Connect with us

News

KKP: Kolaborasi Indonesia-Vietnam Potensial Jadi Juara Perikanan di Asia dan Global

Mutia F Trimaharani

Published

on

Monitorday.com – Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa kolaborasi perikanan antara Indonesia dan Vietnam memiliki potensi untuk menjadikan kedua negara sebagai pemimpin di bidang perikanan di kawasan Asia bahkan di tingkat global.

“Jika Indonesia dan Vietnam bersatu, maka kedua negara ini akan menjadi kekuatan di kawasan,” ungkap Menteri Trenggono dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis (21/3).

Trenggono menjelaskan dalam acara Meet Indonesia di Nha Trang, Vietnam, bahwa Indonesia memiliki sumber daya bahan baku kelautan dan perikanan yang sangat kuat, sementara Vietnam memiliki keahlian dalam pembesaran dan pengolahan sektor perikanan.

Oleh karena itu, lanjutnya, kerja sama perikanan antara pemerintah Indonesia dan Vietnam yang telah disepakati beberapa waktu lalu, harus segera direalisasikan melalui investasi nyata di sektor perikanan di kedua negara.

Menurutnya, kerjasama ini tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan ekologi dan pertumbuhan ekonomi di kedua negara, tetapi juga akan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan komoditas perikanan global.

Dengan pertumbuhan populasi manusia yang diprediksi akan meningkat sebesar 30 persen pada tahun 2045, kebutuhan akan protein juga diperkirakan akan meningkat.

“Berinvestasi di Indonesia dan Vietnam tidak lagi terbatas oleh wilayah. Ini merupakan bagian dari kerjasama investasi antara kedua negara untuk menjadi bagian dari pemasok global di sektor kelautan dan perikanan,” katanya.

Trenggono juga menyampaikan bahwa investasi di sektor perikanan di Indonesia menunjukkan tren positif. Data Triwulan III tahun 2023 menunjukkan jumlah investasi mencapai Rp9,56 triliun, dengan PMDN sebesar Rp5,32 triliun, PMA sebesar Rp1,4 triliun, dan kredit investasi sebesar Rp2,84 triliun.

Berdasarkan bidang usaha, investasi terbesar terjadi pada pengolahan ikan sebesar Rp3,65 triliun, diikuti oleh budidaya perikanan sebesar Rp2,6 triliun, pemasaran sebesar Rp1,95 triliun, penangkapan ikan sebesar Rp1,18 triliun, dan jasa perikanan sebesar Rp186,51 miliar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris, Siswa SD Muhla Curi Perhatian Wamendikdasmen

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Keberanian tampil di depan umum dan kemampuan berbahasa Inggris yang ditunjukkan para siswa SD Muhammadiyah Lamongan (SD Muhla), Jawa Timur, mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, saat melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Jumat (19/6/2026).

Dalam kunjungannya, Fajar mengaku terkesan melihat para siswa yang tampil percaya diri dan mampu berkomunikasi dengan baik, termasuk menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bekal penting untuk membentuk generasi unggul dan calon pemimpin bangsa di masa depan.

“Anak-anak di sini luar biasa. Mereka berani tampil dan banyak yang fasih berbahasa Inggris. Ini merupakan modal penting untuk melahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Fajar.

Salah satu siswa yang menarik perhatian adalah Atalia Basani, siswi kelas 6A yang juga dikenal sebagai jurnalis cilik SD Muhla. Dengan penuh percaya diri, Atalia berinteraksi dan menunjukkan kemampuan komunikasinya di hadapan tamu serta peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penampilan Atalia menjadi gambaran keberhasilan sekolah dalam menumbuhkan keberanian, kemampuan berbicara, dan keterampilan komunikasi sejak usia dini.

Kunjungan Wamendikdasmen kali ini bertujuan meninjau penerapan teknologi pembelajaran sekaligus penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Selama berada di SD Muhla, Fajar berkeliling ke sejumlah ruang kelas untuk melihat secara langsung pemanfaatan perangkat digital dalam proses belajar mengajar.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kelas persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika untuk siswa kelas 4 dan 5. Di kelas tersebut, proses pembelajaran didukung perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang memungkinkan penyampaian materi berlangsung lebih interaktif dan menarik.

Tak hanya meninjau fasilitas, Fajar juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut mencoba dan berani menghadapi tantangan selama proses belajar.

“Yang penting itu adik-adik punya keberanian tampil. Lalu mengerjakan, mengikuti prosesnya. Soal benar atau salah itu nomor dua,” pesannya.

Semangat yang sama ditunjukkan oleh Airin, salah seorang peserta didik yang mempresentasikan simulasi siklus air menggunakan media pembelajaran digital. Presentasi tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemampuan berpikir kritis siswa.

Meski demikian, Fajar mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam penggunaan teknologi. Ia mengajak para siswa untuk tetap rajin belajar, beribadah, serta aktif bersosialisasi di lingkungan sekitar tanpa bergantung pada gawai maupun media sosial.

Keberhasilan model pembelajaran yang diterapkan SD Muhammadiyah Lamongan juga tercermin dari capaian akademiknya. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), rata-rata nilai Matematika dan Bahasa Indonesia sekolah tersebut mencapai 90,6. Adapun nilai tertinggi Matematika mencapai 93,33, sementara Bahasa Indonesia menembus angka 96,33.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perpaduan antara teknologi pembelajaran, metode pengajaran inovatif, dan penguatan karakter mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas.

Kunjungan Wamendikdasmen ke SD Muhammadiyah Lamongan pun menjadi gambaran bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada pembentukan generasi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Continue Reading

News

China Dukung Penerbitan Panda Bond, Menkeu: Bukti Tingginya Tingkat Kepercayaan Prospek Ekonomi RI

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia memperoleh dukungan kuat dari People’s Bank of China (PBOC) atau Bank Sentral China untuk merealisasikan rencana penerbitan Panda Bond di pasar keuangan domestik Negeri Tirai Bambu.

Dukungan tersebut diperoleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Beijing. Dalam kunjungan itu, Menkeu melakukan sejumlah pertemuan strategis dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta para investor guna memperluas akses pembiayaan dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, Kamis (18/6/2026).

Salah satu capaian utama dari kunjungan tersebut adalah komitmen penuh Pemerintah China terhadap rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia. Instrumen surat utang berdenominasi yuan itu akan diterbitkan di pasar keuangan China sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber pembiayaan nasional.

Menurut Purbaya, baik Kementerian Keuangan China maupun PBOC menunjukkan dukungan yang sangat positif terhadap rencana tersebut, termasuk dalam proses perizinannya.

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Bahkan ketika bertemu PBOC, kami meminta percepatan perizinan. Mereka menyampaikan bahwa begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.

Penerbitan Panda Bond, lanjut Purbaya, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas sumber pendanaan pembangunan agar tidak bergantung pada satu mata uang maupun satu pasar keuangan tertentu.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja. Ini juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang sudah terjalin antara Indonesia dan China,” ujarnya.

Menkeu menilai dukungan yang diberikan Pemerintah China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal itu tercermin dari berbagai diskusi konstruktif yang berlangsung selama kunjungan tersebut.

“Diskusi dengan mereka sangat konstruktif dan menunjukkan bahwa kepercayaan China terhadap Indonesia sangat baik. Kedua negara sama-sama memiliki semangat untuk meningkatkan hubungan ekonomi yang lebih erat,” kata Purbaya.

Dalam kesempatan itu, Menkeu juga memaparkan kondisi perekonomian Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global. Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional berada dalam kondisi sehat dan berbagai kendala investasi yang sebelumnya menjadi perhatian investor terus dibenahi pemerintah.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Beberapa isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden untuk menciptakan iklim investasi yang semakin baik,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, langkah memperluas akses pembiayaan dan investasi dari berbagai negara merupakan bagian dari strategi pemerintah yang mengedepankan prinsip non-blok atau non-alignment dalam hubungan ekonomi internasional.

“Kita menerapkan prinsip non-alignment. Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Kapan Harga Pertamax Akan Turun?

Anjloknya harga minyak dunia membuka peluang penurunan harga Pertamax, namun mekanisme penetapan harga membuat penyesuaian baru berpotensi dilakukan pada awal Juli.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Turunnya harga minyak mentah dunia memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: kapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax, akan ikut turun? Berdasarkan simulasi harga keekonomian menggunakan kondisi pasar terkini, harga jual Pertamax saat ini diperkirakan masih berada di atas harga ekonominya. Namun, penurunan harga secara resmi diperkirakan baru dapat dilakukan pada evaluasi harga berikutnya pada 1 Juli 2026.

Perhitungan dengan asumsi harga minyak mentah berada di kisaran US$76–80 per barel menunjukkan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp14.600 hingga Rp15.450 per liter. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga resmi yang saat ini masih berada di level Rp16.250 per liter, sehingga terdapat selisih sekitar Rp1.000 hingga Rp1.600 per liter. Harga resmi yang berlaku saat ini masih merefleksikan kondisi ketika harga minyak dunia sempat melonjak ke kisaran US$95–100 per barel akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Secara teori, penurunan harga minyak dunia seharusnya ikut menekan biaya produksi BBM. Dengan asumsi harga minyak US$76 per barel, estimasi harga produk berdasarkan acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) mencapai sekitar US$86 per barel. Setelah dikonversi menggunakan kurs sekitar Rp17.826 per dolar AS, ditambah biaya distribusi, margin badan usaha, serta komponen pajak, harga jual keekonomian diperkirakan berada di kisaran Rp14.600 per liter. Sementara pada skenario harga minyak US$80 per barel, harga keekonomian diperkirakan sekitar Rp15.450 per liter.

Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang membuat harga BBM belum bisa langsung mengikuti penurunan harga minyak dunia. Pertama, formula penetapan harga BBM nonsubsidi menggunakan sistem rata-rata harga MOPS dalam periode tertentu sehingga bersifat lagging atau tertinggal. Harga yang berlaku pada bulan berjalan dihitung berdasarkan rata-rata harga pada periode 25 bulan sebelumnya hingga 24 bulan berjalan, sehingga perubahan harga minyak hari ini baru akan memengaruhi evaluasi harga bulan berikutnya.

Kedua, badan usaha masih menjual stok BBM yang diperoleh ketika harga minyak dunia berada pada level tinggi selama periode konflik geopolitik beberapa bulan terakhir. Ketiga, pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di atas Rp17.800 per dolar AS turut mengurangi dampak positif dari turunnya harga minyak mentah, karena biaya impor bahan baku tetap relatif tinggi.

Apabila harga minyak dunia mampu bertahan di kisaran US$76–80 per barel hingga akhir Juni dan tidak terjadi lonjakan baru akibat risiko geopolitik, peluang penurunan harga Pertamax pada evaluasi 1 Juli 2026 dinilai cukup besar. Berdasarkan simulasi keekonomian, harga Pertamax berpotensi turun ke kisaran Rp14.500–Rp15.000 per liter, meskipun besaran penyesuaian tetap akan bergantung pada rata-rata harga MOPS, pergerakan kurs rupiah, serta keputusan badan usaha sesuai ketentuan pemerintah.

Bagi konsumen, perkembangan ini menjadi sinyal positif bahwa penurunan harga minyak dunia mulai membuka ruang bagi penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, mekanisme penetapan harga yang menggunakan rata-rata harga pasar dan mempertimbangkan stabilitas pasokan membuat perubahan harga tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan mengikuti siklus evaluasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Continue Reading

News

Fundamental Indonesia Dinilai Tetap Menjadi Penopang Rupiah

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan arus modal asing, namun fundamental ekonomi serta ruang kebijakan dinilai masih menjadi modal penting menjaga stabilitas.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan kuat pada perdagangan hari ini seiring meningkatnya gejolak pasar keuangan global. Dolar Amerika Serikat terhadap rupiah sempat menyentuh level tertinggi secara intraday di kisaran Rp17.680 per dolar AS sebelum bergerak di sekitar Rp17.654,9. Tekanan tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan pasar saham domestik dan kenaikan imbal hasil obligasi, dipicu meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi inflasi yang masih tinggi.

Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal. Penolakan Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian Iran kembali meningkatkan ketegangan geopolitik yang mendorong investor global mengalihkan dana ke aset-aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS. Di saat yang sama, sikap Federal Reserve yang masih mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi turut memperkuat mata uang dolar dan mempersempit daya tarik imbal hasil aset di negara berkembang.

Di pasar domestik, sentimen juga dipengaruhi oleh arus keluar modal asing setelah peninjauan indeks MSCI pada Mei 2026 yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeks global. Kondisi tersebut mendorong aksi jual investor asing di pasar saham. Sepanjang pekan sebelumnya, arus keluar dana asing tercatat mencapai sekitar Rp3,2 triliun, sementara secara akumulatif sejak awal tahun mencapai lebih dari Rp56 triliun. Cadangan devisa Indonesia yang turun menjadi 146,2 miliar dolar AS pada April 2026 juga menjadi perhatian karena mencerminkan meningkatnya kebutuhan stabilisasi nilai tukar.

Meski demikian, ruang kebijakan Indonesia masih dinilai cukup memadai untuk menjaga stabilitas pasar. Pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat kebijakan moneter, termasuk melalui kenaikan suku bunga acuan maupun optimalisasi instrumen stabilisasi rupiah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya tarik aset domestik sekaligus meredam volatilitas nilai tukar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada tinjauan aksesibilitas pasar 2026 memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan nasional. Status tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih dipandang memiliki akses pasar yang kompetitif bagi investor global, sehingga berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Para ekonom menilai pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dibandingkan perubahan fundamental ekonomi domestik. Dengan inflasi yang relatif terkendali, sistem keuangan yang tetap terjaga, serta koordinasi erat antara pemerintah dan Bank Indonesia, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk menghadapi volatilitas eksternal. Apabila ketegangan geopolitik mereda dan arus modal asing mulai kembali masuk, tekanan terhadap rupiah berpotensi berangsur berkurang sehingga stabilitas pasar keuangan nasional dapat kembali menguat.

Continue Reading

News

AS-Iran Damai: Harga Minyak Merosot-Selat Hormuz Dibuka

Kesepakatan damai AS-Iran memicu penurunan tajam harga minyak dunia. Analisis dampak pembukaan Selat Hormuz terhadap pasokan global dan implikasinya bagi ekonomi, termasuk di Indonesia.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari tiga bulan serta membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.

Mengutip laporan AFP, Kamis (18/6/2026), harga minyak mentah turun lebih dari 3 persen dalam perdagangan internasional. Pelemahan tersebut memperpanjang tren penurunan yang telah terjadi sejak kabar kesepakatan damai kedua negara mulai beredar pada akhir pekan lalu.

Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga energi global.

Selama konflik berlangsung, pasar dibayangi kekhawatiran atas kemungkinan terganggunya arus pasokan minyak dunia akibat ancaman penutupan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak global sehingga setiap gangguan dapat berdampak signifikan terhadap harga energi internasional.

Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, pasar memperkirakan distribusi minyak dari negara-negara kawasan Teluk akan kembali berjalan normal. Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan minyak global dalam beberapa bulan ke depan.

Analis pasar menilai kesepakatan damai antara Washington dan Teheran juga mengurangi premi risiko (risk premium) yang sebelumnya melekat pada harga minyak akibat tingginya ketidakpastian geopolitik.

Selain memberikan sentimen positif bagi pasar energi, penurunan harga minyak berpotensi membantu perekonomian global melalui biaya energi yang lebih rendah. Kondisi ini dapat menekan tekanan inflasi, menjaga biaya transportasi dan logistik, serta membantu mengendalikan biaya produksi di berbagai sektor industri.

Bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, melemahnya harga minyak dunia berpotensi mengurangi beban impor energi dan menekan kebutuhan subsidi maupun kompensasi energi. Namun demikian, penurunan harga minyak global tidak otomatis diikuti oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

Harga BBM nasional masih dipengaruhi sejumlah faktor lain, seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan pemerintah, biaya distribusi, serta mekanisme penetapan harga yang berlaku.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati implementasi kesepakatan damai AS-Iran dan perkembangan produksi minyak negara-negara anggota OPEC+ guna mengukur keberlanjutan tren penurunan harga minyak dalam jangka menengah.

Sebelumnya, konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung lebih dari tiga bulan sempat memicu gejolak di pasar energi global. Kekhawatiran terhadap potensi krisis pasokan mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi di sejumlah negara. Tercapainya kesepakatan damai kini menjadi sentimen positif yang memperkuat harapan terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Continue Reading

News

MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market

Keputusan MSCI mempertahankan Indonesia sebagai Emerging Market menjadi sinyal positif yang memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal nasional.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com – Kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan turunnya status pasar modal Indonesia akhirnya terjawab. Dalam Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis Jumat (19/6/2026), MSCI memutuskan tetap menempatkan Indonesia dalam kelompok Emerging Market. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi pasar keuangan nasional karena menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi penting di kawasan.

Status tersebut sekaligus menghilangkan kekhawatiran akan potensi penurunan menjadi Frontier Market, yang sebelumnya dikhawatirkan dapat memicu keluarnya dana asing dari pasar saham domestik. Dengan tetap berada dalam kategori Emerging Market, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi yang kuat untuk menarik minat investor institusi global yang menjadikan klasifikasi MSCI sebagai salah satu acuan investasi.

Dalam penilaiannya, MSCI memberikan apresiasi terhadap keterbukaan pasar Indonesia. Aspek persyaratan investor asing, batas kepemilikan asing (Foreign Ownership Limit/FOL), serta ketersediaan ruang kepemilikan asing (foreign room) memperoleh penilaian tertinggi. Selain itu, pembatasan arus modal juga dinilai sangat baik, mencerminkan kemudahan bagi investor dalam melakukan investasi maupun repatriasi dana.

Kemudahan registrasi investor, pembukaan rekening, serta kualitas regulasi pasar juga memperoleh nilai tertinggi. Dari sisi infrastruktur, layanan kustodian, penyimpanan efek, hingga aktivitas perdagangan dinilai telah memenuhi standar yang mendukung efisiensi transaksi di pasar modal Indonesia. Penilaian tersebut menunjukkan berbagai reformasi yang dilakukan otoritas pasar modal mulai memberikan hasil positif.

Meski demikian, MSCI masih memberikan sejumlah catatan untuk penyempurnaan. Liberalisasi pasar valuta asing, kesetaraan hak investor asing, serta transparansi arus informasi pasar dinilai masih perlu ditingkatkan agar daya saing Indonesia semakin kuat dibandingkan negara-negara emerging market lainnya. Perbaikan pada aspek tersebut diyakini akan semakin meningkatkan kepercayaan investor internasional.

Secara keseluruhan, keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market menjadi sinyal optimistis bagi perekonomian nasional. Di tengah dinamika ekonomi global, pengakuan ini memperlihatkan bahwa pasar modal Indonesia tetap memiliki daya tarik, stabilitas, serta prospek pertumbuhan yang mampu menjaga kepercayaan investor dan mendukung masuknya investasi asing ke dalam negeri.

Continue Reading

News

Pemerintah Perkuat Jurus Hapus Kemiskinan

Pemerintah memperkuat strategi pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penciptaan kerja, ekonomi desa, dan perlindungan sosial berbasis data tunggal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah Indonesia memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dengan menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga nol persen. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang mencakup penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi pedesaan, serta perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat rentan. Program padat karya, pelatihan vokasi, serta pengembangan wirausaha menjadi instrumen untuk membuka peluang kerja baru, terutama bagi masyarakat di desa dan sektor informal.

Pemerintah juga mendorong program Tenaga Kerja Mandiri atau TKM Pemula sebagai bagian dari penguatan kemandirian ekonomi. Program ini diarahkan untuk membangun ekosistem wirausaha baru agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu menciptakan pendapatan secara berkelanjutan.

Di tingkat desa, penguatan ekonomi dilakukan melalui pemberdayaan petani lokal, optimalisasi BUMDesa, serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi desa diharapkan menjadi simpul ekonomi baru yang membuka akses modal, memperkuat usaha masyarakat, dan menggerakkan ekonomi dari akar rumput.

Pemerintah juga mendorong pengembangan potensi lokal melalui program desa ekspor. Produk unggulan daerah didorong agar dapat masuk ke pasar yang lebih luas, sehingga desa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga bagian dari rantai nilai ekonomi nasional dan global.

Selain penciptaan kerja dan penguatan desa, perlindungan sosial tetap menjadi pilar penting. Bantuan Langsung Tunai, Program Keluarga Harapan, bantuan pangan, Makan Bergizi Gratis, serta subsidi iuran BPJS Kesehatan diarahkan untuk menekan beban pengeluaran masyarakat miskin dan rentan.

Agar penyaluran bantuan lebih akurat, pemerintah memperkuat penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Basis data ini menjadi rujukan dalam menentukan sasaran program kesejahteraan, subsidi, dan bantuan sosial sehingga intervensi negara dapat lebih tepat kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Strategi pengentasan kemiskinan juga melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kolaborasi ini penting agar program tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Dengan kombinasi penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi desa, dan perlindungan sosial berbasis data, pemerintah berharap masyarakat miskin ekstrem dapat keluar dari kerentanan secara berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Continue Reading

News

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Pemerintah Fokus Amankan Pasokan Batu Bara

Pemerintah melalui Menteri Bahlil Lahadalia menjamin pasokan listrik nasional tetap aman tanpa pemadaman. Langkah strategis dilakukan untuk mengatasi tantangan pasokan batu bara PLN.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Abdul Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada rencana pemadaman listrik dalam waktu dekat. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik nasional, termasuk melalui penguatan dukungan finansial kepada PT PLN (Persero).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

“Insya Allah tidak,” kata Bahlil saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan pemadaman listrik.

Menurutnya, rapat tersebut membahas berbagai aspek ketenagalistrikan, termasuk skema pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PLN agar perusahaan listrik negara itu memiliki kemampuan keuangan yang memadai dalam menjamin pasokan listrik bagi masyarakat.

Bahlil menegaskan bahwa secara umum kondisi sektor ketenagalistrikan nasional berada dalam situasi yang terkendali dan tidak menghadapi persoalan serius.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik PLN.

Bahlil menjelaskan, kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun. Hingga saat ini, PLN telah mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 18 hingga 20 juta ton.

Kendala utama berasal dari pasokan batu bara kalori menengah dengan kualitas sekitar 5.200 kcal/kg GAR yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik.

Menurut Bahlil, sejumlah perusahaan tambang kurang berminat memasok batu bara jenis tersebut ke PLN karena harga yang ditetapkan melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) hanya sebesar 70 dolar AS per ton. Nilai tersebut jauh di bawah Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Juni 2026 yang mencapai 121,83 dolar AS per ton.

“Masalahnya ada pada selisih harga. Harga jual ke PLN dinilai kurang menarik bagi perusahaan tambang sehingga pasokan batu bara kalori menengah menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut, Kementerian ESDM membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh pihak terkait melakukan koordinasi penuh dalam menjamin ketersediaan pasokan energi bagi pembangkit listrik nasional.

Bahlil berharap kehadiran tim lintas instansi itu dapat memperkuat transparansi, menyatukan data, dan mempercepat pengambilan keputusan dalam pemenuhan kebutuhan batu bara PLN.

“Kita ingin semua pihak memiliki pemahaman yang sama dan bekerja dengan data yang sama. Yang paling penting adalah memastikan pelayanan terbaik bagi negara dan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah optimistis kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dapat dipenuhi sehingga pasokan listrik nasional tetap aman dan andal di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri.

Continue Reading

News

Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Airlangga: Bukan BLT Tunai

Pemerintah siapkan stimulus non-BLT bagi masyarakat menengah ke bawah. Fokus pada program magang untuk menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi global.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah tengah mematangkan paket stimulus ekonomi baru yang ditujukan bagi masyarakat berpendapatan menengah bawah, khususnya kelompok desil 4 ke bawah. Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global dan kenaikan harga energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Abdul Airlangga Hartarto mengatakan skema bantuan yang sedang dirancang tidak akan diberikan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), melainkan melalui mekanisme lain yang dinilai lebih tepat sasaran.

“Stimulus yang kita siapkan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Ini sedang dipersiapkan. BLT untuk yang bawah, tidak berbentuk cash,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Pemerintah menyiapkan stimulus tersebut sebagai langkah mitigasi terhadap berbagai risiko ekonomi yang berpotensi memengaruhi konsumsi rumah tangga.

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada harga energi global.

Ketua DPR RI Puan Maharani sebelumnya mengingatkan bahwa konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, terutama yang berkaitan dengan jalur strategis Selat Hormuz, dapat mengganggu rantai pasok energi dunia dan memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan meminta pemerintah mewaspadai tren kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi membebani kondisi fiskal negara.

Selain kelompok berpendapatan rendah, pemerintah juga menyiapkan langkah khusus bagi masyarakat kelas menengah yang dinilai mulai merasakan dampak kenaikan biaya hidup, tetapi tidak termasuk dalam kategori penerima bantuan sosial.

Salah satu program yang akan diperkuat adalah program magang nasional untuk meningkatkan peluang kerja dan pengembangan keterampilan.

“Kelas menengah, salah satu program yang sedang kami dorong kembali adalah program magang yang mulai digencarkan pada Juni ini,” kata Airlangga.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kondisi yang dihadapi kelompok kelas menengah saat ini. Mereka tidak menerima bantuan sosial, tetapi tetap harus menanggung kenaikan biaya transportasi, kebutuhan pangan, pendidikan, hingga cicilan kredit.

Kepala Pusat Makroekonomi Indef, Rizal Taufikurrahman, menilai kelas menengah saat ini berada dalam posisi yang cukup rentan karena tekanan biaya hidup yang terus meningkat.

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan kebijakan yang dapat langsung mengurangi beban pengeluaran masyarakat, seperti peningkatan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), subsidi transportasi, atau bentuk dukungan biaya hidup lainnya.

Ia menilai langkah tersebut lebih efektif dibandingkan bantuan tunai jangka pendek dalam menjaga konsumsi rumah tangga dan stabilitas ekonomi.

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah memastikan berbagai program subsidi energi, termasuk BBM bersubsidi dan implementasi program biodiesel B50, tetap dipertahankan guna menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Sementara itu, data Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan masyarakat mulai lebih berhati-hati dalam membelanjakan pendapatannya. Porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi tercatat menurun menjadi 71,6 persen, mencerminkan meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk menahan pengeluaran.

Melalui stimulus yang tengah disiapkan tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan perlambatan konsumsi rumah tangga dapat diminimalkan, terutama bagi kelompok yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Continue Reading

News

Mendikdasmen: Kesungguhan Jadi Kunci Sukses Raih Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri

Mendikdasmen Abdul Mu’ti memaparkan strategi dan peluang untuk meraih beasiswa serta studi di luar negeri. Ia menekankan kesungguhan dan persiapan matang sebagai kunci utama.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa impian untuk melanjutkan studi ke luar negeri bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Menurutnya, kunci utama meraih kesempatan tersebut terletak pada kesungguhan, komitmen, dan ketekunan dalam menekuni bidang ilmu yang dipilih.

Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk “Membedah Peluang Belajar di Luar Negeri dan Meraih Beasiswa Internasional” yang digelar di Tangerang, Rabu (17/6/2026).

Di hadapan mahasiswa dan dosen yang hadir, Abdul Mu’ti mengatakan peluang untuk mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi dunia terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia. Namun, kesempatan tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang memiliki tekad kuat dan persiapan yang matang.

“Kesempatan itu sangat terbuka. Namun semuanya mensyaratkan kesungguhan untuk menekuni bidang ilmu tertentu. Kuncinya ada pada komitmen,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Abdul Mu’ti, terdapat beragam jalur yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar negeri. Selain program studi penuh, tersedia pula program pertukaran pelajar, kursus jangka pendek, kegiatan riset, hingga penulisan karya ilmiah yang didukung berbagai lembaga internasional.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang baik sejak dini, termasuk kemampuan menjaga motivasi dan konsistensi saat menghadapi berbagai tantangan selama proses persiapan maupun studi.

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya memberikan akses terhadap ilmu pengetahuan yang lebih luas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir logis dan kritis melalui budaya akademik yang kuat.

Menurutnya, hubungan antara dosen dan mahasiswa di banyak kampus internasional dibangun melalui pendampingan yang intensif sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan bermakna.

“Atmosfer akademik yang kuat membuat pengalaman belajar menjadi sangat bermakna. Kemampuan berpikir logis dan kritis dibangun melalui budaya akademik yang tumbuh dengan baik,” katanya.

Selain aspek akademik, Abdul Mu’ti menilai pengalaman tinggal dan belajar di negara lain memberikan pelajaran berharga mengenai kedisiplinan, ketertiban, penghormatan terhadap perbedaan, serta berbagai nilai positif dari budaya global.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun jejaring internasional selama masa studi. Interaksi dengan mahasiswa, akademisi, dan profesional dari berbagai negara dinilai mampu membuka peluang kolaborasi sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

“Kesempatan-kesempatan itu selalu ada. Namun peluang tersebut hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh, memiliki komitmen untuk terus maju, dan mampu membangun jejaring yang luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Desri Arwen, mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai peluang pendidikan global, termasuk program beasiswa internasional, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya bertujuan memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Belajar di luar negeri bukan hanya tentang gelar, tetapi tentang bagaimana kita membawa perubahan bagi tanah air,” ujar Desri.

Melalui seminar tersebut, para peserta diharapkan semakin termotivasi untuk mengejar kesempatan studi internasional, memperluas wawasan global, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas.

Continue Reading
LakeyBanget6 jam ago

Prabowo Minta Erick Thohir Matangkan Persiapan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

News7 jam ago

Berani Tampil dan Fasih Berbahasa Inggris, Siswa SD Muhla Curi Perhatian Wamendikdasmen

News9 jam ago

China Dukung Penerbitan Panda Bond, Menkeu: Bukti Tingginya Tingkat Kepercayaan Prospek Ekonomi RI

LakeyBanget9 jam ago

Dukung MotoGP Indonesia 2026, Menpora: Dongkrak Ekonomi Lewat Sport Tourism

News14 jam ago

Kapan Harga Pertamax Akan Turun?

News14 jam ago

Fundamental Indonesia Dinilai Tetap Menjadi Penopang Rupiah

Ruang Sujud16 jam ago

Al-Khawarizmi dan Revolusi Angka Dunia

News20 jam ago

AS-Iran Damai: Harga Minyak Merosot-Selat Hormuz Dibuka

LakeyBanget20 jam ago

Janice Tjen/Aldila Sutjiadi OTW Semifinal Nottingham Open 2026 Usai Sikat Pasangan Ceko

News21 jam ago

MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market

News1 hari ago

Pemerintah Perkuat Jurus Hapus Kemiskinan

LakeyBanget1 hari ago

FIFA Beri Perlakuan Khusus Bendera Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?

LakeyBanget1 hari ago

Callum Turner Tanggapi Rumor Jadi James Bond Baru

LakeyBanget1 hari ago

Real Madrid Resmi Gaet Ibrahima Konate

News1 hari ago

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Pemerintah Fokus Amankan Pasokan Batu Bara

News1 hari ago

Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Airlangga: Bukan BLT Tunai

News1 hari ago

Mendikdasmen: Kesungguhan Jadi Kunci Sukses Raih Beasiswa dan Kuliah di Luar Negeri

News1 hari ago

Stabilitas Kurs Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

News1 hari ago

DPR Restui Tambahan Anggaran Kemendikdasmen 2027, Berapa Besarannya?

News2 hari ago

Di Balik Agenda KTT G7: PM Italia Berhenti Merokok-Trump Dapat Jersey Jerman