Connect with us

News

Suriah Bongkar Sel Pengebom Damaskus

Aparat Suriah menangkap sejumlah terduga anggota sel yang dikaitkan dengan ISIS setelah rangkaian ledakan mengguncang Damaskus.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah Suriah mengumumkan penangkapan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam rangkaian pengeboman di Damaskus. Para tersangka disebut sebagai bagian dari sel yang berafiliasi dengan kelompok ISIS dan dituduh merancang sejumlah serangan di ibu kota Suriah.

Penangkapan dilakukan setelah pasukan keamanan menggelar penggerebekan di empat kawasan di Damaskus dan wilayah pedesaannya. Operasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan rekaman kamera pengawas dan hasil penyelidikan terhadap lokasi-lokasi ledakan.

Salah satu serangan terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026, ketika dua bahan peledak meledak di dekat hotel tempat Presiden Prancis Emmanuel Macron menginap. Bom dilaporkan diletakkan di sebuah tempat sampah dan kendaraan yang terparkir di pusat kota.

Berdasarkan angka akhir yang diumumkan Kementerian Kesehatan Suriah, ledakan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 36 lainnya. Macron tidak terluka dan tetap melanjutkan pertemuannya dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di istana kepresidenan.

Otoritas keamanan Suriah menyatakan sel yang ditangkap juga diduga berkaitan dengan pengeboman lain di Damaskus. Sepekan sebelumnya, ledakan di sebuah kafe dekat kompleks pengadilan utama Damaskus menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Meski aparat Suriah mengaitkan para tersangka dengan ISIS, kelompok tersebut belum secara resmi mengaku bertanggung jawab atas rangkaian serangan itu. Pemerintah menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap jaringan, sumber bahan peledak, dan kemungkinan keterlibatan pelaku lain.

Serangan tersebut menjadi ujian serius bagi pemerintahan baru Suriah yang sedang berusaha memulihkan stabilitas setelah perang berkepanjangan. Pemerintah juga tengah membangun kembali hubungan diplomatik serta menarik dukungan internasional untuk rekonstruksi negara.

ISIS tidak lagi menguasai wilayah luas seperti pada puncak kekuatannya, tetapi masih menjalankan operasi melalui sel-sel bawah tanah di Suriah dan Irak. Rangkaian ledakan di Damaskus menunjukkan ancaman kelompok tersebut belum sepenuhnya hilang di tengah situasi keamanan Suriah yang masih rapuh.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Mendikdasmen Tegaskan ASRI Bukan Sekadar Lingkungan Sekolah Tapi Fondasi Pendidikan Bermutu untuk Semua

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat komitmen menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui pembangunan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, nyaman, inklusif, serta bertumpu pada kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat mengunjungi Sekolah Santo Fransiskus, Jakarta, Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).

Menurut Abdul Mu’ti, budaya sekolah yang baik merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik, meningkatkan mutu pembelajaran, sekaligus menciptakan ruang belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Dalam suasana dan bagian dari upaya kami membangun gerakan dan budaya ASRI yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Inilah yang ingin kita bangun di semua sekolah di Indonesia,” ujarnya.

Untuk memperkuat implementasi budaya tersebut, Kemendikdasmen tengah menyusun regulasi yang mengatur pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kebijakan itu diarahkan untuk membangun interaksi yang saling menghormati, menjunjung martabat setiap warga sekolah, serta menumbuhkan budaya saling memuliakan.

“Memuliakan berarti menerima semua dengan penuh ketulusan. Pendidikan harus menghadirkan lingkungan yang menghargai setiap orang dan memperkuat rasa saling menghormati di sekolah,” kata Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah. Karena itu, Kemendikdasmen mengedepankan pendekatan Partisipasi Semesta, yakni melibatkan sekolah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari masyarakat. Karena itu visi Pendidikan Bermutu untuk Semua kami wujudkan melalui Partisipasi Semesta,” tegasnya.

Dalam kerangka tersebut, pemerintah juga menempatkan sekolah swasta sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Program revitalisasi sarana dan prasarana, menurut Abdul Mu’ti, tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri, tetapi juga membuka kesempatan yang sama bagi sekolah swasta.

“Swasta adalah mitra. Karena itu kebijakan revitalisasi tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga untuk sekolah swasta,” ujarnya.

Semangat itu tercermin di Sekolah Santo Fransiskus yang menerima peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial maupun kemampuan ekonomi keluarga.

Ketua Yayasan Santo Fransiskus, Romo Vinsensius Darmnin Mbula, mengatakan pihaknya berupaya memastikan setiap anak memperoleh akses yang sama terhadap pendidikan bermutu.

“Kami menerima anak apa adanya, tetapi kami memproses pendidikannya supaya mereka memiliki harga diri,” katanya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui skema pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua, pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dukungan donatur yang dikelola secara transparan, hingga pendampingan oleh social worker yang melakukan kunjungan ke rumah peserta didik untuk memahami kondisi keluarga secara menyeluruh.

Menurut Romo Vinsensius, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk mengenyam pendidikan.

“Prinsip kami, jangan sampai anak itu tidak sekolah karena dia tidak punya uang. Itu sudah bukan zamannya lagi sekarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu’ti juga mengajak orang tua memperkuat kemitraan dengan sekolah, terutama dalam mendampingi perkembangan anak di era digital. Ia mengingatkan pentingnya mengawasi penggunaan gawai sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Ia merujuk pada Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai bagi anak di bawah usia 16 tahun.

“Bapak Ibu para guru dan orang tua, tolong pandu screen time anak-anak kita. Jangan terlalu banyak di depan layar karena itu dapat merusak kesehatan dan perkembangan otak. Dampingi mereka menggunakan gawai untuk hal-hal yang positif,” pesannya.

Menutup kunjungannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada para guru, tenaga kependidikan, dan seluruh penyelenggara pendidikan yang terus menghadirkan layanan terbaik bagi peserta didik. Ia berharap budaya sekolah ASRI menjadi fondasi penguatan ekosistem pendidikan nasional sekaligus mempercepat terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua melalui semangat Partisipasi Semesta.

Continue Reading

News

Prabowo: LNG Abadi Masela Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mempercepat transformasi Indonesia menuju negara industri modern. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Negara saat meresmikan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, pada Kamis (16/07/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk mitra investasi dari Jepang. Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen membangun kerja sama yang saling menguntungkan, namun tetap mengedepankan tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
“Kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama. Kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia itu kehormatan bagi tuan rumah. Tapi kita pun punya tanggung jawab kepada rakyat kita. Rakyat kita masih banyak yang hidupnya susah sehingga saudara-saudara, saya sebagai Presiden Republik Indonesia saya sebagai yang menerima mandat dari rakyat Indonesia, saya sekali lagi saya tegaskan jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan,” ujar Presiden.
Presiden menekankan bahwa keberhasilan proyek tersebut harus mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Menurutnya, keuntungan bagi investor harus berjalan beriringan dengan terpenuhinya kepentingan nasional, terutama dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Presiden menjelaskan bahwa proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar Amerika Serikat dan diproyeksikan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat, dan produk lainnya. Menurut Presiden, proyek tersebut akan menjadi penopang penting bagi program hilirisasi nasional yang membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.
“Proyek ini investasinya sangat besar 20,9 miliar dolar, hampir 21 miliar dolar, akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan. Kita harus melakukan hilirisasi, dan hilirisasi ini membutuhkan energi,” kata Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan putra daerah, pelaku usaha lokal, serta dukungan dari BUMN agar manfaat ekonomi proyek dapat dirasakan secara luas, khususnya oleh masyarakat di wilayah sekitar.
“Ekonomi, pembangunan, transformasi, hilirisasi, industrialisasi harus secepatnya membawa kemakmuran untuk sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia. Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat, kita tanggung jawabnya adalah menjamin bahwa rakyat merasakan sehingga komitmen tadi mengutamakan putra daerah, membantu pengusaha-pengusaha lokal,” tegas Presiden.
Menutup sambutannya, Presiden menyatakan optimistis proyek LNG Abadi Masela akan menjadi pendorong kemajuan Indonesia, khususnya kawasan Indonesia Timur. Tidak hanya itu, proyek tersebut juga diharapkan akan memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Saya yakin proyek ini nanti akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia khususnya Indonesia Timur, ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan juga tonggak yang penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Presiden

Continue Reading

News

Diminta Prabowo Kaji Anggaran MBG Rp15 Ribu per Siswa, Ini Tanggapan BGN

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis. Besaran Rp15 ribu per siswa sedang dalam kajian mendalam.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) mengkaji kembali kecukupan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp15 ribu per penerima sebelum menetapkan kebijakan lanjutan.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden menginstruksikan agar seluruh opsi kebijakan dihitung dan dievaluasi secara menyeluruh sehingga keputusan yang diambil benar-benar didasarkan pada kebutuhan di lapangan.

“Beliau mengatakan apakah anggaran Rp15 ribu itu sudah cukup? Silakan kaji. Jika memang tidak cukup, berapa angkanya,” ujar Agustina usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi pedoman bagi BGN untuk menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar berjalan lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Menurut saya itu merupakan arahan yang sangat baik dan sangat jelas bagi kami untuk bekerja melakukan perbaikan,” katanya.

Terkait isu pengurangan anggaran program MBG, Agustina menegaskan bahwa besaran anggaran masih dalam tahap penghitungan sehingga belum ada keputusan yang dapat disampaikan.

“Itu kan nanti dulu, masih dihitung dulu,” ujarnya.

Ia juga membantah dapat memastikan kabar mengenai pengurangan anggaran MBG setelah evaluasi selama masa libur sekolah. Menurutnya, informasi tersebut belum berasal dari keputusan resmi pemerintah.

Sebelumnya, anggaran bahan baku program MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per porsi bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga kelas III SD, serta Rp10.000 per porsi bagi siswa kelas IV SD hingga jenjang SLTA. Di luar biaya bahan baku tersebut, setiap porsi juga dialokasikan biaya operasional sebesar Rp3.000 dan anggaran fasilitas sebesar Rp2.000, sehingga total anggaran mencapai Rp15.000 per porsi.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Raih Opini WTP, Serapan Anggaran 2025 Tembus 96,64 Persen

Kemendikdasmen sukses raih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk Laporan Keuangan 2025, didukung serapan anggaran yang tinggi, mencapai 96,64 persen.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan keuangan negara dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun 2025. Di tahun yang sama, kementerian juga membukukan realisasi anggaran sebesar 96,64 persen.

Capaian tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7). Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan berbagai program prioritas pendidikan nasional tidak terlepas dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan berkualitas.

“Tercapainya sasaran yang berdampak kepada masyarakat tidak terlepas dari dukungan keberhasilan tata kelola yang baik, akuntabel, transparan, dan berkualitas,” ujar Abdul Mu’ti.

Sepanjang 2025, Kemendikdasmen mengelola anggaran sebesar Rp64,34 triliun dengan realisasi mencapai Rp62,17 triliun atau 96,64 persen. Apabila tidak memperhitungkan pagu anggaran yang diblokir, tingkat realisasi anggaran mencapai 98,55 persen.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai program strategis, di antaranya Digitalisasi Pembelajaran, Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP), Pendidikan Profesi Guru (PPG), penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai daerah.

Abdul Mu’ti menegaskan, opini WTP dari BPK menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan Kemendikdasmen telah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

“Laporan Keuangan Kemendikdasmen Tahun 2025 ini telah diaudit oleh BPK RI dan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya.

Selain opini WTP, Kemendikdasmen juga mencatat sejumlah capaian kinerja lainnya. Kementerian memperoleh predikat BB untuk Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), predikat A pada Indeks Pelayanan Publik, serta Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan sebesar 88,70 dengan kategori Sangat Baik.

Menurut Abdul Mu’ti, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Kemendikdasmen dalam membangun kemitraan yang kuat sekaligus memenuhi harapan para pemangku kepentingan.

“Hal ini menunjukkan bahwa Kemendikdasmen dalam mengawal kinerjanya dapat membangun kemitraan yang baik, dan mampu memenuhi ekspektasi seluruh mitra strategis,” ujarnya.

Untuk tahun anggaran 2026, Kemendikdasmen memperoleh pagu awal sebesar Rp56,68 triliun yang kemudian menjadi Rp50,02 triliun setelah dilakukan efisiensi anggaran. Selanjutnya, pemerintah menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp57,71 triliun guna mendukung pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional serta penanganan layanan pendidikan pascabencana di sejumlah wilayah di Sumatra.

Abdul Mu’ti menegaskan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan negara agar opini WTP dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

“Kemendikdasmen senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan negara guna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tegasnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Komisi X DPR RI turut mengapresiasi capaian Kemendikdasmen. Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan pihaknya mendorong kementerian agar terus mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan dan laporan keuangan pada tahun-tahun berikutnya.

“Komisi X DPR RI mengapresiasi capaian opini BPK atas Laporan Keuangan Kemendikdasmen RI Tahun 2025 dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta mendorong untuk mempertahankannya pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Hetifah.

Continue Reading

News

Tangkal Hoaks, MPR RI Serukan Pelajar Perkuat Literasi Digital

MPR RI mendorong Generasi Z untuk memperkuat literasi digital dan berpikir kritis. Ini penting untuk menangkal hoaks, disinformasi, serta membangun karakter kebangsaan di era digital.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI mengajak pelajar Generasi Z memperkuat literasi digital dan kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Upaya tersebut dinilai penting untuk menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR RI, Budi Muliawan, mengatakan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan lagi perang fisik, melainkan perang melawan informasi palsu dan manipulasi yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Karakter kebangsaan tidak cukup dipelajari di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat bermedia sosial. Salah satu bentuk bela negara di era digital adalah tidak mudah percaya pada hoaks dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar Budi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Islam Al Azhar 19 Ciracas, Jakarta, Selasa.

Menurut Budi, pelajar perlu membiasakan diri memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain. Langkah tersebut menjadi semakin penting karena algoritma media sosial berpotensi menciptakan filter bubble, yakni kondisi ketika pengguna hanya menerima informasi yang sejalan dengan kebiasaan atau pandangannya.

Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk memperluas wawasan dengan mengakses berbagai sumber informasi yang kredibel, membangun budaya diskusi yang sehat, menghargai perbedaan pendapat, serta menjauhi perundungan siber (cyberbullying), ujaran kebencian, dan penyebaran konten negatif.

Selain literasi digital, Budi menilai pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa dan pengamalan Empat Pilar MPR RI—Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika—menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kebangsaan sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Ia juga mengajak pelajar memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif, mulai dari meningkatkan kompetensi, mengembangkan kreativitas, hingga mempromosikan budaya Indonesia serta menyebarluaskan berbagai prestasi anak bangsa melalui ruang digital.

Dalam sesi dialog, Budi menjelaskan bahwa MPR RI membuka ruang partisipasi bagi generasi muda melalui berbagai kanal komunikasi resmi, seperti situs web, Instagram, YouTube, dan media sosial lainnya. Kanal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi maupun menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

Menanggapi pertanyaan mengenai ancaman radikalisme di ruang digital, Budi menekankan pentingnya membangun kebiasaan memverifikasi informasi serta memperkuat pendampingan dari orang tua dan guru agar aktivitas digital anak berlangsung secara aman, sehat, dan memberi manfaat.

Ia berharap Generasi Z tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi akurat, menjaga etika bermedia sosial, serta memperkuat persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Continue Reading

News

Tikar Kemewahan Prancis Digulung La Furia Roja

Spanyol melaju ke final Piala Dunia setelah mengalahkan Prancis 2-0. Kemenangan ini didorong oleh integrasi apik kecerdasan Catalunya, ketangguhan Basque, dan kepemimpinan Kastila dalam satu tim.

Umar Satiri

Published

on

Di Dallas Stadium, Prancis tidak sekadar kalah dari sebuah tim sepak bola bernama Spanyol. Mereka diredam oleh sebuah mesin sosiologis yang sempurna. 

Di bawah arahan Luis de la Fuente, La Roja melangkah ke babak Final Piala Dunia 2026 setelah menyatukan kembali tiga jiwa etnis paling kontras di Semenanjung Iberia: kecerdasan taktis Catalunya yang mengawali petaka, ketangguhan fisik benteng Basque yang mematahkan taji Mbappé, dan kepemimpinan besi Kastila lewat Rodri yang mendominasi lini tengah. 

Ketika ketiga spirit ini menyatu dalam kemenangan dominan 2-0 tanpa balas, kemewahan individu Prancis pun tidak lebih dari sekadar pelari yang kehilangan arah di atas lapangan hijau.

Fondasi awal petaka bagi Prancis dibangun dari kecerdasan berpikir para talenta berdarah Catalunya. Sehingga sejak peluit pertama dibunyikan, anak-anak asuhan klub dengan filosofi permainan pendek membius lini tengah Les Bleus lewat permainan estetik. 

Sang fenomenal muda lulusan La Masia, Lamine Yamal, memamerkan “akal budi” sepak bolanya saat dengan cerdik melakukan tusukan yang memancing Lucas Digne melakukan pelanggaran fatal. Penalti didapatkan, momentum bergeser, dan keindahan orkestra operan pendek Catalunya sukses mendikte serta melelahkan fisik para pemain Prancis.

Sisi artistik ini kembali memuncak di babak kedua ketika Dani Olmo melepaskan kombinasi umpan satu-dua yang amat matang, membuka ruang bagi Pedro Porro untuk melepaskan tembakan pengunci kemenangan.

Namun, keindahan menyerang tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya keteguhan iman dalam bertahan, dan di sinilah spirit orisinal bangsa Basque mengambil panggung utama. Ketika Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé mencoba meruntuhkan pertahanan Spanyol dengan kecepatan kilat mereka, mereka justru berulang kali membentur tembok pegunungan yang kokoh. 

Penyerang andalan Real Sociedad, Mikel Oyarzabal, maju sebagai eksekutor penalti dengan urat nadi yang dingin, mengonversinya menjadi gol pembuka yang meruntuhkan mental kiper Mike Maignan. Sementara di lini paling belakang, kiper Unai Simón yang ditempa di bawah guyuran hujan utara bersama Athletic Bilbao, tampil heroik mementahkan setiap peluang emas Prancis.

Karakter pantang menyerah dan ketangguhan fisik alami khas Basque bertindak sebagai jangkar emosional yang menjaga keperawanan gawang Spanyol sepanjang laga.

Di atas semua itu, struktur permainan dan stabilitas ego di ruang ganti ditenagai oleh agresi kepemimpinan bangsa Kastila. Sebagai representasi pusat kekuasaan, para jenderal lapangan tengah dari wilayah Spanyol utama ini menyuntikkan mentalitas penakluk yang dominan. Rodri, sang dirigen asal Madrid, menjadi mercusuar utama yang menyeimbangkan tim.

Ia memenangkan duel perebutan bola, memotong suplai transisi cepat Prancis, dan berulang kali melepaskan instruksi vokal yang memastikan rekannya tidak pernah kehilangan fokus. Spirit Kastila memberikan rasa percaya diri yang mutlak, membuat Spanyol menatap nama besar Prancis bukan dengan rasa gentar, melainkan dengan nafsu untuk berkuasa dan mendominasi.

Pertandingan semifinal semalam di Amerika Serikat adalah sebuah mahakarya tentang cara mengelola keberagaman. Prancis boleh saja memiliki deretan individu dengan nilai pasar tertinggi di dunia, namun mereka hancur berkeping-keping saat berhadapan dengan satu tim utuh yang digerakkan oleh tiga poros identitas historis yang saling melengkapi.

Ketika kecerdasan seni Catalunya, nyali otot pertahanan Basque, dan aura kepemimpinan Kastila melebur dalam satu visi yang sama, sepak bola Spanyol kembali menegaskan supremasinya di puncak tertinggi dunia.

Continue Reading

News

Ikuti 14 Ajang Internasional, Kemendikdasmen Kirim 79 Talenta Muda Indonesia

Sebanyak 79 talenta muda Indonesia diutus Kemendikdasmen ke 14 ajang internasional pada tahun 2026. Pembinaan intensif telah diberikan untuk meraih prestasi terbaik.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Di balik setiap medali dan prestasi internasional, terdapat proses pembinaan yang panjang, kerja keras para peserta didik, serta dukungan negara yang terus hadir mengawal perjalanan mereka. Komitmen itulah yang kembali ditunjukkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan mengantarkan 79 talenta terbaik Indonesia untuk mewakili bangsa pada 14 ajang talenta internasional sepanjang tahun 2026.

Mulai dari olimpiade sains, matematika, informatika, kecerdasan artifisial, geografi, astronomi, ekonomi, debat, hingga kompetisi vokasi, para delegasi muda ini akan membawa tidak hanya kemampuan akademik dan keterampilan terbaik mereka, tetapi juga harapan Indonesia untuk terus diperhitungkan di panggung dunia. Sebelum bertolak ke negara tujuan, para delegasi mendapat penguatan langsung dari jajaran pimpinan Kemendikdasmen sebagai bekal untuk membawa Merah Putih berkibar di berbagai ajang internasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam arahannya mengatakan bahwa prestasi di tingkat internasional bukan sekadar tentang meraih medali, tetapi menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang memberi manfaat bagi bangsa.

“Ajang internasional bukan tujuan akhir. Yang ingin kita lahirkan adalah generasi ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan yang memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan Indonesia. Prestasi hari ini adalah awal dari kontribusi yang lebih besar bagi bangsa,” ujar Mendikdasmen di Jakarta pada acara Pelepasan Delegasi Indonesia ke Ajang Internasional Tahun 2026 (14/7).

Menteri Mu’ti juga berpesan agar seluruh delegasi bertanding dengan percaya diri dan menjadikan setiap kompetisi sebagai kesempatan menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia mampu berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia.

Sepanjang tahun 2026, delegasi Indonesia akan mengikuti 14 ajang internasional, di antaranya International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Mathematical Olympiad (IMO), International Biology Olympiad (IBO), International Olympiad in Informatics (IOI), International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI), International Geography Olympiad (IGeo), International Earth Science Olympiad (IESO), International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), International Economics Olympiad (IEO), World Schools Debating Championships (WSDC), Young Inventors Challenge (YIC), International Junior Science Olympiad (IJSO), serta The Battle of the Chefs. Seluruh peserta merupakan talenta terbaik hasil seleksi nasional yang telah menjalani pembinaan intensif bersama Puspresnas Kemendikdasmen dan para mitra pembina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa keberhasilan mengirimkan delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang.

“Seluruh delegasi yang berangkat hari ini telah melalui proses seleksi yang ketat dan pembinaan intensif oleh Pusat Prestasi Nasional. Mereka tidak hanya dibekali penguasaan materi, tetapi juga simulasi kompetisi, penguatan karakter, serta kesiapan mental untuk menghadapi persaingan di tingkat dunia,” ujarnya.

Suharti menambahkan bahwa tantangan kompetisi internasional terus berkembang sehingga pembinaan talenta juga harus terus beradaptasi.

“Persaingan internasional semakin ketat, terutama pada bidang-bidang baru seperti kecerdasan artifisial. Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta agar Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu menjadi negara yang diperhitungkan di berbagai ajang internasional,” katanya.

Continue Reading

News

Mendikdasmen Pastikan MPLS 2026 di SDN Srengseng Sawah Jaksel Aman usai Teror Bom

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau MPLS Ramah di SDN Srengseng Sawah, memastikan kegiatan berjalan aman dan ceria. Kolaborasi lintas sektor berperan penting menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Hari pertama sekolah merupakan awal yang penting bagi setiap murid. Di momen inilah murid mulai mengenal lingkungan baru, membangun pertemanan, dan menumbuhkan semangat belajar. Karena itu, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah perlu berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Untuk memastikan hal tersebut,

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meninjau langsung pelaksanaan MPLS Ramah pada hari kedua di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, Selasa (14/7).

Dalam kunjungannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengikuti rangkaian kegiatan Pagi Ceria bersama para murid yang diawali dengan pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama.

Mendikdasmen juga menyapa serta berdialog dengan murid-murid baru kelas I yang tengah menjalani hari-hari pertama mereka di sekolah dasar. Di akhir kegiatan, Mendikdasmen menyerahkan buku kepada para murid sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar mereka. “

Alhamdulillah, suasana hari ini terlihat ceria dan anak-anak sudah kembali bersemangat untuk belajar. Tentu kondisi ini merupakan hasil dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kepolisian, Dinas Pendidikan, Himpunan Psikologi, para bapak dan ibu guru, orang tua, hingga jajaran RT dan RW. Semua bersama-sama memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berjalan dengan lancar,” ujar Mendikdasmen.

Ia menegaskan bahwa MPLS Ramah merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi setiap murid. Selain membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, MPLS Ramah juga menjadi momentum menanamkan kebiasaan positif melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

.”Anak-anak tampak gembira dan tidak menunjukkan rasa takut. Inilah yang ingin terus kita tumbuhkan sesuai dengan semangat dan kebijakan MPLS Ramah. Kami juga ingin anak-anak memiliki kebiasaan yang baik, menjalani pergaulan yang sehat, serta bijak menggunakan gawai agar dapat tumbuh dan belajar secara optimal,” ungkapnya.

Mendikdasmen juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya pada masa awal masuk sekolah. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi bagian penting agar anak-anak dapat belajar dengan sebaik-baiknya.

Untuk memperkuat dukungan kepada warga sekolah, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dalam memberikan pendampingan psikologis serta penyuluhan kepada orang tua. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan penyuluhan kepada para orang tua agar dapat memberikan semangat kepada anak-anak serta membantu menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan keluarga.

Mendikdasmen juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga privasi murid serta tidak menyebarluaskan informasi yang berpotensi memberikan tekanan psikologis kepada anak-anak.

Sementara itu, Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Kamtono, menjelaskan bahwa sekolah telah mempersiapkan pelaksanaan MPLS Ramah sejak sebelum tahun ajaran baru dimulai. Berbagai kegiatan dirancang untuk membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara bertahap.

“Peralihan dari TK ke SD merupakan proses yang membutuhkan penyesuaian. Karena itu kami berupaya mempersiapkan mental anak-anak agar siap mengikuti pembelajaran dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kamtono menambahkan bahwa sekolah terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan kolaborasi bersama orang tua apabila terdapat murid yang memerlukan pendampingan khusus. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri, melainkan memerlukan dukungan seluruh pihak.

Sekolah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua. Karena itu, kita harus bergandengan tangan. Orang tua memiliki peran di rumah, sementara kami memiliki tanggung jawab di sekolah. Bersama-sama kita menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak,” kata Kamtono.

Pada kesempatan yang sama, jajaran Kepolisian Republik Indonesia bersama Himpunan Psikologi Indonesia turut memberikan pendampingan psikologis kepada murid, guru, dan orang tua. Pendampingan tersebut bertujuan membantu proses pemulihan psikososial serta memperkuat rasa aman di lingkungan sekolah. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada orang tua dan guru agar memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung tumbuh kembang anak di lingkungan pendidikan yang aman dan ramah.

Harapannya melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, organisasi profesi, dan masyarakat, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap murid memperoleh hak atas layanan pendidikan dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.Peralihan dari TK ke SD merupakan proses yang membutuhkan penyesuaian. Karena itu kami berupaya mempersiapkan mental anak-anak agar siap mengikuti pembelajaran dan merasa nyaman berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kamtono menambahkan bahwa sekolah terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui komunikasi dan kolaborasi bersama orang tua apabila terdapat murid yang memerlukan pendampingan khusus. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang aman tidak dapat dilakukan oleh sekolah sendiri, melainkan memerlukan dukungan seluruh pihak.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua. Karena itu, kita harus bergandengan tangan. Orang tua memiliki peran di rumah, sementara kami memiliki tanggung jawab di sekolah. Bersama-sama kita menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak,” kata Kamtono.

Pada kesempatan yang sama, jajaran Kepolisian Republik Indonesia bersama Himpunan Psikologi Indonesia turut memberikan pendampingan psikologis kepada murid, guru, dan orang tua. Pendampingan tersebut bertujuan membantu proses pemulihan psikososial serta memperkuat rasa aman di lingkungan sekolah. Selain itu, edukasi juga diberikan kepada orang tua dan guru agar memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung tumbuh kembang anak di lingkungan pendidikan yang aman dan ramah.

Harapannya melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, aparat keamanan, organisasi profesi, dan masyarakat, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap murid memperoleh hak atas layanan pendidikan dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak.

Continue Reading

News

Kejagung Hentikan Pendataan Program MBG di Daerah, Apa Alasanya?

Kejaksaan Agung resmi hentikan pendataan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah setelah batas waktu berakhir. Langkah ini bertujuan mencegah penyalahgunaan kewenangan, namun penyidikan dugaan korupsi MBG tetap berlanjut.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) menginstruksikan seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Indonesia untuk menghentikan kegiatan pengumpulan data dan keterangan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penghentian tersebut merupakan langkah administratif setelah masa pendataan berakhir sekaligus untuk mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan di lapangan.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Nomor B-3256/F.2/Fd.2/07/2026 tertanggal 10 Juli 2026 yang ditandatangani Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, dan ditujukan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi di Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan penerbitan surat tersebut. Ia menjelaskan, penghentian kegiatan pengumpulan data dilakukan karena batas waktu yang telah ditetapkan sebelumnya telah berakhir.

“Benar, surat itu dikeluarkan karena batas waktu pengumpulan data-data sudah selesai dan surat itu dikeluarkan supaya tidak disalahgunakan dalam pelaksanaannya,” ujar Anang kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Meski demikian, Anang menegaskan penghentian pendataan tidak berarti menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh data dan informasi yang telah dihimpun dari berbagai daerah akan tetap dipelajari dan didalami sebagai bagian dari proses pembuktian perkara.

“Data-data yang sudah terkumpul yang terkait dengan perbuatan para tersangka yang sudah disidik Kejaksaan Agung,” kata Anang.

Dengan berakhirnya tahap pengumpulan data, fokus penyidik kini beralih pada analisis dan pendalaman terhadap dokumen, keterangan, serta barang bukti yang telah diperoleh selama proses investigasi.

Penghentian pendataan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Nomor B-2668/F.2/Fd.2/06/2026 tertanggal 15 Juni 2026. Dalam surat sebelumnya, Kejagung meminta seluruh Kejati melakukan inventarisasi berbagai persoalan dalam pelaksanaan Program MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat maupun pemberitaan terkait pelaksanaan program di sejumlah daerah.

Setelah masa inventarisasi dinyatakan selesai, Kejagung memutuskan menghentikan kegiatan pengumpulan data di lapangan guna menghindari kesalahpahaman serta potensi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat.

Kejagung menegaskan bahwa penghentian tersebut hanya berlaku pada proses inventarisasi di daerah. Sementara itu, penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai ketentuan hukum.

Seluruh dokumen, keterangan, dan informasi yang telah dikumpulkan akan menjadi bagian dari alat bukti yang dianalisis penyidik dalam mengusut dugaan penyimpangan pelaksanaan program tersebut. Dengan demikian, penghentian pendataan merupakan bagian dari tahapan penyidikan dan bukan penghentian penanganan perkara.

Continue Reading

News

DPR Tancap Gas Bahas RUU Perampasan Aset

Komisi III DPR mengintensifkan pembahasan RUU Perampasan Aset dengan melibatkan publik guna memperkuat pemberantasan kejahatan tanpa membuka celah penyalahgunaan kekuasaan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Dewan Perwakilan Rakyat mengintensifkan penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perampasan Aset Terkait Tindak Pidana. RUU tersebut dipastikan masih tercantum dalam Program Legislasi Nasional Prioritas 2026 pada nomor urut enam sebagai usul inisiatif DPR dan disiapkan oleh Komisi III.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR Martin Manurung membantah kabar yang menyebut RUU Perampasan Aset telah dikeluarkan dari daftar prioritas. Menurutnya, tidak pernah ada keputusan rapat paripurna yang mencoret rancangan regulasi tersebut dari Prolegnas Prioritas 2026.

Proses penyusunan kini dilakukan melalui sejumlah rapat dan forum dengar pendapat dengan menghadirkan pakar, akademisi, organisasi masyarakat sipil, praktisi hukum, mahasiswa, serta organisasi advokat. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan karena RUU Perampasan Aset merupakan instrumen hukum baru yang dirancang dari awal, bukan sekadar revisi undang-undang yang telah berlaku.

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan pembahasan harus dilakukan secara hati-hati agar semangat mengembalikan aset hasil kejahatan tidak menimbulkan penyalahgunaan wewenang. DPR ingin memastikan regulasi tersebut tidak berubah menjadi alat politik maupun sarana bagi oknum aparat penegak hukum untuk menekan pihak tertentu.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah mekanisme perampasan aset tanpa menunggu pemidanaan atau non-conviction based asset forfeiture. Mekanisme ini memungkinkan negara mengajukan tindakan hukum terhadap aset yang diduga berasal dari tindak pidana, tetapi pengaturannya harus tetap memperhatikan status kepemilikan dan hak pihak ketiga yang sah.

Anggota Komisi III DPR Soedeson Tandra menilai perampasan aset tidak hanya berkaitan dengan hukum pidana, tetapi juga hukum perdata. Seseorang yang menguasai suatu benda belum tentu menjadi pemilik sah sehingga pembuktian kepemilikan harus dirumuskan dengan cermat untuk mencegah aset masyarakat yang tidak berkaitan dengan kejahatan ikut dirampas.

Selain korupsi, muncul usulan agar RUU Perampasan Aset dapat menjangkau kejahatan bermotif ekonomi lain, termasuk judi daring. Usulan itu didasari kesulitan penegak hukum dalam mengidentifikasi pelaku dan mengejar aliran dana hasil kejahatan yang menggunakan identitas anonim atau disimpan di luar negeri.

RUU Perampasan Aset diharapkan dapat memperkuat pemulihan kerugian negara dan mengembalikan hasil kejahatan kepada masyarakat. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kejelasan mekanisme, pembagian kewenangan antarlembaga penegak hukum, perlindungan hak kepemilikan, serta sistem pengawasan yang mampu mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Continue Reading
News9 menit ago

Mendikdasmen Tegaskan ASRI Bukan Sekadar Lingkungan Sekolah Tapi Fondasi Pendidikan Bermutu untuk Semua

News30 menit ago

Prabowo: LNG Abadi Masela Perkuat Kemandirian Energi Nasional

News2 jam ago

Suriah Bongkar Sel Pengebom Damaskus

News12 jam ago

Diminta Prabowo Kaji Anggaran MBG Rp15 Ribu per Siswa, Ini Tanggapan BGN

LakeyBanget12 jam ago

Ketika Mental Juara Bicara Kalahkan Pragmatisme Three Lions

News16 jam ago

Kemendikdasmen Raih Opini WTP, Serapan Anggaran 2025 Tembus 96,64 Persen

LakeyBanget16 jam ago

Dramatis! Argentina Comeback Kubur Inggris, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

LakeyBanget24 jam ago

Sapu Dua Emas di Chamonix, 2 Atlet Panjat Tebing Apresiasi Dukungan Pemerintah

News1 hari ago

Tangkal Hoaks, MPR RI Serukan Pelajar Perkuat Literasi Digital

News1 hari ago

Tikar Kemewahan Prancis Digulung La Furia Roja

News2 hari ago

Ikuti 14 Ajang Internasional, Kemendikdasmen Kirim 79 Talenta Muda Indonesia

LakeyBanget2 hari ago

Norwegia Donasikan Laba Tiket Laga di Piala Dunia 2026 untuk Palestina

LakeyBanget2 hari ago

Singkirkan Prancis, Spanyol Ukir 2 Rekor Baru di Piala Dunia 2026

Ruang Sujud2 hari ago

Ghosting Bikin Terluka, Islam Mengajarkan Apa?

LakeyBanget2 hari ago

Real Madrid Pecahkan Rekor di Piala Dunia 2026, Apa Itu?

News2 hari ago

Mendikdasmen Pastikan MPLS 2026 di SDN Srengseng Sawah Jaksel Aman usai Teror Bom

News3 hari ago

Kejagung Hentikan Pendataan Program MBG di Daerah, Apa Alasanya?

News3 hari ago

DPR Tancap Gas Bahas RUU Perampasan Aset

News3 hari ago

Kejagung Setop Pendataan Program MBG

News3 hari ago

Kemendikdasmen Terbitkan Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah