Connect with us

News

Pertamina Buka Suara Soal Isu Larangan Pertalite untuk Merek Kendaraan Tertentu

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) membantah kabar viral mengenai larangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite untuk kendaraan merek tertentu mulai 1 Juni 2026. Perusahaan memastikan informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan hingga saat ini pemerintah maupun regulator belum mengeluarkan kebijakan terkait pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan merek ataupun kapasitas mesin kendaraan.

“Informasi mengenai daftar merek kendaraan tertentu yang disebut tidak boleh membeli Pertalite mulai 1 Juni 2026 dipastikan tidak benar karena sampai saat ini tidak ada rencana ataupun arahan dari pemerintah dan regulator,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Minggu (24/5/2026).

Ia menegaskan distribusi dan pelayanan penyaluran Pertalite di seluruh SPBU masih berjalan normal seperti biasa. Menurutnya, program subsidi tepat yang saat ini diterapkan Pertamina juga tidak berkaitan dengan larangan terhadap kendaraan tertentu sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh unggahan berupa daftar kendaraan yang diklaim tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite mulai awal Juni 2026. Dalam narasi tersebut, pembatasan disebut akan diberlakukan berdasarkan merek dan kapasitas mesin kendaraan.

Namun, pemerintah sejauh ini hanya menerapkan kebijakan pembatasan BBM subsidi berdasarkan volume pembelian harian, bukan jenis kendaraan tertentu.

Aturan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026 yang berlaku sejak 1 April 2026. Dalam regulasi itu, pembelian Solar subsidi untuk mobil pribadi dibatasi maksimal 50 liter per hari, sementara kendaraan angkutan umum roda empat dibatasi hingga 80 liter per hari.

Untuk kendaraan angkutan umum roda enam atau lebih, batas maksimal pembelian ditetapkan 200 liter per hari. Adapun kendaraan layanan publik mendapat kuota maksimal 50 liter per hari.

Ketentuan serupa juga berlaku untuk BBM jenis Pertalite (RON 90). Kendaraan roda empat pribadi maupun angkutan umum dibatasi membeli maksimal 50 liter per hari per kendaraan, termasuk kendaraan layanan publik dengan batas yang sama.

Pertamina menegaskan masyarakat tetap dapat membeli Pertalite sesuai ketentuan yang berlaku dan diminta mengacu pada informasi resmi dari pemerintah maupun perusahaan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Sembilan WNI Misi Kemanusiaan Gaza Pulang ke Indonesia Sore Ini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 kini tengah dalam perjalanan pulang ke Tanah Air setelah sebelumnya ditahan oleh otoritas Israel.

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandi, mengatakan para WNI tersebut telah bertolak dari Istanbul, Turki menuju Dubai menggunakan maskapai Emirates pada Sabtu (23/5/2026) malam waktu setempat.

“Confirmed naik pesawat Emirates hari Sabtu tanggal 23 Mei pukul 19.35 Istanbul-Dubai,” ujar Harfin saat dikonfirmasi, Sabtu.

Setelah transit di Dubai, para relawan dijadwalkan melanjutkan penerbangan menuju Jakarta pada Minggu dini hari waktu Indonesia. Mereka diperkirakan tiba di Tanah Air pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 WIB.

“Dubai-Jakarta pada Minggu tanggal 24 Mei pukul 04.10 WIB dan diperkirakan tiba pukul 15.30 WIB,” katanya.

Sebelumnya, sembilan WNI peserta pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi solidaritas menuju Jalur Gaza.

Kesembilan WNI tersebut yakni Thoudy Badai, Rahendro Herubowo, Bambang Noroyono, Andre Prasetyo Nugroho, Andi Angga, Herman Budiyanto Sudarsono, Ronggo Wirasano, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bersama sejumlah perwakilan diplomatik RI sebelumnya terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keselamatan serta proses pemulangan seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Para relawan diketahui telah dibebaskan dan menjalani proses deportasi dari wilayah Israel menuju Turki sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Continue Reading

News

Danantara Jadi Motor Industrialisasi Baru

Pemerintah memosisikan BPI Danantara sebagai kendaraan investasi raksasa untuk mempercepat hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan posisi Indonesia dalam perdagangan global.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara tengah mendorong percepatan investasi dan perdagangan global sebagai bagian dari agenda besar industrialisasi nasional era Presiden Prabowo Subianto. Lembaga ini diproyeksikan menjadi sovereign wealth fund (SWF) strategis yang mengonsolidasikan aset-aset BUMN dan kekuatan ekonomi nasional untuk mendukung pembiayaan proyek jangka panjang bernilai besar.

Dalam forum tahunan World Economic Forum di Davos, Presiden Prabowo menyebut Danantara memiliki aset kelolaan sekitar USD 1 triliun yang berasal dari konsolidasi lebih dari 1.000 BUMN strategis. Pemerintah menempatkan Danantara bukan sekadar lembaga investasi biasa, tetapi sebagai instrumen utama transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri berdaya saing global.

Meski demikian, sejumlah analis menilai angka USD 1 triliun tersebut lebih merepresentasikan total valuasi aset konsolidasi negara dan BUMN, bukan dana tunai siap investasi sebagaimana model SWF tradisional seperti Temasek Holdings. Karena itu, klaim Danantara langsung masuk jajaran enam besar SWF dunia masih menjadi perdebatan di kalangan pelaku pasar internasional.

Pemerintah juga menggunakan Danantara sebagai bagian dari diplomasi ekonomi global Indonesia. Dalam berbagai forum internasional, narasi yang dibangun adalah Indonesia tidak lagi ingin bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan naik kelas menjadi pusat industri bernilai tambah tinggi. Fokus tersebut diarahkan pada pengembangan kendaraan listrik, ekosistem baterai EV, hilirisasi mineral, energi hijau, kecerdasan buatan, hingga semikonduktor.

Sejumlah proyek strategis yang disebut masuk dalam prioritas pembiayaan Danantara meliputi pengolahan nikel, refinery, petrokimia, energi terbarukan, hingga gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Langkah ini merupakan kelanjutan dan perluasan strategi hilirisasi yang sebelumnya dimulai pada era Presiden Joko Widodo.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai membangun wacana konsolidasi ekspor sumber daya alam melalui mekanisme yang lebih terintegrasi. Tujuannya untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global, mengurangi praktik underinvoicing, mengendalikan harga ekspor, serta meningkatkan penerimaan negara. Namun implementasi penuh ekspor satu pintu untuk seluruh komoditas strategis masih dalam tahap pengembangan regulasi dan koordinasi lintas sektor.

Skala Danantara yang sangat besar membuat pasar global menaruh perhatian serius terhadap tata kelola lembaga tersebut. Investor internasional menilai keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada transparansi, independensi bisnis, profesionalisme manajemen, serta kepastian regulasi. Risiko intervensi politik, konflik kepentingan, dan potensi distorsi pasar menjadi sorotan utama dalam berbagai analisis ekonomi.

Jika berjalan efektif, Danantara dinilai berpotensi mempercepat industrialisasi nasional, memperbesar devisa negara, meningkatkan nilai tambah ekspor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Namun para pengamat mengingatkan bahwa proyek sebesar ini juga membawa risiko besar apabila tata kelolanya tidak dijaga secara profesional dan akuntabel.

Continue Reading

News

Negosiasi Iran Memanas, Donald Trump Batal Hadiri Pernikahan Putranya

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan membatalkan kehadirannya dalam acara pernikahan putranya, Donald Trump Jr., yang dijadwalkan berlangsung di Bahama akhir pekan ini. Trump memilih tetap berada di Washington DC karena negosiasi terkait Iran masih berlangsung alot.

Keputusan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Jumat (22/5/2026), di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

“Saya sebenarnya sangat ingin bersama putra saya, Don Jr., dan anggota terbaru keluarga Trump, calon istrinya Bettina. Namun, situasi pemerintahan dan kecintaan saya kepada Amerika Serikat tidak memungkinkan hal itu,” tulis Trump.

Trump menyebut dirinya merasa perlu tetap berada di Gedung Putih selama periode yang dianggap krusial bagi pemerintahannya.

“Saya merasa penting untuk tetap berada di Washington, D.C., di Gedung Putih selama periode penting ini. Selamat untuk Don dan Bettina!” lanjutnya.

Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan bahwa situasi terkait Iran membuat akhir pekan ini bukan waktu yang tepat baginya untuk meninggalkan ibu kota Amerika Serikat.

Pihak Gedung Putih kemudian mengonfirmasi adanya perubahan agenda perjalanan presiden. Trump disebut membatalkan rencana akhir pekannya ke resor golf miliknya di New Jersey dan memilih tetap berada di Washington.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan secara rinci maksud dari “periode penting” yang dimaksud dalam pernyataannya.

Laporan media internasional menyebut situasi tersebut berkaitan dengan perkembangan terbaru negosiasi di Timur Tengah. Iran dikabarkan tengah mempelajari proposal baru dari pemerintah AS, sementara kepala militer Pakistan disebut akan menuju Teheran sebagai bagian dari upaya mediasi konflik.

Di sisi lain, hubungan AS dengan Kuba juga kembali memanas. Pemerintah AS dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap Kuba dengan mendakwa mantan presiden Raul Castro.

Militer AS pun dikabarkan mengirim kapal induk beserta kapal pengawalnya ke kawasan Karibia di tengah meningkatnya dinamika geopolitik tersebut.

Continue Reading

News

Program 3 Juta Rumah Mulai Terealisasi, Hampir 1 Juta Unit Tercatat Hingga Mei 2026

Pemerintah mencatat hampir 1 juta unit rumah telah masuk dalam basis data Program 3 Juta Rumah, disertai subsidi cicilan baru dan pembangunan hunian vertikal di kota besar.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan perkembangan signifikan hingga akhir Mei 2026. Pemerintah mencatat lonjakan realisasi pembangunan, perluasan subsidi pembiayaan, hingga pengembangan hunian vertikal di kawasan perkotaan sebagai strategi mengatasi backlog perumahan nasional.

Kementerian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melaporkan sebanyak 994.146 unit rumah telah masuk dalam basis data nasional program per akhir Februari 2026. Angka tersebut mencakup pembangunan rumah baru serta program peningkatan kualitas hunian melalui renovasi atau bedah rumah di berbagai daerah.

Untuk mempercepat akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah juga meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit sepanjang 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas jangkauan rumah subsidi bagi kelompok pekerja informal, buruh, petani, hingga nelayan.

Pada Mei 2026, pemerintah meluncurkan terobosan baru berupa subsidi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp600 ribu per bulan dengan tenor hingga 25 tahun. Skema tersebut mampu memangkas cicilan rumah dari sekitar Rp1,55 juta menjadi hanya Rp950 ribu per bulan. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan opsi tenor KPR hingga 30 tahun guna meringankan beban pembayaran masyarakat.

Strategi pembangunan perumahan kini mulai bergeser dari dominasi rumah tapak menuju pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Langkah ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan lahan dan tingginya kebutuhan rumah di kota besar. Salah satu proyek utama adalah groundbreaking Rumah Susun (Rusun) Subsidi di kawasan Meikarta pada 8 Maret 2026 yang dikerjakan melalui kolaborasi pemerintah, konsorsium swasta, dan Danantara.

Pemerintah bersama Bank BTN dan PT Kereta Api Indonesia juga mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) melalui pembangunan hunian terintegrasi transportasi massal. Salah satu proyek terbesar dipusatkan di kawasan Stasiun Manggarai dengan target pembangunan sekitar 5.000 unit hunian vertikal.

Selain itu, pemerintah sedang menyusun strategi pembentukan 10 kota baru di wilayah dengan backlog perumahan tinggi. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pemerataan kawasan hunian sekaligus pengembangan pusat ekonomi baru di luar kota-kota utama.

Meski realisasi fisik program berjalan cukup cepat, pemerintah masih menghadapi tantangan regulasi di tingkat daerah. Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 230 kabupaten dan kota belum menerapkan pembebasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, sebanyak 451 daerah juga belum mengeksekusi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), meskipun aturan hukumnya telah tersedia.

Pemerintah menilai harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting agar percepatan pembangunan rumah rakyat dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa tahun ke depan.

Continue Reading

News

Swasembada Beras Mulai Terwujud

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatat percepatan signifikan agenda ketahanan pangan nasional melalui swasembada beras, pembangunan gudang pangan, hingga proyek cetak sawah di Papua Selatan.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Agenda Ketahanan dan Swasembada Pangan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor. Pemerintah mengeklaim capaian tersebut terlihat dari keberhasilan peningkatan produksi beras nasional, penguatan cadangan pangan pemerintah, hingga pembangunan infrastruktur logistik pangan di berbagai daerah.

Salah satu capaian utama adalah deklarasi kembalinya swasembada beras nasional. Produksi beras domestik Indonesia disebut mencapai 34,71 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Pemerintah menyatakan target swasembada yang sebelumnya diproyeksikan selesai dalam empat tahun berhasil dipercepat hanya dalam waktu satu tahun. Melimpahnya produksi dalam negeri juga membuat pemerintah menghentikan impor beras karena stok nasional dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Lonjakan hasil panen turut berdampak pada meningkatnya cadangan beras pemerintah. Hingga Mei 2026, stok beras nasional yang dikuasai pemerintah dilaporkan mencapai 5,3 juta ton. Kondisi tersebut membuat kapasitas gudang milik Perum Bulog mengalami kepadatan sehingga pemerintah harus menyewa gudang tambahan untuk menampung hasil produksi.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pangan nasional, Presiden Prabowo juga melakukan groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur pada 16 Mei 2026. Gudang tersebut dirancang memiliki kapasitas masing-masing 1.000 ton dan akan terintegrasi dengan rantai distribusi logistik pangan nasional, termasuk untuk mendukung pasokan bahan baku program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di sisi kesejahteraan petani, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menerapkan strategi stabilisasi harga pangan berbasis tiga pilar, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan kelancaran distribusi pangan. Kebijakan itu dinilai berhasil menjaga Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani pada kisaran Rp6.815 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dibanding Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kondisi tersebut memberi ruang keuntungan yang lebih baik bagi petani selama musim panen raya.

Pemerintah bersama Komisi IV DPR RI juga mempercepat program penyerapan gabah petani minimal 4 juta ton setara beras guna menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dipandang penting untuk memperkuat daya tahan pangan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasar domestik.

Keberhasilan swasembada beras kini mulai diperluas ke komoditas strategis lainnya, terutama jagung. Presiden Prabowo telah menandatangani Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 yang berfokus pada perlindungan harga jagung lokal, peningkatan kesejahteraan petani pangan, penyediaan bibit unggul, serta distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran.

Di sektor perluasan lahan pertanian, pemerintah terus mendorong proyek cetak sawah skala besar di Merauke, Papua Selatan. Pada tahap awal, optimalisasi lahan seluas 40 ribu hektar dilaporkan telah mencapai target penuh. Perbaikan drainase, bantuan pengolahan lahan sebesar Rp900 ribu per hektar, serta dukungan pupuk membuat petani yang sebelumnya hanya panen sekali setahun kini mampu melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun.

Pemerintah saat ini melanjutkan pengembangan koridor lumbung pangan nasional melalui penambahan cetak sawah baru seluas 100 ribu hektar menuju target akhir 1 juta hektar di kawasan Wanam hingga Mutik, Papua Selatan. Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu fondasi utama ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.

Continue Reading

News

Partai Kecoak Viral di India, Gerakan Satir Anak Muda Salip Popularitas Partai Modi

Gerakan satir “Cockroach Janta Party” mendadak viral di India dan menjadi simbol kekecewaan generasi muda terhadap politik tradisional.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Sebuah gerakan satir bernama “Cockroach Janta Party” (CJP) atau “Partai Kecoak” menggemparkan media sosial India setelah berhasil menarik jutaan pengikut hanya dalam hitungan hari. Popularitas gerakan ini bahkan melampaui akun resmi partai penguasa Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.

Fenomena tersebut bermula dari kontroversi komentar Ketua Mahkamah Agung India Surya Kant dalam sebuah persidangan. Pernyataannya diduga membandingkan anak muda pengangguran dengan kecoak dan parasit. Meski Surya Kant kemudian mengklarifikasi bahwa komentarnya ditujukan kepada pemilik gelar palsu dan tidak sah, pernyataan tersebut sudah terlanjur menyebar luas dan memicu kemarahan publik di media sosial.

Dari kontroversi itu lahirlah Cockroach Janta Party, sebuah gerakan satir berbasis internet yang memparodikan nama BJP. Gerakan ini bukan partai politik resmi, melainkan wadah ekspresi politik anak muda yang dikemas dengan humor dan sindiran sosial. Syarat keanggotaannya dibuat bernada jenaka, seperti pengangguran, terlalu sering online, pemalas, hingga memiliki kemampuan “mengeluh secara profesional”.

CJP didirikan oleh Abhijeet Dipke, seorang ahli komunikasi politik yang sebelumnya pernah bekerja dengan Aam Aadmi Party. Kepada BBC Marathi, Dipke mengaku awalnya hanya bercanda ketika mencetuskan ide tersebut. Namun, gerakan itu berkembang jauh lebih besar dari perkiraannya dan menjadi simbol keresahan generasi muda India yang merasa tidak didengar oleh elite politik.

Dalam beberapa hari, CJP berhasil mengumpulkan puluhan ribu pendaftar melalui formulir daring dan mempopulerkan tagar #MainBhiCockroach atau “Saya Juga Kecoak”. Tokoh oposisi India seperti Akhilesh Yadav ikut menyoroti fenomena ini dengan menulis “BJP vs CJP” di platform X. Relawan muda juga mulai hadir di berbagai aksi sosial dan demonstrasi dengan mengenakan kostum kecoak sebagai simbol penerimaan satir terhadap label tersebut.

Popularitas CJP melonjak drastis ketika akun Instagram mereka menembus lebih dari 10 juta pengikut, melampaui akun resmi BJP yang memiliki sekitar 8,7 juta followers. Namun, akun X milik CJP dengan lebih dari 200 ribu pengikut dilaporkan diblokir di India setelah adanya tuntutan hukum. Pengguna di India menerima pemberitahuan bahwa akun tersebut ditahan sesuai permintaan otoritas terkait.

Fenomena Partai Kecoak juga mencerminkan dinamika sosial-politik India saat ini. India memiliki salah satu populasi termuda di dunia, dengan hampir separuh dari 1,4 miliar penduduknya berusia di bawah 30 tahun. Namun, partisipasi politik formal anak muda masih rendah. Sejumlah survei menunjukkan sekitar 29 persen anak muda India memilih menjauh dari politik, sementara hanya 11 persen yang bergabung dengan partai politik resmi.

Bagi banyak pendukungnya, CJP bukan sekadar lelucon internet, melainkan simbol frustrasi generasi muda terhadap sistem politik tradisional. Dipke menilai Generasi Z India kini mulai mencari ruang politik baru dengan bahasa yang lebih dekat dengan budaya digital dan media sosial.

Continue Reading

News

Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026

Program desa nelayan terintegrasi disiapkan dengan fasilitas modern dan skema koperasi untuk memperkuat ekonomi pesisir Indonesia.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada 2026 sebagai bagian dari agenda besar pembentukan 5.000 desa nelayan hingga 2029. Program tersebut diumumkan dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 pada Pebruari 2026 silam.

Saat itu, Presiden menyoroti kondisi nelayan Indonesia yang selama puluhan tahun dinilai belum mendapatkan perhatian maksimal dari negara. Menurutnya, banyak desa nelayan masih mengalami keterbatasan fasilitas dasar seperti pabrik es, akses bahan bakar, hingga distribusi hasil tangkapan ke pasar. Pemerintah kini berupaya mengubah kondisi tersebut melalui pembangunan infrastruktur terintegrasi di kawasan pesisir.

Setiap desa nelayan nantinya akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memperkuat rantai distribusi hasil laut agar lebih efisien, menjaga kualitas ikan, sekaligus meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan di pasar domestik maupun ekspor.

Presiden menegaskan bahwa program tersebut tidak diberikan dalam bentuk bantuan gratis, melainkan dikelola melalui sistem koperasi. Skema pembiayaan disusun agar nelayan dapat mengembalikan investasi secara bertahap dengan tenor panjang hingga 10–12 tahun. Pemerintah menilai pola tersebut lebih berkelanjutan karena mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Selain pembangunan desa nelayan, pemerintah juga mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Hingga kini, hampir 30 ribu koperasi dan gudang disebut telah memasuki tahap pembentukan. Setiap koperasi dirancang memiliki fasilitas gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi murah, hingga layanan pembiayaan mikro berbunga ringan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

Pendanaan program akan bersumber dari optimalisasi dana desa yang selama ini telah berjalan lebih dari satu dekade. Pemerintah berencana mengarahkan penggunaan dana tersebut secara lebih produktif dan terukur agar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui program ini, pemerintah ingin menjadikan desa nelayan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang modern, mandiri, dan memiliki daya saing global.

Continue Reading

News

Purbaya Targetkan Rupiah Bisa Balik ke Rp 15.000!

Pemerintah telah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menstabilkan imbal hasil (yield) pasar Indonesia, yang pada gilirannya akan menekan arus modal keluar dari negara.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmen pemerintah untuk mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Target yang ditetapkan adalah mengembalikan rupiah ke level Rp 15.000, di tengah nilai tukar yang masih terpantau tinggi pada angka Rp 17.698 pada perdagangan pagi hari Jumat (22/5/2026).

Langkah-langkah strategis telah diambil oleh Kementerian Keuangan untuk menstabilkan pasar obligasi guna mengurangi arus modal keluar dan menarik kembali investor. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan nilai tukar mata uang domestik.

Dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Purbaya menyampaikan, “Kita akan dorong rupiah ke arah Rp 15.000. Kalau kata Pak Presiden, ‘Purbaya senyum, ekonomi aman.’ Ini senyum terus nih.”

Purbaya menjelaskan bahwa dari sisi pemerintah, Kementerian Keuangan telah melakukan intervensi di pasar obligasi. Tujuannya adalah untuk menstabilkan imbal hasil (yield) pasar Indonesia, yang pada gilirannya akan menekan arus modal keluar dari negara.

Dia menambahkan, “Ini sudah berdampak. Karena walaupun Rupiah melemah, yield cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita beli obligasi ke pasar sekunder.”

Purbaya mengklaim bahwa tindakan tersebut berhasil menenangkan pasar dan mendorong investor kembali ke tanah air, dengan adanya modal asing yang masuk. “Kalau kita lihat dampaknya signifikan juga. Investor asing sudah masuk ke pasar sekunder juga sudah masuk ke pasar primer sekarang masuk hampir Rp 2 triliun lebih sudah masuk disitu,” terangnya.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Gandeng Sejumlah Lembaga Negara Kawal SPMB Ramah 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan “Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027” di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi momentum nasional untuk memperkuat tata kelola Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) agar berjalan lebih transparan, objektif, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.

SPMB Ramah diangkat sebagai semangat bersama bahwa penerimaan murid baru bukan sekadar proses administratif tahunan, melainkan bagian dari layanan publik pendidikan. Melalui SPMB Ramah, pemerintah ingin memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu, termasuk anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, anak terdampak bencana, serta kelompok rentan lainnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa SPMB harus menjadi pintu masuk pendidikan yang adil, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak. SPMB bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, melainkan instrumen pelayanan publik yang krusial dalam menjamin akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus transparan, objektif, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi. 

SPMB Ramah dirancang untuk memastikan bahwa hambatan ekonomi, kondisi disabilitas, domisili, maupun latar belakang sosial tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh hak dasar pendidikan. Dengan demikian, keberhasilan SPMB bukan hanya tentang proses penerimaan murid baru, tetapi tentang upaya negara memastikan masa depan anak-anak Indonesia yang dimulai dari akses pendidikan. 

Mendikdasmen menambahkan, bahwa penyelenggaraan acara ini ditujukan guna memastikan SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan sebaik mungkin. “Mari kita laksanakan (SPMB Ramah) bersama-sama,” tambahnya.

Penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah melibatkan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, aparat pengawas, aparat penegak hukum, lembaga pengawas pelayanan publik, lembaga perlindungan anak dan disabilitas, organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan pendidikan. Sinergi lintas sektor ini menjadi bentuk komitmen konkret untuk mengawal pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 agar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan berorientasi pada pelayanan publik yang bersih. Dengan dukungan DPR RI, DPD RI, Kantor Staf Presiden, Kemenko PMK, Kemendagri, Kementerian Agama, Kejaksaan Agung, Polri, KPK, Ombudsman RI, KPAI, KND, Kementerian PPPA, Kementerian Sosial, Badan Komunikasi Pemerintah, serta jajaran Kemendikdasmen, negara hadir memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan bermutu.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB sebelumnya telah menunjukkan perkembangan positif. Survei Katadata Insight Center Tahun 2025 menunjukkan bahwa 64 persen responden menilai SPMB memberi manfaat dalam pemerataan akses pendidikan, 51 persen menilai SPMB meningkatkan transparansi, dan 50 persen menilai SPMB mengurangi dominasi sekolah favorit.

Hingga saat ini pemda yang sudah menetapkan juknis SPMB sebanyak 476 Pemda, terdiri dari 451 kabupaten/kota dan 25 provinsi. Sejumlah daerah juga telah mulai melaksanakan tahapan pendaftaran, antara lain Provinsi Sumatera Utara, Kota Palembang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Solok.

Dalam mendukung perluasan akses pendidikan, 135 daerah telah melibatkan sekolah swasta dalam pelaksanaan SPMB. Dari jumlah tersebut, 92 daerah memberikan bantuan operasional kepada sekolah swasta, sedangkan 43 daerah memberikan bantuan langsung kepada murid, antara lain melalui beasiswa atau sekolah gratis bagi murid yang tidak tertampung di sekolah negeri dan berasal dari keluarga kurang mampu.

Continue Reading

News

Mulai Juli 2026, Pemerintah Wajibkan BBM Campuran Bioetanol E5 di Sejumlah Daerah

Pemerintah wajibkan BBM bioetanol E5 di sejumlah daerah mulai Juli 2026. Ini adalah langkah transisi energi dan upaya kurangi impor.

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah mulai mengambil langkah baru dalam transisi energi nasional dengan menerapkan kewajiban penggunaan bensin campuran bioetanol lima persen atau E5 mulai Juli 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pengurangan impor energi sekaligus mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Program mandatori E5 diumumkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam ajang IPA Convex di Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026). Pada tahap awal, penerapan E5 akan dilakukan secara terbatas di sejumlah wilayah yang dinilai siap dari sisi distribusi maupun ketersediaan bahan baku.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan implementasi awal E5 akan dilakukan di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, dan Lampung.

“Pada Juli, kami juga akan mewajibkan lima persen bioetanol atau E5, tetapi baru di beberapa lokasi saja,” ujar Eniya.

Menurutnya, pembatasan wilayah dilakukan karena pasokan bahan baku etanol untuk kebutuhan energi nasional masih terbatas. Pemerintah juga memastikan seluruh bahan baku bioetanol harus berasal dari produksi dalam negeri tanpa ketergantungan impor.

“Pak Menteri meminta bahan bakunya harus dari dalam negeri, tidak boleh impor,” kata Eniya, merujuk arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Saat ini, pemerintah baru mengidentifikasi tiga perusahaan yang mampu memproduksi etanol fuel grade untuk kebutuhan bahan bakar. Total kapasitas produksi ketiganya diperkirakan mencapai sekitar 26 ribu kiloliter (KL).

Pemerintah masih menyusun aturan teknis terkait volume distribusi dan alokasi penggunaan E5 melalui keputusan menteri. Program ini juga akan berjalan beriringan dengan implementasi mandatori biodiesel B50 yang lebih dulu diterapkan.

Di sisi lain, PT Pertamina disebut telah melakukan sejumlah uji pasar untuk BBM campuran etanol tersebut. Infrastruktur penjualan juga mulai diperluas guna mendukung pelaksanaan program E5.

“Pertamina sudah membangun 179 lokasi dan akan menambah sekitar 30 lokasi lagi,” ujar Eniya.

Meski demikian, implementasi penuh program E5 masih menunggu revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait mekanisme cukai. Selain itu, pemerintah juga masih memfinalisasi kepastian regulasi mengenai izin usaha biofuel.

Eniya menjelaskan pemerintah saat ini tengah menarik klasifikasi usaha biofuel ke bawah kewenangan Kementerian ESDM melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Langkah itu diharapkan dapat menyederhanakan proses perizinan bagi pelaku usaha.

“Kalau tidak perlu IUI, maka proses perizinan akan lebih sederhana karena tidak harus mengurus rekomendasi gubernur dan berbagai persyaratan lain,” jelasnya.

Kebijakan E5 menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat bauran energi baru terbarukan sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar fosil. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan bioetanol juga dinilai berpotensi meningkatkan penyerapan hasil pertanian dalam negeri, khususnya dari komoditas penghasil etanol seperti tebu dan molase.

Namun, sejumlah pengamat energi menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kesiapan pasokan bahan baku nasional dan stabilitas harga produksi bioetanol agar tidak membebani konsumen maupun industri.

Continue Reading
LakeyBanget2 minutes ago

Perketat Proteksi Akun Remaja, Meta Hadirkan 2 Fitur Baru

News27 minutes ago

Pertamina Buka Suara Soal Isu Larangan Pertalite untuk Merek Kendaraan Tertentu

News49 minutes ago

Sembilan WNI Misi Kemanusiaan Gaza Pulang ke Indonesia Sore Ini

News1 hour ago

Danantara Jadi Motor Industrialisasi Baru

LakeyBanget2 hours ago

Antusias Penggemar Membludak, Konser 25 Tahun Westlife di GBK Sold Out

News3 hours ago

Negosiasi Iran Memanas, Donald Trump Batal Hadiri Pernikahan Putranya

LakeyBanget4 hours ago

JPO Asia Afrika Jadi Pusat Selebrasi Bobotoh, Catat Rute Konvoi Persib

News5 hours ago

Program 3 Juta Rumah Mulai Terealisasi, Hampir 1 Juta Unit Tercatat Hingga Mei 2026

LakeyBanget11 hours ago

Euforia Bobotoh Rayakan Persib Hattrick Juara Super League

LakeyBanget12 hours ago

Daftar Lengkap Penghargaan Super League 2025-2026: Borneo FC Dominasi Penghargaan Individu dan Tim

LakeyBanget15 hours ago

Ukir Sejarah, Persib Bandung Jadi Klub Pertama Hattrick Juara

News23 hours ago

Swasembada Beras Mulai Terwujud

News23 hours ago

Partai Kecoak Viral di India, Gerakan Satir Anak Muda Salip Popularitas Partai Modi

News24 hours ago

Prabowo Targetkan 1.000 Desa Nelayan Beroperasi pada 2026

News1 day ago

Purbaya Targetkan Rupiah Bisa Balik ke Rp 15.000!

LakeyBanget1 day ago

Herdman Pisahkan Skuad Timnas Indonesia di FIFA Match Day dan Piala ASEAN 2026, Apa Alasannya?

LakeyBanget1 day ago

BTS Resmi Gelar Konser Dua Hari di GBK, Intip Jadwal dan Harga Tiketnya

LakeyBanget1 day ago

Korlantas Polri Resmi Luncurkan SIM Digital, Barcode Berubah Tiap 10 Detik

LakeyBanget1 day ago

Lawan Oman dan Mozambik, PSSI Panggil 44 Pemain Timnas Indonesia

LakeyBanget2 days ago

Manchester City Abadikan Nama Pep Guardiola di Tribune Utara Stadion Etihad

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.