News
Resmi! Miguel Oliveira Gabung dengan Pramac Racing Yamaha di MotoGP 2025
Monitorday.com – Miguel Oliveira resmi diumumkan sebagai pembalap baru Pramac Racing Yamaha untuk musim MotoGP 2025.
Oliveira, yang saat ini membalap untuk RNF Racing, akan meninggalkan timnya setelah dua tahun dan bergabung dengan Pramac Racing yang musim ini ditinggalkan oleh Jorge Martin.
Dalam pernyataan resmi yang dilansir dari Motorsport, Oliveira menyampaikan antusiasmenya untuk bergabung dengan Yamaha.
“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mewakili merek ikonik seperti Yamaha. Selama bertahun-tahun, saya selalu memandang motor berwarna biru [warna khas Yamaha] dengan sangat antusias,” ungkap Oliveira.
“Sekarang hal ini menjadi kenyataan dan saya ingin berterima kasih kepada Yamaha atas komitmennya kepada saya dalam fase transisi penting ini. Saya yakin saya bisa berkontribusi untuk membawa tim kembali ke puncak,” tambahnya.
Pramac Racing juga diperkirakan akan segera mengumumkan pembalap kedua untuk MotoGP 2025, dengan Jack Miller menjadi kandidat kuat yang akan diperkenalkan dalam waktu dekat.
Seiring dengan kehadiran Oliveira, Pramac Racing mengakhiri kerja sama dengan Ducati, yang telah berlangsung sejak 2005. Pramac Racing memutuskan untuk beralih ke Yamaha setelah ketidakpuasan terhadap sikap Ducati, yang lebih fokus mendukung tim VR46 milik Valentino Rossi.
Perubahan ini menandai akhir dari hampir dua dekade kemitraan antara Pramac Racing dan Ducati, dengan Pramac Racing siap memulai babak baru bersama Yamaha pada musim depan.
News
UNIS dan UNPAM Dorong Komunitas Punk Tangsel Kampanyekan Edukasi Sampah
Tangsel [Monitorday] — Komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan mulai diarahkan menjadi penggerak edukasi lingkungan melalui pelatihan komunikasi publik dan pengembangan ekonomi kreatif. Langkah tersebut dimulai melalui Workshop School of Waste Influencers di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar tim kolaborasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) dan Universitas Pamulang (UNPAM) tersebut merupakan bagian dari program Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Pelaksanaan 2026.
Program itu mengusung tema “Transformasi Stigma Negatif Komunitas Punk Menjadi Pahlawan Edukasi Sampah Tangerang Selatan Berbasis Teknologi Digital dan Ekonomi Kreatif” dan mendapatkan pendanaan Tahun 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Workshop difokuskan pada penguatan kemampuan public speaking dan literasi lingkungan. Para peserta didorong memiliki kemampuan menjadi content creator yang dapat menyuarakan kampanye kepedulian terhadap sampah melalui media sosial maupun ruang publik.
Selain kemampuan komunikasi, peserta juga diperkenalkan pada produksi eco-merchandise yang membawa pesan sosial dan ekologis.
Ketua Tim PKM sekaligus Pakar Komunikasi, Ade Irfan Abdurahman mengatakan program tersebut dirancang sebagai bentuk rekayasa sosial (social engineering) dengan memanfaatkan potensi komunitas sebagai kekuatan perubahan.
“Melalui program ini, Kami membekali rekan rekan Punk dan Jalanan anggota Komunitas Tasawuf Underground agar memiliki kepercayaan diri saat melakukan orasi di ruang publik atau membuat konten kreatif di media sosial melalui aplikasi Punk-Paign yang akan kami kembangkan,” jelas Ade Irfan.
Menurut dia, pendekatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan komunikasi. Tim UNIS dan UNPAM juga mulai memperkenalkan aplikasi “Punk-Paign”, yang dirancang menggabungkan kampanye kepedulian terhadap sampah dengan toko daring untuk memasarkan karya kreatif komunitas.
Platform tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana bagi komunitas untuk menyampaikan pesan lingkungan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi melalui produk kreatif.
Sementara itu, pembina Tasawuf Underground, Ust. Halim Ambiya, menyambut kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas tersebut. Menurut dia, proses pemberdayaan penting dilakukan dengan tetap menghargai identitas komunitas punk.
“Tasawuf Underground adalah ruang transformatif di mana komunitas punk dibimbing melakukan perbaikan diri atau hijrah tanpa harus kehilangan identitas subkultur mereka. Workshop hari ini sangat berharga karena berhasil mengubah energi perlawanan anak-anak punk menjadi energi positif untuk perubahan sosial, menjadikan mereka agen perubahan yang membantu pemerintah kota dalam menangani masalah sampah melalui pendekatan ekonomi kreatif,” ungkap Ust. Halim Ambiya.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan komunitas punk dan jalanan di Tangerang Selatan melalui kombinasi komunikasi publik, teknologi digital, dan ekonomi kreatif.
Melalui pengembangan Punk-Paign dan produksi eco-merchandise, tim pelaksana menargetkan terbukanya peluang ekonomi baru sekaligus mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap komunitas punk.
Dengan demikian, komunitas yang selama ini kerap dilekatkan dengan stigma negatif diharapkan dapat mengambil peran baru sebagai bagian dari gerakan edukasi lingkungan di Tangerang Selatan.
News
Pilih Model AI Sesuai Kebutuhan, Bukan Sekadar Terbaru
Lanskap AI makin padat, tetapi model terbaik bukan selalu yang paling mahal—kuncinya adalah memilih model sesuai kompleksitas tugas, kecepatan, dan biaya.
Monitorday.com– Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berlangsung cepat membuat pengguna memiliki semakin banyak pilihan model untuk berbagai kebutuhan. Model AI kini tidak hanya dibedakan berdasarkan tingkat kecerdasannya, tetapi juga kecepatan, biaya, kemampuan multimodal, dukungan coding, hingga kemampuannya dijalankan secara lokal.

Pada kategori flagship, model ditempatkan sebagai pilihan untuk pekerjaan yang membutuhkan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah tingkat tinggi. Model dalam kelas ini ideal untuk perencanaan strategis, analisis kompleks, pemrograman tingkat lanjut, serta pekerjaan yang membutuhkan konteks panjang dan akurasi tinggi. Konsekuensinya, kemampuan tersebut biasanya diikuti kebutuhan komputasi dan biaya yang lebih besar.
Untuk penggunaan sehari-hari, kategori workhorse menjadi pilihan yang lebih praktis. Model seperti Claude Sonnet, GPT versi efisien, maupun DeepSeek dirancang untuk menangani sebagian besar pekerjaan rutin, mulai dari menulis, merangkum, berdiskusi, hingga coding. Strateginya sederhana: tidak semua pekerjaan membutuhkan model paling kuat, sehingga pengguna dapat menghemat waktu dan biaya tanpa kehilangan terlalu banyak kemampuan.
Sementara itu, model ringan semakin penting untuk otomatisasi berskala besar. Keunggulannya terletak pada latensi rendah dan biaya pemrosesan yang lebih murah. Model semacam ini dapat digunakan untuk sub-agent, klasifikasi dokumen, pemrosesan data berulang, chatbot sederhana, hingga berbagai proses yang membutuhkan respons cepat.
Kategori berikutnya adalah model terspesialisasi. Model ini tidak harus menjadi yang terbaik dalam segala hal, tetapi memiliki keunggulan pada bidang tertentu. Contohnya model untuk coding, pembuatan gambar dan video, pemrosesan audio, serta sistem perusahaan berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG). Bagi organisasi, pendekatan ini memungkinkan pemilihan teknologi berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar popularitas sebuah model.
Perkembangan lain yang juga penting adalah model lokal. Model berukuran lebih kecil dapat dijalankan pada perangkat konsumen seperti laptop maupun komputer dengan perangkat keras tertentu. Pendekatan ini menawarkan keuntungan berupa kontrol data, privasi, kemampuan bekerja tanpa koneksi internet, serta potensi penghematan biaya API.
Dengan demikian, memilih AI sebaiknya menggunakan pendekatan “right model for the right task”. Pekerjaan strategis dan kompleks dapat diarahkan ke flagship; pekerjaan rutin menggunakan workhorse; otomatisasi volume tinggi memanfaatkan model ringan; sedangkan kebutuhan khusus dapat menggunakan model spesialis.
Pada akhirnya, model AI terbaik bukan selalu model dengan skor benchmark tertinggi. Faktor seperti biaya per permintaan, kecepatan respons, panjang konteks, kemampuan multimodal, keamanan data, integrasi sistem, dan kebutuhan pengguna justru menentukan pilihan yang paling efektif. Bagi organisasi maupun individu, memahami peta tersebut akan menjadi bagian penting dari literasi AI di tengah semakin cepatnya perkembangan teknologi.
News
Menjaga Nyala Proklamasi: Refleksi Hari Kemerdekaan dan Filosofi Garuda Pancasila
Garuda Pancasila adalah lambang negara yang sarat makna, mencerminkan nilai-nilai kemerdekaan dan kebhinekaan Indonesia. Pahami filosofi dan simbolismenya untuk menjaga keutuhan bangsa.
Agustus tiba. Merah putih berkibar di mana-mana. Megah sekali. Rasa bangga langsung bergetar di dada.
Namun, 17 Agustus bukan sekadar rutinitas tahunan. Bukan pula sekadar ramainya perlombaan. Lebih dari itu. Ini adalah monumen waktu yang sakral. Hari lahirnya bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Di balik sejarah besar itu, berdiri kokoh Garuda Pancasila. Itulah lambang resmi negara kita. Keduanya bukan simbol mati tanpa jiwa. Keduanya adalah fondasi moral bangsa. Kompas pemandu arah untuk menghadapi tantangan zaman.
Makna 17 Agustus sangat dalam. Itulah kristalisasi keringat dan air mata. Juga tetesan darah pahlawan bangsa. Proklamasi 1945 adalah puncak perjuangan panjang. Bangsa ini menolak tunduk pada kolonialisme.
Saat Bung Karno membaca teks proklamasi, fajar baru Indonesia menyingsing. Kemerdekaan ini hak mutlak yang direbut dengan pengorbanan. Bukan hadiah cuma-cuma.
Maka, merayakan kemerdekaan berarti menyalakan api nasionalisme. Kita wajib menghargai jasa para pendahulu. Kita harus berkomitmen menjaga keutuhan Republik Indonesia dari perpecahan.
Para pendiri bangsa merumuskan Garuda Pancasila dengan matang. Tujuannya untuk mengabadikan semangat suci proklamasi. Menatap Garuda berarti membaca komitmen merdeka secara visual.
Susunan bulunya dirancang detail. Penuh makna historis. Ada 17 helai bulu pada masing-masing sayap. Itu tanggal kemerdekaan kita.
Lalu, ada 8 helai bulu pada ekor. Itu penanda abadi bulan Agustus.
Kombinasi 19 helai pada pangkal ekor dan 45 helai pada leher juga punya arti. Keduanya bersatu membentuk tahun keramat: 1945.
Visual ini sangat presisi. Indah. Identitas kemerdekaan terpahat abadi di tubuh sang Garuda. Ini pengingat penting. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghidupkan sejarahnya sendiri.
Garuda Pancasila tidak hanya bicara angka. Ada misi ideologis yang hidup di dadanya. Sebuah perisai tergantung anggun di sana.
Perisai itu memuat lima simbol suci. Itulah Pancasila, panduan hidup bernegara kita.
Cahaya bintang menuntun spiritualitas. Rantai emas merajut kemanusiaan. Pohon beringin tempat bangsa bernaung. Kepala banteng lambang kekuatan musyawarah. Padi dan kapas demi keadilan sosial yang merata.
Semua itu adalah jangkar moral. Gunanya menjaga stabilitas negara agar tetap tegak berdiri.
Lihat pula cakar kuatnya. Cakar itu mencengkeram erat seutas pita putih. Tulisannya tegas: Bhinneka Tunggal Ika.
Semboyan ini adalah kekuatan terbesar kita. Sebuah penegasan yang indah. Walau berbeda suku, bahasa, dan agama, kita tetap satu kesatuan utuh. Kita tidak akan goyah oleh apa pun.
Kini zaman sudah modern. Tugas kita bukan lagi mengangkat senjata di medan perang. Tugas hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Perlu kreativitas dan kontribusi positif.
Tantangan zaman terus datang. Ada degradasi moral. Ada polarisasi sosial. Ada pula ketidakpastian ekonomi global. Semua itu menuntut kita menghidupkan nilai Pancasila melalui tindakan.
Mari jadikan 17 Agustus momentum emas. Saatnya mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa. Singkirkan ego pribadi atau golongan. Kepentingan masa depan Indonesia jauh lebih besar.
Jadilah generasi yang adaptif dan inovatif. Namun, tetap pegang teguh akar budaya dan falsafah negara.
Mari satukan langkah. Rapatkan barisan. Kepakkan sayap optimisme setinggi burung Garuda terbang.
Jagalah nyala api proklamasi ini. Biarkan ia membakar semangat juang di dada setiap rakyat. Kemerdekaan ini amanah besar dari para pahlawan.
Merawatnya dengan baik adalah tugas suci kita bersama. Demi Indonesia yang maju, adil, berdaulat, dan sejahtera.
Selamat Hari Kemerdekaan. Tetaplah jaya negeriku. Merdeka!
News
AVA ITB, Mobil Otonom Buatan Indonesia Mulai Diuji
AVA menunjukkan kemampuan peneliti Indonesia mengembangkan kendaraan otonom berbasis kamera dan AI yang disesuaikan dengan karakter jalan lokal.
Monitorday.com– Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan AVA, kendaraan otonom tanpa pengemudi yang dirancang sebagai salah satu langkah menuju kemandirian teknologi transportasi Indonesia. Kendaraan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik jalan, kondisi lalu lintas, serta lingkungan transportasi di Indonesia.
Salah satu keunggulan AVA terletak pada pendekatan teknologinya. Jika sejumlah kendaraan otonom menggunakan LiDAR sebagai salah satu sensor utama, AVA mengandalkan kamera adaptif yang dipadukan dengan computer vision dan kecerdasan buatan (AI). Sistem tersebut memungkinkan kendaraan mengenali marka jalan serta mendeteksi berbagai objek secara real time.
Teknologi berbasis kamera juga membuka peluang pengembangan kendaraan otonom yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia. Sistem AI harus mampu menghadapi variasi pencahayaan, kondisi jalan, objek di sekitar kendaraan, hingga karakter lalu lintas yang dinamis. Tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengujian AVA.
Pengembangan AVA dilakukan melalui kolaborasi antara peneliti Fakultas Teknologi Industri ITB dan mitra industri nasional. Kolaborasi mencakup berbagai tahapan, mulai dari riset dan pengembangan perangkat lunak, integrasi sistem, hingga proses manufaktur. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan otonom tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga ekosistem industri yang mampu membawa hasil riset menuju produk nyata.
Saat ini, AVA masih berada pada tahap pengujian di area terbatas, termasuk kawasan industri dan lingkungan simulasi bandara. Pengujian dilakukan untuk mengukur ketangguhan sistem dalam menghadapi kondisi nyata dan berbagai gangguan lingkungan, termasuk perubahan pencahayaan serta situasi lalu lintas yang kompleks.
Pengembangan kendaraan otonom seperti AVA memiliki arti strategis bagi Indonesia. Selain mendorong inovasi di bidang otomotif dan AI, teknologi ini dapat menjadi fondasi bagi pengembangan transportasi cerdas (smart transportation) di masa depan. Keberhasilan AVA nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan teknologi tersebut beroperasi secara aman, andal, dan konsisten sebelum diterapkan pada ruang publik yang lebih luas.
News
Rusia Siap Bantu Indonesia Kirim Astronaut ke Antariksa
Rusia siap membantu Indonesia mengirim astronaut ke antariksa. Pembahasan pelatihan astronaut Indonesia telah dimulai, membuka jalan bagi kolaborasi di bidang luar angkasa.
Monitorday.com – Rusia membuka peluang membantu Indonesia menerbangkan astronaut ke luar angkasa. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan pembahasan soal pelatihan astronaut Indonesia telah dilakukan antara pihak terkait di Moskow dan Jakarta.
Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Tolchenov mengatakan Roscosmos, badan antariksa Rusia, siap membangun kerja sama jika Indonesia serius mengirim astronaut ke orbit.
“Kenapa kita tidak bisa mengirim astronaut Indonesia? Kalau saja dia bisa terbang ke luar angkasa dengan pesawat antariksa Rusia, hal itu akan sangat baik,” ujar Tolchenov.
Menurut dia, pelatihan antariksawan Indonesia menjadi salah satu topik yang dibahas dalam hubungan kerja sama kedua negara di bidang antariksa.
Rusia, kata Tolchenov, memiliki pengalaman menerbangkan antariksawan dari sejumlah negara. Di antaranya Mongolia, Vietnam, dan Malaysia.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas kolaborasi di bidang antariksa, termasuk melalui pelatihan dan penerbangan astronaut dengan wahana antariksa Rusia.
News
BMKG: Sejumlah Kota Besar Berpotensi Hujan Hari Ini
BMKG memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan hari ini. Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah dan tingkatkan kesiapsiagaan.
Monitorday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Minggu hari ini.
Prakirawan BMKG Sufia mengatakan potensi hujan dipengaruhi dinamika atmosfer, antara lain pembentukan daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi). Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
“Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah Indonesia, sehingga perlu peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat,” ujar Sufia dalam siaran pembaruan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Minggu.
Di wilayah barat Indonesia, Palembang berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Medan, Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Tanjung Selor.
Sementara itu, Banda Aceh, Pekanbaru, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, dan Banjarmasin diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal. Adapun Bandar Lampung, Pontianak, dan Palangkaraya berpotensi mengalami kondisi udara kabur.
Di kawasan timur Indonesia, hujan ringan berpotensi mengguyur Mamuju, Palu, Ambon, Manokwari, dan Jayapura.
Sedangkan Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Ternate, Sorong, dan Merauke diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal.
BMKG juga memprakirakan Nabire dan Jayawijaya berpotensi mengalami kondisi udara berupa asap atau kabut.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca signifikan.
News
Alibaba dan Meta Rilis AI Pertarungan Qwen 3.8-Max dan Meta Muse Code
Alibaba dan Meta meluncurkan inovasi AI terbaru, Qwen 3.8-Max dan Muse Code, untuk mendorong otomatisasi pengodean dan agentic AI global.
Monitorday.com– Raksasa teknologi Alibaba dan Meta meluncurkan inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) terbaru, yaitu Qwen 3.8-Max dan Meta Muse Code. Kedua model frontier ini dirancang khusus untuk bersaing langsung dengan pemain utama industri seperti Claude Code dari Anthropic dan Codex dari OpenAI dalam ranah otomatisasi pengodean (autonomous coding) serta agentic AI.
Alibaba Qwen 3.8-Max menonjol sebagai model multimodal berbasis arsitektur Sparse Mixture-of-Experts (MoE) dengan total 2,4 triliun parameter. Model ini mendukung context window hingga 1 juta token dan mampu menyelesaikan proyek perangkat lunak secara otonom selama berhari-hari tanpa supervisi manusia, termasuk merancang ulang aplikasi dari tangkapan layar visual.
Sementara itu, Meta merilis Muse Code, sebuah agen pengodean berbasis terminal (Command Line Interface) yang ditenagai model dasar Muse Spark 1.2. Mengusung arsitektur multi-agent paralel, Muse Code memecah tugas kompleks ke beberapa sub-agen di lingkungan terisolasi (sandbox) guna memastikan eksekusi kode berjalan cepat dan aman tanpa merusak repositori utama pengembang.
Kehadiran kedua teknologi ini memberikan pilihan taktis bagi komunitas pengembang global, baik untuk analisis visual multimodal berskala masif maupun navigasi pengodean terminal yang efisien dan hemat biaya.
News
Musk Bidik Pendapatan AI SpaceX US$500 Miliar
Elon Musk memiliki visi besar untuk bisnis AI di SpaceX. Ia memprediksi AI akan menjadi sumber pendapatan terbesar, berpotensi melampaui seluruh bisnis SpaceX lainnya.
Monitorday.com – CEO SpaceX Elon Musk memproyeksikan bisnis kecerdasan buatan (AI) perusahaan dapat mencetak pendapatan hingga US$500 miliar per tahun, setara sekitar Rp8.911,5 triliun.
Target itu ditopang ekspansi besar-besaran kapasitas komputasi AI SpaceX. Musk mengatakan perusahaan menargetkan kapasitas 10 gigawatt (GW) pada akhir 2027, naik drastis dari sekitar 1,4 GW saat ini.
“Nilai per watt mungkin akan berada di kisaran US$30 hingga US$50,” kata Musk dalam pidato kepada karyawan SpaceX yang diunggah di X, Kamis (13/8).
Dengan asumsi tersebut, kapasitas 10 GW dapat menghasilkan pendapatan sekitar US$300 miliar hingga US$500 miliar per tahun. Mengacu kurs US$1 sebesar Rp17.823, nilainya mencapai sekitar Rp5.346,9 triliun hingga Rp8.911,5 triliun per tahun.
“Angka yang besar,” ujar Musk.
Musk bahkan memperkirakan bisnis AI akan segera menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX. Menurutnya, pendapatan AI berpotensi melampaui seluruh bisnis SpaceX lainnya pada September 2026 dan semakin dominan pada kuartal IV tahun ini.
“Pendapatan AI kami mungkin akan melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada September, seperti bulan depan, dan akan jauh melampaui seluruh pendapatan SpaceX lainnya pada kuartal keempat,” kata Musk.
Transformasi ini menandai perubahan besar bagi SpaceX yang selama ini dikenal sebagai perusahaan antariksa dengan produk seperti Falcon 9, Falcon Heavy, Dragon, dan Starship.
Awal tahun ini, SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan AI yang didirikan Musk pada 2023. xAI merupakan pengembang chatbot Grok dan mengoperasikan superkomputer Colossus di Tennessee, Amerika Serikat.
Musk memperkirakan peran AI di SpaceX akan terus membesar. Dalam empat hingga lima tahun, ia bahkan memprediksi AI dapat menyumbang 99 persen nilai SpaceX.
“Lima tahun, saya yakin,” kata Musk.
Ambisi SpaceX tidak berhenti pada pusat data dan komputasi di Bumi. Perusahaan juga berencana membangun kompleks manufaktur semikonduktor bernama Terafab di Texas bersama Tesla untuk memproduksi chip canggih.
Di sisi lain, SpaceX menyiapkan konsep jaringan hingga satu juta satelit AI bernama Starmind di orbit rendah Bumi. Satelit-satelit tersebut direncanakan diluncurkan menggunakan Starship, roket raksasa yang masih dalam tahap pengembangan.
Dalam visi jangka panjangnya, Musk bahkan membayangkan pembangunan pabrik di Bulan untuk mendukung pusat data di luar Bumi. Satelit AI nantinya disebut dapat diluncurkan dari permukaan Bulan menggunakan electromagnetic mass driver, sistem peluncuran elektromagnetik berdaya tinggi.
Dengan agenda tersebut, SpaceX perlahan bergerak melampaui bisnis roket dan satelit. AI kini diposisikan Musk sebagai mesin pertumbuhan utama perusahaan—dengan target pendapatan yang mencapai ratusan miliar dolar per tahun.
News
Indonesia Bangun AI Factory Terbesar
Indonesia resmi mengumumkan pembangunan infrastruktur AI Factory terbesar di Asia Tenggara untuk memperkuat kedaulatan data dan akselerasi ekonomi digital ASEAN.
Monitorday.com– Indonesia secara resmi mengumumkan langkah strategis pembangunan infrastruktur AI Factory terbesar di kawasan Asia Tenggara. Langkah besar ini diambil guna memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi kecerdasan buatan (hub AI) di tingkat regional sekaligus mendorong kedaulatan data nasional.
Pembangunan AI Factory ini dirancang untuk menyediakan daya komputasi tinggi guna mendukung riset, pengembangan inovasi, serta otomatisasi di berbagai sektor industri strategis. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi tulang punggung utama pengembangan ekosistem AI nasional yang mandiri.
Kehadiran infrastruktur masif ini mempertegas komitmen Indonesia dalam memimpin transformasi digital di tingkat regional. Pemerintah terus mendorong perluasan integrasi kecerdasan buatan pada sektor publik maupun korporasi secara komprehensif.
Selain memperkuat sektor domestik, pembangunan infrastruktur ini juga diproyeksikan memicu akselerasi ekonomi digital di kawasan ASEAN. Indonesia berkomitmen membuka kolaborasi riset lintas negara agar inovasi teknologi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh negara-negara tetangga.
Dalam mewujudkan fasilitas berteknologi tinggi tersebut, pemerintah menggandeng kemitraan strategis dengan penyedia teknologi global dan pelaku industri lokal. Kerja sama ini mencakup pemenuhan kebutuhan komputasi pemrosesan canggih hingga pengembangan pusat data hijau berbasis energi terbarukan.
Tak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, proyek masif ini juga memprioritaskan penguatan kapasitas komputasi dan pemrosesan data mandiri agar Indonesia mampu mencetak talenta AI berdaya saing global dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui langkah strategis ini, Indonesia optimistis dapat menarik investasi teknologi bernilai tinggi di masa depan sekaligus mengukuhkan posisi sebagai pilar utama transformasi digital kawasan.
News
Danantara Tutup 290 BUMN, Pangkas Biaya Overhead hingga Rp50 Triliun
Danantara menutup 290 BUMN sebagai bagian dari restrukturisasi, menargetkan penghematan biaya overhead hingga Rp50 triliun. Pemerintah menargetkan maksimal 300 BUMN tersisa pada akhir 2026.
Monitorday.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mempercepat perampingan badan usaha milik negara (BUMN). Sebanyak 290 BUMN telah resmi ditutup sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk memangkas struktur yang dinilai terlalu gemuk.
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan penyederhanaan tersebut masih akan berlanjut. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN tersisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026.
“Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN,” kata Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Target itu menunjukkan skala restrukturisasi yang jauh lebih besar dari perkiraan awal pemerintah. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap jumlah entitas BUMN mencapai 1.074 perusahaan jika anak, cucu, hingga cicit perusahaan turut dihitung. Angka tersebut jauh di atas perkiraan awal yang hanya berkisar 300-400 entitas.
Prabowo bahkan menyebut penataan tersebut berpotensi menjadi salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia.
Perampingan dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari divestasi, merger, likuidasi, hingga konsolidasi vertikal. Salah satu bentuk konsolidasi ialah penggabungan perusahaan manajer investasi yang sebelumnya tersebar di bank-bank BUMN dan lembaga keuangan pemerintah.
Pemerintah juga menyatukan pengelolaan 137 unit hotel milik BUMN ke dalam satu grup untuk memangkas fragmentasi pengelolaan.
Restrukturisasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyederhanakan struktur. Pemerintah mengklaim langkah itu telah memangkas biaya overhead hingga Rp50 triliun per tahun.
Penghematan berasal dari berkurangnya berbagai biaya, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas yang dinilai tidak produktif. Pemerintah menargetkan penghematan meningkat menjadi lebih dari Rp70 triliun pada akhir 2026.
“Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat,” tegas Prabowo.
Dana hasil efisiensi tersebut diarahkan untuk kebutuhan yang lebih produktif, termasuk perbaikan puskesmas, renovasi sekolah, serta penyediaan rumah bagi masyarakat.
Rosan mengakui konsolidasi BUMN bukan pekerjaan ringan. Prosesnya menghadapi persoalan hukum, finansial, dan operasional yang kompleks. Namun, ia optimistis target penyederhanaan dapat tercapai untuk membentuk BUMN yang lebih ramping dan produktif.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listyanto menilai langkah awal Danantara merupakan sinyal positif. Menurutnya, pemangkasan jumlah entitas secara langsung membuka ruang efisiensi dalam pengelolaan BUMN.
“Dari yang seribu sekian BUMN, sudah dipangkas dan targetnya nanti akan lebih dipangkas lagi. Itu kan memang secara langsung memberikan dampak efisiensi,” ujar Eko.
Di luar restrukturisasi korporasi, Prabowo juga membuka opsi penindakan lebih jauh terhadap persoalan tata kelola BUMN. Presiden bahkan tidak menutup kemungkinan pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut dugaan kesalahan pengurus BUMN selama 30 tahun terakhir.
Pada saat yang sama, pemerintah membuka opsi amnesti bagi pihak yang mengakui kesalahan dan bersedia memperbaiki diri.
Dengan target maksimal 300 BUMN pada akhir tahun, pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar: memangkas ratusan entitas sekaligus memastikan konsolidasi benar-benar menghasilkan BUMN yang lebih sehat, efisien, dan produktif.
