Connect with us

LakeyBanget

Pelatih Spanyol Ogah Man-Marking Messi di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Luis de la Fuente menjelaskan alasan di balik keputusan Spanyol untuk tidak menerapkan man-marking terhadap Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026. Ia memilih kekuatan kolektif.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Ancaman Lionel Messi kembali menghantui Spanyol jelang final Piala Dunia 2026. Namun, pelatih La Furia Roja, Luis de la Fuente, memastikan timnya tidak akan menerapkan strategi man-marking terhadap kapten Argentina tersebut, meski memiliki pengalaman pahit saat menghadapi sang megabintang.

Spanyol akan menantang Argentina pada partai puncak Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB. Di tengah sorotan yang kembali mengarah kepada Messi, De la Fuente memilih mengandalkan kekuatan kolektif ketimbang memberikan tugas khusus kepada satu pemain untuk mengawal peraih delapan Ballon d’Or itu.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. De la Fuente pernah merasakan langsung bagaimana strategi pengawalan individu terhadap Messi justru berakhir menjadi mimpi buruk.

“Saya akan menceritakan kisah lucu tentang Messi. Saya bertemu Lionel Messi sewaktu saya melatih Sevilla di División de Honor dan kami bertanding melawan Barcelona di ajang Copa del Rey,” ujar De la Fuente, dikutip dari The Guardian, Minggu (19/7).

Kala itu, Sevilla sengaja menugaskan satu pemain untuk mengikuti pergerakan Messi sepanjang pertandingan. Strategi tersebut sempat berjalan sesuai rencana.

“Kami bertandang ke Barcelona. Mereka berbicara yang bagus-bagus soal bocah bernama Messi. Jadi kami menempatkan seorang pemain untuk melakukan man-marking padanya. Pada menit ke-70 skornya masih 0-0,” kenangnya.

Namun, semuanya berubah ketika pemain yang bertugas mengawal Messi menerima kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar. Tanpa penjagaan ketat, Messi langsung menunjukkan kelasnya.

“Saat mereka memberi kartu kuning pada pemain yang mengawalnya, saya pun menarik pemain itu keluar. Dan dalam 15 menit, Messi mencetak empat gol,” ungkap De la Fuente sambil mengundang tawa awak media yang menghadiri konferensi pers.

Meski pengalaman tersebut masih membekas, pelatih berusia 65 tahun itu menegaskan Spanyol tidak akan mengulang strategi serupa di laga final.

“Apakah itu artinya kami akan melakukan man-marking pada Messi? Tidak. Apa itu artinya kami akan mengawasinya? Ya, tetapi dengan cara yang sama seperti mereka mengawasi para pemain kami,” tegasnya.

De la Fuente menilai menghadapi pemain sekelas Messi tidak cukup hanya dengan membebankan tanggung jawab kepada satu pemain. Menurutnya, organisasi permainan yang solid, disiplin, dan kerja sama antarlini menjadi kunci utama untuk meredam pengaruh sang kapten Argentina.

Pendekatan itu akan menjadi ujian besar bagi Spanyol. Pasalnya, Messi datang ke final dengan performa luar biasa setelah mencetak delapan gol dan empat assist sepanjang turnamen, sekaligus menjadi otak permainan yang mengantar Argentina kembali menembus partai puncak.

Kini, tantangan terbesar La Furia Roja bukan sekadar menghentikan seorang Lionel Messi, melainkan memutus pengaruh pemain yang masih mampu mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan menit. Final Piala Dunia 2026 pun dipastikan menjadi panggung duel antara disiplin kolektif Spanyol dan magis sang legenda hidup Argentina.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LakeyBanget

Spanyol Angkat Trofi, Sang Jawara Bawa Hadiah Uang Segini

Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026, mengamankan hadiah uang sebesar US$51 juta. Ketahui rincian lengkap hadiah fantastis yang diterima Spanyol dan tim peserta lainnya dari FIFA.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Spanyol menutup perjalanan sempurna di Piala Dunia 2026 dengan gelar juara setelah menaklukkan Argentina pada partai final, Minggu (19/7/2026). Kemenangan La Furia Roja tak hanya mengakhiri penantian akan mahkota sepak bola dunia, tetapi juga menghadirkan “jackpot” finansial bernilai fantastis.

Sebagai kampiun, Federasi Sepak Bola Spanyol berhak menerima hadiah utama sebesar US$51 juta atau sekitar Rp918 miliar. Sementara Argentina yang finis sebagai runner-up memperoleh US$34 juta atau sekitar Rp612 miliar.

Nilai tersebut menjadi bagian dari kebijakan baru FIFA yang menggelontorkan total hadiah Piala Dunia 2026 hingga US$871 juta atau sekitar Rp15,67 triliun, menjadikannya distribusi hadiah terbesar sepanjang sejarah turnamen. Dana itu dibagikan kepada seluruh 48 negara peserta, seiring format baru Piala Dunia yang untuk pertama kalinya diikuti 48 tim.

Lonjakan total hadiah tidak terjadi begitu saja. FIFA menambah lebih dari US$100 juta pada April 2026 setelah sejumlah federasi, terutama dari Eropa, melobi agar struktur pembayaran disesuaikan dengan membengkaknya biaya penyelenggaraan turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Federasi menilai biaya perjalanan lintas negara, akomodasi, hingga kewajiban pajak di Amerika Serikat berpotensi membuat mereka merugi apabila hadiah tidak dinaikkan.

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, bahkan sempat mempertanyakan besaran bonus Piala Dunia yang dinilai belum sebanding dengan hadiah yang diterima juara Piala Dunia Antarklub.

FIFA juga memastikan seluruh peserta memperoleh kompensasi finansial. Setiap federasi menerima minimal US$12,5 juta, terdiri atas bonus partisipasi dan dana persiapan sebelum turnamen.

Skema tersebut diterapkan untuk mengurangi potensi konflik mengenai pembagian bonus antara pemain dan federasi yang kerap muncul dalam edisi-edisi sebelumnya.

Berikut rincian hadiah berdasarkan pencapaian di Piala Dunia 2026:

Juara (Spanyol): US$51 juta (Rp918 miliar)
Runner-up (Argentina): US$34 juta (Rp612 miliar)
Peringkat ketiga (Inggris): US$30 juta (Rp540 miliar)
Peringkat keempat (Prancis): US$28 juta (Rp504 miliar)
Perempat final: US$20 juta per tim
Babak 16 besar: US$16 juta per tim
Babak 32 besar: US$12 juta per tim
Fase grup: US$10 juta per tim

Di luar hadiah uang, FIFA juga menanggung berbagai kebutuhan operasional setiap peserta. Seluruh federasi memperoleh fasilitas penerbangan pulang-pergi kelas bisnis menuju lokasi turnamen, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi domestik bagi delegasi yang berjumlah maksimal 50 orang.

Namun, federasi tetap diwajibkan menanggung biaya asuransi pemain dan ofisial, serta kebutuhan tambahan di luar kuota yang telah ditetapkan FIFA.

Meski menjadi juara dunia, Spanyol tidak membawa pulang trofi asli Piala Dunia. Sesuai regulasi FIFA, trofi emas tetap menjadi milik organisasi tersebut. Negara juara hanya menerima replika berlapis emas sebagai simbol kemenangan yang dapat disimpan secara permanen.

Sementara itu, seluruh hadiah uang tidak disalurkan langsung kepada para pemain, melainkan ditransfer ke rekening federasi sepak bola masing-masing negara. Mekanisme pembagian bonus kepada pemain sepenuhnya menjadi kewenangan internal federasi.

Bagi Spanyol, gelar Piala Dunia 2026 bukan hanya menambah sejarah dan prestise, tetapi juga menghadirkan keuntungan finansial yang menegaskan bahwa menjadi juara dunia kini berarti memenangkan dua hal sekaligus: kejayaan di lapangan dan cuan dalam jumlah luar biasa.

Continue Reading

LakeyBanget

Spanyol Dominasi Penghargaan Individu Piala Dunia 2026

Spanyol mencatatkan sejarah di Piala Dunia 2026 dengan memenangkan trofi dan sekaligus memborong berbagai penghargaan individu prestisius FIFA.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya berakhir dengan trofi juara. Dominasi La Furia Roja berlanjut dalam daftar penghargaan individu FIFA, dengan para pemainnya memborong gelar paling prestisius usai turnamen.

Sorotan utama jatuh kepada Rodri. Gelandang sekaligus kapten timnas Spanyol itu dinobatkan sebagai Golden Ball, penghargaan bagi pemain terbaik sepanjang turnamen. Penampilannya menjadi fondasi permainan Spanyol, tampil penuh dalam delapan pertandingan dengan kontribusi luar biasa baik saat mengatur tempo maupun menjaga keseimbangan lini pertahanan.

Di lini depan, Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya. Kapten timnas Prancis itu merebut Golden Boot setelah mengoleksi 10 gol dalam delapan laga. Catatan tersebut mengungguli Lionel Messi yang mencetak delapan gol, sekaligus mengantar Mbappe mempertahankan status sebagai top skor Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut.

Dominasi Spanyol berlanjut di bawah mistar. Unai Simon dinobatkan sebagai penerima Golden Glove berkat performa impresif sepanjang turnamen. Kiper utama La Furia Roja itu hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, rekor terbaik di antara seluruh penjaga gawang peserta Piala Dunia 2026.

Sementara itu, penghargaan Pemain Muda Terbaik jatuh kepada bek berusia 19 tahun, Pau Cubarsi. Penampilan matang sang bek muda menjadi salah satu faktor penting kokohnya lini belakang Spanyol. Sepanjang turnamen, Cubarsi mampu meredam ancaman para penyerang kelas dunia, termasuk Kylian Mbappe dan Lionel Messi.

Di kategori tim, Belanda meraih penghargaan Fair Play Team sebagai tim dengan catatan disiplin terbaik. Penghargaan tersebut menjadi pelipur lara setelah langkah mereka terhenti lebih awal di babak 32 besar akibat kalah adu penalti 2-3 dari Maroko, usai bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Daftar Peraih Penghargaan Piala Dunia 2026

  • Juara: Spanyol
  • Golden Ball (Pemain Terbaik): Rodri (Spanyol)
  • Golden Boot (Top Skor): Kylian Mbappe (Prancis) – 10 gol
  • Golden Glove (Kiper Terbaik): Unai Simon (Spanyol)
  • Young Player (Pemain Muda Terbaik): Pau Cubarsi (Spanyol)
  • Fair Play Team: Belanda

Piala Dunia 2026 menjadi panggung dominasi Spanyol. Tidak hanya mengangkat trofi juara, mereka juga menegaskan status sebagai tim terbaik dunia dengan memborong penghargaan individu paling bergengsi yang diberikan FIFA.

Continue Reading

LakeyBanget

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sejarah Baru Tercipta

Simak detail kemenangan dramatis Spanyol di final Piala Dunia 2026. La Roja sukses mengukir sejarah ganda sebagai juara putra dan putri dunia!

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Spanyol mengukir babak baru dalam sejarah sepak bola dunia. Kemenangan dramatis 1-0 atas Argentina pada final Piala Dunia 2026 di New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB, bukan sekadar menghadirkan trofi, tetapi juga menempatkan La Roja sebagai negara pertama yang secara bersamaan menggenggam gelar juara Piala Dunia putra dan putri.

Prestasi monumental itu menegaskan dominasi Spanyol di panggung sepak bola internasional. Setelah tim putri lebih dahulu menguasai dunia, kini giliran tim putra menyempurnakan supremasi dengan menggulingkan juara bertahan Argentina dalam laga yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu.

Kemenangan Spanyol lahir melalui perjuangan panjang. Selama lebih dari 100 menit, pasukan Luis de la Fuente dibuat frustrasi oleh disiplin pertahanan Argentina dan penampilan gemilang Emiliano Martinez di bawah mistar. Namun, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-106 ketika La Roja mencetak gol penentu yang memastikan trofi Piala Dunia kembali ke Negeri Matador.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan regenerasi sepak bola Spanyol. Luis de la Fuente sukses memadukan energi pemain muda dengan pengalaman para senior sepanjang turnamen. Lamine Yamal, Pedri, Nico Williams, Pau Cubarsí, Rodri, dan Dani Olmo tampil sebagai fondasi utama yang membawa La Roja mencapai puncak dunia.

Pada laga final, Spanyol tampil lebih dominan sejak peluit pertama dibunyikan. Mereka menguasai jalannya pertandingan lewat permainan menyerang berbasis penguasaan bola yang menjadi identitas tim. Meski berulang kali digagalkan Emiliano Martinez, tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada babak tambahan waktu.

Kemenangan ini bukan hanya mengakhiri perjuangan Argentina mempertahankan mahkota juara dunia, tetapi juga mempertegas posisi Spanyol sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam sejarah sepak bola modern. Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol konsisten melahirkan generasi pemain berbakat yang mampu bersaing di level tertinggi tanpa kehilangan filosofi permainan yang telah menjadi ciri khas mereka.

Rekor sebagai negara pertama yang menjuarai Piala Dunia putra dan putri secara bersamaan menjadi warisan bersejarah yang sulit ditandingi. Lebih dari sekadar gelar, pencapaian ini menandai keberhasilan sistem pembinaan Spanyol dalam melahirkan generasi emas baru yang mampu menguasai panggung sepak bola dunia.

Continue Reading

LakeyBanget

Mantap! Mariano Peralta Resmi Gabung Persib Bandung

Mariano Peralta resmi merapat ke Persib Bandung, membawa ekspektasi tinggi setelah tampil gemilang musim lalu. Kehadirannya diharapkan meningkatkan kualitas lini serang dan kedalaman skuad Maung Bandung.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Persib Bandung mengirim pesan tegas kepada para rival jelang musim baru. Juara bertahan Super League itu resmi mengamankan tanda tangan gelandang serang asal Argentina, Mariano Peralta, yang musim lalu tampil gemilang bersama Borneo FC Samarinda.

Kepastian bergabungnya Peralta diumumkan Persib pada Minggu (19/7), sekaligus mengakhiri spekulasi panjang yang sempat menjadi salah satu isu terpanas di bursa transfer paruh musim.

Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyambut kedatangan pemain berusia 28 tahun tersebut dengan optimisme tinggi.

“Wilujeng sumping, Mariano Peralta. Selamat datang di keluarga besar Persib dan di Kota Bandung. Semoga kebersamaan ini menjadi awal dari perjalanan yang penuh prestasi dan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Adhitia.

Kehadiran Peralta diyakini akan menjadi suntikan kualitas bagi lini serang Persib. Selain menghadirkan kreativitas dan ketajaman di area depan, pemain asal Argentina itu juga diproyeksikan memperkuat kedalaman skuad Maung Bandung yang akan menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Asia.

Menurut Adhitia, membangun tim yang memiliki kualitas merata menjadi kebutuhan utama jika Persib ingin tetap bersaing di berbagai ajang musim depan.

“Persib membangun skuad yang tidak hanya kompetitif dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki kedalaman yang memadai untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat. Kami optimistis Mariano dapat menjadi bagian penting dalam perjalanan tim selama dua musim ke depan,” katanya.

Peralta bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Sejak bergabung ke Super League pada 2024, ia langsung menjelma sebagai salah satu pemain paling berpengaruh. Puncaknya terjadi musim lalu ketika ia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Super League berkat torehan impresif 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC Samarinda.

Dengan rekam jejak tersebut, eks bintang Pesut Etam itu kini memikul ekspektasi besar untuk membawa Persib mempertahankan dominasi di kompetisi nasional sekaligus berbicara lebih jauh di pentas Asia.

Continue Reading

LakeyBanget

Sederet Artis Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?

Piala Dunia 2026 akan hadirkan halftime show perdana dengan deretan artis papan atas dunia. Simak siapa saja yang akan memeriahkan panggung spektakuler tersebut.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Final Piala Dunia 2026 tak hanya akan menentukan siapa raja baru sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen terbesar FIFA itu, partai puncak akan diselingi halftime show megah yang menghadirkan sederet musisi kelas dunia dalam sebuah panggung hiburan berskala global.

Pertunjukan yang akan digelar saat jeda babak pertama itu menjadi terobosan baru FIFA dalam menghadirkan pengalaman berbeda bagi miliaran penonton di seluruh dunia. Konsep ini pertama kali diumumkan pada 2024 dan akhirnya resmi diwujudkan pada final Piala Dunia 2026.

FIFA menggandeng organisasi Global Citizen sebagai mitra penyelenggara, sementara vokalis Coldplay, Chris Martin, dipercaya sebagai kurator artistik yang bertugas menyusun konsep pertunjukan sekaligus menentukan para penampil.

Deretan nama besar industri musik dipastikan meramaikan panggung bersejarah tersebut. Line-up resmi yang diumumkan FIFA meliputi Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, Burna Boy, Gustavo Dudamel, serta PS22 Chorus yang akan tampil bersama Coldplay.

Menjelang laga final, atmosfer pertunjukan mulai terasa setelah Shakira dan Burna Boy membagikan cuplikan latihan melalui media sosial. Video tersebut memperlihatkan persiapan panggung megah dan koreografi yang tengah dimatangkan untuk penampilan mereka.

FIFA menyebut halftime show ini dirancang sebagai perpaduan antara sepak bola, musik, dan aksi sosial dalam satu panggung, sekaligus membuka babak baru bagi penyelenggaraan final Piala Dunia yang selama ini berlangsung tanpa hiburan khusus saat jeda pertandingan.

Meski daftar lagu belum diumumkan secara lengkap, sejumlah bocoran mulai bermunculan. BTS dijadwalkan membawakan lagu Permission to Dance, sementara Shakira dan Burna Boy diperkirakan akan menyanyikan lagu kolaborasi Dai Dai, mengacu pada cuplikan latihan yang telah mereka unggah.

Sementara itu, para penampil lainnya masih menyimpan rapat materi yang akan dibawakan pada malam puncak. Kerahasiaan tersebut semakin meningkatkan antusiasme publik terhadap halftime show perdana yang diprediksi menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Dengan memadukan pertandingan final dan konser para superstar dunia dalam satu panggung, FIFA berharap final Piala Dunia 2026 tak hanya dikenang karena perebutan trofi, tetapi juga sebagai momentum lahirnya tradisi baru yang menggabungkan olahraga, hiburan, dan pesan kemanusiaan di hadapan miliaran pasang mata.

Continue Reading

LakeyBanget

Juarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri Komentar Begini

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses meraih gelar Japan Open 2026, mengalahkan ganda putra nomor satu dunia. Ini adalah trofi pertama mereka di tahun 2026.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Penantian panjang akhirnya terbayar. Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses mengakhiri puasa gelar dengan cara paling meyakinkan setelah menaklukkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada final Japan Open 2026, Minggu (19/7).

Dalam duel berintensitas tinggi yang menyajikan pertarungan kelas elite, Fajar/Fikri tampil lebih disiplin dan efektif untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung, 21-19 dan 21-17. Gelar di Tokyo menjadi trofi pertama mereka sepanjang 2026 sekaligus mengakhiri penantian hampir satu tahun sejak terakhir kali berjaya di China Open 2025.

“Pertama-tama alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Penantian hampir satu tahun setelah juara di China Open 2025. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya,” ujar Fajar.

Lebih dari sekadar prestasi di lapangan, kemenangan ini juga memiliki makna emosional bagi pasangan pelatnas PBSI tersebut. Fajar mempersembahkan gelar perdananya setelah menikah untuk sang istri.

“Gelar ini saya persembahkan secara khusus untuk istri saya karena ini gelar pertama setelah menikah,” kata Fajar.

Sementara itu, Fikri menyebut trofi di Jepang sebagai buah dari kesabaran yang selama ini ia jalani bersama orang-orang terdekat yang terus memberikan dukungan.

“Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter yang selalu mendukung dan mendoakan kami,” ujar Fikri.

Keberhasilan menumbangkan Kim/Seo tak diraih dengan mudah. Fajar mengakui pasangan Korea Selatan memiliki pertahanan luar biasa dan kemampuan menghidupkan kembali bola-bola sulit, sehingga memaksa mereka tampil nyaris tanpa cela.

“Kelebihan Kim/Seo adalah kemampuan mereka membalikkan bola-bola yang sebenarnya sudah menyulitkan, punya pertahanan yang sangat luar biasa. Tapi di pertemuan kali ini kami selalu bisa mewaspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi,” tutur Fajar.

Fikri menambahkan, kunci kemenangan terletak pada kekompakan, komunikasi, serta keberhasilan menjalankan strategi yang telah disiapkan sejak awal pertandingan.

“Mereka bukan lawan yang mudah, mereka bermain sangat baik. Hanya tadi di lapangan kami bisa lebih solid, lebih dominan menerapkan strategi dengan tepat. Komunikasi dengan partner dan pelatih pun berjalan sangat baik, sehingga semua yang disiapkan bisa terlaksana dari awal sampai akhir,” kata Fikri.

Gelar Japan Open 2026 bukan hanya menambah koleksi prestasi Fajar/Fikri, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa pasangan andalan Indonesia itu telah kembali ke jalur juara. Kemenangan atas pasangan terbaik dunia menjadi modal penting untuk menatap turnamen-turnamen besar berikutnya dengan kepercayaan diri yang kembali menyala.

Continue Reading

LakeyBanget

Takhta Raja Gol Berganti, Mbappe Salip Messi dan Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia

Kylian Mbappe telah mencetak sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia, melampaui Lionel Messi. Rekor ini menandai pergantian takhta raja gol turnamen.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kylian Mbappe resmi mengukir sejarah baru di Piala Dunia. Penyerang Timnas Prancis itu kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen setelah melewati rekor yang sebelumnya dipegang Lionel Messi.

Rekor tersebut tercipta usai Mbappe mencetak dua gol saat Prancis menghadapi Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.

Meski Prancis harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 4-6, dua gol Mbappe menjadi pencapaian bersejarah. Tambahan tersebut membuat koleksi golnya di putaran final Piala Dunia mencapai 22 gol, melewati torehan Lionel Messi yang sebelumnya memimpin daftar sepanjang masa dengan 21 gol.

Pencapaian itu menandai pergantian takhta dalam daftar raja gol Piala Dunia. Di usia 27 tahun, Mbappe juga masih memiliki peluang besar untuk memperlebar rekornya pada edisi-edisi mendatang.

Sementara itu, Lionel Messi harus turun ke posisi kedua setelah sebelumnya menjadi pemegang rekor. Di bawah keduanya, legenda Jerman Miroslav Klose menempati posisi ketiga dengan 16 gol, diikuti Ronaldo Nazario dari Brasil yang mengoleksi 15 gol.

Posisi berikutnya ditempati legenda Jerman Barat, Gerd Mueller, dan striker Inggris Harry Kane yang sama-sama mengemas 14 gol. Sementara legenda Prancis, Just Fontaine, berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 13 gol. Hingga kini, Fontaine masih memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Daftar Top Skorer Sepanjang Sejarah Piala Dunia
• Kylian Mbappe (Prancis) – 22 gol
• Lionel Messi (Argentina) – 21 gol
• Miroslav Klose (Jerman) – 16 gol
• Ronaldo Nazario (Brasil) – 15 gol
• Gerd Mueller (Jerman Barat) – 14 gol
• Harry Kane (Inggris) – 14 gol
• Just Fontaine (Prancis) – 13 gol
Perubahan di puncak daftar top skorer menjadi salah satu catatan paling bersejarah pada Piala Dunia 2026.

Di tengah persaingan memperebutkan gelar juara, turnamen empat tahunan ini juga melahirkan rekor baru yang menempatkan Kylian Mbappe sebagai raja gol sepanjang sejarah Piala Dunia, menggantikan Lionel Messi yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Continue Reading

LakeyBanget

Tutup Piala Dunia 2026, Inggris Sabet Peringkat Ketiga

Timnas Inggris sukses meraih peringkat ketiga Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Prancis 6-4 dalam laga seru. Bukayo Saka mencetak hattrick, sementara Kylian Mbappe memecahkan rekor gol individu.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Timnas Inggris menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis setelah mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan peringkat ketiga di Miami Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung spektakuler dengan total 10 gol yang tercipta sepanjang 90 menit. Inggris tampil dominan sejak awal laga dan sempat unggul empat gol tanpa balas di babak pertama. Prancis bangkit pada paruh kedua dan nyaris mengejar ketertinggalan, namun The Three Lions mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Bukayo Saka menjadi aktor utama kemenangan Inggris lewat torehan hattrick. Tiga gol lainnya dicetak Declan Rice, Ezri Konsa, dan Jude Bellingham. Sementara itu, empat gol Prancis lahir melalui dua gol Kylian Mbappe serta masing-masing satu gol dari Bradley Barcola dan Ousmane Dembele.

Inggris langsung menekan sejak menit awal. Laga baru berjalan dua menit ketika Declan Rice membawa timnya unggul melalui tembakan keras dari luar kotak penalti setelah merebut bola di lini tengah.

Keunggulan Inggris bertambah pada menit ke-18. Ezri Konsa sukses menanduk bola hasil sepak pojok Rice untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Dominasi Inggris berlanjut pada menit ke-37 saat Bukayo Saka menuntaskan umpan Marcus Rashford menjadi gol ketiga. Menjelang turun minum, Saka kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan akurat dari tepi kotak penalti yang menutup babak pertama dengan keunggulan telak 4-0.

Memasuki babak kedua, Prancis menunjukkan respons positif. Kylian Mbappe membuka peluang kebangkitan lewat gol pada menit ke-48, disusul Bradley Barcola yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-4 enam menit kemudian.

Mbappe kembali mencetak gol pada menit ke-66 untuk memangkas jarak menjadi 3-4 dan membuat pertandingan berlangsung semakin sengit.

Saat Prancis terus menekan demi mencari gol penyeimbang, Inggris justru memperoleh hadiah penalti pada menit ke-87. Bukayo Saka yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mencetak hattrick sekaligus membawa Inggris menjauh 5-3.
Prancis belum menyerah. Ousmane Dembele memperkecil skor menjadi 4-5 pada menit ke-90+6 sehingga harapan menyamakan kedudukan kembali terbuka.

Namun, Inggris memastikan kemenangan hanya dua menit berselang. Jude Bellingham melakukan solo run sebelum menaklukkan kiper Prancis dengan penyelesaian tenang pada menit ke-90+8. Gol tersebut mengunci kemenangan 6-4 sekaligus memastikan Inggris finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2026.

Di balik kekalahan Prancis, Kylian Mbappe tetap menorehkan pencapaian individu yang bersejarah. Dua gol yang dicetaknya membuat sang penyerang mengoleksi 22 gol sepanjang penampilannya di putaran final Piala Dunia. Catatan tersebut melewati rekor Lionel Messi yang sebelumnya mengemas 21 gol, sekaligus menjadikan Mbappe sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Tambahan dua gol itu juga mengantarkan Mbappe ke puncak daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan koleksi 10 gol dan tiga assist, mengungguli Lionel Messi yang sebelumnya memimpin lewat torehan delapan gol dan empat assist.

Continue Reading

LakeyBanget

Resmi Jadi Mitra FIFA untuk Liputan Piala Dunia 2026, IShowSpeed Terima Bayaran Fantastis

IShowSpeed resmi menjadi mitra FIFA untuk Piala Dunia 2026, dengan bayaran fantastis USD25 juta. Ia akan siaran langsung setiap hari, menjangkau jutaan penonton, dan tampil di upacara penutupan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – YouTuber dan streamer ternama, IShowSpeed, dikabarkan menerima bayaran sebesar USD25 juta atau sekitar Rp406 miliar untuk menyiarkan langsung rangkaian Piala Dunia 2026. Nilai tersebut merupakan bagian dari kerja sama resmi antara FIFA, Fox Sports, dan YouTube.

Dalam kemitraan tersebut, pemilik nama lengkap Darren Jason Watkins Jr. itu dijadwalkan melakukan siaran langsung setiap hari selama berlangsungnya turnamen. Kehadirannya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penonton, khususnya dari kalangan generasi muda yang aktif mengonsumsi konten digital.

Popularitas IShowSpeed terbukti dari tingginya jumlah penonton siaran langsungnya di YouTube. Rata-rata setiap tayangan disaksikan lebih dari 2 juta penonton. Bahkan, siaran pertandingan pembuka yang melibatkan Portugal disebut mencapai sekitar 9,2 juta penonton.

Selain bertugas sebagai streamer resmi, IShowSpeed juga dijadwalkan tampil dalam upacara penutupan Piala Dunia 2026. Ia disebut akan berbagi panggung dengan sejumlah nama besar dunia hiburan, seperti Tom Cruise, Robbie Williams, Jennifer Hudson, Nicole Scherzinger, dan Laura Pausini.

Di luar kiprahnya sebagai kreator konten, IShowSpeed juga dikenal berkat fenomena yang dijuluki “Speed Curse”. Istilah tersebut muncul karena beberapa tim yang secara terbuka didukungnya justru berakhir tersingkir dari kompetisi. Portugal menjadi salah satu tim yang kerap dikaitkan dengan fenomena tersebut.

Meski awalnya dianggap sekadar kebetulan, “Speed Curse” terus menjadi perbincangan di kalangan penggemar sepak bola dan berkembang menjadi salah satu fenomena unik yang melekat pada sosok IShowSpeed.

Continue Reading

LakeyBanget

Jersey Final Piala Dunia 1958 Milik Pele Laku Rp87 Miliar, Jadi Memorabilia Termahal Sang Legenda

Jersey legendaris Pele dari final Piala Dunia 1958 terjual Rp87 miliar di lelang Sotheby’s, mencatat rekor sebagai memorabilia termahalnya. Kaus ini menjadi saksi bisu dua gol kemenangan Pele.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Jersey yang dikenakan legenda sepak bola Brasil, Pele, saat membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 1958 terjual dalam lelang dengan harga fantastis. Kaus bersejarah tersebut laku seharga US$4,9 juta atau sekitar Rp87 miliar.

Rumah lelang Sotheby’s pada Kamis (16/7/2026) menyatakan bahwa penjualan itu menjadikan jersey tersebut sebagai memorabilia termahal yang pernah terkait dengan Pele.

Jersey bernomor punggung 10 itu dikenakan Pele ketika tampil di final Piala Dunia 1958 melawan tuan rumah Swedia di Stockholm. Saat itu, Pele yang baru berusia 17 tahun mencetak dua gol dan membawa Brasil menang 5-2 sekaligus meraih gelar juara dunia pertamanya.

Menurut Sotheby’s, proses lelang berlangsung ketat dengan 10 penawaran yang diajukan oleh lebih dari lima peserta. Hasil tersebut juga menempatkan jersey Pele sebagai kaus sepak bola termahal kedua yang pernah terjual melalui lelang.

Rekor penjualan tertinggi masih dipegang oleh jersey Diego Maradona yang dikenakan saat mencetak gol kontroversial “Tangan Tuhan” untuk Argentina dalam laga melawan Inggris di Piala Dunia 1986. Jersey tersebut terjual seharga US$9,3 juta pada 2022.

Pele, yang wafat pada 2022 dalam usia 82 tahun, hingga kini masih tercatat sebagai pemain termuda yang pernah mencetak gol di partai final Piala Dunia. Dua gol yang ia cetak pada final 1958 menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola dunia.

Sotheby’s juga mengungkapkan bahwa jersey bersejarah tersebut sebelumnya pernah dilelang pada 2004 dengan harga 70.505 pound sterling atau sekitar US$105.600. Kenaikan nilainya dalam lebih dari dua dekade mencerminkan besarnya nilai historis dan daya tarik memorabilia milik salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.

Continue Reading
News47 menit ago

Konferensi Al-Quds Serukan Perlindungan Yerusalem

News6 jam ago

Negara Pendiri WAICO, Indonesia Incar Kursi Strategis AI Dunia

LakeyBanget7 jam ago

Spanyol Angkat Trofi, Sang Jawara Bawa Hadiah Uang Segini

LakeyBanget9 jam ago

Spanyol Dominasi Penghargaan Individu Piala Dunia 2026

LakeyBanget9 jam ago

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sejarah Baru Tercipta

LakeyBanget17 jam ago

Mantap! Mariano Peralta Resmi Gabung Persib Bandung

LakeyBanget18 jam ago

Pelatih Spanyol Ogah Man-Marking Messi di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

LakeyBanget19 jam ago

Sederet Artis Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?

LakeyBanget19 jam ago

Juarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri Komentar Begini

News1 hari ago

Harumkan Indonesia, Virty Kiraina Rowi Sabet Medali Emas di Olimpiade Inovasi WICO Korea Selatan

News1 hari ago

Dukung Kopdes Merah Putih, Pemerintah Kucurkan Rp240 triliun

News1 hari ago

Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Prabowo: Era Kendaraan Karya Anak Bangsa Dimulai

News1 hari ago

Mendikdasmen: MPLS Ramah Dorong Penguatan Karakter Sejak Hari Pertama Sekolah

News1 hari ago

Senja di Punggol, Fajar di Gawai

LakeyBanget1 hari ago

Takhta Raja Gol Berganti, Mbappe Salip Messi dan Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia

News1 hari ago

Anomali Si ‘Laba-Laba’

LakeyBanget1 hari ago

Tutup Piala Dunia 2026, Inggris Sabet Peringkat Ketiga

News2 hari ago

China Bidik Kepemimpinan Dunia dalam Tata Kelola AI

LakeyBanget2 hari ago

Resmi Jadi Mitra FIFA untuk Liputan Piala Dunia 2026, IShowSpeed Terima Bayaran Fantastis

News2 hari ago

Telepon Bergaya 90-an Kembali Diminati Orang Tua