Monitorday.com — Pemanfaatan teknologi Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital mulai memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran di sekolah. Di SMP Negeri 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), penggunaan perangkat ini terbukti membantu siswa lebih siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat meninjau langsung pelaksanaan TKA di sekolah tersebut. Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan para siswa yang baru saja menyelesaikan ujian Bahasa Indonesia.
Fajar menegaskan, kehadirannya bertujuan memastikan pemanfaatan IFP sebagai bagian dari dukungan pemerintah berjalan optimal dalam menunjang proses pembelajaran.
“Penggunaan IFP diharapkan benar-benar membantu siswa, tidak hanya dalam kegiatan belajar sehari-hari, tetapi juga dalam menghadapi TKA yang berbasis digital,” ujarnya.
Menurutnya, siswa yang terbiasa menggunakan IFP menjadi lebih adaptif terhadap perangkat teknologi. Hal ini penting karena pelaksanaan TKA dilakukan menggunakan komputer atau laptop.
Fajar menjelaskan, soal TKA dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, literasi membaca, dan numerasi. Model soal berbasis konteks dan analisis dinilai relevan untuk mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Ia menambahkan, penguatan literasi dan numerasi menjadi fokus utama Kementerian dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Integrasi teknologi seperti IFP dinilai sebagai langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
Guru Matematika SMP Negeri 6 Mataram, Defi Kamilia, mengungkapkan bahwa materi TKA sejalan dengan kurikulum yang telah diajarkan sejak kelas 7 hingga kelas 9. Namun, pola soal berbasis analisis membutuhkan pembiasaan khusus bagi siswa.
“Kami memberikan latihan dan pengayaan sejak awal tahun ajaran, terutama untuk membiasakan siswa menghadapi soal numerasi berbasis konteks,” jelasnya.
Persiapan tersebut juga didukung melalui penyusunan soal bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serta pemanfaatan simulasi TKA dari Kementerian.
Sebanyak 456 siswa mengikuti TKA di SMP Negeri 6 Mataram yang dilaksanakan dalam empat gelombang. Ujian berlangsung lancar dengan dukungan fasilitas komputer dan jaringan internet yang memadai.
Dari sisi siswa, penggunaan IFP dinilai membuat pembelajaran lebih interaktif dan mudah dipahami. Salah satu peserta, Pande, mengaku lebih terbiasa menggunakan perangkat digital sehingga lebih percaya diri saat mengikuti TKA.
Sementara itu, siswa lainnya, Keyla, menyebut materi dan model soal TKA tidak jauh berbeda dengan yang dipelajari di kelas. Latihan yang dilakukan sebelumnya juga membantu meningkatkan kesiapan mereka.
Pemanfaatan IFP di SMP Negeri 6 Mataram menjadi contoh nyata integrasi teknologi dalam pendidikan. Pendekatan ini tidak hanya membantu pemahaman konsep, tetapi juga melatih kemampuan analisis, penalaran, serta literasi siswa.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan akademik di era digital.