News
Agama Dan Negara Terus Saling Memerlukan
Dewan Pertimbangan MUI menegaskan kembali pentingnya sinergi antara nilai keagamaan dan pilar kebangsaan demi keutuhan negara.
Monitorday.com– Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menyampaikan pesan penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Pesan tersebut secara khusus mengingatkan tentang eratnya hubungan dalam konteks tata kehidupan berbangsa di Indonesia. Lembaga ini menegaskan bahwa agama dan negara sejatinya merupakan dua elemen penting yang terus saling melengkapi serta memerlukan.
Pernyataan strategis ini hadir untuk mempertegas posisi penting umat Islam di Tanah Air. Umat Muslim diharapkan terus mengambil peran aktif dalam mendukung terciptanya harmoni yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Langkah tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap terjaganya stabilitas nasional secara menyeluruh dan komprehensif.
Dalam praktiknya, peran agama tidak bisa dilepaskan dari jalannya roda pemerintahan masa kini. Nilai-nilai agama diyakini akan terus menjadi fondasi moral yang sangat kokoh bagi berbagai arah kebijakan. Pedoman moral ini memastikan bahwa setiap keputusan birokrasi selalu berjalan selaras dengan etika dan kebaikan umat.
Di sisi lain, institusi negara juga memikul tanggung jawab yang tidak kalah krusial terhadap keberadaan agama. Negara secara konstitusi berkewajiban memberikan perlindungan penuh bagi kebebasan beribadah seluruh warganya tanpa terkecuali. Jaminan keamanan ini menjadi instrumen utama agar setiap masyarakat dapat menjalankan keyakinannya dengan aman dan tenang.
Sinergi yang kuat antara kedua elemen ini dipastikan akan menciptakan lingkungan sosial yang sangat kondusif. Pemerintah dan seluruh tokoh agama dituntut untuk selalu bergandengan tangan dalam menghadapi dinamika tantangan zaman. Pada akhirnya, kolaborasi erat ini akan membawa bangsa Indonesia melangkah menuju peradaban yang jauh lebih gemilang.
News
Kemenhaj Ajukan Dana Rp4 Triliun
Persiapan operasional ibadah haji tahun mendatang mulai dikebut lewat pengajuan anggaran strategis demi jaminan kenyamanan jemaah.
Monitorday.com– Kementerian terkait saat ini telah secara resmi mengajukan anggaran uang muka sebesar Rp4 triliun.
Pengajuan kucuran dana bernilai fantastis tersebut diperuntukkan secara khusus guna mengamankan penyewaan tenda serta berbagai layanan krusial.
Berbagai fasilitas penting tersebut dipersiapkan sejak dini untuk menopang seluruh kebutuhan operasional pelaksanaan ibadah haji tahun 2027 mendatang.
Kebijakan percepatan penganggaran ini merupakan bentuk langkah antisipatif dan persiapan lebih awal yang dinilai sangat strategis.
Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk menjamin tingkat kenyamanan, kelengkapan fasilitas, hingga keamanan jemaah haji Indonesia secara maksimal.
Dengan adanya kepastian ketersediaan layanan sejak awal, berbagai potensi kendala dan masalah operasional di Tanah Suci diharapkan dapat diminimalisir.
Pada akhirnya, inisiatif perlindungan sejak dini ini sangat diharapkan mampu mengawal kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji secara keseluruhan.
News
Narasi Baru Untuk Lawan Islamofobia
Wakil Menteri Luar Negeri RI menegaskan pentingnya pendekatan segar guna menghadapi tantangan diskriminasi komunitas Muslim secara global.
Monitorday.com– Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, menegaskan bahwa dunia saat ini sangat membutuhkan sebuah narasi baru dan segar.
Langkah strategis tersebut dinilai sangat krusial untuk melawan sentimen Islamofobia serta polarisasi global yang kian meruncing dewasa ini.
Tantangan berupa tindakan diskriminasi terhadap komunitas Muslim global saat ini memang terus menunjukkan tren yang mengalami peningkatan.
Dalam menghadapi situasi yang makin kompleks tersebut, persoalan ini jelas memerlukan sebuah respons diplomasi yang tangguh.
Selain mengandalkan jalur diplomasi antarnegara, penyelesaian masalah ini juga menuntut hadirnya pendekatan kultural yang kuat di tengah masyarakat.
Kehadiran narasi baru tersebut pada dasarnya sangat diharapkan akan mampu memecah berbagai stigma negatif yang selama ini terlanjur melekat.
Pada akhirnya, seluruh upaya ini ditujukan semata-mata untuk membangun pemahaman antarumat beragama yang jauh lebih harmonis dan damai.
News
Proyek LNG Abadi Masela Dimulai
Langkah strategis di kawasan Indonesia Timur ini diharapkan menjadi tonggak kemandirian energi sekaligus motor penggerak ekonomi rakyat.
Monitorday.com– Pemerintah kembali memacu mesin ekonomi secara masif, khususnya di kawasan strategis Indonesia Timur.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah membuka langsung proses groundbreaking proyek raksasa LNG Abadi Masela.
Proyek infrastruktur vital berskala masif tersebut berlokasi tepatnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.
Pembangunan fasilitas ini didesain secara khusus tidak hanya sebagai tonggak penting bagi kemandirian energi nasional.
Lebih dari sekadar urusan energi, megaproyek ini juga ditegaskan harus bisa menjadi penggerak utama bagi ekonomi rakyat sekitar.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menjamin bahwa kelancaran operasional di lapangan akan mengutamakan penyerapan tenaga kerja yang berasal dari putra daerah.
Langkah penyerapan tenaga kerja ini juga akan dibarengi dengan komitmen kuat untuk menjalin kemitraan bersinergi bersama para pengusaha lokal setempat.
News
Rahasia Purba di Jantung La Furia Roja
Kita semua baru saja takjub. Kagum. Menyaksikan bagaimana Spanyol begitu perkasa menguasai panggung sepak bola dunia.
Gaya mainnya rancak, mentalnya juara, kolektivitasnya luar biasa. Spanyol, di mata kita, adalah lambang kesempurnaan sepak bola modern yang anggun.
Namun, di tengah kekaguman itu, ada satu hal yang membuat saya—dan mungkin Anda juga—sering terheran-heran.
Coba Anda perhatikan lembar susunan pemain mereka. Lidah kita pasti mendadak kelu saat membaca nama-nama andalan La Furia Roja. Oyarzabal. Zubimendi. Azpilicueta. Illarramendi. Ada getaran huruf ‘z’ yang tebal. Ada tumpukan huruf ‘x’ dan ‘tx’ yang ganjil.
Ini aneh. Ini bukan bahasa Spanyol yang biasa kita dengar di Madrid. Bukan pula bahasa Catalan yang meliuk-liuk seperti di Barcelona.
Itu adalah bahasa Euskara. Bahasanya orang Basque.
Suku bangsa yang tinggal di pesisir utara Spanyol, berbatasan dengan Prancis. Di sana, di balik megahnya pegunungan Cantabria yang hijau dan curam, tersimpan sebuah misteri sosiologi terbesar di Eropa. Sebuah bangsa yang otentiknya minta ampun. Dan kini, anak-anak dari suku gunung inilah yang justru menjadi jantung, otot, dan penentu kejayaan Timnas Spanyol.
Keunikan pertama jelas dari namanya yang membuat kita heran tadi. Bagi orang Basque, nama bukan sekadar identitas di KTP. Nama adalah alamat rumah. Nama adalah sejarah keluarga.
Ketika saya mempelajari struktur bahasa mereka, saya takjub. Nama Oyarzabal itu, kalau dibedah, artinya hutan yang luas. Zubimendi artinya jembatan di atas gunung. Hampir semua nama belakang orang Basque merujuk pada topografi, alam, atau posisi rumah leluhur mereka di desa.
Jadi, ketika seorang pemain menyebutkan namanya, dia sebenarnya sedang memberi tahu dunia dari gunung mana leluhurnya berasal. Otentik. Tidak ada duanya.
Mengapa nama dan budaya mereka bisa seotentik itu di tengah gempuran dunia modern?
Inilah fakta sejarah yang membuat saya geleng-geleng kepala: mereka tidak pernah benar-benar dijajah oleh Kekaisaran Romawi.
Bayangkan. Dua ribu tahun lalu, Romawi adalah raksasa dunia.
Mereka melindas seluruh Eropa. Mereka menaklukkan Prancis, menjajah tanah Inggris, dan menguasai hampir seluruh Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal hari ini).
Tapi begitu legiun tempur Romawi sampai di kaki pegunungan utara ini, mereka membentur tembok tebal. Bukan tembok batu, melainkan tembok manusia berkulit keras.
Orang Romawi, yang terkenal pintar itu, akhirnya memilih berdamai daripada habis dikeroyok orang gunung. Romawi hanya membangun beberapa pos dagang di pesisir, tapi tidak pernah bisa mendikte interior kebudayaan Basque.
Akibatnya luar biasa bagi sejarah modern. Ketika seluruh bahasa di Eropa Barat runtuh dan berasimilasi menjadi bahasa Latin—yang kemudian melahirkan bahasa Spanyol, Prancis, Italia, dan Portugis—bahasa Euskara milik orang Basque tetap tegak berdiri.
Bahasa ini adalah language isolate. Bahasa paling kuno di Eropa yang tidak punya “saudara kandung” dengan bahasa mana pun di bumi. Anggap saja mereka adalah pulau bahasa di tengah samudra Latin.
Ketangguhan sejarah ini membentuk struktur sosiologi yang sangat menarik di era modern. Suku yang tak pernah takluk ini tidak mengenal konsep “pahlawan tunggal”. Mereka tidak mendewakan satu orang.
Di Basque, ada institusi sosial informal yang namanya Cuadrilla. Ini luar biasa. Sejak anak-anak berumur lima tahun, mereka sudah dimasukkan ke dalam kelompok pertemanan ini. Anggotanya melintas kelas sosial. Anak buruh pabrik, anak direktur bank, anak nelayan, berkumpul di satu Cuadrilla.
Kelompok ini menempel seumur hidup. Mereka mendaki gunung bersama tiap akhir pekan. Mereka makan bersama. Mereka saling membantu kalau ada yang kesusahan ekonomi.
Budaya komunal ini membuat manusia Basque memiliki loyalitas kelompok yang luar biasa tinggi. Mereka tidak percaya pada kehebatan individu. Bagi mereka, yang hebat itu adalah kebersamaan.
Maka jangan heran kalau Anda melihat etos kerja mereka hari ini. Baik di pabrik-pabrik industri maju di Bilbao, di dapur-dapur restoran terbaik dunia di San Sebastian, hingga saat mereka memakai jersi Timnas Spanyol. Mereka bermain seperti mesin yang padu. Kolektif. Bertenaga.
Ditambah lagi, mereka punya tradisi Herri Kirolak—olahraga tradisional yang aneh tapi nyata. Olahraganya bukan balapan lari, tapi lomba memotong batang pohon raksasa secepat mungkin (Aizkolaritza) atau mengangkat batu bulat seberat ratusan kilogram ke pundak (Harrijasotzaileak). Ini adalah olahraga yang lahir dari keringat para penebang kayu dan petani gunung.
Dari sanalah fisik kuat dan stamina tanpa batas itu terbentuk. Gen manusia gunung yang tangguh, yang berabad-abad lalu membuat ciut nyali para jenderal Romawi, kini mengalir dalam darah generasi mudanya.
Saat kita mengagumi trofi-trofi yang diangkat oleh Spanyol, sejatinya kita sedang melihat kemenangan sebuah filosofi. Mereka adalah contoh nyata bagaimana sebuah bangsa bisa merawat masa lalu dengan sangat fanatik, tetapi tetap menjadi yang terdepan dalam menyongsong modernitas dunia.
Menatap kejayaan Spanyol hari ini, kita seperti melihat sebuah pelajaran penting: bahwa di balik megahnya prestasi, ada akar budaya kuno bernama Euskara yang tetap kokoh berdiri, tak tergusur zaman, tak lekang oleh sejarah.
Misteri suku gunung ini nampaknya masih akan terus membuat dunia terkesima, untuk waktu yang sangat lama.
News
Realisasi Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun
Derasnya aliran penanaman modal kini berhasil memicu optimisme yang sangat besar di lantai bursa.
Monitorday.com– Aliran modal dan investasi di paruh pertama tahun ini mencatatkan hasil yang sangat mengesankan, yakni mencapai Rp1.010,6 triliun.
Capaian fantastis dari penanaman modal ini merefleksikan kuatnya daya tarik dan stabilitas ekonomi nasional di mata para investor.
Derasnya investasi riil ini pada akhirnya terbukti memberikan angin segar bagi pergerakan bursa saham kita.
Sentimen positif dari masuknya dana jumbo tersebut langsung direspons dengan sangat baik oleh para pelaku pasar modal domestik.
Merespons optimisme tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil unjuk gigi dan sukses mencetak level tertingginya di bulan ini.
Geliat penguatan indeks saham tersebut terlihat secara nyata setelah grafik perdagangan melesat kuat hingga menembus area 6.144.
Akselerasi realisasi investasi yang sejalan dengan kinclongnya performa pasar modal ini diyakini akan semakin memperkokoh stabilitas keuangan negara.
News
S&P Tahan Peringkat Utang Indonesia
Keputusan lembaga internasional ini membuktikan ketahanan fundamental perekonomian nasional di tengah berbagai gejolak global.
Monitorday.com-Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) baru saja merilis keputusan untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB dengan outlook stabil.
Pengumuman dari lembaga pemeringkat internasional ini menjadi sebuah kabar positif bagi kelanjutan iklim perekonomian nasional pada tahun ini.
Peringkat tersebut dinilai sangat krusial karena secara langsung mengukuhkan posisi Indonesia di kategori layak investasi atau investment grade.
Keberhasilan mempertahankan status layak investasi ini diraih di tengah besarnya tekanan geopolitik dunia yang sedang berlangsung.
Tidak hanya urusan geopolitik, volatilitas pasar keuangan global saat ini juga terus memberikan tantangan berat bagi stabilitas ekonomi banyak negara.
Kendati dihadapkan pada serangkaian ketidakpastian tersebut, fundamental serta kredibilitas fiskal Indonesia dinilai tetap solid oleh lembaga pemeringkat itu.
Kesolidan fundamental perekonomian inilah yang pada akhirnya berhasil menjaga kepercayaan penuh dari para investor global terhadap prospek pasar Indonesia.
News
Koperasi Merah Putih Jadi Simpul Layanan dan Penggerak Ekonomi Desa
Koperasi Merah Putih didukung BUMN bersinergi menjadi simpul layanan terpadu di desa. Ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, keuangan, dan logistik.
Monitorday.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) memperkuat kolaborasi untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui sinergi tersebut, koperasi diharapkan berkembang tidak hanya sebagai penyalur kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat layanan terpadu yang memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan ekonomi, keuangan, dan logistik.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan pengembangan KDKMP masih berada pada tahap awal sehingga berbagai aspek operasional dan integrasi layanan akan terus disempurnakan.
“Integrasi KDKMP memang masih di tahap awal, jadi masih ada yang harus disempurnakan. Ke depan kita bakal terus benahi supaya sistemnya makin rapi, layanannya makin lengkap, dan masyarakat desa bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Dony dalam keterangannya resminya di Tanimbar, Maluku, Kamis.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem desa, KDKMP diproyeksikan menjadi simpul layanan yang menghubungkan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu jaringan. Melalui koperasi tersebut, distribusi sejumlah kebutuhan pokok seperti LPG 3 kilogram, beras SPHP, Minyakita, dan pupuk bersubsidi diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Selain mendukung distribusi barang kebutuhan pokok, KDKMP juga dirancang menghadirkan berbagai layanan publik dan ekonomi, antara lain penyaluran pembiayaan Mekaar, layanan perbankan BRILink, serta akses logistik melalui Pos Indonesia. Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat desa memperoleh akses terhadap pembiayaan, transaksi keuangan, dan layanan distribusi dalam satu ekosistem.
Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Dony menggelar pertemuan dengan jajaran direksi sejumlah BUMN, yakni Pertamina Patra Niaga, Pupuk Indonesia, PTPN IV, RNI (ID FOOD), Bulog, dan Agrinas Palma. Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi dan pembagian peran masing-masing perusahaan dalam mendukung operasional KDKMP di berbagai daerah.
Menurut Dony, kolaborasi lintas BUMN menjadi fondasi penting dalam membangun sistem layanan koperasi yang lebih terintegrasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
Ke depan, KDKMP diharapkan berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu memperkuat rantai distribusi, memperluas akses terhadap layanan keuangan dan logistik, serta mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Penguatan sinergi antar-BUMN ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi sekaligus menghadirkan layanan yang lebih dekat, mudah diakses, dan merata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
News
Prancis Pulangkan 23 Artefak Suriah
Sebanyak 23 benda bersejarah Suriah akhirnya kembali ke Damaskus setelah tersimpan di Prancis selama sekitar 15 tahun.
Monitorday.com– Prancis mengembalikan 23 artefak bersejarah kepada Suriah setelah benda-benda tersebut berada di Paris selama sekitar 15 tahun. Penyerahan dilakukan bertepatan dengan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Damaskus pada Selasa, 7 Juli 2026.
Artefak itu sebelumnya dipinjamkan oleh sejumlah museum Suriah kepada Institut Dunia Arab di Paris untuk sebuah pameran pada 2010–2011. Namun, pecahnya perang saudara dan terputusnya hubungan diplomatik membuat koleksi tersebut tidak dapat segera dikembalikan.
Koleksi yang dipulangkan mencakup benda-benda dari masa prasejarah hingga periode Arab-Islam. Di antaranya terdapat benda perunggu era Romawi, peninggalan Bizantium, artefak dari Palmyra dan Mari, serta panel mosaik yang pernah menghiasi Masjid Umayyah.
Seluruh artefak diterbangkan ke Damaskus menggunakan pesawat kepresidenan Prancis. Setelah tiba, benda-benda tersebut diserahkan kepada Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum Suriah untuk menjalani proses konservasi sebelum dipamerkan kepada masyarakat.
Pemerintah Suriah menyambut pengembalian itu sebagai langkah penting untuk memulihkan warisan budaya negara tersebut. Koleksi itu menggambarkan panjangnya perjalanan peradaban Suriah, mulai dari milenium kesepuluh sebelum Masehi hingga sekitar abad ke-15.
Pengembalian artefak juga dipandang sebagai simbol membaiknya hubungan budaya dan diplomatik antara Suriah dan Prancis. Kedua negara sebelumnya mengalami hubungan yang terputus selama konflik panjang yang menghancurkan banyak situs sejarah dan fasilitas kebudayaan di Suriah.
Meski demikian, pemulangan 23 benda bersejarah tersebut baru menjadi bagian kecil dari upaya besar mengembalikan kekayaan budaya Suriah. Ribuan artefak dilaporkan dijarah atau diselundupkan ke luar negeri selama perang dan hingga kini masih tersebar di berbagai negara.
Pemerintah Suriah berharap langkah Prancis dapat mendorong negara serta lembaga internasional lainnya untuk ikut mengembalikan benda-benda bersejarah yang berasal dari Suriah. Pemulihan warisan budaya dinilai menjadi bagian penting dari proses rekonstruksi identitas nasional setelah bertahun-tahun dilanda konflik.
News
Saat Indonesia Duduk di Meja Pengarah AI Dunia
Indonesia bergabung sebagai penandatangan pertama World AI Cooperation Organization (WAICO). Ini menegaskan peran proaktif Indonesia dalam tata kelola AI global dan percepatan ekonomi digital nasional.
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia memperkuat langkah menuju era ekonomi digital global dengan bergabung sebagai salah satu penandatangan pertama pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Langkah strategis tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerja ke Shanghai, China, pada 16–19 Juli 2026.
Penandatanganan WAICO menjadi agenda utama kunjungan tersebut sekaligus menandai komitmen Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam membentuk tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat internasional.
“Keterlibatan Indonesia sebagai salah satu penandatangan pertama dalam pembentukan organisasi ini menegaskan komitmen proaktif Pemerintah untuk memastikan Indonesia berperan sebagai subjek utama dalam konstelasi ekonomi digital dunia, bukan sekadar menjadi pasar,” kata Airlangga dalam keterangan resminya di Shanghai, Kamis (16/7/2026).
WAICO dibentuk sebagai organisasi internasional yang menjadi wadah penyusunan standar etika, tata kelola, dan penguatan kolaborasi global dalam pengembangan teknologi AI. Keikutsertaan Indonesia merupakan tindak lanjut dari kerja sama ekonomi digital Indonesia–China yang telah disepakati sejak 2022 melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Airlangga dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao.
Pemerintah meyakini keanggotaan Indonesia dalam WAICO akan mempercepat pengembangan ekonomi digital nasional dan menjadikan sektor tersebut sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru.
Namun, misi Airlangga di Shanghai tidak berhenti pada penandatanganan organisasi internasional. Kunjungan kerja itu juga dimanfaatkan untuk memperkuat kemitraan strategis dengan China melalui pengamanan komitmen investasi serta penjajakan kerja sama transfer teknologi di bidang kecerdasan buatan, infrastruktur telekomunikasi, dan robotika canggih.
Momentum tersebut diharapkan menjadi titik awal perubahan arah investasi bilateral dari sektor industri dasar menuju industri berteknologi tinggi yang memiliki nilai tambah lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Selama beberapa tahun terakhir, China menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi China mencapai USD7,5 miliar, sementara investasi dari Hong Kong mencapai USD10,6 miliar. Secara kumulatif, kedua wilayah tersebut menjadi penyumbang Penanaman Modal Asing (PMA) terbesar di Indonesia.
Hubungan ekonomi kedua negara juga ditopang oleh perdagangan yang terus berkembang. China masih menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan komoditas ekspor utama berupa produk mineral, besi dan baja, nikel, minyak nabati, serta bijih logam.
Data General Administration of Customs of China (GACC) mencatat nilai perdagangan Indonesia–China pada 2025 mencapai USD167,36 miliar. Sementara pada periode Januari–Juni 2026, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar USD5,6 miliar.
Meski demikian, pemerintah menilai investasi China masih terkonsentrasi pada sektor industri dasar, seperti logam dan ketenagalistrikan. Melalui pembentukan WAICO, Indonesia berharap dapat menarik investasi yang lebih besar di sektor teknologi tinggi guna memperkuat transformasi ekonomi, meningkatkan produktivitas, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi industri nasional.
Sebagai tindak lanjut, Airlangga dijadwalkan menggelar serangkaian pertemuan bisnis dengan sejumlah perusahaan teknologi terkemuka asal China, di antaranya ByteDance, Unitree, Deep Robotics, dan FiberHome. Pertemuan tersebut difokuskan pada penjajakan investasi, pengembangan industri berbasis AI, serta penguatan transfer teknologi.
“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan peluang kerja sama konkret yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem industri teknologi tinggi, memperluas transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Airlangga.
Melalui langkah tersebut, pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mengambil peran sebagai mitra strategis dalam membentuk masa depan ekonomi digital dunia.
News
Mendikdasmen Tegaskan ASRI Bukan Sekadar Lingkungan Sekolah Tapi Fondasi Pendidikan Bermutu untuk Semua
Kemendikdasmen meluncurkan budaya sekolah ASRI sebagai fondasi Pendidikan Bermutu. Ini melibatkan lingkungan aman, sehat, dan kolaborasi semua pihak, termasuk sekolah swasta.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat komitmen menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui pembangunan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, inklusif, serta bertumpu pada kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
Menurut Abdul Mu’ti, budaya sekolah yang baik merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik, meningkatkan mutu pembelajaran, sekaligus menciptakan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Inilah yang ingin kita bangun di semua sekolah di Indonesia,” ujarnya.
Untuk memperkuat implementasi budaya tersebut, Kemendikdasmen tengah menyusun regulasi yang mengatur pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kebijakan itu diarahkan untuk membangun interaksi yang saling menghormati, menjunjung martabat setiap warga sekolah, serta menumbuhkan budaya saling memuliakan.
“Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan. Pendidikan harus menghadirkan lingkungan yang menghargai setiap orang dan memperkuat rasa saling menghormati di sekolah,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Karena itu, Kemendikdasmen mengedepankan pendekatan Partisipasi Semesta, yakni melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan melalui Partisipasi Semesta,” tegasnya.
Dalam kerangka tersebut, pemerintah juga menempatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Program revitalisasi sarana dan prasarana, menurut Abdul Mu’ti, tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri, tetapi juga membuka kesempatan yang sama bagi sekolah swasta.
“Swasta adalah mitra. Karena itu kebijakan revitalisasi tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga untuk sekolah swasta,” ujarnya.
Semangat itu tercermin di Sekolah Santo Fransiskus yang menerima peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi keluarga.
Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Romo Vinsensius Darmnin Mbula, mengatakan pihaknya berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan bermutu.
“Kami menerima anak apa adanya, tetapi kami memproses pendidikannya supaya mereka memiliki harga diri,” katanya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dukungan donatur yang dikelola secara transparan, hingga pendampingan oleh social worker yang melakukan kunjungan ke rumah peserta didik untuk memahami kondisi keluarga secara menyeluruh.
Menurut Romo Vinsensius, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mengenyam pendidikan.
“Prinsip kami, jangan sampai anak itu tidak sekolah karena dia tidak punya uang. Itu sudah bukan zamannya lagi sekarang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga mengajak orang tua memperkuat kemitraan dengan sekolah, terutama dalam mendampingi perkembangan anak di era digital. Ia mengingatkan pentingnya mengawasi penggunaan gawai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat.
Ia merujuk pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai bagi anak di bawah usia 16 tahun.
“Bapak Ibu para guru dan orang tua, tolong pandu screen time anak-anak kita. Jangan terlalu banyak di depan layar karena itu dapat merusak kesehatan dan perkembangan otak. Dampingi mereka menggunakan gawai untuk hal-hal yang positif,” pesannya.
Menutup kunjungannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh penyelenggara pendidikan yang terus menghadirkan layanan terbaik bagi peserta didik. Ia berharap budaya sekolah ASRI menjadi fondasi penguatan ekosistem pendidikan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui semangat Partisipasi Semesta.
