News
Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz, Pasokan Minyak ke RI Kembali Aman
Kapal VLCC Pertamina Pride milik PIS sukses melewati Selat Hormuz, mengamankan kembali pasokan minyak ke Indonesia. Pelayaran ini hasil dari mitigasi risiko dan pemantauan ketat.
Monitorday.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat setelah sempat tertahan di kawasan Teluk Arab sejak Maret 2026.
Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keberhasilan tersebut menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu keluar dari kawasan tersebut. Dengan demikian, kedua kapal milik PIS kini telah kembali beroperasi secara normal.
“Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).
Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal tersebut kemudian berhasil melewati area kritis dan Selat Hormuz pada Rabu (8/7) pukul 00.15 WIB.
Menurut Vega, keberhasilan pelayaran ini merupakan hasil dari penerapan mitigasi risiko yang ketat serta pemantauan operasional secara menyeluruh guna memastikan keselamatan kapal di tengah situasi keamanan kawasan yang dinamis.
PIS juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pelayaran.
Sebelum diberangkatkan, Pertamina Pride menjalani serangkaian penilaian risiko yang komprehensif, mulai dari aspek asuransi, kesiapan teknis dan operasional, keamanan pelayaran, hingga kondisi awak kapal. Seluruh persyaratan tersebut menjadi dasar penentuan waktu dan rute yang dinilai paling aman untuk melintasi Selat Hormuz.
Selama perjalanan, operasional kapal dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di pusat krisis (crisis center) PIS guna memastikan pelayaran berlangsung aman.
Vega memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi selamat. Setelah berhasil keluar dari Selat Hormuz, kapal tanker berkapasitas dua juta barel minyak mentah itu langsung melanjutkan pelayaran menuju Kilang Pertamina di Cilacap untuk mendukung pasokan energi nasional.
Pertamina Pride diperkirakan menempuh perjalanan sekitar 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.
Ke depan, PIS akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di jalur pelayaran internasional serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjamin keselamatan awak kapal, keamanan muatan, dan kelancaran distribusi energi nasional.
“PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat serta para pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz dengan selamat,” tutup Vega.
News
AS Ungkap Alasan Kembali Gempur Iran
Monitorday.com – Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah selatan Iran, termasuk kawasan strategis di sekitar Selat Hormuz. Washington menyatakan operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons atas dugaan serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang milik sekutu yang melintasi jalur pelayaran internasional itu.
Pusat Komando Militer Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyebut serangan tersebut merupakan balasan atas insiden yang melibatkan tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
“Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata,” demikian pernyataan CENTCOM melalui akun resminya di X.
Sebelumnya, Arab Saudi menuduh Iran menyerang kapal tanker minyak milik Saudi dan Qatar yang sedang melintasi kawasan Teluk Persia sebelum memasuki Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan serangan tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pelayaran internasional, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global.
“Serangan-serangan ini merupakan serangan terhadap keamanan navigasi internasional dan pasokan energi global,” demikian pernyataan resmi pemerintah Saudi.
Hingga laporan ini disusun, pemerintah Iran maupun Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.
Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengutip sumber yang tidak disebutkan identitasnya, melaporkan bahwa sebuah kapal tanker Qatar menjadi sasaran setelah diduga mengabaikan sejumlah peringatan dari pasukan Iran saat melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Merespons insiden tersebut, militer AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran. CENTCOM mengklaim telah menghancurkan sekitar 80 target yang disebut sebagai fasilitas strategis milik Teheran, termasuk di Pulau Kharg dan Pulau Qeshm yang berada di sekitar Selat Hormuz.
Langkah cepat Washington memicu sorotan sejumlah pengamat karena serangan dilakukan sebelum adanya penjelasan resmi dari pemerintah Iran terkait insiden kapal di Selat Hormuz.
Situasi juga dinilai semakin sensitif karena Iran masih menjalani rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (9/7).
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan membatalkan nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya disiapkan sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan dengan Teheran.
Saat berbicara pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki, Trump menuduh Iran melanggar gencatan senjata dengan menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap Teheran dan menyebut tindakan Iran telah menggagalkan peluang tercapainya kesepakatan damai.
Ketegangan terbaru ini kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
News
Prabowo Resmikan BBM B50 Hari Ini, Langkah Baru Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Peluncuran BBM B50 oleh Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan energi nasional. Campuran 50% biodiesel sawit ini diharapkan dapat menghemat devisa dan berkontribusi pada lingkungan.
Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru, B50, pada Kamis (9/7) di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam program mandatori biodiesel nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
B50 merupakan bahan bakar biodiesel yang terdiri atas campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 50 persen solar (diesel fosil). Program ini melanjutkan kebijakan mandatori biodiesel yang sebelumnya telah menerapkan B20, B30, dan B40, dengan angka “50” menunjukkan persentase kandungan biodiesel dalam campuran tersebut.
Pelaksanaan program B50 memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati, serta Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar.
Dalam masa transisi implementasi, pemerintah memberikan waktu kepada badan usaha penyedia BBM hingga 30 September 2026 untuk menghabiskan stok biodiesel dengan spesifikasi B40. Kementerian ESDM juga akan melakukan evaluasi pelaksanaan program B50 secara berkala setiap tiga bulan.
Sebelum resmi diterapkan, B50 telah melalui serangkaian pengujian sejak awal 2025. Pengujian dimulai dari skala laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan uji penggunaan pada berbagai mesin diesel guna memastikan aspek kinerja, keamanan, serta kompatibilitas bahan bakar tersebut.
Pemerintah juga memastikan kesiapan dari sisi pasokan dan distribusi, mulai dari kapasitas produksi biodiesel, ketersediaan bahan baku minyak sawit, hingga infrastruktur pencampuran (blending) dan distribusi ke seluruh wilayah.
Uji coba B50 dilakukan secara komprehensif pada enam sektor utama pengguna mesin diesel, yakni sektor otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan perkeretaapian. Pengujian tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, badan usaha, asosiasi industri, akademisi, pemilik teknologi, hingga pelaku industri pengguna.
Meski sejumlah pengujian masih terus berlangsung, hasil sementara menunjukkan bahwa B50 aman digunakan serta memenuhi standar kinerja dan kompatibilitas pada berbagai aplikasi mesin diesel.
Pemerintah memperkirakan implementasi B50 akan memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Setelah program B40 pada 2025 mampu menghemat devisa sekitar Rp133,3 triliun, penerapan B50 pada 2026 diproyeksikan meningkatkan penghematan hingga sekitar Rp170 triliun.
Selain itu, program ini diperkirakan mampu meningkatkan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO) dari Rp20,92 triliun menjadi sekitar Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂ pada 2026.
News
Danantara Makin Dilirik Investor Global, Kunjungan Tony Blair Perkuat Kepercayaan Internasional
Kunjungan Tony Blair ke Danantara perkuat kepercayaan investor global terhadap lembaga ini. Ini menandai minat besar terhadap peluang investasi strategis di Indonesia.
Monitorday.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) semakin mendapat perhatian dari kalangan investor internasional. Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama jajaran Tony Blair Institute for Global Change (TBI) ke kantor Danantara pada Selasa (7/7/2026) menjadi salah satu sinyal meningkatnya kepercayaan global terhadap lembaga investasi strategis milik pemerintah tersebut.
Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk mendukung transformasi badan usaha milik negara (BUMN), penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan sektor-sektor prioritas, serta peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
CEO Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan tingginya ketertarikan Tony Blair dan TBI mencerminkan semakin besarnya minat investor asing untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Menurut Rosan, Danantara diposisikan sebagai jembatan bagi masuknya investasi internasional ke berbagai proyek strategis nasional. Ia menilai sentimen pasar terhadap kebijakan pemerintah saat ini cukup positif sehingga Danantara menjadi salah satu mitra yang banyak dilirik investor global.
“Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul,” ujar Rosan dalam keterangan resminya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari pengembangan kawasan ekonomi, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, hingga transformasi digital. Pengalaman dan jejaring internasional yang dimiliki Tony Blair Institute dinilai dapat mendukung penguatan kapasitas kelembagaan serta penerapan praktik tata kelola berstandar global.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan kemitraan dengan lembaga internasional seperti TBI diharapkan mampu mempercepat transformasi BUMN melalui penerapan berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai negara.
Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat daya saing BUMN, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Rosan Roeslani juga mengonfirmasi Tony Blair akan bergabung sebagai salah satu jajaran pengawas Danantara. Kehadiran tokoh internasional tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan investor sekaligus meningkatkan kredibilitas Danantara di mata pasar global.
Momentum tersebut bertepatan dengan keberhasilan Danantara menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar melalui penerbitan obligasi global perdana. Tingginya minat investor, terutama dari Amerika Serikat, dinilai menjadi indikator kuat atas meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia dan peran Danantara sebagai pengelola investasi strategis nasional.
News
PM Modi Puji Kepemimpinan Presiden Prabowo, Sebut Kunjungan ke Indonesia Luar Biasa
PM India Narendra Modi memuji kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam restorasi Candi Prambanan. Ia juga sangat terkesan dengan keramahan dan penyelenggaraan kunjungan kenegaraannya di Indonesia.
Monitorday.com – Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto dalam restorasi Kompleks Candi Prambanan. Apresiasi tersebut disampaikan PM Modi dalam keterangan pers bersama Presiden Prabowo di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Rabu (08/07/2026).
PM Modi menilai Presiden Prabowo memiliki kemampuan menyusun strategi yang matang. Untuk itu, PM Modi meyakini pelaksanaan restorasi dapat berjalan secara efektif dan bahkan selesai lebih cepat dari target yang ditentukan.
“Hari ini saya ingin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo, yang juga seorang prajurit, memahami cara menyusun perencanaan. Oleh karena itu, ketika beliau merencanakan restorasi ini, terdapat strategi yang jelas. Dari perencanaan tersebut, saya yakin pekerjaan restorasi ini akan rampung lebih cepat dari jadwal,” ucap PM Modi.
Selain pembahasan mengenai restorasi, dalam keterangannya, PM Modi turut mengungkapkan kesan mendalam atas rangkaian kunjungan kenegaraannya selama tiga hari di Indonesia. Menurutnya, sambutan hangat Presiden Prabowo dan keramahan masyarakat, serta kekayaan budaya Indonesia meninggalkan kesan yang sangat mendalam.
“Sejak saat saya tiba hingga sekarang saat saya akan segera bertolak, Presiden Prabowo telah meluangkan banyak sekali waktunya. Beliau menghabiskan begitu banyak waktu bersama saya,” katanya.
Seluruh rangkaian agenda kunjungannya, kata PM Modi, dipersiapkan dengan sangat baik dan mencerminkan eratnya persahabatan kedua negara.
“Setiap aspek kunjungan dan program saya telah direncanakan dengan sangat baik. Perhatian terhadap detail yang diberikan Presiden Prabowo pada setiap unsur program saya, serta pelaksanaannya yang luar biasa, sungguh membuat saya takjub hingga tidak mampu berkata-kata,” lanjutnya.
Sebagai penutup, PM Modi pun kembali menyampaikan penghargaan atas sambutan yang diberikan kepada dirinya beserta delegasi India. PM Modi menegaskan bahwa kehangatan dan keramahan yang diterimanya akan menjadi kenangan yang sangat berarti bagi rakyat India.
“Sebagai seorang sahabat karib, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus, tidak hanya atas nama pribadi, tetapi juga atas nama 1,4 miliar rakyat India, atas sambutan luar biasa yang diberikan kepada saya dan delegasi saya, serta atas kehangatan, persahabatan, dan kasih sayang yang dicurahkan,” ucapnya.
News
Pengemudi Ojol Bakal Berstatus Pelaku Usaha Mikro dan Berhak Akses KUR
Pemerintah siapkan regulasi baru untuk menetapkan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro. Langkah ini membuka akses luas ke KUR dan program pemberdayaan UMKM.
Monitorday.com – Pemerintah mempercepat penyusunan regulasi yang akan menetapkan pengemudi ojek online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro. Kebijakan ini disiapkan untuk memberikan kepastian hukum sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi para pengemudi terhadap berbagai program pemberdayaan usaha, termasuk pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan mayoritas pengemudi ojol lebih memilih berstatus sebagai pelaku usaha mikro dibandingkan pekerja. Hal tersebut terungkap dalam audiensi Kementerian UMKM bersama 19 komunitas dan asosiasi pengemudi ojol dari wilayah Jabodetabek dan Banten yang berlangsung di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
“Saya menanyakan kepada teman-teman komunitas dan asosiasi ini terkait status mereka. Apakah menginginkan menjadi pekerja atau menginginkan menjadi usaha atau pengusaha mikro. Semuanya serentak 100 persen menginginkan status usaha,” ujar Maman.
Menurut Maman, terdapat dua alasan utama di balik pilihan tersebut. Pertama, profesi pengemudi ojol memiliki karakter kerja yang fleksibel sehingga lebih sesuai dikategorikan sebagai pelaku usaha dibanding pekerja tetap. Kedua, status sebagai pelaku usaha mikro memungkinkan pengemudi mengembangkan berbagai usaha lain tanpa terikat pada satu jenis pekerjaan.
Pemerintah, kata Maman, tengah menyiapkan payung hukum yang memberikan kepastian mengenai status pengemudi platform digital. Regulasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi pelaksanaan berbagai program pembinaan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang selama ini belum dapat diakses secara optimal.
Selain kepastian status hukum, pemerintah juga akan membuka peluang lebih besar bagi pengemudi ojol untuk memperoleh pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan status sebagai pelaku usaha mikro, para pengemudi diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas permodalan berbunga rendah untuk mengembangkan usahanya.
Tak hanya itu, pengemudi ojol juga berpotensi memperoleh akses ke berbagai program pemberdayaan UMKM lainnya, seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, digitalisasi usaha, hingga peningkatan kapasitas dan daya saing.
Kementerian UMKM menilai langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi pelaku ekonomi digital untuk menikmati berbagai program pemberdayaan.
Dalam proses penyusunannya, regulasi tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Koordinasi lintas sektor diperlukan mengingat ekosistem transportasi berbasis aplikasi juga berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan, transportasi, perpajakan, dan ekonomi digital.
Pemerintah memastikan pembahasan aturan dilakukan melalui dialog dengan komunitas pengemudi, perusahaan aplikasi, serta para pemangku kepentingan lainnya agar menghasilkan kebijakan yang memberikan kepastian hukum tanpa mengganggu keberlanjutan industri transportasi daring.
Selama beberapa tahun terakhir, status hubungan antara perusahaan aplikasi dan pengemudi ojol menjadi perdebatan. Sebagian pihak mengusulkan pengemudi diakui sebagai pekerja, sementara sebagian lainnya menghendaki status sebagai mitra dengan perlindungan dan dukungan usaha yang lebih kuat.
Melalui regulasi yang tengah disusun, pemerintah berupaya menghadirkan jalan tengah dengan menempatkan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro. Skema ini diharapkan tetap menjaga fleksibilitas kerja para pengemudi sekaligus memperluas akses terhadap pembiayaan, pembinaan, dan berbagai program pengembangan usaha dari pemerintah.
Saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap penyusunan dan akan diumumkan setelah proses harmonisasi serta pembahasan lintas kementerian selesai dilakukan.
News
Kemendikdasmen Beri Perhatian Kelompok Bermain dan Penitipan Anak
Kemendikdasmen berkomitmen memperkuat PAUD, termasuk perhatian kelompok bermain dan penitipan anak, sebagai fondasi SDM unggul. Kebijakan ini mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun.
Monitorday.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi pendidikan nasional melalui penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, serta peningkatan mutu pendidikan dasar sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh peserta didik. Hal tersebut disampaikannya saat Kegiatan Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7).
Menteri Mu’ti menyampaikan, bahwa Kemendikdasmen terus memperkuat pendidikan sejak usia dini melalui implementasi Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak. Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kami di kementerian berkomitmen memperkuat pendidikan anak usia dini. Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari taman kanak-kanak, dan kami juga terus memberikan perhatian terhadap layanan kelompok bermain maupun penitipan anak agar kualitas layanan pendidikan sejak usia dini semakin baik,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar pada usia dini sangat menentukan keberhasilan peserta didik pada jenjang pendidikan berikutnya. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan PAUD sebagai bagian dari penguatan fondasi pendidikan nasional.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan dasar menjadi salah satu prioritas Kemendikdasmen. Menurutnya, pendidikan dasar merupakan foundational education yang menentukan perkembangan akademik, karakter, kecakapan sosial, hingga kepercayaan diri peserta didik pada jenjang selanjutnya.
“Pendidikan dasar adalah fondasi. Karena itu kualitas guru, proses pembelajaran, penguatan kemampuan dasar, pembentukan karakter, perkembangan motorik, spiritual, maupun kecakapan sosial harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Sebagai dasar penyusunan kebijakan, Kemendikdasmen juga terus memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memetakan kondisi pendidikan di seluruh Indonesia sehingga berbagai program dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing daerah.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Kemendikdasmen berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing guna mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang unggul sesuai arah pembangunan nasional.
Infografis
Buy Indonesia, Ketika Singapura Merapat ke Jakarta
NARASI “Sell Indonesia” sempat ramai dan seolah menggambarkan Indonesia sebagai negara yang mulai ditinggalkan. Namun kunjungan PM Singapura ke Jakarta justru memperlihatkan fakta berbeda: Singapura datang bukan untuk menjauh, tetapi justru memperkuat kerja sama dengan Indonesia.
News
KAI Siapkan Kejutan untuk Jakarta, Stasiun Gambir Disulap Jadi Teras Monas
Saksikan Stasiun Gambir bertransformasi menjadi Teras Monas, ruang publik ikonik dengan panorama langsung ke Monumen Nasional. Proyek Rp 1 triliun ini akan rampung 2028.
Monitorday.com – Warga Jakarta dan pengguna kereta api bakal menikmati wajah baru Stasiun Gambir dalam beberapa tahun mendatang. PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana merevitalisasi stasiun tersebut menjadi Teras Monas, sebuah ruang publik yang dirancang menghadirkan pengalaman perjalanan sekaligus menikmati panorama Monumen Nasional (Monas).
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan revitalisasi tersebut bukan sekadar pembenahan fasilitas transportasi, melainkan transformasi kawasan agar menjadi bagian dari pengalaman perjalanan masyarakat.
“Kami akan jadikan Stasiun Gambir menjadi terasnya dari panggung yang kita sebut dengan Monas,” kata Boby saat berdiskusi dengan awak media di Kereta Wisata, Rabu (8/7).
Menurut Bobby, konsep revitalisasi dirancang agar Stasiun Gambir tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan kereta api. Kawasan itu juga akan menjadi ruang publik yang memberikan “in journey experience”bagi setiap pengunjung.
Ia menjelaskan, desain kawasan akan mengusung kekayaan bentang alam Nusantara. Beragam elemen seperti air terjun, sawah terasering, hingga lanskap pegunungan akan dihadirkan sebagai identitas visual kawasan.
Bagi KAI, Monas merupakan panggung utama Indonesia yang selama ini belum memiliki ruang pandang yang mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat.
“Monas ini adalah panggungnya Indonesia. Terasnya ada dimana? Belum ada. Belum ada terasnya. Yang duduk bisa memandang Monas sekarang tidak ada. Untuk itu kami akan jadikan gambir sebagai In Journey Experience,” ujarnya.
Tak hanya itu, arah bangunan Stasiun Gambir juga akan disesuaikan sehingga menghadap langsung ke kawasan Monas. Dengan konsep tersebut, penumpang diharapkan dapat langsung menikmati suasana kawasan sejak tiba di stasiun.
“Pengguna jawa juga akan menikmati yang namanya surroundingsnya Monas. Dia akan menikmati yang namanya stasiun New Gambir,” katanya.
Bobby menambahkan, perubahan wajah Stasiun Gambir akan dibuat semenarik mungkin agar masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang berbeda dibanding sebelumnya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, KAI mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 triliun. Revitalisasi ditargetkan rampung pada 2028, sehingga Stasiun Gambir diharapkan tidak lagi hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga destinasi publik baru yang menyatu dengan ikon ibu kota.
News
Tirakat Gihei Honda Melahirkan Sang Maestro Otomotif
Telusuri kisah inspiratif Gihei Honda dalam memupuk bakat Soichiro Honda. Pelajari bagaimana pendekatan pengasuhan yang tidak konvensional dapat melahirkan seorang maestro otomotif.
Di awal abad ke-20, Kōmyō—sebuah desa kecil yang senyap di prefektur Shizuoka—hanya dikenal lewat gemerisik daun pinus dan deru angin dari pegunungan. Namun, di salah satu sudut bedeng kayu yang bising, atmosfernya sangat berbeda. Udara di sana pekat oleh jelaga, aroma besi membara, dan bau tajam minyak pelumas. Di tempat inilah, seorang bocah laki-laki bertubuh kurus menghabiskan masa kecilnya bukan dengan memegang buku sekolah, melainkan dengan memandangi percikan api yang melompat dari paron landasan besi.
Bocah itu bernama Soichiro Honda. Di kemudian hari, dunia mengenalnya sebagai maestro otomotif global. Namun, jauh sebelum mesin-mesin buatannya menguasai jalanan dunia, jiwanya terlebih dahulu ditempa di bengkel sederhana milik ayahnya, Gihei Honda. Bagi para orang tua yang mendambakan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berdampak besar, kisah masa kecil Soichiro bukan sekadar biografi usang, melainkan sebuah cetak biru tentang bagaimana sebuah bakat alami dirawat, diuji, dan dilepaskan ke dunia.
Penjara pikiran
Bagi Soichiro kecil, bangku sekolah formal adalah sebuah penjara pikiran. Aksara Kanji dan deretan angka di papan tulis terasa mati dan membosankan. Alih-alih mendengarkan guru, matanya sering kali menatap keluar jendela, mengagumi putaran roda kereta kuda yang melintas. Nilai rapornya merah, sebuah momok yang biasanya memicu kemarahan besar dalam budaya patriarki Jepang yang kaku.
Namun, di sinilah letak kebijaksanaan Gihei Honda. Sebagai seorang pandai besi yang kemudian beralih menjadi pereparasi sepeda, Gihei memiliki intuisi pengasuhan yang melampaui zamannya. Ia tidak memaksakan standar akademis yang seragam kepada putranya. Gihei menyadari bahwa kecerdasan Soichiro tidak terletak pada kemampuan menghafal teks, melainkan pada jemari tangannya yang lincah dan rasa ingin tahunya yang tak terbatas terhadap benda mekanis.
Alih-alih menghukum Soichiro karena nilai sekolah yang buruk, Gihei justru membuka pintu bengkelnya lebar-lebar. Ia mengizinkan putranya masuk ke dalam dunia orang dewasa yang penuh risiko. Di bengkel itu, Soichiro kecil diberikan ruang eksplorasi yang merdeka. Ia belajar mengenali ritme ketukan palu, memahami kekuatan struktur logam, dan merasakan bagaimana komponen-komponen kecil bekerja sama untuk menciptakan gerak.
Dari pola asuh ini, kita belajar satu hal penting: anak-anak sukses sering kali lahir dari orang tua yang tidak menuntut kesempurnaan pada hal yang tidak mereka kuasai, melainkan mereka yang jeli melihat kilatan minat unik anak dan menyediakan ekosistem yang tepat untuk memupuknya.

Ketika Obsesi Bertemu dengan Pembiaran yang Tepat
Suatu sore di tahun 1914, sebuah suara menderu yang asing memecah keheningan desa Kōmyō. Itu adalah Ford Model T, mobil pertama yang pernah menginjakkan roda di tanah berlumpur desa tersebut. Ketika anak-anak lain ketakutan atau hanya menonton dari jauh, Soichiro mengejar kendaraan itu seperti kerasukan.
Saat mobil itu berhenti, ia berlutut di tanah. Ia tidak hanya mengagumi kilau bodinya, tetapi juga menempelkan hidungnya ke tanah untuk menghirup dalam-dalam aroma oli yang menetes dari mesin. Baginya, itu adalah wewangian paling harum di dunia. Ia bahkan mengusap cairan hitam itu ke bajunya sendiri agar baunya melekat lebih lama.
Di tangan orang tua yang protektif dan kaku, tindakan Soichiro mungkin akan diganjar omelan karena telah mengotori baju hingga bernoda permanen. Namun, ibu Soichiro, Mika, seorang penenun yang penyabar, serta ayahnya, justru membiarkan kegilaan itu. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian saat Soichiro, dengan mata berbinar-binar, mendeklarasikan impiannya: “Suatu hari nanti, aku akan membuat mobil seperti itu!”
Membiarkan anak memiliki “obsesi positif”—bahkan jika itu terasa aneh atau tidak lazim bagi lingkungan sekitar—adalah bahan bakar utama yang membentuk daya juang (grit). Orang tua Soichiro paham bahwa tugas mereka bukanlah memadamkan api antusiasme anak, melainkan menjaga agar apinya tetap menyala tanpa membakar diri mereka sendiri.
Tempaan Karakter
Meskipun Gihei memberi kelonggaran yang luas dalam hal minat dan nilai sekolah, ia adalah sosok yang sangat tidak kenal kompromi dalam hal integritas. Suatu hari, Soichiro yang takut dimarahi karena nilai rapornya yang buruk melakukan tindakan nekat. Ia mengukir stempel keluarga menggunakan karet pedal sepeda bekas untuk memalsukan tanda tangan persetujuan orang tua di rapornya.
Rencana cerdik itu berantakan karena Soichiro lupa bahwa stempel harus diukir secara terbalik agar hasilnya terbaca benar. Mengetahui hal itu, Gihei tidak memarahi Soichiro karena angka-angka buruk di rapornya. Kemarahan Gihei meledak murni karena tindakan manipulasi dan ketidakjujuran putranya. Soichiro dihukum berat hari itu.
Peristiwa ini membekas seumur hidup di kepala Soichiro Honda. Lewat ketegasan ayahnya, ia belajar membedakan dengan jelas antara “gagal dalam sebuah proses” dan “gagal dalam menjaga integritas”. Di masa depan, mentalitas inilah yang membuatnya dihormati. Ia tidak pernah takut produknya gagal di pasar atau mesin balapnya hancur di lintasan, tetapi ia akan sangat murka jika ada ketiadaan kejujuran dalam proses rekayasa engineering di perusahaannya.
Keberanian untuk Melepaskan
Ujian tertinggi bagi setiap orang tua adalah kemampuan untuk merelakan anaknya mandiri. Pada usia yang baru menginjak 15 tahun, Soichiro melihat sebuah iklan lowongan magang di bengkel Art Shokai di Tokyo—sebuah kota metropolitan yang jauh dari desanya. Tanpa ragu, remaja tanggung yang belum lulus sekolah formal ini meminta izin untuk pergi merantau sendirian.
Bagi Gihei dan Mika, melepas anak sulung mereka ke kota besar pasca-Perang Dunia I tentu memicu kecemasan yang luar biasa. Namun, mereka tahu bahwa burung rajawali tidak akan pernah belajar terbang tinggi jika terus didekap di dalam sarang. Berbekal restu, kepercayaan, dan bekal mental yang sudah ditempa selama belasan tahun di bengkel desa, Soichiro dilepas pergi.
Di Tokyo, Soichiro memulai kariernya bukan langsung memegang mesin, melainkan menjadi pengasuh bayi pemilik bengkel dan pembersih lantai selama berbulan-bulan. Namun, karena pondasi mental tangguh dan etos kerja yang telah ia saksikan setiap hari dari ayahnya yang seorang pandai besi, Soichiro tidak pernah menyerah. Ia bertahan, belajar, berkembang, hingga akhirnya sejarah mencatat namanya dengan tinta emas.
Kisah masa kecil Soichiro Honda mengingatkan para orang tua modern sebuah esensi penting: mendidik anak sukses bukan tentang menjejalkan segala teori ke dalam kepala mereka, melainkan tentang menyalakan rasa ingin tahu, memberikan teladan nyata tentang kerja keras, menegakkan tiang kejujuran, dan memiliki keberanian untuk membiarkan mereka membangun takdirnya sendiri.
News
Indonesia-India Sepakati Pengadaan Rudal BrahMos
Kesepakatan pengadaan rudal BrahMos antara Indonesia dan India menandai modernisasi alutsista. Ini memperkuat kemitraan pertahanan strategis kedua negara.
Monitorday.com – Indonesia dan India resmi memperkuat kemitraan strategis di sektor pertahanan dengan menyepakati kerja sama pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos. Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta selama tiga hari atas undangan Presiden Prabowo Subianto.
Kerja sama pertahanan menjadi agenda penting dalam pertemuan kedua pemimpin, selain pembahasan mengenai penguatan kolaborasi di bidang mineral kritis, keamanan maritim, teknologi, ketahanan pangan, kesehatan, hingga ekonomi biru.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengonfirmasi bahwa kedua negara telah mencapai kesepakatan terkait pengadaan sistem rudal BrahMos.
“Kesepakatan untuk kerja sama pada Sistem BrahMos tercapai selama kunjungan tersebut,” tulis Jaiswal melalui akun resmi X.
Ia menambahkan, Indonesia dan India juga menyepakati kerja sama pengembangan rudal udara-ke-udara yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan pertahanan kedua negara.
Kesepakatan pengadaan BrahMos ditandatangani antara BrahMos Aerospace dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Meski demikian, kedua pihak belum mengungkapkan rincian jumlah rudal yang akan dibeli maupun jadwal pengirimannya.
Sejumlah media internasional melaporkan nilai kontrak pengadaan sistem BrahMos diperkirakan mencapai sekitar 630 juta dolar Amerika Serikat atau lebih dari Rp10 triliun. Apabila terealisasi sepenuhnya, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang mengoperasikan sistem rudal tersebut setelah Filipina dan Vietnam.
Selain BrahMos, Indonesia juga disebut akan mengadopsi rudal udara-ke-udara Astra buatan India yang dirancang untuk diintegrasikan dengan pesawat tempur Sukhoi yang saat ini masih dioperasikan TNI Angkatan Udara.
Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menyatakan berbagai kesepakatan yang dicapai diharapkan dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi India di kawasan Indo-Pasifik. Menurutnya, penguatan kerja sama bilateral akan berkontribusi terhadap stabilitas kawasan, keamanan maritim, serta ketahanan rantai pasok sektor strategis, termasuk mineral kritis.
Selain kerja sama pertahanan, Indonesia dan India juga menandatangani sejumlah nota kesepahaman di berbagai sektor, antara lain pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri baja, ketahanan pangan, kesehatan, teknologi antariksa, penanggulangan bencana, dan ekonomi biru.
Bagi India, kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas ekspor industri pertahanan nasional. Sementara bagi Indonesia, pengadaan sistem rudal BrahMos merupakan bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna memperkuat kemampuan pertahanan, terutama dalam menjaga wilayah maritim dan kepentingan strategis nasional.

