News
Tabung Merah Putih Berbasis CNG Bakal Gantikan LPG 3 Kg
Simak rencana pemerintah mengganti LPG 3 kg dengan Tabung Merah Putih CNG. Program ini berfokus pada efisiensi energi dan pemanfaatan gas domestik.
Monitorday.com – Pemerintah mulai mempersiapkan penggunaan Tabung Merah Putih berbasis compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus menekan beban subsidi energi.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaiman, mengatakan prototipe tabung CNG akan mulai diproduksi pada Juli 2026 sebelum menjalani serangkaian pengujian keselamatan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
“Prototipe sedang dibuat pada Juli dan akan diuji di Lemigas. Jumlahnya sekitar 15 unit,” ujar Laode.
Nama Tabung Merah Putih sebelumnya diperkenalkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai identitas tabung CNG yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Menurut Laode, tabung CNG yang tengah dikembangkan memiliki kapasitas energi yang setara dengan LPG 3 kilogram sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa mengubah pola konsumsi masyarakat.
Seluruh prototipe saat ini diproduksi di China menggunakan teknologi Type IV Composite Cylinder, yaitu tabung berbahan komposit yang lebih ringan dibandingkan tabung logam konvensional.
Penggunaan material komposit dipilih untuk meningkatkan kenyamanan pengguna, terutama karena bobot tabung yang lebih ringan sehingga lebih mudah dipindahkan.
Sebelum digunakan secara luas, seluruh prototipe akan menjalani pengujian menyeluruh di Lemigas, meliputi ketahanan tekanan, sistem katup (valve), serta aspek keselamatan lainnya guna memastikan produk memenuhi standar keamanan.
Pemerintah memastikan harga jual Tabung Merah Putih akan disesuaikan dengan harga LPG 3 kilogram agar tidak menambah beban pengeluaran masyarakat.
Meski dipasarkan dengan harga yang sama, penggunaan CNG diperkirakan mampu mengurangi anggaran subsidi energi hingga sekitar 30 persen. Efisiensi tersebut berasal dari pemanfaatan gas bumi domestik yang dinilai lebih ekonomis dibandingkan LPG yang masih bergantung pada impor.
Namun demikian, skema tersebut masih dalam tahap simulasi dan akan terus dievaluasi sebelum diterapkan secara nasional.
Kementerian ESDM menegaskan program penggantian LPG ke CNG tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.
Tahap awal implementasi akan difokuskan pada daerah yang telah memiliki jaringan distribusi gas dan pasokan gas bumi yang memadai. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan SKK Migas serta pelaku usaha hulu migas untuk memastikan ketersediaan pasokan sebelum program dijalankan.
Pendekatan bertahap dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus menghindari gangguan terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain menyiapkan distribusi, pemerintah juga membuka peluang pembangunan pabrik tabung komposit di Indonesia.
Saat ini seluruh prototipe masih diproduksi di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan nasional meningkat, pemerintah akan mendorong investasi untuk membangun fasilitas produksi dalam negeri.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tingkat komponen dalam negeri (TKDN), menekan biaya produksi, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur.
Rencana pemanfaatan CNG untuk kebutuhan rumah tangga merupakan bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dengan memaksimalkan penggunaan gas bumi yang tersedia di dalam negeri.
Melalui program ini, pemerintah berharap ketahanan energi nasional semakin kuat, efisiensi subsidi meningkat, serta pemanfaatan sumber daya gas domestik dapat dilakukan secara lebih optimal.
Meski demikian, pemerintah menegaskan Tabung Merah Putih masih berada pada tahap pengembangan dan pengujian. Keputusan mengenai implementasi secara luas baru akan dilakukan setelah seluruh aspek teknis, keselamatan, serta kesiapan infrastruktur dinyatakan memenuhi standar yang ditetapkan.
News
60.896 Guru Dipanggil Ikut PPG 2026 Tahap II
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahap II sebagai upaya mempercepat sertifikasi dan meningkatkan profesionalisme guru di Indonesia.
Monitorday.com– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mempercepat program sertifikasi guru dengan memanggil 60.896 guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu Tahun 2026 Tahap II. Para peserta berasal dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, termasuk guru yang bertugas di satuan pendidikan Indonesia di luar negeri.
Direktur Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kemendikdasmen, Ferry Maulana Putra, menjelaskan bahwa seluruh guru yang dipanggil telah memenuhi persyaratan administrasi. Pemerintah meminta para peserta segera mengonfirmasi kesediaan mengikuti program melalui akun Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) masing-masing.
Menurut Ferry, pemanggilan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat penuntasan sertifikasi guru di Indonesia. Sertifikasi menjadi salah satu agenda penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memastikan seluruh guru memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.
Apa itu PPG?
Pendidikan Profesi Guru atau PPG merupakan program pendidikan profesi yang dirancang untuk membentuk guru yang profesional, kompeten, dan memenuhi standar nasional pendidikan. Program ini menjadi tahapan yang harus ditempuh guru untuk memperoleh Sertifikat Pendidik, yaitu bukti formal bahwa seorang guru telah memenuhi kompetensi sebagai tenaga profesional.
Kewajiban memiliki sertifikat pendidik diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Melalui regulasi tersebut, sertifikat pendidik menjadi salah satu syarat utama pengakuan profesional bagi seorang guru.
Selain menjadi pengakuan kompetensi, sertifikat pendidik juga menjadi salah satu persyaratan untuk memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena itu, penyelesaian PPG menjadi target penting bagi pemerintah maupun para guru.
Mengapa PPG Guru Tertentu Penting?
Program PPG bagi Guru Tertentu ditujukan untuk mempercepat sertifikasi bagi guru yang telah lama mengajar namun belum memiliki sertifikat pendidik. Melalui skema ini, guru dapat mengikuti pembelajaran yang lebih fleksibel dengan memanfaatkan platform digital Ruang GTK, kemudian mengikuti uji kompetensi sebagai tahap akhir.
Kemendikdasmen menilai program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Selama proses PPG, guru dibekali penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian agar mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada peserta didik.
Direktorat PPG mencatat peserta terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Barat sebanyak 8.565 guru, disusul Jawa Timur 6.548 guru, Sumatera Utara 4.425 guru, dan Jawa Tengah 3.964 guru. Secara keseluruhan terdapat 60.896 guru yang dipanggil mengikuti PPG Tahap II tahun ini.
Tahapan PPG 2026 Tahap II
Setelah dinyatakan sebagai calon peserta, guru akan mengikuti beberapa tahapan, yakni lapor diri pada 1–4 Juli 2026, orientasi pada 8 Juli 2026, dilanjutkan pembelajaran mandiri melalui platform Ruang GTK hingga 12 Agustus 2026, sebelum akhirnya mengikuti Uji Kompetensi Peserta PPG (UKPPPG).
Guru yang dinyatakan lulus seluruh rangkaian tersebut akan memperoleh Sertifikat Pendidik sebagai bukti profesionalisme sekaligus salah satu syarat memperoleh tunjangan profesi guru.
Dengan terus bertambahnya jumlah guru yang mengikuti PPG setiap tahun, pemerintah berharap target penuntasan sertifikasi nasional dapat tercapai lebih cepat. Langkah ini diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran di sekolah, serta mutu pendidikan Indonesia secara keseluruhan.
News
Presiden Belarus Datang, Kita Bisa Dagang Apa?
Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko membuka peluang kerja sama perdagangan baru, mulai dari pupuk, alat berat, produk pertanian, hingga industri strategis.
Monitorday.com– Kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada Kamis (2/7/2026) menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Selain membahas hubungan diplomatik, pemerintah kedua negara menargetkan peningkatan perdagangan, investasi, pertanian, industri, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi dalam beberapa tahun ke depan. Persiapan kunjungan tersebut telah dimatangkan melalui pertemuan Menteri Luar Negeri kedua negara serta penyusunan peta jalan kerja sama bilateral 2026–2030.
Meski nilai perdagangan Indonesia dan Belarus masih relatif kecil dibandingkan mitra dagang utama Indonesia, kedua negara memiliki struktur ekonomi yang saling melengkapi. Belarus merupakan salah satu negara industri terbesar di kawasan Eropa Timur dengan keunggulan pada mesin berat, traktor, kendaraan angkut, pupuk kalium (potash), serta produk kimia. Sementara Indonesia memiliki kekuatan pada komoditas pertanian, makanan, tekstil, produk karet, kayu olahan, hingga minyak sawit.
Dari sisi Indonesia, peluang ekspor terbesar ke Belarus berasal dari minyak kelapa sawit dan turunannya, kopi, teh, kakao, karet alam, ban kendaraan, furnitur, alas kaki, produk tekstil, makanan olahan, rempah-rempah, serta hasil perikanan. Dengan meningkatnya hubungan bilateral, produk-produk tersebut berpotensi memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui Belarus sebagai salah satu pintu masuk menuju kawasan Eurasia.
Sebaliknya, Indonesia dapat memanfaatkan Belarus sebagai pemasok berbagai kebutuhan industri. Negara tersebut dikenal sebagai produsen traktor, alat berat pertanian, dump truck tambang, mesin industri, pupuk kalium, hingga berbagai produk teknik presisi. Kerja sama ini dinilai dapat mendukung program ketahanan pangan, hilirisasi industri, modernisasi pertanian, serta pengembangan sektor pertambangan di Indonesia.
Peluang lain yang mulai dibahas adalah peningkatan investasi, transfer teknologi, pendidikan vokasi, serta kerja sama riset di bidang manufaktur dan rekayasa industri. Belarus juga merupakan anggota penting Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), sehingga hubungan yang semakin erat berpotensi membuka akses Indonesia ke pasar regional yang lebih luas apabila implementasi kerja sama perdagangan terus berkembang.
Bagi Indonesia, kunjungan Presiden Lukashenko bukan sekadar agenda diplomatik, tetapi juga peluang untuk memperluas pasar ekspor nontradisional sekaligus memperkuat diversifikasi mitra dagang. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pembukaan pasar baru menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga pertumbuhan ekspor dan meningkatkan daya saing industri nasional.
News
Rupiah Masih Terjaga Stabil
Bank Indonesia terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui kebijakan moneter dan intervensi di pasar keuangan.
Monitorday.com– Nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian utama otoritas moneter di tengah dinamika pasar keuangan global. Bank Indonesia terus melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah agar tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.
Berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diperbarui pada Kamis (2/7/2026), kurs jual dolar Amerika Serikat berada di level Rp18.050,81, sedangkan kurs beli berada di Rp17.871,19 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian global, penguatan dolar AS, serta meningkatnya permintaan impor energi. Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan akan terus melakukan intervensi secara terukur di pasar valuta asing, pasar obligasi, serta instrumen moneter lainnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Sejak pertengahan Juni, kebijakan kenaikan suku bunga acuan dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik. Arus modal yang kembali masuk diharapkan dapat membantu memperkuat stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Ke depan, arah pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta kondisi perdagangan internasional. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar sebagai bagian dari upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
News
IHSG Menguat, Saham Energi dan Infrastruktur Diburu
IHSG dibuka di zona hijau setelah menguat pada perdagangan sebelumnya, didorong optimisme investor terhadap sektor energi dan infrastruktur.
Monitorday.com– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (2/7/2026) dengan penguatan, melanjutkan sentimen positif setelah sehari sebelumnya ditutup naik 0,92 persen ke level 5.695,12. Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG kembali menguat 14,72 poin atau sekitar 0,26 persen ke posisi 5.709,84.
Penguatan tersebut didukung meningkatnya minat investor terhadap saham-saham sektor energi, bahan baku, dan infrastruktur yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan suku bunga global, data ketenagakerjaan Amerika Serikat, serta prospek perekonomian domestik.
Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih bergerak dengan volatilitas yang cukup tinggi. Meski peluang penguatan tetap terbuka, investor diimbau mencermati level support dan resistance serta memilih saham dengan fundamental yang kuat.
Di dalam negeri, inflasi yang relatif terkendali serta berbagai kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi dinilai menjadi faktor yang dapat menopang kepercayaan pasar dalam jangka menengah. Namun, sentimen eksternal masih menjadi variabel utama yang menentukan arah pergerakan indeks.
Pelaku pasar kini menunggu sejumlah data ekonomi global yang diperkirakan akan menjadi penentu arah arus modal asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
News
Transformasi Ekonomi Berlanjut, Indonesia Siapkan Ekosistem Investasi Masa Depan
Berbagai reformasi ekonomi menunjukkan komitmen Indonesia membangun iklim usaha yang semakin kompetitif.
Monitorday.com– Di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia terus melanjutkan agenda transformasi ekonomi melalui berbagai reformasi kelembagaan, regulasi, serta pembangunan ekosistem investasi yang lebih modern.
Pembahasan regulasi baru, penguatan sektor keuangan, hingga implementasi program energi nasional menunjukkan arah pembangunan yang semakin berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Langkah-langkah tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
Dengan kombinasi reformasi kebijakan, peningkatan kepastian hukum, dan pembangunan infrastruktur ekonomi, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk menarik investasi berkualitas.
Perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
News
Program Biodiesel B50 Resmi Dimulai, Hemat Impor Energi Hingga Ratusan Triliun Rupiah
Implementasi B50 memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.
Monitorday.com– Pemerintah resmi menjalankan program biodiesel B50 mulai Juli 2026 sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan energi nasional. Kebijakan ini mewajibkan pencampuran 50 persen biodiesel berbahan baku sawit dengan 50 persen solar.
Program tersebut diperkirakan mampu menghemat biaya impor energi hingga sekitar Rp157 triliun dalam satu tahun, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.
Selain mengurangi impor bahan bakar fosil, kebijakan ini juga memperluas pasar domestik bagi produk kelapa sawit Indonesia.
Implementasi B50 dinilai menjadi salah satu bentuk hilirisasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung target transisi energi nasional.
Keberhasilan program ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja baru di sektor perkebunan, pengolahan biodiesel, hingga distribusi energi.
News
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Mulai Dibahas. Buat Apa?
DPR mulai membahas RUU Pusat Keuangan Internasional sebagai langkah memperkuat daya saing Indonesia dalam menarik investasi global.
Monitorday.com– Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisi sebagai tujuan investasi internasional. Komisi XI DPR resmi memulai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai pembentukan Pusat Keuangan Internasional yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor jasa keuangan nasional.
RUU tersebut mengusulkan pembentukan kawasan keuangan dengan sistem penyelesaian sengketa bisnis yang lebih khusus sehingga dapat memberikan kepastian hukum bagi investor internasional. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari reformasi untuk memperkuat iklim investasi Indonesia.
Apabila disahkan, regulasi ini berpotensi membuka peluang masuknya modal asing, memperluas aktivitas jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem investasi nasional.
Pemerintah berharap keberadaan pusat keuangan internasional mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan memperbesar peran Indonesia di kawasan Asia.
Pembahasan RUU tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia terus melakukan pembenahan regulasi untuk meningkatkan kepercayaan dunia usaha.
News
Benih Kecerdasan di Kamar Laboratorium Yann LeCun
Kisah awal Yann LeCun, salah satu pionir AI terkemuka, dimulai di kamar tidurnya yang menjadi lab eksperimen. Temukan bagaimana impuls teknis dan rasa penasaran membentuk jenius masa depan.
BAGI sebagian besar orang tua, kamar tidur anak adalah tempat untuk beristirahat dan menyimpan mainan rapi di dalam kotak. Namun, bagi pasangan suami istri LeCun di pinggiran kota Soisy-sous-Montmorency, Prancis, kamar putra mereka adalah sebuah pengecualian. Memasuki awal tahun 1970-an, kamar Yann LeCun kecil telah bertransformasi menjadi sebuah laboratorium eksperimen yang acak-acakan namun penuh dengan kehidupan.
Alih-alih memarahi Yann karena membuat kamarnya berantakan, orang tuanya justru sengaja membiarkan ruang itu menjadi zona bebas berkreasi. Di sudut ruangan, tumpukan jam dinding kuno yang tak lagi berdetak, radio-radio tabung yang bising, dan perangkat elektronik bekas sengaja dikumpulkan oleh sang ibu dan ayah. Kamar itu menjadi saksi bisu ritual harian Yann: ritual ngoprek.
Dengan obeng kecil di tangan dan rasa ingin tahu yang meluap-luap, Yann menghabiskan berjam-jam membongkar mesin-mesin mati tersebut, memetakan sirkuitnya, dan mencoba memahami bagaimana benda-benda mati itu bisa bekerja. Bagi Yann, setiap barang rusak bukan sebuah sampah, melainkan sebuah teka-teki yang menanti untuk dipecahkan.
Rasa penasaran yang tak terbatas ini menemukan mentor terbaiknya pada sosok sang ayah, seorang insinyur kedirgantaraan (aeronautical engineer). Di sinilah momen krusial itu terjadi—momen di mana sang ayah menularkan apa yang kelak disebut Yann sebagai “Technical Impulse” (Impuls Teknis). Istilah ini bukan sekadar bakat genetika, melainkan sebuah “dorongan internal” yang diwariskan lewat kedekatan aksi, sebuah cara pandang bahwa dunia mekanik dan elektronika adalah kanvas yang bisa dimanipulasi dengan logika.
Salah satu proyek bersama yang paling membekas adalah ketika mereka merakit sebuah pesawat model dan mobil kendali jarak jauh (remote control) benar-benar dari nol. Di atas meja kerja yang penuh uap timah panas, sang ayah tidak menyuapi Yann dengan instruksi instan. Ketika pesawat model itu gagal terbang seimbang atau sirkuit radio mobil remote control mendadak mati, sang ayah mengajarkannya untuk tidak frustrasi.
Yann diajari seni melakukan debugging secara fisik: melacak kabel yang salah disolder, menghitung ulang aerodinamika sayap dari kayu balsa, dan mencoba lagi. Lewat proyek ini, koordinasi motorik Yann terasah, logika strukturnya terbangun tajam, dan pemahaman spasial tiga dimensinya terbentuk di luar kepala. Yann belajar satu hukum mutlak: sebuah sistem yang sangat rumit dan besar, sebenarnya hanyalah kumpulan dari komponen-komponen kecil sederhana yang terorganisasi dengan presisi.
Perkembangan intelektual Yann mendapatkan bahan bakar imajinasi terbesarnya saat ia menginjak usia 9 tahun. Orang tuanya mengajaknya ke sebuah bioskop di Paris untuk menonton film fiksi ilmiah mahakarya Stanley Kubrick, 2001: A Space Odyssey. Ketika anak-anak seusianya mungkin merasa bosan dengan alur film yang lambat, Yann justru terhipnotis oleh kehadiran HAL 9000—sebuah komputer super cerdas yang mampu berbicara, berpikir, dan mengendalikan seluruh pesawat luar angkasa. Sepanjang jalan pulang, benak Yann dipenuhi pertanyaan besar. Momen sinematik itu merombak peta cita-citanya. Obsesinya bergeser: ia tidak lagi hanya ingin memperbaiki mesin fisik, ia ingin menciptakan “pikiran” di dalam mesin tersebut.
Seiring bertambahnya usia, Technical Impulse yang ditanamkan sang ayah mengalami evolusi intelektual yang pesat di masa remaja Yann. Karena keterbatasan ekonomi untuk membeli alat musik canggih yang mahal, Yann menggunakan logika meja kerja ayahnya untuk merakit alat musik synthesizer dan sequencer-nya sendiri dari komponen elektronik sisa agar bisa bermain di band sekolah. Saat komputer sirkuit tunggal primitif mulai muncul di pasaran, ia mengikis uang sakunya demi bisa membelinya. Secara otodidak, ia belajar memprogram baris demi baris kode komputer di kamarnya yang kini sudah dipenuhi buku-buku kalkulus.
Fase transisi dari seorang anak yang hobi ngoprek menjadi ilmuwan visioner terjadi ketika Yann mulai menghubungkan ingatan masa kecilnya tentang merakit komponen pesawat balsa dengan konsep jaringan saraf tiruan. Ia menyadari bahwa untuk membuat komputer secerdas HAL 9000, mesin tersebut harus meniru alam: dilatih mengenali pola-pola terkecil terlebih dahulu (seperti kabel atau garis), menyusunnya menjadi bagian yang lebih besar (seperti sayap atau bentuk objek), hingga akhirnya memahami sistem secara utuh.
Logika sederhana dari meja kerja sang ayah itulah yang puluhan tahun kemudian bertransformasi menjadi Convolutional Neural Networks (CNN), fondasi utama kecerdasan buatan modern yang hari ini kita gunakan untuk mengenali wajah dan objek di seluruh dunia. Sebuah lompatan besar peradaban digital yang akarnya bermula dari sebuah kamar tidur yang berantakan dan bimbingan hangat seorang ayah.
News
Pemerintah Siapkan Kredit Khusus Perempuan Pelaku UMKM, Bunga Dipangkas Jadi 8 Persen
Pemerintah meluncurkan program kredit khusus bagi perempuan pelaku UMKM dengan bunga 8 persen. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan dan mendukung pertumbuhan usaha mikro di Indonesia.
Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan skema kredit program baru yang ditujukan bagi perempuan pelaku usaha mikro dengan suku bunga lebih rendah. Melalui kebijakan tersebut, bunga pembiayaan ditetapkan sebesar 8 persen flat per tahun, turun dari kisaran 18–25 persen yang selama ini berlaku pada skema pembiayaan PNM Mekaar.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan program tersebut akan menjadi pelengkap empat skema kredit pemerintah yang telah berjalan, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Program Perumahan (KPP).
“Program ini diharapkan memberikan akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi perempuan yang sedang menjalankan usaha, ingin memulai usaha, maupun yang ingin kembali berwirausaha,” ujar Haryo dalam keterangan resminya.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan ditujukan kepada sekitar 12 juta perempuan pelaku usaha ultra mikro dan super mikro yang menjadi nasabah binaan PNM Mekaar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penurunan bunga dilakukan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil agar memperoleh akses pembiayaan yang lebih ringan.
“Kredit yang selama ini disalurkan melalui PNM Mekaar dengan bunga sekitar 18 persen diminta Presiden untuk diturunkan. Setelah dilakukan kajian, ditetapkan menjadi 8 persen,” kata Airlangga.
Dalam skema baru tersebut, plafon pinjaman tetap maksimal Rp15 juta per debitur dengan jangka waktu pembiayaan antara enam hingga 24 bulan. Persyaratan pengajuan kredit tidak mengalami perubahan.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah mengalokasikan subsidi bunga atau subsidi marjin sebesar Rp2,62 triliun pada 2026.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menjelaskan subsidi tersebut memungkinkan bunga pinjaman ditekan hingga 8 persen per tahun.
Ia menambahkan, tingginya bunga pada skema sebelumnya dipengaruhi oleh model pendampingan intensif yang dilakukan PNM. Selain menyalurkan pembiayaan, petugas lapangan juga memberikan pembinaan, pendampingan usaha, serta pemantauan terhadap perkembangan usaha nasabah.
Haryo juga mengungkapkan bahwa hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran seluruh program kredit pemerintah telah mencapai Rp167,97 triliun atau sekitar 49,2 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp341,39 triliun.
Kontributor terbesar berasal dari penyaluran KUR yang mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur. Nilai tersebut setara 50,83 persen dari target penyaluran tahun ini, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 2,39 persen.
Sementara itu, realisasi Kredit Alsintan mencapai Rp71,10 miliar, Kredit Industri Padat Karya sebesar Rp91,93 miliar, dan Kredit Program Perumahan mencapai Rp17,74 triliun.
Akademisi Universitas Indonesia, Diding S. Anwar, menilai kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, bunga pinjaman yang lebih rendah dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembiayaan informal yang umumnya mengenakan biaya lebih tinggi, sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan nasional.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan usaha, literasi keuangan, digitalisasi UMKM, serta perluasan akses pasar agar program tersebut mampu mendorong pelaku usaha naik kelas.
Saat ini pemerintah bersama PNM dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih menyusun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai dasar hukum pelaksanaan program. Skema kredit baru tersebut ditargetkan mulai diimplementasikan dalam beberapa bulan mendatang.
News
RANS Bidik Dana IPO hingga Rp429 Miliar, Siap Ekspansi Bisnis Hiburan, AI, dan Cipungland
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) menargetkan dana Rp429,25 miliar dari IPO untuk memperkuat bisnis hiburan, AI, dan Cipungland. Dana ini akan mendukung ekspansi konser, taman rekreasi, dan pengembangan teknologi.
Monitorday.com – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp429,25 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis di berbagai sektor strategis.
Berdasarkan prospektus awal, RANS menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan IPO. Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.
Dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis hiburan, rekreasi keluarga, teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga memperbaiki struktur permodalan perusahaan.
Porsi terbesar dana IPO, sekitar 37,61 persen, akan dialokasikan untuk mendukung penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis nasional maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.
Investasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat lini bisnis live entertainment yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan menjanjikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap industri hiburan.
Selain memperluas bisnis konser, sekitar 18,64 persen dana hasil IPO akan digunakan sebagai belanja modal pembangunan Cipungland, proyek taman rekreasi keluarga yang menjadi salah satu andalan RANS.
Perseroan juga mengalokasikan sekitar 8,15 persen dana untuk mengembangkan bisnis berbasis AI melalui penguatan platform Feedloop. Pengembangan teknologi ini diharapkan dapat memperluas ekosistem digital perusahaan sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Sebanyak 19,80 persen dana IPO akan dimanfaatkan untuk mengakuisisi kepemilikan saham PT RANS Kosmetika Indonesia, perusahaan yang menaungi merek kecantikan Slavina. Langkah tersebut diharapkan memperkuat portofolio bisnis produk konsumen yang telah dikembangkan perseroan.
Sementara itu, sekitar 6,98 persen dana akan digunakan untuk melunasi lebih awal sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Pelunasan tersebut diharapkan dapat menurunkan beban keuangan perusahaan, sedangkan sisa dana akan dialokasikan sebagai tambahan modal kerja melalui entitas anak guna mendukung ekspansi usaha.
Menjelang pencatatan saham perdana, struktur kepemilikan saham publik atau free float RANS sempat menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, Bursa Efek Indonesia memastikan perseroan telah memenuhi ketentuan pencatatan, dengan estimasi porsi saham publik mencapai sekitar 28,85 persen setelah memperhitungkan kepemilikan pemegang saham lama yang memenuhi kriteria free float.
Melalui IPO ini, RANS menargetkan penguatan ekosistem bisnis yang terintegrasi, mulai dari media digital, penyelenggaraan acara, taman hiburan keluarga, produk konsumen, hingga pengembangan teknologi berbasis AI.
Perseroan berharap dana hasil penawaran umum perdana saham dapat mempercepat ekspansi usaha sekaligus meningkatkan daya saing di industri hiburan dan ekonomi digital Indonesia.
