News
Gaduh Soal Tax Amnesty Jilid II, Purbaya Buka Suara
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak akan ada tax amnesty jilid II dan menjamin peserta PPS aman dari pemeriksaan ulang. Kebijakan ini menekankan kepastian hukum dan kepercayaan wajib pajak.
Monitorday.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan kembali membuka program pengampunan pajak atau tax amnesty selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Penegasan tersebut muncul di tengah polemik rencana pemeriksaan ulang terhadap peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau tax amnesty jilid II oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Menurut Purbaya, isu tersebut telah menimbulkan kegaduhan di kalangan dunia usaha dan wajib pajak.
Dalam keterangannya, Purbaya menilai reformasi perpajakan harus dijalankan dengan prinsip kepastian hukum dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan nasional.
“Selama saya menjadi Menteri Keuangan tidak akan menjalankan tax amnesty,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia juga memastikan peserta tax amnesty maupun PPS yang telah mengikuti program sesuai ketentuan tidak akan kembali “dikejar-kejar” oleh otoritas pajak. Pemerintah, kata dia, hanya akan memantau komitmen tertentu yang memang telah disepakati peserta, terutama terkait repatriasi aset dari luar negeri.
Menurut Purbaya, pemeriksaan hanya akan difokuskan kepada wajib pajak yang belum memenuhi komitmen dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta (SPPH). Di luar itu, pemerintah tidak akan membuka kembali data peserta yang sudah mengikuti program pengampunan pajak.
Purbaya bahkan mengaku akan menegur jajaran Direktorat Jenderal Pajak agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan kebijakan kepada publik. Ia meminta otoritas pajak menjaga iklim usaha dan kepercayaan masyarakat demi keberlanjutan reformasi perpajakan nasional.
Sikap penolakan terhadap tax amnesty sebenarnya bukan kali pertama disampaikan Purbaya. Sejak menjabat Menteri Keuangan pada 2025, ekonom lulusan ITB itu beberapa kali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan pengampunan pajak karena dinilai berpotensi menimbulkan moral hazard dan membuat kepatuhan pajak menjadi tidak sehat.
Purbaya Yudhi Sadewa resmi menjabat Menteri Keuangan sejak September 2025 dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Sebelum masuk kabinet, ia dikenal sebagai ekonom sekaligus Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
News
Kemendikdasmen Gandeng TNI Percepat Rehabilitasi 190 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Monitorday.Com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama TNI Angkatan Darat (AD) mempercepat rehabilitasi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah yang rusak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Kolaborasi tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Aceh dan pemerintah kabupaten/kota agar proses rehabilitasi berjalan lebih cepat tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pemerintah terus mengupayakan agar peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana,” kata Mu’ti saat meninjau pembangunan sekolah di Aceh.
Menurut Mu’ti, sekolah yang masih menunggu proses pembangunan maupun relokasi tetap dapat menyelenggarakan pembelajaran melalui ruang kelas darurat yang telah disiapkan Kemendikdasmen.
Salah satu sekolah yang tengah direhabilitasi adalah SD Negeri Utue. Sekolah tersebut memperoleh anggaran Rp1,83 miliar untuk memperbaiki tujuh ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang administrasi, toilet, pengadaan perabot, serta penataan lingkungan sekolah.
Komandan Pelaksana Rehabilitasi, Letkol Inf. Arino Vranta Sinurat, mengatakan SD Negeri Utue merupakan bagian dari program rehabilitasi 190 sekolah terdampak bencana yang dikerjakan TNI AD di Aceh.
“Kami mengerjakan ruang kelas, ruang administrasi, kamar mandi, pengadaan mebel, hingga penataan lingkungan sekolah dengan melibatkan tenaga sipil dan personel TNI agar pekerjaan selesai sesuai target,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengungkapkan terdapat 2.920 sekolah terdampak bencana di Aceh. Sebanyak 188 sekolah mengalami kerusakan berat dan 63 sekolah harus direlokasi.
“Banyak sekolah yang masih menggunakan kelas darurat bukan karena tidak ditangani, tetapi karena proses revitalisasi sedang berlangsung. Yang terpenting, pembelajaran tetap berjalan,” katanya.
Di SD Negeri Utue, kegiatan belajar tetap berlangsung meski pembangunan berjalan. Para siswa mengaku antusias menunggu ruang kelas baru yang lebih aman dan nyaman untuk digunakan pada tahun ajaran mendatang.
News
Koding dan KA Masuk Prioritas Pendidikan Nasional 2027, Kemendikdasmen Siapkan Tambahan Anggaran
Monitorday.Com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) menjadi salah satu program prioritas pendidikan nasional pada 2027. Program ini disiapkan untuk memperkuat kompetensi digital peserta didik sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan penguatan Koding dan KA merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas pembelajaran melalui transformasi pendidikan berbasis digital.
“Perkembangan teknologi menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” kata Abdul Mu’ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI.
Selain Koding dan KA, Kemendikdasmen juga akan memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), pengembangan talenta dan prestasi peserta didik, serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Kami melakukan peningkatan kualitas pembelajaran dan pengajaran melalui digitalisasi pembelajaran, pembelajaran mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial,” ujar Mu’ti.
Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menetapkan empat kelompok program prioritas pendidikan pada 2027.
Kelompok pertama berfokus pada pemerataan akses pendidikan melalui pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, revitalisasi satuan pendidikan, penanganan anak tidak sekolah (ATS), Program Indonesia Pintar (PIP), serta pemerataan layanan satu tahun pendidikan prasekolah.
Kelompok kedua diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui digitalisasi pembelajaran, Sekolah Nasional Terintegrasi, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pembelajaran mendalam (deep learning), Koding dan KA, Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengembangan talenta dan prestasi, serta penguatan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara itu, kelompok ketiga difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi melalui peningkatan kualitas layanan SMK, pendidikan kecakapan kerja, pendidikan kewirausahaan, serta kemitraan vokasi dengan dunia industri.
Adapun kelompok keempat diarahkan pada pengembangan bahasa dan sastra melalui pelestarian bahasa daerah, pemartabatan bahasa Indonesia, serta penginternasionalan bahasa Indonesia.
Untuk mendukung pelaksanaan berbagai program tersebut, Kemendikdasmen telah mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun pada Tahun Anggaran 2027.
Abdul Mu’ti menjelaskan, Kemendikdasmen telah memperoleh pagu indikatif sebesar Rp58,24 triliun sebagaimana tertuang dalam surat bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Namun, sebagian besar anggaran tersebut telah dialokasikan untuk mendukung program prioritas nasional dan kebutuhan operasional kementerian.
“Maka kebutuhan untuk membiayai program lain kami usulkan agar mendapat tambahan anggaran,” kata Mu’ti.
Menurutnya, usulan tambahan anggaran sebesar Rp40,75 triliun telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Sekretariat Negara melalui surat resmi Kemendikdasmen tertanggal 27 Mei 2026.
News
OJK: 40 Persen Layanan Nasabah Bank Berbasis AI
Monitorday.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini menangani sekitar 35 hingga 40 persen dari total interaksi layanan nasabah di industri perbankan Indonesia. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya peran AI dalam mendukung transformasi digital sektor jasa keuangan nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan perkembangan teknologi AI di sektor perbankan mengalami akselerasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada machine learning dan automasi proses, tetapi telah berkembang ke teknologi Generative AI (GenAI) hingga Agentic AI yang mampu menjalankan tugas dan mengambil keputusan secara lebih otonom.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian penting dari transformasi digital industri perbankan dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pengalaman nasabah,” ujar Dian dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan survei Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) bersama IBM, tingkat adopsi AI di industri perbankan Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan.
Pada 2024, tingkat adopsi AI tercatat sekitar 30 persen. Angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 42 persen pada 2025 dan kembali melonjak hingga mencapai 57,9 persen pada kuartal pertama 2026.
Menurut Dian, peningkatan pemanfaatan AI tidak hanya terjadi pada layanan pelanggan, tetapi juga merambah ke berbagai fungsi internal perbankan. Sejumlah bank telah mengembangkan pusat pengetahuan atau knowledge hub berbasis AI yang mengintegrasikan dokumen perusahaan, kebijakan internal, prosedur operasional, hingga regulasi ke dalam satu sistem terpadu.
Dengan teknologi tersebut, karyawan dapat mengakses informasi secara lebih cepat dan akurat, sehingga mendukung kualitas layanan kepada nasabah sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan.
Pemanfaatan AI dalam layanan pelanggan banyak diterapkan melalui chatbot dan asisten virtual berbasis Large Language Model (LLM) serta Retrieval Augmented Generation (RAG). Teknologi ini memungkinkan interaksi yang lebih natural, responsif, dan kontekstual dalam melayani kebutuhan nasabah.
Layanan yang dapat ditangani AI mencakup pengecekan saldo dan rekening, penyampaian informasi produk, penanganan keluhan, hingga layanan dalam berbagai bahasa.
Implementasi teknologi tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional perbankan. OJK mencatat pemanfaatan AI mampu menekan biaya operasional hingga puluhan miliar rupiah per tahun serta meningkatkan kecepatan respons layanan secara drastis.
Secara keseluruhan, penggunaan AI disebut mampu memangkas waktu penyelesaian layanan lebih dari 60 persen dibandingkan metode konvensional.
Di balik berbagai manfaat yang ditawarkan, OJK mengingatkan bahwa implementasi AI tetap harus dibarengi dengan tata kelola yang kuat untuk meminimalkan risiko.
Sebagai bentuk antisipasi, pada April 2025 OJK telah meluncurkan Pedoman Tata Kelola Kecerdasan Artifisial untuk Perbankan. Pedoman tersebut bertujuan memastikan penggunaan AI dilakukan secara etis, transparan, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Beberapa prinsip utama yang ditekankan meliputi akuntabilitas melalui pengawasan manusia, transparansi dalam proses pengambilan keputusan oleh sistem AI, serta perlindungan data pribadi nasabah.
Pelaku industri perbankan menilai keberhasilan transformasi digital berbasis AI sangat bergantung pada kepercayaan nasabah.
Direktur IT & Operations Bank Mega, Y.B. Hariantono, menegaskan bahwa adopsi AI harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan memastikan akurasi model, keamanan sistem, serta perlindungan data pengguna.
Sementara itu, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyebut pemanfaatan AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi industri perbankan agar tetap relevan di tengah percepatan digitalisasi.
Dengan tingkat adopsi yang terus meningkat, OJK memperkirakan peran AI akan semakin besar dalam mendukung layanan perbankan di masa depan. Namun, inovasi tersebut harus tetap diimbangi dengan tata kelola yang baik agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan dan perlindungan konsumen.
News
Menuju Swasembada Energi, B50 Resmi Meluncur 1 Juli
Monitorday.com – Pemerintah resmi memberlakukan program mandatori biodiesel B50, yakni bahan bakar minyak (BBM) yang mengandung campuran 50 persen minyak sawit, mulai 1 Juli 2026. Untuk memastikan proses transisi berjalan lancar, pemerintah menetapkan masa penyesuaian selama tiga bulan bagi seluruh badan usaha BBM sebelum implementasi penuh diberlakukan pada Oktober mendatang.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan masa transisi diberikan agar perusahaan memiliki waktu untuk menyesuaikan operasional dan menghabiskan stok biodiesel B40 yang masih tersedia.
“Masa transisi ditetapkan selama tiga bulan. Tujuannya untuk menghabiskan stok yang ada dan menyesuaikan proses blending secara bertahap menuju B50,” kata Eniya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Selama masa transisi yang berlangsung hingga 30 September 2026, badan usaha yang masih memiliki stok B40 diperbolehkan menghabiskan persediaan tersebut terlebih dahulu. Sementara untuk produksi baru, komposisi campuran biodiesel harus ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai standar B50.
Menurut Eniya, PT Pertamina (Persero) menargetkan seluruh stok B40 dapat terserap dalam waktu dua bulan. Dengan demikian, mulai 1 Oktober 2026 seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia ditargetkan telah menjual B50 secara penuh.
“Mulai 1 Oktober semua titik SPBU sudah full B50. Adapun volume penyalurannya akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing perusahaan,” ujarnya.
Pemerintah mencatat terdapat 30 badan usaha BBM yang akan terlibat dalam proses pencampuran biodiesel. Dari jumlah tersebut, Pertamina dan AKR menjadi pemain utama dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total volume blending nasional, sementara sisanya dilakukan oleh perusahaan lain.
Selain memastikan kesiapan distribusi, pemerintah juga menegaskan akan memberikan sanksi kepada badan usaha yang tidak mematuhi ketentuan implementasi B50.
Eniya menegaskan perusahaan yang tidak melaksanakan pencampuran biodiesel sesuai jadwal akan dikenakan sanksi administratif. Langkah ini diambil untuk memastikan target nasional penerapan B50 dapat berjalan sesuai rencana.
“Perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban blending sesuai ketentuan akan diberikan peringatan dan sanksi administratif,” tegasnya.
Kebijakan B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan peluncuran B50 menjadi langkah penting menuju swasembada energi dan pengurangan ketergantungan terhadap impor solar.
“Bulan Juli ini kita akan meluncurkan B50. Dengan campuran 50 persen sawit, kita berharap tidak perlu lagi mengimpor solar dari luar negeri,” ujar Presiden saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Kesiapan implementasi program tersebut juga telah dipastikan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Direktur Optimasi dan Distribusi Hilir Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menyatakan infrastruktur distribusi energi nasional dari Sabang hingga Merauke siap mendukung penerapan B50.
Pemerintah memperkirakan kebijakan ini mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang 2026. Selain itu, kebutuhan impor solar diproyeksikan turun signifikan dari sekitar 1 juta barel per hari menjadi 700 ribu barel per hari.
Tak hanya berdampak pada sektor energi, implementasi B50 juga diharapkan memperkuat industri kelapa sawit nasional melalui peningkatan serapan minyak sawit dalam negeri. Langkah tersebut diyakini dapat membantu menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani sekaligus mendorong hilirisasi produk sawit nasional.
Dengan masa transisi yang telah disiapkan, pemerintah optimistis implementasi B50 dapat berjalan lancar dan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia.
News
Revitalisasi SMK Diperkuat, Kemendikdasmen Siapkan Lulusan Vokasi Bersaing di Kancah Global
Monitorday.com – Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai langkah strategis mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja tingkat regional maupun global.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa revitalisasi SMK merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan. Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden dan Wakil Presiden yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan teknologi sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
Pernyataan itu disampaikan Atip saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi SMK Tahun 2026 Tahap 10 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/6/2026).
Menurut Atip, revitalisasi SMK tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program ini merupakan transformasi menyeluruh yang mencakup perubahan paradigma pendidikan, penguatan tata kelola sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, hingga peningkatan mutu lulusan.
“Revitalisasi SMK bukan hanya sekadar pembangunan atau perbaikan sarana prasarana, tetapi merupakan transformasi menyeluruh yang mencakup perubahan paradigma, tata kelola, proses pembelajaran, penguatan kemitraan dengan dunia kerja, serta peningkatan kualitas lulusan,” ujar Atip.
Ia menilai pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan industri dan tantangan global. Karena itu, dukungan fasilitas yang memadai harus diimbangi dengan tata kelola program yang profesional dan akuntabel.
Atip menekankan seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan hingga pengawasan, harus dilaksanakan sesuai ketentuan agar bantuan pemerintah benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan. Perencanaan program harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, sementara pelaksanaan kegiatan dituntut berjalan tepat waktu dan memanfaatkan sumber daya secara optimal.
Selain itu, laporan pertanggungjawaban wajib disusun secara transparan dan akuntabel dengan dukungan dokumentasi yang lengkap. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi SMK juga sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.
“Prinsip swakelola yang diterapkan dalam program ini tidak hanya menjadi mekanisme teknis pelaksanaan bantuan, tetapi juga sarana pemberdayaan sekolah dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme pelaksanaan bantuan pemerintah sekaligus memperkuat kapasitas sekolah dalam perencanaan teknis, pengelolaan administrasi, serta penyusunan laporan yang akuntabel.
Data Kemendikdasmen mencatat hingga Tahap 9, sebanyak 1.333 SMK telah mengikuti Bimbingan Teknis Revitalisasi SMK Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 688 SMK telah menandatangani perjanjian kerja sama dan menerima penyaluran dana termin pertama dengan total nilai mencapai Rp656 miliar.
Program tersebut telah menjangkau 34 provinsi di Indonesia. Provinsi Aceh menjadi daerah dengan penerima bantuan terbanyak, yakni 94 SMK. Dari total penerima bantuan, sebanyak 404 sekolah atau 59 persen merupakan SMK swasta, sedangkan 284 sekolah atau 41 persen merupakan SMK negeri.
Pada Tahap 10, sebanyak 302 SMK calon penerima bantuan mengikuti program dengan total 604 peserta. Setiap sekolah mengirimkan dua perwakilan, yakni kepala sekolah sebagai penanggung jawab program dan ketua tim perencana sebagai penanggung jawab teknis.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan terkait mekanisme penyaluran dan pengelolaan dana bantuan, perencanaan pekerjaan konstruksi berbasis teknis, kelengkapan administrasi, hingga tata kelola penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Menutup arahannya, Atip berharap seluruh sekolah penerima bantuan dapat melaksanakan program revitalisasi secara cermat, mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Pemerintah optimistis Program Revitalisasi SMK akan semakin memperkuat mutu pendidikan vokasi nasional dan menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
News
Kapal Gamsunoro Milik Pertamina Tembus Selat Hormuz, Pertamax Berpeluang Turun?
Monitorday.Com – Kabar baik datang dari jalur distribusi energi dunia. Kapal tanker Gamsunoro milik Pertamina berhasil menembus Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis sekaligus paling rawan di dunia. Keberhasilan ini membuka harapan meredanya gangguan distribusi minyak global yang sempat dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.
Jika kondisi keamanan terus membaik dan arus pelayaran kembali normal, stabilitas pasokan minyak dunia berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong penurunan harga minyak mentah global, yang pada akhirnya berpeluang memengaruhi harga bahan bakar nonsubsidi seperti Pertamax.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan kapal Gamsunoro berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz dengan aman pada Rabu (24/6) pukul 20.00 WIB. Kapal tersebut sebelumnya sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pelaksana Tugas (Pjs.) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keputusan melintasi Selat Hormuz diambil setelah perusahaan melakukan penilaian risiko secara ketat selama sekitar satu bulan terakhir serta berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.
“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Tehran, Iran, atas dukungannya selama ini,” kata Vega dalam keterangan resminya, Kamis.
Menurut Vega, penentuan waktu keberangkatan dan rute pelayaran dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari asuransi, kesiapan teknis dan operasional kapal, keamanan pelayaran, hingga kesiapan awak kapal.
“Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab,” ujarnya.
Gamsunoro memulai pelayaran dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB. Kapal bergerak dengan kecepatan 7,5 knot dan mencapai mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat.
Empat jam kemudian, kapal dinyatakan berhasil melintasi Selat Hormuz dan mencapai titik aman setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam.
Selama pelayaran, operasional kapal dipantau selama 24 jam penuh melalui crisis center PIS. Tim di darat terus berkoordinasi dengan awak kapal untuk memastikan seluruh proses pelayaran berlangsung aman.
PIS juga terus memantau perkembangan situasi geopolitik bersama berbagai pemangku kepentingan dan otoritas terkait guna memastikan setiap keputusan operasional dilakukan secara hati-hati.
Keberhasilan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia sehingga setiap gangguan di kawasan tersebut kerap memicu lonjakan harga minyak internasional.
Meski demikian, peluang penurunan harga Pertamax tidak hanya bergantung pada normalnya pelayaran di Selat Hormuz. Harga BBM nonsubsidi juga dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kebijakan penetapan harga yang dilakukan Pertamina pada setiap periode evaluasi.
Sementara itu, kapal VLCC Pertamina Pride yang juga berada di kawasan Teluk Arab masih dalam tahap persiapan untuk bergerak. PIS menyatakan keputusan keberangkatan kapal akan mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan, kepadatan lalu lintas pelayaran, serta rekomendasi dari otoritas internasional.
“Kami juga memohon dukungan dan doa bagi kapal VLCC Pertamina Pride agar dapat segera melintasi Selat Hormuz dengan aman,” tutup Vega.
News
Program 3 Juta Rumah Tembus 324 Ribu Unit, Pemerintah Kejar Akselerasi Hingga Akhir Tahun
Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi Program 3 Juta Rumah mencapai 324.213 unit. Pemerintah kini fokus mempercepat pembangunan dan renovasi rumah melalui kolaborasi negara, pengembang, swadaya, dan gotong royong.
Monitorday.com-Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) hingga 13 Juni 2026, realisasi program tersebut telah mencapai 324.213 unit rumah secara nasional.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, yang menyebutkan bahwa pembangunan dan renovasi rumah berlangsung melalui empat jalur utama, yakni jalur negara, pengembang, swadaya masyarakat, dan gotong royong. Dari total realisasi yang tercatat, jalur pengembang menjadi kontributor terbesar dengan 181.291 unit rumah yang telah terealisasi.
Selain sektor pengembang, jalur swadaya masyarakat juga menunjukkan progres yang cukup signifikan. Pemerintah menilai partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus memperbaiki kualitas rumah yang selama ini masuk kategori tidak layak huni. Program ini juga terintegrasi dengan skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Pemerintah menegaskan bahwa target 3 juta rumah tidak mungkin dicapai hanya melalui anggaran negara. Karena itu, strategi yang ditempuh adalah membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan pengembang, perbankan, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Berbagai insentif juga terus didorong untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di sisi lain, sejumlah proyek pendukung mulai bermunculan untuk memperkuat program tersebut. Konsep hunian vertikal bagi MBR, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), hingga pemanfaatan lahan milik BUMN dan swasta menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan yang semakin padat.
Meski progres mencapai lebih dari 324 ribu unit menunjukkan kemajuan, tantangan yang dihadapi masih besar. Dengan target jutaan unit rumah dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah perlu memastikan ketersediaan lahan, akses pembiayaan murah, percepatan perizinan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat. Penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, pengembang, dan sektor keuangan dinilai menjadi kunci keberhasilan program yang digadang-gadang sebagai salah satu proyek sosial terbesar dalam sejarah pembangunan perumahan Indonesia.
News
Tenggat November Demi Status Emerging Market
MSCI menunda keputusan terkait status pasar modal Indonesia hingga November 2026, memberi kesempatan terakhir bagi pemerintah dan regulator untuk membenahi transparansi dan tata kelola pasar.
Monitorday.com-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di bawah tekanan setelah penyedia indeks global, MSCI, memutuskan memperpanjang evaluasi status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) hingga November 2026. Keputusan tersebut membuat ketidakpastian di pasar keuangan berlanjut meski Indonesia untuk sementara masih mempertahankan statusnya sebagai emerging market.
MSCI menyatakan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi perhatian investor global, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham, visibilitas free float, kualitas data perdagangan, serta dugaan praktik perdagangan yang terkoordinasi. Menurut MSCI, persoalan tersebut memengaruhi kemampuan investor untuk menilai harga saham secara wajar dan melakukan replikasi indeks secara akurat.
Sejak awal tahun 2026, pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat. IHSG tercatat menjadi salah satu indeks saham dengan kinerja terburuk di dunia, sementara investor asing telah membukukan aksi jual bersih miliaran dolar AS. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional juga memberikan perhatian terhadap kondisi fiskal dan prospek ekonomi Indonesia, yang turut memengaruhi sentimen pasar.
Meski demikian, MSCI mengakui langkah-langkah reformasi yang telah dilakukan oleh regulator Indonesia, termasuk peningkatan persyaratan free float, penurunan ambang batas pelaporan kepemilikan saham, penguatan pengawasan pasar, serta berbagai upaya peningkatan transparansi oleh OJK, Bursa Efek Indonesia, dan KSEI. Namun, lembaga tersebut menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya pengumuman kebijakan, melainkan implementasi yang konsisten dan dapat dibuktikan dalam praktik.
Apabila Indonesia gagal menunjukkan kemajuan yang memadai hingga November 2026, MSCI membuka peluang untuk memulai konsultasi penurunan status Indonesia menjadi frontier market. Sejumlah analis memperkirakan skenario tersebut dapat memicu arus keluar modal asing hingga sekitar US$13 miliar karena banyak dana investasi global memiliki mandat yang mengharuskan mereka berinvestasi pada negara berstatus emerging market.
Langkah yang Perlu Diambil Indonesia
Dari perspektif kebijakan, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dipercepat. Pertama, pemerintah dan regulator harus memastikan transparansi kepemilikan saham hingga tingkat pemilik manfaat akhir (beneficial owner). Keterbukaan ini penting untuk menghilangkan persepsi adanya struktur kepemilikan yang tidak jelas dan meningkatkan kepercayaan investor institusi global.
Kedua, Bursa Efek Indonesia perlu mempercepat peningkatan porsi free float emiten. Semakin besar saham yang beredar di publik, semakin baik likuiditas pasar dan semakin mudah investor internasional masuk maupun keluar dari suatu saham tanpa mengganggu harga pasar secara signifikan.
Ketiga, pengawasan terhadap aktivitas perdagangan harus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi pengawasan pasar (market surveillance) yang lebih modern. Dugaan perdagangan terkoordinasi yang menjadi perhatian MSCI harus dijawab dengan penegakan aturan yang tegas dan transparan.
Keempat, pemerintah perlu menjaga stabilitas makroekonomi melalui pengelolaan fiskal yang kredibel, pengendalian inflasi, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Investor global tidak hanya menilai kualitas pasar modal, tetapi juga kesehatan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Pada akhirnya, perpanjangan evaluasi hingga November 2026 dapat dipandang sebagai “masa percobaan terakhir” bagi pasar modal Indonesia. Jika reformasi berjalan efektif, Indonesia berpeluang mempertahankan status emerging market dan menarik kembali arus modal asing. Sebaliknya, kegagalan memperbaiki transparansi dan tata kelola pasar dapat menimbulkan konsekuensi besar bagi IHSG, rupiah, dan daya tarik investasi nasional dalam jangka panjang.
News
Perkuat Kualitas Pendidikan, DPR Usul Gaji Guru Jadi Segini
Komisi X DPR RI mengusulkan gaji minimal guru Rp5 juta per bulan, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pendidikan nasional. Ini diharapkan menjadi investasi vital bagi masa depan SDM Indonesia.
Monitorday.com – Wacana peningkatan kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian di tingkat nasional. Komisi X DPR RI mendorong pemerintah menetapkan gaji minimal guru sebesar Rp5 juta per bulan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang menilai kesejahteraan guru masih menjadi persoalan mendasar yang perlu segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
“Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta itu adalah angka yang layak atau nominal yang paling pas untuk kesejahteraan guru,” ujar Lalu Hadrian di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, guru memiliki peran sentral dalam mencetak generasi unggul dan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, upaya meningkatkan mutu pendidikan harus diiringi dengan kebijakan yang mampu menjamin kesejahteraan tenaga pendidik.
Pernyataan tersebut juga menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung potensi kebocoran anggaran negara akibat praktik laporan ekspor palsu yang disebut menyebabkan kerugian negara hingga ribuan triliun rupiah.
Lalu menilai penjelasan Presiden memberikan gambaran mengenai tantangan fiskal yang masih dihadapi pemerintah, termasuk dalam merealisasikan peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan tenaga pendidik.
“Kami memandang ini sebagai hal yang positif. Presiden ingin menjelaskan kepada masyarakat mengapa hingga saat ini kenaikan gaji guru belum bisa dilakukan secara optimal,” katanya.
Meski mengakui pendapatan guru dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan, Lalu menilai jumlah tersebut masih belum sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, serta peran strategis guru dalam pembangunan bangsa.
Karena itu, DPR mendorong pemerintah menyusun formulasi kebijakan yang lebih berpihak kepada guru, baik yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN.
Lalu mengungkapkan bahwa dalam pembahasan awal postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, pemerintah telah menyiapkan skema peningkatan gaji dan tunjangan guru. Namun, rincian kebijakan tersebut masih menunggu penyampaian resmi dalam Nota Keuangan Presiden yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
“Kami meyakini Presiden sudah memikirkan hal itu. Beliau berkali-kali menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan salah satu prioritas pemerintah,” ujarnya.
Dorongan peningkatan kesejahteraan guru juga mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan pakar pendidikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik memiliki hubungan erat dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil pendidikan.
Penghasilan yang memadai dinilai memungkinkan guru lebih fokus menjalankan tugas mengajar, meningkatkan kompetensi profesional, serta mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik.
Di berbagai negara dengan sistem pendidikan yang maju, kesejahteraan guru menjadi salah satu indikator utama keberhasilan reformasi pendidikan. Oleh karena itu, usulan gaji minimal Rp5 juta per bulan dipandang bukan sekadar kebijakan peningkatan pendapatan, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dengan jumlah guru yang mencapai jutaan orang di seluruh Indonesia, kebijakan peningkatan kesejahteraan guru diperkirakan akan menjadi salah satu isu strategis dalam pembahasan APBN 2027 sekaligus menentukan arah pembangunan pendidikan nasional pada masa mendatang.
News
Abdul Mu’ti Dorong Muhammadiyah Berinovasi, Soroti Sekolah yang Kekurangan Murid
Abdul Mu’ti mengajak Muhammadiyah berinovasi di sektor pendidikan untuk mengatasi tantangan seperti kekurangan murid dan meningkatkan kualitas lembaga.
Monitorday.com – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, mengajak seluruh jajaran Muhammadiyah untuk terus menghadirkan inovasi dan terobosan dalam dunia pendidikan guna memperkuat kualitas serta daya saing lembaga pendidikan Muhammadiyah di Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat bersilaturahmi dengan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat dan ratusan kader Muhammadiyah di Pontianak, Rabu (24/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Muhammadiyah sejak awal berdiri dikenal sebagai gerakan tajdid atau pembaruan. Karena itu, semangat inovasi harus terus dijaga dan diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.
“Muhammadiyah itu gerakan tajdid atau pembaruan. Karena itu harus mampu melahirkan berbagai terobosan dan memberikan nilai tambah bagi kemajuan pendidikan. Menurut saya, itu menjadi sebuah keharusan karena Muhammadiyah merupakan gerakan pembaruan Islam untuk kemajuan,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menilai Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan di berbagai daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi agar seluruh amal usaha pendidikan Muhammadiyah dapat berkembang secara merata.
Menurutnya, kondisi sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah saat ini belum sepenuhnya seragam. Sejumlah institusi pendidikan berkembang pesat dan menjadi pilihan utama masyarakat, tetapi masih ada sekolah yang menghadapi persoalan minimnya jumlah peserta didik.
“Ada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang sangat maju, bahkan jumlah peminatnya melebihi kapasitas yang tersedia. Tetapi kita juga harus jujur bahwa masih ada sekolah yang kurang berkembang dan kekurangan murid. Ini adalah fakta yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menemukan strategi terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan kualitas yang terus meningkat, sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah diyakini akan semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjawab tuntutan zaman.
Selain sektor pendidikan, Abdul Mu’ti juga mengajak seluruh pengurus Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan berbagai amal usaha organisasi, termasuk bidang kesehatan dan sosial yang selama ini menjadi bagian penting dari kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia memastikan pemerintah tetap berkomitmen mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah, kata dia, akan terus membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan terhadap berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pada prinsipnya pemerintah terus mendukung partisipasi publik dalam memajukan pendidikan. Kami akan membantu dan memfasilitasi agar berbagai upaya kemajuan itu dapat terwujud,” tegasnya.
Pernyataan Abdul Mu’ti menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya membutuhkan tata kelola yang baik, tetapi juga keberanian untuk berinovasi. Bagi Muhammadiyah yang memiliki jaringan pendidikan luas di seluruh Indonesia, semangat pembaruan dinilai menjadi kunci untuk terus relevan, unggul, dan berdaya saing di tengah dinamika perubahan zaman.
