News
Messi Cetak Gol Indah dari Tendangan Bebas Buat Beckham Terpukau
Monitorday.com – Inter Miami sukses mengamankan tiga poin krusial di laga kedua Grup A Piala Dunia Antarklub 2025 usai mengalahkan FC Porto dengan skor 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Jumat (20/6) dini hari WIB.
Bintang kemenangan Inter Miami adalah Lionel Messi, yang mencetak gol spektakuler lewat tendangan bebas di babak kedua. Aksi memukau Messi ini pun langsung mendapat pujian dari pemilik klub, legenda sepak bola Inggris, David Beckham.
“Luar biasa Lionel Messi,” tulis Beckham dalam kolom komentar Instagram Messi usai laga.
Inter Miami sempat tertinggal lebih dulu di menit ke-8 lewat penalti Samu Aghehowa. Penalti itu diberikan usai VAR menunjukkan pelanggaran Noah Allen terhadap Joao Mario di kotak terlarang.
Namun kebangkitan Inter dimulai di babak kedua. Telasco Segovia menyamakan kedudukan pada menit ke-47 dengan penyelesaian klinis, menghidupkan asa skuad besutan Gerardo Martino.
Tujuh menit berselang, Lionel Messi menunjukkan kelasnya. Tendangan bebas kaki kiri yang melengkung tajam menghujam sudut kiri atas gawang Porto, memastikan kemenangan 2-1 untuk Inter Miami di menit ke-54.
Usai pertandingan, Messi mengungkapkan kegembiraannya melalui unggahan di media sosial.
“Sangat senang atas kemenangan melawan lawan yang tangguh. Tim telah mengerahkan segalanya dan kami pantas mendapatkannya. Kami terus maju!!,” tulis Messi di Instagram.
Kemenangan ini memperbesar peluang Inter Miami untuk melaju ke babak berikutnya di ajang Piala Dunia Antarklub 2025, sekaligus menegaskan pengaruh besar Messi di kompetisi elite dunia tersebut.
News
Gulirkan Gerakan Partisipasi Semesta, Mendikdasmen Ajak Semua Elemen Wujudkan Pendidikan Bermutu
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, hingga lembaga internasional untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan merata.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu di Plaza Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (6/7/2026).
Peluncuran gerakan ini menjadi salah satu langkah strategis Kemendikdasmen dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendukung transformasi pendidikan nasional. Pemerintah berharap semakin banyak pihak yang terlibat melalui berbagai program nyata untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah berkontribusi terhadap kemajuan dunia pendidikan. Menurutnya, dukungan dari berbagai kalangan membuktikan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Peran serta masyarakat dalam upaya memajukan pendidikan di Tanah Air sangat penting dan sangat kami harapkan. Tanggung jawab memajukan pendidikan bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan Kemendikdasmen akan terus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga mitra internasional yang ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menurut Abdul Mu’ti, semangat gotong royong tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional.
“Upaya mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan semangat gotong royong seluruh pihak. Presiden juga terus menekankan pentingnya kolaborasi agar kualitas pendidikan Indonesia semakin baik,” katanya.
Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu diharapkan menjadi wadah yang mampu menghimpun berbagai potensi masyarakat untuk mendukung program-program pendidikan. Bentuk dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan budaya literasi, hingga berbagai program pemberdayaan lainnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Acara peluncuran dihadiri Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, jajaran pejabat eselon I Kemendikdasmen, serta 58 mitra Kemendikdasmen dari berbagai sektor.
Para mitra tersebut berasal dari unsur individu, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, hingga organisasi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadiran mereka menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan Indonesia.
Melalui Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu, Kemendikdasmen berharap kolaborasi yang terjalin tidak berhenti pada seremoni peluncuran, melainkan berkembang menjadi program-program berkelanjutan yang mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
News
Prabowo Tunjuk Danantara Jadi Eksportir Listrik ke Singapura
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menetapkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pihak yang akan mengimplementasikan kerja sama perdagangan listrik lintas batas antara Indonesia dan Singapura. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7).
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Singapura menghasilkan 26 capaian konkret yang terdiri atas 18 kesepakatan antarpemerintah (government-to-government/G2G) dan delapan kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business/B2B). Salah satu kesepakatan strategis adalah kerja sama ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura.
“Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas, serta berbagai kegiatan di bidang perdagangan, energi, ekonomi digital, ekosistem digital, dan keamanan siber. Kita telah melakukan diskusi dan mencapai hasil-hasil yang cukup konkret,” ujar Prabowo dalam konferensi pers usai pertemuan.
Selain sektor energi, kedua negara juga memperkuat kerja sama di berbagai bidang lain, seperti ketahanan pangan, rantai pasok, pertahanan dan keamanan, serta pengembangan sektor pertanian. Menurut Prabowo, kerja sama ekonomi tetap menjadi fondasi utama hubungan Indonesia dan Singapura.
“Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kita. Di semua bidang, kita melihat peningkatan kerja sama, perdagangan, dan konektivitas di hampir seluruh sektor,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo dan Lawrence Wong turut membahas berbagai isu regional maupun global yang berpotensi memengaruhi kepentingan kedua negara. Keduanya menegaskan pentingnya penyelesaian setiap sengketa melalui jalur damai.
“Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai melalui dialog dan diplomasi, tidak hanya di kawasan kita, tetapi juga di semua kawasan,” ujar Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa penguatan kemitraan Indonesia-Singapura tidak hanya bertujuan menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi kerja sama jangka panjang di berbagai sektor strategis.
Prabowo mengingatkan bahwa tahun depan kedua negara akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. Momentum tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.
“Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura, dan kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.
News
Leaders’ Retreat di Istana Merdeka Hasilkan 26 Kesepakatan Strategis
Monitorday.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders’ Retreat dengan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (06/07/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis serta membahas berbagai isu prioritas yang menjadi kepentingan bersama.
Kedatangan PM Wong di Istana Merdeka disambut dengan pasukan jajar kehormatan. Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Majulah Singapura, disusul dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sebagai simbol penghormatan dan persahabatan yang erat antara kedua negara.
Usai penyambutan, Presiden Prabowo dan PM Wong memperkenalkan masing-masing anggota delegasi yang turut mendampingi dalam pertemuan bilateral tersebut. Pengenalan delegasi menjadi bagian dari rangkaian awal Leaders’ Retreat yang mencerminkan komitmen kedua pemerintah dalam memperkuat kerja sama lintas sektor.
Sebelum memulai sesi Leaders’ Retreat, kedua pemimpin terlebih dahulu mengadakan pertemuan tête-à-tête. Dalam suasana yang hangat dan konstruktif, Presiden Prabowo dan PM Wong membahas sejumlah isu strategis serta berbagai agenda kerja sama yang menjadi perhatian bersama bagi Indonesia dan Singapura secara empat mata.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Leaders’ Retreat tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua sejak dirinya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kepala Negara juga mengingat kembali bahwa PM Wong merupakan pemimpin negara sahabat pertama yang melakukan kunjungan ke Indonesia pada awal masa kepemimpinannya.
“Ini merupakan Leaders’ Retreat kedua bagi kita. Saya juga teringat bahwa Perdana Menteri Lawrence Wong adalah pemimpin negara atau pejabat tinggi asing pertama yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia setelah saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, pertemuan tahunan kedua pemimpin tersebut juga menghasilkan 26 kerja sama strategis berbagai sektor. Kesepakatan yang dihasilkan tersebut mencerminkan semakin eratnya kemitraan strategis Indonesia dan Singapura di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, pertahanan, energi, lingkungan hidup, transformasi digital, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Pertemuan bilateral tahunan Leaders’ Retreat diharapkan semakin memperkokoh hubungan kemitraan Indonesia dan Singapura, sekaligus menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
News
Mendikdasmen Apresiasi Program Beasiswa Rembang, Pendidikan Kunci Ubah Masa Depan Generasi Muda
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi program beasiswa di Rembang. Program ini dinilai mampu mengubah masa depan generasi muda dan memperkuat daya saing bangsa melalui akses pendidikan berkualitas.
Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang atas konsistensinya memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata sinergi pemerintah daerah dalam membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi.
Apresiasi itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-IX Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa penerima beasiswa, Abdul Mu’ti mengaku memahami betul arti penting bantuan pendidikan. Ia menceritakan bahwa perjalanan pendidikannya juga banyak ditopang oleh berbagai program beasiswa.
“Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan,” ujarnya.
Menurut Abdul Mu’ti, beasiswa bukan hanya membantu pembiayaan kuliah, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul. Akses pendidikan yang merata, kata dia, mampu mengubah masa depan seseorang sekaligus memperkuat daya saing bangsa.
Ia juga mengapresiasi keberadaan Forum Anak Beasiswa Rembang yang dinilai tidak hanya menyalurkan bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, kepemimpinan, dan pengembangan potensi generasi muda.
“Forum seperti ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penerima beasiswa. Yang lebih penting, forum ini harus menjadi ruang lahirnya generasi muda yang cerdas, percaya diri, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” katanya.
Abdul Mu’ti menegaskan, program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Rembang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemerataan akses pendidikan berkualitas sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperluas kesempatan belajar melalui berbagai program afirmatif, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi. Program-program tersebut dirancang agar seluruh anak Indonesia, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun daerah terpencil, memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan berkualitas.
“Kesempatan itu terbuka bagi siapa pun. Percaya dirilah, meskipun berasal dari keluarga sederhana atau tinggal di daerah yang jauh dari pusat kota. Masa depan dibangun dari kesungguhan belajar,” ujarnya.
Selain memperluas akses pendidikan, Abdul Mu’ti mendorong pengembangan program beasiswa yang disesuaikan dengan potensi unggulan daerah. Untuk Kabupaten Rembang, misalnya, ia menilai pendidikan vokasi berbasis sektor kelautan memiliki prospek besar karena mampu menghasilkan tenaga kerja terampil sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kita semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada 2017, program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi. Sebanyak 389 mahasiswa diterima di berbagai perguruan tinggi negeri, sedangkan 105 lainnya melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Rembang.
“Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus menunjukkan bahwa keberadaannya membawa manfaat bagi masyarakat. Anak-anak inilah yang kelak menjadi generasi penerus pembangunan Kabupaten Rembang dan Indonesia,” ujar Hanies.
Keberhasilan Forum Anak Beasiswa Rembang dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat mampu menghadirkan pemerataan akses pendidikan yang lebih inklusif. Melalui dukungan beasiswa yang berkelanjutan, semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
News
Sukses Berkat Kamus Tua
Temukan kisah di balik kesuksesan Jensen Huang, CEO NVIDIA, yang diawali dengan pembelajaran kata-kata Inggris dari sebuah kamus usang bersama ibunya. Sebuah cerita tentang ketekunan dan visi masa depan.
SUARA jangkrik di luar rumah terasa begitu bising, namun di dalam kamar nampak sunyi menyengat. Di bawah pendar lampu yang temaram, seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun duduk dengan tegap. Namanya Jensen. Di depannya, sang ibu duduk dengan wajah lelah namun tatapannya sekeras baja.
Di tangan sang ibu, ada sebuah buku tebal berkulit usang. Sebuah kamus bahasa Inggris.
Buku itu perlahan dibuka. Jari sang ibu yang kasar karena kerja seharian mulai menelusuri halaman demi halaman yang penuh dengan barisan huruf asing. Huruf-huruf yang sama sekali tidak dipahami oleh sang ibu. Ia tidak bisa membaca satu patah kata pun bahasa Inggris, apalagi mengucapkannya. Namun, malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, ialah sang guru.
Plok! Jari telunjuk sang ibu berhenti di sebuah kata.
“Ini,” ucap sang ibu dalam bahasa Mandarin yang tegas. “Sebutkan artinya.”
Jensen melihat karakter Mandarin kecil di samping kata asing tersebut. “Future,” ucap Jensen kecil dengan lidah cadelnya. “Artinya masa depan, Ibu.”
Sang ibu tidak tahu apakah pelafalan Jensen benar atau keliru. Baginya, bunyi huruf-huruf itu terdengar seperti mantra asing yang aneh. Namun ia menatap mata anaknya, mencari getaran keraguan. Ketika ia melihat keyakinan di mata Jensen, ia mengangguk pelan.
“Bagus. Kata kedua,” lanjut ibunya, menggeser jarinya ke bawah.
Hari itu berjalan lambat. Jensen sebenarnya sangat lelah. Teman-teman sebayanya sedang bermain di luar, tertawa riang di bawah sinar bulan. Sementara ia harus mendekam di sini, bergulat dengan sepuluh kata acak setiap hari yang dipilih ibunya secara buta.
Pernah suatu kali Jensen memprotes, “Ibu kan tidak bisa bahasa Inggris, untuk apa kita melakukan ini setiap malam?”
Ibunya tidak marah. Ia hanya menutup kamus itu dengan pelan, menatap Jensen dengan begitu dalam, dan berkata, “Ibu memang tidak bisa mengantarmu ke Amerika dengan bahasa Ibu. Tapi buku ini bisa. Jika kamu tidak menghafalnya sekarang, laut yang akan memisahkan kita nanti akan terasa sangat luas dan menakutkan bagi sebatang karamu.”
Sejak malam itu, Jensen tidak pernah mengeluh lagi.
Malam terus larut. Kata demi kata disetor. Explore, Create, Build, Resilient… Kata-kata besar yang belum dipahami maknanya secara mendalam oleh bocah berusia tujuh tahun itu. Jensen hanya tahu ia harus patuh. Ia melihat tangan ibunya yang gemetar menahan kantuk, namun tetap teguh memegang kamus tebal itu demi dirinya.
“Kata kesepuluh,” bisik ibunya, suaranya mulai serak. Jari telunjuknya berhenti di sebuah kata yang diawali huruf ‘I’.
Jensen melihatnya, lalu tersenyum. “Intelligence,” ucapnya lantang. “Artinya kecerdasan.”
Sang ibu menutup kamus usang itu. Ritual malam itu selesai. Ia mengusap rambut hitam Jensen dengan lembut. “Tidurlah. Besok kita cari sepuluh kata lagi.”
Puluhan tahun kemudian, di sebuah panggung megah di Silicon Valley, bocah kecil itu telah berubah menjadi pria dewasa berjaket kulit hitam. Di depannya, ribuan orang bertepuk tangan mengagumi “Kecerdasan Buatan” (AI) paling mutakhir di dunia yang diciptakan oleh perusahaannya.
Jensen Huang berdiri di bawah sorotan lampu panggung yang terang benderang. Namun di dalam benaknya, ia tidak melihat barisan kode komputer yang rumit. Ia justru melihat pendar lampu minyak yang temaram di masa kecilnya, dan bayangan seorang ibu luar biasa yang menunjuk kata “Intelligence” di sebuah kamus tua.
News
Kemendikdasmen Siap Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ini, Bidik Siswa Berprestasi
Kemendikdasmen akan meluncurkan Program Sekolah Nasional Terintegrasi tahun ini. Program ini membidik siswa berprestasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan daya saing global.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan siap memulai pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun ini. Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan pendidikan unggulan melalui berbagai inovasi di sektor pendidikan.
“Di antaranya Program Sekolah Unggul Garuda yang merupakan unit sekolah baru yang dirancang menjadi sekolah berkelas dunia,” ujar Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu.
Selain Sekolah Unggul Garuda, pemerintah juga mengembangkan Program Sekolah Garuda Transformasi yang berfokus pada peningkatan sekolah-sekolah unggulan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional.
Menurut Abdul Mu’ti, Kemendikdasmen kini mendapat mandat untuk mulai menjalankan Program Sekolah Nasional Terintegrasi pada tahun ini.
Program tersebut akan dibangun secara bertahap dengan tahap awal menyasar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di setiap kabupaten. Ia mengungkapkan, semula Presiden mengusulkan pembangunan sekolah tersebut di setiap kecamatan. Namun, arahan terbaru menetapkan pembangunan dilakukan di setiap kabupaten.
Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang khusus bagi peserta didik yang memiliki kemampuan akademik tinggi atau di atas rata-rata. Berbeda dengan program sekolah unggulan lainnya, konsep pendidikan ini tidak menerapkan sistem asrama sehingga siswa tetap dapat belajar tanpa tinggal di lingkungan sekolah.
Kemendikdasmen menargetkan sejumlah daerah yang telah siap akan mulai menyelenggarakan program tersebut pada tahun ajaran baru ini. Abdul Mu’ti menyebut penyusunan kurikulum telah rampung, sementara pemerintah kini tengah menyiapkan mekanisme rekrutmen tenaga pendidik sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program.
“Mudah-mudahan ajaran baru tahun ini sudah kita mulai beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi,” katanya.
Meski demikian, Kemendikdasmen belum mengungkapkan daerah-daerah yang akan menjadi lokasi pelaksanaan tahap pertama. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan memanfaatkan balai milik Kemendikdasmen di berbagai daerah sambil menunggu pembangunan gedung sekolah selesai.
“Kami akan mulai beberapa diselenggarakan di balai-balai yang kita punya karena gedungnya belum ada. Nanti kami akan mulai dulu skema pelaksanaannya sambil kita bangun,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan, seluruh program pendidikan unggulan yang dikembangkan pemerintah bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
“Di era dunia yang semakin terbuka dan semakin ketat dengan persaingan itu, kuncinya adalah kualitas dan keunggulan yang harus dijawab melalui pendidikan,” pungkasnya.
News
Efisiensi Tokopedia dan TikTok Shop, Strategi Bertahan di Tengah Persaingan E-Commerce yang Makin Ketat
Langkah efisiensi Tokopedia dan TikTok Shop dinilai sebagai konsekuensi integrasi bisnis untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional, dan memperkuat daya saing di pasar e-commerce Indonesia.
Monitorday.com– Gelombang efisiensi yang dilakukan Tokopedia dan TikTok Shop bukan sekadar upaya memangkas jumlah karyawan. Di balik langkah tersebut, terdapat strategi bisnis yang lazim dilakukan perusahaan teknologi global setelah proses merger atau akuisisi. Tujuannya adalah menyatukan organisasi, menghilangkan fungsi yang tumpang tindih, serta membangun struktur perusahaan yang lebih ramping agar mampu bersaing di tengah perlambatan industri digital.
Sejak ByteDance mengambil alih mayoritas kepemilikan Tokopedia pada awal 2024 dan mengintegrasikannya dengan TikTok Shop Indonesia, kedua perusahaan praktis tidak lagi beroperasi sebagai entitas yang sepenuhnya terpisah. Banyak divisi yang sebelumnya menjalankan pekerjaan serupa kini berada dalam satu organisasi. Tim pengembangan produk, pemasaran, teknologi informasi, sumber daya manusia, keuangan, hingga layanan operasional menjadi area yang paling berpotensi mengalami penyederhanaan struktur.
Fenomena tersebut merupakan praktik yang umum terjadi dalam dunia korporasi. Ketika dua perusahaan bergabung, salah satu target utama adalah menciptakan sinergi (synergy), yakni memperoleh hasil yang lebih besar dibandingkan jika kedua perusahaan berjalan sendiri-sendiri. Sinergi tersebut biasanya diwujudkan melalui pengurangan biaya operasional, penyatuan sistem teknologi, konsolidasi kantor, hingga penyederhanaan rantai pengambilan keputusan.
Dari sisi bisnis, tekanan yang dihadapi industri e-commerce saat ini jauh berbeda dibanding masa pandemi. Pertumbuhan transaksi memang masih positif, namun tidak lagi melonjak seperti beberapa tahun lalu. Di saat yang sama, biaya memperoleh pelanggan (customer acquisition cost) tetap tinggi, persaingan promosi semakin agresif, dan perusahaan dituntut segera menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan, bukan sekadar mengejar pertumbuhan pengguna.
Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop juga membawa tantangan tersendiri. Kedua platform memiliki budaya kerja, sistem teknologi, hingga model bisnis yang berbeda. Tokopedia selama ini dikenal sebagai marketplace yang berfokus pada pencarian produk, sedangkan TikTok Shop berkembang melalui model social commerce yang mengandalkan konten video pendek dan siaran langsung (live shopping). Menyatukan dua ekosistem besar tersebut membutuhkan penyesuaian organisasi agar proses bisnis berjalan lebih efisien.
Efisiensi juga menjadi cara perusahaan mengalokasikan sumber daya ke bidang yang dinilai lebih strategis. Investasi kemungkinan akan lebih difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), personalisasi rekomendasi produk, teknologi periklanan digital, sistem logistik, keamanan transaksi, serta fitur live commerce yang menjadi keunggulan TikTok Shop. Dengan demikian, perusahaan berharap mampu meningkatkan produktivitas tanpa harus terus menambah jumlah tenaga kerja.
Di sisi lain, langkah efisiensi tidak lepas dari konsekuensi sosial berupa potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi perusahaan, pengurangan tenaga kerja dipandang sebagai bagian dari penyesuaian organisasi. Namun bagi karyawan, kondisi tersebut menciptakan ketidakpastian di tengah pasar tenaga kerja digital yang mulai memasuki fase lebih selektif dibanding beberapa tahun lalu.
Ke depan, keberhasilan integrasi Tokopedia dan TikTok Shop akan sangat ditentukan oleh kemampuan ByteDance menciptakan keseimbangan antara efisiensi biaya dan inovasi. Struktur organisasi yang lebih ramping memang dapat meningkatkan profitabilitas, tetapi perusahaan tetap harus menjaga kualitas layanan, pengalaman pengguna, serta kepercayaan jutaan penjual dan pembeli yang menjadi fondasi bisnis e-commerce di Indonesia. Dengan kata lain, efisiensi bukanlah tujuan akhir, melainkan strategi untuk membangun perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan dalam menghadapi persaingan digital yang semakin ketat.
News
Indonesia Diwakili Dubes RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Duta Besar RI Rolliansyah Soemirat mewakili Indonesia di Teheran untuk prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran ini merespons undangan resmi dari Pemerintah Iran.
Monitorday.com – Pemerintah Indonesia mengirimkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai wakil resmi dalam prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan kehadiran Dubes RI merupakan tindak lanjut atas undangan resmi yang disampaikan Pemerintah Iran kepada Indonesia untuk menghadiri rangkaian acara penghormatan tersebut.
“Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah RI telah menyampaikan bahwa Indonesia diwakili oleh Duta Besar RI di Teheran,” ujar Yvonne dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Yvonne menjelaskan, Pemerintah Indonesia mengapresiasi undangan resmi dari Pemerintah Iran. Otoritas Iran sebelumnya telah memberitahukan kepada seluruh perwakilan diplomatik di Teheran bahwa prosesi penghormatan terakhir akan dihadiri para pejabat tinggi pemerintah serta delegasi dari berbagai negara.
Menurut Yvonne, Pemerintah Iran juga menyampaikan apresiasi atas keputusan Indonesia yang menunjuk Dubes Rolliansyah Soemirat sebagai perwakilan resmi negara dalam upacara tersebut.
Ia memastikan Rolliansyah telah hadir di Musalla Besar Teheran pada Sabtu pagi waktu setempat untuk memberikan penghormatan terakhir dan mengikuti doa bersama bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan laporan kantor berita Iran, IRNA, jenazah Ayatollah Ali Khamenei beserta anggota keluarga terdekat dibawa ke Musalla Besar Teheran pada Jumat (3/7). Jenazah kemudian disemayamkan di aula utama masjid sebagai bagian dari rangkaian penghormatan selama dua hari yang dibuka untuk masyarakat umum.
Prosesi penghormatan di Musalla Besar Teheran dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (5/7), sebelum dilanjutkan dengan tahapan pemakaman berikutnya pada Senin (6/7).
Setelah itu, rangkaian prosesi akan berlanjut ke Kota Qom, kemudian dilaksanakan penghormatan terpisah di Baghdad, Karbala, dan Najaf di Irak. Tahap akhir pemakaman dijadwalkan berlangsung di Mashhad pada Kamis (9/7).
Upacara penghormatan tersebut juga dihadiri sejumlah pemimpin dan utusan negara sahabat. Di antaranya Presiden Irak Nizar Amidi, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, serta Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev yang hadir sebagai utusan resmi Presiden Vladimir Putin.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut menghadiri prosesi tersebut sebagai ketua delegasi resmi Pakistan, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan Kantor Perdana Menteri Pakistan.
News
Pemerintah Lirik Bali Ketimbang IKN Jadi Pusat Finansial Internasional, Ini Pertimbangannya
Pemerintah kini melirik Bali sebagai kandidat utama Pusat Finansial Internasional, setelah IKN dinilai belum siap. Berbagai insentif dan payung hukum tengah disiapkan untuk mewujudkan rencana ambisius ini.
Monitorday.com – Pemerintah menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur belum layak menjadi lokasi Pusat Finansial Internasional (PFI). Kondisi kawasan yang dinilai masih belum memiliki ekosistem perkotaan yang matang menjadi alasan utama pemerintah mengalihkan perhatian ke Bali sebagai kandidat terkuat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, IKN belum memenuhi karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pusat keuangan berskala global.
“Mungkin enggak, (IKN) terlalu sepi,” ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurut Purbaya, pusat keuangan internasional membutuhkan lingkungan yang hidup, didukung aktivitas ekonomi yang tinggi, serta mampu memberikan kenyamanan bagi investor global. Karena itu, pemerintah masih mengkaji sejumlah lokasi yang dinilai lebih siap.
“Bali menjadi salah satu alternatif, tetapi masih ada beberapa titik lain yang juga dipertimbangkan. Yang jelas, kita akan mencari tempat yang paling nyaman bagi investor internasional,” katanya.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan lokasi final PFI. Pembahasan masih berlangsung dan akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, kemudahan investasi, hingga kesiapan ekosistem bisnis.
Sebelumnya, IKN telah direncanakan memiliki klaster pusat keuangan nasional dan sejumlah bank milik negara berkomitmen membangun kantor operasional di kawasan tersebut pada 2026. Namun, pemerintah menilai keberadaan gedung dan infrastruktur saja belum cukup tanpa didukung aktivitas ekonomi yang berkembang.
Rencana menjadikan Bali sebagai lokasi PFI sejalan dengan gagasan pembentukan Special Financial Center yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Konsep tersebut merupakan usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Presiden Prabowo menilai situasi geopolitik global, termasuk meningkatnya konflik di Timur Tengah, membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik arus modal internasional.
“Ternyata sekarang uang-uang yang di Timur Tengah mau ke mana? Negara mana yang tidak perang sekarang? Indonesia salah satu yang paling diminati,” ujar Prabowo dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu.
Pemerintah memandang stabilitas politik dan ekonomi Indonesia dapat menjadi nilai tambah dalam menarik investor yang mencari kawasan investasi yang aman.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengungkapkan PFI akan dirancang dengan berbagai insentif agar mampu bersaing dengan pusat keuangan internasional lainnya.
Beberapa fasilitas yang tengah disiapkan antara lain tarif pajak yang dapat mencapai 0 persen, pembentukan pengadilan khusus dengan sistem common law yang lebih akrab bagi investor internasional, serta penyediaan berbagai profesi penunjang jasa keuangan dalam satu kawasan terpadu.
Pemerintah juga tengah menyiapkan payung hukum melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional. Pembahasan regulasi tersebut ditargetkan rampung pada 20–21 Juli 2026.
Apabila sesuai jadwal, Presiden Prabowo Subianto diharapkan dapat mengumumkan pembentukan Pusat Finansial Internasional secara resmi dalam pidato kenegaraan pada Agustus 2026.
Sementara itu, Otorita IKN belum memberikan tanggapan terkait pernyataan Menteri Keuangan mengenai peluang IKN sebagai lokasi PFI. Wacana pengalihan lokasi ke Bali pun memunculkan beragam respons dari publik, termasuk pertanyaan mengenai arah pengembangan kawasan IKN ke depan.
News
Tokoh Lintas Agama Dukung Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu
Berbagai tokoh lintas agama menyuarakan dukungan terhadap Kemendikdasmen dalam mewujudkan pendidikan inklusif bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui program revitalisasi sekolah negeri dan swasta.
Monitorday.com – Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu bagi seluruh anak Indonesia mendapat dukungan dari berbagai tokoh lintas agama. Mereka menilai kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian setara kepada sekolah negeri dan sekolah swasta merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter peserta didik.
Dukungan tersebut mengemuka dalam diskusi pendidikan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang diselenggarakan Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai elemen masyarakat terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
“Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional,” ujar Fajar.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa memandang latar belakang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Aloysius Budi, menegaskan bahwa peserta didik harus menjadi pusat dari setiap kebijakan pendidikan. Ia menilai pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pendidikan dasar adalah bagaimana mengangkat martabat manusia setinggi-tingginya karena seluruh proses pendidikan mau tidak mau adalah bersubjek pada manusia. Di samping membangun kualitas guru dan sarana prasarana, kita perlu membangun kurikulum yang menanamkan karakter mengasihi dalam diri anak sehingga tidak ada rasa benci kepada yang berbeda dengan dirinya,” katanya.
Senada dengan itu, Ketua Umum Persekutuan Baptis Indonesia, Pdt. Rendy Chuang, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi dalam penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kompetensi sekaligus keteladanan para guru.
“Pendidikan bermutu tentu mulai dari gurunya. Guru tidak hanya kualitas dalam arti knowledge tetapi karakter dan moral yang baik, mereka menjadi teladan Tut Wuri Handayani,” ujarnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Fajar menegaskan bahwa seluruh kebijakan Kemendikdasmen berlandaskan prinsip keadilan dan inklusivitas. Pemerintah berkomitmen memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama atas pendidikan berkualitas tanpa membedakan agama, suku, kondisi sosial, maupun status sekolah.
“Komitmen kami di Kemendikdasmen adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Tidak boleh ada kelompok atau golongan apa pun yang ditinggalkan. Semua harus menjadi bagian dari aktor dalam proses mencerdaskan kehidupan anak bangsa,” tegasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, antara lain revitalisasi satuan pendidikan, penguatan sekolah swasta, pemerataan distribusi guru, serta penyempurnaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Fajar menjelaskan, pemerintah kini menerapkan paradigma baru dalam pembangunan pendidikan dengan memberikan perhatian yang sama kepada sekolah negeri dan sekolah swasta.
“Kami menggeser paradigma. Kami hadir untuk mengurus negeri dan swasta. Maka sekolah yang kami perbaiki bukan hanya sekolah negeri semata, tapi juga sekolah swasta,” ujarnya.
Sepanjang 2025, lebih dari 16 ribu satuan pendidikan di Indonesia telah menerima program revitalisasi, dengan sekitar 23 persen di antaranya merupakan sekolah swasta. Hingga 2026, sebanyak 540 sekolah Kristiani mulai dari jenjang PAUD hingga SMK juga memperoleh bantuan revitalisasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap pendidikan yang berkualitas.
Kemendikdasmen berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, memperkuat karakter peserta didik, serta memastikan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.
