Connect with us

News

Mendikdasmen Bicara Soal Budaya Ranking di Sekolah, Bisa Picu Tekanan Mental

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti budaya perankingan akademik di sekolah yang dinilai berpotensi memicu perundungan di kalangan siswa. Menurutnya, lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, bukan tempat munculnya tekanan sosial akibat perbandingan nilai maupun prestasi.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam Seminar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).

Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa konsep sekolah aman tidak hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial dan psikologis siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.

“Aman itu juga aman secara sosial dan aman secara psikologis. Sering kali kita melihat sekolah-sekolah kita secara sosial belum cukup aman,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, salah satu persoalan yang masih kerap muncul di lingkungan pendidikan adalah kebiasaan membandingkan kemampuan akademik antarsiswa. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan tekanan mental hingga menjadi pemicu tindakan perundungan.

Ia mencontohkan komentar sederhana terkait kemampuan siswa yang tanpa disadari dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis anak.

“Misalnya yang sudah besar tidak bisa mengerjakan soal yang kecil, lalu muncul komentar ‘yang gede kok enggak bisa, yang kecil saja bisa’. Itu kan tidak sehat,” katanya.

Budaya kompetisi yang terlalu menonjolkan ranking dan angka, lanjutnya, sering membuat siswa merasa rendah diri, tertekan, bahkan menjadi sasaran ejekan teman sebaya.

Karena itu, Mendikdasmen menilai perlu ada perubahan pendekatan pendidikan di sekolah, terutama dalam cara guru membangun suasana belajar yang sehat dan saling menghargai.

Abdul Mu’ti menjelaskan, perubahan pola pembelajaran kini mulai diarahkan melalui kebijakan deep learning yang tengah dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Menurutnya, konsep utama dalam pendekatan tersebut adalah memuliakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, baik guru maupun siswa.

“Cara kita menyampaikan pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari nilai dan penghormatan kepada murid. Semua harus dimuliakan,” ujar Abdul Mu’ti.

Pendekatan deep learning diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih manusiawi, suportif, dan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, konsep ini juga dinilai penting untuk membangun karakter siswa, meningkatkan empati, serta mengurangi potensi konflik sosial di lingkungan sekolah.

Pemerintah saat ini terus mendorong terciptanya sekolah aman dan nyaman sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di Indonesia.

News

Wamen Atip Dorong Bahasa Daerah Masuk Ekosistem AI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya bahasa daerah masuk ke dalam ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai upaya menjaga kelestariannya di era teknologi.

Menurut Atip, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memastikan bahasa daerah tetap relevan dan terus digunakan oleh generasi muda di masa depan.

“Bahasa daerah juga harus masuk ke dalam ekosistem AI agar tetap relevan dan terus digunakan generasi muda,” kata Atip di Jakarta, Senin.

Ia menilai pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM) perlu dioptimalkan agar berbagai bahasa daerah di Indonesia dapat digunakan secara luas di ruang digital, mulai dari aplikasi hingga platform AI masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Atip juga menekankan pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan atau sekadar simbol budaya.

Menurutnya, bahasa daerah harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan.

“Jika bahasa daerah hanya hadir dalam buku atau sekadar menjadi mata pelajaran tanpa digunakan dalam pembelajaran sehari-hari, maka lama-kelamaan bahasa daerah hanya akan menjadi kenangan,” ujarnya.

Karena itu, Atip mendorong penguatan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Ia menilai langkah tersebut penting agar generasi muda tetap akrab, memahami, dan bangga menggunakan bahasa ibu mereka di tengah derasnya perkembangan teknologi dan globalisasi.

Selain menjadi bagian dari identitas budaya, penggunaan bahasa daerah di ruang digital juga dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi berbasis AI yang lebih inklusif dan sesuai dengan keragaman bahasa di Indonesia.

Continue Reading

News

Aktivasi IKD Jadi Sorotan Jelang SPMB 2026, Orang Tua Diminta Segera Validasi Data

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah daerah di Jawa Barat mulai menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP dan SMA. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data kependudukan calon peserta didik valid dan terintegrasi dengan sistem penerimaan sekolah berbasis digital.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui berbagai kanal resmi mengimbau para orang tua agar segera memeriksa dan memastikan kesesuaian data administrasi kependudukan anak sebelum masa pendaftaran dimulai. IKD nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan validasi data peserta didik pada SPMB 2026.

IKD sendiri merupakan versi digital dari dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang dapat diakses melalui aplikasi resmi Direktorat Jenderal Dukcapil di ponsel pintar.

Kepala Disdukcapil Kota Banjar, Heri Sapari, mengatakan aktivasi IKD penting karena data tersebut terhubung langsung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan dalam proses verifikasi SPMB.

“Kalau ada ketidaksesuaian data, tentu bisa berdampak saat proses pendaftaran sekolah,” ujar Heri.

Lonjakan permohonan aktivasi IKD mulai terjadi di sejumlah daerah. Di Kota Depok, Disdukcapil bahkan menambah loket pelayanan menyusul meningkatnya jumlah warga yang melakukan validasi data menjelang SPMB 2026.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan data kependudukan yang valid menjadi faktor penting dalam berbagai layanan publik, termasuk penerimaan siswa baru.

Menurutnya, masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD sekaligus pengecekan data secara langsung di kantor Disdukcapil maupun Mal Pelayanan Publik.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat tengah melakukan uji coba aplikasi SPMB 2026 guna memastikan sistem penerimaan siswa berjalan lancar. Disdik Jabar mencatat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah tahun ini.

Cara Aktivasi IKD

Untuk mengaktifkan IKD, masyarakat perlu melakukan beberapa langkah berikut:

  • Mengunduh aplikasi IKD resmi dari Dukcapil.
  • Datang langsung ke kantor Disdukcapil atau kecamatan.
  • Melakukan pemindaian QR Code bersama petugas.
  • Aktivasi selesai setelah proses verifikasi data berhasil dilakukan.

Pemerintah menegaskan aktivasi IKD tidak dapat dilakukan sepenuhnya secara daring karena membutuhkan verifikasi langsung oleh petugas resmi.

Masyarakat juga diimbau waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil. Salah satu modus yang marak terjadi ialah permintaan aktivasi IKD melalui video call atau pesan WhatsApp. Pemerintah memastikan proses resmi hanya dilakukan di kantor pelayanan resmi.

Di media sosial, sejumlah warga mengaku baru menggunakan aplikasi IKD saat mengurus administrasi kependudukan maupun pendaftaran sekolah. Meski sebagian mengeluhkan proses aktivasi yang masih mengharuskan datang langsung ke kantor Disdukcapil, pemerintah daerah berharap percepatan penggunaan IKD dapat membuat layanan publik menjadi lebih cepat, praktis, dan terintegrasi menjelang pelaksanaan SPMB 2026.

Continue Reading

News

Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (25/05/2026). Peresmian tersebut menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ucap Presiden.

Seskoad tercatat telah melahirkan lulusan yang kemudian menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai lulusan Seskoad.

Sementara itu, tiga lulusan Seskoad lainnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI. Ketiganya yakni Wakil Presiden Ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden Ke-5 RI Sudharmono, dan Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno.

Tidak hanya berkontribusi bagi Indonesia, Seskoad juga memiliki reputasi internasional dengan melahirkan empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura yang pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut. Di antaranya Neo Kian Hong sebagai KSAD Singapura tahun 2007-2010, Melvyn Ong Su Kiat sebagai KSAD Singapura tahun 2015-2018, David Neo Chin Wee sebagai KSAD Singapura tahun 2022-2025, dan KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.

Di museum Seskoad, sejarah, perjalanan, hingga pengabdian mereka ditampilkan sebagai inspirasi bagi para perwira lainnya yang menempuh pendidikan. Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto menjelaskan bahwa museum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para perwira dalam memahami sejarah perjuangan dan kepemimpinan.

“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelas Desi Ariyanto.

Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar dengan 42 ribu buku di dalamnya. Setiap tahunnya ada sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara yang menempuh pendidikan di Seskoad.

“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” ujar Desi Ariyanto. 

Continue Reading

News

Sidang Perkara 272/PUU-XXIII/2025: ADI Minta MK Tafsirkan Ulang Pasal Kesejahteraan Dosen

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Asosiasi Dosen Indonesia resmi menyampaikan pokok-pokok keterangan sebagai Pihak Terkait dalam sidang pengujian Pasal52 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi, Senin (25/5). Dalam sidang perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025 tersebut, ADI menegaskan bahwa kesejahteraan dosen bukan sekadar isu profesi, melainkan persoalanstrategis nasional yang menentukan masa depan pendidikan tinggi dan daya saing Indonesia.

Ketua Umum ADI, Mohammed Ali Berawi, menyatakan bahwa negara tidak boleh terus membiarkan dosen hidup dalam tekanan ekonomi di tengah tuntutan publikasi internasional, inovasi teknologi, hingga penguatan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila para dosennya masih dipaksa hidup dalam ketidakpastian ekonomi. Dosen adalah arsitek masa depan bangsa,” tegasnya dalam materi sidang MK.

ADI yang kini memiliki lebih dari 64 ribu anggota dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia menilai bahwa sistem pengupahan dosen saat ini telah melahirkan ketimpangan serius. Banyak dosen disebut harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari menjadi konsultan hingga menjalankan usaha sampingan karena gaji utama tidak mencukupi.

Dalam keterangannya, ADI juga membeberkan fakta yang mengejutkan. Berdasarkan data GoodStats, rata-rata gaji dosen di Indonesia hanya sekitar Rp3,36 juta per bulan, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura yang mencapai Rp85,5 juta, Malaysia Rp18,29 juta, hingga Vietnam Rp10,56 juta.

ADI menilai kondisi tersebut sangat ironis mengingat dosen merupakan tenaga profesional dengan pendidikan minimalmagister bahkan doktoral. Organisasi profesi dosen itu menegaskan bahwa memberikan penghasilan rendah kepada tenaga akademik berpendidikan tinggi merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang dapat merusak kualitas pendidikan nasional.

Tidak hanya berdampak pada kualitas pengajaran dan riset, ADI memperingatkan ancaman serius berupa brain drain atau migrasi akademisi muda berkualitas ke sektor industri maupun luar negeri. Jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia dinilai akan kehilangan talenta intelektual terbaiknya di tengah persaingan global berbasis inovasi dan teknologi.

Dalam petitumnya, ADI meminta Mahkamah Konstitusi menafsirkan ulang Pasal 52 UU Guru dan Dosen agar gaji pokok dosenminimal setara dua kali upah minimum di wilayah perguruan tinggi berada. ADI juga meminta negara menjamin sistem penghasilan dosen yang layak, manusiawi, dan berbasis penghargaan atas prestasi akademik.

ADI menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata soal kenaikan gaji, melainkan tentang menjaga marwah pendidikan tinggi Indonesia.

“Ketika dosen dipaksa bertahan hidup dengan penghasilan rendah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kesejahteraan individu, tetapi masa depan ilmu pengetahuan dan kualitas generasi bangsa,” tulis ADI dalam dokumen resminya.

Sebagai informasi, ADI merupakan organisasi profesi dosen yang berdiri sejak 2 Mei 1998 dan pernah diresmikan oleh Presiden RI ke-3 B. J. Habibie. Pada 2019, ADI juga memperoleh penghargaan dari Kemenristekdikti sebagai salah satu organisasi profesi IPTEK yang konsisten berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Continue Reading

Infografis

Siasat Dua Kaki Prabowo

Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, politik luar negeri Indonesia bergeserdari pendekatan non-blok pasif menuju strategi multi-alignment yang lebih asertif. Melalui pembentukan Danantara dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu, Indonesia memperkuat stabilitas domestik sekaligus meningkatkan daya tawar ekonomi di panggung global.

Aruna Zahra

Published

on

Siasat Dua Kaki

Continue Reading

News

Rekor MURI Pecah, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat di Puncak Hardiknas 2026

Saksikan 24 ribu murid pecahkan rekor MURI dengan Senam Anak Indonesia Hebat di Hardiknas 2026 Pamekasan. Perayaan ini menunjukkan komitmen terhadap pendidikan dan pembangunan karakter.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama 24 ribu murid sukses pecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dengan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) bersama di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Minggu (24/5).

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terus berkomitmen memajukan sektor pendidikan. Pemecahan rekor MURI ini menjadi bukti nyata hadirnya partisipasi semesta guna mewujudkan (visi) Pendidikan Bermutu untuk Semua di wilayah Jawa Timur,” ungkap Abdul Mu’ti, di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Minggu (24/5).

Menteri Mu’ti menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya yaitu melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Selain menguatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen juga terus mendorong pembentukan karakter murid melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang meliputi kegiatan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Kalau kita ingin membangun peradaban bangsa, maka harus dimulai dari pembentukan kebiasaan baik. Untuk itu, lakukanlah kebiasaan 7 KAIH agar menjadi generasi Indonesia yang hebat dan kelak mampu membawa Kabupaten Pamekasan menjadi lebih baik,” katanya.

Selanjutnya, sebagai daerah yang dikenal memiliki tradisi pendidikan yang kuat, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menilai bahwa acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pamekasan karena telah dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Saat ini dijelaskannya Kabupaten Pamekasan memiliki sekitar 500 lembaga pendidikan yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.

“Sektor pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana untuk membangun peradaban, membentuk akhlak, dan menanamkan sikap disiplin. Karena itu, kegiatan SAIH ini sangat sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” papar Bupati Kholil.

Sementara itu, Senior Manajer MURI, Triyono, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan melakukan SAIH berskala yang besar. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah luar biasa dalam membangun budaya hidup sehat dan semangat kebersamaan untuk seluruh warga Kabupaten Pamekasan.

“Ini bukan sekadar senam massal, namun sebagai simfoni kebangsaan yang mengajak untuk membangun sikap disiplin, kebersamaan, serta semangat hidup sehat sejak usia dini. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, disiplin, dan berkarakter,” pungkas Triyono.

Pada momen ini, Mendikdasmen bersama Bupati Pamekasan turut memberikan apresiasi kepada insan pendidikan yang telah berprestasi mengharumkan mengharumkan nama Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini ditutup dengan menyanyikan lagu Rukun Sama Teman bersama seluruh peserta.

Continue Reading

News

Atasi Kemacetan-Pelanggaran Lalu Lintas, Dhaka Terapkan Sistem Tilang AI

Dhaka meluncurkan Sistem Tilang AI perdana untuk menekan pelanggaran dan kemacetan. Teknologi ini mulai mengubah perilaku pengendara dan meningkatkan kepatuhan lalu lintas.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Dhaka resmi meluncurkan sistem penegakan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pertama sebagai upaya menertibkan pelanggaran dan mengurangi kemacetan di ibu kota Bangladesh tersebut.

Sebagai salah satu kota terpadat di dunia, lalu lintas di Dhaka selama ini dikenal semrawut. Bus, mobil, sepeda motor, becak, hingga pejalan kaki saling berebut ruang di jalan raya. Kondisi itu kerap memicu ketegangan antara pengendara dan petugas lalu lintas saat penindakan dilakukan secara manual.

Sersan lalu lintas, SM Nazim Uddin, mengatakan penerapan sistem AI mulai mengubah perilaku pengendara di jalan.

“Mereka yang melanggar aturan biasanya berbalik melawan petugas. Namun sejak AI diperkenalkan, pengendara mulai lebih patuh dan kami terhindar dari pertengkaran sehari-hari,” ujarnya seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, pengaturan lalu lintas di Dhaka masih dilakukan secara manual. Petugas bahkan harus membentangkan tali di jalan untuk menghentikan kendaraan sebelum lampu lalu lintas berubah hijau.

Namun sejak April 2026, kepolisian Dhaka mulai mengintegrasikan kamera lalu lintas dengan perangkat AI yang mampu mendeteksi berbagai pelanggaran secara otomatis.

Sistem tersebut langsung menunjukkan hasil. Salah satu pengendara, Hannan Rahman Jibon, mengaku menerima pesan singkat yang menyatakan kendaraannya melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia dikenai denda otomatis sebesar 2.000 taka atau sekitar Rp300 ribu.

“Sekarang saya lebih berhati-hati karena kamera dipasang di banyak titik,” katanya.

Juru bicara kepolisian kota, N.M. Nasiruddin, menyebut penerapan AI telah membantu meningkatkan efektivitas penegakan hukum lalu lintas. Hingga kini, sekitar 300 kendaraan telah ditindak melalui sistem otomatis tersebut.

Meski begitu, penggunaan teknologi AI masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Analis ruang kendali kepolisian, Sharmin Afroze, mengatakan beberapa pelat nomor kendaraan sulit teridentifikasi karena buram atau berukuran terlalu kecil.

Saat ini cakupan sistem AI belum menjangkau seluruh wilayah Dhaka. Namun pemerintah setempat berencana memperluas penggunaannya secara bertahap hingga penegakan lalu lintas manual dapat sepenuhnya digantikan teknologi digital.

Continue Reading

News

Presiden Tegaskan Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

Capaian ini dinilai penting di tengah situasi global yang penuh konflik dan ketidakpastian geopolitik

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Pernyataan ini disampaikan Kepala Negara saat menghadiri panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/05/2026).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti sejumlah capaian strategis di sektor pangan nasional yang berhasil diraih dalam 19 bulan masa pemerintahannya, termasuk keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan utama. Capaian ini dinilai penting di tengah situasi global yang penuh konflik dan ketidakpastian geopolitik.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Indonesia untuk tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor, termasuk pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini krusial untuk menjaga kekayaan bangsa di tengah dinamika global.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Mahakuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucap Presiden.

Prabowo juga menegaskan bahwa kekayaan nasional harus dikelola secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.

Continue Reading

News

Prabowo Gembleng 400 Calon Pemimpin BUMN Masa Depan di Hambalang

Hal ini menunjukkan fokus pemerintah pada regenerasi dan peningkatan kapabilitas kepemimpinan di sektor usaha milik negara

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 400 peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Jawa Barat, pada Minggu, 24 Mei 2026. Arahan tersebut bertujuan membentuk calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masa depan.

Program PFLP 2026 ini secara khusus dirancang oleh Prabowo untuk mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang akan memimpin berbagai perusahaan BUMN di masa mendatang. Inisiatif ini menekankan pentingnya kualitas kepemimpinan bagi kedaulatan bangsa.

Momen pengarahan tersebut diunggah melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet (Setkab) @sekretariat.kabinet, yang menyatakan, “Kedaulatan bangsa ditentukan oleh kualitas pemimpin masa depannya. Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para peserta Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 di Hambalang, Jawa Barat, Minggu, 24 Mei 2026.”

Secara total, tercatat ada 400 peserta yang mengikuti program pembekalan ini. Mereka adalah individu-individu terpilih yang diproyeksikan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan BUMN di tahun-tahun mendatang.

Dalam keterangan Setkab, ditegaskan bahwa program ini dipersiapkan untuk membentuk calon pemimpin perusahaan-perusahaan BUMN di masa mendatang. Hal ini menunjukkan fokus pemerintah pada regenerasi dan peningkatan kapabilitas kepemimpinan di sektor usaha milik negara.

Langkah Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan BUMN melalui pengembangan kader-kader pemimpin yang cakap dan visioner. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor BUMN.

Continue Reading

News

Sasar Kelompok Ini, Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik

Pemerintah tengah mempertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan mulai 2026 untuk menutup defisit JKN. Kebijakan ini akan menyasar peserta mandiri menengah ke atas, sementara kelompok miskin tetap terlindungi PBI.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah membuka kemungkinan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada 2026 menyusul proyeksi defisit Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diperkirakan mencapai Rp20 triliun hingga Rp30 triliun tahun ini.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan penyesuaian iuran merupakan langkah yang wajar demi menjaga keberlanjutan layanan kesehatan nasional. Menurutnya, tarif iuran idealnya dievaluasi setiap lima tahun agar pembiayaan sistem kesehatan tetap sehat dan berkelanjutan.

“Iuran memang harus naik, meski ada pertimbangan politis karena isu ini sensitif di masyarakat,” ujar Budi.

Namun demikian, pemerintah menegaskan kenaikan iuran nantinya tidak akan membebani masyarakat miskin. Peserta dari kelompok desil 1 hingga 5 tetap akan mendapatkan perlindungan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai pemerintah.

“Kalau tarif dinaikkan untuk masyarakat miskin tidak ada pengaruhnya karena iurannya dibayari pemerintah,” kata Budi.

Kenaikan iuran disebut lebih berpotensi menyasar peserta mandiri dari kalangan menengah ke atas yang selama ini membayar iuran secara rutin.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah belum akan terburu-buru menaikkan iuran sebelum kondisi ekonomi masyarakat membaik.

Menurut Purbaya, penyesuaian tarif baru akan dipertimbangkan jika pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus level di atas 6 persen. Ia menilai masyarakat perlu memiliki daya beli yang cukup sebelum dibebani kenaikan iuran.

“Kalau ekonomi sudah tumbuh di atas 6 persen dan lapangan kerja membaik, baru kita pikirkan penyesuaian beban masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, tarif BPJS Kesehatan masih mengacu pada ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022. Dalam aturan tersebut, besaran iuran peserta mandiri dibagi menjadi tiga kelas layanan.

Peserta kelas III dikenakan iuran Rp42 ribu per bulan, kelas II sebesar Rp100 ribu, dan kelas I sebesar Rp150 ribu per bulan.

Selain mengatur iuran, beleid tersebut juga menetapkan pembayaran iuran paling lambat setiap tanggal 10 tiap bulan. Pemerintah juga menghapus denda keterlambatan pembayaran mulai Juli 2026, kecuali jika peserta menggunakan layanan rawat inap dalam waktu 45 hari setelah status kepesertaan diaktifkan kembali.

Wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan layanan kesehatan nasional di tengah meningkatnya beban pembiayaan dan jumlah peserta JKN yang terus bertambah.

Continue Reading
News12 seconds ago

Wamen Atip Dorong Bahasa Daerah Masuk Ekosistem AI

News26 minutes ago

Mendikdasmen Bicara Soal Budaya Ranking di Sekolah, Bisa Picu Tekanan Mental

LakeyBanget51 minutes ago

Amazon Siapkan Investasi Jumbo di Asia Tenggara, RI Fokus Pengembangan AI dan Cloud

LakeyBanget6 hours ago

Bos Persib Bandung Gelar Syukuran Juara

News6 hours ago

Aktivasi IKD Jadi Sorotan Jelang SPMB 2026, Orang Tua Diminta Segera Validasi Data

News7 hours ago

Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

News15 hours ago

Sidang Perkara 272/PUU-XXIII/2025: ADI Minta MK Tafsirkan Ulang Pasal Kesejahteraan Dosen

Infografis15 hours ago

Siasat Dua Kaki Prabowo

News19 hours ago

Rekor MURI Pecah, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat di Puncak Hardiknas 2026

LakeyBanget19 hours ago

Phil Collins Tolak Tampil di Rock and Roll Hall of Fame 2026, Kok Kenapa?

LakeyBanget19 hours ago

Mantap! Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/2026

News20 hours ago

Atasi Kemacetan-Pelanggaran Lalu Lintas, Dhaka Terapkan Sistem Tilang AI

News23 hours ago

Presiden Tegaskan Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara

News23 hours ago

Prabowo Gembleng 400 Calon Pemimpin BUMN Masa Depan di Hambalang

News1 day ago

Sasar Kelompok Ini, Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik

LakeyBanget1 day ago

Yovie Widianto Ungkap Strategi Berkarya di Era AI

LakeyBanget1 day ago

Timnas Iran Resmi Pilih Meksiko Jadi Markas Piala Dunia 2026

LakeyBanget2 days ago

Perketat Proteksi Akun Remaja, Meta Hadirkan 2 Fitur Baru

News2 days ago

Pertamina Buka Suara Soal Isu Larangan Pertalite untuk Merek Kendaraan Tertentu

News2 days ago

Sembilan WNI Misi Kemanusiaan Gaza Pulang ke Indonesia Sore Ini

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.