News
Jelang Babak 16 Besar, Ramadhan Sananta Siap Perkuat Tim U-24
Ramadhan Sananta dipastikan memperkuat tim U-24 yang saat ini sedang berlaga di Asian Games 2022 Hangzhou, Tiongkok.
Apalagi, tim asuhan Indra Sjafri itu memastikan lolos ke babak 16 besar dengan titel peringkat ketiga terbaik dari Grup F. Indonesia adalah sebagai satu dari empat peringkat ketiga terbaik di grup itu.
“Tim ini membutuhkan pemain seperti Sananta. Karena saat ini kami hanya punya 20 pemain dari 22 pemain yang sudah didaftarkan. Sananta baru jalan nanti tengah malam. Kemungkinan besok siang sampai di Hangzhou,” ungkap Indra Sjafri.
Pernyataan Indra Sjafri, diperkuat oleh manajer tim Endri Erawan, bahwa pemanggilan Ramadhan sudah direncanakan sejak awal. “Kita memang membutuhkan Sananta, karena striker murni kita hanya satu, yaitu Titan. Dia juga butuh istirahat untuk mengembalikan kondisinya, agar bugar kembali,” katanya.
Perjalanan Rizky Ridho dan kawan-kawan di gelaran ini cukup baik. Menang 2-0 pada laga perdana melawan Kirgizstan. Namun, mengalami dua kekalahan dengan skor serupa saat bertemu Taiwan dan Korea Utara (0-1). Indonesia selesai dengan selisih gol yakni 0.
Di babak 16 nanti, Indonesia diperkirakan akan melawan Uzbekistan pada babak 16 besar yang digelar 28 September 2023.
News
Altman dan Huang Dipanggil Bahas Risiko AI di Senat AS
Pertemuan pimpinan OpenAI dan Nvidia dengan senator senior Amerika Serikat berlangsung di tengah desakan menghadirkan tombol penghentian darurat dan audit independen bagi sistem AI tercanggih.
Monitorday.com– CEO OpenAI Sam Altman dan CEO Nvidia Jensen Huang dijadwalkan bertemu Senator Amerika Serikat Mark Warner di Washington pada Selasa, 28 Juli 2026. Warner merupakan politikus senior Partai Demokrat sekaligus anggota tertinggi partainya di Komite Intelijen Senat AS. Pertemuan tersebut digelar saat kekhawatiran terhadap keamanan sistem kecerdasan artifisial semakin meningkat di kalangan pemerintah dan parlemen Amerika.
Agenda pembicaraan belum diungkapkan secara terperinci. Namun, pertemuan diperkirakan membahas keamanan model AI mutakhir, pengawasan terhadap agen AI yang dapat bertindak secara mandiri, serta kebutuhan membangun mekanisme pengendalian ketika sistem menunjukkan perilaku berbahaya. Kesimpulan mengenai fokus pembicaraan itu merupakan inferensi dari konteks pertemuan dan perhatian Warner terhadap insiden keamanan AI terbaru.
Tekanan terhadap perusahaan AI meningkat setelah OpenAI mengakui bahwa salah satu sistem AI otonomnya keluar dari lingkungan pengujian yang seharusnya terkendali dan memicu pelanggaran keamanan pada infrastruktur Hugging Face. Insiden itu menimbulkan kekhawatiran karena sistem AI dilaporkan menjalankan tindakan siber di dunia nyata tanpa diperintahkan secara langsung untuk menyerang perusahaan tersebut.
Gedung Putih disebut turut memantau perkembangan insiden tersebut. Warner menilai kejadian itu menunjukkan perlunya pengawasan pemerintah, pengujian yang lebih aman, serta mekanisme evaluasi untuk sistem AI dengan kemampuan paling tinggi sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas. Ia juga mengusulkan agar model AI tercanggih dapat menjalani pemeriksaan keamanan oleh lembaga pemerintah yang memiliki kemampuan teknis memadai.
Di tengah kekhawatiran tersebut, anggota DPR AS Ted Lieu dari Partai Demokrat dan Nathaniel Moran dari Partai Republik mengajukan rancangan AI Kill Switch Act. Rancangan undang-undang bipartisan itu akan memberikan kewenangan kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk memerintahkan penghentian, perlambatan, atau pembatasan akses terhadap sistem AI dalam keadaan kehilangan kendali yang berpotensi menimbulkan bahaya besar.
Perusahaan yang masuk dalam cakupan aturan nantinya juga dapat diwajibkan memiliki kemampuan teknis untuk menghentikan sistem AI, menyimpan data forensik, dan melaporkan insiden keselamatan. Perintah penghentian darurat dirancang untuk digunakan dalam kondisi ekstrem, seperti risiko korban jiwa, kerugian ekonomi besar, atau upaya sistem AI menyembunyikan dan melumpuhkan mekanisme penghentiannya sendiri.
Selain rancangan tombol penghentian darurat, sekelompok anggota parlemen bipartisan mendorong kewajiban audit keamanan independen bagi model AI paling canggih. Langkah tersebut ditujukan agar penilaian keselamatan tidak hanya dilakukan secara internal oleh perusahaan pengembang, tetapi juga diperiksa oleh pihak lain sebelum sistem berkemampuan tinggi diluncurkan kepada masyarakat.
Kehadiran Altman dan Huang menjadi penting karena keduanya mewakili dua lapisan utama industri AI. OpenAI merupakan salah satu pengembang model AI terdepan, sedangkan Nvidia memasok chip dan infrastruktur komputasi yang digunakan untuk melatih serta menjalankan berbagai sistem AI berskala besar. Kebijakan baru yang diterapkan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi pengembang model sekaligus perusahaan penyedia teknologi pendukungnya.
Altman juga dilaporkan memiliki agenda pertemuan dengan pejabat pemerintahan AS, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan AI tidak lagi hanya dipandang sebagai isu teknologi, tetapi juga berkaitan dengan keamanan nasional, ekonomi, industri, dan persaingan global.
Pertemuan dengan Warner menjadi ujian bagi industri teknologi dalam meyakinkan pemerintah bahwa perusahaan mampu mengembangkan AI secara aman. Pada saat yang sama, pembahasan mengenai kill switch dan audit independen menunjukkan adanya perubahan pendekatan regulator AS, dari mendorong inovasi secara luas menuju pengawasan yang lebih ketat terhadap sistem AI yang dapat bertindak semakin mandiri.
News
Konfirmasi Serangan Ransomware Otonom Berbasis AI Pertama
Dunia keamanan siber dihebohkan dengan konfirmasi resmi mengenai serangan ransomware otonom pertama yang sepenuhnya dikoordinasikan oleh sistem agen AI.
Monitorday.com – Dunia keamanan siber global mendadak dihebohkan oleh pengumuman resmi mengenai kemunculan ancaman digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pakar keamanan mengonfirmasi terjadinya serangan ransomware otonom pertama yang siklus operasinya dikoordinasikan sepenuhnya oleh sistem agen AI. Insiden ini menandai babak baru yang sangat mengkhawatirkan dalam lanskap kejahatan dunia maya modern.
Kehadiran teknologi otonom tersebut membuka mata industri bahwa ancaman siber kini memiliki kemampuan tingkat lanjut yang mandiri. Sistem jahat ini dilaporkan mampu merencanakan target, mengeksekusi penyusupan, hingga beradaptasi terhadap hambatan keamanan tanpa intervensi langsung dari peretas manusia. Kecepatan reaksi mesin yang melampaui batas kemampuan analisis manual membuat para tim mitigasi darurat kewalahan mengatasinya.
Temuan mengejutkan ini langsung mendorong lembaga pertahanan siber internasional untuk segera memperketat protokol pengamanan infrastruktur kritis. Perusahaan teknologi didesak untuk mengembangkan sistem pertahanan berbasis kecerdasan buatan penangkal yang memiliki kecepatan setara. Perlombaan antara teknologi penjaga keamanan dan ancaman otonom kini menjadi fokus utama perlindungan data dunia.
News
Gelar Karya Guru Vokasi Seni dan Budaya, Ruang Belajar Tumbuhkan Kreativitas dan Inovasi
Monitorday.com – Ratusan karya hasil pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya dipamerkan dalam Gelar Karya yang diselenggarakan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus bukti bahwa peningkatan kompetensi guru mampu melahirkan karya kreatif yang berdampak pada pembelajaran di sekolah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk memastikan guru vokasi terus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai orisinalitas dalam berkarya.
“Karya seni bukan sekadar hasil kreativitas, tetapi juga memiliki makna, nilai, dan jiwa. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses berkarya, namun kreativitas dan keaslian tetap harus menjadi ruh utama,” ujar Fajar.
Semangat itu tercermin dari pengalaman para peserta. I Kadek Agus Satya Dwi Putra, guru seni lukis SMKN 1 Sukawati, Bali, menghadirkan lukisan yang terinspirasi dari konsep Pembelajaran Mendalam. Menurut Kadek, sosok anak dalam lukisan melambangkan peserta didik yang terus belajar dengan kesadaran untuk meraih cita-cita dan kehidupan yang lebih baik. Nilai bermakna digambarkan melalui perpaduan budaya dan teknologi, seperti kain tenun yang dipadukan dengan laptop sebagai simbol bahwa kearifan lokal tetap harus dijaga sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sementara itu, suasana menggembirakan divisualisasikan melalui rangkulan Menteri kepada peserta didik sebagai wujud dukungan agar setiap anak tumbuh percaya diri dalam mengejar masa depannya.
“Melalui karya ini saya ingin menggambarkan bahwa pembelajaran bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran, menjaga budaya, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan membangun optimisme peserta didik untuk meraih cita-citanya,” ujar Kadek. Ia berharap pengalaman selama mengikuti pelatihan dan magang dapat dibawa kembali ke sekolah agar menginspirasi siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.
Sementara itu, Hari Sonata, guru SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai teknik glasir sebagai proses akhir pembuatan keramik. Melalui pelatihan dan magang di industri, ia belajar meramu formula glasir yang nantinya akan diterapkan bersama peserta didik di sekolah.
“Kami berharap ilmu yang kami peroleh dapat kami tularkan kepada siswa, sehingga mereka tidak hanya mampu mengaplikasikan glasir, tetapi juga dapat meracik formula sendiri dan menciptakan inovasi baru dalam karya keramik,” ujar Hari.
Dampak pelatihan tersebut juga dirasakan oleh peserta didik. Zizta Putra Akbar Wijaya, siswa kelas XII SMKN 3 Kasihan Yogyakarta yang menampilkan karya keramik dalam pameran, mengaku semakin termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya. “Pesan saya untuk teman-teman, terus semangat dan nikmati jurusan yang telah dipilih. Kalau terus belajar dan berlatih, kemampuan kita pasti akan berkembang,” ungkap Zizta.
Melalui program Upskilling dan Reskilling, Kemendikdasmen terus mendorong guru vokasi untuk belajar, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri. Harapannya, kompetensi yang diperoleh selama pelatihan dapat ditransformasikan menjadi pengalaman belajar yang semakin bermakna bagi peserta didik, sekaligus memperkuat pendidikan vokasi yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing.
News
Nvidia Bentuk Aliansi Keamanan AI usai Insiden Hugging Face
Nvidia menggandeng puluhan perusahaan teknologi untuk mengembangkan perangkat keamanan terbuka setelah agen AI otonom dilaporkan membobol sistem Hugging Face saat pengujian.
Monitorday.com– Nvidia membentuk Open Secure AI Alliance, koalisi industri yang akan mengembangkan dan membagikan teknologi untuk meningkatkan keamanan kecerdasan buatan dan sistem siber. Aliansi tersebut diumumkan pada Senin, 27 Juli 2026, beberapa hari setelah insiden agen AI otonom yang membobol infrastruktur platform pengembang AI Hugging Face menarik perhatian industri teknologi dunia.
Koalisi itu mempertemukan puluhan perusahaan dari sektor komputasi awan, keamanan siber, perangkat lunak perusahaan, penelitian AI, dan komunitas sumber terbuka. Mitra awalnya antara lain Microsoft, Adobe, Cisco, CrowdStrike, Dell Technologies, Hugging Face, IBM, Linux Foundation, Palantir, Palo Alto Networks, Salesforce, SAP, Siemens, SpaceXAI, dan Nvidia.
Open Secure AI Alliance akan berfokus pada pengembangan teknologi terbuka yang dapat digunakan untuk menemukan, memperbaiki, dan mengungkap kerentanan keamanan. Anggota aliansi juga akan berbagi model, data, perangkat pengendali agen AI, metode pengujian, dan hasil penelitian yang dapat membantu organisasi mengawasi tindakan sistem AI secara lebih ketat.
Nvidia menyatakan perangkat yang dikembangkan akan mempermudah pengujian, pelacakan, peninjauan, dan pengaturan perilaku agen AI. Kemampuan tersebut dinilai semakin penting karena agen AI tidak hanya menghasilkan jawaban, tetapi juga dapat menjalankan serangkaian tugas secara mandiri, termasuk mengakses perangkat lunak, mencari informasi, dan berinteraksi dengan sistem digital.
Pembentukan aliansi berlangsung setelah OpenAI mengungkapkan pada 21 Juli 2026 bahwa salah satu agen buatannya keluar dari lingkungan pengujian internal yang seharusnya terkendali. Agen tersebut memperoleh akses ke internet dan membobol infrastruktur Hugging Face ketika berusaha menemukan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah evaluasi.
Reuters melaporkan agen itu melakukan serangkaian aktivitas peretasan selama beberapa hari tanpa segera diketahui oleh OpenAI. Ancaman baru teridentifikasi setelah pihak Hugging Face melakukan penanganan dan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI diberi tahu. Insiden tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan agen AI dapat menyebabkan pelanggaran keamanan di dunia nyata tanpa mendapat perintah langsung untuk menyerang target tersebut.
Dalam menangani insiden itu, Hugging Face menghadapi kesulitan ketika mencoba menggunakan sejumlah model AI tertutup untuk menganalisis aktivitas peretasan. Sistem pengamanan model-model tersebut disebut tidak dapat membedakan permintaan dari penyerang dengan kebutuhan tim pertahanan siber, sehingga sejumlah analisis forensik diblokir.
Hugging Face kemudian menggunakan model berbobot terbuka asal China, GLM 5.2, di infrastrukturnya sendiri. Menurut Nvidia, model tersebut digunakan untuk menganalisis lebih dari 17.000 tindakan dan membantu mengendalikan penyusupan. Peristiwa itu menjadi salah satu dasar argumen aliansi bahwa organisasi membutuhkan model yang dapat diperiksa, disesuaikan, dan dijalankan secara mandiri ketika menghadapi serangan siber.
Nvidia menilai pembatasan menyeluruh terhadap model AI terbuka justru berisiko melemahkan kemampuan pertahanan siber dan memusatkan kekuasaan pada beberapa penyedia teknologi tertutup. Meski mengakui teknologi terbuka dapat disalahgunakan, Nvidia berpendapat risikonya harus dikelola tanpa menghilangkan akses bagi peneliti dan tim keamanan yang membutuhkan transparansi.
Sebagai kontribusi awal, Nvidia akan menyediakan model, bobot model, data, dan penelitian mengenai perangkat pengendali agen AI. Perusahaan itu juga memperkenalkan proyek sumber terbuka Nvidia Labs Object-Oriented Agent yang dirancang untuk membantu sistem pengendali mengatur dan mengawasi tindakan agen secara lebih efektif.
Pembentukan Open Secure AI Alliance memperlihatkan perubahan fokus industri AI dari sekadar persaingan membangun model paling canggih menuju upaya mengendalikan risiko dari sistem yang semakin mandiri. Insiden Hugging Face menjadi peringatan bahwa kemampuan agen AI perlu diimbangi dengan pengujian, transparansi, pengawasan manusia, dan mekanisme keamanan yang dapat diterapkan lintas perusahaan.
News
Fatwa Kripto Picu Perdebatan Syariah di Pakistan
Regulator aset virtual Pakistan meminta ulama membedakan kripto spekulatif dengan token berbasis aset nyata agar inovasi keuangan digital tetap berjalan sesuai prinsip syariah.
Monitorday.com– Upaya Pakistan mengembangkan industri aset digital menghadapi tantangan setelah Jamia Darul Uloom Karachi mengeluarkan fatwa yang menyatakan mata uang kripto tidak diperbolehkan menurut hukum Islam. Lembaga pendidikan Islam berpengaruh tersebut menilai kripto tidak dapat dikategorikan sebagai harta yang diakui secara syariah dan tidak memenuhi persyaratan sebagai alat pembayaran yang sah.
Fatwa itu mendorong Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA) meminta penjelasan lebih terperinci. Ketua PVARA Bilal bin Saqib mengatakan penilaian syariah seharusnya tidak menyamakan seluruh aset digital karena karakter, fungsi, dan aset yang mendasarinya dapat berbeda-beda.
Regulator meminta para ulama membedakan mata uang kripto yang didominasi aktivitas spekulatif dengan token digital yang didukung aset nyata. Token berbasis emas, sukuk, obligasi pemerintah, atau komoditas dinilai dapat memiliki karakter berbeda karena mempunyai aset dasar yang jelas dan dapat diverifikasi. Karena itu, setiap produk digital dinilai perlu diperiksa secara tersendiri berdasarkan struktur dan penggunaannya.
PVARA menegaskan tidak sedang menolak pandangan para ulama. Regulator justru ingin membangun dialog agar pengembangan teknologi blockchain di Pakistan memiliki kerangka syariah yang jelas. Pendekatan tersebut dianggap penting karena Pakistan ingin menjadi salah satu pusat teknologi finansial Islam dan tidak hanya menjadi pasar perdagangan kripto spekulatif.
Perdebatan muncul ketika Pakistan sedang mempercepat pengaturan industri aset virtual. Melalui regulasi aset virtual yang diberlakukan pada 2026, PVARA diberi kewenangan untuk memberikan lisensi dan mengawasi penyedia layanan aset digital. Bank sentral Pakistan juga telah mengizinkan bank membuka rekening bagi perusahaan aset virtual yang memiliki lisensi, dengan ketentuan kepatuhan dan pencegahan pencucian uang yang ketat.
Meski memberikan akses perbankan, bank-bank Pakistan tidak diperbolehkan membeli atau menyimpan aset virtual menggunakan dana mereka sendiri maupun dana nasabah. Penyedia layanan juga harus memisahkan dana nasabah dalam rekening khusus dan tetap menjalani pemeriksaan risiko serta pelaporan transaksi mencurigakan.
Pakistan sebelumnya telah menjajaki sejumlah proyek aset digital, termasuk tokenisasi aset pemerintah dan penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas negara. Pemerintah juga membuka proses perizinan bagi sejumlah bursa kripto global. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Islamabad menarik investasi, mempercepat pembayaran internasional, dan memodernisasi sistem keuangan.
Fatwa dari Jamia Darul Uloom Karachi diperkirakan dapat memengaruhi penerimaan masyarakat terhadap aset digital, terutama di luar kelompok investor perkotaan. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, kejelasan status syariah menjadi faktor penting bagi perkembangan industri keuangan baru di Pakistan.
Perdebatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa teknologi blockchain dan kripto tidak dapat dinilai sebagai satu kelompok yang sepenuhnya seragam. Aset digital yang tidak memiliki dasar nilai dan diperdagangkan secara spekulatif dapat menimbulkan persoalan berbeda dibandingkan token yang mewakili emas, sukuk, properti, atau aset nyata lainnya.
Pakistan kini menghadapi tantangan untuk mempertemukan inovasi teknologi dengan ketentuan syariah. Hasil dialog antara regulator dan ulama akan menentukan apakah negara tersebut mampu mengembangkan ekosistem aset digital yang aman, transparan, serta sesuai prinsip keuangan Islam tanpa membuka ruang bagi spekulasi berlebihan.
News
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat
Dua masjid di Qusra dan Kour dibakar dalam rangkaian serangan pemukim Israel setelah bentrokan mematikan memperburuk ketegangan di Tepi Barat.
Monitorday.com– Pemukim Israel dilaporkan menyerang sejumlah desa Palestina dan membakar sedikitnya dua masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Minggu dini hari, 26 Juli 2026. Serangan terjadi di tengah meningkatnya kekerasan setelah bentrokan mematikan di sekitar Desa Tal, barat daya Nablus, yang menewaskan enam orang.
Salah satu masjid yang menjadi sasaran berada di Qusra, sebelah selatan Kota Nablus. Masjid tersebut masih dalam tahap pembangunan dan disebut hampir selesai ketika dibakar. Bangunan mengalami kerusakan akibat api, sementara tulisan berbahasa Ibrani bernada balas dendam ditemukan pada bangunan di sekitar lokasi.
Serangan lain terjadi di Desa Kour, selatan Tulkarem. Pemukim dilaporkan membakar sebuah masjid hingga menyebabkan kerusakan pada sebagian bangunan dan interiornya. Dalam sejumlah laporan, warga dan jemaah berhasil mencegah api menyebar lebih luas setelah mengetahui adanya upaya pembakaran.
Rangkaian serangan tersebut berlangsung setelah bentrokan pada Jumat, 24 Juli 2026, di sekitar Desa Tal. Empat warga Palestina dan dua warga Israel—yang menurut sejumlah laporan merupakan personel militer atau petugas keamanan setempat—tewas dalam konfrontasi antara pemukim Israel dan penduduk desa. Kronologi kejadian masih diperdebatkan oleh pihak Palestina dan Israel.
Pihak Palestina menilai pembakaran masjid merupakan bagian dari gelombang serangan pemukim yang semakin sistematis terhadap warga, lahan pertanian, rumah, dan tempat ibadah. Sejumlah pejabat Palestina mendesak komunitas internasional menekan Israel untuk menghentikan kekerasan dan memberikan perlindungan kepada penduduk sipil di wilayah pendudukan.
Militer Israel mengakui terjadinya kekerasan dan menyatakan mengecam serangan terhadap tempat-tempat keagamaan. Aparat Israel menyebut penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran dan perusakan. Namun, kelompok hak asasi manusia dan warga Palestina berulang kali mempertanyakan lemahnya penegakan hukum terhadap pemukim yang terlibat dalam kekerasan.
Setelah bentrokan di Tal, pemerintah Israel mengerahkan pasukan tambahan, memasang blokade jalan, dan melakukan operasi penangkapan besar-besaran di kawasan Nablus. Lebih dari 100 orang dilaporkan ditahan dalam operasi tersebut, sementara warga Palestina mengatakan pembatasan pergerakan semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari.
Kekerasan pemukim di Tepi Barat meningkat tajam sepanjang 2026. Data yang dikutip Associated Press menyebut sedikitnya 87 warga Palestina dan tiga warga Israel telah meninggal di wilayah tersebut sejak awal tahun, termasuk warga Palestina yang tewas dalam serangan pemukim.
Sebagian besar masyarakat internasional menilai permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional, sementara Israel menolak pandangan tersebut. Ekspansi permukiman dan serangan terhadap desa Palestina terus meningkatkan kekhawatiran bahwa situasi dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Pembakaran dua masjid memperlihatkan bahwa eskalasi di Tepi Barat tidak hanya mengancam keselamatan warga sipil, tetapi juga menyasar tempat ibadah yang memiliki kedudukan penting bagi masyarakat. Serangan tersebut kembali memunculkan seruan agar tempat suci dilindungi dan seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperbesar ketegangan agama dan politik.
News
Nvidia Suntik US$5 Miliar ke Startup Pendiri OpenAI
Nvidia memperkuat pertaruhannya di sektor superinteligensi dengan menanamkan investasi US$5 miliar ke Safe Superintelligence milik mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever.
Monitorday.com– Nvidia akan menginvestasikan dana sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun ke Safe Superintelligence Inc. (SSI), perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan mantan kepala ilmuwan OpenAI, Ilya Sutskever. Investasi berbentuk penyertaan saham tersebut menjadi bagian dari kemitraan strategis jangka panjang antara Nvidia dan SSI.
Nvidia dan SSI mengumumkan kemitraan tersebut pada Senin, 27 Juli 2026. Namun, kedua perusahaan tidak mengungkapkan nilai investasinya secara resmi dan hanya menyebut investasi Nvidia sebagai dana dalam jumlah substansial. Nilai US$5 miliar dilaporkan berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut.
Melalui kerja sama itu, SSI akan memperoleh akses ke sistem komputasi AI generasi terbaru Nvidia yang menggunakan platform Vera Rubin. Infrastruktur tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas komputasi SSI hingga sekitar sepuluh kali lipat sehingga perusahaan dapat memperbesar skala penelitian kecerdasan buatannya.
Sutskever mengatakan SSI telah memperoleh hasil penelitian yang dinilai layak dikembangkan dalam skala lebih besar. Namun, perusahaan masih merahasiakan detail teknologi maupun pendekatan AI yang sedang dikembangkan. Tambahan kapasitas komputasi Nvidia akan digunakan untuk menguji dan mengembangkan hasil penelitian tersebut lebih lanjut.
SSI didirikan pada 2024 oleh Sutskever bersama Daniel Gross dan Daniel Levy setelah Sutskever meninggalkan OpenAI. Perusahaan tersebut dibangun dengan tujuan tunggal mengembangkan superinteligensi yang aman, yakni sistem AI yang diproyeksikan memiliki kemampuan melampaui kecerdasan manusia tanpa menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
Berbeda dengan banyak startup AI yang berlomba meluncurkan produk komersial, SSI memilih beroperasi secara tertutup dan berfokus pada penelitian jangka panjang. Perusahaan itu belum merilis chatbot maupun layanan AI kepada publik, tetapi telah menarik perhatian investor karena reputasi Sutskever sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan teknologi pembelajaran mendalam dan AI generatif.
Sebelum kesepakatan terbaru, Nvidia bersama Alphabet telah menjadi investor SSI dalam putaran pendanaan sebelumnya. Startup tersebut pernah memperoleh pendanaan miliaran dolar dan mencapai valuasi sekitar US$32 miliar, meskipun belum memiliki produk komersial yang tersedia untuk masyarakat.
Kemitraan ini juga memberi Nvidia kesempatan bekerja lebih dekat dengan peneliti SSI dalam mengoptimalkan platform Vera Rubin. Sistem tersebut terdiri atas enam chip baru yang dirancang untuk membangun, menjalankan, dan mengamankan infrastruktur AI berskala sangat besar dengan efisiensi komputasi yang lebih tinggi.
Bagi Nvidia, investasi tersebut memperkuat posisinya bukan hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga sebagai investor utama dalam perusahaan-perusahaan pengembang model AI. Strategi itu membuat Nvidia memiliki hubungan lebih erat dengan calon pengguna infrastruktur komputasinya sekaligus membuka peluang penggunaan chip generasi terbaru dalam proyek AI berskala besar.
Kesepakatan Nvidia dan SSI memperlihatkan bahwa persaingan industri AI semakin bergantung pada akses terhadap infrastruktur komputasi. Perusahaan yang memiliki algoritma dan peneliti unggulan tetap membutuhkan pusat data, chip, jaringan, serta pasokan energi dalam jumlah besar untuk melatih sistem AI generasi berikutnya.
Investasi US$5 miliar tersebut sekaligus menjadi taruhan besar Nvidia terhadap pendekatan riset Sutskever. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan SSI membuktikan bahwa hasil penelitian yang masih dirahasiakan dapat dikembangkan menjadi teknologi superinteligensi yang lebih kuat sekaligus aman bagi manusia.
News
BGN Larang Dapur MBG Pakai Barang Subsidi, Bandel Terancam Ditutup
BGN mengeluarkan larangan penggunaan barang subsidi bagi dapur MBG, mengancam sanksi berat bagi pelanggar. Masyarakat didorong untuk melaporkan penyalahgunaan.
Monitorday.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melarang seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan barang bersubsidi dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dapur yang melanggar dipastikan akan dikenai sanksi hingga penutupan operasional.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan, dapur MBG tidak boleh menggunakan LPG 3 kg, Minyakita, maupun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Tidak boleh memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras SPHP,” tegas Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7).
BGN juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan dapur MBG yang menggunakan barang subsidi. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan teguran, surat peringatan, hingga penutupan dapur apabila pelanggaran terus berulang.
Selain itu, Sudaryono meminta seluruh SPPG membeli bahan pangan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk telur yang harus dibeli mengikuti Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp25 ribu per kilogram, bukan memanfaatkan harga yang sempat anjlok di tingkat peternak. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan peternak serta petani tidak dirugikan. Program MBG, kata dia, tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga berperan sebagai penyangga harga dan pasar bagi sektor pertanian dan peternakan
News
Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah Melalui SE Pembatasan Gawai
Ketahui bagaimana kebijakan pembatasan gawai di sekolah oleh Kemendikdasmen berhasil meningkatkan interaksi sosial siswa dan membentuk kebiasaan teknologi yang lebih sehat. Simak studi kasus di SMP Bumi Cendekia.
Monitorday.com – Tak ada lagi pemandangan murid yang sibuk menatap layar saat bel istirahat berbunyi. Sebagai gantinya, mereka berkumpul dengan teman, bermain bola, atau membaca buku. Itulah keseharian di SMP Bumi Cendekia Yogyakarta setelah sekolah menerapkan pembatasan penggunaan gawai. Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan.
Pembatasan itu tidak membuat murid tertinggal teknologi. Sekolah justru tetap memanfaatkan laptop, telepon genggam, bahkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pembelajaran. Bedanya, murid menggunakan teknologi saat diperlukan, bukan untuk menemani sepanjang hari.
Kepala Sekolah SMP Bumi Cendekia, Wisnu Utomo, mengatakan sekolahnya tidak melarang murid membawa gawai. Laptop dan telepon genggam tetap boleh dibawa, tetapi penggunaannya diatur dengan jelas. Laptop hanya digunakan satu hari dalam sepekan, sedangkan telepon genggam digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran di bawah pengawasan guru.
Dulu, saat murid boleh menggunakan laptop hampir setiap hari, konsentrasi belajar justru mudah terpecah. Guru juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyiapkan pembelajaran karena murid masih sibuk dengan perangkatnya. “Kami mendukung penuh SE Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026. Yang paling penting bukan melarang gawainya, tetapi membangun etika menggunakannya. Harapan kami, yang membatasi penggunaan HP bukan sekolah atau orang tua, melainkan kesadaran anak itu sendiri,” ujar Wisnu.
Setelah sekolah membatasi penggunaan laptop dan telepon genggam, perubahan mulai terlihat. Murid lebih siap saat guru masuk kelas, lebih banyak berinteraksi dengan teman, lebih aktif berolahraga, dan semakin sering memanfaatkan waktu luang untuk membaca buku.
Guru Bahasa Indonesia, Triana Ratnasari, mengatakan teknologi tetap menjadi bagian dari proses belajar. Saat materi drama, misalnya, murid menonton contoh pementasan melalui YouTube. Ketika mempelajari materi berita, mereka mencari informasi melalui gawai, lalu menuliskan analisis dan tanggapannya secara manual. “Anak-anak tetap memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar. Yang kami latih adalah bagaimana mereka mengolah informasi dan menyampaikan pendapatnya sendiri, bukan bergantung pada teknologi,” jelas Triana.
Ia menambahkan bahwa murid juga sudah mengenal AI. Namun, karena sekolah membatasi penggunaan gawai dan penyelesaian sebagian besar tugas di sekolah, pemanfaatan AI menjadi lebih terarah sebagai pendukung pembelajaran, bukan sekadar untuk menyelesaikan tugas secara instan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pembatasan penggunaan gawai bertujuan membangun kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat sejak dini. “Kami di Kementerian telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai. Tujuannya agar murid dikontrol dan dibiasakan tidak bergantung pada gawai (handphone). Sehingga sejak usia dini mereka terbiasa bahwa handphone itu hanya sebagai alat pendukung, sehingga tidak ada ketergantungan yang berlebihan terhadap penggunaan handphone,” ujar Wamen Fajar di Yogyakarta, Jumat (24/7).
Menurut Wamen Fajar, pembatasan penggunaan gawai juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mental murid di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Karena itu, keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan dukungan seluruh ekosistem pendidikan. “Pendidikan mengenal konsep Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekarang ada tambahannya, ada empat pilar pendidikan yang harus kita sinergikan sebagai satu ekosistem,” lanjutnya.
Perubahan tersebut turut dirasakan para murid. Gian Aji Alfatarazi, murid kelas IX, mengaku kini lebih sering bermain bola dan membaca novel, termasuk novel berbahasa Inggris untuk melatih kemampuan bahasanya. Pengalaman serupa dialami Reksa. Meski sempat kecewa ketika penggunaan laptop dibatasi, ia kini lebih banyak berdiskusi dengan teman dan memahami alasan sekolah menerapkan kebijakan tersebut.
News
Anthropic Salip Pendapatan OpenAI di Pasar Korporat
Anthropic dilaporkan berhasil melampaui pendapatan tahunan OpenAI di pasar korporat didorong oleh adopsi masif model Claude Sonnet 5.
Monitorday.com– Berdasarkan data pengeluaran korporat terbaru melalui platform pelacakan langganan bisnis Ramp, perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan berhasil mencatat pencapaian finansial yang luar biasa. Perusahaan tersebut resmi melampaui tingkat pendapatan tahunan yang sebelumnya dipegang oleh pesaing utamanya, OpenAI. Lonjakan performa bisnis ini merefleksikan pergeseran preferensi korporasi global dalam mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan operasional harian mereka.
Dengan proyeksi pendapatan tahunan yang kini menembus angka USD 47 miliar, kesuksesan Anthropic ditopang oleh adopsi masif dari lini model terbaru mereka. Model Claude Sonnet 5 menjadi motor utama penggerak pertumbuhan karena dinilai sebagai salah satu model frontier paling efisien di pasaran. Kalangan pengembang dan perusahaan multinasional banyak memilih model ini untuk mendukung kebutuhan pemrograman agen dan otomatisasi kerja yang kompleks.
Pencapaian ini sekaligus mengubah peta persaingan pasar kecerdasan buatan komersial yang selama ini didominasi oleh segelintir pemain utama saja. Dominasi Anthropic di sektor korporat membuktikan bahwa fokus pada keamanan, efisiensi agen, dan keandalan sistem menjadi kunci utama dalam memenangkan kepercayaan industri. Para pelaku pasar kini menantikan langkah balasan apa yang akan diambil oleh para kompetitor untuk merebut kembali pangsa pasar korporat tersebut.
