Connect with us

News

Bocah Cengeng dari Lereng Seng

Kisah inspiratif Cristiano Ronaldo dimulai dari masa kecil yang penuh perjuangan. Pelajari bagaimana tantangan hidup dan sistem asrama membentuk disiplinnya yang tak tergoyahkan.

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – CERITA KECIL tentang manusia paling populer di bumi ini selalu menarik untuk dibongkar kembali. Kita semua tahu siapa Cristiano Ronaldo, seorang megabintang sepak bola dengan tubuh modern.

Namun, tak banyak yang paham bahwa kurikulum pendidikan terbaik yang diterimanya justru berasal dari sebuah wilayah kumuh yang miring di lereng bukit Funchal, kepulauan Maderia. 

Di sanalah bocah kurus berambut keriting itu menghabiskan masa kecilnya denga sebuah bola plastik usang yang hampir tidak pernah lepas dari kakinya.

Pendidikan formal Ronaldo sebenarnya sangat berantakan dan penuh dengan catatan merah yang buram. Dia tercatat hanya mampu menyelesaikan sekolah hingga tingkat kelas enam Sekolah Dasar saja sebelum akhirnya menyerah total pada ruang kelas. 

Ronaldo kecil menganggap dinding kelas sebagai penjara yang mempersempit ruang geraknya yang selalu meluap-luap. Nilai-nilainya hancur bukan karena dia bodoh, melainkan karena seluruh konsentrasi dan jiwanya sudah tertinggal di jalanan beraspal kasar luar sekolah. 

Dia sering kedapatan membolos hanya demi menendang bola bersama anak-anak yang usianya jauh lebih tua.

Puncak dari kegagalan pendidikan formalnya terjadi pada usia empat belas tahun yang sangat dramatis. Ronaldo terlibat konfrontasi hebat dengan salah satu guru di sekolah barunya setelah dia memutuskan merantau ke kota Lisbon. Sang guru mengejek aksen daerah Madeiranya yang kental dan meremehkan impian besarnya untuk menjadi pemain sepak bola profesional kelas dunia. 

Merasa harga dirinya diinjak-injak, Ronaldo muda spontan mengangkat sebuah kursi kayu lalu melemparkannya tepat ke arah guru tersebut. Insiden besar itu membuatnya langsung dikeluarkan secara permanen dari sekolah hari itu juga tanpa ada kesempatan kedua.

Kejadian pengusiran itu justru menjadi berkah terselubung yang mengubah seluruh garis takdir hidupnya ke depan. Dolores Aveiro, sang ibu yang berprofesi sebagai juru masak, mengambil keputusan yang sangat berani dan tidak biasa bagi orang tua pada umumnya. Bukannya memukuli atau menghukum sang anak, Dolores justru memberikan restu penuh kepada Ronaldo untuk berhenti sekolah secara total. 

Sang ibu sadar betul bahwa bakat terbesar anaknya bukan berada di atas meja kertas, melainkan di atas lapangan hijau. Sejak detik itulah, petualangan pendidikan karakter Ronaldo yang sesungguhnya dimulai tanpa melibatkan buku pelajaran satu lembar pun.

Lalu, dari mana Ronaldo mendapatkan tingkat kedisiplinan besi yang membuatnya bertahan di puncak dunia hingga usia senja? Jawabannya adalah kombinasi antara trauma kemiskinan akut dan ekosistem asrama akademi Sporting Lisbon yang sangat militeristik. 

Di usia yang baru menginjak dua belas tahun, Ronaldo sudah harus belajar hidup mandiri terpisah ribuan kilometer dari pelukan hangat keluarganya. Dia tinggal di sebuah kamar asrama sempit bersama anak-anak berbakat lain dari seluruh penjuru Portugal. Kehidupan di asrama Sporting Lisbon memaksa Ronaldo kecil untuk mendidik dirinya sendiri dengan jadwal yang luar biasa ketat.

Di asrama itu, aturan adalah panglima tertinggi yang tidak bisa ditawar oleh siapa pun. Ronaldo wajib bangun subuh, membersihkan kamarnya sendiri, mencuci pakaian larinya, dan datang ke lapangan latihan tepat waktu sebelum peluit pelatih berbunyi. Jika ada pemain yang terlambat satu menit saja, hukumannya adalah membersihkan tempat sampah atau tidak diberi jatah makan malam. 

Ronaldo yang memiliki sifat dasar egois dan manja perlahan-lahan terkikis oleh sistem pendidikan asrama yang sangat disiplin ini. Dia menyerap semua aturan itu bukan sebagai beban, melainkan sebagai satu-satunya senjata untuk bertahan hidup.

Faktor pemicu kedisiplinan ekstremnya yang lain adalah memori kolektif tentang penderitaan masa kecilnya di rumah seng Madeira. Ayahnya adalah seorang mantan tentara yang mengalami trauma perang hebat lalu beralih menjadi pecandu alkohol berat hingga akhir hayatnya. 

Ronaldo kecil tumbuh dengan melihat ibunya pergi bekerja sebelum matahari terbit demi membelikan dirinya sepasang sepatu bola murah yang jahitannya sering terlepas. Pengalaman pahit melihat perut keluarganya kelaparan menciptakan sebuah ketakutan psikologis yang luar biasa besar di dalam kepala Ronaldo. Ketakutan kembali menjadi miskin itulah yang kemudian bertransformasi menjadi bahan bakar motivasi utama yang tidak pernah habis.

Setiap malam ketika lampu asrama sudah dipadamkan oleh penjaga, Ronaldo justru memulai sesi pendidikan mandirinya secara sembunyi-sembunyi. Dia sering menyelinap masuk ke dalam ruang kebugaran yang gelap gulita hanya untuk melatih otot kakinya menggunakan beban tambahan. 

Para pelatih akademi bahkan berkali-kali harus mengunci pintu ruang latihan menggunakan gembok besi besar agar Ronaldo mau pergi tidur. Namun dasar keras kepala, anak itu selalu menemukan celah untuk tetap berlatih menggunakan ember air sebagai beban pengganti. Pola pikir “deliberate practice” atau latihan yang disengaja ini sudah terbentuk sempurna bahkan sebelum dia mengenal apa itu taktik sepak bola modern.

Dari kisah hidup Ronaldo, kita bisa melihat sebuah antitesis dari sistem pendidikan konvensional yang sering kali kaku. Sekolah formal mungkin telah mendepak dirinya karena dianggap sebagai anak nakal yang tidak memiliki masa depan cerah. Namun, universitas kehidupan jalanan dan kerasnya asrama olahraga telah meluluskannya dengan predikat terbaik dalam hal kekuatan mental. 

Dia membuktikan bahwa disiplin tidak melulu lahir dari bangku kuliah yang nyaman dengan pendingin ruangan yang sejuk. Kedisiplinan sejati sering kali justru lahir dari rahim penderitaan, air mata frustrasi, dan tekad bulat untuk merobek peta kemiskinan keluarga.

Kini, anak nakal yang gemar melempar kursi itu telah menjelma menjadi salah satu ikon global terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Warisan terbesar dari seorang Cristiano Ronaldo bukanlah deretan trofi emas atau jumlah kekayaannya yang melimpah ruah di bank. 

Warisan utamanya adalah sebuah pembuktian ilmiah bahwa kerja keras yang dikombinasikan dengan obsesi sehat mampu mengalahkan bakat alami apa pun di dunia. Semua itu berakar dari kurikulum kehidupan masa kecilnya yang keras, sebuah pendidikan tanpa ijazah kertas namun menghasilkan mentalitas manusia baja.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Jangkar Hidup Dony Oskaria

Umar Satiri

Published

on

Monitorday.com – Cerita kecil Dony Oskaria menarik untuk diulik dari sudut yang paling sunyi: sebuah nagari tanpa listrik di kaki Gunung Marapi. Namanya Tanjung Alam. Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Disanalah, puluhan tahun lalu, seorang anak laki-laki tumbuh dalam kegelapan malam, tanpa pernah tahu bahwa kelak namanya akan tertulis di lembaran penting negara.

Bayangkan anak zaman sekarang. Umur enam tahun sudah pusing les ini-itu. Dony tidak. Umur delapan tahun dia baru bisa mengendus bau bangku sekolah dasar. Kenapa terlambat? Bukan karena malas. Bukan pula karena orang tuanya tidak peduli.

Ini soal tradisi fisik yang kaku. Zaman itu, syarat masuk SD di kampungnya unik: tangan kanan harus dilingkarkan di atas kepala. Kalau ujung jari bisa menyentuh telinga kiri, barulah dianggap cukup umur. Tubuh Dony kecil rupanya kurang tinggi. Jari-jarinya belum sampai. Maka, dia harus rela menunggu satu tahun lagi di ladang, bermain dengan tanah dan sepi.

Tapi otak Dony tidak bisa menunggu. Begitu masuk sekolah, ledakan kecerdasannya tak tertahankan. Dia selalu juara satu. Saban tahun. Otak anak kampung tanpa listrik ini ternyata secerah lampu petromaks.

Merantau

Orang tuanya—yang hidup pas-pasan dari kerja serabutan—terperangah. Mereka sadar, anak ini punya “sesuatu”. Sesuatu yang tidak boleh mati di dalam gelapnya malam Tanjung Alam. Maka, lahirlah sebuah keputusan besar yang sangat khas orang Minang: mendidik anak dengan melepasnya. Merantau.

Umur Dony baru kelas 5 SD ketika harus mengemas baju. Meninggalkan dekapan ibu. Pindah ke Kota Padang demi sekolah yang lebih baik. Tidak berhenti di sana. Lulus SD, dia kembali “dibuang” lebih jauh. Ke Jakarta. Kota yang kejam bagi yang tidak punya uang.

Di Jakarta, rumah mereka bukan paviliun mentereng. Orang tuanya menyewa sebuah garasi mobil di kawasan Ciledug. Ya, garasi. Di sanalah Dony tidur, belajar, dan merajut mimpi. Di tempat mobil biasanya diparkir, masa depan seorang Chief Operating Officer [COO] Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara [Danantara] ini justru sedang disetir.

Orang tuanya tidak bisa mewariskan sepeser pun saham. Mereka tidak punya tanah untuk dibagi. Namun, mereka menanamkan satu doktrin yang membakar dada Dony: “Kita ini orang miskin. Kita tidak punya warisan harta. Maka, sekolah adalah satu-satunya senjata kita untuk mengubah nasib.”

Pendidikan di mata orang tua Dony bukan sekadar angka di rapor. Pendidikan adalah harga diri. Pendidikan adalah martabat untuk keluar dari kubangan kemiskinan.

Didikan keras dan mandiri inilah yang membentuk mental “badak” dalam diri Dony. Ketika kuliah di Universitas Padjadjaran, uang kiriman tentu saja cekak. Di sinilah mental garasi Ciledug-nya keluar. Dony tidak gengsi. Dia butuh uang untuk bertahan hidup dan kuliah.

Maka, apa saja dikerjakan. Dony pernah menjadi buruh kasar yang memanjat jembatan tol malam-malam. Tugasnya? Memasang baliho iklan. Angin kencang dan taruhan nyawa di atas jalan tol adalah menu hariannya. Dia juga mengambil sif sebagai petugas call center, melayani keluhan orang lewat telepon dengan suara yang harus selalu ramah, meski perut mungkin sedang keroncongan.

Anak yang dulu telat masuk SD karena tangan tidak sampai ke telinga, kini tangannya sudah mampu meraih apa saja. Mental kerja keras itu membawanya bertemu dengan jajaran mentor papan atas, termasuk si “Anak Singkong” Chairul Tanjung. Dari petugas pelayanan pelanggan, Dony melesat menjadi CEO di berbagai perusahaan raksasa CT Corp, hingga akhirnya dipercaya mengurus korporasi negara.

Kisah masa kecil Dony adalah monumen pengingat. Bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah vonis mati bagi masa depan. Gelapnya kampung tanpa listrik justru membuat mata batinnya lebih awas melihat peluang.

Pola didik orang tuanya membuktikan satu hal: anak yang terlalu dimanja di dalam kamar ber-AC belum tentu sekuat anak yang ditempa di dalam garasi.

Kini, anak kampung itu sudah duduk di kursi terhormat kementerian. Tapi saya yakin, di dalam kepala Dony yang sekarang penuh dengan angka-angka triliunan rupiah, memori tentang dinginnya angin jembatan tol dan gelapnya Tanjung Alam tidak akan pernah hilang. Itulah jangkar hidupnya.

Eagle Parenting

Kisah masa kecil Dony Oskaria mematahkan mitos bahwa modal utama mendidik anak sukses adalah uang. Lahir di pelosok Tanjung Alam, Sumatra Barat, Dony tumbuh di rumah tanpa listrik dari keluarga yang hidup pas-pasan. Namun, orang tuanya memiliki visi yang luar biasa. 

Saat Dony baru kelas 5 SD, mereka mengambil keputusan emosional yang sangat berani: melepas putra mereka merantau sendirian ke Kota Padang, lalu ke Jakarta saat SMP, demi sekolah yang lebih baik.

Langkah berani orang tua Dony ini merupakan penerapan nyata dari “Pola Asuh Anak Elang” (Eagle Parenting). Layaknya induk elang yang sengaja mendorong anaknya keluar dari kenyamanan sarang di tebing tinggi agar mau mengepakkan sayap, mereka melatih Dony berdiri di atas kaki sendiri sejak dini. Melalui life hack ini, menjauhkan anak dari zona nyaman keluarga di waktu yang tepat justru memicu kemandirian ekstrem. Karena harus mengurus hidupnya sendiri sejak kecil, mental Dony terlatih untuk tidak manja, cepat beradaptasi, dan tangguh menghadapi masalah.

Selain itu, mereka selalu menanamkan keyakinan bahwa hanya pendidikan yang bisa mengubah nasib. Keterbatasan ekonomi tidak dianggap sebagai nasib sial, melainkan bahan bakar untuk belajar lebih keras. 

Pola asuh anak elang ini membentuk apa yang disebut para ahli sebagai Grit atau daya juang jangka panjang. Daya juang inilah yang terbukti jauh lebih penting daripada nilai IQ tinggi untuk kesuksesan masa depan. Kisah ini mengajarkan kita bahwa hadiah terbaik untuk anak bukanlah fasilitas yang serba ada, melainkan keberanian untuk melatih mereka terbang mandiri.

Continue Reading

News

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

Umar Satiri

Published

on

Jakarta [Monitorday] – Danantara tengah menyiapkan sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi untuk mencetak pemimpin BUMN dari internal perusahaan. Melalui langkah ini, seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN diharapkan diisi oleh talenta yang dibina secara berkelanjutan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut mulai diwujudkan agar pada 2028 dan seterusnya, posisi direktur hingga CEO di BUMN berasal dari talenta yang tumbuh di dalam ekosistem perusahaan.

“Saya berharap nanti 2028 ke atas, itu seluruh direktur, CEO, dan lain sebagainya, itu adalah orang yang tumbuh dari dalam perusahaan. Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan,” kata Dony, yang juga menjabat Kepala BP BUMN, dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.

Untuk mewujudkan target tersebut, Danantara mulai menerapkan Single Grading System dan Job Value. Kedua sistem ini dirancang untuk menyelaraskan penilaian dan pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan BUMN.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai acuan dalam proses penempatan talenta. Dengan sistem ini, setiap posisi akan diisi berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga praktik penempatan yang didasarkan pada preferensi tertentu dapat diminimalkan.

Di sisi lain, Danantara juga membentuk Danantara Corporate University sebagai pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN. Program ini akan membekali para peserta dengan standar kompetensi, kepemimpinan, serta kemampuan nonteknis (soft skills) yang seragam untuk menyiapkan calon pemimpin perusahaan di masa mendatang.

Melalui penguatan sistem tersebut, Danantara menargetkan seluruh posisi strategis BUMN ke depan dapat diisi oleh talenta yang berkembang dari dalam organisasi.

Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO. Menurutnya, proses pengembangan SDM harus menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

“Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski transformasi telah mendorong peningkatan kinerja sejumlah BUMN, Dony menilai keberhasilan tersebut harus diimbangi dengan pembangunan SDM yang berkelanjutan. Kepemimpinan yang kuat, lanjutnya, menjadi faktor penting agar perusahaan terus bertumbuh dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” kata Dony.

Continue Reading

News

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

Persaingan industri kecerdasan buatan semakin memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem GPT-5.6 yang disusul oleh perilisan Grok 4.5 oleh xAI.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Persaingan industri kecerdasan buatan global kembali memanas setelah OpenAI resmi meluncurkan ekosistem terbaru mereka. Perilisan versi GPT-5.6 ini hadir dengan membawa berbagai varian khusus yang dirancang untuk mempertajam penalaran bidang sains dan teknologi. Kehadiran model mutakhir tersebut langsung menarik perhatian para pengembang perangkat lunak serta pelaku industri teknologi di seluruh dunia.

Hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam setelah pengumuman tersebut, xAI turut merilis sistem tandingan bernama Grok 4.5. Model terbaru buatan perusahaan besutan Elon Musk ini dioptimalkan secara khusus untuk memaksimalkan kecepatan pemrosesan data real-time. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam menangani berbagai tugas berbasis volume tinggi.

Perilisan serentak dari dua raksasa teknologi ini menandai babak baru eskalasi inovasi model frontier di kancah global. Para pengamat industri menilai bahwa adu cepat kapabilitas kecerdasan buatan akan semakin mendominasi paruh kedua tahun ini. Konsumen dan korporasi kini memiliki lebih banyak opsi sistem cerdas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan komputasi masing-masing.

Continue Reading

News

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran mengklaim telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman terkait mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan sejumlah pertemuan digelar di Teheran pada Jumat (24/7/2026) dan Sabtu (25/7/2026) yang mempertemukan delegasi kedua negara.

“Kedua pihak bertukar pandangan tentang prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional untuk jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz,” kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars, Minggu (26/7/2026).

Menurut Baqaei, delegasi Oman telah meninggalkan Teheran pada Sabtu malam setelah menjalani pembicaraan yang disebut berlangsung produktif. Meski demikian, konsultasi di tingkat teknis maupun politik antara kedua negara masih terus berlanjut.

Iran juga menegaskan tidak ada perubahan terhadap arus pelayaran di Selat Hormuz, meski kawasan tersebut tetap menjadi salah satu titik paling sensitif di Timur Tengah.

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan sejak meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Jalur laut yang menjadi pintu keluar utama ekspor minyak dari kawasan Teluk itu sempat dibayangi ancaman terhadap kebebasan navigasi menyusul konflik yang pecah awal tahun ini.

Pada Juni lalu, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata melalui mediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik. Namun, kesepakatan itu kembali goyah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli menyusul eskalasi militer terbaru.

Di tengah situasi tersebut, Amerika Serikat terus mendesak Iran menghentikan ancaman terhadap kapal dagang dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Sebaliknya, Teheran menegaskan pengaturan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut harus berada di bawah mekanisme yang dikelolanya sesuai wilayah pantainya.

Pembicaraan antara Iran dan Oman dipandang sebagai salah satu upaya diplomatik untuk menjaga stabilitas pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur vital bagi perdagangan energi global.

Continue Reading

News

Prabowo Ingatkan Perang Siber, Perwira TNI-Polri Diminta Kuasai AI

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan perubahan ancaman global yang kini merambah perang siber dan informasi, sekaligus meminta perwira muda TNI-Polri menguasai AI dan teknologi modern.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi baru perwira TNI dan Polri bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak lagi hanya berbentuk serangan militer konvensional. Perang siber, perang informasi, kejahatan lintas negara hingga berbagai upaya melemahkan suatu negara dari dalam menjadi tantangan yang harus diantisipasi aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Pesan itu disampaikan Prabowo dalam Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Prabowo mengatakan dunia berubah dengan sangat cepat dan persaingan antarnegara semakin ketat. Perubahan tersebut membuat bentuk ancaman semakin kompleks, sehingga kemampuan mempertahankan negara tidak dapat lagi hanya mengandalkan kekuatan fisik dan persenjataan. Perwira TNI-Polri dituntut memahami perubahan teknologi sekaligus pola ancaman baru yang berkembang di ruang digital.

Di hadapan para perwira muda, Prabowo secara khusus meminta mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sistem siber, teknologi nirawak, serta bahasa asing. Kemampuan tersebut dinilai penting karena generasi perwira yang dilantik akan berada di garis depan dalam menghadapi tantangan keamanan Indonesia pada masa mendatang.

Arahan tersebut disampaikan kepada 1.177 perwira remaja TNI dan Polri yang dilantik dalam Upacara Prasetya Perwira 2026. Mereka terdiri atas 512 perwira TNI Angkatan Darat, 229 perwira TNI Angkatan Laut, 154 perwira TNI Angkatan Udara, dan 282 perwira Polri.

Penekanan terhadap penguasaan teknologi menunjukkan tantangan pertahanan dan keamanan semakin bergeser menuju ruang yang lebih luas. Selain perang siber, Prabowo menyinggung perang informasi, narkotika, penyelundupan, dan kejahatan lintas negara sebagai bagian dari ancaman modern yang harus diwaspadai.

Karena itu, kemampuan menggunakan AI dan sistem siber tidak hanya relevan bagi pengembangan teknologi pertahanan. Kompetensi tersebut juga semakin penting untuk membaca ancaman, mengolah informasi, mengamankan sistem digital, hingga mendukung pengambilan keputusan dalam situasi yang bergerak cepat. Pesan Prabowo menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dari kesiapan pertahanan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi.

Prabowo juga mengingatkan para perwira bahwa setelah dilantik mereka memikul tanggung jawab yang lebih besar kepada bangsa dan negara. Mereka diminta mengabdi kepada rakyat serta menjaga kepentingan nasional, bukan semata-mata mengejar kepentingan pribadi maupun jabatan.

Arahan mengenai AI, teknologi nirawak, sistem siber dan bahasa asing memperlihatkan tuntutan baru terhadap profil aparat pertahanan dan keamanan Indonesia. Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, perwira masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan kemiliteran, tetapi juga literasi teknologi yang kuat untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks dan lintas batas.

Continue Reading

News

Iran Ngebut Bangun Kembali Fasilitas Militer Saat Perang Bikin Israel Kaget

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Iran bergerak cepat membangun kembali sejumlah fasilitas militer yang rusak akibat perang. Rekonstruksi pangkalan rudal bawah tanah, pelabuhan, hingga fasilitas produksi senjata yang terekam citra satelit memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Israel.

Laporan The Wall Street Journal menyebut laju pemulihan infrastruktur militer Iran menjadi perhatian serius karena dinilai menunjukkan kemampuan Teheran memulihkan kekuatan pertahanannya dalam waktu singkat.

Dikutip dari Middle East Monitor, citra satelit di wilayah barat Iran memperlihatkan pintu masuk terowongan dan jalur akses menuju pangkalan rudal yang sebelumnya rusak pada Maret lalu telah kembali dibangun hanya dalam hitungan pekan. Jalan baru juga terlihat sudah diaspal untuk mendukung akses menuju fasilitas tersebut.

Citra satelit lain pada awal Juli menunjukkan aktivitas rekonstruksi di galangan kapal yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Pelabuhan Bandar Anzali, Laut Kaspia.

Sementara itu, gambar terpisah memperlihatkan pembangunan kembali sebagian kompleks Industri Raja Shimi di dekat Teheran, fasilitas yang diyakini memproduksi komponen rudal. Sejumlah bangunan baru juga terlihat berdiri di kawasan tersebut.

Mantan Komandan Pertahanan Udara dan Rudal Israel, Ran Kochav, menilai kecepatan pemulihan itu menunjukkan Iran masih memiliki kapasitas industri yang kuat untuk membangun kembali infrastruktur militer sekaligus mengisi ulang persediaan rudalnya.

“Mereka mengisi kembali persediaan mereka. Mereka memiliki kemampuan industrialisasi dan rekonstruksi yang sangat mengesankan,” kata Kochav.

Senada, analis senior Missile Defense Advocacy Alliance, Tal Inbar, mengatakan anggapan bahwa stok rudal Iran telah menipis terbukti keliru.

“Ternyata rumor tentang berakhirnya atau berkurangnya rudal secara signifikan itu salah,” ujarnya.

Seorang pejabat militer Israel juga mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan teknis untuk memulihkan sebagian besar fasilitas militernya, termasuk lini produksi rudal.

Menurutnya, banyak serangan sebelumnya hanya merusak pintu masuk pangkalan rudal bawah tanah tanpa menghancurkan fasilitas utama di dalamnya. Kondisi tersebut memungkinkan Iran kembali mengakses persenjataan yang tersimpan dan mengoperasikan kembali jaringan terowongan.

Peneliti King’s College London, Jim Lamson, memperkirakan sejumlah fasilitas produksi komponen rudal memang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih sepenuhnya. Namun, ia menilai Iran kemungkinan masih memiliki stok komponen yang disimpan di fasilitas bawah tanah sehingga mampu merakit ratusan rudal dan drone baru dalam waktu relatif singkat.

Temuan citra satelit tersebut memperkuat penilaian bahwa kemampuan industri pertahanan Iran masih menjadi faktor strategis yang patut diperhitungkan, meski negara itu sempat menjadi sasaran serangan terhadap sejumlah fasilitas militernya.

Continue Reading

News

Wamen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi…

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan program Revitalisasi Satuan Pendidikan bukan sekadar membangun ruang kelas atau melengkapi fasilitas sekolah. Pemerintah ingin memastikan setiap satuan pendidikan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berpikir kritis, dan memiliki kepedulian sosial.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq saat meresmikan Laboratorium IPA, Laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), serta fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (24/7/2026).

Menurut Fajar, revitalisasi infrastruktur pendidikan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak Indonesia, baik di sekolah negeri, swasta, pesantren, maupun satuan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Laboratorium IPA dan TIK ini diserahkan agar para santri memiliki ruang untuk mempraktikkan ilmu dan menguji teori. Namun, laboratorium yang sesungguhnya adalah masyarakat, sebagai laboratorium sosial untuk melatih kepekaan, keharmonisan, dan komunikasi,” ujar Fajar.

Ia menekankan, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk peserta didik yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Dukungan pemerintah tersebut disambut positif Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Hairus Salim H.S. Menurutnya, laboratorium baru akan memperkuat pembelajaran sains dan teknologi bagi santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menegaskan pesantrennya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.

“Bantuan Laboratorium TIK dan IPA dari Kemendikdasmen menjadi bukti sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta untuk melahirkan generasi yang beriman sekaligus berwawasan luas,” kata Hairus.

Usai meresmikan fasilitas di Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Fajar melanjutkan kunjungan dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas baru di TK Aisyiyah.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diarahkan secara bijak agar tidak memicu kecanduan maupun berdampak pada kesehatan mental.

Fajar menyebut Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 18 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya belajar yang lebih sehat.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Ketika keluarga dan sekolah berjalan beriringan, anak akan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan karakter, kompetensi, dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Melalui revitalisasi fasilitas pendidikan yang dibarengi penguatan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah, Kemendikdasmen berharap kualitas pendidikan nasional terus meningkat sekaligus melahirkan generasi yang siap menjadi agen perubahan bagi Indonesia.

Continue Reading

News

Indonesia dan 7 Negara Muslim Bersatu Bela Al-Aqsa

Indonesia bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim mengecam keras eskalasi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa dan menyerukan dunia mengambil sikap tegas.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Indonesia bersama Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Türkiye, dan Uni Emirat Arab mengecam keras eskalasi tindakan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif di Yerusalem Timur yang diduduki. Kecaman disampaikan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri delapan negara setelah terjadinya masuknya kelompok pemukim Israel secara massal ke kawasan suci tersebut.

Para menteri luar negeri secara khusus menyoroti masuknya pemukim yang dipimpin sejumlah menteri Israel, pengibaran bendera Israel di halaman kompleks, hingga pendirian dua tenda oleh kepolisian Israel. Dalam pernyataan bersama, tindakan tersebut disebut provokatif dan tidak dapat diterima karena dinilai melanggar hukum internasional, resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta status quo historis dan hukum tempat-tempat suci di Yerusalem Timur.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Menteri Keamanan Nasional Israel dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, memasuki kompleks Al-Aqsa bersama ratusan warga Israel pada 23 Juli 2026. Kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan Tisha B’Av dalam tradisi Yahudi dan kembali memicu kecaman dari Palestina serta sejumlah negara Arab dan Muslim. (Dawn)

Delapan negara juga memperingatkan bahwa tindakan provokatif dan seruan untuk melakukan lebih banyak aktivitas di kawasan Al-Aqsa berpotensi meningkatkan kebencian dan ekstremisme. Situasi tersebut dinilai dapat menghambat upaya mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan berdasarkan solusi dua negara.

Dalam pernyataan itu, para menteri menegaskan penolakan terhadap setiap upaya mengubah status quo historis dan hukum di Yerusalem. Mereka kembali mengakui peran khusus Kerajaan Yordania melalui Hashemite custodianship dalam menjaga tempat-tempat suci Islam dan Kristen di kota tersebut.

Para menteri juga menegaskan seluruh kawasan Masjid Al-Aqsa seluas sekitar 144 dunam merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Menurut pernyataan tersebut, Departemen Wakaf Yerusalem dan Urusan Masjid Al-Aqsa yang berada di bawah Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Yordania merupakan lembaga yang memiliki kewenangan mengelola kawasan tersebut dan mengatur akses masuk.

Status quo yang telah berlangsung selama puluhan tahun pada prinsipnya memungkinkan umat Yahudi mengunjungi kawasan tersebut, tetapi tidak melakukan ibadah di sana, sementara umat Islam menjalankan ibadah di kompleks Al-Aqsa. Karena itu, perubahan praktik maupun pembatasan akses menjadi isu yang sangat sensitif dan berulang kali memicu ketegangan di Yerusalem.

Indonesia dan tujuh negara lainnya juga mendesak Israel, sebagai kekuatan pendudukan, segera mencabut pembatasan akses menuju Kota Tua Yerusalem dan tidak menghalangi umat Islam yang hendak beribadah di Masjid Al-Aqsa. Pembatasan akses yang diskriminatif dinilai sebagai pelanggaran hukum internasional dan upaya mengubah status quo kawasan suci tersebut.

Selain menyerukan penghentian tindakan Israel, delapan negara meminta masyarakat internasional mengambil posisi yang lebih tegas untuk menghentikan pelanggaran terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem. Pernyataan bersama tersebut menunjukkan Al-Aqsa tetap menjadi salah satu isu yang mampu menyatukan posisi diplomatik negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Palestina.

Continue Reading

News

Tarif Layanan Kewarganegaraan Naik Jadi Segini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah resmi menaikkan tarif layanan kewarganegaraan, termasuk biaya pewarganegaraan bagi warga negara asing (WNA) menjadi Rp75 juta. Namun, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan kebijakan tersebut bukan ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara, melainkan untuk memperkuat kualitas layanan hukum berbasis digital.

Menurut Supratman, penyesuaian tarif merupakan bagian dari reformasi pelayanan publik yang mengedepankan kepastian hukum, transparansi, serta kemudahan akses bagi masyarakat.

“Yang lebih penting, pemerintah terus meningkatkan kualitas pelayanan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum, proses yang transparan, dan pelayanan yang semakin mudah melalui transformasi digital yang sedang kami lakukan,” ujar Supratman dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, penetapan tarif baru dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas layanan, investasi teknologi informasi, perubahan nomenklatur kementerian, hingga penyesuaian terhadap perkembangan kondisi ekonomi. Meski mengalami kenaikan, Supratman menilai tarif layanan kewarganegaraan Indonesia masih kompetitif dibandingkan sejumlah negara lain.

Penyesuaian tarif tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juli 2026. Dalam aturan itu, biaya permohonan pewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) bagi WNA ditetapkan sebesar Rp75 juta, sedangkan permohonan kehilangan kewarganegaraan Indonesia atas permintaan sendiri dikenakan tarif Rp5 juta per permohonan.

Supratman menegaskan, kenaikan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tidak dimaksudkan untuk membebani masyarakat.

“Setiap rupiah PNBP yang diterima negara akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang semakin cepat, akurat, aman, dan berkualitas,” katanya.

Selain layanan kewarganegaraan, pemerintah juga menyesuaikan tarif layanan kekayaan intelektual. Tarif pendaftaran merek untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap dipertahankan sebesar Rp500.000 per kelas, sementara tarif bagi pemohon umum naik menjadi Rp2,8 juta per kelas. Penyesuaian tersebut menjadi yang pertama sejak 2016.

Pemerintah juga menyederhanakan persyaratan administrasi pendaftaran merek bagi UMKM agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh perlindungan hukum atas kekayaan intelektual.

“Merek bagi UMKM tetap dipertahankan sebesar Rp500.000 per kelas, bahkan persyaratannya kini semakin sederhana agar semakin banyak pelaku usaha yang dapat melindungi kekayaan intelektualnya,” ujar Supratman.

Di sisi lain, pemerintah menghadirkan kebijakan afirmatif bagi para kreator. Mulai 1 Agustus 2026, tarif pencatatan hak cipta untuk karya lagu dan/atau musik resmi digratiskan atau menjadi Rp0 sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem industri kreatif nasional.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong reformasi pelayanan hukum berbasis digital sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan hukum yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas.

Continue Reading

News

Keputusan Pemerintah AS Terkait Penangguhan Sementara Model Claude Fable 5

Model AI tercanggih Anthropic, Claude Fable 5, sempat mengalami penangguhan operasional sementara menyusul kebijakan peninjauan kepatuhan keamanan dan regulasi pemerintah.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Model kecerdasan buatan tercanggih milik perusahaan Anthropic, Claude Fable 5, sempat menjadi buah bibir di kalangan industri teknologi global. Sistem mutakhir tersebut dilaporkan mengalami penangguhan operasional sementara waktu menyusul adanya kebijakan peninjauan ketat terkait kepatuhan keamanan. Langkah administratif ini diambil langsung oleh otoritas pemerintah guna memastikan standar operasional model frontier berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Proses peninjauan mendalam tersebut berfokus pada evaluasi protokol verifikasi identitas serta batasan penggunaan operasional harian (usage limits). Pemerintah bersama para pengembang berupaya menutup celah potensi penyalahgunaan teknologi canggih sebelum model tersebut dapat diakses secara luas oleh publik kembali. Kebijakan ini mencerminkan semakin ketatnya pengawasan negara terhadap laju inovasi kecerdasan buatan tingkat tinggi.

Setelah melalui serangkaian pembaruan protokol keselamatan dan penyesuaian regulasi yang disyaratkan, model tersebut akhirnya resmi kembali online. Para pengguna serta pengembang komersial kini sudah dapat mengakses dan memanfaatkan kembali kapabilitas penuh dari sistem canggih tersebut. Pemulihan layanan ini sekaligus menandai pentingnya kepatuhan hukum dalam setiap pengembangan teknologi masa depan.

Continue Reading
LakeyBanget18 menit ago

STY Beberkan Penyebab Persija Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026

LakeyBanget53 menit ago

King Kazu Bikin Gol di Usia 59, Akhiri Puasa Hampir Empat Tahun

LakeyBanget1 jam ago

Vietnam Sabet Gelar Juara SEA V Cup 2026

News2 jam ago

Jangkar Hidup Dony Oskaria

News4 jam ago

Danantara Siapkan Pemimpin BUMN dari Internal Perusahaan

News5 jam ago

Peluncuran Beruntun Model Frontier: GPT-5.6 dan Grok 4.5 Dirilis Bersamaan

LakeyBanget14 jam ago

Adhyaksa FC Resmi Berganti Nama Jadi Isen Mulang FC

LakeyBanget15 jam ago

LeBron James Sempat Bimbang Sebelum Pilih 76ers

News16 jam ago

Iran-Oman Sepakat Bahas Jalur Aman di Selat Hormuz

LakeyBanget17 jam ago

Mitsubishi Siap Produksi Massal Robot Humanoid AI

LakeyBanget17 jam ago

Katseye Gandeng Ed Sheeran dan Demi Moore di Single Baru “Animal”

News19 jam ago

Prabowo Ingatkan Perang Siber, Perwira TNI-Polri Diminta Kuasai AI

LakeyBanget19 jam ago

Mendagri: Piala Presiden 2026 Jadi Hiburan hingga Dongkrak Ekonomi

LakeyBanget19 jam ago

Alasan Bos Aprilia Sebut Marquez Kandidat Kuat Juara MotoGP 2026

News19 jam ago

Iran Ngebut Bangun Kembali Fasilitas Militer Saat Perang Bikin Israel Kaget

LakeyBanget20 jam ago

Robot Humanoid Bertarung Bak UFC, China Curi Perhatian Dunia

News20 jam ago

Wamen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah Tak Sekadar Bangun Gedung, Tapi…

LakeyBanget21 jam ago

Debut Tanpa Gol, Striker Persib Bilang Begini

News21 jam ago

Indonesia dan 7 Negara Muslim Bersatu Bela Al-Aqsa

News21 jam ago

Tarif Layanan Kewarganegaraan Naik Jadi Segini