News
AI Medis dan GovTech Jadi Andalan Baru, Diagnosis Lebih Akurat hingga Layanan Publik Kian Efisien
Pemanfaatan kecerdasan buatan semakin meluas dari sektor kesehatan hingga pemerintahan, menghadirkan akurasi diagnosis yang lebih tinggi sekaligus mempercepat transformasi layanan publik berbasis data.
[domain_capita]- Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menunjukkan dampak nyata di berbagai sektor strategis. Dua bidang yang saat ini menjadi fokus utama pemanfaatan AI adalah layanan kesehatan dan transformasi pemerintahan digital (GovTech). Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sektor kesehatan, sistem AI generasi terbaru mulai berperan sebagai pendukung pengambilan keputusan klinis. Salah satu contoh yang banyak diperbincangkan adalah Diagnostic Orchestrator yang dikembangkan oleh Microsoft AI. Sistem tersebut dirancang untuk membantu tenaga kesehatan menganalisis kasus-kasus medis kompleks yang sering kali membutuhkan kombinasi berbagai data klinis, hasil laboratorium, serta riwayat pasien.
Kemampuan AI dalam menganalisis data dalam jumlah besar memungkinkan tingkat akurasi diagnosis yang sangat tinggi. Dalam berbagai pengujian, sistem semacam ini disebut mampu mencapai tingkat akurasi hingga 85,5 persen pada kasus-kasus kompleks. Kehadiran teknologi tersebut dipandang sebagai salah satu solusi potensial untuk mengatasi kekurangan tenaga medis yang masih menjadi tantangan di banyak negara, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.
Sementara itu, di sektor pemerintahan, teknologi AI semakin banyak digunakan untuk memperkuat tata kelola berbasis data. Melalui pendekatan GovTech, pemerintah memanfaatkan AI untuk membersihkan dan memvalidasi data kependudukan nasional, mengidentifikasi data ganda, serta meningkatkan kualitas basis data yang menjadi fondasi berbagai program pelayanan publik.
Selain pengelolaan data, AI juga dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi kecurangan administrasi dan mempercepat proses pengawasan layanan publik. Algoritma kecerdasan buatan mampu mengenali pola-pola anomali yang sulit terdeteksi secara manual, sehingga dapat membantu pemerintah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program serta anggaran negara.
Di Indonesia, implementasi GovTech menjadi bagian penting dari agenda transformasi digital nasional. Integrasi data lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat menciptakan layanan publik yang lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien. Pemanfaatan AI dalam administrasi perpajakan, verifikasi data bantuan sosial, hingga pengelolaan identitas digital diproyeksikan menjadi pendorong utama modernisasi birokrasi dalam beberapa tahun ke depan.
Penggunaan AI di bidang kesehatan dan pemerintahan menunjukkan bahwa teknologi ini tidak lagi sekadar alat pendukung, melainkan mulai menjadi infrastruktur strategis yang menentukan kualitas layanan publik dan daya saing suatu negara. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengembangan AI tetap dibarengi dengan regulasi yang kuat, perlindungan data pribadi, serta pengawasan etis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
News
Gibran Ajak Pelajar dan Guru Melek AI: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penguasa Teknologi
Wakil Presiden Gibran menyerukan agar masyarakat, khususnya generasi muda dan pendidik, tidak hanya menjadi penonton, melainkan penguasa teknologi AI. Ia menekankan pentingnya literasi AI untuk menghadapi era digital dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Monitorday.com – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar, mahasiswa, guru, dan tenaga pendidik untuk mulai menguasai teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI akan menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi era digital yang berkembang semakin cepat.
Ajakan tersebut disampaikan Gibran melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
“Kita tidak bisa lagi menutup mata atau sekadar menjadi penonton. Kita harus menjadi pemain, kita harus menjadi penguasa teknologi tersebut,” kata Gibran.
Menurutnya, dunia saat ini tengah mengalami transformasi besar dari era literasi baca-tulis menuju era literasi digital. Salah satu perubahan paling signifikan ditandai dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, kesehatan, hingga industri kreatif.
Gibran menekankan bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan belajar, bukan sebagai jalan pintas yang membuat seseorang kehilangan kemampuan berpikir.
Ia menggambarkan AI sebagai asisten pribadi yang dapat membantu pelajar mencari informasi, mempelajari bahasa asing, memahami materi pelajaran yang kompleks, hingga menyelesaikan perhitungan matematika dengan lebih mudah.
Meski demikian, Gibran mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak boleh menghilangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan daya analisis yang menjadi keunggulan manusia.
“AI bisa membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi kreativitas, penalaran, dan kemampuan mengambil keputusan tetap harus diasah. Kuasai teknologinya, tetapi jangan sampai kehilangan daya pikir dan kreativitas,” ujarnya.
Wapres juga menyoroti semakin banyaknya teknologi AI yang tersedia secara terbuka atau open source. Menurutnya, kondisi tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan keterampilan digital tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dengan akses yang semakin mudah, pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mereka agar lebih siap bersaing di tingkat global.
“Kesempatan untuk belajar teknologi saat ini terbuka lebar. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas diri,” kata Gibran.
Selain menyasar generasi muda, Gibran juga mengajak para guru dan orang tua untuk ikut beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Ia menilai AI dapat membantu meringankan berbagai pekerjaan administratif yang selama ini membebani tenaga pendidik, seperti menyusun soal ujian, membuat materi pembelajaran yang lebih menarik, hingga menyusun studi kasus yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Dengan pemanfaatan yang tepat, AI diyakini dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar tanpa mengurangi peran penting guru sebagai pendidik.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Gibran mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap disertai dengan tanggung jawab dan etika.
Ia menegaskan bahwa teknologi tersebut tidak boleh digunakan untuk menyebarkan informasi palsu, melakukan plagiarisme, maupun melanggar privasi orang lain.
Menurutnya, penguasaan teknologi tanpa diimbangi integritas justru dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem AI yang bertanggung jawab, pemerintah disebut telah menyelesaikan UNESCO Readiness Assessment Methodology sebagai langkah awal dalam penyusunan regulasi dan tata kelola kecerdasan buatan di Indonesia.
Gibran meyakini bahwa penguasaan teknologi yang dibarengi dengan etika dan integritas akan menjadi modal penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan AI sebagai sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat kemajuan bangsa.
“Kuasai teknologinya, pegang teguh etikanya. Mari kita jadikan AI sebagai jembatan menuju Indonesia yang lebih maju, lebih cerdas, dan lebih bermartabat,” tegas Gibran.
News
Dapur MBG Bakal Terapkan Sistem Grading, Begini Skemanya
Ketahui detail skema sistem grading baru untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan pemerintah. Pahami bagaimana evaluasi kualitas akan memengaruhi insentif dan operasional SPPG.
Monitorday.com – Pemerintah menyiapkan sistem penilaian atau grading bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui skema baru ini, setiap dapur MBG akan dikategorikan ke dalam kelas A, B, atau C berdasarkan kualitas pelayanan, dengan besaran insentif yang berbeda sesuai hasil evaluasi.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG secara berkelanjutan.
“Ke depan SPPG akan mengalami grading atau evaluasi. Akan ada kelas A, B, dan C. Yang bagus mendapat kelas A, yang sedang B, dan yang kurang baik C. Hasil grading tersebut akan memengaruhi besaran insentif yang diterima,” ujar Qodari dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, sistem insentif berbasis kinerja ini diharapkan mendorong setiap dapur MBG untuk terus meningkatkan standar pelayanan, kualitas pangan, serta tata kelola operasional.
Pemerintah memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program MBG. Selama periode tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sejumlah dapur MBG guna memberikan ruang bagi proses penataan dan perbaikan sistem.
Evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kondisi fasilitas dapur, proses pengolahan makanan, penerapan standar kebersihan dan kesehatan, hingga kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Masa libur sekolah memberikan waktu yang cukup bagi BGN untuk melakukan evaluasi secara lebih mendalam. Mulai dari fasilitas, proses memasak, kesehatan, kebersihan, hingga peningkatan kualitas pangan yang disajikan,” kata Qodari.
Pemerintah berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar perbaikan layanan sehingga program MBG semakin efektif dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Selain menerapkan sistem grading, pemerintah juga memutuskan untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara pembangunan SPPG baru.
Kebijakan ini diambil karena jumlah dapur yang telah beroperasi dinilai cukup untuk saat ini. Fokus pemerintah selanjutnya adalah memperkuat kualitas dan efektivitas operasional dapur yang sudah berjalan.
“Moratorium dilakukan karena SPPG yang ada dianggap sudah mencukupi. Saat ini fokusnya adalah menata ulang dan meningkatkan kualitas SPPG yang telah beroperasi,” jelas Qodari.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya efisiensi anggaran serta pemerataan manfaat program MBG hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam skema baru, besaran insentif tidak hanya ditentukan oleh jumlah penerima manfaat yang dilayani, tetapi juga berdasarkan hasil penilaian kualitas masing-masing SPPG.
Artinya, dua dapur yang melayani jumlah penerima manfaat yang sama dapat menerima insentif berbeda apabila memiliki kategori grading yang berbeda.
“Misalnya dua SPPG sama-sama melayani 2.000 penerima manfaat. Insentif yang diterima bisa berbeda karena satu memperoleh grade A, sementara yang lain grade B,” ujar Qodari.
Pemerintah bahkan membuka kemungkinan pemberian sanksi bagi dapur dengan kinerja terburuk. SPPG yang masuk kategori C dan tidak menunjukkan perbaikan berpotensi menghadapi tindakan tegas hingga penghentian operasional.
Penerapan sistem grading, evaluasi menyeluruh, serta moratorium pembangunan dapur baru menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kualitas program Makan Bergizi Gratis.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap MBG dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sebagai program intervensi gizi nasional yang berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap penerima manfaat memperoleh layanan dengan standar kualitas yang lebih baik.
News
Pemerintah Bakal Rilis Bansos Berbasis AI, Pangkas Birokrasi dan Hemat Anggaran
Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berbasis AI siap diluncurkan pemerintah untuk efisiensi bansos. Harapannya, program ini mampu mempercepat penyaluran, meningkatkan akurasi, dan menghemat anggaran.
Monitorday.com – Pemerintah menargetkan peluncuran nasional Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) pada Oktober hingga November 2026. Program ini digadang-gadang mampu mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos), meningkatkan akurasi data penerima, serta berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp260 triliun dalam jangka panjang.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan saat ini Perlinsos Digital masih dalam tahap uji coba di sejumlah daerah sebelum diterapkan secara nasional.
“Terdapat 42 kabupaten yang menjadi lokasi pilot project. Salah satunya sudah berjalan di Banyuwangi. Dari proses ini kami semakin memahami tantangan dan kebutuhan digitalisasi berbasis AI dalam pemerintahan,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Sebelum peluncuran nasional, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meninjau langsung implementasi proyek percontohan pada 6–9 Juli 2026. Pemerintah masih mempertimbangkan tiga lokasi kunjungan, yakni Surabaya, Banyuwangi, dan Bali.
Menurut Luhut, hasil evaluasi dari kunjungan tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan sistem sebelum diterapkan di seluruh 541 kabupaten dan kota di Indonesia.
“Kami berharap pada Oktober atau November Presiden dapat meluncurkan sistem ini secara nasional. Targetnya, implementasi sudah mencapai 80 hingga 90 persen sambil terus disempurnakan hingga akhir tahun,” ujarnya.
Berbeda dengan layanan digital lainnya, Perlinsos Digital tidak akan hadir sebagai aplikasi yang harus diunduh masyarakat. Sistem ini akan tersedia dalam bentuk portal terpadu yang dapat diakses menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan teknologi pengenalan wajah (face recognition).
Melalui portal tersebut, masyarakat dapat mendaftar sebagai calon penerima bantuan sosial maupun mengajukan sanggahan jika merasa memenuhi syarat namun belum terdaftar.
Hingga pertengahan Juni 2026, hampir 370 ribu warga telah memanfaatkan layanan tersebut untuk pendaftaran maupun pengajuan keberatan.
Digitalisasi layanan ini juga diklaim mampu memangkas proses administrasi yang sebelumnya memerlukan waktu hingga 200 hari menjadi hanya beberapa menit. Selain itu, biaya yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp150 ribu untuk mengurus berbagai dokumen administratif dapat ditekan hingga mendekati nol.
Pemerintah menilai penggunaan AI akan meningkatkan kualitas dan akurasi data penerima bantuan sosial karena pembaruan data dapat dilakukan secara berkala dan lebih cepat.
Data yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk program bantuan sosial, tetapi juga akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan publik, mulai dari penyaluran subsidi hingga perencanaan pembangunan nasional.
Setiap perubahan data juga akan tercatat melalui sistem jejak audit (audit trail), sehingga proses pembaruan dapat ditelusuri secara transparan dan akuntabel.
Luhut menyebut digitalisasi perlindungan sosial berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran antara Rp170 triliun hingga Rp260 triliun, setara sekitar US$10–15 miliar.
Potensi penghematan tersebut berasal dari meningkatnya ketepatan sasaran penerima bantuan, pengurangan data ganda, minimnya risiko penyalahgunaan, serta penyederhanaan proses administrasi.
Meski demikian, pemerintah menegaskan angka tersebut masih berupa proyeksi strategis yang bergantung pada kualitas integrasi data dan keberhasilan implementasi sistem di seluruh daerah. Dengan demikian, nilai tersebut belum mencerminkan penghematan yang telah terealisasi saat ini.
Pengembangan Perlinsos Digital merupakan bagian dari agenda transformasi digital pemerintahan yang dikoordinasikan melalui Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP).
Program ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Kementerian PANRB, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, instansi pengelola data kependudukan, otoritas pengelola keuangan negara, sistem pembayaran nasional, badan statistik, instansi pertanahan, Kementerian Ketenagakerjaan, lembaga keamanan siber, hingga lembaga pencegahan korupsi.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap dapat membangun satu basis data perlindungan sosial yang terintegrasi, akurat, dan menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan publik di masa mendatang.
News
CKG Pelajar Jadi Investasi Generasi Sehat
Program Cek Kesehatan Gratis Pelajar dinilai penting untuk mendeteksi dini masalah kesehatan fisik dan mental anak sejak usia sekolah
Monitorday.com– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Pelajar dinilai menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Program ini hadir sebagai upaya preventif untuk mendeteksi lebih awal berbagai potensi gangguan kesehatan pada anak usia sekolah.
CKG Pelajar tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi gerakan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran indeks massa tubuh, kesehatan mata, gigi, hingga skrining kesehatan mental.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengatakan program CKG bagi pelajar dapat membangun kesadaran anak untuk menjalankan pola hidup sehat dan menjauh dari ancaman penyakit. Melalui program ini, kondisi pola makan dan pemenuhan gizi anak juga dapat diketahui lebih awal.
Urgensi deteksi dini semakin penting karena penyakit tidak menular mulai banyak mengancam usia produktif, bahkan sejak masa sekolah. Pola makan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, serta tekanan akademik dan sosial menjadi faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Kesehatan pelajar juga berpengaruh langsung terhadap proses belajar. Anak yang sehat secara fisik dan mental cenderung memiliki konsentrasi lebih baik, daya serap tinggi, serta semangat belajar yang optimal. Sebaliknya, gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi dapat menghambat pembelajaran dan meningkatkan risiko ketidakhadiran di sekolah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis hingga 14 juta anak pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya promotif-preventif untuk memperkuat kesehatan mental anak sekaligus mencegah risiko bunuh diri.
Menurut Budi, pada 2025 cakupan CKG anak-anak baru mencapai tujuh juta orang dari target 25 juta orang. Karena itu, perluasan program dinilai penting agar semakin banyak pelajar mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Keberhasilan CKG Pelajar membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan. Sekolah berperan memastikan program berjalan efektif, guru menjadi agen edukasi hidup sehat, sementara orang tua berperan menindaklanjuti hasil pemeriksaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perspektif pembangunan nasional, CKG Pelajar merupakan investasi jangka panjang. Dengan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, negara dapat menekan beban biaya kesehatan di masa depan sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih produktif, sehat, dan siap bersaing.
News
Rahasia Kecerdasan Alan Turing
Pernahkah Anda bertanya dari mana datangnya kejeniusan Alan Turing? Temukan bagaimana sebuah buku anak-anak dan dorongan seorang ibu menjadi fondasi pemikiran revolusioner sang bapak komputer modern.
TIDAK ada garis ilmuwan di keluarga Turing. Sama sekali nol. Ayahnya seorang birokrat tulen yang berdinas di India. Pamannya? Lebih unik lagi: dia hanya terkenal karena menulis buku petunjuk cara memancing ikan. Kakak laki-lakinya kelak menjadi pengacara biasa di London.
Jadi, dari mana datangnya kejeniusan Alan Turing? Mengapa otaknya bisa begitu otonom? Terisolasi dari tradisi keluarganya? Jawabannya ada pada sebuah ketakutan. Ketakutan seorang ibu.
Ketakutan terbesar seorang ibu kelas atas di Inggris zaman dulu adalah satu: anaknya tidak diterima di sekolah elit (Public School). Itu tabu. Bisa bikin malu keluarga.
Ethel Sara Turing mengalami ketakutan itu setiap hari. Dia melihat anak bungsunya, Alan, seperti kehilangan arah. Saat itu umurnya baru sembilan tahun. Sejak balita, Alan dititipkan ke sana-sini di Inggris karena orang tuanya sibuk bekerja di India. Rumah asuhnya dingin. Tidak ada ruang untuk sebuah bakat.
Alan tumbuh menjadi anak yang sangat eksentrik. Dia tidak suka menghafal sastra klasik. Kerjanya hanya membuat eksperimen kimia primitif di kamar. Bau belerangnya minta ampun. Kukunya hitam. Bajunya kotor semua.
Gurunya di sekolah dasar pun angkat tangan. Sifat Alan dianggap sebagai gangguan.
Ethel panik. Anak ini harus diselamatkan agar bisa diterima oleh sistem sosial Inggris. Namun, Ethel sadar sifat Alan tidak bisa ditekan. Bakatnya harus disalurkan.
Suatu hari, Ethel membawa pulang sebuah buku untuk meredam keanehan anaknya. Buku tebal. Judulnya Natural Wonders Every Child Should Know. Penulisnya Edwin Tenney Brewster.
Buku itulah yang mengubah jalan hidup Alan Turing. Gaya penulisan Brewster sangat jenius. Dia tidak memakai istilah dewa. Dia menjelaskan sains lewat analogi sehari-hari yang memikat anak-anak.
Ada satu bab yang membuat Alan kecil terenyak. Bab tentang bagaimana tubuh manusia bekerja. Brewster menulis hal yang radikal bagi anak sekecil Alan: tubuh manusia itu sebenarnya adalah sebuah “mesin”.
Jantung adalah pompa. Paru-paru adalah ventilator. Makanan yang masuk ke mulut adalah bahan bakar untuk menggerakkan seluruh organnya.
Bagi Alan, ini sebuah ledakan di kepalanya.
Sejak hari itu, cara pandangnya terhadap dunia berubah total. Dunia bukan lagi sekadar pemandangan alam. Dunia adalah kumpulan mekanisme. Ada logikanya. Ada polanya. Ada rumusnya.
Kalau tubuh manusia adalah mesin hidup yang bisa berpikir, maka kesimpulannya sederhana: suatu saat, manusia pasti bisa membuat mesin buatan yang juga bisa berpikir.
Benih ide itu tertanam di sana. Di kepala bocah yang kesepian.
Di usia 12 tahun, ia sudah terobsesi memanfaatkan energi alam yang paling efisien untuk memecahkan pertanyaan-pertanyaan fundamental.
Sekolah formal seperti Sherbone School gagal melihat kejeniusan ini. Kepala sekolahnya bahkan sempat menyindir bahwa Alan hanya membuang waktu di sekolah asrama jika hanya ingin menjadi spesialis sains.
Sekolahnya salah besar.
Sains memang begitu. Dia tidak selalu lahir dari kurikulum kaku sekolah elit atau laboratorium megah berbiaya miliaran.
Dia sering kali lahir dari sebuah kamar sepi yang berantakan. Dari seorang anak yang dianggap aneh oleh lingkungannya. Dan dari sebuah buku anak-anak yang tepat, yang jatuh di tangan yang tepat.
Ethel mungkin tidak pernah menduga. Buku yang ia belikan untuk menyelamatkan masa depan sosial anaknya, justru menjadi cetak biru lahirnya era komputer modern.
Dunia hari ini berutang pada buku anak-anak itu.
News
Dari Kelas ke Alam: Kemendikdasmen dan UNESCO Dorong Pendidikan Peduli Lingkungan
Kemendikdasmen dan UNESCO berkolaborasi memperkuat pendidikan berkelanjutan. Mereka mendorong pendekatan baru agar generasi muda lebih peduli lingkungan dan siap hadapi tantangan masa depan.
Monitorday.com – Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan ancaman terhadap ketahanan pangan global, pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai bagian dari solusi. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama UNESCO mendorong penguatan pendidikan berkelanjutan yang lebih dekat dengan lingkungan dan kehidupan nyata.
Komitmen tersebut mengemuka dalam National Forum on Education for Sustainable Development (ESD) atau Forum Nasional Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan UNESCO bersama Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Mengusung tema “Biosphere Reserves and Oceans as Learning Spaces for People and the Planet”, forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, hingga mitra pembangunan untuk membahas strategi memperkuat pendidikan berkelanjutan di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di bumi.
“Pendidikan harus mendekatkan murid-murid dengan alam di mana mereka berada. Kita harus memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia yang mampu hidup di dunia, tetapi juga manusia yang mampu menjaga dunia,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, arah pembangunan pendidikan nasional sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, serta tanggung jawab sosial.
Sebagai implementasi dari visi tersebut, Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Metode ini dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang reflektif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan tersebut, alam tidak lagi dipandang sekadar sebagai objek pembelajaran, melainkan menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman langsung bagi murid dalam memahami berbagai persoalan lingkungan.
Sementara itu, Direktur Kantor Regional UNESCO Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa, menilai sistem pendidikan perlu bertransformasi untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
“ESD bukan sekadar mengajarkan topik keberlanjutan. Ini adalah tentang mentransformasi cara kita belajar, cara kita mengajar, dan cara kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita,” kata Maki.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, UNESCO melalui program Sustaining Our Oceans (SOO) yang didukung Fast Retailing (UNIQLO) telah mengembangkan berbagai inisiatif pendidikan lingkungan, termasuk di Wakatobi. Program ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta didik.
Forum tersebut juga menjadi momentum penyerahan simbolis paket pembelajaran “Wakatobiku” kepada Kemendikdasmen. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah, organisasi internasional, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun pendidikan yang mendukung pelestarian lingkungan serta pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui sinergi berbagai pihak, pendidikan diharapkan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan dan siap menghadapi tantangan masa depan.
News
AS dan Iran Capai Kesepakatan Damai, Ini Faktanya
Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai. Artikel ini mengulas rincian perjanjian, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan dampaknya bagi stabilitas regional.
Monitorday.com – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketegangan di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut diumumkan pada Minggu (14/6) setelah melalui serangkaian perundingan intensif yang melibatkan sejumlah negara mediator.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mencakup komitmen Washington untuk mencabut blokade terhadap Iran. Namun, rincian lengkap isi perjanjian masih belum dipublikasikan dan nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara belum ditandatangani secara resmi.
Menurut Trump, penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung di Swiss pada 19 Juni mendatang.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut kesepakatan itu berhasil dicapai berkat mediasi Qatar serta dukungan diplomatik dari Arab Saudi dan Turki.
“Kami mengapresiasi komitmen Amerika Serikat dan Republik Islam Iran dalam mencari solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik ini,” ujar Sharif.
– Iran Konfirmasi Kesepakatan
Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) turut mengonfirmasi tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, SNSC menyebut teks nota kesepahaman telah dirampungkan berdasarkan arahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei serta dukungan penuh rakyat dan aparat keamanan Iran.
“Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks MoU mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan AS telah difinalisasi pada 15 Juni malam,” demikian pernyataan resmi SNSC.
– Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah jaminan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, jalur perdagangan energi strategis dunia.
Trump mengatakan Iran berkomitmen tidak mengenakan biaya atau tarif terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut. Sebelum pembukaan kembali jalur pelayaran, Iran juga disebut akan membersihkan ranjau yang masih berada di kawasan perairan itu.
Rencananya, Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional setelah penandatanganan kesepakatan pada 19 Juni.
– Upaya Menghentikan Konflik di Lebanon
Kesepakatan damai juga disebut mencakup komitmen penghentian pertempuran di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon.
Selama beberapa waktu terakhir, Lebanon menjadi salah satu titik ketegangan akibat keterlibatan kelompok Hizbullah dalam konflik yang berkaitan dengan Iran. Meski demikian, Israel dan Hizbullah tidak menjadi pihak yang menandatangani perjanjian tersebut.
Karena itu, efektivitas implementasi kesepakatan di Lebanon akan sangat bergantung pada pengaruh Amerika Serikat terhadap Israel serta kemampuan Iran menahan eskalasi dari kelompok sekutunya di kawasan.
– Trump Sebut Netanyahu Hampir Gagalkan Perundingan
Dalam wawancara dengan media Amerika, Trump mengungkapkan proses menuju kesepakatan sempat menghadapi hambatan serius akibat meningkatnya operasi militer Israel di kawasan.
Menurut Trump, langkah-langkah militer yang terus dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hampir membuat Iran menarik diri dari proses negosiasi.
Trump juga menilai Israel seharusnya mendukung upaya diplomatik yang dilakukan Amerika Serikat untuk menghentikan konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah.
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dipandang sebagai terobosan diplomatik yang berpotensi mengubah dinamika geopolitik Timur Tengah. Jika berhasil diimplementasikan, perjanjian tersebut tidak hanya dapat meredakan ketegangan antara kedua negara, tetapi juga membuka peluang stabilitas yang lebih luas bagi kawasan yang selama bertahun-tahun dilanda konflik.
Meski demikian, pengamat menilai keberhasilan kesepakatan ini masih akan sangat bergantung pada proses penandatanganan resmi, implementasi di lapangan, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga perdamaian jangka panjang.
News
Selasa Pagi 16 Juni Rupiah Menguat Tipis Segini
Rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa pagi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi.
Monitorday.com– Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Rupiah berada di level Rp17.704 per dolar AS pada awal perdagangan.
Mengutip Bloomberg, rupiah menguat 5 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan ini menunjukkan pergerakan rupiah masih terbatas di tengah dinamika pasar keuangan global.
Sementara itu, mata uang kawasan Asia bergerak bervariasi pada perdagangan pagi ini. Yen Jepang menguat 0,09 persen, dolar Hong Kong naik 0,03 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,04 persen.
Peso Filipina juga tercatat menguat 0,11 persen, sementara rupee India naik lebih tinggi sebesar 0,42 persen. Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,03 persen, dolar Taiwan turun 0,09 persen, yuan China melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,19 persen, dan baht Thailand melemah 0,03 persen.
Pergerakan mata uang Eropa terhadap dolar AS juga terpantau campuran. Euro menguat 0,04 persen dan pound sterling naik 0,1 persen, sedangkan franc Swiss melemah 0,08 persen.
Selain itu, krona Swedia melemah 0,15 persen dan krona Denmark turun 0,04 persen. Kondisi ini memperlihatkan pasar valuta asing masih bergerak hati-hati menanti sentimen global berikutnya.
News
Percepat Transisi Energi, Pemerintah Bakal Luncurkan BBM Baru
Indonesia akan meluncurkan BBM baru B50 pada 1 Juli 2026. Program ini diharapkan membawa dampak signifikan pada penghematan devisa dan penyerapan tenaga kerja.
Monitorday.com – Pemerintah melalui PT Pertamina dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, B50, pada 1 Juli 2026. Produk biodiesel ini merupakan campuran solar dengan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit sebesar 50 persen.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan uji coba B50 saat ini telah memasuki tahap akhir dengan hasil yang dinilai positif. Tingkat keberhasilan pengujian disebut telah mencapai 80 hingga 90 persen.
“Per 1 Juli 2026 akan diimplementasikan. Saya mungkin satu minggu lagi akan melakukan rapat dengan tim uji coba,” ujar Bahlil di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (8/6).
Menurutnya, hasil pengujian menunjukkan kualitas B50 cukup baik. Bahkan, kandungan air pada B50 disebut lebih rendah dibandingkan biodiesel B40 yang saat ini digunakan secara nasional.
“Sekarang kan kita uji coba terus. Semuanya 80 sampai 90 persen dari hasil uji coba alhamdulillah baik, bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 dan B50 itu lebih baik di B50,” kata Bahlil.
Saat ini Indonesia masih menerapkan program B40, yakni campuran solar dengan 40 persen biodiesel berbasis minyak sawit yang berlaku sejak 1 Januari 2025. Dengan peluncuran B50, pemerintah berharap penggunaan energi terbarukan semakin meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pemerintah tengah merampungkan regulasi agar implementasi B50 dapat berjalan serentak di seluruh sektor mulai Juli mendatang.
Menurut Eniya, penerapan B50 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan hingga akhir 2026. Pemerintah memperkirakan penghematan devisa dapat mencapai Rp157,28 triliun, sementara nilai tambah industri crude palm oil (CPO) berpotensi meningkat hingga Rp24,68 triliun.
“Untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50 persen ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp157,28 triliun dan peningkatan nilai tambah CPO juga merambah naik menjadi Rp24,68 triliun,” ujarnya.
Sejalan dengan transisi dari program B40 ke B50, pemerintah juga menaikkan target penyaluran biodiesel pada 2026. Volume yang sebelumnya ditetapkan sebesar 15,64 juta kiloliter (KL) meningkat menjadi 17,60 juta KL setelah kebijakan baru diberlakukan pada pertengahan tahun.
Meski demikian, skema insentif tetap tidak berubah. Dukungan pemerintah masih difokuskan pada sektor Public Service Obligation (PSO), sedangkan sektor non-PSO akan mengikuti mekanisme harga pasar.
“Alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja,” kata Eniya.
Selain memberikan manfaat ekonomi, implementasi B50 juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 2,2 juta tenaga kerja. Dari sisi lingkungan, program ini ditargetkan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 sepanjang tahun 2026.
Dengan berbagai manfaat tersebut, pemerintah optimistis B50 akan menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri sawit dan pencapaian target pengurangan emisi.
News
Harga Minyak Turun, Pasar Tunggu Damai AS-Iran
Harga minyak mentah melemah di tengah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan kesepakatan sementara AS-Iran.
Monitorday.com– Harga minyak mentah diperdagangkan di bawah level US$82 per barel pada Selasa, setelah jatuh hampir 5 persen pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai laporan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan sementara tersebut disebut dapat membuka kembali arus pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur energi paling penting di dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan aliran minyak dari kawasan Teluk Persia akan kembali berjalan bebas setelah kesepakatan mulai berlaku.
Namun, pasar masih bergerak hati-hati karena Washington dan Teheran belum merilis teks resmi nota kesepahaman. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar menahan diri, sementara sejumlah perusahaan pelayaran memilih menunda pengiriman kapal melalui rute tersebut hingga ada kejelasan lebih besar.
Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena gangguan di jalur ini berdampak langsung terhadap pasokan minyak global. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, aktivitas pengiriman energi melalui kawasan tersebut terganggu dan memicu lonjakan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir.
Rencana penandatanganan kesepakatan sementara di Swiss pada Jumat mendatang menjadi fokus utama pasar. Jika kesepakatan berjalan sesuai rencana, tekanan terhadap harga minyak berpotensi mereda karena pasokan dari Teluk Persia dapat kembali mengalir lebih lancar.
Meski demikian, analis menilai harga minyak belum sepenuhnya aman dari volatilitas. Pasar masih menunggu rincian teknis pembukaan jalur pelayaran, jaminan keamanan kapal, serta sikap resmi kedua negara setelah dokumen kesepakatan dipublikasikan.
