LakeyBanget
Enno Lerian Alami Hal Tak Terduga Saat Umrah, Apa Itu?
Monitorday.com – Belum lama ini, penyanyi sekaligus mantan artis cilik, Enno Lerian, menjalani ibadah umrah tanpa didampingi suami dan anak-anaknya. Perjalanan ke Tanah Suci tersebut diakuinya menjadi momen healing yang luar biasa di tengah kesibukan dan dinamika kehidupan pribadinya.
Perempuan berusia 42 tahun itu mengungkapkan, sebelum berangkat ke Mekkah, ia telah menyiapkan daftar doa yang cukup panjang. Mulai dari doa terkait karier, usaha, hingga permohonan untuk orang tua dan orang-orang terdekat, semuanya telah ia catat dan niatkan untuk dipanjatkan di depan Ka’bah.
Kisah tersebut ia bagikan dalam program Rumpi: No Secret yang tayang di Trans TV pada Sabtu (28/2).
Namun, hal tak terduga justru terjadi saat ia melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Ketika berada di depan Ka’bah, Enno mengaku mendadak merasa kosong dan kehilangan fokus.
“Dari Jakarta aku sudah punya banyak list doa yang ingin disampaikan. Soal karier, usaha, dan orang tua. Tapi pas lagi umrah, benar-benar blank,” tuturnya.
Momen tersebut terjadi saat ia menjalankan tawaf di tengah padatnya jemaah di Masjidil Haram. Kondisi yang penuh sesak membuatnya harus berdesakan dengan jemaah lain, sehingga konsentrasinya terpecah.
Ia mengaku lebih fokus menjaga langkah agar ibadah tetap lancar dan aman, ketimbang mengingat satu per satu doa yang telah dipersiapkan.
“Aku jadi enggak bisa fokus sama doa-doa titipan orang. Fokusnya bagaimana caranya bisa berjalan dengan lancar di tengah desak-desakan,” ujarnya.
Dari pengalaman itu, Enno menyadari bahwa situasi tersebut menjadi ujian kesabaran sekaligus pengingat makna doa yang sesungguhnya. Di tengah rasa kosong itu, doanya justru berubah menjadi sangat sederhana, namun penuh makna.
Ia hanya memohon agar suatu hari dapat kembali ke Baitullah bersama keluarga tercinta dalam keadaan sehat.
“Aku cuma berdoa supaya bisa ke sini lagi sama orang tua, suami, anak-anak, dan keluarga dalam keadaan sehat,” pungkasnya.
LakeyBanget
Ronaldo Kembali Mandul, Portugal Dipaksa Main Imbang Kontra RD Kongo
Monitorday.com – Cristiano Ronaldo kembali gagal mengakhiri paceklik golnya saat Timnas Portugal ditahan imbang Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dengan skor 1-1 dalam laga Grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6) dini hari WIB.
Bertanding di Stadion Houston, Portugal yang menurunkan skuad terbaiknya langsung tampil menekan sejak menit awal. Dominasi tim asuhan Roberto Martinez membuahkan hasil cepat ketika Joao Neves membuka keunggulan pada menit keenam setelah memanfaatkan umpan Pedro Neto.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga turun minum. RD Kongo memberikan kejutan dengan mencetak gol penyeimbang melalui Yoane Wissa pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+5.
Memasuki babak kedua, Portugal terus menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang. Meski demikian, mereka gagal menambah gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Sorotan kembali tertuju kepada Cristiano Ronaldo yang tampil penuh selama 90 menit. Penyerang berusia 41 tahun itu gagal memberikan kontribusi signifikan di lini depan dan tidak mampu membobol gawang yang dikawal Lionel Nzau Mpasi.
Berdasarkan catatan pertandingan, Ronaldo hanya melepaskan tiga tembakan sepanjang laga dan tidak satu pun mengarah ke gawang lawan. Ia juga gagal menciptakan peluang berbahaya maupun melakukan dribel sukses.
Hasil tersebut memperpanjang rekor negatif Ronaldo di turnamen besar. Kapten Portugal itu kini tercatat tidak mencetak gol dalam 10 pertandingan beruntun di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.
Gol terakhir Ronaldo di turnamen besar tercipta saat menghadapi Ghana pada fase grup Piala Dunia 2022. Setelah itu, ia gagal mencetak gol dalam empat pertandingan berikutnya di turnamen yang sama, kemudian melanjutkan tren buruk tersebut dengan lima laga tanpa gol di Piala Eropa 2024.
Laga melawan RD Kongo menjadi pertandingan ke-10 secara beruntun tanpa gol bagi pemain Al Nassr tersebut. Data Opta menunjukkan Ronaldo melepaskan total 33 tembakan dalam rentang 10 pertandingan itu, dengan hanya 11 yang tepat sasaran.
Tambahan satu poin membuat Portugal gagal mengamankan kemenangan yang sudah berada di depan mata, sementara RD Kongo berhasil mencuri hasil penting dalam persaingan Grup K Piala Dunia 2026.
LakeyBanget
Hattrick di Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ukir Sejarah dan Pecahkan Sederet Rekor
Lionel Messi mencetak hattrick di Piala Dunia 2026, mengukir sejarah sebagai pencetak hattrick tertua dan menyamai rekor gol Miroslav Klose. Simak semua rekor terbaru yang dipecahkan La Pulga.
Monitorday.com – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026), Messi tampil gemilang dengan mencetak hattrick dan membawa Argentina menang telak 3-0 atas Aljazair.
Penampilan impresif pemain berjuluk La Pulga itu tidak hanya mengantar Argentina meraih tiga poin perdana, tetapi juga melahirkan sejumlah rekor bersejarah di panggung sepak bola terbesar dunia.
Berikut deretan pencapaian yang berhasil ditorehkan Messi usai pertandingan tersebut:
– Pencetak Hattrick Tertua di Piala Dunia
Tiga gol yang dicetak ke gawang Aljazair membuat Messi resmi menjadi pencetak hattrick tertua dalam sejarah Piala Dunia. Ia mencatatkan rekor tersebut pada usia 38 tahun 357 hari, melampaui catatan sebelumnya yang dipegang Cristiano Ronaldo saat berusia 33 tahun 130 hari pada Piala Dunia 2018.
– Samai Rekor Gol Miroslav Klose
Tambahan tiga gol membuat koleksi gol Messi di putaran final Piala Dunia mencapai 16 gol. Jumlah tersebut menyamai rekor milik legenda Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Jika mampu mencetak satu gol lagi pada laga berikutnya, Messi akan menjadi pemegang tunggal rekor tersebut.
– Raja Gol Argentina di Piala Dunia
Dengan torehan 16 gol, Messi semakin jauh meninggalkan para legenda Argentina lainnya dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia.
Ia unggul atas Gabriel Batistuta yang mengoleksi 10 gol, Diego Maradona dan Guillermo Stabile yang masing-masing mencetak delapan gol, serta Mario Kempes dan Gonzalo Higuain.
– Top Skorer Amerika Selatan Sepanjang Masa
Messi juga kini menjadi pencetak gol terbanyak dari kawasan Amerika Selatan dalam sejarah Piala Dunia. Ia melampaui catatan legenda Brasil, Ronaldo Nazario, yang sebelumnya mengoleksi 15 gol.
– Penguasa Gol dari Luar Kotak Penalti
Dua gol spektakuler dari luar kotak penalti ke gawang Aljazair membuat Messi kini mengoleksi enam gol jarak jauh di Piala Dunia.
Catatan tersebut melewati rekor milik legenda Brasil Roberto Rivellino yang sebelumnya mencetak lima gol dari luar area penalti.
– Pemain Pertama di Enam Edisi Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menjadi turnamen keenam yang diikuti Messi setelah tampil pada edisi 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Pencapaian tersebut menjadikannya pemain pertama dalam sejarah yang tampil di enam edisi Piala Dunia.
– Pemegang Rekor Penampilan dan Menit Bermain
Laga melawan Aljazair juga menjadi pertandingan ke-27 Messi di ajang Piala Dunia.
Selain itu, ia kini telah membukukan total 2.404 menit bermain, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang legenda Italia Paolo Maldini.
– Kapten dengan Penampilan Terbanyak
Sebagai pemimpin Argentina, Messi telah mengenakan ban kapten dalam 20 pertandingan Piala Dunia.
Jumlah itu melampaui catatan Rafa Marquez dari Meksiko yang mencatatkan 17 laga sebagai kapten, serta Diego Maradona dengan 16 pertandingan.
– Satu-satunya Pemain dengan Assist di Lima Edisi Piala Dunia
Tak hanya produktif mencetak gol, Messi juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencatatkan assist dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
Rekor tersebut menunjukkan konsistensinya sebagai kreator serangan selama hampir dua dekade.
– Pemain Paling Lengkap dalam Sejarah Turnamen
Messi menjadi satu-satunya pemain yang berhasil mencetak gol di seluruh fase kompetisi Piala Dunia, mulai dari babak grup, 16 besar, perempat final, semifinal, hingga final.
Ia juga menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol Piala Dunia pada usia remaja, usia 20-an, 30-an, hingga 38 tahun.
– Raja Penghargaan Man of the Match
Berkat penampilan gemilangnya melawan Aljazair, Messi kembali menambah koleksi penghargaan Man of the Match.
Hingga kini, ia telah mengoleksi 12 penghargaan pemain terbaik pertandingan di Piala Dunia, terbanyak sejak FIFA mulai memberikan penghargaan tersebut pada edisi 2002.
Dengan performa yang masih impresif di usia hampir 39 tahun, peluang Messi untuk menambah koleksi rekornya di Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar.
Selain berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen secara tunggal, La Pulga juga berpotensi memperpanjang daftar pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
LakeyBanget
Oyarzabal Ukir Rekor Kelam di Piala Dunia, Apa Itu?
Mikel Oyarzabal mencatatkan rekor buruk di Piala Dunia 2026 dengan tidak menyentuh bola selama 30 menit. Simak analisis lengkap dampaknya bagi karirnya dan timnas Spanyol.
Monitorday.com – Penyerang Timnas Spanyol, Mikel Oyarzabal, mencatatkan rekor yang tidak diinginkan dalam laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026. Ia menjadi pemain pertama sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966 yang tidak menyentuh bola sama sekali selama 30 menit awal pertandingan.
Oyarzabal dipercaya pelatih Luis de la Fuente sebagai ujung tombak dalam formasi 4-3-3 saat Spanyol menghadapi Cape Verde. Di atas kertas, La Roja diprediksi mampu meraih kemenangan dengan mudah. Namun kenyataannya, Cape Verde memberikan perlawanan sengit dan membuat Spanyol kesulitan mengembangkan permainan.
Sepanjang pertandingan, Cape Verde tampil disiplin dengan pertahanan rapat dan terorganisir. Mereka lebih banyak bertahan serta sesekali melancarkan serangan balik untuk mengancam gawang Spanyol.
Laga akhirnya berakhir tanpa gol. Selain hasil imbang 0-0 yang mengecewakan bagi Spanyol, sorotan juga tertuju kepada Oyarzabal yang mencatat statistik buruk dengan tidak menyentuh bola selama setengah jam pertama pertandingan.
Catatan tersebut berpotensi memengaruhi posisinya di skuad utama Spanyol. Pasalnya, Luis de la Fuente masih memiliki sejumlah opsi berkualitas di bangku cadangan, seperti Dani Olmo, Nico Williams, dan Lamine Yamal.
Meski demikian, peluang Oyarzabal untuk tetap menjadi pilihan utama masih terbuka. Dalam pertandingan melawan Cape Verde, ia tetap dipercaya bermain penuh selama 90 menit dan tidak digantikan, berbeda dengan rekan setimnya di lini depan, Ferran Torres, yang lebih dulu ditarik keluar.
Setelah hasil imbang kontra Cape Verde, Spanyol akan menghadapi Arab Saudi dan Uruguay pada laga berikutnya. Persaingan di Grup H masih sangat terbuka karena seluruh tim saat ini sama-sama mengoleksi satu poin.
LakeyBanget
Bikin Spanyol Frustrasi, Follower Kiper Cape Verde Auto Melonjak Drastis
Kiper Cape Verde, Vozinha, mengalami lonjakan pengikut Instagram hingga lebih dari 2 juta akun dalam hitungan jam setelah penampilan heroiknya melawan Spanyol.
Monitorday.com – Penampilan gemilang kiper timnas Cape Verde, Vozinha, menjadi sorotan dunia setelah berhasil membawa timnya menahan imbang Spanyol pada laga perdana Piala Dunia 2026 di Atlanta, Senin (15/6) waktu setempat.
Vozinha tampil sebagai pahlawan Cape Verde dalam pertandingan tersebut. Sepanjang laga, Spanyol melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran, namun tidak satu pun mampu menembus gawang yang dikawalnya. Berkat serangkaian penyelamatan krusial, Cape Verde sukses mengamankan satu poin berharga dari salah satu kekuatan sepak bola dunia.
Penampilan impresif tersebut langsung menarik perhatian publik internasional. Nama Vozinha mendadak menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram.
Sebelum pertandingan melawan Spanyol, kiper berusia 40 tahun itu tercatat memiliki sekitar 50 ribu pengikut di Instagram. Jumlah tersebut tergolong wajar mengingat ia bukan pemain dari klub elite Eropa dan berasal dari Cape Verde, negara kepulauan di Afrika Barat dengan populasi sekitar 529 ribu jiwa.
Namun, hanya dalam waktu sekitar dua jam setelah pertandingan berakhir, jumlah pengikut Vozinha melonjak drastis hingga melampaui 2 juta akun. Hingga pukul 04.00 WIB, akun Instagram miliknya bahkan telah menembus angka 2,6 juta pengikut dan diperkirakan masih akan terus bertambah.
Vozinha sendiri telah menjadi bagian penting tim nasional Cape Verde sejak melakoni debut internasional pada 2012. Sejak saat itu, ia konsisten menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang dan kini membuktikan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Hasil imbang melawan Spanyol menjadi modal berharga bagi Cape Verde untuk menatap dua pertandingan berikutnya di fase grup menghadapi Uruguay dan Arab Saudi. Tambahan satu poin dari laga pembuka diyakini mampu meningkatkan kepercayaan diri tim dalam upaya menciptakan kejutan di Piala Dunia 2026.
LakeyBanget
Prediksi: Empat AI Kompak Jagokan Negara Ini Juara Piala Dunia 2026
Empat AI terkemuka seperti ChatGPT dan Google Gemini kompak memprediksi Spanyol akan menjuarai Piala Dunia 2026. Temukan analisis lengkap di balik prediksi konsensus ini.
Monitorday.com — Empat platform kecerdasan buatan (AI) terkemuka dunia, yakni ChatGPT, Claude AI, Google Gemini, dan Microsoft Copilot, secara kompak memprediksi Spanyol sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Piala Dunia 2026.
Meski turnamen yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta itu baru memasuki fase awal, persaingan menuju gelar juara sudah menjadi sorotan. Tim-tim besar seperti Argentina, Prancis, dan Spanyol dinilai memiliki peluang besar untuk mengangkat trofi pada final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.
Ketika diminta memprediksi tim dengan probabilitas tertinggi untuk menjadi juara, keempat chatbot AI tersebut memberikan jawaban yang sama: Spanyol.
– ChatGPT
ChatGPT menilai Spanyol sebagai favorit berdasarkan konsensus statistik yang berkembang saat ini.
“Jika Anda menanyakan tim dengan probabilitas statistik tertinggi saat ini, favorit konsensus jelas adalah tim nasional Spanyol,” ujar ChatGPT.
– Gemini
Sementara itu, Google Gemini menyebut Spanyol berada di posisi teratas dalam berbagai model prediksi matematis.
“Saat ini, Spanyol memegang probabilitas matematis maksimum untuk memenangkan turnamen, berada di posisi teratas absolut dalam model prediksi,” tulis Gemini.
Meski demikian, Gemini menilai persaingan dengan Prancis berlangsung sangat ketat.
– Claude
Claude AI menyoroti keberhasilan Spanyol menjuarai Euro serta kualitas generasi muda yang dimiliki, termasuk bintang muda Lamine Yamal.
“Spanyol memegang probabilitas maksimum untuk memenangkan Piala Dunia FIFA 2026 saat ini, sedikit di atas Prancis. Sebagai juara Eropa bertahan dengan skuad berbakat termasuk Lamine Yamal, mereka adalah pilihan utama dalam berbagai model prediksi,” ungkap Claude.
Meski demikian, Claude mengingatkan bahwa format baru dengan 48 peserta membuat tingkat ketidakpastian tetap tinggi.
– Copilot
Microsoft Copilot menyajikan data yang lebih rinci dengan merujuk pada simulasi superkomputer Opta. Berdasarkan simulasi tersebut, Spanyol memiliki peluang juara sebesar 16,1 persen, tertinggi dibandingkan negara lainnya.
“Berdasarkan pasar taruhan terbaru, model data, dan peringkat per Juni 2026, Spanyol menjadi tim dengan probabilitas tertinggi untuk menjuarai turnamen. Simulasi Opta menempatkan peluang mereka di angka 16,1 persen,” tulis Copilot.
Copilot menambahkan bahwa kedalaman skuad serta status sebagai juara Eropa menjadi faktor utama yang membuat La Furia Roja berada di posisi terdepan.
Walaupun keempat AI sepakat menjagokan Spanyol, peluang negara-negara unggulan lain seperti Prancis, Argentina, Inggris, dan Brasil masih terbuka lebar. Dengan format baru dan banyaknya tim peserta, kejutan diperkirakan tetap dapat terjadi sepanjang turnamen.
Namun untuk saat ini, berdasarkan analisis data, simulasi statistik, dan berbagai model prediksi, Spanyol menjadi nama yang paling banyak diunggulkan untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
LakeyBanget
Komisi X Setujui Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, Erick Thohir Apresiasi DPR
Komisi X DPR RI telah memberikan persetujuan untuk naturalisasi dua pemain berbakat, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery, dengan harapan memperkuat Timnas Indonesia. Keputusan ini disambut baik oleh PSSI dan Erick Thohir, menegaskan komitmen untuk seleksi pemain yang strategis.
Monitorday.com – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui rekomendasi kewarganegaraan bagi dua calon pemain naturalisasi, yakni Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery. Keputusan ini diambil setelah Komisi X DPR RI mengadakan Rapat Kerja bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (15/6).
Rapat Kerja tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut didampingi oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Vivin Cahyani Sungkono.
Menanggapi persetujuan tersebut, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran anggota DPR RI. Ia menegaskan, pencapaian ini adalah hasil kerja keras bersama demi memajukan sepak bola Tanah Air.
“Kami dari PSSI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan, masukan, serta kepercayaan yang senantiasa diberikan oleh pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Ini wujud nyata sinergi yang luar biasa antara pemerintah, wakil rakyat, dan federasi dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih tangguh di kancah internasional. Kami sangat menghargai setiap catatan dari dewan dan akan terus menjaga amanah ini, tidak hanya melalui naturalisasi yang selektif, tetapi juga dengan terus memperkuat pembibitan dan pembinaan pemain lokal jangka panjang,” ujar Erick Thohir.
Dalam kesimpulannya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menekankan pentingnya proses yang selektif dan berkelanjutan dalam kebijakan naturalisasi olahragawan.
“Komisi X DPR RI memutuskan menyetujui rekomendasi kewarganegaraan RI atas nama Sdr. Mitchell Lee Baker dan Sdr. Luke Anthony Vickery. Naturalisasi terhadap olahragawan harus dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis, komitmen olahragawan naturalisasi, kriteria yang jelas dan transparan, pembibitan dan pembinaan jangka panjang, dukungan bagi regenerasi pemain, dan evaluasi yang berkelanjutan,” kata Lalu Hadrian Irfani.
Erick menilai kedua pemain tersebut diperlukan untuk memperkuat kedalaman skuad timnas. “Mereka dibutuhkan untuk transfer pengetahuan serta melengkapi kemampuan pesepak bola lokal, baik untuk kepentingan tim nasional maupun liga profesional. Mereka berkeinginan menjadi warga negara Indonesia (WNI) karena ingin berkontribusi dalam memperkuat timnas Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery telah mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia di Jakarta pada 26–30 Mei sebagai bagian dari proyeksi skuad Piala AFF 2026, serta turut serta pada periode 1–9 Juni dalam momen FIFA Matchday Juni 2026. Kehadiran kedua pemain muda berbakat ini diharapkan mampu menambah kedalaman skuad Garuda.
Kedua pemain ini diproyeksikan untuk menjalani debut resmi bersama Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada periode 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 mendatang.
Sebagai informasi, Luke Anthony Vickery merupakan pemain kelahiran Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005, dan saat ini memperkuat klub Macarthur FC yang berlaga di kasta tertinggi Liga Australia. Sementara itu, Mitchell Lee Baker adalah pemain kelahiran 11 Desember 2006 yang kini bermain dan menimba ilmu di Georgetown University, Amerika Serikat.
LakeyBanget
Anthropic Hentikan Akses Dua Model AI Tercanggih Usai Sepekan Dirilis, Kenapa?
Anthropic menghentikan akses global ke model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5 atas perintah Pemerintah AS karena dugaan celah keamanan. Artikel ini mengulas alasan detail dan implikasinya terhadap industri AI.
Monitorday.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk segera menangguhkan akses terhadap dua model AI terbarunya, Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5, bagi seluruh pengguna di dunia, termasuk di Indonesia.
Perintah tersebut diterima Anthropic pada 12 Juni 2026 pukul 17.21 waktu setempat, hanya beberapa hari setelah kedua model itu diluncurkan ke publik. Pemerintah AS menerbitkan arahan kontrol ekspor yang menghentikan akses terhadap Fable 5 dan Mythos 5 bagi warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah AS.
Dalam pernyataannya, Anthropic mengaku tidak memperoleh penjelasan rinci terkait alasan keamanan nasional yang menjadi dasar kebijakan tersebut.
“Kami menerima surat edaran dari pemerintah hari ini pukul 17.21 (ET). Surat tersebut tidak memuat rincian spesifik mengenai masalah keamanan nasional yang dimaksud,” tulis Anthropic.
Karena secara teknis perusahaan tidak dapat membedakan kewarganegaraan pengguna secara real-time, Anthropic memutuskan menonaktifkan kedua model tersebut untuk seluruh pengguna tanpa pengecualian.
Pemerintah AS disebut meyakini telah menemukan metode untuk melakukan bypass atau jailbreak terhadap Claude Fable 5. Dugaan tersebut menjadi dasar penerapan kontrol ekspor terhadap model AI terbaru Anthropic.
Namun, menurut perusahaan, pemerintah hanya menyampaikan bukti secara lisan berupa teknik jailbreak yang bersifat terbatas dan tidak universal. Teknik itu disebut meminta model AI membaca basis kode tertentu dan mengidentifikasi celah keamanan perangkat lunak untuk diperbaiki.
Anthropic menilai alasan tersebut tidak cukup kuat untuk membenarkan penghentian akses secara menyeluruh. Setelah meninjau laporan yang menjadi dasar keputusan pemerintah, perusahaan menyimpulkan kemampuan yang ditunjukkan dalam demonstrasi tersebut juga dapat ditemukan pada model AI lain yang telah tersedia secara publik, termasuk GPT-5.5 milik OpenAI.
Claude Fable 5 sendiri baru diluncurkan pada 9 Juni 2026 dan menjadi model pertama dari kelas Mythos yang tersedia bagi pengguna umum. Dalam hierarki kemampuan Anthropic, kelas Mythos berada di atas kelas Opus.
Sebelumnya, versi Mythos Preview yang belum dilengkapi sistem pengamanan setara dilaporkan mampu menemukan ribuan celah keamanan kritis, termasuk bug dan eksploitasi pada berbagai sistem operasi serta peramban web utama.
Anthropic menjelaskan bahwa Fable 5 telah dibekali pengamanan tambahan untuk membatasi respons di bidang berisiko tinggi seperti keamanan siber, biologi, kimia, dan teknik distilasi. Dalam situasi tertentu, model akan memblokir respons dan mengalihkan pengguna ke Claude Opus 4.8 yang memiliki batasan lebih ketat.
Dari sisi harga, Fable 5 dan Mythos 5 dipasarkan dengan tarif US$10 per juta token masukan dan US$50 per juta token keluaran.
Meski menyatakan keberatan atas keputusan pemerintah, Anthropic menegaskan akan tetap mematuhi perintah hukum yang berlaku. Perusahaan berpendapat bahwa keberadaan teknik jailbreak yang terbatas tidak semestinya menjadi alasan untuk menarik model AI komersial yang telah digunakan oleh ratusan juta pengguna.
Anthropic juga memperingatkan bahwa jika standar serupa diterapkan secara luas kepada seluruh industri AI, maka peluncuran model-model AI generasi baru berpotensi terhambat.
Selain itu, perusahaan mengklaim bahwa sistem pengamanan pada Fable 5 merupakan yang paling kuat yang pernah diterapkan pada model AI buatannya. Hingga saat ini, Anthropic menyebut belum ada penguji yang berhasil menemukan metode universal jailbreak terhadap model tersebut.
“Kami memohon maaf atas gangguan ini kepada para pelanggan. Kami percaya ini adalah kesalahpahaman dan sedang bekerja untuk memulihkan akses sesegera mungkin,” ujar Anthropic.
Perusahaan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memengaruhi model AI lainnya. Pengguna masih dapat mengakses Claude Opus 4.8, Claude Sonnet 4.6, dan Claude Haiku 4.5 seperti biasa.
LakeyBanget
Gagalkan Kemenangan Belanda, Ronald Koeman Malah Puji Jepang
Simak mengapa Ronald Koeman tetap memberikan pujian kepada Jepang meski hasil imbang 2-2 di Piala Dunia 2026. Pelatih Belanda itu menyoroti semangat juang dan taktik lawan.
Monitorday.com – Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, menerima hasil imbang 2-2 yang diraih timnya saat menghadapi Jepang pada laga perdana Piala Dunia 2026, Senin (15/6) dini hari WIB. Meski mengakui ada rasa kecewa karena gagal mengamankan kemenangan, Koeman menilai hasil tersebut tetap layak diterima berdasarkan jalannya pertandingan.
Belanda sempat berada di atas angin setelah dua kali unggul dalam pertandingan. Namun, Jepang mampu bangkit dan menyamakan kedudukan pada setiap kesempatan, sehingga laga berakhir tanpa pemenang.
“Tentu saja sedikit mengecewakan karena kami tidak menang. Namun di sisi lain, saya bisa menerima hasil ini. Saya pikir pertandingan berjalan bagus dari kedua tim dan Jepang juga memiliki sejumlah peluang,” ujar Koeman.
Pelatih berusia 63 tahun itu menilai timnya telah menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan. Menurutnya, Jepang merupakan lawan yang kuat dan mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir.
“Ketika kami unggul dua kali, tentu kami ingin memenangkan pertandingan seperti itu. Namun saya tidak kecewa. Saya melihat tim yang memberikan segalanya dan bermain baik dalam beberapa momen. Jepang adalah tim yang hebat,” kata Koeman.
Belanda membuka keunggulan melalui gol Virgil van Dijk pada menit ke-51. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit setelah Keito Nakamura berhasil menyamakan skor menjadi 1-1.
Oranje kembali memimpin lewat gol Crysencio Summerville pada menit ke-64. Akan tetapi, Jepang kembali menunjukkan daya juangnya dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan Daichi Kamada pada menit ke-88.
Koeman juga menyoroti pendekatan taktik Jepang yang dinilainya berbeda dari biasanya. Ia melihat tim asuhan Hajime Moriyasu tidak terlalu agresif melakukan tekanan tinggi sejak awal pertandingan dan baru meningkatkan intensitas pressing ketika tertinggal.
“Biasanya mereka melakukan pressing tinggi, tetapi kali ini mereka baru melakukannya saat tertinggal. Saya pikir mereka berhati-hati. Mereka bertahan dengan sangat baik, tetapi kami tetap mampu mencetak dua gol yang bagus,” ujarnya.
Menurut Koeman, kesabaran menjadi kunci saat menghadapi Jepang yang tampil disiplin dalam bertahan. Ia juga mengingatkan bahwa situasi bola mati menjadi salah satu senjata berbahaya yang akhirnya berkontribusi pada gol penyeimbang Jepang.
“Kami membutuhkan kesabaran dan itu tidak mudah. Kami tahu mereka berbahaya dalam situasi bola mati, dan itu terbukti dalam pertandingan ini,” tutur legenda sepak bola Belanda tersebut.
Hasil imbang ini membuat Belanda dan Jepang sama-sama mengoleksi satu poin di Grup Piala Dunia 2026. Kedua tim masih memiliki peluang besar untuk melaju ke fase berikutnya, tergantung hasil pertandingan selanjutnya.
LakeyBanget
Bikin Bangga! Merah Putih Berkibar di Estoril Usai Ramadhipa Juara di Moto3 Junior
Muhammad Kiandra Ramadhipa mengukir sejarah balap Indonesia dengan meraih kemenangan perdananya di Moto3 Junior World Championship di Estoril. Hasil ini membanggakan Merah Putih dan membuka lebar peluangnya di kancah dunia.
Monitorday.com – Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, mencatatkan sejarah baru di kancah balap internasional setelah meraih kemenangan perdananya di ajang FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Prestasi membanggakan tersebut diraih pada seri yang berlangsung di Sirkuit Estoril, Portugal, Minggu (14/6/2026) WIB.
Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier pembalap berusia 16 tahun asal Yogyakarta tersebut. Selain mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi, hasil gemilang itu juga memperkuat peluang Ramadhipa dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim 2026.
Membela Honda Asia-Dream Racing Junior Team, Ramadhipa memulai balapan 16 lap dari posisi ketujuh. Meski tidak berada di barisan depan saat start, ia langsung menunjukkan performa impresif sejak lampu hijau menyala.
Start yang bersih membawanya segera bergabung dengan kelompok terdepan yang terlibat pertarungan ketat memperebutkan posisi pertama. Pada fase awal balapan, Carlos Cano memimpin jalannya lomba, sementara Ramadhipa tetap menjaga ritme dan terus berada dalam rombongan utama.
Persaingan yang sangat ketat sempat membuat Ramadhipa turun ke posisi keenam pada lap keempat. Namun, pembalap muda Indonesia itu tetap tenang dan perlahan kembali memperbaiki posisinya.
Momentum penting terjadi pada lap ketujuh ketika Ramadhipa berhasil mengambil alih pimpinan balapan. Konsistensi kecepatan serta kemampuannya mengelola performa motor membuatnya terus bertahan di barisan depan hingga memasuki lap-lap penentuan.
Drama sesungguhnya terjadi menjelang akhir balapan. Memasuki tiga lap terakhir, posisi terdepan beberapa kali berganti tangan antara Carlos Cano, Travis Borg, dan sejumlah pembalap lainnya.
Di tengah tekanan tinggi, Ramadhipa tampil tenang dan penuh perhitungan. Kesempatan emas datang saat memasuki sektor terakhir pada lap penutup ketika celah terbuka di antara para rivalnya.
Dengan manuver berani dan presisi, Ramadhipa berhasil menyalip dua pembalap sekaligus untuk merebut posisi terdepan. Ia kemudian melintasi garis finis sebagai pemenang dan mengamankan kemenangan bersejarah bagi Indonesia di ajang Moto3 Junior World Championship.
Keberhasilan tersebut sekaligus melanjutkan tren positif yang ditunjukkan Ramadhipa sepanjang musim ini. Setelah sebelumnya menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu meraih podium di Moto3 Junior World Championship, kini ia sukses melangkah lebih jauh dengan meraih kemenangan pertamanya.
Tambahan poin maksimal dari Estoril membawa Ramadhipa naik ke posisi kedua klasemen sementara FIM Moto3 Junior World Championship 2026 dengan koleksi 51 poin.
Ia kini hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Giulio Pugliese, yang mengoleksi 58 poin. Selisih yang relatif tipis tersebut membuat peluang Ramadhipa untuk bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini semakin terbuka lebar.
Dengan usia yang masih sangat muda dan performa yang terus menunjukkan peningkatan, Ramadhipa semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu talenta balap paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia di level internasional.
Hasil 10 Besar Moto3 Junior World Championship 2026 Seri Estoril
- Muhammad Kiandra Ramadhipa (Honda Asia-Dream Racing Junior Team)
- Travis Borg (Team Monlau Motul)
- Carlos Cano (CFMoto Aspar Junior Team)
- Giulio Pugliese (CFMoto Aspar Junior Team)
- David Gonzalez (AC Racing Team)
- Leonardo Zanni (MTA Junior Team)
- Kiattisak Singhapong (Honda Asia-Dream Racing Junior Team)
- Fernando Bujosa (AC Racing Team)
- Guillem Planques (MTA Junior Team)
- Ryota Ogiwara (Asia Talent Team)
Klasemen Sementara Teratas
- Giulio Pugliese – 58 poin
- Muhammad Kiandra Ramadhipa – 51 poin
LakeyBanget
Visa Ditolak Kanada, Thomas Partey Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Absennya Thomas Partey setelah visanya ditolak Kanada menjadi pukulan besar bagi Ghana di Piala Dunia 2026. Pemerintah Ghana berupaya diplomatik untuk meninjau kembali keputusan tersebut.
Monitorday.com – Timnas Ghana menghadapi kendala serius menjelang laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Gelandang senior Thomas Partey dipastikan belum dapat bergabung dengan skuad The Black Stars di Kanada setelah permohonan visanya ditolak oleh otoritas setempat.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Menteri Olahraga dan Rekreasi Ghana, Kofi Iddie Adams. Ia menyayangkan keputusan pemerintah Kanada yang dinilai merugikan salah satu pemain kunci tim nasional Ghana menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia itu.
Menurut Adams, penolakan visa Partey berkaitan dengan kasus dugaan pemerkosaan dan pelecehan seksual yang saat ini masih menjalani proses hukum di Inggris. Namun, pemerintah Ghana menilai keputusan tersebut terlalu prematur karena hingga saat ini belum ada putusan pengadilan yang menyatakan pemain berusia 33 tahun itu bersalah.
“Kami menilai keputusan ini tidak adil. Seseorang seharusnya tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan hukum yang berkekuatan tetap,” ujar Adams dalam keterangannya.
Pemerintah Ghana pun bergerak cepat menyikapi situasi tersebut. Kementerian Luar Negeri Ghana dikabarkan telah melakukan komunikasi diplomatik dengan pihak Kanada guna mencari jalan keluar agar Partey dapat bergabung dengan tim nasional selama turnamen berlangsung.
Adams menilai, apabila keputusan itu tidak ditinjau kembali, maka dapat menjadi preseden yang kurang baik bagi atlet profesional yang masih menjalani proses hukum tanpa adanya putusan bersalah dari pengadilan.
Thomas Partey yang saat ini membela klub Spanyol Villarreal sejatinya masuk dalam daftar 26 pemain Ghana untuk Piala Dunia 2026. Namun akibat penolakan visa tersebut, ia dipastikan tidak dapat tampil pada pertandingan pembuka Grup L melawan Panama yang akan digelar di Toronto pada 17 Juni 2026.
Absennya Partey menjadi kehilangan besar bagi Ghana. Pengalaman dan kepemimpinannya di lini tengah selama bertahun-tahun menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad The Black Stars.
Situasi ini juga memaksa tim pelatih Ghana untuk menyiapkan opsi alternatif guna menjaga keseimbangan permainan di sektor tengah dalam persaingan ketat fase grup.
Di tengah polemik yang berkembang, FIFA menegaskan bahwa proses pemberian visa sepenuhnya merupakan kewenangan negara tuan rumah dan berada di luar yurisdiksi organisasi sepak bola dunia tersebut.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Partey tidak dapat melakukan perjalanan dari pemusatan latihan Ghana di Boston, Amerika Serikat, menuju Kanada karena permohonan visanya ditolak oleh pemerintah Kanada.
“FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara-negara tuan rumah, termasuk dalam keputusan pemberian visa. Seperti pada turnamen FIFA sebelumnya, keputusan akhir terkait izin masuk tetap berada di tangan pemerintah negara penyelenggara,” tulis FIFA.
Kasus yang menimpa Partey menjadi salah satu isu nonteknis pertama yang menyita perhatian publik pada gelaran Piala Dunia 2026. Selain berdampak pada kekuatan Ghana di lapangan, persoalan ini juga memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebijakan imigrasi suatu negara dan prinsip praduga tak bersalah dalam proses hukum.
Kini, Ghana berharap upaya diplomatik yang tengah dilakukan dapat membuahkan hasil sehingga Partey masih berpeluang memperkuat timnya pada pertandingan-pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.
