Connect with us

News

Ternyata Ini Tujuan Uji Coba Timnas Indonesia Lawan Tanzania

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, telah mengungkapkan target yang ingin dicapai saat timnya beruji coba melawan Tanzania di Stadion Madya, yang dijadwalkan pada Minggu, 2 Juni.

Shin Tae Yong menyadari bahwa kondisi pemain menurun karena berakhirnya kompetisi di Eropa dan Liga 1 yang kini telah memasuki final Championship Series.

Dalam pernyataannya di sela-sela latihan perdana Timnas Indonesia di Lapangan B, Senayan, Jakarta, pada Selasa (28/5), dia menjelaskan, “Saat ini pemain banyak yang baru dari liburan. Jadi performa pasti menurun. Jadi memang cocok pikiran saya dan PSSI, sehingga membuat pertandingan melawan Tanzania. Di luar hasil menang atau kalah, tujuan saya untuk mengecek kondisi pemain seperti apa.”

Meskipun demikian, Tim Garuda tidak akan turun dengan kekuatan terbaiknya saat melawan Tanzania karena absennya Jay Idzes dan Justin Hubner.

Hubner diperkirakan akan bergabung dengan tim setelah memperkuat Cerezo Osaka pada 2 Juni mendatang, sementara Jay Idzes baru akan bergabung pada 5 Juni setelah bermain dalam final playoff promosi Serie A.

Shin Tae Yong menegaskan bahwa pertandingan melawan Tanzania merupakan persiapan untuk menghadapi Irak dan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia butuh satu kemenangan dari dua laga sisa untuk lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Dengan fokus pada pemulihan kondisi pemain dan persiapan untuk tantangan yang akan datang.

Timnas Indonesia berharap dapat mengamankan hasil positif dalam uji coba melawan Tanzania sebagai langkah awal menuju ambisi mereka dalam kompetisi yang lebih besar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Prabowo: Panggil Saya Mas Bowo, Jangan Eyang

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar soal sapaan dari keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN). Ia mengaku lebih suka dipanggil “Mas Bowo” atau “Bang Bowo” ketimbang “Mbah Bowo” atau “Eyang Bowo”.

Gurauan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta, Jumat malam. Di hadapan keluarga besar PAN, Prabowo mengatakan dirinya hadir secara formal sebagai Presiden, tetapi ingin ditempatkan sebagai saudara dan abang dalam suasana kekeluargaan.

“Saya berdiri di sini sebagai saudaramu. Saya lebih senang dianggap sebagai saudaramu, sebagai abangmu, jangan sebagai eyangmu,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menawarkan sejumlah sapaan yang menurutnya lebih nyaman digunakan.

“Aku suka kalau kau panggil saya Bang Bowo. Awas kalau lu panggil gue Mbah Bowo atau Eyang Bowo,” ujarnya, disambut tawa hadirin.

Ia bahkan bergurau tidak akan kembali menghadiri acara PAN jika dipanggil dengan sapaan tersebut.

“Gue enggak bakal kembali ke PAN kalau panggil gue itu. Bang Bowo oke, Kang Bowo oke,” katanya.

Prabowo juga menyebut “Kang Bowo” sebagai pilihan, terutama bagi orang Sunda. Namun, ia menegaskan sapaan yang paling disukainya adalah “Mas Bowo”.

“Yang lebih enak kalau dipanggil Mas Bowo. Awas ya, lu panggil gue Aki,” katanya.

Kelakar itu muncul saat Prabowo membandingkan usia PAN dan Partai Gerindra. PAN kini berusia 28 tahun, sedangkan Gerindra berusia 17 tahun.

Prabowo mengatakan hubungannya dengan sejumlah tokoh PAN telah terjalin jauh sebelum dirinya bergabung dengan Gerindra. Menurut dia, persahabatan tersebut dibangun atas kesamaan nilai perjuangan.

“Memang benar kita berjumpa, kita berkawan karena nilai, karena nilai perjuangan,” ujarnya.

Sapaan “Mas Bowo” bukan kali pertama digunakan Prabowo. Pada Desember 2023, ketika masih menjadi calon presiden, ia juga meminta pendukungnya tidak memanggilnya “Eyang” atau “Mbah”.

Dalam konsolidasi pendukung Prabowo-Gibran di Sentul, Bogor, 10 Desember 2023, Prabowo menyatakan dirinya lebih senang dipanggil “Mas Bowo”.

Continue Reading

News

Prabowo Bakal Ratas Bahas Pendidikan Gratis, Mulai SD-Perguruan Tinggi

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com –  Presiden Prabowo Subianto berencana menggelar rapat terbatas untuk membahas kebijakan pendidikan negeri gratis, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.

Rencana itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Malam Puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

“Saya akan mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan gratis,” kata Prabowo.

Ia menegaskan cakupan pendidikan gratis yang dimaksud meliputi seluruh jenjang pendidikan negeri.

“Biaya pendidikan negeri, SD, SMP, SMA, Universitas Negeri harus gratis,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung sumber pendanaan. Saat ditanya dari mana anggaran pendidikan gratis akan diperoleh, ia menyebut uang negara yang selama ini dikorupsi atau dicuri.

“Nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya? Uangnya yang dikorupsi, yang dicuri,” kata dia.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak ragu menindak pihak yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo menyebut Kapolri telah melaporkan adanya 95 korporasi yang terindikasi melanggar dan ikut bertanggung jawab atas karhutla. Angka tersebut sebelumnya juga muncul dalam rapat terbatas pemerintah mengenai penanganan karhutla.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Guru Hadapi Era AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pengembangan kompetensi guru melalui Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan guru menghadapi perubahan teknologi sekaligus mendorong proses belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, perkembangan kecerdasan artifisial membuat pembelajaran tak lagi cukup berorientasi pada penyampaian materi. Guru juga dituntut mendorong kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.

“Melalui PMKKA, kami ingin mendorong guru tidak hanya menguasai materi, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi praktik pembelajaran yang nyata dan bermakna di kelas,” kata Nunuk dalam sosialisasi program melalui webinar, Jumat (18/9/2026).

Sosialisasi tersebut diikuti guru SMA, SMK, dan SLB, kepala sekolah, pengawas, penanggung jawab PMKKA di BBGTK, BGTK, dan KGTK, serta pengelola program dari dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Arif Jamali mengatakan, Pelatihan Mandiri dan Diklat Bauran memperluas kesempatan guru mengikuti pengembangan kompetensi, terutama bagi mereka yang belum memperoleh pelatihan tatap muka.

“Program sebaik apa pun perlu dipahami oleh mereka yang akan menjalankannya. Karena itu, sosialisasi ini penting agar peserta memahami tujuan, alur, mekanisme, hingga dukungan yang tersedia selama pelatihan,” ujar Arif.

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang STEM dan Kompetensi Guru Maila Dania Husni Rahiem menjelaskan, Pembelajaran Mendalam bukan sekadar pergantian metode mengajar. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun pengalaman belajar yang membuat murid memahami materi, mengaitkannya dengan kehidupan, dan menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan.

Kemendikdasmen menetapkan tiga karakter utama Pembelajaran Mendalam, yakni berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata.

“Kita ingin murid lebih paham dan guru semakin berdaya. Berbagai pendekatan dan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran pada akhirnya harus memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi murid,” kata Maila.

Dalam program tersebut, Koding digunakan untuk membantu murid mengembangkan pola pikir komputasional, logis, sistematis, dan analitis. Sementara kecerdasan artifisial dapat menjadi bagian dari proses belajar dengan tetap memperhatikan aspek berpikir kritis, etika, keamanan, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

Mekanisme pelatihan dijelaskan Yoki Ariyana dari BBGTK Jawa Barat. Dalam Pelatihan Mandiri, guru dapat belajar secara fleksibel melalui Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan. Tahapannya mencakup mempelajari modul, mengikuti latihan pemahaman, membuat refleksi, hingga mengerjakan post-test.

Adapun Diklat Bauran menggabungkan pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Peserta mengikuti rangkaian materi, aktivitas, tugas, dan asesmen hingga seluruh tahapan pelatihan rampung.

Kemendikdasmen menargetkan perluasan akses pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyelesaian modul atau asesmen. Kompetensi yang diperoleh guru diharapkan diterapkan langsung di ruang kelas agar pembelajaran semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan murid.

Continue Reading

News

KRI Sriwijaya, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Jakarta

KRI Sriwijaya resmi tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta setelah berlayar dari Italia. Kapal induk eks ITS Giuseppe Garibaldi ini siap memperkuat jajaran armada tempur dan misi kemanusiaan TNI AL.

Hendi Firdaus

Published

on

[domain_caapital] – Kapal induk pertama Indonesia resmi tiba di Jakarta. Eks kapal Angkatan Laut Italia ITS Giuseppe Garibaldi itu merapat di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) pagi.

Berdasarkan pantauan, kapal memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB. Kedatangannya disambut meriah dengan tabuhan gendang dan penampilan marching band TNI yang membawakan sejumlah lagu, termasuk lagu khas Betawi, Si Jali Jali.

Sejumlah pejabat tinggi negara hadir dalam prosesi penyambutan. Mereka antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Kedatangan kapal ini sekaligus menandai babak baru setelah sebelumnya memperkuat Angkatan Laut Italia. TNI AL memastikan eks ITS Giuseppe Garibaldi-551 kini menyandang nama KRI Sriwijaya dan menjadi kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan kapal tersebut menempuh pelayaran panjang dari Italia menuju Indonesia. Garibaldi bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan sempat singgah di Sri Lanka sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

“ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki Perairan Indonesia, rencananya besok Jumat, 18 September akan tiba di Jakarta,” ujar Tunggul, Kamis (17/9/2026).

Saat memasuki wilayah Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I di sekitar perairan Bangka, kapal mendapat pengawalan TNI AL. Dua fregat, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, mengawal pelayarannya menuju Tanjung Priok.

Pengawalan juga diperkuat unsur udara, termasuk helikopter AS565 Panther.

Menurut keterangan resmi TNI AL, KRI Sriwijaya tidak hanya diproyeksikan untuk memperkuat kemampuan pertahanan maritim. Kapal tersebut juga akan mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.

Eks Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180 meter dengan kecepatan maksimum sekitar 30 knot. Saat masih berdinas di Angkatan Laut Italia, kapal ini pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer, termasuk operasi udara dalam konflik Kosovo pada 1999.

Kini, setelah tiba di Tanjung Priok, eks Giuseppe Garibaldi memasuki tahap baru sebagai bagian dari kekuatan maritim Indonesia. Kapal tersebut selanjutnya akan menjalani proses sesuai kebutuhan operasional TNI AL sebelum sepenuhnya beroperasi sebagai KRI Sriwijaya.

Continue Reading

News

TVS Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik di Indonesia

TVS berencana memperluas fasilitas pabrik serta mengembangkan lini sepeda motor listrik dan berbasis etanol di tanah air usai bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan jajaran perusahaan otomotif asal India, TVS, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (17/09/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan investasi TVS di Indonesia, termasuk perluasan pabrik serta pengembangan kendaraan berbasis listrik dan etanol.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa TVS selama ini telah menanamkan investasinya di Indonesia untuk memproduksi sejumlah jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, skuter, hingga kendaraan roda tiga.

“Tadi hanya mendampingi Bapak Presiden menerima tamunya dari perusahaan India, TVS, yang di mana memang sudah berinvestasi di sini untuk motor, scooters, tiga roda, dan ingin mengembangkan pabriknya lebih luas dan tapi juga tidak hanya berupa bahan bakar EV, tapi juga mulai menerapkan bahan bakar etanol,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media selepas pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran TVS menyampaikan rencana pengembangan perusahaan sekaligus menjajaki kemungkinan kerja sama lebih lanjut di Indonesia. Pimpinan utama hingga CEO perusahaan turut hadir secara langsung dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo.

“Nah jadi tadi dibicarakanlah rencananya dan kemungkinan kerja samanya, prinsipalnya datang, CEO-nya datang, jadi ini lebih ke courtesy visit ke Bapak Presiden,” ungkap Rosan.

Salah satu fokus pengembangan yang dibahas adalah kendaraan roda dua dengan teknologi yang lebih beragam. Selain kendaraan listrik, TVS juga berencana mengembangkan sepeda motor berbasis etanol sebagai bagian dari pengembangan investasinya di Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa rencana tersebut nantinya juga akan melibatkan tim pemerintah terkait untuk mendukung pengembangan teknologi kendaraan listrik maupun kendaraan berbasis etanol.

“Kerja samanya di bidang pengembangan dari motor listrik, motor berbasis etanol, jadi nanti dengan tim dari Menristekdikti juga untuk pengembangan dari listrik berbasis etanol ini,” ucap Rosan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong masuknya investasi berkualitas, memperkuat industri otomotif nasional, serta mempercepat pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia

Continue Reading

News

Prabowo Fokus Kemandirian Energi, Siapkan E50

Pemerintah merancang peta jalan pengembangan bahan bakar nabati E50 dan pembenahan tata kelola migas demi menekan ketergantungan impor energi nasional.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Sidang tersebut membahas strategi menjaga ketersediaan energi nasional sekaligus memperkuat kemandirian energi di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa salah satu arahan utama Presiden adalah mempersiapkan pengembangan bahan bakar campuran etanol 50 persen atau E50 setelah pemerintah menjalankan program biodiesel B50. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan BBM dari luar negeri.

Dari sisi kebutuhan energi, konsumsi solar nasional saat ini disebut berada di sekitar 39 juta kiloliter per tahun. Sementara itu, konsumsi bensin berada pada kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun. Pemerintah melihat peningkatan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Dalam sidang DEN, pemerintah juga melaporkan kondisi stok BBM dan cadangan nasional yang berada pada kisaran 18 hingga 20 hari. Presiden meminta ketersediaan energi tetap dijaga di tengah perubahan situasi geopolitik dunia. Pemerintah juga akan meningkatkan eksplorasi minyak dan gas serta mengoptimalkan sumur-sumur yang sudah berproduksi dengan dukungan teknologi.

Prabowo juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sumur minyak rakyat. Bahlil menyebut terdapat sekitar 45 ribu sumur rakyat yang perlu dipantau dan dikelola secara profesional agar tidak terjadi pelanggaran maupun penyaluran minyak ke pihak yang tidak semestinya.

Selain produksi energi, pemerintah dan DEN membahas rancangan perubahan tata kelola sektor minyak dan gas. Salah satu gagasan yang dilaporkan adalah penguatan kelembagaan pengelolaan migas yang akan berada langsung di bawah Presiden, sementara kementerian teknis menjalankan kebijakan sesuai arahan yang ditetapkan.

Langkah menuju E50 menunjukkan bahwa agenda energi pemerintahan Prabowo tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan BBM jangka pendek. Pemerintah juga berupaya membangun kombinasi kebijakan yang mencakup peningkatan produksi minyak dan gas, pengembangan bahan bakar nabati, pemanfaatan teknologi, serta penguatan tata kelola energi.

Continue Reading

News

Wamen Fajar: WSC Shanghai 2026 Jadi Tolok Ukur Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

Kemendikdasmen mengirimkan 20 kompetitor ke ajang WorldSkills Competition ke-48 di Shanghai untuk mengukur dan meningkatkan standardisasi keahlian vokasi nasional di panggung dunia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada WorldSkills Competition (WSC) ke-48 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Indonesia mengirimkan 20 kompetitor sebagai peserta yang akan berlaga dalam 17 bidang keahlian dan 17 eksper (expert) sebagai ahli yang menjalankan fungsi teknis dan penilaian dalam kompetisi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WSC tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi momentum bagi pendidikan vokasi Indonesia untuk melihat perkembangan keterampilan dan teknologi di tingkat dunia. “Ajang di Shanghai nanti akan menjadi semacam standardisasi dari kualitas pendidikan vokasi yang ada di Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurutnya, berbagai bidang yang dipertandingkan dalam WSC dapat menjadi gambaran mengenai keahlian yang relevan di masa depan. Hal tersebut perlu direspons melalui pengembangan pendidikan vokasi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan manusia modern, termasuk di era kecerdasan artifisial (AI).

“Dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Shanghai, saya rasa kita bisa meneropong bahwa prodi-prodi atau keahlian-keahlian yang akan relevan di masa depan itu apa dan saya rasa itu harus direspons oleh pendidikan vokasi di Indonesia,” tuturnya.

Wamen Fajar juga mengatakan bahwa perkembangan AI tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap pekerjaan teknis. Menurutnya, bidang-bidang, seperti listrik, plumbing, bangunan, dan konstruksi, yang dipertandingkan dalam WSC menunjukkan bahwa keterampilan teknis masih memiliki tempat di dunia kerja.

“Di tengah gempuran kecerdasan buatan, pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya teknis itu masih punya tempat. Saya lihat di antara cabang-cabang yang dipertandingkan juga itu ‘kan, soal listrik, plumbing, bangunan, konstruksi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa kontingen Indonesia telah melalui proses persiapan dan pelatihan yang panjang. Para kompetitor merupakan murid dan alumni SMK serta talenta dari berbagai institusi mitra industri yang menjalani pelatihan selama enam hingga mendekati satu tahun.

“Mereka berangkat bukan sekadar membawa koper. Namun, mereka membawa nama Indonesia. Mereka juga tidak datang dengan tiba-tiba, ada latihan yang cukup panjang, dengan seleksi yang ketat, ada perjuangan, ada kesalahan yang berulang kali dilakukan sampai pada titik menjadi ahli,” ujar Dirjen Tatang.

Ia menjelaskan bahwa WSC merupakan panggung keterampilan terbesar di dunia yang menuntut peserta tidak hanya memiliki kemampuan presisi, tetapi juga kecepatan, kreativitas, serta kemampuan memenuhi standar dan benchmark dunia.

“Tentu kita ingin medali, tapi jangan hanya pulang membawa medali. Pulanglah membawa pengalaman, pulanglah membawa teknologi, pulanglah membawa standar dunia,” tegasnya.

Menurut Dirjen Tatang, pengalaman yang diperoleh kontingen selama mengikuti kompetisi di Shanghai diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Karena kemenangan terbesar bukan hanya ketika merah putih berkibar di podium. Kemenangan terbesar adalah ketika pengalaman dari Shanghai mengubah cara kita mendidik dan melatih jutaan murid SMK di tanah air,” ujarnya.

Continue Reading

News

PISA 2025: Rasa Ingin Tahu Murid Indonesia di Atas OECD

Hasil PISA 2025 menunjukkan 80 persen murid Indonesia memiliki rasa ingin tahu tinggi, melampaui rata-rata negara OECD dan menjadi modal penting percepatan mutu pendidikan nasional.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 tak hanya merekam capaian akademik murid Indonesia. Data terbaru OECD justru menunjukkan modal lain yang cukup kuat: rasa ingin tahu dan ketekunan.

Sebanyak 80 persen murid Indonesia mengaku ingin tahu tentang banyak hal. Proporsi ini melampaui rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berada di angka 73 persen.

Temuan tersebut dipaparkan dalam Seminar Hasil PISA Indonesia 2025 yang digelar Pusat Asesmen Pendidikan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Bukan hanya rasa ingin tahu. Sebanyak 74 persen murid Indonesia mengatakan mereka berusaha lebih keras ketika menghadapi pekerjaan yang menantang, dibandingkan rata-rata OECD yang mencapai 60 persen.

Jika dibandingkan dengan PISA 2022, proporsi murid yang menyatakan ingin tahu tentang banyak hal meningkat 7,3 poin persentase. Sementara itu, proporsi murid yang berusaha lebih keras menghadapi tantangan naik 7,2 poin persentase.

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan hasil PISA 2025 perlu ditempatkan sebagai pijakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran, bukan sekadar laporan capaian pendidikan.

“Pada tahun 2025, perlu kita tempatkan bukan sekadar sebagai laporan capaian, melainkan sebagai dasar untuk memperbaiki dan juga mempercepat peningkatan mutu pendidikan kita,” kata Toni.

Menurut dia, proses belajar perlu semakin memberi ruang bagi kemampuan bernalar, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Arah ini sejalan dengan temuan OECD yang menunjukkan adanya hubungan positif antara rasa ingin tahu dan capaian sains murid Indonesia.

Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher turut menyoroti tingginya rasa ingin tahu murid Indonesia. Data PISA juga menunjukkan murid relatif aktif mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan belajar.

Sebanyak 90 persen murid mengaku meminta bantuan guru ketika membutuhkan, sedangkan 92 persen meminta bantuan teman saat belum memahami materi.

Modal tersebut dinilai dapat diperkuat melalui penerapan Pembelajaran Mendalam. Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Edy Tri Baskoro, misalnya, mendorong pembelajaran matematika yang memberi kesempatan kepada murid mencoba beragam cara penyelesaian, menjelaskan alasan, melakukan refleksi, dan memahami konsep secara lebih mendalam.

Salah satu gagasan yang diajukan ialah one reasoning problem every day atau satu soal bernalar setiap hari. Dengan sekitar 200 hari belajar dalam setahun, kebiasaan tersebut secara teoritis dapat memberi sekitar 1.800 pengalaman bernalar selama sembilan tahun pendidikan.

Diana Rochintaniawati dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menilai guru memiliki peran penting untuk mengarahkan rasa ingin tahu murid melalui pembelajaran berbasis inquiry atau penyelidikan.

Data PISA 2025 mencatat 82 persen murid Indonesia mengatakan guru menunjukkan perhatian terhadap pembelajaran mereka dalam sebagian besar pelajaran sains. Sebanyak 85 persen juga menyebut guru terus mengajar hingga mereka memahami materi.

“Jadi ajaklah siswa itu dari inquiry,” ujar Diana.

Sri Rezki Widuri dari INOVASI menambahkan, Pembelajaran Mendalam tidak berhenti pada pemahaman materi. Murid perlu didorong untuk menerapkan, mengevaluasi, merefleksikan, dan memindahkan pengetahuan ke situasi baru.

Pendekatan itu sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen yang menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai upaya menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran. Murni Leo dari Tanoto Foundation menyebut survei bersama J-PAL pada 2025 terhadap 8.060 orang tua di 17 kabupaten/kota di lima provinsi menunjukkan 92 persen orang tua menganggap keterlibatan dalam pendidikan anak penting.

Sebanyak 68 persen orang tua dalam survei tersebut mengaku ikut membantu anak mengerjakan tugas.

Rangkaian temuan PISA 2025 itu menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan ketekunan dapat menjadi modal awal untuk membangun kemampuan belajar yang lebih kuat. Tantangan berikutnya adalah mengubah modal tersebut menjadi kebiasaan: bertanya, bernalar, memecahkan masalah, berefleksi, dan menggunakan pengetahuan untuk menghadapi persoalan nyata.

Continue Reading

News

Abdul Mu’ti Dorong Kursus Jadi Pelengkap Pendidikan Formal

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong integrasi pendidikan formal dan kursus agar peserta didik memiliki keterampilan yang lebih beragam untuk memasuki dunia kerja dan kewirausahaan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong sinergi antara lembaga pendidikan formal, informal, dan nonformal untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan dan keterampilan. Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk lembaga kursus di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan tidak harus berlangsung melalui jalur sekolah formal saja. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang memberikan keterampilan praktis yang belum tentu dapat diperoleh peserta didik di sekolah. Karena itu, pemerintah mendorong hubungan yang lebih erat antara sekolah dan lembaga kursus.

Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah lulusan SMK. Mu’ti mendorong mereka memiliki dua jenis sertifikat, yakni ijazah dari satuan pendidikan formal dan sertifikat pelatihan dari lembaga kursus dan pelatihan. Menurutnya, kombinasi keduanya dapat memperluas pilihan keterampilan dan peluang kerja lulusan.

Gagasan tersebut juga tidak hanya ditujukan kepada siswa SMK. Mu’ti menyebut siswa SMA dapat mengikuti kursus sambil menjalani pendidikan formal. Keterampilan tambahan tersebut dapat berupa kemampuan praktis yang mendukung kesiapan bekerja maupun menjadi wirausahawan.

Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen meluncurkan pemutakhiran Dapodik Lembaga Kursus. Data tersebut diharapkan menjadi dasar yang lebih akurat dan mutakhir dalam merumuskan kebijakan terkait pendidikan nonformal, termasuk penyaluran bantuan dan intervensi pemerintah. Mu’ti menekankan pentingnya data pendidikan yang valid untuk mendukung pengambilan kebijakan.

Penguatan pendidikan nonformal juga terlihat dari program pelatihan yang diarahkan langsung ke dunia kerja. Dalam kegiatan tersebut, Kemendikdasmen melepas alumni program Pendidikan Kecakapan Kerja dari sejumlah lembaga kursus untuk bekerja di luar negeri. Data yang dilaporkan Kemendikdasmen menunjukkan ribuan peserta ditempatkan di sejumlah negara, termasuk Jepang, Bulgaria, Turki, Malaysia, Taiwan, dan negara lainnya.

Langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan yang semakin menekankan keterhubungan antara pembelajaran dan kebutuhan keterampilan. Sekolah memberikan fondasi akademik dan karakter, sementara kursus dan pelatihan dapat memperkuat keterampilan praktis. Tantangannya adalah memastikan kedua jalur tersebut memiliki standar mutu, sistem pengakuan kompetensi, dan data yang terintegrasi sehingga keterampilan yang diperoleh peserta didik benar-benar dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha.

Continue Reading

News

Proyek Tol, LRT Hingga IKN Terus Dipercepat

Pembangunan infrastruktur Indonesia memasuki fase penguatan konektivitas, transportasi perkotaan, dan pembiayaan proyek strategis.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Perkembangan infrastruktur Indonesia hingga pertengahan September 2026 menunjukkan percepatan di sejumlah sektor, mulai dari transportasi massal perkotaan, jaringan jalan tol, hingga penjajakan investasi proyek strategis. Pemerintah juga mulai memperluas pola pembiayaan dengan melibatkan investor asing dan badan usaha.

Salah satu perkembangan terbaru terjadi di Jakarta. Pada 16 September 2026, LRT Jakarta resmi beroperasi hingga Stasiun Manggarai melalui lintas Kelapa Gading-Manggarai. Jalur tersebut memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit. Kapasitas penumpang diproyeksikan dapat mencapai 80.000 orang secara bertahap.

Stasiun Manggarai kini menjadi salah satu simpul transportasi yang menghubungkan LRT dengan KRL, TransJakarta, TransJabodetabek, dan Kereta Bandara. Integrasi tersebut memperlihatkan arah pembangunan infrastruktur perkotaan yang tidak hanya mengejar penambahan jalan, tetapi juga memperkuat transportasi publik dan konektivitas antarmoda.

Di sektor jalan tol, jaringan Trans-Sumatera juga terus berkembang. Hingga Agustus 2026, total jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera dalam portofolio Hutama Karya mencapai 1.161 kilometer, dengan 982 kilometer telah beroperasi. Pengembangan jaringan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi logistik di Sumatera.

Di Pulau Jawa, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen juga memasuki tahap penting. Seksi 6 yang menghubungkan Ambarawa dengan Junction Bawen dilaporkan telah mencapai sekitar 99,54 persen konstruksi dan ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2026. Ruas ini akan memperkuat hubungan Yogyakarta dengan kawasan Jawa Tengah serta mendukung mobilitas logistik dan pariwisata.

Sementara itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN memasuki tahap lanjutan. Otorita IKN menyebut pembangunan Tahap II terus berjalan untuk mendukung target IKN sebagai Ibu Kota Politik pada 2028. Pembiayaannya menggunakan kombinasi APBN, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU, dan investasi swasta.

Dari sisi investasi, pemerintah juga berupaya memperbesar partisipasi modal internasional. Dalam forum Indonesia-Jepang pada Agustus 2026, Indonesia menawarkan 32 proyek strategis bidang transportasi dan infrastruktur kepada investor Jepang dengan nilai indikatif Rp207,64 triliun atau sekitar US$11,77 miliar. Portofolio tersebut mencakup 12 proyek jalan dan jalan tol, 10 proyek properti dan kawasan, enam proyek perkeretaapian serta transit-oriented development, dua proyek pelabuhan dan logistik, serta dua fasilitas fabrikasi baja.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa agenda infrastruktur Indonesia semakin bergeser dari sekadar pembangunan fisik menuju pembentukan jaringan konektivitas yang terintegrasi. Jalan tol memperkuat logistik antardaerah, LRT memperkuat mobilitas metropolitan, sementara IKN dan proyek kawasan strategis membutuhkan dukungan jaringan air, energi, transportasi, serta infrastruktur digital.

Tantangan berikutnya adalah memastikan proyek-proyek tersebut memiliki pembiayaan berkelanjutan, tingkat pemanfaatan yang tinggi, serta terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah juga mendorong keselarasan pembangunan konektivitas fisik dengan perencanaan daerah dan penguatan koridor pelabuhan strategis dalam kerja sama kawasan Asia Tenggara.

Dengan demikian, peta infrastruktur Indonesia pada 2026 memperlihatkan tiga arah utama: memperluas konektivitas antarwilayah, memperkuat transportasi publik perkotaan, dan meningkatkan keterlibatan investasi swasta maupun internasional. Ketiganya menjadi bagian penting dari upaya menjadikan infrastruktur bukan hanya sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai fondasi aktivitas ekonomi nasional.

Continue Reading
News2 jam ago

Prabowo: Panggil Saya Mas Bowo, Jangan Eyang

Ruang Sujud3 jam ago

China Perkuat Posisi Pasar Halal dan Keuangan Syariah di Tengah Pertumbuhan Global

News10 jam ago

Prabowo Bakal Ratas Bahas Pendidikan Gratis, Mulai SD-Perguruan Tinggi

News11 jam ago

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Guru Hadapi Era AI

LakeyBanget12 jam ago

Herdman Panggil 23 Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

LakeyBanget13 jam ago

Santri Makassar Temukan Celah Keamanan di Sistem NASA

News1 hari ago

KRI Sriwijaya, Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Jakarta

News1 hari ago

TVS Siap Perluas Investasi dan Kembangkan Motor Listrik di Indonesia

News1 hari ago

Prabowo Fokus Kemandirian Energi, Siapkan E50

News1 hari ago

Wamen Fajar: WSC Shanghai 2026 Jadi Tolok Ukur Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

News1 hari ago

PISA 2025: Rasa Ingin Tahu Murid Indonesia di Atas OECD

News1 hari ago

Abdul Mu’ti Dorong Kursus Jadi Pelengkap Pendidikan Formal

News1 hari ago

Proyek Tol, LRT Hingga IKN Terus Dipercepat

News1 hari ago

Ekonomi Asia Dihadapkan pada Tekanan Energi dan Perlambatan Konsumsi

News1 hari ago

Stok Beras 4,6 Juta Ton, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi El Niño

News1 hari ago

IHSG Rebound ke 6.462, Pasar Cermati Efek Kenaikan Bunga The Fed

Review2 hari ago

Anak Butuh AI atau Lebih Banyak Interaksi dengan Manusia?

LakeyBanget2 hari ago

Rapper Asal AS Sumbang Rp17,7 M untuk Palestina

News2 hari ago

Pemerintah Siapkan Produksi E20 Dalam Dua Tahun, Tebu Jadi Sumber Etanol

LakeyBanget2 hari ago

Pengamat: Kebijakan AI Indonesia Dinilai Sejalan Tren Global