News
Kunjungan Presiden dan Pengaruh Indonesia di Tengah Gejolak Geopolitik
Itensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto perlu dilihat dalam konteks persaingan global yang semakin ketat dan kompleks.
Monitorday.com– Pemerintah merespon kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurut pemerintah, penilaian tersebut dinilai terlalu prematur karena belum mempertimbangkan dinamika global yang saat ini tengah mengalami perubahan besar dalam bidang ekonomi, teknologi, dan geopolitik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pun menjelaskan bahwa tidak semua agenda luar negeri dapat direncanakan jauh hari. Dinamika geopolitik global yang berubah sangat cepat membuat sejumlah kunjungan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi terkini.
Di tengah meningkatnya persaingan antarnegara untuk menarik investasi, menguasai teknologi strategis, dan memperluas pengaruh ekonomi, diplomasi aktif menjadi instrumen yang semakin penting. Kehadiran langsung kepala negara dalam berbagai pertemuan internasional dinilai tidak hanya memiliki nilai simbolik, tetapi juga berfungsi membangun kepercayaan, mempercepat komunikasi, dan membuka peluang kerja sama yang berdampak jangka panjang bagi kepentingan nasional.
Dunia saat ini memasuki era geoekonomi, ketika kekuatan ekonomi dan kemampuan membangun jaringan kerja sama menjadi faktor utama dalam menentukan posisi suatu negara. Dalam kondisi tersebut, Indonesia tidak dapat bersikap pasif atau hanya menunggu peluang datang. Sebaliknya, berbagai upaya diplomasi perlu dilakukan secara proaktif untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga dan berkembang.
Sejumlah negara di kawasan Asia maupun dunia juga meningkatkan aktivitas diplomasi tingkat tinggi untuk memperkuat akses terhadap investasi, teknologi, energi, serta pasar ekspor baru. Dalam konteks tersebut, kunjungan luar negeri kepala negara menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat posisi tawar Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin intensif.
Keberhasilan diplomasi tidak dapat diukur hanya dari jumlah perjalanan atau frekuensi pertemuan internasional. Ukuran yang lebih penting adalah hasil konkret yang diperoleh, seperti peningkatan investasi, terbukanya peluang perdagangan, kerja sama teknologi, penguatan ketahanan pangan dan energi, hingga dukungan terhadap agenda pembangunan nasional.
Banyak hasil diplomasi memerlukan waktu sebelum memberikan dampak yang dapat dirasakan secara langsung. Oleh karena itu, evaluasi terhadap aktivitas diplomasi perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan proses negosiasi, implementasi kerja sama, dan manfaat jangka panjang yang dihasilkan bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Di tengah perubahan lanskap global yang berlangsung cepat, diplomasi kini tidak lagi sekadar membahas hubungan politik antarnegara. Diplomasi modern telah berkembang menjadi sarana untuk memperjuangkan kepentingan ekonomi, memperluas akses pasar, memperoleh transfer teknologi, serta membangun kemitraan strategis di berbagai sektor. Karena itu, pemerintah menilai keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional merupakan langkah yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam era geoekonomi, diplomasi bukan sekadar perjalanan, tetapi investasi pengaruh dan masa depan bangsa. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap Indonesia mampu memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif, diperhitungkan, dan memiliki peran strategis dalam percaturan global yang terus berkembang.
News
Bahasa Prancis Masuk Agenda Pendidikan, Langkah Strategis Menyiapkan SDM Global
Perluasan pembelajaran Bahasa Prancis dinilai menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing generasi muda Indonesia di tengah dinamika global yang semakin multipolar.
Monitorday.com– Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas pembelajaran Bahasa Prancis di Indonesia dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Kebijakan ini tidak sekadar menambah pilihan bahasa asing di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar menyiapkan generasi Indonesia menghadapi perubahan tatanan dunia yang semakin terhubung dan multipolar.
Dalam beberapa dekade terakhir, kemampuan berbahasa asing telah berkembang menjadi kebutuhan penting dalam dunia pendidikan, ekonomi, dan diplomasi. Jika sebelumnya Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dominan, kini berbagai bahasa lain mulai memiliki peran strategis seiring meningkatnya pengaruh kawasan-kawasan baru dalam perekonomian dan politik global. Bahasa Prancis, misalnya, digunakan secara luas di Eropa, Afrika, serta berbagai organisasi internasional.
Penguatan pembelajaran Bahasa Prancis juga dipandang sejalan dengan kebutuhan membangun kompetensi lintas budaya. Kemampuan memahami bahasa asing tidak hanya membantu komunikasi, tetapi juga membuka wawasan terhadap cara berpikir, nilai, dan budaya masyarakat dunia. Kompetensi semacam ini semakin dibutuhkan dalam era kolaborasi internasional yang melibatkan pendidikan, perdagangan, riset, hingga teknologi.
Implementasi kebijakan tersebut dinilai dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing daerah dan satuan pendidikan. Pemerintah memiliki peluang memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran bahasa asing. Kehadiran platform pembelajaran daring, aplikasi interaktif, serta teknologi kecerdasan buatan (AI) memungkinkan proses belajar menjadi lebih fleksibel, efisien, dan terjangkau dibandingkan metode konvensional semata.
Sejumlah pengamat pendidikan menilai langkah ini mencerminkan perubahan cara pandang terhadap pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan tidak lagi hanya berorientasi pada kebutuhan domestik, tetapi juga harus mampu mempersiapkan peserta didik menjadi warga dunia yang memiliki kemampuan komunikasi internasional. Penguasaan lebih dari satu bahasa asing dapat menjadi nilai tambah penting dalam menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
Selain aspek pendidikan, kemampuan berbahasa Prancis juga berpotensi membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan negara-negara frankofon di bidang ekonomi, investasi, budaya, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan lebih dari 300 juta penutur di berbagai belahan dunia, Bahasa Prancis menjadi salah satu bahasa yang memiliki pengaruh signifikan dalam hubungan internasional.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang mengubah lanskap dunia kerja, kemampuan lintas bahasa tetap menjadi kompetensi yang bernilai tinggi. Teknologi dapat membantu menerjemahkan kata dan kalimat, namun kemampuan memahami konteks budaya, membangun relasi, dan menjalin komunikasi antarbangsa tetap membutuhkan keterampilan manusia. Karena itu, perluasan pembelajaran Bahasa Prancis dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing Indonesia di era globalisasi baru.
“Di era AI dan globalisasi baru, kemampuan lintas bahasa adalah bagian dari daya saing bangsa.” Kalimat tersebut menjadi refleksi bahwa pendidikan Indonesia perlu terus berkembang agar mampu melahirkan generasi yang siap berkiprah tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia.
News
Seskab: Kunjungan Luar Negeri Prabowo Bangun Kepercayaan dengan Pemimpin Dunia
Monitorday.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (3/6), sebagai tanggapan atas berbagai aspirasi dan kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait agenda perjalanan luar negeri Presiden.
Menurut Teddy, hubungan yang erat antarnegara tidak dapat dibangun secara instan ketika krisis terjadi. Karena itu, pemimpin negara perlu menjalin komunikasi dan kedekatan sejak awal agar tercipta kepercayaan yang dapat menjadi modal diplomasi di masa mendatang.
“Setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat dengan para pemimpin dunia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru meminta bantuan. Hubungan baik harus dibangun sejak sekarang sehingga ketika ada kondisi mendesak, kita dapat saling membantu,” ujar Teddy.
Ia menambahkan bahwa perkembangan geopolitik global yang bergerak cepat menuntut Presiden untuk aktif berinteraksi dengan berbagai kepala negara. Selain agenda tahunan yang telah direncanakan, terdapat pula kunjungan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi internasional.
Teddy menilai Prabowo memimpin Indonesia pada saat dunia tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari konflik di sejumlah kawasan hingga ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut, kata dia, membuat komunikasi langsung dengan para pemimpin dunia menjadi semakin penting.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung melalui pertemuan formal yang terbuka untuk publik. Dalam praktiknya, komunikasi personal maupun pertemuan tertutup juga memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan antarnegara.
Menanggapi usulan Dino Patti Djalal agar Presiden lebih banyak memanfaatkan forum internasional untuk bertemu sejumlah kepala negara sekaligus, Teddy menyebut keputusan terkait agenda pertemuan sepenuhnya ditentukan oleh Presiden bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan prioritas kepentingan nasional.
“Presiden dan Menteri Luar Negeri yang paling memahami mana pertemuan yang menjadi prioritas, mana yang perlu dilakukan secara langsung, cukup melalui telepon, maupun yang perlu dipublikasikan atau tidak,” jelasnya.
Teddy juga menekankan bahwa tidak semua komunikasi diplomatik harus dilakukan melalui kunjungan tatap muka. Dalam situasi tertentu, komunikasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon maupun jalur diplomasi lainnya yang dianggap lebih efektif.
Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti sejumlah aspek terkait perjalanan luar negeri Presiden Prabowo, termasuk pembiayaan kunjungan, jumlah anggota rombongan, transparansi jadwal perjalanan, frekuensi kunjungan ke berbagai negara dalam kurun waktu 1,5 tahun, serta pemanfaatan forum internasional untuk melakukan pertemuan bilateral dengan kepala negara lain.
News
Wamen Atip: Teknologi AI harus Berpijak dan Bermanfaat untuk Kemanusiaan dan Nilai Keagamaan
Monitorday.com – Bertepatan dengan momentum Hari Lahir Pancasila, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Persatuan Islam (STAI Persis), di Depok, Jawa Barat, Senin (1/6).
Dengan tajuk Membangun Peradaban Berbasis Etika Menakar Peluang dan Tantangan Masa Depan Bagi Sarjana Muslim, Wamen Atip mengajak kepada seluruh civitas akademika STAI Persis dan para wisudawan untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai penguat kapasitas intelektual, khususnya di bidang keilmuan agama Islam.
Dalam orasinya, Wamen Atip turut menyoroti kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh AI. Menurutnya, banyak kekhawatiran yang muncul bahwa AI dapat menggeser peran strategis keilmuan agama, khususnya bidang pembuatan fatwa dan kajian keagamaan. “AI sejatinya tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu dan kepasitas intelektual manusia. Kehebatan otak manusia tetap menghasilkan kualitas terbaik dengan kemampuan berfikir kritis dan kreatifitas,” ungkap Wamendikdasmen, Atip Latipulhayat, di Depok, Senin (1/6).
Pada konteks perguruan tinggi Islam, Wamen Atip menilai AI perlu dipandang sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh seluruh sivitas akademika. Baginya, kemudahan informasi melalui AI dapat dimanfaatkan untuk kemanfaatan ilmu pengetahuan Islam yang berguna untuk masyakarat.
“Tantangan saat ini adalah bagaimana kita harus memperkaya data dan informasi tentang keislaman di AI, agar hal tersebut bukan hanya sebagai ilmu, tetapi menjadi sumber inspirasi. Tentunya perlu upaya kolektif untuk memperkaya basis pengetahuan digital dengan informasi yang akurat mengenai pemikiran, tradisi, dan khazanah keilmuan Islam, termasuk kontribusi organisasi-organisasi Islam di Indonesia,” papar Wamen Atip.
Di sisi lain, Wamen Atip memandang ilmu keislaman harus terus dikembangkan agar tidak berhenti pada tataran normatif semata. Perguruan tinggi Islam dijelaskannya harus menjadikan nilai-nilai Islam sebagai sumber inspirasi lahirnya ilmu yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern, termasuk di bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan kebijakan publik.
“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya memanfaatkan waktu dan menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat, inovasi yang berdampak, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” pungkas Wamen Atip.
News
Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional, Siapa Penggantinya?
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 2 Juni 2026.
Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam.
“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.
Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.
Pergantian ini terjadi pada hari yang sama ketika Dadan masih menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN. Pada Selasa pagi, ia turut mendampingi Presiden Prabowo meninjau operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palmerah, Jakarta Barat. Setelah itu, Dadan juga ikut dalam kunjungan Presiden ke SMPN 111 Jakarta untuk memantau pelaksanaan program MBG bagi para siswa.
Dadan Hindayana merupakan akademisi dan pakar entomologi atau ilmu serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia pertama kali diangkat sebagai Kepala BGN melalui Keputusan Presiden Nomor 94B Tahun 2024 dan dilantik oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.
Setelah pergantian pemerintahan, Dadan tetap dipercaya memimpin BGN pada masa pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhirnya diberhentikan pada 2 Juni 2026.
Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalankan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Sejak mulai dilaksanakan pada 6 Januari 2025, Program MBG menjadi salah satu program sosial berskala nasional yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
News
Kampus Boleh Dirikan SPPG, Mendiktisaintek: Bisa Jadi Laboratorium Praktik dan Riset
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan perguruan tinggi diperbolehkan mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari kegiatan teaching factory atau sarana pembelajaran berbasis praktik bagi mahasiswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa. Menurutnya, keberadaan SPPG di lingkungan kampus dapat diintegrasikan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
“Ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dan sekaligus menjadi objek penelitian. Kami mempersilakan kampus-kampus yang ingin melakukan hal tersebut,” ujar Brian.
Menurut Brian, keterlibatan perguruan tinggi dalam Program MBG merupakan bagian dari kontribusi dunia akademik terhadap berbagai program strategis nasional. Ia menilai dukungan kampus terhadap program pemenuhan gizi masyarakat memiliki posisi yang sama pentingnya dengan keterlibatan akademisi dalam riset kendaraan listrik, industri semikonduktor, maupun pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall).
Meski demikian, Brian menegaskan bahwa pendirian SPPG di lingkungan kampus bukan merupakan kewajiban. Kementerian, kata dia, tidak pernah menerbitkan kebijakan yang mewajibkan setiap perguruan tinggi membangun fasilitas tersebut.
“Kami tidak pernah mengeluarkan edaran bahwa setiap kampus harus mendirikan SPPG. Yang kami dorong adalah bagaimana kampus berperan aktif dalam mendukung berbagai program nasional melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Brian mendorong perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam penelitian jangka panjang guna mengukur dampak Program MBG terhadap kesehatan masyarakat. Menurutnya, riset semacam itu penting untuk memastikan efektivitas program dalam meningkatkan kualitas gizi dan menurunkan angka stunting.
Ia mencontohkan sejumlah studi internasional yang menunjukkan program makan bergizi mampu memberikan dampak positif terhadap status gizi anak. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam melakukan evaluasi berbasis data dan kajian ilmiah yang berkelanjutan.
“Yang kami dorong adalah riset-riset jangka panjang, misalnya melihat bagaimana dampaknya terhadap stunting dan perbaikan status gizi. Hal-hal seperti itu membutuhkan kajian yang mendalam dan berkelanjutan, yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi,” ujar Brian.
Dengan dukungan riset dan inovasi dari kampus, pemerintah berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berjalan sebagai program bantuan sosial, tetapi juga menjadi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
News
Santap Menu MBG Bareng Siswa, Prabowo Motivasi Siswa Raih Prestasi hingga Piala Dunia
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 111 Jakarta, Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Selasa. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo tidak hanya memantau distribusi makanan, tetapi juga ikut menyantap menu MBG bersama para siswa di ruang kelas.
Kunjungan diawali dengan peninjauan dapur yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah, tempat makanan bergizi disiapkan sebelum didistribusikan kepada para pelajar.
Setelah memastikan proses penyiapan makanan berjalan baik, Presiden memasuki sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung para siswa menikmati hidangan yang disajikan dalam ompreng. Menu MBG hari itu terdiri atas nasi putih, telur, orek tempe, dan sayuran.
Di salah satu kelas, Prabowo duduk bersama para siswa, mengikuti doa bersama sebelum makan, lalu turut menyantap makanan yang disediakan. Suasana hangat terlihat saat Presiden berinteraksi langsung dengan para pelajar.
Tak hanya itu, Prabowo juga menyempatkan diri menanyakan tanggapan siswa mengenai menu yang mereka santap.
“Makanannya enak nggak?” tanya Prabowo kepada para siswa.
“Enak!” jawab para murid serempak.
Kehadiran Kepala Negara disambut antusias oleh para siswa sejak memasuki area sekolah. Sorak-sorai dan panggilan nama Presiden terdengar dari berbagai sudut sekolah. Sejumlah siswa tampak berusaha mendekat untuk bersalaman, meminta tanda tangan, hingga mengabadikan momen menggunakan telepon genggam mereka.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Prabowo juga berinteraksi lebih dekat dengan para siswa melalui sesi bincang santai. Presiden sempat menyanyikan lagu “Hymne Guru” bersama para pelajar dan mendengarkan berbagai cita-cita yang mereka sampaikan.
Beberapa siswa mengaku bercita-cita menjadi Presiden. Menanggapi hal itu, Prabowo memberikan pesan agar mereka terus belajar dan berusaha meraih prestasi setinggi mungkin.
“Belajar ya,” pesan Prabowo kepada para siswa.
Presiden juga memberikan motivasi khusus kepada para pelajar yang memiliki minat di bidang olahraga.
“Bawa Indonesia ke Piala Dunia,” ujar Prabowo, disambut antusias para siswa.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal sekaligus mempererat interaksi antara pemimpin negara dengan generasi muda.
News
Era AI Murah Berakhir, Biaya Implementasi Meningkat Tajam
Perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic telah mulai menyesuaikan harga layanan berdasarkan penggunaan aktual untuk mengimbangi biaya operasional yang sangat besar.
Monitorday.com– Bisnis di seluruh dunia kini menghadapi kenyataan baru terkait Kecerdasan Buatan (AI) Generatif. Biaya implementasi teknologi AI dilaporkan meningkat tajam, menandai berakhirnya era AI yang disubsidi. Perusahaan teknologi terkemuka seperti OpenAI, Google, dan Anthropic telah mulai menyesuaikan harga layanan berdasarkan penggunaan aktual untuk mengimbangi biaya operasional yang sangat besar.
Pergeseran ini terjadi setelah masa booming Kecerdasan Buatan Generatif, di mana penyedia layanan mulanya menawarkan harga di bawah biaya produksi untuk menarik pengguna. Strategi tersebut, yang bertujuan mendorong adopsi luas, menyebabkan banyak penyedia beroperasi dengan kerugian signifikan.
Menurut surat kabar Prancis La Tribune, pada tahun-tahun awal adopsi kecerdasan buatan secara luas, perusahaan teknologi menawarkan harga yang sangat menarik untuk mendorong pengguna dan bisnis agar segera mengadopsi teknologi baru tersebut. Namun, strategi ini menyebabkan banyak penyedia beroperasi dengan kerugian. Menurut para ahli industri, tren tersebut kini berubah drastis seiring dengan pertumbuhan permintaan Kecerdasan Buatan yang jauh melampaui kemampuan peningkatan skala infrastruktur komputasi.
Salah satu alasan utama di balik lonjakan biaya adalah munculnya “agen Kecerdasan Buatan” atau agen AI. Berbeda dengan chatbot tradisional yang hanya menjawab pertanyaan, agen AI mampu secara otomatis melakukan banyak tugas kompleks, termasuk pengambilan informasi, analisis data, perencanaan, dan koordinasi dengan sistem lain. Untuk menyelesaikan satu tugas, platform AI dapat secara bersamaan mengoperasikan beberapa agen terpisah, yang kemudian mensintesis dan memverifikasi hasilnya dengan agen lain, menyebabkan peningkatan jumlah data yang diproses dan “token” berkali-kali lipat.
Tekanan biaya semakin diperparah oleh ketidakseimbangan penawaran dan permintaan di pasar infrastruktur AI. Pusat data dan produsen chip kesulitan mengimbangi pertumbuhan pesat kebutuhan komputasi. Akibatnya, biaya sewa infrastruktur komputasi awan, server khusus, dan prosesor AI terus mengalami kenaikan.
Secara khusus, di bidang pengembangan perangkat lunak, biaya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk pemrograman telah meningkat secara eksponensial dalam beberapa waktu terakhir. Tren ini secara langsung menyebabkan kenaikan harga pada banyak model AI terkemuka yang tersedia di pasaran, mengubah lanskap ekonomi pemanfaatan teknologi cerdas.
News
Seskab Klarifikasi Perihal Biaya Perjalanan Presiden ke Luar Negeri
Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo
Monitorday.com– Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya telah merespons sorotan publik terkait tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat kepala negara. Klarifikasi ini secara khusus menanggapi masukan yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal.
Dalam pernyataannya, Teddy Indra Wijaya menyampaikan apresiasi atas masukan tersebut serta merinci beberapa poin penting, termasuk sumber pembiayaan perjalanan, jumlah rombongan yang mendampingi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi jadwal kunjungan Presiden.
Merespons masukan tersebut, Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, menyampaikan terima kasih atas masukan yang diberikan Dino Patti Djalal.
“Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan,”
Teddy juga secara terbuka memuji sosok Dino Patti Djalal sebagai diplomat ulung, meskipun ia hanya menjabat sebagai wakil menteri luar negeri dalam waktu singkat.
“Sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat. Pernah menjadi wakil menteri luar negeri, walaupun hanya diberi kesempatan sekitar tiga bulan,”
Terkait isu pembiayaan perjalanan dinas Presiden Prabowo ke luar negeri, Teddy menjelaskan bahwa segala kelebihan biaya yang melampaui anggaran negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden.
“Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,”
Ia menambahkan, jumlah rombongan yang mendampingi Presiden dalam kunjungan luar negeri telah mengalami pengurangan drastis dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya, yang kini berjumlah antara 50 hingga 60 orang.
“Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Berkurang lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekaligus luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal,”
News
Trump Optimistis Kesepakatan AS-Iran Tercapai Pekan Depan
Presiden AS Donald Trump yakin kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dapat tercapai pekan depan. Negosiasi terus berlanjut di tengah dinamika diplomatik yang kompleks.
Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran berpeluang tercapai dalam waktu dekat. Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan tersebut dapat terwujud pada pekan depan.
Dalam wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan proses negosiasi dengan Teheran terus berjalan dan menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
“Saya rasa Anda berbicara soal pekan depan,” kata Trump saat ditanya mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran.
Trump menilai keberhasilan diplomasi akan menjadi hasil yang lebih baik dibandingkan penyelesaian melalui jalur militer. Menurutnya, upaya mencapai kesepakatan dengan Iran merupakan proses yang kompleks mengingat besarnya kepentingan dan sejarah ketegangan antara kedua negara.
“Ini bukan hal yang mudah. Anda berbicara tentang negara yang sangat besar yang sedang membuat kesepakatan. Ada permusuhan yang sangat besar,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah berlanjutnya komunikasi antara Washington dan Teheran terkait peluang tercapainya kesepakatan baru. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa kedua negara masih aktif bertukar pesan dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Melalui akun Telegram resminya pada Minggu (31/5), Araghchi menegaskan bahwa pembahasan masih berjalan dan belum ada hasil akhir yang dapat dijadikan dasar penilaian.
“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun,” ujar Araghchi.
Ia juga mengingatkan agar berbagai informasi yang beredar saat ini tidak langsung dianggap sebagai fakta karena sebagian besar masih bersifat spekulatif.
Sementara itu, pada Jumat lalu, Trump diketahui telah menerima pengarahan intelijen terkait perkembangan isu Iran dan menyatakan akan segera mengambil keputusan final. Namun, sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan akhir yang berhasil dicapai.
Di sisi lain, laporan The New York Times menyebutkan bahwa pemerintahan Trump telah mengajukan sejumlah persyaratan baru yang lebih ketat dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Iran. Proposal terbaru tersebut disebut telah disampaikan kepada Teheran sebagai bagian dari proses negosiasi yang masih berlangsung.
Perkembangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian internasional mengingat hubungan kedua negara yang telah lama diwarnai ketegangan. Keberhasilan mencapai kesepakatan dinilai dapat membuka peluang baru bagi stabilitas kawasan serta meredakan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
News
Perkuat Ketahanan Energi, PHE Siapkan Proyek Strategis
PHE berinovasi lewat proyek strategis untuk jaga ketahanan energi dan dukung transisi. Mereka fokus pada migas dan energi rendah karbon demi keberlanjutan nasional.
Monitorday.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung percepatan transisi energi melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan yang menggabungkan penguatan bisnis migas dan pengembangan energi rendah karbon.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, di booth PHE pada ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Tangerang, Banten.
Whisnu menjelaskan bahwa PHE saat ini menjadi tulang punggung sektor hulu migas nasional dengan kontribusi sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap produksi gas nasional. Selain itu, perusahaan mengoperasikan sekitar 27 persen blok migas yang tersebar di Indonesia.
Sepanjang 2025, PHE mencatat produksi minyak mencapai 556 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Kinerja tersebut ditopang oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, 37.266 kegiatan well service, serta 1.288 pekerjaan workover.
Menurut Whisnu, perusahaan menjalankan strategi dual growth yang menitikberatkan pada keseimbangan antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon guna menghadapi tantangan transisi energi global.
“Melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, kami memastikan setiap langkah transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi masa depan,” ujarnya.
Dalam mendukung agenda transisi energi, PHE terus memperkuat program keberlanjutan. Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 1,62 juta ton setara CO2.
PHE juga mengembangkan berbagai proyek Carbon Capture and Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) bersama mitra global. Hingga 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.
Sepanjang periode 2024–2025, sejumlah pencapaian strategis berhasil diraih perusahaan. Di antaranya proyek injeksi CO2 Sukowati yang diproyeksikan meningkatkan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel, penemuan sumber daya 2C Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE), serta implementasi teknologi multi-stage fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak.
PHE juga mencatat kemajuan melalui pengembangan North Duri A14 dengan injeksi steamflood pertama untuk enhanced oil recovery (EOR), beroperasinya lapangan greenfield Akasia dengan produksi awal 3.200 barel minyak per hari, serta produksi Lapangan Padang Pancuran I yang memiliki estimasi cadangan mencapai 1,1 juta barel minyak.
Selain itu, perusahaan terus mengembangkan proyek EOR Chemical di Minas, meningkatkan kapasitas produksi Area of Interest Sisi Nubi hingga 70 MMSCFD, serta mengembangkan sumur step-out Abab sebagai bagian dari revitalisasi lapangan migas matang (brownfield).
Memasuki 2026 dan tahun-tahun berikutnya, PHE telah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, proyek greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, serta pengembangan lapangan migas nonkonvensional di Wilayah Kerja Rokan.
Di bidang teknologi, perusahaan juga mulai mengintegrasikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung operasi pengeboran, pengelolaan aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif dan efisien.
Sementara itu, proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus jangka panjang perusahaan dengan potensi kapasitas penyimpanan karbon mencapai 2,9 gigaton.
Partisipasi PHE dalam IPA Convex 2026 turut menarik perhatian pengunjung. Melalui berbagai tampilan digital interaktif, perusahaan menampilkan capaian dan pengembangan bisnis hulu migas yang mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan mitra binaan.
IPA Convex sendiri merupakan ajang konvensi dan pameran terbesar di sektor industri minyak dan gas bumi yang mempertemukan pelaku industri energi dari dalam dan luar negeri.
