News
Wamen Fajar Soroti Model Belajar SAI untuk Anak Papua
Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai pendekatan pembelajaran kontekstual di Sekolah Anak Indonesia (SAI), Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dapat menjadi alternatif model pendidikan yang memberi ruang bagi murid untuk berkembang secara utuh.
Fajar menyampaikan apresiasi tersebut saat mengunjungi SAI, Kamis (24/9/2026). Ia melihat langsung proses pembelajaran dan berinteraksi dengan para murid yang seluruhnya berasal dari Papua.
Menurut Fajar, keunikan SAI terletak pada cara sekolah menghubungkan pembelajaran dengan lingkungan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki peserta didik.
“Saat ini kami sedang melihat sekolah yang memiliki keunikan. Di mana mayoritasnya adalah dari anak-anak Papua dan model pembelajarannya juga sangat unik,” ujar Fajar di Bogor.
Ia menilai pendekatan Pembelajaran Mendalam yang diterapkan SAI membuat murid tidak hanya menerima materi di ruang kelas. Mereka didorong untuk mengalami proses belajar secara langsung, memahami lingkungan sekitar, kemudian mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Fajar juga mengapresiasi pemanfaatan teknologi dan pengembangan kegiatan kewirausahaan di sekolah tersebut. Menurutnya, pendidikan perlu memberi ruang kepada anak untuk tumbuh secara menyeluruh sekaligus membangun kemandirian.
“Saya senang bisa berkunjung ke salah satu model sekolah yang membuat pendidikan itu memanusiakan manusia dan terkoneksi dengan lingkungan alam semesta. Dan juga SAI dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara utuh,” kata Fajar.
Kepala SMA SAI Yanto Sutrisno Saragih mengatakan seluruh murid di sekolah tersebut berasal dari Papua, antara lain Kabupaten Intan Jaya, Nabire, dan Dogiyai.
Pembelajaran di SAI tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Para murid juga didorong mengenali jati diri, menggali potensi, dan memahami peran yang dapat mereka jalankan ketika kembali ke daerah asal.
“Sesuai dengan visi kami yaitu anak bangsa mencintai dan memiliki daerahnya. Harapan kita ketika dia belajar di sini, berproses lanjut ke perguruan tinggi, dia sudah mulai ketemu jati dirinya, dia sudah lebih jelas mau jadi apa dan sudah punya tujuan,” ujar Yanto.
Menurut Yanto, pengalaman belajar yang lebih beragam mulai memperluas pandangan murid mengenai masa depan. Saat pertama datang, sebagian anak bercita-cita menjadi pegawai karena pilihan pekerjaan yang mereka kenal masih terbatas.
Setelah memperoleh berbagai pengalaman, mereka mulai melihat peluang lain, termasuk menjadi pengusaha.
“Pembelajaran yang telah kami lakukan membuat mereka ingin menjadi pengusaha. Di sini mereka memiliki banyak referensi dan melihat banyak kesempatan yang dapat dimanfaatkan,” kata Yanto.
Salah satu praktiknya diwujudkan melalui pembuatan kukis Usua Ena berbahan dasar singkong. Para murid belajar mengolah potensi lingkungan menjadi produk sekaligus mengembangkan keterampilan kewirausahaan.
Model pembelajaran tersebut sejalan dengan pandangan Kemendikdasmen bahwa sekolah perlu menjadi ruang bagi murid untuk tumbuh mandiri, kreatif, dan mampu menemukan solusi atas persoalan di lingkungan sekitarnya.
Bagi SAI, pendidikan tidak berhenti pada kelulusan. Para murid dipersiapkan untuk memiliki tujuan hidup, menge a bisa dibuat lebih agresif ala headline media online, dengan judul 5–7 kata dan lead yang langsung menonjolkan keunikan anak-anak Papua serta model pendidikan SAI.
News
Xi: AI Harus Tetap di Bawah Kendali Manusia
Monitorday.com – Presiden China Xi Jinping menegaskan China dan Amerika Serikat memiliki kapasitas sekaligus tanggung jawab besar untuk memastikan kecerdasan artifisial (AI) dikembangkan dan dikelola demi kepentingan umat manusia.
Xi menekankan satu prinsip utama dalam pengembangan teknologi tersebut: AI harus “selalu berada di bawah kendali manusia.”
Pernyataan itu disampaikan Xi dalam upacara penyambutan di Gedung Putih yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis. Dalam kunjungannya ke AS, Xi mengatakan dirinya datang untuk “melanjutkan persahabatan” sekaligus “memperluas kerja sama” antara kedua negara.
Xi juga menyerukan penguatan komunikasi Beijing-Washington untuk menjaga hubungan kedua negara tetap stabil.
Ia mengatakan China dan AS perlu hidup berdampingan secara damai serta terlibat dalam kompetisi yang “sehat”. Beijing, kata Xi, terbuka terhadap investasi AS dan berharap perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Amerika Serikat mendapat perlakuan yang adil.
Xi turut mendorong militer China dan AS meningkatkan dialog secara rutin. Menurut dia, kedua negara perlu memperbaiki mekanisme komunikasi dan pencegahan konflik untuk mengurangi risiko salah perhitungan.
Dalam upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat, Xi juga menyerukan peningkatan frekuensi penerbangan langsung antara China dan AS.
China, lanjut Xi, berencana mengundang 100.000 pemuda Amerika Serikat untuk belajar di China dalam lima tahun ke depan.
Di bidang diplomasi publik, Xi juga mengumumkan kedatangan dua ekor panda dari China ke Kebun Binatang Atlanta. Ia menyebut panda tersebut sebagai “duta persahabatan” antara kedua negara.
Pesan Xi mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari tata kelola AI, hubungan ekonomi, komunikasi militer hingga pertukaran antarmasyarakat—sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan China-AS di tengah persaingan kedua negara.
News
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB
Monitorday.com – Delegasi Indonesia melakukan walk out dari ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026) waktu setempat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidato.
Aksi tersebut tidak hanya dilakukan delegasi Indonesia. Sejumlah delegasi negara lain juga meninggalkan ruang sidang sebelum Netanyahu naik ke mimbar.
Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memperlihatkan para diplomat Indonesia keluar dari aula ketika Netanyahu dipersilakan menuju podium. Antrean delegasi bahkan terlihat memenuhi pintu ruang sidang.
Suasana di dalam aula sempat riuh. Presiden Sidang Majelis Umum PBB Khalilur Rahman kemudian mengetukkan palu dan meminta para delegasi menjaga ketertiban.
Netanyahu menyinggung aksi tersebut dalam pidatonya. Ia meminta delegasi yang masih berniat meninggalkan ruangan untuk segera melakukannya sebelum dirinya menyampaikan pernyataan.
Aksi walk out itu berlangsung di tengah sorotan internasional terhadap perang di Gaza dan situasi di wilayah Palestina. Dalam pidato pembukaan debat umum, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut kondisi di Gaza sebagai salah satu persoalan paling mendesak. Ia menyerukan penghentian pertempuran, peningkatan bantuan kemanusiaan, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan warga sipil.
Kehadiran Netanyahu di Sidang Umum PBB juga berlangsung di tengah perhatian terhadap proses hukum di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). ICC menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 21 November 2024.
Dokumen pengadilan ICC pada 2025 menyebut surat perintah tersebut tetap berlaku, kecuali terdapat keputusan pengadilan yang memerintahkan pencabutan atau pembatalannya.
Sebelum menghadiri Sidang Umum PBB, Netanyahu mengatakan akan menggunakan pidatonya untuk membela tindakan Israel sekaligus menanggapi kritik internasional terhadap pemerintahannya.
Debat umum Sidang ke-81 Majelis Umum PBB berlangsung pada 22-26 September dan dilanjutkan pada 28 September 2026. Sidang tahun ini mengusung tema “Restoring trust, managing transformation: A United Nations that delivers for all”.
Forum tersebut menjadi panggung bagi para kepala negara, kepala pemerintahan, dan pejabat tinggi negara anggota PBB untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan global.
Aksi delegasi Indonesia keluar dari ruang sidang menambah sorotan terhadap dinamika diplomatik terkait Palestina yang kembali menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Umum PBB tahun ini.
News
Prabowo Dorong Pengelolaan Gambut Berbasis Sains, Libatkan Ilmuwan-Masyarakat Desa
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto berdiskusi bersama para sejumlah akademisi dan pakar membahas pengelolaan serta penanganan lahan gambut di Indonesia. Dalam diskusi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (24/09/2026), pembahasan terkait dengan strategi berbasis riset dalam mencegah dan menangani kebakaran gambut.
Dalam keterangannya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pelibatan para ilmuwan merupakan bagian dari upaya memperkuat kebijakan pengelolaan gambut berbasis pengetahuan dan hasil penelitian. Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
“Bapak Presiden menyetujui karena berdasarkan pengalaman para ilmuwan ini ternyata memang keberadaan badan tersebut sangat penting. Data-data, kemudian izin-izin pengelolaan-pengelolaan yang dilakukan oleh satu lembaga itu akan sangat memudahkan, termasuk pada akhirnya untuk berbagai pencegahan dan lain-lainnya itu akan dapat dilakukan dengan mudah,” jelasnya.
Presiden Prabowo, kata Mendiktisaintek, turut mengarahkan agar badan tersebut diperkuat dengan dukungan para ilmuwan dan saintis. Pengelolaan gambut akan didukung pemetaan yang lebih komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi lahan, termasuk menentukan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan, maupun pemanfaatan lainnya.
“Kemudian juga tadi disampaikan berbagai pengetahuan dan praktek-praktek baik kearifan lokal itu Bapak Presiden menyampaikan agar bisa digunakan sebagai referensi utama untuk nantinya bagaimana pengelolaan dan penanganan lahan gambut itu bisa dilakukan secara optimal,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran, Presiden turut mendorong penguatan kembali pendekatan berbasis desa dan masyarakat melalui masyarakat peduli api (MPA). Berdasarkan laporan hasil kajian yang disampaikan para ahli, masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian memiliki peran penting dalam melakukan respons awal secara cepat dan efektif.
“Tadi juga beberapa praktek baik disampaikan oleh para ilmuwan seperti membangun pompa yang cepat, bagaimana hitungan ketika penanganan dilakukan melalui udara dan sebagainya yang semuanya Bapak Presiden sangat menyambut baik agar hal-hal tadi bisa nantinya dijadikan sebagai referensi sekali lagi untuk badan yang akan segera dibentuk,” lanjut Brian.
Aspek edukasi turut menjadi perhatian, termasuk melalui sekolah dan pengembangan kurikulum mengenai pentingnya menjaga lahan gambut serta mencegah kebakaran. Lebih lanjut, menurut Brian, Presiden meminta agar riset, penelitian, dan kajian mengenai gambut terus dilanjutkan untuk mendukung pengelolaan lahan gambut Indonesia secara optimal.
“Intinya ke depan lahan gambut di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 33 juta hektare itu bisa dioptimalkan, bisa dimanfaatkan. Di satu sisi dia memproduksi sesuatu yang cocok tetapi di sisi lain yang jauh lebih penting adalah dengan adanya pengelolaan maka pencegahan itu bisa dilakukan dengan lebih baik,” tandasnya.
News
Dua Buku Abdul Mu’ti Masuk Koleksi Perpustakaan Oxford
Monitorday.com – Dua karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti resmi menjadi koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS), Inggris, Selasa (22/9/2026).
Kedua buku tersebut ialah Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan.
Berdasarkan penelusuran katalog SOLO, katalog daring perpustakaan Universitas Oxford, keduanya tercatat sebagai karya menteri pendidikan Indonesia pertama yang masuk dalam koleksi perpustakaan OCIS.
Masuknya dua buku itu memperkenalkan kajian mengenai pluralitas agama dan pengelolaannya dalam pendidikan Indonesia ke lingkungan akademik Oxford.
Kristen Muhammadiyah ditulis Abdul Mu’ti bersama Fajar Riza Ul Haq, yang kini menjabat Wakil Mendikdasmen. Buku tersebut merupakan hasil penelitian mengenai siswa dan mahasiswa Kristen serta Katolik yang menempuh pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Penelitian itu antara lain dilakukan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan populasi Muslim minoritas. Salah satu temuan yang diangkat adalah praktik pengelolaan keberagaman di lembaga pendidikan Muhammadiyah tanpa mencampuradukkan keyakinan agama.
Peserta didik Kristen dan Katolik tetap memperoleh pendidikan agama sesuai keyakinannya. Praktik tersebut disebut sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Adapun Pluralisme Positif ditulis Abdul Mu’ti bersama Azaki Khoirudin. Buku ini membahas gagasan dan pengalaman Muhammadiyah dalam membangun kehidupan keberagamaan yang inklusif melalui pendidikan.
Penyerahan kedua buku dilakukan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia Ince Dian Aprilyani Azir bersama Sekretaris PCIM Britania Raya dan Irlandia Susana Widyaningsih.
Rombongan diterima Direktur OCIS Dr. Farhan Nizami sebelum buku diserahkan kepada Kepala Perpustakaan OCIS Wassilena Sekulova, M.A.
Saat menelaah Kristen Muhammadiyah, Farhan Nizami turut menyambut nama almarhum Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE, yang menulis kata pengantar buku tersebut. Azyumardi pernah menjadi fellow di OCIS pada 1994–1995 dan tercatat sebagai anggota dewan penyunting Journal of Islamic Studies, yang diterbitkan bersama Oxford University Press.
OCIS merupakan lembaga yang berfokus pada kajian Islam dan dunia Muslim. Universitas Oxford mencatat lembaga tersebut berdiri pada 1985 untuk mendorong kajian akademik tentang Islam dan dunia Muslim sekaligus mempertemukan tradisi keilmuan Barat dan dunia Islam.
Perpustakaan OCIS merupakan bagian dari jaringan perpustakaan Oxford dan berlokasi di Marston Road, Oxford.
Setelah melalui proses katalogisasi, kedua buku Abdul Mu’ti dapat ditelusuri melalui SOLO dan diakses pembaca di ruang baca OCIS.
Kehadiran dua karya tersebut memperluas ruang akademik bagi kajian mengenai pluralitas agama, pendidikan, dan pengalaman Muhammadiyah—kini hingga lingkungan akademik Oxford.
News
Dana BOS Bisa Bayar Guru Non-ASN
Monitorday.com – Pemerintah memperluas pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk menopang pembayaran guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di sekolah negeri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan kebijakan tersebut dibahas dalam rapat khusus mengenai pendidikan negeri gratis yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Mu’ti menjelaskan Dana BOS dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan sekolah, mulai dari biaya operasional, honor guru non-ASN, perbaikan ringan, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
“Dana BOS itu peruntukannya bisa untuk biaya operasional, untuk gaji guru non-ASN, dan untuk perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Mu’ti.
Namun, penggunaan dana untuk honor guru non-ASN memiliki batas. Dalam Dana BOSP Reguler 2026, komponen honor bagi guru non-ASN di sekolah negeri maksimal sebesar 20 persen dari pagu anggaran. Ketentuan tersebut tercantum dalam petunjuk teknis pengelolaan Dana BOSP 2026 yang diterbitkan Kemendikdasmen.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus memastikan guru non-ASN tetap dapat mengajar selama proses penataan tenaga pendidik.
Sebelumnya, Kemendikdasmen menerbitkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 yang memberikan ruang bagi guru non-ASN di sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah untuk tetap mengajar hingga Desember 2026.
Pemerintah tak hanya menyoroti persoalan penghasilan guru non-ASN. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik juga menjadi perhatian.
Mu’ti mengatakan Presiden Prabowo mengarahkan agar pembiayaan berbagai program pelatihan guru diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kemudian yang menjadi komitmen beliau dalam rangka memperkuat pendidikan adalah peningkatan kualitas guru melalui berbagai pelatihan yang nanti juga biayanya akan kita usahakan dapat dipenuhi dari dana APBN,” kata Mu’ti.
Menurut Mu’ti, langkah tersebut berkaitan dengan komitmen pemerintah menyediakan pendidikan gratis di sekolah negeri sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Komitmen itu, kata dia, diarahkan untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses terhadap pendidikan bermutu.
Dukungan pemerintah terhadap guru non-ASN juga tercermin dalam anggaran pendidikan 2026. Kemendikdasmen mengalokasikan lebih dari Rp14 triliun untuk berbagai tunjangan guru non-ASN, termasuk insentif, Tunjangan Profesi Guru (TPG), dan Tunjangan Khusus Guru (TKG).
Di tengah penataan tenaga pendidik, guru non-ASN juga masih diberi ruang untuk mengajar di sekolah negeri. Pemerintah daerah diminta memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan sembari proses penataan status kepegawaian dilakukan.
Dengan demikian, Dana BOS tidak hanya berfungsi membiayai kebutuhan operasional sekolah. Sesuai batas dan ketentuan yang berlaku, dana tersebut juga dapat digunakan untuk menopang honor guru non-ASN di sekolah negeri.
News
Prabowo Bentuk Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama
Presiden Prabowo menerbitkan regulasi baru terkait pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama untuk meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap pondok pesantren.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama. Pembentukan Direktorat Jenderal baru ini secara khusus mewadahi urusan pesantren, ini merupakan langkah pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan dan perkembangan pondok pesantren di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/09/2026).
“Alhamdulillah Bapak Presiden baru saja mengeluarkan SK tentang keberadaan satu direktorat baru di bawah Kementerian Agama untuk mewadahi secara khusus penduduk pesantren yang dikenal dengan Dirjen Pesantren,” ujar Nasaruddin.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin menjelaskan bahwa empat hari sebelumnya telah melantik Direktur Jenderal Pesantren sebagai pejabat yang akan memimpin lembaga baru tersebut.
“Jadi ini suatu lembaga baru di Kementerian Agama. Tadinya pesantren itu hanya subordinasi dari pendidikan Islam, sekarang menjadi direktorat tersendiri,” kata Nasaruddin.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan pembentukan ini diharapkan dapat memperkuat perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren.
“Jadi kita berterima kasih kepada Presiden atas keputusannya yang luar biasa ini. Dengan demikian pondok pesantren akan mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan selanjutnya insyaAllah diharapkan ke depan pondok pesantren itu mendapatkan tentu hal-hal yang positif baru dibanding dengan sebelumnya,” pungkas Nasaruddin.
News
Amran Sulaiman dan Jejak Kaki Tanpa Sepatu
Artikel ini mengulas perjalanan masa kecil Amran Sulaiman di Bone yang penuh disiplin, kerja keras, dan tekad kuat dalam meraih pendidikan demi mengubah nasib.
CERITA KECIL Amran Sulaiman bukanlah sebuah dongeng pengantar tidur yang romantis, melainkan sebuah narasi tentang ketangguhan, keringat, dan disiplin tanpa kompromi.
Jauh sebelum namanya dikenal sebagai konglomerat Tiran Group, menteri dengan zuriat triliuner, atau pria di balik pembangunan masjid megah senilai Rp1 triliun di Makassar, Amran adalah seorang anak desa biasa dari Bakunge, Ponre, Kabupaten Bone.
Di atas tanah panggung kayu yang lapuk, di bawah asuhan seorang ayah yang merupakan sersan veteran militer, karakter besi seorang Amran Sulaiman pertama kali ditempa.
Bagi banyak orang, kemiskinan adalah sebuah kutukan yang membelenggu masa depan. Namun, di tangan Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Lolo—sang ayah—dan Andi Hajjah Nurhadi—sang ibu—kemiskinan ekstrem yang menjerat keluarga dengan 12 anak itu justru diubah menjadi laboratorium mental. Pola asuh yang diterapkan di rumah panggung tersebut tidak mengenal kata manja. Sang ayah, dengan latar belakang disiplin militer Angkatan Darat yang kental, menerapkan aturan waktu yang sangat rigid.
Di rumah keluarga Sulaiman, hari baru selalu dimulai sebelum fajar menyingsing. Terlambat bangun subuh bukan sekadar mendapatkan teguran, melainkan konsekuensi fisik yang nyata. Amran kecil dan saudara-saudaranya dididik untuk menghargai setiap detak jarum jam. Setelah menunaikan ibadah, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan. Manajemen waktu ini tertanam begitu dalam di kepala Amran.
Di kemudian hari, kedisiplinan subuh inilah yang membuatnya dikenal sebagai pemimpin yang selalu bergerak cepat, taktis, dan tak kenal lelah dalam mengejar target-target besar.
Selain disiplin waktu, kemandirian mutlak adalah pilar kedua dari pola didik sang ayah. Dengan jumlah saudara yang begitu banyak, ketergantungan pada orang lain adalah kemewahan yang dilarang. Amran diajarkan untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri sejak dini: mencuci pakaian sendiri, membersihkan rumah, hingga merawat hewan ternak.
Sang ayah menanamkan prinsip bahwa kemiskinan adalah kondisi ekonomi, tetapi mentalitas miskin—seperti meminta-minta, mengeluh, atau menyalahkan keadaan—adalah sebuah kehinaan. Harga diri (Siri’) diletakkan di tempat tertinggi. Jika ingin makan, mereka harus bergerak dan berusaha secara halal.
Kelaparan harian yang mereka rasakan tidak dibiarkan menjadi keputusasaan, melainkan menjadi pemicu kreativitas untuk bertahan hidup (survival instinct). Sepulang sekolah, Amran kecil tidak langsung bermain seperti anak-anak seusianya. Tubuh kurusnya harus segera bergegas menuju hutan atau bantaran rawa. Ia terbiasa menebang kayu bakar, menggembala sapi milik tetangga dengan sistem bagi hasil, hingga memasang pukat di sungai demi mencari lauk untuk makan malam keluarga.
“Tanpa alas kaki, ia melangkah di atas jalanan berbatu yang berdebu dan membara di bawah terik matahari Bone.“
Ketika stok makanan di rumah benar-benar habis, Amran dan saudara-saudaranya terbiasa mengganjal perut hanya dengan memetik buah jambu liar atau menggali ubi jalar di hutan.
Penderitaan fisik ini memuncak setiap kali Amran harus menempuh perjalanan sejauh 6 kilometer pulang-pergi menuju sekolahnya. Tanpa alas kaki, ia melangkah di atas jalanan berbatu yang berdebu dan membara di bawah terik matahari Bone. Kakinya yang melepuh dan kapalan menjadi saksi bisu bahwa pendidikan adalah jalan satu-satunya yang harus ditempuh demi mengubah nasib.
Demi membeli buku tulis dan alat sekolah, ia harus memanjat pohon kelapa atau menjual hasil bumi ke pasar terlebih dahulu. Sang ayah selalu menekankan bahwa meski perut kosong, otak tidak boleh kosong. Pendidikan adalah senjata utama untuk mendobrak dinding kemiskinan.
Rangkaian penderitaan fisik yang dialami setiap hari, yang dikombinasikan dengan didikan mental yang teguh dari orang tuanya, secara tidak langsung melahirkan apa yang dalam psikologi modern disebut sebagai grit—perpaduan antara ketahanan mental, kegigihan, dan hasrat jangka panjang.
Amran tumbuh dengan “kulit tebal” dan mentalitas “anti-rapuh”. Baginya, tekanan kerja seberat apa pun di masa dewasa tidak pernah sebanding dengan beratnya perjuangan mencari sesuap nasi di masa kecilnya.
Ketika ia dewasa dan menghadapi berbagai kegagalan—mulai dari hidup terlantar di emperan masjid Jakarta saat mengurus paten racun tikus, hingga jatuh bangun membangun lini bisnis Tiran Group—Amran tidak pernah menyerah. Fondasi mental yang ditanamkan di Bakunge telah membuatnya kebal terhadap keputusasaan. Ia memandang kegagalan hanyalah variasi kecil dari ujian hidup, yang tidak ada apa-apanya dibanding masa-masa ia harus memecah batu gunung atau menggali sumur demi bertahan hidup.
Kisah masa kecil Andi Amran Sulaiman adalah sebuah antitesis dari narasi bahwa kesuksesan hanya milik mereka yang lahir dengan fasilitas serba ada. Pola asuh disiplin besi, penanaman harga diri yang tinggi, serta tempaan kemiskinan ekstrem di masa kecilnya terbukti menjadi bahan bakar (trigger) yang melesatkan dirinya menjadi sosok pemimpin dan pengusaha tangguh.
Dari anak sersan yang berjalan tanpa alas kaki, ia menjelma menjadi tokoh nasional yang mampu mendirikan rumah ibadah megah untuk masyarakat luas. Karakter kuat tersebut tidak lahir dalam semalam; ia dibentuk, diuji, dan dimatangkan oleh kerasnya didikan sebuah rumah panggung di pedalaman Bone.
News
Kapan Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi? Ini Kata Menkop
Pemerintah bersiap memulai tahap soft launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Oktober 2026 setelah puluhan ribu gedung rampung dibangun.
Monitorday.com – operasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bersiap memasuki tahap baru. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan operasional KDKMP mulai soft launching pada Oktober 2026 setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden tentang tata kelola operasional koperasi tersebut.
“Dan mungkin bulan Oktober ini juga sudah mulai soft launching untuk operasionalnya,” ujar Ferry di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).
Ferry menyebut 23.000 bangunan KDKMP telah rampung 100 persen. Dari jumlah itu, sebanyak 17.000 koperasi masih menjalani proses verifikasi dan validasi (verval) sebelum dapat dioperasikan.
“Sudah 23.000 bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang sudah 100 persen selesai dibangun. Dan sudah ada 17.000 yang sekarang sedang dalam proses verifikasi validasinya,” kata Ferry saat memberikan sambutan dalam Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II.
Meski soft launching ditargetkan berlangsung bulan depan, Ferry belum merinci jumlah KDKMP yang akan ikut dalam tahap awal tersebut. Operasional baru dapat berjalan setelah seluruh persyaratan sesuai Perpres tata kelola operasional terpenuhi.
Persiapan tak hanya menyangkut bangunan dan regulasi. Pemerintah juga mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk mengelola KDKMP.
Ferry mengatakan para manajer yang sebelumnya direkrut dan menjalani pelatihan telah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan. Besaran gaji dan tunjangan mereka juga telah ditetapkan.
“Manajer-manajer yang kemarin direkrut, dilatih, juga sudah dibuatkan SK-nya dan kemudian sudah ditetapkan besaran gaji dan tunjangannya,” ujarnya.
Para manajer akan ditempatkan di KDKMP yang fasilitas fisiknya telah lengkap, termasuk gudang, gerai, dan peralatan pendukung.
Data PT Agrinas Pangan Nusantara yang disampaikan kepada Kementerian Koperasi mencatat 17.288 KDKMP telah memiliki fasilitas fisik lengkap.
Ferry menjelaskan KDKMP akan menjalankan tiga fungsi utama di tingkat desa dan kelurahan.
Pertama, menyalurkan sejumlah barang subsidi, seperti minyak goreng, pupuk, beras SPHP, dan LPG 3 kilogram.
Kedua, KDKMP akan menjadi offtaker atau penyerap hasil produksi masyarakat setempat, termasuk produk pertanian, peternakan, dan perikanan.
Ketiga, koperasi akan menjadi saluran sejumlah program pemerintah pusat, seperti BLT, bantuan sosial, bantuan pangan non-tunai, dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Ferry, skema tersebut akan mengubah rantai distribusi barang dan bantuan pemerintah agar penyalurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa dan kelurahan.
Sebelum beroperasi penuh, KDKMP harus melewati sejumlah tahapan administratif. Prosesnya mencakup verifikasi dan validasi, reviu oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga serah terima kepada pemerintah desa.
Hasil verval nantinya menjadi dasar pembayaran pemerintah kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus proses serah terima bangunan kepada desa.
Kementerian Keuangan juga telah menyiapkan anggaran untuk membayar angsuran pertama pembiayaan KDKMP dari PT Agrinas Pangan Nusantara kepada Himbara. Namun, pembayaran masih menunggu tagihan dari pihak perbankan.
Dengan rampungnya sebagian besar pembangunan fisik, penyiapan manajer, serta terbitnya aturan operasional, pemerintah kini mengarahkan KDKMP menuju tahap pengoperasian di tingkat desa dan kelurahan.
News
Forum PBB: Menkomdigi Bahas Perlindungan Anak di Era AI
Menkomdigi Meutya Hafid menghadiri forum tingkat tinggi PBB untuk merumuskan langkah perlindungan keselamatan dan hak anak di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
Monitorday.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menghadiri forum tingkat tinggi internasional yang membahas perlindungan hak dan keselamatan anak di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat, Selasa (22/9).
Pertemuan yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mempertemukan kepala negara dan pemerintahan, badan PBB, organisasi masyarakat sipil, serta perusahaan teknologi global.
Forum membahas manfaat AI bagi anak, terutama untuk pendidikan dan akses informasi, sekaligus risiko yang muncul akibat penggunaan teknologi tersebut yang semakin meluas.
Sejumlah ancaman menjadi sorotan, mulai dari pelanggaran privasi dan penyalahgunaan data anak hingga paparan konten berbahaya. Teknologi AI juga dinilai dapat disalahgunakan untuk menghasilkan materi seksual yang melibatkan anak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron yang memimpin forum bersama Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Presiden Kenya William Ruto, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menekankan perlunya langkah pencegahan sejak dini.
Macron mengingatkan dunia agar tidak mengulangi keterlambatan dalam merespons perkembangan media sosial ketika menghadapi teknologi baru seperti AI.
Menurut Macron, penggunaan AI oleh anak perlu didahului penilaian risiko secara independen. Proses tersebut perlu melibatkan pemerintah, PBB, ilmuwan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Penilaian itu, lanjut Macron, harus mempertimbangkan usia anak, tujuan penggunaan teknologi, serta konteks budaya, bahasa, dan pendidikan di masing-masing wilayah.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Presiden Kenya William Ruto, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese turut memaparkan pengalaman dan pendekatan negara masing-masing dalam memperkuat perlindungan anak di tengah perkembangan AI.
Forum juga menyoroti perlunya standar keselamatan yang lebih kuat, penelitian mengenai dampak AI terhadap perkembangan anak, serta pelibatan orang tua, pendidik, dan anak dalam penyusunan kebijakan.
Para peserta sepakat mempercepat kerja sama internasional untuk memperkuat perlindungan anak di era AI. Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam Paris Peace Forum pada November 2026, dengan agenda mencakup metodologi penilaian risiko, mekanisme pelaksanaan, dan pendanaan.
Di sela agenda PBB, Meutya juga bertemu dengan perwakilan Roblox untuk membahas perlindungan anak di ruang digital. Ia turut bertemu perwakilan Google guna membicarakan penguatan infrastruktur dan ekosistem digital.
News
Masjid Rp1 Triliun Wakaf Amran Siap DIgunakan pada 2027
Progres fisik Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Makassar kini mencapai 98 persen. Rumah ibadah berkapasitas 20 ribu jemaah hasil wakaf pribadi Andi Amran Sulaiman tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada 2027.
Monitorday.com – Pembangunan Masjid Hajjah Andi Nurhadi di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, hampir rampung. Masjid yang dibangun menggunakan dana pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman itu telah mencapai progres fisik 98 persen dan ditargetkan mulai digunakan masyarakat paling lambat pada 2027.
Humas PT Tiran Grup sekaligus Direktur AAS Foundation Rezki Mulyadi mengatakan pemasangan kubah masjid telah selesai. Pembangunan kini memasuki tahap akhir berupa pengerjaan interior dan eksterior.
“Progres fisik sudah 98 persen dan kubah sudah tertutup sepenuhnya. Saat ini tim fokus pada pekerjaan finishing, baik interior maupun eksterior, agar masjid segera siap digunakan,” kata Rezki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, penyelesaian pembangunan terus dikebut agar masjid dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
“Kami berupaya maksimal agar umat bisa segera beribadah di masjid ini. Target kami, paling lambat tahun 2027 masjid sudah dapat difungsikan,” ujarnya.
Masjid tersebut mulai dibangun pada Oktober 2023. Pengelola menyebut nilai pembangunannya mencapai sekitar Rp1 triliun dengan kapasitas hingga 20 ribu jemaah.
Rezki mengatakan seluruh biaya pembangunan berasal dari dana pribadi Amran dan tidak melibatkan sponsor.
“Ini murni wakaf pribadi Bapak Amran untuk umat. Tidak ada satu rupiah pun dana sponsor di dalamnya,” katanya.
Nama Masjid Hajjah Andi Nurhadi diambil dari nama ibunda Amran. Peletakan batu pertama dilakukan pada 9 Oktober 2023 dan dihadiri Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Ma’ruf Amin.
Masjid tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keumatan dan pengembangan peradaban Islam di kawasan Indonesia Timur.
“Bapak Amran ingin masjid ini hidup dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan sekadar bangunan megah,” ujar Rezki.
Pembangunan masjid menjadi bagian dari kegiatan filantropi Amran melalui AAS Foundation. Yayasan tersebut didirikan setelah Amran menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Menteri Pertanian pada 2019 dan menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Rezki mengatakan sebagian hasil usaha Amran kemudian dialokasikan untuk mendukung pembangunan masjid tersebut.
