Connect with us

News

Penyelamat Guru Honorer: SE Mendikdasmen No 7 Tahun 2026

pemerintahan Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada nasib guru honorer, yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan Indonesia. Melalui Undang-Undang Sisdiknas dan UU ASN, pemerintah berkomitmen memberikan solusi permanen dengan Surat Edaran Mendikdasmen sebagai kebijakan transisi yang memberikan jaminan kepada guru non-ASN.

Aruna Zahra

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Danantara dan Sejumlah Pemda Teken MoU PSEL, Tangsel Kamu Kapan?

Danantara resmi teken MoU dengan Pemda untuk percepat proyek PSEL di enam wilayah. Inisiatif ini diharapkan mampu mengatasi krisis sampah dan menghasilkan energi bersih.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Gunungan sampah di sejumlah kota Indonesia kian mengkhawatirkan. Di beberapa daerah, tingginya bahkan disebut sudah menyerupai gedung belasan lantai. Bau menyengat, pencemaran air, hingga ancaman kesehatan masyarakat menjadi persoalan yang tak lagi bisa ditunda.

Di tengah situasi itu, pemerintah mulai mempercepat langkah. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Danantara Investment Management resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di enam wilayah.

Enam daerah tersebut meliputi Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan kerja sama tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara dalam mengatasi darurat sampah perkotaan yang semakin mendesak.

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” ujar Zulhas di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Pemerintah memang tengah memprioritaskan daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari. Targetnya tidak kecil. Sebanyak 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota masuk dalam agenda percepatan pembangunan PSEL.

Menurut Zulhas, kondisi di sejumlah daerah sudah berada pada level darurat. Bahkan, ada timbunan sampah yang tingginya mencapai 14 hingga 15 lantai.

Karena itu, pemerintah menargetkan penyelesaian proyek dilakukan bertahap dalam tiga tahun ke depan. Separuh proyek diharapkan selesai pada 2027, sementara sisanya rampung pada Mei 2028.

“Dalam tiga tahun ke depan, separuh akan selesai 2027, separuh lagi Mei 2028,” kata Zulhas.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah mengubah cara pandang terhadap sampah. Bukan lagi sekadar limbah yang dibuang, melainkan sumber energi baru yang dapat dimanfaatkan menjadi listrik.

Di sisi lain, proyek ini juga membuka ruang investasi besar. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut kebutuhan pendanaan proyek PSEL diperkirakan mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun.

“Ini bukan nilai yang kecil,” ujar Pandu.

Ia menegaskan percepatan pembangunan PSEL membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Sebab, persoalan sampah telah berubah menjadi krisis di banyak wilayah.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” katanya.

Pemerintah sendiri telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai dasar percepatan penanganan sampah melalui pembangunan PSEL.

Danantara juga telah memulai proses lelang proyek sejak November 2025. Tiga wilayah bahkan sudah memiliki pemenang proyek, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya.

Continue Reading

News

Bahlil Beberkan Kabar Terbaru Soal Impor Minyak Mentah Rusia

Menteri Bahlil Lahadalia mengungkap perkembangan impor minyak Rusia, dengan target pengiriman perdana dalam 1-2 minggu. Langkah ini diikuti diversifikasi sumber energi dan penjajakan impor LPG dari Rusia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Bahlil Lahadalia mengungkap perkembangan terbaru terkait rencana impor minyak mentah dari Rusia. Pemerintah menargetkan pengiriman perdana crude oil asal Rusia mulai tiba di Indonesia dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengatakan proses kesepakatan antara kedua negara telah rampung, termasuk penandatanganan kontrak kerja sama. Saat ini, pemerintah tinggal menyelesaikan aspek teknis pengiriman minyak mentah tersebut.

“Secara deal sudah. Kontrak sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (12/5).

Sebelumnya, Bahlil menjelaskan bahwa rencana pembelian minyak mentah dari Rusia merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia disebut akan memperoleh pasokan minyak mentah sebanyak 150 juta barel sepanjang tahun ini.

Meski begitu, Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan bergantung pada satu negara dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Indonesia tetap membuka opsi impor energi dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Menurutnya, langkah diversifikasi sumber impor penting dilakukan di tengah kondisi geopolitik global yang masih tidak menentu.

“Dalam posisi geopolitik yang tidak menentu kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara. Jadi harus ada diversifikasi,” katanya.

Selain crude oil, pemerintah juga tengah menjajaki impor LPG dari Rusia. Langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional yang diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

Bahlil menyebut produksi LPG domestik saat ini baru mencapai sekitar 1,6 juta ton sehingga Indonesia perlu mencari sumber pasokan baru dari luar negeri, termasuk Rusia.

“Nah kaitan dengan itu kita juga mencari pasar-pasar baru. Total produksi kita hanya 1,6 juta. Jadi kita harus mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Insya Allah Rusia sekarang untuk LPG dalam taraf finalisasi,” ujarnya.

Continue Reading

News

Ancaman Pidana Jual Beli Kursi Sekolah

Praktik curang dalam proses masuk sekolah tidak hanya merusak integritas sistem pendidikan, melainkan juga menimbulkan konsekuensi serius terhadap nilai-nilai kejujuran dan keadilan

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik jual beli kursi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Bandung. Pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam kecurangan ini akan menghadapi sanksi berat hingga proses pidana.

Farhan memastikan tidak akan memberi toleransi terhadap upaya curang dalam proses penerimaan siswa, baik di tingkat SD maupun SMP. Langkah tegas ini diambil menyusul kekhawatiran mengenai kerusakan sistem pendidikan dan dampak negatifnya terhadap pembentukan karakter anak sejak dini.

jual beli kursi sekolah

“Siapapun yang terindikasi melakukan jual beli kursi akan saya berikan sanksi berat dan langsung dipidana,” tegas Farhan di Balai Kota Bandung, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Farhan, praktik curang dalam proses masuk sekolah tidak hanya merusak integritas sistem pendidikan, melainkan juga menimbulkan konsekuensi serius terhadap nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang seharusnya ditanamkan sejak awal.

Ia menilai, siswa yang terbiasa memperoleh sesuatu dengan cara tidak jujur berpotensi tumbuh dengan karakter serupa di masa depan. Hal ini dapat menciptakan generasi yang kurang menjunjung tinggi integritas dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kalau anak masuk sekolah dengan cara curang, dia akan tumbuh menjadi orang yang curang juga,” ujarnya.

Continue Reading

News

Masih Ada Sekolah Selewengkan Dana BOS dan KIP

Berbagai kebijakan yang dilakukan di sekolah tentu harus bersinergi dengan upaya-upaya bersama agar sekolah juga dapat menjadi model bagaimana kehidupan yang bersih, kehidupan yang jauh dari korupsi

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyoroti praktik penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang masih terjadi di lingkungan sekolah. Praktik tersebut dianggap mengganggu upaya pendidikan karakter, khususnya penanaman nilai kejujuran, kepada para siswa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Abdul Mu’ti, Mendikdasmen, dalam peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Senin (11/5/2026). Mu’ti menekankan bahwa fenomena tersebut berseberangan dengan tujuan pendidikan karakter yang ingin dicapai oleh sekolah.

“Kita masih mendapat adanya informasi misalnya bagaimana dana BOS belum digunakan sebagaimana mestinya, KIP disalahgunakan, dan berbagai kebijakan yang justru immediate environment-nya itu terjadi di sekolah,”

“Itu memberikan satu contoh yang kontraproduktif dengan apa yang diajarkan di kelas-kelas ketika anak-anak diajari kejujuran tetapi kenyataannya justru tidak melihat contoh bagaimana kejujuran itu terbangun dengan baik,”

“Sehingga karena itu maka berbagai kebijakan yang dilakukan di sekolah tentu harus bersinergi dengan upaya-upaya bersama agar sekolah juga dapat menjadi model bagaimana kehidupan yang bersih, kehidupan yang jauh dari korupsi itu dapat menjadi immediate environment atau lingkungan terdekat bagi anak-anak kita,”

“Kami berusaha untuk sejak dini menanamkan kepada anak kita bagaimana mereka jujur dalam mengerjakan soal dan juga dalam mereka berperilaku sehari-hari. Kami juga mulai menerapkan sistem penerimaan murid baru yang menekankan prinsip keadilan dan juga kejujuran, yang itu semua membutuhkan dukungan berbagai pihak termasuk dukungan Bapak Ibu sekalian para pemangku kepentingan dan juga pemerintah daerah di semua struktur pemerintahan,”

Continue Reading

News

Gaduh Soal Tax Amnesty Jilid II, Purbaya Buka Suara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak akan ada tax amnesty jilid II dan menjamin peserta PPS aman dari pemeriksaan ulang. Kebijakan ini menekankan kepastian hukum dan kepercayaan wajib pajak.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan kembali membuka program pengampunan pajak atau tax amnesty selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Penegasan tersebut muncul di tengah polemik rencana pemeriksaan ulang terhadap peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Menurut Purbaya, isu tersebut telah menimbulkan kegaduhan di kalangan dunia usaha dan wajib pajak.

Dalam keterangannya, Purbaya menilai reformasi perpajakan harus dijalankan dengan prinsip kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.

“Selama saya menjadi Menteri Keuangan tidak akan menjalankan tax amnesty,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia juga memastikan peserta tax amnesty maupun PPS yang telah mengikuti program sesuai ketentuan tidak akan kembali “dikejar-kejar” oleh otoritas pajak. Pemerintah, kata dia, hanya akan memantau komitmen tertentu yang memang telah disepakati peserta, terutama terkait repatriasi aset dari luar negeri.

Menurut Purbaya, pemeriksaan hanya akan difokuskan kepada wajib pajak yang belum memenuhi komitmen dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta (SPPH). Di luar itu, pemerintah tidak akan membuka kembali data peserta yang sudah mengikuti program pengampunan pajak.

Purbaya bahkan mengaku akan menegur jajaran Direktorat Jenderal Pajak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan kebijakan kepada publik. Ia meminta otoritas pajak menjaga iklim usaha dan kepercayaan masyarakat demi keberlanjutan reformasi perpajakan nasional.

Sikap penolakan terhadap tax amnesty sebenarnya bukan kali pertama disampaikan Purbaya. Sejak menjabat Menteri Keuangan pada 2025, ekonom lulusan ITB itu beberapa kali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan pengampunan pajak karena dinilai berpotensi menimbulkan moral hazard dan membuat kepatuhan pajak menjadi tidak sehat.

Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025 dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Sebelum masuk kabinet, ia dikenal sebagai ekonom sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Continue Reading

News

Pemerintah Percepat Proyek Sampah Jadi Listrik, 62 Daerah Disiapkan Bangun PSEL

Pemerintah akselerasi pembangunan PSEL di 62 daerah untuk atasi masalah sampah dan hasilkan energi listrik. Inisiatif ini wujud komitmen Indonesia dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Persoalan sampah yang selama ini menjadi masalah serius di berbagai kota besar Indonesia mulai ditangani melalui langkah strategis pemerintah. Salah satunya dengan mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi mengatasi krisis sampah nasional sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara sejumlah pemerintah daerah dan Danantara terkait percepatan pembangunan fasilitas PSEL di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan pemerintah pusat akan mengawal langsung pelaksanaan proyek agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diselesaikan.

Menurut Bima, sejumlah aspek penting seperti persoalan lahan, volume pengangkutan sampah, dampak lingkungan, hingga kesiapan pemerintah daerah menjadi perhatian utama dalam implementasi proyek pengolahan sampah modern tersebut.

“Insyaallah akan dikawal mulai dari masalah lahan, volume sampah yang diangkut, lingkungan dan lainnya sesuai arahan pemerintah,” ujar Bima.

Ia menilai proyek PSEL bukan sekadar program pengelolaan sampah biasa, melainkan bagian penting dari transformasi pengelolaan lingkungan dan energi nasional.

Selama ini, banyak daerah menghadapi persoalan serius akibat kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) yang semakin penuh, sementara produksi sampah terus meningkat setiap tahun.

Pemerintah berharap teknologi pengolahan sampah menjadi listrik dapat menjadi solusi jangka panjang sekaligus menciptakan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penyelesaian persoalan sampah nasional.

Menurut Zulkifli, persoalan sampah kini tidak lagi bisa dianggap sepele karena telah berdampak luas terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga pencemaran tanah, air, dan udara.

“Permasalahan sampah yang sudah lama menjadi beban lingkungan harus segera diselesaikan,” kata Zulkifli.

Ia menjelaskan percepatan proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan penanganan sampah nasional.

Melalui regulasi itu, pemerintah menargetkan pengolahan sampah berbasis teknologi modern yang aman dan telah diterapkan di berbagai negara maju.

Pada tahap awal, program PSEL akan difokuskan di daerah yang masuk kategori darurat sampah. Secara nasional, proyek ini menargetkan pembangunan di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Beberapa wilayah yang telah menandatangani kerja sama tahap awal di antaranya Serang Raya, Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Medan Raya, hingga Lampung Raya.

Pemerintah berharap proyek tersebut mampu mempercepat pengurangan volume sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Selain menekan pencemaran lingkungan, pengolahan sampah menjadi listrik juga dinilai memiliki nilai ekonomi karena dapat menghasilkan energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Konsep waste to energy sendiri kini mulai banyak diterapkan di berbagai negara sebagai solusi modern menghadapi krisis sampah perkotaan.

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan volume sampah yang cukup tinggi, terutama di kota-kota besar dengan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi itu mendorong pemerintah mengubah pendekatan pengelolaan sampah dari sekadar membuang menjadi mengolah dan memanfaatkan kembali.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir, serta Kepala BRIN Arif Satria bersama sejumlah kepala daerah.

Melalui percepatan pembangunan PSEL ini, pemerintah berharap persoalan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi masalah klasik di berbagai daerah dapat diatasi secara lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Continue Reading

News

Said Abdullah Optimistis APBN 2026 Tetap Terkendali

Said Abdullah yakin APBN 2026 tetap terkendali. Ia menyoroti peran Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan manajemen defisit yang prudent sebagai pilar utama ketahanan fiskal negara.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, secara tegas menyuarakan optimisme tinggi bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 akan tetap berada dalam kondisi yang sehat dan terkendali.

Di tengah berbagai diskursus publik yang mengkhawatirkan potensi keretakan fiskal akibat beban belanja negara dan dinamika ekonomi global, Said menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut terlalu berlebihan.

Ia pun menjamin bahwa pemerintah bersama legislatif telah merumuskan strategi matang guna memastikan setiap kebijakan fiskal yang diambil tetap berpijak pada prinsip kehati-hatian serta keberlanjutan ekonomi jangka panjang. Baginya, APBN 2026 bukan sekadar deretan angka, melainkan instrumen vital yang telah dibentengi dengan berbagai mekanisme pengamanan agar tidak “jebol” di tengah jalan.

“Salah satu pilar utama yang mendasari keyakinan tersebut adalah ketersediaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang jumlahnya masih sangat signifikan, yakni mencapai kisaran Rp420 triliun,” ujarnya.

Said menjelaskan bahwa dana cadangan ini berfungsi sebagai “bantalan” atau buffer fiskal yang kuat bagi keuangan negara. Jika di masa depan terjadi guncangan ekonomi yang tidak terduga, keberadaan SAL memastikan pemerintah memiliki ruang gerak untuk menutupi kebutuhan belanja tanpa harus terburu-buru menambah beban utang baru secara drastis.

Namun, Politisi plontos itu juga mengingatkan bahwa penggunaan dana SAL ini tetap harus melalui pengawasan ketat dan persetujuan dari DPR, sehingga transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatannya tetap terjaga demi kepentingan rakyat.

Lebih lanjut, Said Abdullah menyoroti bahwa manajemen defisit anggaran sejauh ini masih berada dalam koridor yang sangat aman. Meskipun ada persepsi mengenai pelebaran defisit akibat kebijakan percepatan belanja, fakta di lapangan menunjukkan bahwa rasio defisit masih jauh di bawah ambang batas legal sebesar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pengelolaan utang dan pembiayaan pun dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga rasio terhadap PDB di level yang sehat dibandingkan dengan banyak negara maju maupun negara berkembang lainnya. Dengan fondasi ini, pemerintah diharapkan mampu mengalokasikan anggaran secara lebih produktif untuk mendorong sektor-sektor strategis seperti industri manufaktur, kedaulatan pangan, serta kemandirian energi yang menjadi prioritas nasional.

Sebagai penutup, Said menyampaikan apresiasi atas berbagai kritik dan peringatan dini yang diberikan oleh para pengamat ekonomi serta akademisi. Ia memandang masukan tersebut sebagai bentuk kontrol sosial yang penting agar pemerintah tidak terlena.

Namun, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan yakin pada ketahanan ekonomi domestik. Dengan kepemimpinan yang inovatif dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada, Said optimis bahwa APBN 2026 akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi yang mampu membawa Indonesia melewati tantangan global dengan tangguh, sembari terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Continue Reading

News

Terkait Sekolah yang Tolak MBG, Prabowo Respon Begini

Prabowo menyatakan pemerintah tidak akan memaksakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada semua sekolah, namun memastikan bantuan tersebut menjangkau yang membutuhkan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga balita di seluruh Indonesia.

Meski demikian, Prabowo menyebut pemerintah tidak akan memaksa semua sekolah menerima program tersebut. Menurutnya, ada sekolah yang mungkin merasa tidak membutuhkan MBG karena mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sabtu (10/5). Dalam kesempatan tersebut, ia sempat bertanya kepada warga mengenai pelaksanaan MBG di daerah tersebut. Sejumlah warga mengaku masih ada sekolah yang belum mendapatkan program tersebut.

“Kalau anak-anak orang kaya enggak perlu MBG, enggak apa-apa. Tidak dipaksa. Tapi kita ingin anak-anak kita kuat, semangat, pintar, dan rajin belajar,” ujar Prabowo.

Menanggapi keluhan warga yang belum menerima MBG, Prabowo memastikan pemerintah akan segera mendata sekolah-sekolah yang belum terjangkau dan memperluas distribusi program ke seluruh wilayah Gorontalo.

Ia menegaskan seluruh sekolah yang membutuhkan MBG akan diprioritaskan untuk menerima bantuan tersebut tahun ini.

“Yang belum dicatat ya segera. Tahun ini semua sekolah yang merasa perlu akan kita berikan MBG semuanya,” katanya.

Prabowo juga kembali menekankan tujuan utama program MBG, yakni meningkatkan kesehatan dan kualitas belajar anak-anak Indonesia agar lebih siap menghadapi masa depan.

Continue Reading

News

MBG Dongkrak Ekonomi Rakyat, Ekonom Soroti Soal Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran

Program MBG berpotensi besar dongkrak ekonomi rakyat dan UMKM. Keberhasilannya bergantung pada tata kelola adaptif, efisiensi anggaran, dan pengawasan nutrisi.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Ekonom Riandy Laksono menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi rakyat, terutama sektor pertanian, perdagangan tradisional, hingga penciptaan lapangan kerja. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai sangat bergantung pada tata kelola yang adaptif, efisien, dan transparan.

Riandy mengungkapkan, progres pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG telah mencapai sekitar 90 persen dari target nasional sebanyak 30 ribu unit. Saat ini, sekitar 27 ribu dapur disebut telah siap beroperasi.

“MBG ini sangat atraktif dalam membantu sektor pertanian dan perdagangan di pasar-pasar tradisional. Ini adalah akselerasi fiskal yang memberikan dampak langsung pada pelaku ekonomi di bawah,” ujar Riandy dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, besarnya skala program juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja yang signifikan, khususnya di daerah-daerah yang menjadi lokasi operasional dapur MBG.

Meski demikian, Riandy menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program dan stabilitas fiskal nasional. Ia menyarankan pemerintah melakukan penyesuaian frekuensi pemberian makan sebagai langkah efisiensi anggaran, tanpa mengurangi cakupan penerima manfaat.

“Agar anggaran tetap sehat dan risiko rating kredit Indonesia terjaga, pemerintah bisa mengambil jalan tengah dengan mengatur frekuensi, misalnya dari enam hari menjadi tiga atau empat hari seminggu,” katanya.

Ia menilai opsi tersebut lebih aman dibandingkan mengubah struktur utama program atau membatasi sasaran penerima hanya pada kelompok ekonomi tertentu. Dengan demikian, dampak ekonomi bagi pekerja dapur maupun penyedia bahan pangan tetap dapat dipertahankan.

Selain aspek anggaran, Riandy juga menyoroti pentingnya pengawasan kualitas nutrisi dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah dinilai perlu memperkuat mekanisme inspeksi lapangan untuk memastikan setiap anggaran yang digelontorkan benar-benar diterima siswa dalam bentuk makanan bergizi.

“Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dapur menjadi kunci keberhasilan MBG ke depannya,” ujarnya.

Riandy optimistis program MBG dapat menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi nasional apabila dikelola dengan manajemen yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen tidak dapat hanya bergantung pada satu program semata.

“Untuk menggerakkan ekonomi, dibutuhkan mesin-mesin ekonomi baru, tidak hanya sektor pertanian, tetapi juga sektor-sektor lain yang perlu diperkuat,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Kadiwano, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Edwin Putra Kadege mengatakan keberadaan dapur MBG telah memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal.

Ia menyebut dapur MBG yang dikelolanya saat ini melayani sekitar 2.000 penerima manfaat di 15 sekolah, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Kebutuhan bahan baku menjadi besar dan ini bisa dipenuhi melalui kerja sama dengan petani lokal. Kami membutuhkan puluhan hingga ratusan kilogram sayuran seperti kacang-kacangan, wortel, dan sawi,” ujar Edwin.

Selain memberdayakan petani, program MBG juga dinilai membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar dapur SPPG. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan siswa penerima makanan bergizi, tetapi juga masyarakat sekitar.

Continue Reading

News

Sekolah Garuda: Sayap Besar untuk Menerbangkan Talenta Indonesia ke Dunia

Sekolah Garuda adalah inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan unggul bagi talenta terbaik bangsa. Program ini menyiapkan pembinaan sains, teknologi, kepemimpinan, dan pengabdian menuju Indonesia Emas, agar anak Indonesia dapat menembus perguruan tinggi terbaik dunia tanpa dibatasi asal daerah maupun latar ekonomi.

Aruna Zahra

Published

on

Sekolah Garuda talenta

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



Ruang Sujud3 hours ago

Ekonomi Islam Dinilai Tawarkan Jalan Tengah di Tengah Dominasi Kapitalisme dan Sosialisme

News5 hours ago

Penyelamat Guru Honorer: SE Mendikdasmen No 7 Tahun 2026

News6 hours ago

Danantara dan Sejumlah Pemda Teken MoU PSEL, Tangsel Kamu Kapan?

News7 hours ago

Bahlil Beberkan Kabar Terbaru Soal Impor Minyak Mentah Rusia

LakeyBanget7 hours ago

Lisa Blackpink Dijadwalkan Tampil di Pembukaan Piala Dunia 2026

LakeyBanget8 hours ago

Messi In, Dybala Out: Berikut Daftar Skuad Sementara Argentina Piala Dunia 2026

News8 hours ago

Ancaman Pidana Jual Beli Kursi Sekolah

News8 hours ago

Masih Ada Sekolah Selewengkan Dana BOS dan KIP

News17 hours ago

Gaduh Soal Tax Amnesty Jilid II, Purbaya Buka Suara

News17 hours ago

Pemerintah Percepat Proyek Sampah Jadi Listrik, 62 Daerah Disiapkan Bangun PSEL

News20 hours ago

Said Abdullah Optimistis APBN 2026 Tetap Terkendali

LakeyBanget20 hours ago

Megawati Bidik Gelar Juara Bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea

News1 day ago

Terkait Sekolah yang Tolak MBG, Prabowo Respon Begini

News1 day ago

MBG Dongkrak Ekonomi Rakyat, Ekonom Soroti Soal Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran

News1 day ago

Sekolah Garuda: Sayap Besar untuk Menerbangkan Talenta Indonesia ke Dunia

LakeyBanget1 day ago

Memorabilia Langka Marilyn Monroe Bakal Dilelang Jelang Perayaan 100 Tahun Kelahiran

LakeyBanget1 day ago

Veda Ega Spill Strategi Jitu di Moto3 Prancis 2026, Start P17 hingga Finis Keempat

LakeyBanget1 day ago

Como 1907 Ukir Sejarah, Klub Milik Pengusaha Indonesia Tembus Kompetisi Eropa

LakeyBanget1 day ago

Sikat Real Madrid di El Clasico, Barcelona Kunci Gelar Juara La Liga

News1 day ago

Prabowo dan ASEAN Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.