Monitorday.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya mengungkap alasan di balik keputusan memisahkan skuad Garuda untuk dua agenda besar yang berlangsung dalam waktu berdekatan, yakni FIFA Match Day Juni 2026 dan ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala ASEAN 2026.
Pelatih asal Inggris tersebut memastikan kedua turnamen akan menggunakan komposisi pemain yang berbeda sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju Piala Asia 2027 dan target tampil di Piala Dunia.
Pada agenda FIFA Match Day Juni 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Herdman menegaskan laga internasional tersebut akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan kekuatan para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa.
Beberapa nama diaspora yang diproyeksikan memperkuat skuad Garuda antara lain Jay Idzes, Emil Audero, Justin Hubner, Kevin Diks, hingga Maarten Paes. Kehadiran mereka dinilai penting untuk meningkatkan kualitas permainan Indonesia saat menghadapi lawan level internasional.
Namun situasi berbeda terjadi untuk Piala ASEAN 2026 yang mulai digelar pada akhir Juli mendatang. Herdman mengakui regulasi FIFA dan jadwal kompetisi Eropa membuat banyak klub sulit melepas pemain mereka untuk turnamen regional Asia Tenggara tersebut.
“Kesempatan bagi pemain Eropa untuk bergabung sebenarnya ada, tetapi klub mereka tidak akan mengizinkan. Saya punya pengalaman di CONCACAF dengan situasi seperti ini, dan aturan FIFA tetap harus dihormati,” ujar Herdman kepada awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Dengan kondisi tersebut, Piala ASEAN 2026 akan menjadi ajang utama bagi para pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Menurut Herdman, turnamen itu bukan sekadar perebutan gelar regional, tetapi juga bagian penting dari proses seleksi menuju Piala Asia 2027.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.
Skuad Garuda akan memulai perjalanan dengan menjamu Kamboja pada 27 Juli, lalu menghadapi pemenang play-off Brunei Darussalam atau Timor Leste pada 31 Juli. Setelah itu, Indonesia dijadwalkan melawan Vietnam pada 3 Agustus dan menutup fase grup menghadapi Singapura pada 7 Agustus.
Herdman juga mengungkapkan persiapan menuju Piala ASEAN sudah dimulai sejak Mei 2026. Sebanyak 23 pemain dipanggil mengikuti training camp di Jakarta pada 26-30 Mei 2026.
Mayoritas pemain berasal dari kompetisi domestik, sementara Marselino Ferdinan menjadi satu-satunya pemain abroad yang dipanggil. Saat ini Marselino bermain bersama klub Slovakia, AS Trencin.
Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan tidak ada pemain yang otomatis mendapat tempat di skuad utama. Semua pemain wajib menunjukkan performa terbaik selama pemusatan latihan berlangsung.
“Kami menyebutnya assessment and development camp. Semua pemain harus tampil bagus, tidak peduli apakah dia pemain top liga atau sudah pernah membela Indonesia sebelumnya,” kata Herdman.
Herdman menyebut performa pemain di Piala ASEAN 2026 akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum menentukan 26 pemain terbaik untuk Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Ia menargetkan proses seleksi skuad inti selesai paling lambat pada November mendatang.
“Pada November saya harus sudah tahu siapa 26 pemain terbaik untuk persiapan Piala Asia. Jadi periode ini sangat krusial,” tegasnya.
Strategi penggunaan dua skuad berbeda ini menunjukkan Timnas Indonesia mulai membangun sistem tim nasional yang lebih terstruktur. Pemain diaspora diproyeksikan untuk menghadapi level internasional yang lebih tinggi, sementara pemain lokal diberi ruang berkembang dan membuktikan kualitas mereka di level Asia Tenggara.