Monitorday.com — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mencatat pengalaman unik saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). Di hadapan ratusan warga, ia mengaku baru pertama kali meresmikan program dalam jumlah terbanyak dalam satu kesempatan.
“Ini peresmian yang paling banyak yang saya alami,” ujar Abdul Mu’ti, disambut tawa hadirin, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja di Jawa Timur. Setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Bangkalan, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, yang dinilai berhasil mendorong perubahan sosial, khususnya di kawasan eks lokalisasi Bangunsari dan Tambakasri.
Setibanya di lokasi, Abdul Mu’ti disambut meriah oleh siswa TK ABA 4 Bangunsari melalui penampilan drum band dan demonstrasi memasak. Ia kemudian meninjau 13 stan program pendidikan, sosial, dan keagamaan yang dipamerkan di sepanjang Jalan Dupak Bangunsari.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengapresiasi kemandirian PCM Krembangan yang mampu mengembangkan berbagai program tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Salah satu yang diresmikan adalah Muhlas Boarding Class (MBC), gedung pendidikan empat lantai dengan nilai pembangunan mencapai Rp3,1 miliar.
“Saya sangat bangga. Ini bukti bahwa masyarakat bisa bergerak mandiri, termasuk peran ibu-ibu Aisyiyah dalam mengembangkan pendidikan berbasis karakter,” ujarnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menilai kiprah PCM Krembangan sebagai contoh nyata keberhasilan pendidikan dalam mengubah wajah lingkungan. Menurutnya, kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lokalisasi kini telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan pendidikan dan sosial.
“Krembangan ini salah satu yang terbaik di Surabaya. Pendidikan di sini terbukti mampu mengubah lingkungan menjadi lebih baik,” kata Eri.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua PD Muhammadiyah Surabaya, M. Arif An. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen menghadirkan pendidikan inklusif tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun sosial.
“Pelayanan yang adil dan inklusif menjadi kunci kepercayaan masyarakat, sehingga mampu mendorong perubahan signifikan,” jelasnya.
Berikut Program Unggulan PCM Krembangan:
A. Bidang Pendidikan (Transformasi & Diferensiasi)
1. SD Muhammadiyah 11: Peresmian Gedung MBC (Muhlas Boarding Class) dan Peluncuran Cambridge International Program (CIP).
2. SMP Muhammadiyah 11: Peresmian Program Peminatan dan Digitalisasi Pendidikan.
3. PAUD & TK Aisyiyah: Branding sekolah berbasis karakter (Entrepreneur Cilik, Skolastik-Tahfidz, Literasi, Smart-Berkarakter, dan Budaya Lokal).
4. Pendidikan Non-Formal: Peresmian PKBM Rumah Pintar Matahari (RPM). Shelter kemayoran & kampung 1001 malam
B. Bidang Kesehatan & Sosial
1. Klinik Al-Azhar: Transformasi Pelayanan Medis digital melalui implementasi RME (Rekam Medis Elektronik) dan USG.
2. Pemberdayaan Masyarakat: Program pemberdayaan berkelanjutan bagi warga eks-lokalisasi Tambak Asri dan Bangunsari oleh PCA Krembangan.
C. Bidang Panti Asuhan / LKSA
1. Panti Ahmad Dahlan: Program SiAGA (Mencetak Generasi Andalan Agama, Keluarga, dan Bangsa).
2. Panti Walidah: Program AMAN (Amanah Melindungi Anak Negeri).
3. RPM : program MAJU (Menjadikan Anak Jujur & Unggul)
D. Bidang Kemasjidan & Dakwah
1. Masjid Al-Muttaqin: Peresmian sebagai Masjid Ramah Musafir.
2. Masjid Al-Islam: Pengembangan masjid sebagai Pusat Pendidikan Al-Qur’an dan Pemberdayaan Masyarakat.
3. TPA Al-Mukhlis: Program Santri Ceria, Kader Berkemajuan.
4. Literasi Dakwah: Peluncuran Buku Da’i Sejuta Parikan.
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah Didik Suhardi, Sekretaris PWM Jawa Timur Biyanto, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, Sekretaris Kota Surabaya Lilik Arijanto, Ketua PDM Surabaya Ridlwan, serta Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Febrina Kusumawati.
Peresmian ditutup dengan prosesi pengguntingan pita Gedung MBC oleh Mendikdasmen bersama Wali Kota Surabaya. Momentum ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Transformasi Krembangan pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi keagamaan, dan pemerintah mampu menghadirkan perubahan signifikan—dari kawasan yang dahulu termarjinalkan menjadi pusat kemajuan berbasis pendidikan dan nilai sosial.