Connect with us

News

Tanam Mangrove d Balikpapan, Kemendikdasmen Gaungkan Gerakan Sekolah ASRI

Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan Sekolah ASRI untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan. Program ini ditandai dengan penanaman mangrove di Balikpapan.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dimanfaatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis kepedulian lingkungan melalui Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman mangrove di SMA Negeri 8 Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (5/6/2026).

SMA Negeri 8 Balikpapan dipilih karena memiliki keunikan sebagai sekolah yang berada berdampingan langsung dengan kawasan hutan mangrove. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat itu bahkan dikenal sebagai satu-satunya sekolah mangrove di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, baik antarsesama manusia maupun dengan alam.

“Sesungguhnya sesuai dengan cita-cita bangsa, kita membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, hubungan yang harmonis dengan alam, membangun toleransi dan juga membangun kerukunan. Kita semua berharap agar Indonesia menjadi negeri yang aman, damai, dan tenteram,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, kegiatan penghijauan seperti penanaman pohon dan mangrove merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Selain menciptakan kawasan yang bersih dan sehat, mangrove juga berperan penting dalam melindungi ekosistem pesisir, mencegah abrasi, dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa depan.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tantangan krisis lingkungan yang semakin kompleks harus direspons dengan memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian alam dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menekankan pentingnya pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial.

“Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak muda, generasi bangsa, dan generasi emas 2045 yang memiliki ilmu pengetahuan, kecerdasan ekologis, dan tanggung jawab sosial,” katanya.

Rudy menambahkan, sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, kesadaran merawat alam perlu ditanamkan sejak usia sekolah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai sekolah merupakan ruang strategis untuk membangun karakter sekaligus menumbuhkan kebiasaan positif yang berkelanjutan.

“Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sekolah perlu menjadi tempat yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap alam melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menanam tanaman, bekerja sama, dan merawat lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut Hetifah, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang menghubungkan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui Gerakan Sekolah ASRI, Kemendikdasmen mendorong sekolah menjadi pusat pembiasaan perilaku hidup bersih, sehat, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi. Program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan sekaligus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat strategi perlindungan anak di era digital dengan memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan siber atau cyberbullying yang mengancam keselamatan dan kesehatan mental peserta didik.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, perlindungan terhadap anak kini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Pesatnya perkembangan teknologi membuat ruang digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak, sehingga perlu mendapat perhatian yang sama.

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman, karena memang banyak sekali perundungan terjadi. Tidak hanya perundungan fisik tapi juga perundungan yang dilakukan melalui media digital atau cyberbullying,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen tersebut, Kemendikdasmen telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Regulasi ini menjadi acuan bagi seluruh satuan pendidikan dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perundungan, termasuk yang terjadi di dunia maya.

Salah satu poin penting dalam aturan tersebut adalah pembatasan penggunaan gawai bagi murid berusia di bawah 16 tahun. Kebijakan itu diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu screen time atau pengaturan durasi penggunaan layar, screen zone atau penentuan lokasi penggunaan gawai, serta screen break yang mengatur waktu istirahat dari perangkat digital.

Kemendikdasmen berharap pengaturan tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko anak menjadi korban maupun pelaku perundungan siber

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, keluarga, masyarakat, hingga media memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Abdul Mu’ti mengibaratkan proses mendidik anak membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan karakter yang dibangun di sekolah dan di rumah tidak akan berjalan optimal apabila lingkungan sekitar justru memberikan pengaruh negatif.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya komunikasi yang erat antara orang tua dan anak di tengah derasnya arus teknologi digital.

Menurut Emil, banyak anak terpapar pengaruh negatif karena komunikasi di dalam keluarga tidak terjalin dengan baik.

“Ternyata komunikasi antara anak dengan orang tua tidak terjadi. Maka benteng ini tidak berjalan di rumah. Ya, mungkin karena sudah sibuk sendiri-sendiri sehingga akhirnya tidak cerita, anak tidak merasa terbuka untuk cerita apa yang dialami dalam kesehariannya,” kata Emil.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen bersama berbagai organisasi masyarakat menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Pemerintah berharap sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media sosial dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan di ruang digital.

Continue Reading

News

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah menegaskan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) murni karena alasan pribadi dan tidak terkait kondisi kesehatan.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk menjawab berbagai spekulasi yang muncul setelah Perry mengajukan pengunduran diri.

“Karena alasan pribadinya dan tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, surat yang disampaikan Perry kepada Presiden Prabowo Subianto hanya berisi permohonan pengunduran diri tanpa menjelaskan alasan secara rinci. Ia juga membantah isu yang mengaitkan keputusan tersebut dengan kondisi kesehatan Perry.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, pemerintah akan memproses pemberhentian Perry secara hormat melalui Keputusan Presiden (Keppres) sesuai ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.

Selama proses penetapan gubernur definitif, posisi Gubernur BI akan dijalankan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, sebagai Pejabat Sementara sesuai amanat Undang-Undang Bank Indonesia.

Pemerintah memastikan koordinasi antara Bank Indonesia dan pemerintah tetap berjalan untuk menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta perekonomian nasional selama masa transisi kepemimpinan bank sentral.

Continue Reading

News

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

N Ayu Ashari

Published

on

Bogor [Monitorday] – Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan seluruh persiapan Stadion Pakansari, Cibinong, telah rampung menjelang laga Piala AFF 2026. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan kesiapan venue telah mencapai 100 persen, baik dari sisi lapangan maupun infrastruktur penunjang.

Rudy Susmanto menyampaikan kepastian tersebut saat meninjau persiapan terakhir di kawasan Stadion Pakansari, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, seluruh fasilitas utama telah siap digunakan dan kini hanya menyisakan proses pembersihan area stadion.

“Persiapan untuk lapangan sudah 100 persen, infrastruktur di luar juga sudah 100 persen, tinggal hari ini melakukan pembersihan,” kata Rudy.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut dengan antusias penunjukan Stadion Pakansari sebagai salah satu venue penyelenggaraan Piala AFF 2026.

“Kami menyambut baik, diberikan kepercayaan, diberikan kehormatan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu venue tuan rumah Piala AFF,” ungkapnya.

Rudy menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa waktu terakhir. Pada hari terakhir sebelum pertandingan, Pemkab Bogor bersama organisasi perangkat daerah (OPD), berbagai organisasi, serta masyarakat menggelar kegiatan kerja bakti sebagai bagian dari penyempurnaan kesiapan.

Menurutnya, pembersihan difokuskan di sepanjang jalur dari Exit Tol Sentul Sirkuit hingga kawasan Stadion Pakansari agar memberikan kesan terbaik bagi para tamu dan peserta turnamen.

“Ini bukan hanya membawa wajah Bogor, tapi membawa wajah Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh OPD, seluruh organisasi melakukan pembersihan lingkungan, khususnya dari mulai Exit Tol Sentul Sirkuit hingga Stadion Pakansari,” tuturnya.

Selain memastikan kesiapan stadion, Rudy juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pertandingan pembuka Piala AFF 2026 sekaligus memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

” Tentunya perhelatan kick off pertama Piala AFF kita doakan bersama dan dukung bersama Garuda-garuda muda,” ujarnya.

Continue Reading

News

Jangkar Hidup Dony Oskaria

Temukan inspirasi dari perjalanan luar biasa Dony Oskaria, dari masa kecil di desa tanpa listrik hingga menjadi petinggi korporasi. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang kesuksesan.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Cerita kecil Dony Oskaria menarik untuk diulik dari sudut yang paling sunyi: sebuah nagari tanpa listrik di kaki Gunung Marapi. Namanya Tanjung Alam. Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Disanalah, puluhan tahun lalu, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kegelapan malam, tanpa pernah tahu bahwa kelak namanya akan tertulis di lembaran penting negara.

Bayangkan anak zaman sekarang. Umur enam tahun sudah pusing les ini-itu. Dony tidak. Umur delapan tahun dia baru bisa mengendus bau bangku sekolah dasar. Kenapa terlambat? Bukan karena malas. Bukan pula karena orang tuanya tidak peduli.

Ini soal tradisi fisik yang kaku. Zaman itu, syarat masuk SD di kampungnya unik: tangan kanan harus dilingkarkan di atas kepala. Kalau ujung jari bisa menyentuh telinga kiri, barulah dianggap cukup umur. Tubuh Dony kecil rupanya kurang tinggi. Jari-jarinya belum sampai. Maka, dia harus rela menunggu satu tahun lagi di ladang, bermain dengan tanah dan sepi.

Tapi otak Dony tidak bisa menunggu. Begitu masuk sekolah, ledakan kecerdasannya tak tertahankan. Dia selalu juara satu. Saban tahun. Otak anak kampung tanpa listrik ini ternyata secerah lampu petromaks.

Merantau

Orang tuanya—yang hidup pas-pasan dari kerja serabutan—terperangah. Mereka sadar, anak ini punya “sesuatu”. Sesuatu yang tidak boleh mati di dalam gelapnya malam Tanjung Alam. Maka, lahirlah sebuah keputusan besar yang sangat khas orang Minang: mendidik anak dengan melepasnya. Merantau.

Umur Dony baru kelas 5 SD ketika harus mengemas baju. Meninggalkan dekapan ibu. Pindah ke Kota Padang demi sekolah yang lebih baik. Tidak berhenti di sana. Lulus SD, dia kembali “dibuang” lebih jauh. Ke Jakarta. Kota yang kejam bagi yang tidak punya uang.

Di Jakarta, rumah mereka bukan paviliun mentereng. Orang tuanya menyewa sebuah garasi mobil di kawasan Ciledug. Ya, garasi. Di sanalah Dony tidur, belajar, dan merajut mimpi. Di tempat mobil biasanya diparkir, masa depan seorang Chief Operating Officer [COO] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [Danantara] ini justru sedang disetir.

Orang tuanya tidak bisa mewariskan sepeser pun saham. Mereka tidak punya tanah untuk dibagi. Namun, mereka menanamkan satu doktrin yang membakar dada Dony: “Kita ini orang miskin. Kita tidak punya warisan harta. Maka, sekolah adalah satu-satunya senjata kita untuk mengubah nasib.”

Pendidikan di mata orang tua Dony bukan sekadar angka di rapor. Pendidikan adalah harga diri. Pendidikan adalah martabat untuk keluar dari kubangan kemiskinan.

Didikan keras dan mandiri inilah yang membentuk mental “badak” dalam diri Dony. Ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, uang kiriman tentu saja cekak. Di sinilah mental garasi Ciledug-nya keluar. Dony tidak gengsi. Dia butuh uang untuk bertahan hidup dan kuliah.

Maka, apa saja dikerjakan. Dony pernah menjadi buruh kasar yang memanjat jembatan tol malam-malam. Tugasnya? Memasang baliho iklan. Angin kencang dan taruhan nyawa di atas jalan tol adalah menu hariannya. Dia juga mengambil sif sebagai petugas call center, melayani keluhan orang lewat telepon dengan suara yang harus selalu ramah, meski perut mungkin sedang keroncongan.

Anak yang dulu telat masuk SD karena tangan tidak sampai ke telinga, kini tangannya sudah mampu meraih apa saja. Mental kerja keras itu membawanya bertemu dengan jajaran mentor papan atas, termasuk si “Anak Singkong” Chairul Tanjung. Dari petugas pelayanan pelanggan, Dony melesat menjadi CEO di berbagai perusahaan raksasa CT Corp, hingga akhirnya dipercaya mengurus korporasi negara.

Kisah masa kecil Dony adalah monumen pengingat. Bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah vonis mati bagi masa depan. Gelapnya kampung tanpa listrik justru membuat mata batinnya lebih awas melihat peluang.

Pola didik orang tuanya membuktikan satu hal: anak yang terlalu dimanja di dalam kamar ber-AC belum tentu sekuat anak yang ditempa di dalam garasi.

Kini, anak kampung itu sudah duduk di kursi terhormat kementerian. Tapi saya yakin, di dalam kepala Dony yang sekarang penuh dengan angka-angka triliunan rupiah, memori tentang dinginnya angin jembatan tol dan gelapnya Tanjung Alam tidak akan pernah hilang. Itulah jangkar hidupnya.

Eagle Parenting

Kisah masa kecil Dony Oskaria mematahkan mitos bahwa modal utama mendidik anak sukses adalah uang. Lahir di pelosok Tanjung Alam, Sumatra Barat, Dony tumbuh di rumah tanpa listrik dari keluarga yang hidup pas-pasan. Namun, orang tuanya memiliki visi yang luar biasa. 

Saat Dony baru kelas 5 SD, mereka mengambil keputusan emosional yang sangat berani: melepas putra mereka merantau sendirian ke Kota Padang, lalu ke Jakarta saat SMP, demi sekolah yang lebih baik.

Langkah berani orang tua Dony ini merupakan penerapan nyata dari “Pola Asuh Anak Elang” (Eagle Parenting). Layaknya induk elang yang sengaja mendorong anaknya keluar dari kenyamanan sarang di tebing tinggi agar mau mengepakkan sayap, mereka melatih Dony berdiri di atas kaki sendiri sejak dini. Melalui life hack ini, menjauhkan anak dari zona nyaman keluarga di waktu yang tepat justru memicu kemandirian ekstrem. Karena harus mengurus hidupnya sendiri sejak kecil, mental Dony terlatih untuk tidak manja, cepat beradaptasi, dan tangguh menghadapi masalah.

Selain itu, mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib. Keterbatasan ekonomi tidak dianggap sebagai nasib sial, melainkan bahan bakar untuk belajar lebih keras. 

Pola asuh anak elang ini membentuk apa yang disebut para ahli sebagai Grit atau daya juang jangka panjang. Daya juang inilah yang terbukti jauh lebih penting daripada nilai IQ tinggi untuk kesuksesan masa depan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah fasilitas yang serba ada, melainkan keberanian untuk melatih mereka terbang mandiri.

Continue Reading

News

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

Danantara meluncurkan strategi terpadu untuk mengembangkan pemimpin BUMN dari internal. Target 2028, talenta terbaik dari dalam mengisi posisi strategis, didukung sistem SDM dan pelatihan komprehensif.

Umar Satiri

Published

on

Jakarta [Monitorday] – Danantara tengah menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin BUMN dari internal perusahaan. Melalui langkah ini, seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN diharapkan diisi oleh talenta yang dibina secara berkelanjutan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan agar pada 2028 dan seterusnya, posisi direktur hingga CEO di BUMN berasal dari talenta yang tumbuh di dalam ekosistem perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara mulai menerapkan Single Grading System dan Job Value. Kedua sistem ini dirancang untuk menyelaraskan penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan BUMN.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai acuan dalam proses penempatan talenta. Dengan sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga praktik penempatan yang didasarkan pada preferensi tertentu dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University sebagai pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Program ini akan membekali para peserta dengan standar kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan nonteknis (soft skills) yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa mendatang.

Melalui penguatan sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis BUMN ke depan dapat diisi oleh talenta yang berkembang dari dalam organisasi.

Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO. Menurutnya, proses pengembangan SDM harus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menilai keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, menjadi faktor penting agar perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony.

Continue Reading

News

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

Persaingan industri kecerdasan buatan semakin memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem GPT-5.6 yang disusul oleh perilisan Grok 4.5 oleh xAI.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Persaingan industri kecerdasan buatan global kembali memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem terbaru mereka. Perilisan versi GPT-5.6 ini hadir dengan membawa berbagai varian khusus yang dirancang untuk mempertajam penalaran bidang sains dan teknologi. Kehadiran model mutakhir tersebut langsung menarik perhatian para pengembang perangkat lunak serta pelaku industri teknologi di seluruh dunia.

Hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman tersebut, xAI turut merilis sistem tandingan bernama Grok 4.5. Model terbaru buatan perusahaan besutan Elon Musk ini dioptimalkan secara khusus untuk memaksimalkan kecepatan pemrosesan data real-time. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam menangani berbagai tugas berbasis volume tinggi.

Perilisan serentak dari dua raksasa teknologi ini menandai babak baru eskalasi inovasi model frontier di kancah global. Para pengamat industri menilai bahwa adu cepat kapabilitas kecerdasan buatan akan semakin mendominasi paruh kedua tahun ini. Konsumen dan korporasi kini memiliki lebih banyak opsi sistem cerdas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan komputasi masing-masing.

Continue Reading

News

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

Iran dan Oman membahas mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Upaya diplomatik ini bertujuan menjaga stabilitas jalur perdagangan energi vital global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengklaim telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman terkait mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan sejumlah pertemuan digelar di Teheran pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026) yang mempertemukan delegasi kedua negara.

“Kedua pihak bertukar pandangan tentang prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional untuk jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Minggu (26/7/2026).

Menurut Baqaei, delegasi Oman telah meninggalkan Teheran pada Sabtu malam setelah menjalani pembicaraan yang disebut berlangsung produktif. Meski demikian, konsultasi di tingkat teknis maupun politik antara kedua negara masih terus berlanjut.

Iran juga menegaskan tidak ada perubahan terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz, meski kawasan tersebut tetap menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan sejak meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jalur laut yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk itu sempat dibayangi ancaman terhadap kebebasan navigasi menyusul konflik yang pecah awal tahun ini.

Pada Juni lalu, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata melalui mediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik. Namun, kesepakatan itu kembali goyah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli menyusul eskalasi militer terbaru.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat terus mendesak Iran menghentikan ancaman terhadap kapal dagang dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menegaskan pengaturan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut harus berada di bawah mekanisme yang dikelolanya sesuai wilayah pantainya.

Pembicaraan antara Iran dan Oman dipandang sebagai salah satu upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.

Continue Reading

News

Prabowo Ingatkan Perang Siber, Perwira TNI-Polri Diminta Kuasai AI

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan perubahan ancaman global yang kini merambah perang siber dan informasi, sekaligus meminta perwira muda TNI-Polri menguasai AI dan teknologi modern.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi baru perwira TNI dan Polri bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak lagi hanya berbentuk serangan militer konvensional. Perang siber, perang informasi, kejahatan lintas negara hingga berbagai upaya melemahkan suatu negara dari dalam menjadi tantangan yang harus diantisipasi aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Prabowo mengatakan dunia berubah dengan sangat cepat dan persaingan antarnegara semakin ketat. Perubahan tersebut membuat bentuk ancaman semakin kompleks, sehingga kemampuan mempertahankan negara tidak dapat lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik dan persenjataan. Perwira TNI-Polri dituntut memahami perubahan teknologi sekaligus pola ancaman baru yang berkembang di ruang digital.

Di hadapan para perwira muda, Prabowo secara khusus meminta mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sistem siber, teknologi nirawak, serta bahasa asing. Kemampuan tersebut dinilai penting karena generasi perwira yang dilantik akan berada di garis depan dalam menghadapi tantangan keamanan Indonesia pada masa mendatang.

Arahan tersebut disampaikan kepada 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira 2026. Mereka terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.

Penekanan terhadap penguasaan teknologi menunjukkan tantangan pertahanan dan keamanan semakin bergeser menuju ruang yang lebih luas. Selain perang siber, Prabowo menyinggung perang informasi, narkotika, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara sebagai bagian dari ancaman modern yang harus diwaspadai.

Karena itu, kemampuan menggunakan AI dan sistem siber tidak hanya relevan bagi pengembangan teknologi pertahanan. Kompetensi tersebut juga semakin penting untuk membaca ancaman, mengolah informasi, mengamankan sistem digital, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam situasi yang bergerak cepat. Pesan Prabowo menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari kesiapan pertahanan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi.

Prabowo juga mengingatkan para perwira bahwa setelah dilantik mereka memikul tanggung jawab yang lebih besar kepada bangsa dan negara. Mereka diminta mengabdi kepada rakyat serta menjaga kepentingan nasional, bukan semata-mata mengejar kepentingan pribadi maupun jabatan.

Arahan mengenai AI, teknologi nirawak, sistem siber dan bahasa asing memperlihatkan tuntutan baru terhadap profil aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, perwira masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan kemiliteran, tetapi juga literasi teknologi yang kuat untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan lintas batas.

Continue Reading

News

Iran Ngebut Bangun Kembali Fasilitas Militer Saat Perang Bikin Israel Kaget

Laporan terbaru dan citra satelit menunjukkan Iran dengan cepat membangun kembali fasilitas militer yang rusak, termasuk pangkalan rudal dan fasilitas produksi senjata. Kecepatan ini mengejutkan Israel dan memicu analisis mendalam mengenai kapasitas pertahanan Teheran.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran bergerak cepat membangun kembali sejumlah fasilitas militer yang rusak akibat perang. Rekonstruksi pangkalan rudal bawah tanah, pelabuhan, hingga fasilitas produksi senjata yang terekam citra satelit memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Israel.

Laporan The Wall Street Journal menyebut laju pemulihan infrastruktur militer Iran menjadi perhatian serius karena dinilai menunjukkan kemampuan Teheran memulihkan kekuatan pertahanannya dalam waktu singkat.

Dikutip dari Middle East Monitor, citra satelit di wilayah barat Iran memperlihatkan pintu masuk terowongan dan jalur akses menuju pangkalan rudal yang sebelumnya rusak pada Maret lalu telah kembali dibangun hanya dalam hitungan pekan. Jalan baru juga terlihat sudah diaspal untuk mendukung akses menuju fasilitas tersebut.

Citra satelit lain pada awal Juli menunjukkan aktivitas rekonstruksi di galangan kapal yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Pelabuhan Bandar Anzali, Laut Kaspia.

Sementara itu, gambar terpisah memperlihatkan pembangunan kembali sebagian kompleks Industri Raja Shimi di dekat Teheran, fasilitas yang diyakini memproduksi komponen rudal. Sejumlah bangunan baru juga terlihat berdiri di kawasan tersebut.

Mantan Komandan Pertahanan Udara dan Rudal Israel, Ran Kochav, menilai kecepatan pemulihan itu menunjukkan Iran masih memiliki kapasitas industri yang kuat untuk membangun kembali infrastruktur militer sekaligus mengisi ulang persediaan rudalnya.

“Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan,” kata Kochav.

Senada, analis senior Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, mengatakan anggapan bahwa stok rudal Iran telah menipis terbukti keliru.

“Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah,” ujarnya.

Seorang pejabat militer Israel juga mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk memulihkan sebagian besar fasilitas militernya, termasuk lini produksi rudal.

Menurutnya, banyak serangan sebelumnya hanya merusak pintu masuk pangkalan rudal bawah tanah tanpa menghancurkan fasilitas utama di dalamnya. Kondisi tersebut memungkinkan Iran kembali mengakses persenjataan yang tersimpan dan mengoperasikan kembali jaringan terowongan.

Peneliti King’s College London, Jim Lamson, memperkirakan sejumlah fasilitas produksi komponen rudal memang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya. Namun, ia menilai Iran kemungkinan masih memiliki stok komponen yang disimpan di fasilitas bawah tanah sehingga mampu merakit ratusan rudal dan drone baru dalam waktu relatif singkat.

Temuan citra satelit tersebut memperkuat penilaian bahwa kemampuan industri pertahanan Iran masih menjadi faktor strategis yang patut diperhitungkan, meski negara itu sempat menjadi sasaran serangan terhadap sejumlah fasilitas militernya.

Continue Reading

News

Wamen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi…

Wamen Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa revitalisasi sekolah berorientasi pada pengembangan karakter, bukan sekadar infrastruktur. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan program Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan sekadar membangun ruang kelas atau melengkapi fasilitas sekolah. Pemerintah ingin memastikan setiap satuan pendidikan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian sosial.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan Laboratorium IPA, Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Fajar, revitalisasi infrastruktur pendidikan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia, baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, maupun satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya adalah masyarakat, sebagai laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi,” ujar Fajar.

Ia menekankan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk peserta didik yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Dukungan pemerintah tersebut disambut positif Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Hairus Salim H.S. Menurutnya, laboratorium baru akan memperkuat pembelajaran sains dan teknologi bagi santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menegaskan pesantrennya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.

“Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang beriman sekaligus berwawasan luas,” kata Hairus.

Usai meresmikan fasilitas di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Fajar melanjutkan kunjungan dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan secara bijak agar tidak memicu kecanduan maupun berdampak pada kesehatan mental.

Fajar menyebut Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya belajar yang lebih sehat.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Melalui revitalisasi fasilitas pendidikan yang dibarengi penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, Kemendikdasmen berharap kualitas pendidikan nasional terus meningkat sekaligus melahirkan generasi yang siap menjadi agen perubahan bagi Indonesia.

Continue Reading
LakeyBanget16 menit ago

The Odyssey Raup Cuan Rp11,5 Triliun, Rekor Baru Christopher Nolan

News51 menit ago

Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak

News7 jam ago

Bukan Alasan Kesehatan Perry Warjiyo Mundur dari BI, Ini Kata lstana

News9 jam ago

Bupati Bogor Pastikan Stadion Pakansari Siap Gelar Piala AFF 2026

LakeyBanget10 jam ago

JFC 2026 Tampil Spektakuler, Angkat Isu Lingkungan dan Budaya ke Panggung Dunia

LakeyBanget14 jam ago

STY Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026

LakeyBanget15 jam ago

King Kazu Bikin Gol di Usia 59, Akhiri Puasa Hampir Empat Tahun

LakeyBanget15 jam ago

Vietnam Sabet Gelar Juara SEA V Cup 2026

News16 jam ago

Jangkar Hidup Dony Oskaria

News17 jam ago

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

News18 jam ago

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

LakeyBanget1 hari ago

Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Jadi Isen Mulang FC

LakeyBanget1 hari ago

LeBron James Sempat Bimbang Sebelum Pilih 76ers

News1 hari ago

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

LakeyBanget1 hari ago

Mitsubishi Siap Produksi Massal Robot Humanoid AI

LakeyBanget1 hari ago

Katseye Gandeng Ed Sheeran dan Demi Moore di Single Baru “Animal”

News1 hari ago

Prabowo Ingatkan Perang Siber, Perwira TNI-Polri Diminta Kuasai AI

LakeyBanget1 hari ago

Mendagri: Piala Presiden 2026 Jadi Hiburan hingga Dongkrak Ekonomi

LakeyBanget1 hari ago

Alasan Bos Aprilia Sebut Marquez Kandidat Kuat Juara MotoGP 2026

News1 hari ago

Iran Ngebut Bangun Kembali Fasilitas Militer Saat Perang Bikin Israel Kaget