkembang agar mampu melahirkan generasi yang siap berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia.
News
Kunjungan Presiden dan Pengaruh Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik
Itensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto perlu dilihat dalam konteks persaingan global yang semakin ketat dan kompleks.
Monitorday.com– Pemerintah merespon kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut pemerintah, penilaian tersebut dinilai terlalu prematur karena belum mempertimbangkan dinamika global yang saat ini tengah mengalami perubahan besar dalam bidang ekonomi, teknologi, dan geopolitik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pun menjelaskan bahwa tidak semua agenda luar negeri dapat direncanakan jauh hari. Dinamika geopolitik global yang berubah sangat cepat membuat sejumlah kunjungan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi terkini.
Di tengah meningkatnya persaingan antarnegara untuk menarik investasi, menguasai teknologi strategis, dan memperluas pengaruh ekonomi, diplomasi aktif menjadi instrumen yang semakin penting. Kehadiran langsung kepala negara dalam berbagai pertemuan internasional dinilai tidak hanya memiliki nilai simbolik, tetapi juga berfungsi membangun kepercayaan, mempercepat komunikasi, dan membuka peluang kerja sama yang berdampak jangka panjang bagi kepentingan nasional.
Dunia saat ini memasuki era geoekonomi, ketika kekuatan ekonomi dan kemampuan membangun jaringan kerja sama menjadi faktor utama dalam menentukan posisi suatu negara. Dalam kondisi tersebut, Indonesia tidak dapat bersikap pasif atau hanya menunggu peluang datang. Sebaliknya, berbagai upaya diplomasi perlu dilakukan secara proaktif untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga dan berkembang.
Sejumlah negara di kawasan Asia maupun dunia juga meningkatkan aktivitas diplomasi tingkat tinggi untuk memperkuat akses terhadap investasi, teknologi, energi, serta pasar ekspor baru. Dalam konteks tersebut, kunjungan luar negeri kepala negara menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin intensif.
Keberhasilan diplomasi tidak dapat diukur hanya dari jumlah perjalanan atau frekuensi pertemuan internasional. Ukuran yang lebih penting adalah hasil konkret yang diperoleh, seperti peningkatan investasi, terbukanya peluang perdagangan, kerja sama teknologi, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
Banyak hasil diplomasi memerlukan waktu sebelum memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung. Oleh karena itu, evaluasi terhadap aktivitas diplomasi perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan proses negosiasi, implementasi kerja sama, dan manfaat jangka panjang yang dihasilkan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Di tengah perubahan lanskap global yang berlangsung cepat, diplomasi kini tidak lagi sekadar membahas hubungan politik antarnegara. Diplomasi modern telah berkembang menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi, memperluas akses pasar, memperoleh transfer teknologi, serta membangun kemitraan strategis di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah menilai keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan langkah yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam era geoekonomi, diplomasi bukan sekadar perjalanan, tetapi investasi pengaruh dan masa depan bangsa. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif, diperhitungkan, dan memiliki peran strategis dalam percaturan global yang terus berkembang.
News
Seskab: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Bangun Kepercayaan dengan Pemimpin Dunia
Seskab Teddy Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan luar negeri Prabowo menjadi upaya membangun kepercayaan antarnegara dan memperkuat diplomasi Indonesia di kancah global yang dinamis. Ini adalah strategi penting untuk menghadapi tantangan geopolitik.
Monitorday.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (3/6), sebagai tanggapan atas berbagai aspirasi dan kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait agenda perjalanan luar negeri Presiden.
Menurut Teddy, hubungan yang erat antarnegara tidak dapat dibangun secara instan ketika krisis terjadi. Karena itu, pemimpin negara perlu menjalin komunikasi dan kedekatan sejak awal agar tercipta kepercayaan yang dapat menjadi modal diplomasi di masa mendatang.
“Setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat dengan para pemimpin dunia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru meminta bantuan. Hubungan baik harus dibangun sejak sekarang sehingga ketika ada kondisi mendesak, kita dapat saling membantu,” ujar Teddy.
Ia menambahkan bahwa perkembangan geopolitik global yang bergerak cepat menuntut Presiden untuk aktif berinteraksi dengan berbagai kepala negara. Selain agenda tahunan yang telah direncanakan, terdapat pula kunjungan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi internasional.
Teddy menilai Prabowo memimpin Indonesia pada saat dunia tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik di sejumlah kawasan hingga ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut, kata dia, membuat komunikasi langsung dengan para pemimpin dunia menjadi semakin penting.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung melalui pertemuan formal yang terbuka untuk publik. Dalam praktiknya, komunikasi personal maupun pertemuan tertutup juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan antarnegara.
Menanggapi usulan Dino Patti Djalal agar Presiden lebih banyak memanfaatkan forum internasional untuk bertemu sejumlah kepala negara sekaligus, Teddy menyebut keputusan terkait agenda pertemuan sepenuhnya ditentukan oleh Presiden bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan prioritas kepentingan nasional.
“Presiden dan Menteri Luar Negeri yang paling memahami mana pertemuan yang menjadi prioritas, mana yang perlu dilakukan secara langsung, cukup melalui telepon, maupun yang perlu dipublikasikan atau tidak,” jelasnya.
Teddy juga menekankan bahwa tidak semua komunikasi diplomatik harus dilakukan melalui kunjungan tatap muka. Dalam situasi tertentu, komunikasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon maupun jalur diplomasi lainnya yang dianggap lebih efektif.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti sejumlah aspek terkait perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, termasuk pembiayaan kunjungan, jumlah anggota rombongan, transparansi jadwal perjalanan, frekuensi kunjungan ke berbagai negara dalam kurun waktu 1,5 tahun, serta pemanfaatan forum internasional untuk melakukan pertemuan bilateral dengan kepala negara lain.
News
Wamen Atip: Teknologi AI harus Berpijak dan Bermanfaat untuk Kemanusiaan dan Nilai Keagamaan
Wamen Atip mengingatkan bahwa AI tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu manusia. Ia mengajak civitas akademika memanfaatkan AI untuk memperkaya pengetahuan Islam yang bermanfaat bagi masyarakat.
Monitorday.com – Bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis), di Depok, Jawa Barat, Senin (1/6).
Dengan tajuk Membangun Peradaban Berbasis Etika Menakar Peluang dan Tantangan Masa Depan Bagi Sarjana Muslim, Wamen Atip mengajak kepada seluruh civitas akademika STAI Persis dan para wisudawan untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai penguat kapasitas intelektual, khususnya di bidang keilmuan agama Islam.
Dalam orasinya, Wamen Atip turut menyoroti kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh AI. Menurutnya, banyak kekhawatiran yang muncul bahwa AI dapat menggeser peran strategis keilmuan agama, khususnya bidang pembuatan fatwa dan kajian keagamaan. “AI sejatinya tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu dan kepasitas intelektual manusia. Kehebatan otak manusia tetap menghasilkan kualitas terbaik dengan kemampuan berfikir kritis dan kreatifitas,” ungkap Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, di Depok, Senin (1/6).
Pada konteks perguruan tinggi Islam, Wamen Atip menilai AI perlu dipandang sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh seluruh sivitas akademika. Baginya, kemudahan informasi melalui AI dapat dimanfaatkan untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan Islam yang berguna untuk masyakarat.
“Tantangan saat ini adalah bagaimana kita harus memperkaya data dan informasi tentang keislaman di AI, agar hal tersebut bukan hanya sebagai ilmu, tetapi menjadi sumber inspirasi. Tentunya perlu upaya kolektif untuk memperkaya basis pengetahuan digital dengan informasi yang akurat mengenai pemikiran, tradisi, dan khazanah keilmuan Islam, termasuk kontribusi organisasi-organisasi Islam di Indonesia,” papar Wamen Atip.
Di sisi lain, Wamen Atip memandang ilmu keislaman harus terus dikembangkan agar tidak berhenti pada tataran normatif semata. Perguruan tinggi Islam dijelaskannya harus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi lahirnya ilmu yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk di bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan kebijakan publik.
“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya memanfaatkan waktu dan menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat, inovasi yang berdampak, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” pungkas Wamen Atip.
News
Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional, Siapa Penggantinya?
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN baru, menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian ini efektif 2 Juni 2026.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni 2026.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pergantian ini terjadi pada hari yang sama ketika Dadan masih menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN. Pada Selasa pagi, ia turut mendampingi Presiden Prabowo meninjau operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palmerah, Jakarta Barat. Setelah itu, Dadan juga ikut dalam kunjungan Presiden ke SMPN 111 Jakarta untuk memantau pelaksanaan program MBG bagi para siswa.
Dadan Hindayana merupakan akademisi dan pakar entomologi atau ilmu serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pertama kali diangkat sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94B Tahun 2024 dan dilantik oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.
Setelah pergantian pemerintahan, Dadan tetap dipercaya memimpin BGN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhirnya diberhentikan pada 2 Juni 2026.
Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Sejak mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025, Program MBG menjadi salah satu program sosial berskala nasional yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
