News
Atasi Learning Loss, Mendikdasmen Prioritaskan Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar

Monitorday.com – Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi menjadi kunci utama dalam mengatasi kesenjangan capaian pendidikan nasional, khususnya pada kemampuan dasar peserta didik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pencanangan kolaborasi multipihak penguatan literasi dan numerasi di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, berbagai tantangan pendidikan seperti learning loss dan learning poverty harus dipandang sebagai momentum untuk mempercepat transformasi sistem pendidikan nasional.
“Berbagai tantangan bukanlah akhir, tetapi justru menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus mendukung visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, kemampuan dasar siswa Indonesia dalam membaca dan berhitung dinilai belum menunjukkan pemulihan signifikan. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 disebut masih sejalan dengan capaian asesmen sebelumnya, termasuk Programme for International Student Assessment (PISA).
“Kita belum sepenuhnya pulih dari persoalan mendasar terkait rendahnya kemampuan literasi dan numerasi. Ini menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Untuk itu, pemerintah akan memfokuskan penguatan pada jenjang pendidikan dasar, terutama di kelas awal sekolah dasar sebagai fondasi utama pembelajaran. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) disebut sebagai prasyarat penting dalam penguasaan ilmu lainnya.
Dalam implementasinya, terdapat tiga pendekatan utama yang akan diperkuat. Pertama, peningkatan kompetensi melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa serta mendorong kemampuan berpikir dasar.
Kedua, pembangunan kebiasaan membaca melalui penyediaan bahan bacaan yang menarik dan relevan bagi anak, sehingga kemampuan membaca berkembang seiring dengan minat baca.
Ketiga, pembentukan budaya membaca sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang didukung lingkungan belajar yang kondusif dan ketersediaan sumber belajar.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami dan mengolah informasi. Numerasi juga bukan sekadar angka, tetapi kemampuan berpikir logis dan sistematis,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan metode pembelajaran yang tepat di lapangan, mengingat masih terdapat praktik yang belum optimal dalam mengembangkan kemampuan dasar siswa secara menyeluruh.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra pembangunan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkelanjutan.

News
Duh! AS Kembali Serang Iran, Targetkan Peluncur Rudal dan Kapal Penebar Ranjau
Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan serangan pertahanan diri di Iran selatan, menargetkan aset-aset militer Iran. Operasi ini bertujuan melindungi personel militer AS dari ancaman.

Monitorday.com – Amerika Serikat mengaku telah melancarkan serangan “untuk membela diri” di wilayah selatan Iran dengan menargetkan peluncur rudal serta kapal yang diduga digunakan untuk memasang ranjau laut di kawasan Teluk.
Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengatakan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi personel militer AS dari ancaman pasukan Iran.
“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins kepada Fox News, Senin.
Menurut Hawkins, sasaran serangan meliputi lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang disebut sedang berupaya menempatkan ranjau laut.
“Komando Pusat AS terus melindungi pasukan kami sambil tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung,” ujarnya.
Namun demikian, CENTCOM belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait detail operasi tersebut. Hawkins juga tidak menjelaskan lokasi spesifik maupun skala serangan yang dilakukan pasukan AS.
Sebelumnya pada hari yang sama, sejumlah media Iran melaporkan terdengar ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, serta di wilayah Sirik dan Jask yang berada di pesisir Teluk.
Kantor berita semi-resmi Fars menyebut sejumlah warga Bandar Abbas mendengar beberapa ledakan, meski sumber dan titik pasti ledakan belum dapat dipastikan.
Fars juga melaporkan suara ledakan serupa terdengar hampir bersamaan di wilayah Sirik dan Jask yang menghadap kawasan Teluk.
News
Wamen Atip Dorong Bahasa Daerah Masuk Ekosistem AI
Wakil Menteri Atip Latipulhayat mendorong integrasi bahasa daerah ke dalam ekosistem AI. Langkah ini krusial untuk pelestarian bahasa dan budaya serta relevansinya di masa depan.

Monitorday.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan pentingnya bahasa daerah masuk ke dalam ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai upaya menjaga kelestariannya di era teknologi.
Menurut Atip, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memastikan bahasa daerah tetap relevan dan terus digunakan oleh generasi muda di masa depan.
“Bahasa daerah juga harus masuk ke dalam ekosistem AI agar tetap relevan dan terus digunakan generasi muda,” kata Atip di Jakarta, Senin.
Ia menilai pengembangan teknologi berbasis Large Language Model (LLM) perlu dioptimalkan agar berbagai bahasa daerah di Indonesia dapat digunakan secara luas di ruang digital, mulai dari aplikasi hingga platform AI masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Atip juga menekankan pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti sebatas seremoni tahunan atau sekadar simbol budaya.
Menurutnya, bahasa daerah harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pendidikan.
“Jika bahasa daerah hanya hadir dalam buku atau sekadar menjadi mata pelajaran tanpa digunakan dalam pembelajaran sehari-hari, maka lama-kelamaan bahasa daerah hanya akan menjadi kenangan,” ujarnya.
Karena itu, Atip mendorong penguatan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Ia menilai langkah tersebut penting agar generasi muda tetap akrab, memahami, dan bangga menggunakan bahasa ibu mereka di tengah derasnya perkembangan teknologi dan globalisasi.
Selain menjadi bagian dari identitas budaya, penggunaan bahasa daerah di ruang digital juga dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap teknologi berbasis AI yang lebih inklusif dan sesuai dengan keragaman bahasa di Indonesia.
News
Mendikdasmen Bicara Soal Budaya Ranking di Sekolah, Bisa Picu Tekanan Mental
Mendikdasmen Abdul Mu’ti khawatir budaya ranking di sekolah bisa sebabkan tekanan mental dan perundungan. Ia mengusulkan pendekatan deep learning untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif bagi siswa.

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyoroti budaya perankingan akademik di sekolah yang dinilai berpotensi memicu perundungan di kalangan siswa. Menurutnya, lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, bukan tempat munculnya tekanan sosial akibat perbandingan nilai maupun prestasi.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti dalam Seminar Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang digelar di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa konsep sekolah aman tidak hanya berkaitan dengan keamanan fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial dan psikologis siswa selama mengikuti proses belajar mengajar.
“Aman itu juga aman secara sosial dan aman secara psikologis. Sering kali kita melihat sekolah-sekolah kita secara sosial belum cukup aman,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurut Abdul Mu’ti, salah satu persoalan yang masih kerap muncul di lingkungan pendidikan adalah kebiasaan membandingkan kemampuan akademik antarsiswa. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan tekanan mental hingga menjadi pemicu tindakan perundungan.
Ia mencontohkan komentar sederhana terkait kemampuan siswa yang tanpa disadari dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis anak.
“Misalnya yang sudah besar tidak bisa mengerjakan soal yang kecil, lalu muncul komentar ‘yang gede kok enggak bisa, yang kecil saja bisa’. Itu kan tidak sehat,” katanya.
Budaya kompetisi yang terlalu menonjolkan ranking dan angka, lanjutnya, sering membuat siswa merasa rendah diri, tertekan, bahkan menjadi sasaran ejekan teman sebaya.
Karena itu, Mendikdasmen menilai perlu ada perubahan pendekatan pendidikan di sekolah, terutama dalam cara guru membangun suasana belajar yang sehat dan saling menghargai.
Abdul Mu’ti menjelaskan, perubahan pola pembelajaran kini mulai diarahkan melalui kebijakan deep learning yang tengah dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, konsep utama dalam pendekatan tersebut adalah memuliakan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan, baik guru maupun siswa.
“Cara kita menyampaikan pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari nilai dan penghormatan kepada murid. Semua harus dimuliakan,” ujar Abdul Mu’ti.
Pendekatan deep learning diharapkan mampu menciptakan budaya sekolah yang lebih manusiawi, suportif, dan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, konsep ini juga dinilai penting untuk membangun karakter siswa, meningkatkan empati, serta mengurangi potensi konflik sosial di lingkungan sekolah.
Pemerintah saat ini terus mendorong terciptanya sekolah aman dan nyaman sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di Indonesia.
News
Aktivasi IKD Jadi Sorotan Jelang SPMB 2026, Orang Tua Diminta Segera Validasi Data
Orang tua diimbau segera aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk validasi data kependudukan anak menjelang SPMB 2026. Data valid krusial untuk kelancaran pendaftaran sekolah.

Monitorday.com – Pemerintah daerah di Jawa Barat mulai menggenjot aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMP dan SMA. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data kependudukan calon peserta didik valid dan terintegrasi dengan sistem penerimaan sekolah berbasis digital.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui berbagai kanal resmi mengimbau para orang tua agar segera memeriksa dan memastikan kesesuaian data administrasi kependudukan anak sebelum masa pendaftaran dimulai. IKD nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan validasi data peserta didik pada SPMB 2026.
IKD sendiri merupakan versi digital dari dokumen kependudukan seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang dapat diakses melalui aplikasi resmi Direktorat Jenderal Dukcapil di ponsel pintar.
Kepala Disdukcapil Kota Banjar, Heri Sapari, mengatakan aktivasi IKD penting karena data tersebut terhubung langsung dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan dalam proses verifikasi SPMB.
“Kalau ada ketidaksesuaian data, tentu bisa berdampak saat proses pendaftaran sekolah,” ujar Heri.
Lonjakan permohonan aktivasi IKD mulai terjadi di sejumlah daerah. Di Kota Depok, Disdukcapil bahkan menambah loket pelayanan menyusul meningkatnya jumlah warga yang melakukan validasi data menjelang SPMB 2026.
Kepala Disdukcapil Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan data kependudukan yang valid menjadi faktor penting dalam berbagai layanan publik, termasuk penerimaan siswa baru.
Menurutnya, masyarakat dapat melakukan aktivasi IKD sekaligus pengecekan data secara langsung di kantor Disdukcapil maupun Mal Pelayanan Publik.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat tengah melakukan uji coba aplikasi SPMB 2026 guna memastikan sistem penerimaan siswa berjalan lancar. Disdik Jabar mencatat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah tahun ini.
Cara Aktivasi IKD
Untuk mengaktifkan IKD, masyarakat perlu melakukan beberapa langkah berikut:
- Mengunduh aplikasi IKD resmi dari Dukcapil.
- Datang langsung ke kantor Disdukcapil atau kecamatan.
- Melakukan pemindaian QR Code bersama petugas.
- Aktivasi selesai setelah proses verifikasi data berhasil dilakukan.
Pemerintah menegaskan aktivasi IKD tidak dapat dilakukan sepenuhnya secara daring karena membutuhkan verifikasi langsung oleh petugas resmi.
Masyarakat juga diimbau waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil. Salah satu modus yang marak terjadi ialah permintaan aktivasi IKD melalui video call atau pesan WhatsApp. Pemerintah memastikan proses resmi hanya dilakukan di kantor pelayanan resmi.
Di media sosial, sejumlah warga mengaku baru menggunakan aplikasi IKD saat mengurus administrasi kependudukan maupun pendaftaran sekolah. Meski sebagian mengeluhkan proses aktivasi yang masih mengharuskan datang langsung ke kantor Disdukcapil, pemerintah daerah berharap percepatan penggunaan IKD dapat membuat layanan publik menjadi lebih cepat, praktis, dan terintegrasi menjelang pelaksanaan SPMB 2026.
News
Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Seskoad, lembaga pendidikan yang terbukti melahirkan banyak pemimpin bangsa dan internasional. Museum ini menjadi sumber inspirasi bagi para perwira masa depan.

Monitorday.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (25/05/2026). Peresmian tersebut menegaskan peran Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad),” ucap Presiden.
Seskoad tercatat telah melahirkan lulusan yang kemudian menjadi pemimpin bangsa Indonesia. Sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden Prabowo Subianto tercatat sebagai lulusan Seskoad.
Sementara itu, tiga lulusan Seskoad lainnya dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI. Ketiganya yakni Wakil Presiden Ke-4 Umar Wirahadikusumah, Wakil Presiden Ke-5 RI Sudharmono, dan Wakil Presiden Ke-6 Try Sutrisno.
Tidak hanya berkontribusi bagi Indonesia, Seskoad juga memiliki reputasi internasional dengan melahirkan empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura yang pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut. Di antaranya Neo Kian Hong sebagai KSAD Singapura tahun 2007-2010, Melvyn Ong Su Kiat sebagai KSAD Singapura tahun 2015-2018, David Neo Chin Wee sebagai KSAD Singapura tahun 2022-2025, dan KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.
Di museum Seskoad, sejarah, perjalanan, hingga pengabdian mereka ditampilkan sebagai inspirasi bagi para perwira lainnya yang menempuh pendidikan. Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto menjelaskan bahwa museum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para perwira dalam memahami sejarah perjuangan dan kepemimpinan.
“Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership,” jelas Desi Ariyanto.
Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar dengan 42 ribu buku di dalamnya. Setiap tahunnya ada sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara yang menempuh pendidikan di Seskoad.
“Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan,” ujar Desi Ariyanto.
News
Sidang Perkara 272/PUU-XXIII/2025: ADI Minta MK Tafsirkan Ulang Pasal Kesejahteraan Dosen
ADI meminta MK menafsirkan ulang Pasal 52 UU Guru dan Dosen demi menjamin gaji dosen layak. Data menunjukkan gaji dosen Indonesia tertinggal jauh dibanding negara tetangga.

Monitorday.com – Asosiasi Dosen Indonesia resmi menyampaikan pokok-pokok keterangan sebagai Pihak Terkait dalam sidang pengujian Pasal52 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi, Senin (25/5). Dalam sidang perkara Nomor 272/PUU-XXIII/2025 tersebut, ADI menegaskan bahwa kesejahteraan dosen bukan sekadar isu profesi, melainkan persoalanstrategis nasional yang menentukan masa depan pendidikan tinggi dan daya saing Indonesia.
Ketua Umum ADI, Mohammed Ali Berawi, menyatakan bahwa negara tidak boleh terus membiarkan dosen hidup dalam tekanan ekonomi di tengah tuntutan publikasi internasional, inovasi teknologi, hingga penguatan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia tidak akan menjadi negara maju apabila para dosennya masih dipaksa hidup dalam ketidakpastian ekonomi. Dosen adalah arsitek masa depan bangsa,” tegasnya dalam materi sidang MK.
ADI yang kini memiliki lebih dari 64 ribu anggota dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia menilai bahwa sistem pengupahan dosen saat ini telah melahirkan ketimpangan serius. Banyak dosen disebut harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, mulai dari menjadi konsultan hingga menjalankan usaha sampingan karena gaji utama tidak mencukupi.
Dalam keterangannya, ADI juga membeberkan fakta yang mengejutkan. Berdasarkan data GoodStats, rata-rata gaji dosen di Indonesia hanya sekitar Rp3,36 juta per bulan, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura yang mencapai Rp85,5 juta, Malaysia Rp18,29 juta, hingga Vietnam Rp10,56 juta.
ADI menilai kondisi tersebut sangat ironis mengingat dosen merupakan tenaga profesional dengan pendidikan minimalmagister bahkan doktoral. Organisasi profesi dosen itu menegaskan bahwa memberikan penghasilan rendah kepada tenaga akademik berpendidikan tinggi merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang dapat merusak kualitas pendidikan nasional.
Tidak hanya berdampak pada kualitas pengajaran dan riset, ADI memperingatkan ancaman serius berupa brain drain atau migrasi akademisi muda berkualitas ke sektor industri maupun luar negeri. Jika kondisi ini terus berlangsung, Indonesia dinilai akan kehilangan talenta intelektual terbaiknya di tengah persaingan global berbasis inovasi dan teknologi.
Dalam petitumnya, ADI meminta Mahkamah Konstitusi menafsirkan ulang Pasal 52 UU Guru dan Dosen agar gaji pokok dosenminimal setara dua kali upah minimum di wilayah perguruan tinggi berada. ADI juga meminta negara menjamin sistem penghasilan dosen yang layak, manusiawi, dan berbasis penghargaan atas prestasi akademik.
ADI menegaskan bahwa perjuangan ini bukan semata soal kenaikan gaji, melainkan tentang menjaga marwah pendidikan tinggi Indonesia.
“Ketika dosen dipaksa bertahan hidup dengan penghasilan rendah, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kesejahteraan individu, tetapi masa depan ilmu pengetahuan dan kualitas generasi bangsa,” tulis ADI dalam dokumen resminya.
Sebagai informasi, ADI merupakan organisasi profesi dosen yang berdiri sejak 2 Mei 1998 dan pernah diresmikan oleh Presiden RI ke-3 B. J. Habibie. Pada 2019, ADI juga memperoleh penghargaan dari Kemenristekdikti sebagai salah satu organisasi profesi IPTEK yang konsisten berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.
Infografis
Siasat Dua Kaki Prabowo
Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, politik luar negeri Indonesia bergeserdari pendekatan non-blok pasif menuju strategi multi-alignment yang lebih asertif. Melalui pembentukan Danantara dan kebijakan ekspor komoditas satu pintu, Indonesia memperkuat stabilitas domestik sekaligus meningkatkan daya tawar ekonomi di panggung global.
News
Rekor MURI Pecah, 24 Ribu Murid Ikuti Senam Anak Indonesia Hebat di Puncak Hardiknas 2026
Saksikan 24 ribu murid pecahkan rekor MURI dengan Senam Anak Indonesia Hebat di Hardiknas 2026 Pamekasan. Perayaan ini menunjukkan komitmen terhadap pendidikan dan pembangunan karakter.

Monitorday.com – Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama 24 ribu murid sukses pecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) dengan melakukan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) bersama di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Minggu (24/5).
“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terus berkomitmen memajukan sektor pendidikan. Pemecahan rekor MURI ini menjadi bukti nyata hadirnya partisipasi semesta guna mewujudkan (visi) Pendidikan Bermutu untuk Semua di wilayah Jawa Timur,” ungkap Abdul Mu’ti, di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Minggu (24/5).
Menteri Mu’ti menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya yaitu melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Selain menguatkan kualitas pembelajaran, Kemendikdasmen juga terus mendorong pembentukan karakter murid melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) yang meliputi kegiatan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
“Kalau kita ingin membangun peradaban bangsa, maka harus dimulai dari pembentukan kebiasaan baik. Untuk itu, lakukanlah kebiasaan 7 KAIH agar menjadi generasi Indonesia yang hebat dan kelak mampu membawa Kabupaten Pamekasan menjadi lebih baik,” katanya.
Selanjutnya, sebagai daerah yang dikenal memiliki tradisi pendidikan yang kuat, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menilai bahwa acara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pamekasan karena telah dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2026. Saat ini dijelaskannya Kabupaten Pamekasan memiliki sekitar 500 lembaga pendidikan yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Sektor pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana untuk membangun peradaban, membentuk akhlak, dan menanamkan sikap disiplin. Karena itu, kegiatan SAIH ini sangat sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” papar Bupati Kholil.
Sementara itu, Senior Manajer MURI, Triyono, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan melakukan SAIH berskala yang besar. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah luar biasa dalam membangun budaya hidup sehat dan semangat kebersamaan untuk seluruh warga Kabupaten Pamekasan.
“Ini bukan sekadar senam massal, namun sebagai simfoni kebangsaan yang mengajak untuk membangun sikap disiplin, kebersamaan, serta semangat hidup sehat sejak usia dini. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, disiplin, dan berkarakter,” pungkas Triyono.
Pada momen ini, Mendikdasmen bersama Bupati Pamekasan turut memberikan apresiasi kepada insan pendidikan yang telah berprestasi mengharumkan mengharumkan nama Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini ditutup dengan menyanyikan lagu Rukun Sama Teman bersama seluruh peserta.
News
Atasi Kemacetan-Pelanggaran Lalu Lintas, Dhaka Terapkan Sistem Tilang AI
Dhaka meluncurkan Sistem Tilang AI perdana untuk menekan pelanggaran dan kemacetan. Teknologi ini mulai mengubah perilaku pengendara dan meningkatkan kepatuhan lalu lintas.

Monitorday.com – Pemerintah Dhaka resmi meluncurkan sistem penegakan lalu lintas berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pertama sebagai upaya menertibkan pelanggaran dan mengurangi kemacetan di ibu kota Bangladesh tersebut.
Sebagai salah satu kota terpadat di dunia, lalu lintas di Dhaka selama ini dikenal semrawut. Bus, mobil, sepeda motor, becak, hingga pejalan kaki saling berebut ruang di jalan raya. Kondisi itu kerap memicu ketegangan antara pengendara dan petugas lalu lintas saat penindakan dilakukan secara manual.
Sersan lalu lintas, SM Nazim Uddin, mengatakan penerapan sistem AI mulai mengubah perilaku pengendara di jalan.
“Mereka yang melanggar aturan biasanya berbalik melawan petugas. Namun sejak AI diperkenalkan, pengendara mulai lebih patuh dan kami terhindar dari pertengkaran sehari-hari,” ujarnya seperti dikutip AFP.
Sebelumnya, pengaturan lalu lintas di Dhaka masih dilakukan secara manual. Petugas bahkan harus membentangkan tali di jalan untuk menghentikan kendaraan sebelum lampu lalu lintas berubah hijau.
Namun sejak April 2026, kepolisian Dhaka mulai mengintegrasikan kamera lalu lintas dengan perangkat AI yang mampu mendeteksi berbagai pelanggaran secara otomatis.
Sistem tersebut langsung menunjukkan hasil. Salah satu pengendara, Hannan Rahman Jibon, mengaku menerima pesan singkat yang menyatakan kendaraannya melakukan pelanggaran lalu lintas. Ia dikenai denda otomatis sebesar 2.000 taka atau sekitar Rp300 ribu.
“Sekarang saya lebih berhati-hati karena kamera dipasang di banyak titik,” katanya.
Juru bicara kepolisian kota, N.M. Nasiruddin, menyebut penerapan AI telah membantu meningkatkan efektivitas penegakan hukum lalu lintas. Hingga kini, sekitar 300 kendaraan telah ditindak melalui sistem otomatis tersebut.
Meski begitu, penggunaan teknologi AI masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Analis ruang kendali kepolisian, Sharmin Afroze, mengatakan beberapa pelat nomor kendaraan sulit teridentifikasi karena buram atau berukuran terlalu kecil.
Saat ini cakupan sistem AI belum menjangkau seluruh wilayah Dhaka. Namun pemerintah setempat berencana memperluas penggunaannya secara bertahap hingga penegakan lalu lintas manual dapat sepenuhnya digantikan teknologi digital.
News
Presiden Tegaskan Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Capaian ini dinilai penting di tengah situasi global yang penuh konflik dan ketidakpastian geopolitik

Monitorday.com– Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menghentikan kebocoran kekayaan negara. Pernyataan ini disampaikan Kepala Negara saat menghadiri panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/05/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyoroti sejumlah capaian strategis di sektor pangan nasional yang berhasil diraih dalam 19 bulan masa pemerintahannya, termasuk keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan utama. Capaian ini dinilai penting di tengah situasi global yang penuh konflik dan ketidakpastian geopolitik.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Presiden.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya Indonesia untuk tetap waspada dan memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor, termasuk pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini krusial untuk menjaga kekayaan bangsa di tengah dinamika global.
“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Mahakuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucap Presiden.
Prabowo juga menegaskan bahwa kekayaan nasional harus dikelola secara mandiri sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Dan ini sudah kita lakukan. Harus kita lakukan, ini perintah dari Undang-Undang Dasar. Dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.





















