Connect with us

News

Sambut Ramadan, Pertamina International Shipping Gelar Program BerSEAdekah

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Subholding Integrated Marine Logistics (SH IML) PT Pertamina International Shipping (PIS), menggelar program BerSEAdekah menyambut Ramadan 1446 Hijriah di beberapa lokasi, yakni Bekasi, Jawa Barat; Singapura; hingga Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), sebagai kontribusi positif perusahaan untuk masyarakat.

Hal itu disampaikan Corporate Secretary PIS, Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat, puluhan relawan SH IML turun langsung membantu masyarakat membersihkan jalan di lokasi yang paling terdampak.

Selain relawan SH IML, tim Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja dan Pelaut Aktif (SK FKPPA) juga turut membantu masyarakat dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis (6/3), di RW 9 dan 12 Perumahan Duren Jaya serta RT 9 dan 10, Desa Muara Bakti, Bekasi.

“Kegiatan BerSEAdekah menjadi bukti bahwa kepedulian dan aksi nyata dari pekerja Pertamina Group dapat membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Baron.

Selain bantuan pembersihan jalan, kata Baron, relawan yang terlibat juga menyalurkan bantuan dari berbagai organisasi di lingkungan perusahaan, termasuk Pertiwi SH IML dan Badan Dakwah Islam SH IML.

Donasi yang terkumpul disalurkan dalam bentuk sembako dan kebutuhan lainnya, seperti popok, truk air bersih, susu, kurma, dan lain-lain.

Baron pun menyampaikan aksi BerSEAdekah merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

“Kegiatan BerSEAdekah merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Tidak hanya di Indonesia, kantor cabang kami yakni PIS Asia Pacific (PIS AP) di Singapura dan PIS Middle East (PIS ME) yang berlokasi di Dubai juga turut berpartisipasi dalam program ini,” ujar Baron.

PIS ME turut mengimplementasikan program BerSEAdekah dengan menyerahkan bantuan kepada KBRI UEA.

Bantuan itu nantinya akan disalurkan KMMI (Keluarga Masyarakat Muslim Indonesia) untuk anak yatim dan keluarga yang berhak menerima dukungan sebagai bentuk kepedulian di bulan suci Ramadhan.

“Bantuan yang disalurkan merupakan bentuk pemenuhan komitmen kami untuk selalu berkontribusi positif dimana pun perusahaan kami berada. Semoga inisiatif ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan dan mempererat sinergi antara tim PIS di luar negeri dengan masyarakat sekitar,” ujar Baron.

Sebelumnya, PIS AP juga telah memulai rangkaian BerSEAdekah pada Februari lalu.

Hal tersebut dilakukan dengan penyerahan donasi kepada Muslimin Trust Fund Association and Darul Ihsan Orphanage, Masjid Haji Muhammad Salleh, dan Makam Habib Nuh.

Program BerSEAdekah juga sejalan dengan komitmen PIS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, poin 6 terkait air bersih dan sanitasi layak, poin 13 menyangkut penanganan perubahan iklim dan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Continue Reading
2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Kemendikdasmen Ajak Anak Kurangi Gawai dan Kembali Aktif Bermain di Hari Anak Nasional 2026

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum Kemendikdasmen mengajak anak kembali bermain aktif. Simak upaya pembatasan gawai demi mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan sosial.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak anak-anak Indonesia mengurangi penggunaan gawai dan kembali aktif bermain dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Peringatan Hari Anak Nasional 2026 akan digelar di Tugu Daun Sirih Emas, Alun-alun Gurindam Tepi Laut, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Kamis (23/7/2026), mengusung tema “Semua Setara Riang Bersama”. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikdasmen, Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam memenuhi hak anak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak tidak dapat dilakukan sendirian. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar setiap anak benar-benar terlindungi, terdidik, dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujar Kurniawan dalam siaran pers, Rabu (22/7/2026).

Acara tersebut akan dihadiri oleh Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, serta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Salah satu agenda utama dalam peringatan HAN 2026 adalah Main Raya Anak Nusantara, yang menghadirkan berbagai aktivitas bermain edukatif. Program ini memadukan permainan tradisional, kegiatan berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta eksplorasi alam sebagai sarana belajar.

Anak-anak PAUD hingga SD kelas rendah akan mengikuti kegiatan seperti eksplorasi alam, bermain peran, menjadi ilmuwan cilik, membuat layang-layang, dan merakit kincir angin. Sementara peserta didik SD kelas tinggi hingga SMA akan diajak memainkan kembali permainan tradisional, seperti congklak, gasing, bakiak, egrang batok, rangku alu, hingga membuat perahu jong.

Menurut Kemendikdasmen, seluruh aktivitas tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pengalaman bermain secara langsung.

Kampanye ini juga menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik anak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta mendukung perkembangan kognitif dan emosional melalui interaksi langsung.

Kurniawan menegaskan pembatasan penggunaan gawai di sekolah bukan berarti melarang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Permainan langsung dan interaksi antarsesama adalah cara terbaik anak belajar. Pembatasan gawai di sekolah bukan larangan mutlak, melainkan upaya memastikan anak lebih banyak berinteraksi nyata, bukan melalui layar,” katanya.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen berharap seluruh elemen masyarakat semakin aktif menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Continue Reading

News

Ini Alasan Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

Nanik S Deyang memutuskan untuk mundur dari posisi Kepala BGN demi fokus pada pengobatan kesehatan jantungnya. Ia mendapat persetujuan Presiden Prabowo.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan. Keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto yang memberikan persetujuan agar Nanik menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, mengatakan Nanik berpamitan kepada Presiden pada Rabu (22/7/2026) untuk menjalani pengobatan sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN.

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza di Jakarta.

Dirgayuza menjelaskan, selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah melakukan sejumlah langkah reformasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang dinilai telah jenuh.

Selain itu, BGN juga menemukan 414 SPPG bermasalah yang disebut telah menyelamatkan ratusan miliar rupiah ke kas negara. Nanik juga membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan penyaluran MBG kepada penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta melibatkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial pribadinya, Nanik mengatakan kondisi kesehatannya menjadi alasan utama pengunduran diri. Ia mengaku akan berangkat ke luar negeri untuk menjalani pengobatan penyakit jantung.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya. Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ujar Nanik.

Nanik juga mengungkapkan Presiden Prabowo berpeluang membentuk Dewan Pengawas BGN dan implementasi Program MBG. Ia menyebut dirinya berpotensi dipercaya menjadi ketua dewan pengawas tersebut.

Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan akan tetap mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading

News

OKI Latih Tenaga Kesehatan Benin

Pelatihan penanganan perdarahan pascapersalinan digelar untuk memperkuat pelayanan darurat serta menekan angka kematian ibu di Benin.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama Standing Committee on Scientific and Technological Cooperation atau COMSTECH dan Kementerian Kesehatan Benin menggelar pelatihan penanganan perdarahan pascapersalinan bagi tenaga kesehatan di Cotonou, Benin, pada 13–16 Juli 2026.

Program tersebut difokuskan pada pencegahan dan penanganan perdarahan pascapersalinan sebagai bagian dari pelayanan obstetri darurat. Pelatihan diharapkan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan bagi ibu, bayi baru lahir, dan anak.

Peserta pelatihan berasal dari fasilitas kesehatan di wilayah Cotonou 5 dan Cotonou 6. Mereka memperoleh pembelajaran melalui kuliah teori, simulasi praktik, dan pelatihan klinis agar mampu mengambil tindakan secara cepat ketika menghadapi kondisi darurat persalinan.

Asisten Sekretaris Jenderal OKI Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Aftab Ahmad Khokhar, mengatakan perdarahan pascapersalinan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia. Padahal, risiko kematian dapat ditekan apabila tersedia tenaga terampil, sistem rujukan yang efektif, dan akses cepat terhadap pelayanan obstetri darurat.

Menurut Khokhar, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah berkelanjutan untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Program tersebut juga mencerminkan solidaritas serta kerja sama ilmiah antarnegara anggota OKI dalam mengubah pengetahuan medis menjadi pelayanan kesehatan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Koordinator Jenderal COMSTECH, Mohammad Iqbal Choudhary, menjelaskan bahwa pelatihan di Benin menjadi bagian dari strategi memperkuat kerja sama ilmiah, kapasitas institusi, dan pemerataan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas di negara-negara anggota OKI.

Sesi pelatihan dipandu oleh Fiza Ali Khan dan Sana Khan dengan penekanan pada keterampilan praktis menghadapi kegawatdaruratan obstetri. Metode berbasis simulasi digunakan agar peserta tidak hanya memahami prosedur secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi klinis.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan cepat terhadap perdarahan setelah melahirkan. Tenaga kesehatan perlu memperoleh pelatihan praktis serta didukung fasilitas yang mampu menyediakan obat dan pelayanan darurat untuk menangani kondisi tersebut.

Melalui program ini, OKI dan COMSTECH berharap tenaga kesehatan Benin semakin siap menangani komplikasi persalinan. Penguatan kemampuan tenaga medis di tingkat layanan terdepan dinilai penting untuk mengurangi kematian ibu dan bayi serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan negara anggota.

Continue Reading

News

Gandeng Pindad, Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg

Pemerintah Indonesia sedang menguji coba tabung CNG 3 kg di China sebagai alternatif LPG. Rencananya, Pindad akan digandeng untuk produksi dan pengembangan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menguji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) di China sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg bersubsidi. Uji coba tersebut menjadi tahap awal sebelum pemerintah memutuskan komersialisasi CNG 3 kg di Indonesia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, proses pengujian teknologi masih berlangsung sehingga pemerintah belum mengambil langkah implementasi di dalam negeri.

“CNG-nya masih dilakukan uji coba, belum selesai. Masih di China, habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini,” ujar Bahlil di sela Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Setelah seluruh rangkaian uji coba rampung, pemerintah berencana menggandeng PT Pindad (Persero) untuk mendukung proses manufaktur dan pengembangan infrastruktur pendukung CNG di Indonesia.

Menurut Bahlil, kerja sama tersebut baru akan dijalankan apabila hasil pengujian menunjukkan teknologi tersebut layak diterapkan secara luas.

“Kita akan melakukan dengan Pindad nanti, tapi masih cek dulu di sana. Kalau sudah selesai baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” katanya.

Pemerintah berharap pengembangan CNG tabung 3 kg dapat menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi domestik.

Selain menyiapkan aspek teknologi, Kementerian ESDM juga tengah menyusun regulasi pendukung agar ekosistem penggunaan gas, baik di sektor rumah tangga, transportasi, maupun industri, dapat berjalan lebih efisien.

Bahlil menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong pemanfaatan energi dalam negeri dan menjaga ketahanan energi nasional.

Continue Reading

News

BGN Umumkan 5 Pejabat Baru, Ini Sosok dan Profilnya

BGN memperkenalkan lima pejabat baru yang akan memimpin Program Makan Bergizi Gratis. Mereka ditugaskan memperkuat tata kelola dan mengevaluasi efisiensi program nasional ini.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan susunan baru pejabat eselon I yang akan memimpin pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7). Lima pejabat baru tersebut ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari langkah pembenahan tata kelola program prioritas nasional.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, restrukturisasi dilakukan untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program MBG, terutama setelah muncul sorotan terhadap kasus hukum yang melibatkan sejumlah mantan pejabat BGN.

“Kami membutuhkan tim untuk bersama-sama memperbaiki BGN dan memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat.

Pelantikan kelima pejabat dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani sehari sebelumnya. Sesuai Pasal 59 Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang BGN, jabatan Pejabat Tinggi Madya dapat diisi melalui penunjukan langsung oleh Presiden.

Adapun lima pejabat yang dilantik adalah:
• Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. sebagai Sekretaris Utama. Sebelumnya menjabat Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN serta pernah memimpin Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V.
• dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, M.K.M. sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Ia sebelumnya menjabat Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan.
• Zainuri, Ak. sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Ia berpengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), termasuk sebagai Kepala Biro Keuangan BPKP.
• Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta di lingkungan BGN.
• Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan ini juga pernah menjabat Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.

Selain merombak struktur organisasi, BGN juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG, termasuk penajaman sasaran penerima manfaat dan efisiensi anggaran.
Agustina menjelaskan, saat ini sekitar 76 persen dari total 62,7 juta penerima manfaat merupakan siswa SD hingga SMA. Sementara itu, kelompok prioritas berupa ibu hamil, ibu menyusui, dan balita baru mencapai sekitar 17 persen.

Menurutnya, komposisi tersebut akan dievaluasi agar lebih sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 yang menempatkan balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok utama dalam upaya pemenuhan gizi nasional.

“Kalau bicara pencegahan stunting, 1.000 hari pertama adalah golden period. Itu yang nanti akan kami refocusing,” kata Agustina.

BGN juga tengah melakukan penyisiran data penerima manfaat guna mencegah duplikasi dan tumpang tindih layanan antar-Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejalan dengan pembenahan tersebut, kebutuhan anggaran Program MBG pada 2026 dipastikan akan lebih rendah dibandingkan pagu awal sebesar Rp268 triliun.

Meski belum merinci angka final, Agustina menegaskan bahwa kebutuhan anggaran telah berkurang signifikan. Efisiensi tersebut, menurutnya, tidak akan mengurangi manfaat program, melainkan dialihkan untuk memperkuat intervensi penanganan stunting di daerah dengan prevalensi tinggi, seperti Papua dan Nusa Tenggara.

Dengan bergabungnya pejabat baru yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan, keuangan, hingga penegakan hukum, BGN berharap pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Continue Reading

News

Komitmen Pemerintah Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Pemerintah Indonesia berkomitmen kuat membangun industri kendaraan listrik nasional. Inisiatif ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan produksi lokal.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi ekosistem kendaraan nasional berbasis energi baru dan terbarukan. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (21/07/2026)

Mensesneg menyampaikan hal tersebut dalam konteks rencana pembangunan pabrik motor listrik nasional. Menurutnya, rencana tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat produksi motor listrik dalam negeri.

“Sekali lagi ini membuktikan bahwa sesungguhnya kalau kita memiliki kehendak, kalau kita memiliki keinginan, bangsa Indonesia akan mampu mencapainya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mensesneg menilai bahwa pengembangan produksi kendaraan listrik nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya akan memperkuat ekosistem otomotif nasional, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap upaya transisi energi.

“Tidak sekadar mengenai kemampuan kita memproduksi mobil atau motor listrik nasional, ini kan bagian juga dari kita mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM berbasis fosil. Saya kira itu juga perlu menjadi perhatian kita bahwa sebuah prestasi itu tidak berdiri sendiri, juga tidak sekadar memberi efek atau impact di dunia otomotif, tetapi juga itu membawa pengaruh kepada konsumsi bahan bakar kita yang berbasis fosil, jadi kita bisa mengurangi ketergantungan ke BBM kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Mensesneg mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung terwujudnya cita-cita bangsa dalam membangun industri kendaraan listrik nasional.

“Bahwa mungkin masih ada sedikit kekurangan ya, mari itu bersama-sama kita berbaiki,” pugkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan target pemerintah untuk meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat sebagai bagian upaya dari pembangunan ekosistem industri otomotif dalam negeri. Hal tersebut menegaskan optimisme pemerintah dalam meningkatkan kemampuan industri nasional.

“Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia, kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia,” ucap Presiden pada Jumat (17/07), dalam sambutannya pada acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur

Continue Reading

News

Prabowo: Indonesia Meraih Penghargaan Tertinggi PBB Berkat Digitalisasi Pendidikan

Indonesia mendapatkan penghargaan tertinggi PBB berkat keberhasilan digitalisasi pendidikan. Presiden Prabowo Subianto berkomitmen terus memperluas program ini untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam taklimatnya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/07/2026).

“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan, negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil, salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara juga menyampaikan bahwa upaya digitalisasi pendidikan Indonesia telah memperoleh pengakuan internasional. Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara. Kita tidak cepat puas, perjalanan masih jauh, tapi kita ingin memperbaiki semua sekolah kita. Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” imbuh Kepala Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Presiden Prabowo menyebut program tersebut akan diperluas pada tahun ini dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.

“Kita sudah membagi interaktif flat panel, layar pinter di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ungkap Presiden Prabowo.

Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah berharap setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.

“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, rumah pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar,” pungkas Presiden Prabowo.

Melalui percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas sebagai bekal menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan berkeadilan

Continue Reading

News

Jemaah Umrah Melonjak, Indonesia Terbesar Kedua

Indonesia menempati posisi kedua negara asal jemaah umrah terbanyak pada awal musim 1448 Hijriah dengan sekitar 170 ribu orang.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Jumlah jemaah yang tiba di Arab Saudi menggunakan visa umrah meningkat 22,5 persen pada awal musim umrah 1448 Hijriah. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mencatat sebanyak 931.500 jemaah masuk ke negara tersebut sejak 15 Zulhijah hingga akhir Muharam.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah umrah yang datang dari luar Arab Saudi pada periode yang sama telah melampaui 1,27 juta orang. Jumlah tersebut mencakup jemaah yang masuk menggunakan visa umrah maupun jenis izin masuk lain yang dapat digunakan untuk melaksanakan ibadah umrah.

Indonesia menjadi negara asal jemaah umrah terbanyak kedua dengan sekitar 170 ribu orang. Posisi pertama ditempati Pakistan dengan sekitar 200 ribu jemaah, sedangkan Irak berada di peringkat ketiga dengan jumlah mencapai 130 ribu jemaah.

Besarnya jumlah jemaah asal Indonesia menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah. Indonesia selama ini menjadi salah satu pasar utama penyelenggaraan perjalanan umrah karena memiliki jumlah penduduk Muslim yang besar dan jaringan penyelenggara perjalanan ibadah yang tersebar di berbagai daerah.

Data Pemerintah Arab Saudi juga menunjukkan bahwa transportasi udara masih menjadi jalur utama kedatangan jemaah. Sebanyak 75 persen jemaah umrah dari luar negeri masuk melalui bandar udara, sedangkan 25 persen lainnya tiba melalui jalur darat dan laut.

Peningkatan jumlah jemaah tersebut didukung oleh koordinasi antarlembaga pemerintah Arab Saudi serta pengembangan layanan digital dan operasional. Pemerintah terus memperluas akses pelayanan agar perjalanan jemaah, mulai dari perencanaan, kedatangan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan, dapat berlangsung lebih mudah dan terorganisasi.

Pertumbuhan kedatangan jemaah umrah juga menjadi bagian dari Program Pengalaman Jemaah dan agenda Visi Saudi 2030. Melalui program tersebut, Arab Saudi berupaya meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi umat Islam dari berbagai negara.

Continue Reading

News

Konferensi Al-Quds Serukan Perlindungan Yerusalem

PBB dan OKI menyerukan perlindungan warga Palestina serta penghentian langkah sepihak yang mengubah status Yerusalem Timur.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Komite PBB untuk Pelaksanaan Hak-Hak yang Tidak Dapat Dicabut dari Rakyat Palestina bersama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar Konferensi Internasional tentang Persoalan Yerusalem di Kairo, Mesir, Sabtu, 18 Juli 2026.

Konferensi tersebut mengangkat tema “Yerusalem: Garis Depan Pengusiran dan Aneksasi serta Kunci Perdamaian yang Adil dan Berkelanjutan”. Pertemuan dihadiri pejabat pemerintahan, pemimpin agama, diplomat, perwakilan PBB, dan sejumlah pakar internasional.

Para peserta membahas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Palestina di Yerusalem Timur, mulai dari pengusiran paksa, perampasan properti, perluasan permukiman, pembatasan kebebasan beribadah, hingga kekerasan terhadap warga sipil.

Asisten Menteri Luar Negeri Mesir, Mahmoud Omar, menegaskan Yerusalem Timur merupakan bagian tidak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki dan menjadi ibu kota negara Palestina pada masa mendatang. Mesir menolak pengusiran paksa, aneksasi, perluasan permukiman, dan tindakan sepihak yang mengubah karakter hukum, sejarah, serta demografi kota tersebut.

Ketua Komite Hak-Hak Palestina PBB, Coly Seck, menyampaikan bahwa perdamaian yang adil dan berkelanjutan tidak dapat diwujudkan tanpa penyelesaian persoalan Yerusalem. Ia menyerukan penghentian aktivitas permukiman, perlindungan kebebasan beribadah, serta pemeliharaan status historis dan hukum tempat-tempat suci.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Jenderal OKI untuk Urusan Palestina dan Al-Quds, Dawas Dawas, mengatakan Yerusalem tetap menjadi pusat perjuangan Palestina. Menurutnya, masyarakat internasional memiliki tanggung jawab bersama untuk melindungi karakter sejarah, hukum, keagamaan, dan kebudayaan kota tersebut.

Konferensi juga menjadi ruang dialog antaragama. Para pemimpin Islam dan Kristen memperingatkan bahwa pembatasan kegiatan ibadah dan ancaman terhadap tempat-tempat suci dapat meningkatkan ketegangan serta merusak warisan Yerusalem sebagai kota yang memiliki arti penting bagi tiga agama samawi.

Para peserta kemudian menyerukan peningkatan keterlibatan internasional untuk melindungi keberadaan dan hak-hak warga Palestina di Yerusalem Timur. Mereka menegaskan penyelesaian konflik harus berlandaskan hukum internasional, hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, serta pembentukan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Continue Reading

News

Negara Pendiri WAICO, Indonesia Incar Kursi Strategis AI Dunia

Indonesia aktif mengincar posisi strategis di WAICO, organisasi AI global yang baru didirikan. Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia dalam tata kelola AI dunia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Indonesia mulai memantapkan langkah sebagai pemain dalam tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) global. Pemerintah bahkan mengincar posisi strategis di World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi AI internasional yang baru dibentuk bersama China dan puluhan negara lainnya.

Usulan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Shanghai, Jumat (18/7/2026), di sela penandatanganan deklarasi pendirian WAICO.

Sebagai salah satu negara pendiri, Indonesia menegaskan ambisinya untuk ikut menentukan arah tata kelola AI dunia yang mengedepankan pemerataan manfaat, pendekatan berpusat pada manusia, penghormatan terhadap kedaulatan nasional, serta kerja sama multilateral yang selaras dengan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam kesempatan itu, Airlangga secara khusus meminta dukungan China agar Indonesia memperoleh salah satu posisi penting di struktur sekretariat WAICO.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga menyampaikan pesan Presiden Xi Jinping kepada Presiden Prabowo Subianto. Xi mengapresiasi keputusan Indonesia bergabung sebagai negara pendiri WAICO dan menilai kehadiran Indonesia penting karena mewakili salah satu negara berkembang dengan populasi dan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Airlangga menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan WAICO merupakan arahan langsung Presiden Prabowo. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif China membentuk wadah kerja sama AI global tersebut.

Selain membahas AI, kedua negara memperkuat pembicaraan mengenai hubungan ekonomi. Airlangga mendorong percepatan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke China sekaligus penguatan integrasi rantai pasok di tengah eratnya hubungan dagang kedua negara.

Di bidang investasi, Indonesia kembali menawarkan kerja sama pengembangan kawasan industri melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP) serta mengundang perusahaan-perusahaan China berinvestasi di sektor manufaktur berteknologi tinggi dan ekonomi digital.

Pemerintah juga membuka peluang investasi di proyek energi hijau, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt (GW), sistem penyimpanan energi baterai (BESS), hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Morowali Green Industrial Park.

Menutup pertemuan, Indonesia menyatakan dukungan terhadap keketuaan China di forum APEC 2026 yang akan digelar di Shenzhen. Pemerintah mengusulkan agar forum tersebut menjadi momentum pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping dalam forum bisnis tingkat tinggi.

Bagi Indonesia, kemitraan dengan China ke depan tidak lagi sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada penguatan ekonomi digital, inovasi teknologi, dan pengembangan AI yang tetap menghormati kedaulatan data serta kepentingan nasional.

Continue Reading
News9 jam ago

Kemendikdasmen Ajak Anak Kurangi Gawai dan Kembali Aktif Bermain di Hari Anak Nasional 2026

News10 jam ago

Ini Alasan Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

LakeyBanget11 jam ago

Enam Negara Resmi Lolos ke Piala Dunia 2030, Berikut Daftarnya

LakeyBanget11 jam ago

Tatap Piala AFF 2026, John Herdman Bidik Akhiri Kutukan Runner-up

News14 jam ago

OKI Latih Tenaga Kesehatan Benin

News21 jam ago

Gandeng Pindad, Pemerintah Uji Coba CNG Pengganti LPG 3 Kg

News22 jam ago

BGN Umumkan 5 Pejabat Baru, Ini Sosok dan Profilnya

LakeyBanget23 jam ago

Mengintip Persiapan Persib Bandung Jelang Piala Presiden

News24 jam ago

Komitmen Pemerintah Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

News1 hari ago

Prabowo: Indonesia Meraih Penghargaan Tertinggi PBB Berkat Digitalisasi Pendidikan

News2 hari ago

Jemaah Umrah Melonjak, Indonesia Terbesar Kedua

News2 hari ago

Konferensi Al-Quds Serukan Perlindungan Yerusalem

News2 hari ago

Negara Pendiri WAICO, Indonesia Incar Kursi Strategis AI Dunia

LakeyBanget2 hari ago

Spanyol Angkat Trofi, Sang Jawara Bawa Hadiah Uang Segini

LakeyBanget3 hari ago

Spanyol Dominasi Penghargaan Individu Piala Dunia 2026

LakeyBanget3 hari ago

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Sejarah Baru Tercipta

LakeyBanget3 hari ago

Mantap! Mariano Peralta Resmi Gabung Persib Bandung

LakeyBanget3 hari ago

Pelatih Spanyol Ogah Man-Marking Messi di Final Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

LakeyBanget3 hari ago

Sederet Artis Bakal Meriahkan Final Piala Dunia 2026, Siapa Saja?

LakeyBanget3 hari ago

Juarai Japan Open 2026, Fajar/Fikri Komentar Begini