LakeyBanget
Persib Siap Tunjukkan Kelas di ASEAN Club Championship 2026/2027
Monitorday.com – Persib Bandung menegaskan kesiapannya menghadapi ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dengan target menampilkan performa terbaik sekaligus membawa nama Bandung dan Jawa Barat bersaing di level Asia Tenggara.
Pelatih Persib, Igor Tolic, mengatakan keikutsertaan tim berjuluk Pangeran Biru dalam kompetisi antarklub Asia Tenggara tersebut menjadi kesempatan penting untuk mengukur kemampuan tim di tingkat internasional.
Menurut Tolic, Persib tidak hanya bertanding untuk meraih hasil positif, tetapi juga memikul tanggung jawab besar sebagai representasi Kota Bandung, Jawa Barat, dan jutaan Bobotoh yang selalu memberikan dukungan.
“Kami akan mewakili kota dan masyarakat kami serta jutaan Bobotoh yang berdiri di belakang lambang ini dengan penuh kebanggaan dan semangat. Setiap kali melangkah ke lapangan, kami membawa harapan mereka dan kami memiliki tanggung jawab untuk bisa membuat mereka bangga,” ujar Tolic di Bandung, Jumat.
Pelatih asal Kroasia itu menilai ACC 2026/2027 merupakan panggung yang tepat bagi Persib untuk menunjukkan kualitas sepak bola Indonesia sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah Asia Tenggara.
Ia menegaskan seluruh elemen tim memiliki visi yang sama, yakni memberikan kebanggaan kepada para pendukung melalui kerja keras, disiplin, dan dedikasi penuh selama masa persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Komitmen tersebut, kata dia, tidak hanya diwujudkan saat pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam setiap sesi latihan yang dijalani para pemain dan staf pelatih.
Tolic juga meyakini dukungan besar dari Bobotoh akan menjadi sumber motivasi tambahan bagi skuad Maung Bandung dalam menghadapi persaingan ketat di ACC musim mendatang.
Menurutnya, sinergi antara pemain, pelatih, manajemen, dan suporter merupakan kekuatan utama yang dapat memperkuat mental serta meningkatkan performa tim di lapangan.
“Bersama-sama dengan para pemain, pelatih, staf, manajemen, dan Bobotoh, kami akan menghadapi tantangan ini dengan kerendahan hati, keberanian, serta semangat yang mewakili kebanggaan Bandung,” kata Tolic.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan dukungan penuh dari para pendukung, Persib optimistis mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik dalam ajang ASEAN Club Championship 2026/2027.
LakeyBanget
Momen Haru Jelang Pernikahan, Justin Hubner Resmi Jadi Mualaf
Monitorday.com – Kabar bahagia datang dari pasangan pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner, dan aktris Jennifer Coppen. Menjelang akad nikah yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, Justin dikabarkan telah memeluk agama Islam.
Kabar tersebut mencuat setelah Justin mengunggah momen rangkaian prosesi pranikah yang digelar di Bali melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (11/6/2026). Dalam unggahan tersebut, pasangan ini terlihat menjalani sejumlah prosesi adat dan keagamaan, termasuk pengajian, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta siraman.
Melalui keterangan unggahan, Justin menuliskan kalimat yang menggambarkan makna dari rangkaian acara tersebut.
“Membersihkan jiwa, menghormati tradisi, menyambut babak baru,” tulis Justin.
Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian publik adalah sesi pembacaan Al-Qur’an yang tercantum dalam dokumentasi acara. Kehadiran prosesi tersebut memunculkan spekulasi bahwa bek Timnas Indonesia itu telah resmi menjadi mualaf menjelang pernikahannya dengan Jennifer Coppen.
Unggahan tersebut langsung mendapat respons luas dari warganet. Ribuan komentar berisi doa dan ucapan selamat membanjiri kolom komentar pasangan yang kerap menjadi sorotan publik tersebut.
Isu mengenai kemungkinan perpindahan keyakinan dalam hubungan Justin dan Jennifer sebenarnya telah menjadi perbincangan publik sejak keduanya mengumumkan hubungan mereka.
Pada Desember 2025, Jennifer sempat menanggapi pertanyaan warganet dalam sebuah siaran langsung di media sosial terkait kemungkinan dirinya berpindah agama demi pasangan. Saat itu, ia menegaskan tidak akan meninggalkan keyakinannya.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi mengenai masa depan hubungan mereka, terutama karena perbedaan latar belakang agama yang dimiliki keduanya.
Kini, menjelang hari pernikahan, berbagai unggahan dan rangkaian prosesi yang dijalani pasangan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa Justin telah memilih memeluk Islam sebelum akad nikah dilangsungkan.
Rangkaian pengajian dan siraman dilaksanakan di kawasan Tirtha Bali, Uluwatu. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat kedua mempelai.
Jennifer tampil anggun mengenakan busana bernuansa ivory dengan detail payet, sementara Justin tampil serasi dengan busana muslim berwarna senada.
Keluarga Justin yang datang dari Belanda juga terlihat mengikuti prosesi tersebut. Momen haru tampak saat kedua orang tua Justin turut hadir dalam rangkaian acara dan memberikan doa restu kepada calon pengantin.
Prosesi sungkeman menjadi salah satu bagian yang menyita perhatian, memperlihatkan kedekatan keluarga besar menjelang hari bahagia pasangan tersebut.
Hubungan Justin Hubner dan Jennifer Coppen menjadi salah satu kisah asmara figur publik yang banyak mendapat perhatian masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.
Menjelang akad nikah yang akan digelar akhir pekan ini, publik kini menantikan kelanjutan perjalanan pasangan tersebut yang telah menjalani berbagai rangkaian persiapan pernikahan bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
Hingga saat ini, baik Justin maupun Jennifer belum memberikan pernyataan resmi secara khusus mengenai kabar perpindahan keyakinan tersebut. Namun, rangkaian prosesi yang telah dijalani keduanya menjadi sorotan dan mendapat banyak dukungan dari para penggemar.
LakeyBanget
Cetak Gol Perdana Piala Dunia 2026, Bomber Meksiko Ukir Sejarah
Julian Quiñones, bomber Meksiko, merasa bangga usai mencetak gol pertama Piala Dunia 2026. Golnya menjadi kunci kemenangan El Tri dan motivasi penting bagi tim di turnamen tersebut.
Monitorday.com – Penyerang tim nasional Meksiko, Julian Quiñones, mengaku bangga setelah namanya tercatat dalam sejarah sebagai pencetak gol pertama di ajang Piala Dunia 2026.
Gol Quiñones menjadi pembuka kemenangan Meksiko atas Afrika Selatan dengan skor 2-0 pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Stadion Azteca, Jumat dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan El Tri meraih tiga poin pertama di hadapan pendukung sendiri.
“Saya bahagia bisa mencetak gol pertama saya di Piala Dunia, di stadion yang luar biasa dengan para pendukung yang fantastis,” ujar Quiñones seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Penyerang berusia 29 tahun itu membuka keunggulan Meksiko pada menit kesembilan melalui penyelesaian yang membawa publik Azteca bersorak. Setelah unggul di babak pertama, Meksiko memastikan kemenangan lewat gol Raul Jimenez usai turun minum.
Meski menjadi sorotan berkat gol bersejarah tersebut, Quiñones memilih menempatkan keberhasilan tim di atas pencapaian individu. Ia menilai kemenangan menjadi modal penting bagi Meksiko untuk menjalani sisa pertandingan di fase grup.
“Bagi saya, yang terpenting adalah apa yang dilakukan seluruh rekan setim untuk mendapatkan tiga poin pertama ini,” katanya.
Quiñones juga memberikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan sejak menjelang turnamen dimulai. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan para pendukung menjadi salah satu faktor yang membantu Meksiko tampil percaya diri pada laga pembuka.
Dukungan penuh dari publik tuan rumah membuat para pemain termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik dan mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif.
Berkat kemenangan tersebut, Meksiko untuk sementara memimpin persaingan di Grup A dan menjaga peluang untuk melangkah ke babak berikutnya.
Selanjutnya, skuad asuhan Javier Aguirre akan menghadapi Korea Selatan pada pertandingan kedua Grup A yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Guadalajara, Zapopan, pada 19 Juni mendatang. Kemenangan pada laga tersebut akan semakin mendekatkan El Tri ke tiket fase gugur.
LakeyBanget
Shakira dan Burna Boy Guncang Stadion Azteca, Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai
Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan upacara pembukaan meriah di Stadion Azteca. Shakira dan Burna Boy tampil memukau, membawakan lagu resmi turnamen, ‘Dai Dai’.
Monitorday.com – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan upacara pembukaan spektakuler di Stadion Azteca, Mexico City, yang memadukan kemegahan sepak bola, musik, dan budaya dalam satu panggung megah.
Jutaan pasang mata dari berbagai penjuru dunia menyaksikan seremoni pembukaan yang berlangsung meriah sebelum laga perdana turnamen dimulai. Stadion legendaris yang menjadi salah satu venue utama Piala Dunia 2026 itu disulap menjadi arena pertunjukan kolosal dengan tata cahaya, visual, dan koreografi yang memukau.
Sorotan utama tertuju pada penampilan penyanyi asal Kolombia, Shakira, yang kembali hadir dalam panggung Piala Dunia. Bersama musisi Afrobeats asal Nigeria, Burna Boy, Shakira membawakan lagu resmi turnamen bertajuk “Dai Dai” yang untuk pertama kalinya dipentaskan secara langsung di hadapan publik dunia.
Mengenakan kostum bernuansa kuning cerah yang dipadukan dengan rok putih, Shakira tampil energik di tengah lapangan yang telah diubah menjadi panggung raksasa. Penampilannya semakin semarak dengan kehadiran puluhan penari yang mengelilingi replika Trofi Piala Dunia berukuran besar di pusat stadion.
Atmosfer semakin bergelora saat Burna Boy bergabung di atas panggung. Kolaborasi musik Latin khas Shakira dan irama Afrobeats yang menjadi ciri Burna Boy sukses membakar semangat puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Azteca.
Lagu “Dai Dai” menjadi salah satu momen penting dalam pembukaan Piala Dunia 2026. FIFA menyebut lagu tersebut tidak hanya menjadi anthem resmi turnamen, tetapi juga merepresentasikan semangat sepak bola, keberagaman budaya, dan persatuan masyarakat dunia.
Selain pertunjukan musik, upacara pembukaan juga menampilkan koreografi kolosal yang memikat perhatian. Ratusan penari membentuk berbagai formasi artistik di sekitar trofi raksasa yang menjadi pusat pertunjukan.
Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika para penari membentuk tulisan “We Are Ready” atau “Kami Siap”, yang menjadi simbol kesiapan tuan rumah dan seluruh peserta menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia.
Kemegahan seremoni berlanjut dengan parade bendera negara-negara peserta. Delegasi dari masing-masing tim memasuki lapangan sambil mengibarkan bendera kebanggaan mereka, menghadirkan nuansa persatuan dan keberagaman yang menjadi ciri khas ajang Piala Dunia.
Menurut FIFA, upacara di Meksiko menjadi pembuka rangkaian perayaan yang akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat. Seremoni pembukaan berlangsung sekitar 90 menit sebelum pertandingan pertama digelar.
Sejumlah musisi internasional turut memeriahkan acara, di antaranya Alejandro Fernández, Belinda, Danny Ocean, J Balvin, Lila Downs, Los Ángeles Azules, Maná, dan Tyla. Mereka membawakan sejumlah lagu yang masuk dalam Album Resmi Piala Dunia FIFA 2026.
Dengan kemasan yang megah, penuh warna, dan sarat pesan persatuan, upacara pembukaan di Stadion Azteca menjadi awal yang berkesan bagi perjalanan panjang Piala Dunia 2026. Seremoni tersebut sekaligus menandai dimulainya perburuan gelar juara dunia baru dalam turnamen yang diprediksi menjadi salah satu edisi paling meriah sepanjang sejarah sepak bola.
LakeyBanget
Belanda Bidik Gelar Perdana Piala Dunia 2026, Koeman Andalkan Perpaduan Senior dan Generasi Muda
Belanda menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar meraih gelar pertama. Skuad Koeman yang padukan senior dan muda, didukung kualifikasi impresif, siap menghadapi persaingan.
Monitorday.com – Tim nasional Belanda kembali menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih gelar juara dunia pertama sepanjang sejarah.
Tim berjuluk Oranje itu memiliki catatan impresif di ajang Piala Dunia, namun hingga kini belum pernah mengangkat trofi meski tiga kali mencapai partai final, yakni pada edisi 1974, 1978, dan 2010.
Di bawah arahan pelatih Ronald Koeman, Belanda datang ke turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan komposisi skuad yang memadukan pengalaman para pemain senior serta energi generasi muda.
Nama-nama seperti Virgil van Dijk, Denzel Dumfries, Memphis Depay, dan Tijjani Reijnders masih menjadi tulang punggung tim. Sementara sejumlah pemain muda diharapkan mampu memberikan warna baru dalam upaya Belanda menembus prestasi tertinggi di panggung sepak bola dunia.
Optimisme Belanda juga didukung oleh performa konsisten sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa. Oranje berhasil finis sebagai juara Grup G tanpa menelan satu pun kekalahan.
Dari delapan pertandingan, Belanda mengumpulkan 20 poin hasil enam kemenangan dan dua kali imbang. Catatan tersebut mempertegas status mereka sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen tahun ini.
Secara historis, Belanda juga dikenal sebagai tim yang konsisten di Piala Dunia. Mereka sukses lolos dari fase grup dalam 11 edisi terakhir yang diikuti, menunjukkan tradisi kuat sebagai salah satu kekuatan sepak bola Eropa.
Pada putaran final Piala Dunia 2026, Belanda tergabung di Grup F bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia. Persaingan diperkirakan berlangsung ketat, namun Oranje tetap menjadi salah satu favorit untuk melaju ke babak gugur.
Skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026
Kiper:
Mark Flekken, Robin Roefs, Bart Verbruggen.
Bek:
Nathan Aké, Denzel Dumfries, Jorrel Hato, Jurriën Timber, Micky van de Ven, Virgil van Dijk, Jan Paul van Hecke.
Gelandang:
Frenkie de Jong, Marten de Roon, Ryan Gravenberch, Justin Kluivert, Teun Koopmeiners, Tijjani Reijnders, Guus Til, Quinten Timber, Mats Wieffer.
Penyerang:
Brian Brobbey, Memphis Depay, Cody Gakpo, Noa Lang, Donyell Malen, Crysencio Summerville, Wout Weghorst.
Jadwal Belanda di Grup F
- Belanda vs Jepang – 15 Juni 2026, pukul 03.00 WIB
- Belanda vs Swedia – 21 Juni 2026, pukul 00.00 WIB
- Tunisia vs Belanda – 26 Juni 2026, pukul 06.00 WIB
Dengan kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, dan performa yang menjanjikan sepanjang kualifikasi, Belanda berharap Piala Dunia 2026 menjadi momentum untuk menghapus status sebagai “raja tanpa mahkota” dan akhirnya meraih trofi yang selama ini selalu luput dari genggaman mereka.
LakeyBanget
Unik! 7 Pasang Saudara Tampil, 4 Bela Tim Nasional Berbeda di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 mencetak sejarah dengan menampilkan tujuh pasang saudara kandung, empat di antaranya membela tim nasional yang berbeda. Temukan cerita di balik keputusan unik mereka.
Monitorday.com – Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menyajikan persaingan sengit antarnegara, tetapi juga menghadirkan kisah-kisah menarik di balik hubungan keluarga para pemain. Untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, tercatat tujuh pasang saudara kandung tampil bersama di putaran final Piala Dunia, dengan sebagian di antaranya membela negara yang berbeda.
Fenomena tersebut mencerminkan wajah baru sepak bola modern yang semakin dipengaruhi latar belakang keluarga multinasional serta regulasi kewarganegaraan yang memberi pemain kebebasan memilih negara yang akan mereka wakili di level internasional.
Dari tujuh pasangan saudara yang berlaga di Piala Dunia 2026, hanya tiga pasangan yang memperkuat tim nasional yang sama. Mereka adalah Lucas Hernandez dan Theo Hernandez bersama Prancis, Laros Duarte dan Deroy Duarte yang membela Tanjung Verde, serta Leandro Bacuna dan Juninho Bacuna yang menjadi andalan Curacao.
Namun perhatian terbesar justru tertuju pada empat pasangan saudara yang memilih jalur berbeda dengan memperkuat negara yang tidak sama.
Salah satu kisah menarik datang dari keluarga Brobbey-Luckassen. Penyerang Belanda, Brian Brobbey, akan memperkuat Oranje di Piala Dunia 2026. Sementara sang kakak, Derrick Luckassen, memilih membela Ghana setelah sebelumnya pernah memperkuat tim nasional Belanda di kelompok usia muda. Kehadiran keduanya menjadikan keluarga tersebut memiliki dua wakil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Cerita serupa hadir dari keluarga Doue. Wonderkid Prancis, Desire Doue, memutuskan membela Les Bleus, sedangkan kakaknya, Guela Doue, memilih memperkuat Pantai Gading, negara asal ayah mereka. Jika kedua tim mampu melaju jauh di turnamen, bukan tidak mungkin keduanya akan saling berhadapan di fase gugur.
Perbedaan pilihan negara juga terjadi pada keluarga Souttar. Meski sama-sama lahir di Skotlandia, John Souttar dan Harry Souttar mengambil jalan berbeda dalam karier internasional mereka. John tetap membela tanah kelahirannya, sementara Harry memilih Australia dan kini dikenal sebagai salah satu bek tertinggi di sepak bola internasional dengan postur mencapai 198 sentimeter.
Sementara itu, pasangan saudara yang paling populer di kalangan pecinta sepak bola adalah Inaki Williams dan Nico Williams. Kakak beradik yang lahir di Spanyol tersebut memilih membela negara yang berbeda. Inaki memutuskan memperkuat Ghana sejak sebelum Piala Dunia 2022, sedangkan Nico berkembang menjadi salah satu bintang utama tim nasional Spanyol. Pemain sayap lincah itu bahkan turut mencetak gol saat La Roja menjuarai UEFA Euro 2024.
Kehadiran tujuh pasang saudara kandung di Piala Dunia 2026 memberikan warna tersendiri bagi turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Di balik persaingan di lapangan, kisah mereka menunjukkan bagaimana identitas, warisan keluarga, dan sepak bola modern kini saling terkait dalam panggung olahraga terbesar di dunia.
Selain menciptakan catatan sejarah baru, para pemain tersebut juga membuktikan bahwa ikatan keluarga dapat tetap terjalin erat meski berada di kubu yang berbeda saat membela negara masing-masing.
LakeyBanget
Persib Tantang Port FC di ACC 2026/2027, Berikut Jadwal Lengkapnya
Dapatkan informasi jadwal Persib ACC 2026/2027 secara lengkap. Simak pertandingan penting fase grup dan persiapan stadion kandang Maung Bandung.
Monitorday.com – Persib Bandung akan memulai kiprahnya di ajang ASEAN Club Championship (ACC) 2026/2027 dengan menghadapi wakil Thailand, Port FC, pada laga perdana Grup B. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Bangkok pada 8 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil undian fase grup yang digelar di Jakarta pada 5 Juni 2026, Persib tergabung di Grup B bersama sejumlah klub kuat Asia Tenggara. Selain Port FC, skuad asuhan Igor Tolic juga akan bersaing dengan Johor Darul Ta’zim (Malaysia), Lion City Sailors (Singapura), Cong An Ha Noi FC (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja), serta pemenang laga play-off antara Ezra FC (Laos) dan Shan United (Myanmar).
Pada fase grup, ACC 2026/2027 menggunakan format single round-robin. Setiap tim akan menjalani enam pertandingan, terdiri atas tiga laga kandang dan tiga laga tandang. Empat tim terbaik dari masing-masing grup berhak melaju ke babak gugur yang akan dimainkan dengan sistem kandang dan tandang.
Berikut jadwal pertandingan Persib di fase grup ACC 2026/2027:
- 8 Oktober 2026: Port FC (Thailand) vs Persib (tandang)
- 19 November 2026: Persib vs Pemenang Play-off 2 (Ezra FC/Shan United) (kandang)
- 10 Desember 2026: Lion City Sailors (Singapura) vs Persib (tandang)
- 17 Desember 2026: Persib vs Johor Darul Ta’zim (Malaysia) (kandang)
- 25 Februari 2027: PKR Svay Rieng FC (Kamboja) vs Persib (tandang)
- 4 Maret 2027: Persib vs Cong An Ha Noi FC (Vietnam) (kandang)
Untuk laga kandang, Persib direncanakan tetap bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Saat ini, stadion kebanggaan Bobotoh tersebut tengah menjalani peningkatan kualitas rumput agar memenuhi standar internasional yang ditetapkan penyelenggara kompetisi.
Dukungan suporter diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi Maung Bandung, terutama saat menghadapi tim-tim unggulan seperti Johor Darul Ta’zim dan Cong An Ha Noi FC. Hasil positif dalam laga kandang dinilai akan menjadi kunci bagi Persib untuk mengamankan satu tempat di babak perempat final ACC 2026/2027.
LakeyBanget
Film Indonesia Bersinar di Bulgaria, Tiga Karya Sabet Penghargaan Internasional
Tiga film Indonesia, ‘Solata’, ‘DJUM’, dan ‘Dolanan Nusantara’, berhasil meraih penghargaan di Golden FEMI Film Festival 2026 Bulgaria. Prestasi ini memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.
Monitorday.com – Industri perfilman Indonesia kembali menorehkan prestasi di panggung internasional. Tiga film karya sineas Tanah Air berhasil meraih penghargaan dalam ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang berlangsung di Sofia, Bulgaria, mempertegas semakin kuatnya daya saing cerita dan karya kreatif Indonesia di mata dunia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria, Listiana Operananta, menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa film Indonesia mampu menjangkau dan menyentuh penonton lintas budaya melalui pesan-pesan universal yang diangkat.
“Film mampu menghadirkan kisah tentang kemanusiaan, budaya, dan harapan yang dapat dipahami oleh siapa pun, di mana pun,” ujar Listiana.
Menurutnya, film tidak hanya berfungsi sebagai medium hiburan, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam memperkuat diplomasi budaya serta memperkenalkan kekayaan nilai dan identitas Indonesia kepada masyarakat internasional.
Salah satu penghargaan bergengsi diraih film panjang Solata karya sutradara dan produser Ichwan Persada. Film tersebut memperoleh penghargaan Special Award for Cinema from the Emerald of the Equator: Cultural Contribution and Humanism berkat kekuatan narasi yang mengangkat nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
Selain Solata, dua karya lainnya yang turut mengharumkan nama Indonesia adalah film dokumenter DJUM karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto serta film pelajar Dolanan Nusantara karya Dimas Surya Pratama. Keduanya berhasil meraih penghargaan pada kategori masing-masing.
Penghargaan untuk Solata diterima langsung oleh Ichwan Persada dalam seremoni yang digelar di Sofia. Sementara penghargaan untuk DJUM dan Dolanan Nusantara diterima oleh Duta Besar RI Listiana Operananta yang mewakili para pembuat film yang tidak dapat hadir dalam acara tersebut.
Prestasi para sineas Indonesia ini diraih bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria. Momentum tersebut dinilai semakin memperkuat kerja sama budaya antara kedua negara sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi promosi industri kreatif Indonesia di kancah global.
Golden FEMI Film Festival 2026 berlangsung di bawah patronase Wakil Presiden Bulgaria, Iliana Iotova, dan dihadiri pelaku industri perfilman dari berbagai negara.
Keberhasilan tiga film Indonesia di festival internasional tersebut menjadi sinyal positif bahwa karya-karya sineas Tanah Air semakin mendapat tempat di panggung dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan kreatif yang terus berkembang di sektor perfilman global.
LakeyBanget
STY Resmi Tangani Persija, Erick Thohir Reaksi Begini
Erick Thohir mengapresiasi penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta, menilai hal ini positif bagi peningkatan kualitas Liga 1 dan sepak bola nasional secara keseluruhan.
Monitorday.com – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif keputusan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang resmi kembali ke Indonesia sebagai pelatih kepala Persija Jakarta. Menurut Erick, kehadiran pelatih berkualitas di kompetisi domestik menjadi indikator bahwa kualitas sepak bola nasional terus mengalami perkembangan.
Komentar tersebut disampaikan Erick usai menyaksikan kemenangan Timnas Indonesia 1-0 atas Mozambik dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026).
“Bagus dong. Karena ranking liga kita naik dari peringkat 25 menjadi 16. Target kita kalau bisa masuk 10 besar. Secara komersial, liga kita juga sudah menjadi yang nomor satu di Asia Tenggara,” kata Erick kepada wartawan.
Menurutnya, semakin banyak pelatih berkualitas yang memilih berkarier di Indonesia akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kompetisi dan pembinaan pemain nasional.
“Semakin banyak pelatih bagus yang datang ke liga kita, kualitas kompetisi juga akan semakin baik. Mudah-mudahan liga kita bisa menembus 10 besar Asia. Itu menjadi fondasi penting bagi pengembangan tim nasional, selain terus mendorong pembinaan kelompok usia U-17, U-19, dan pengembangan grassroots,” ujarnya.
Shin Tae-yong diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Persija Jakarta dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026).
Persija menjadi klub keempat yang ditangani pelatih asal Korea Selatan tersebut setelah mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Indonesia pada Januari 2025.
Usai berpisah dengan skuad Garuda, Shin sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) selama hampir satu tahun. Setelah itu, ia melanjutkan karier sebagai Director of Football di Seongnam FC sebelum menangani klub Korea Selatan, Ulsan HD.
Di Ulsan HD, Shin mencatatkan dua kemenangan, empat hasil imbang, dan empat kekalahan dari 10 pertandingan sebelum menerima tawaran dari Persija.
Meski tidak berhasil mempersembahkan gelar juara selama lima tahun menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong meninggalkan sejumlah pencapaian penting yang dianggap menjadi tonggak kebangkitan sepak bola nasional.
Di bawah kepemimpinannya, Indonesia berhasil meloloskan tiga kelompok tim nasional ke putaran final Piala Asia, mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023, finis di posisi keempat Piala Asia U-23 2024, serta menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2027 sekaligus memastikan tiket ke Piala Asia 2027.
Selain itu, peringkat FIFA Indonesia juga mengalami peningkatan signifikan, dari posisi 173 dunia saat awal kedatangannya menjadi peringkat 129 dunia.
Secara keseluruhan, Shin memimpin Timnas Indonesia dalam 57 pertandingan dengan catatan 26 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan. Selain menangani tim senior, pelatih berusia 55 tahun itu juga berperan besar dalam pengembangan Timnas U-19, U-20, dan U-23 selama masa tugasnya di Indonesia.
Kembalinya Shin Tae-yong ke sepak bola Indonesia bersama Persija Jakarta diperkirakan akan menjadi salah satu sorotan utama kompetisi musim depan, sekaligus menambah daya tarik Liga 1 yang tengah berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing di level Asia.
LakeyBanget
Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026, Ini Jadwalnya
Simak jadwal lengkap semifinal Piala AFF U-19 2026 antara Indonesia U-19 vs Australia U-19. Ketahui jam tayang dan opsi live streaming pertandingan krusial ini.
Monitorday.com – Timnas Indonesia U-19 dipastikan akan menghadapi Australia U-19 pada babak semifinal Piala AFF U-19 2026 setelah menyelesaikan fase grup dengan hasil sempurna. Pertandingan krusial tersebut akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026) pukul 20.15 WIB.
Skuad Garuda Muda melangkah ke semifinal dengan status juara Grup A setelah menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup. Performa impresif tersebut menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk menghadapi salah satu kekuatan sepak bola muda Asia-Pasifik.
Sementara itu, Australia berhasil mengamankan tiket semifinal sebagai juara Grup C. Tim berjuluk Young Socceroos itu mengoleksi empat poin hasil dari satu kemenangan atas Filipina dan satu hasil imbang melawan Kamboja.
Laga Indonesia kontra Australia diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama menunjukkan performa solid sepanjang turnamen. Dukungan penuh publik tuan rumah juga diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi skuad asuhan Indonesia untuk melangkah ke partai puncak.
Selain Indonesia dan Australia, dua tim lain yang berhasil menembus semifinal adalah Thailand dan Kamboja.
Thailand melaju ke empat besar sebagai juara Grup B setelah mencatatkan hasil sempurna dalam tiga pertandingan fase grup. Sementara Kamboja lolos sebagai runner-up terbaik dengan koleksi empat poin dari dua laga yang dimainkan.
Thailand dan Kamboja akan saling berhadapan pada semifinal pertama yang berlangsung di stadion yang sama pada Kamis sore.
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Stadion Utama Sumatera Utara
Kamis, 11 Juni 2026
- 16.00 WIB: Thailand U-19 vs Kamboja U-19
- 20.15 WIB: Indonesia U-19 vs Australia U-19
Pertandingan semifinal Indonesia melawan Australia akan disiarkan langsung melalui Indosiar dan SCTV. Penggemar sepak bola juga dapat menyaksikan laga tersebut melalui layanan streaming Vidio.
Dengan catatan sempurna di fase grup, Indonesia U-19 kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk mencapai final dan menjaga asa meraih gelar juara di hadapan pendukung sendiri.
LakeyBanget
Pelatih Vietnam Intip Kekuatan Timnas Indonesia Melawan Mozambik
Pelatih Vietnam Kim Sang-sik tertangkap kamera mengamati Timnas Indonesia vs Mozambik. Ini bagian dari persiapan Vietnam jelang Piala ASEAN 2026.
Monitorday.com – Pelatih tim nasional Vietnam, Kim Sang-sik, tertangkap kamera menyaksikan langsung pertandingan Timnas Indonesia melawan Mozambik dalam laga FIFA Matchday 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut memunculkan perhatian publik mengingat Vietnam dan Indonesia akan saling berhadapan pada ajang Piala ASEAN 2026 yang digelar akhir Juli mendatang.
“Saya sedang mengamati Indonesia,” ujar Kim singkat saat ditemui awak media di SUGBK.
Kim terlihat memasuki area tribun VIP Barat pada awal babak kedua. Saat itu, Timnas Indonesia tengah unggul 1-0 atas Mozambik berkat gol Ole Romeny yang tercipta pada menit ke-11.
Pelatih berusia 49 tahun itu tampil santai dengan mengenakan kaus polo putih, celana panjang krem, serta sepatu hitam-putih. Ia juga membawa tas ransel saat memasuki stadion. Setelah melayani permintaan dokumentasi dari sejumlah wartawan, Kim langsung menuju tempat duduknya di tribun VIP untuk memantau jalannya pertandingan.
Kehadiran Kim Sang-sik di Jakarta diyakini berkaitan dengan persiapan Vietnam menghadapi Piala ASEAN 2026. Dalam hasil undian turnamen tersebut, Indonesia dan Vietnam tergabung di Grup A bersama Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Vietnam pada 3 Agustus 2026 di Stadion Pakansari, Bogor. Sebelumnya, skuad Garuda akan memulai perjalanan mereka di fase grup dengan menghadapi Kamboja pada 27 Juli di stadion yang sama.
Pertemuan Indonesia dan Vietnam diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase grup mengingat rivalitas kedua negara yang semakin sengit dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data statistik pertandingan internasional, Indonesia dan Vietnam telah bertemu sebanyak 31 kali di berbagai ajang.
Dari total pertemuan tersebut, Indonesia mencatatkan 11 kemenangan, Vietnam meraih sembilan kemenangan, sementara 11 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Dalam empat pertemuan terakhir, Indonesia juga menunjukkan tren positif dengan meraih tiga kemenangan atas The Golden Stars. Satu-satunya kekalahan terjadi pada ajang Piala AFF 2024 ketika Indonesia takluk 0-1 di kandang Vietnam.
Kehadiran Kim Sang-sik untuk memantau langsung permainan Timnas Indonesia menunjukkan keseriusan Vietnam dalam mempersiapkan diri menghadapi salah satu rival terkuatnya di kawasan Asia Tenggara. Sementara bagi Indonesia, kemenangan atas Mozambik menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan di Piala ASEAN 2026.
